Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, penulis telah dianugerahkan kekuatan dan kesehatan sehingga dapat
menyelesaikan makalah yang sederhana ini. Selawat dan salam penulis sampaikan kepada
Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat sekalian yang telah
membawa perubahan dari alam jahiliyah ke alam yang penuh dengan hidayah. Pada
kesempatan ini penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
mendukung penulisan makalah ini, sehingga makalah ini dapat dijadikan referensi bagi para
pembaca. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, untuk ini penulis
mohon saran-saran dan perbaikan dari semua pihak.

Banda Aceh , 16 November 2014

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................

DAFTAR ISI ..............................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ...........................................................................................................

A.Latar Belakang
B.Rumusan Masalah
C.Tujuan

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................................

A.PengertianAtletik................................................................................................................

B. Macam-macam CabanAtletik............................................................................................

C.PenjelasanCabangAtletik....................................................................................................

D.SejarahAtletik.....................................................................................................................

BAB III PENUTUP ....................................................................................................................

A.Kesimpulan........................................................................................................................

B.Saran ..................................................................................................................................

Daftar Pustaka............................................................................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Cabang Atletik adalah ibu jari atau sebagian besar cabang olahraga , dimana gerakan
gerakan yang ada di dalam atletik seperti : lari,loncat,lompat dan lempar sebagian besar
ada pada olharga lainnya,sehingga tak heran pemerintah menetapkan cabang olhraga atletik
sebagai pembhasan di dalam mata pelajaran di bidang study study sekolah dari sekolah dasar
sampai sekolah menengah atas. Nomor yang diperlombakan dalam atletik ada beberapa
macam, diantaranya adalah lari, lempar, lompat, dan tolak.Nomor lari jarak pendek adalah
100, 200, 400 m, sedangkan jarak menengah yang dilombakan adalah 800 m dan 1500 m.
Untuk jarak jauh adalah 300, 5000, 10000 m, dan marathon (42,195 km).
Sedangkan untuk lempar adalah lempar cakram, lempar martil, untuk tolak adalah
tolak peluru, dan lompat adalah lompat jauh, lompat tinggi, lompat galah, lompat jangkit.
Dalam perlombaan lari jarak menengah, pelari menggunakan start melayang. Yang bukan
merupakan faktor penting dalam berlatih lari jarak menengah adalah gaya. Lebar lintasan
lempar lembing adalah 4 meter.
Dengan mempelajari cabang olahrga atletik ini di harapkan siswa-siswi tidak hanya
mengikuti pola hidup sehat tetapi bias mengembangkan minat dan potensi diri di dalam
atletik itu sendiri

A.Rumusal Masalah
 Apa Pengertian Atletik?
 Apa saja Cabang Cabang Atletik ?
 Bagai mana Penjelasan Cabang Atletik?
 D.Bagaimana Sejarah Atletik?

B.Tujuan

 Pengertian Atletik
 Memahami Cabang Cabang Atletik
 Mengetahui penjelasan cabang Atletik
BAB II
PEMBAHASAN A.

A.Pengertian Atletik

Atletik adalah cabang olahraga yang mendasari dari semua cabang olargara yang lain,
Atletik mempunyai karakteristik gerakan yang paling dasar yang menjadi kebiasaan kita
sehari-hari seperti contoh : Berjalan, berlari, melompat dan melempar. Gerakan-gerakan
tersebut adalah gerakan alami. Melihat dari hal diatas jadi sewajarnya apabila Atletik menjadi
Induk dari semua cabang olahraga, karena dicabang cabang lain sudah mengandung unsur-
unsur gerakan pada Atletik. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang berarti
"kontes". Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama
pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan
Atletik Seluruh Indonesia).

B.Macam-Macam Cabang Atletik

A.Lari
B.Lompat, Loncat
C.Lempar,dan
D.Tolak.

C.Penjelasan Cabang Atletik


1.LARI
Macam-macam lari :

A.Jarak pendek
B.Jarak Menengah
C. jarak Jauh.
D.Halang Rintang
E.Estafet

D.Mengetahui Sejarah Atletik

a.L a r i J a r a k P e n d e k
Lari jarak pendek adalah berlari dengan kecepatan penuh sepanjang jarak yang harus
ditempuh, atau sampai jarak yang telah ditentukan.
Lari jarak pendek terdiri dari lari 100 m, 200 m, 400 m. secara teknis sama. yang
membedakan hanyalah pada penghematan penggunaan tenaga, karena perbedaan jarak yang
harus ditempuh. Makin jauh jarak yang harus ditempuh makin banyak tenaga yang harus
dibutuhkan.
Gerakan lari jarak pendek dibagi menjadi tiga tahap ialah:
star, gerakan lari cepat (sprint), gerakan finis.
Start Dalam perlombaan lari, ada tiga cara star, ialah :
- star berdiri (standing start)
- star jongkok (crouching start)
- start melayang (flying start) dilakukan hanya untuk pelari ke II, III dan IV dalam lari estapet
4 x 100 m.

b.L a r i J a r a k M e n e n g a h
Gerak lari jarak menengah (800 m- 1500 m) dan sedikit berbeda dengan gerakan
lari jarak pendek .terletak pada cara kaki menapak. Lari jarak menengah, kaki menapak ball
hell- ball, ialah menapakkan pada ujung kaki tumit dan menolak dengan ujung kaki. Star
dikakukan dengan cara berdiri.
Yang perlu diperhatikan pada lari jarak menengah:
 badan harus selalu rilaks atau santai.
 Lengan diayun dan tidak terlalu tinggi seperti pada lari jarak pendek
 Badan condong ke depan kia-kira 15º dari garis vertical.
 Panjang langkah tetap dan lebar tekanan pada ayunan paha ke depan, panjang langkah
harus sesuai dengan panjang tungkai. Angkat lutut cukup tinggi (tidak setinggi lari
jarak pendek).

Dalam lari jarak menengah gerakan lari harus dilakukan dengan sewajarnya, kaki diayunkan
ke depan seenaknya, panjang langkah tidak terlalu dipaksakan kecuali menjelang masuk garis
finis.

c.L a r i J a r a k J a u h
Lari jarak jauh dilakukan dalam lintasan stadion jarak 3000m, ke atas, 5000m,
10.000m, sedangkan marathon dan juga cross-country, harus dilakukan diluar stadion kecuali
star dan finis, secara fisik dan mental merupakan keharusan bagi pelari jarak jauh. Ayunan
lengan dan gerakan kaki dilakuakan seringan-ringannya. Makin jauh jarak lari yang ditempuh
makin rendah lutut diangkat dan langkah juga makin kecil.

d.L a r i H a l a n g R i n t a n g
Lari steeple - chase 3000 m termasuk kedalam lari jarak jauh dengan melalui
rintangan-rintangan.
Rintangan itu ada dua macam;
1.Rintangan Gawang
2.Rintangan Air dengan Gawang didepannya (water jump) Pelari steeple –
chase harus memiliki kecepatan seperti pelari 1500m, tetapi juga harus memiliki daya
tahan seperti pelari 5000 meter, dan harus memiliki kemahiran khusus dalam melewati
rintangan-rintangan tersebut.
Cara untuk melampaui rintangan gawang yang banyak digunakan adalah :
1.Seperti lari gawang biasa,
2.Melampaui gawang dengan menginjakkan sebelah kaki di atas gawang.

1.Cara Lari Gawang Biasa Cara seperti lari gawang biasa banyak digunakan oleh pelari-
pelari yang memang memiliki kemahiran dalam lari gawang dan oleh pelari-pelari yang
jangkung yang dengan mudah dapat melangkahi rintangan gawang. Yang penting adalah
setelah pelari melampaui gawang dapat menjaga keseimbangan sebaik-baiknya untuk
melanjutkan larinya. Sangat dianjurkan agar dapat bertumpu dengan kaki manapun.
2.Cara untuk melampaui rintangan air pada garis besarnya adalah sebagai berikut :
 Bertumpu dari titik setengah meter di muka gawang rintangan air. Lalu melompat ke
atas atas depan, setelah kakinya menapak di atas gawang pada ujung kaki.
 Badan harus dibawa ke muka kaki, kaki yang bertumpu pada gawang menolak
sekuatnya, kaki lainnya diayunkan ke depan sejauh-jauhnya, dan badan masih dalam
sikap sedikit condong ke depan, sehingga menjadi gerakan melompat.
 Pada saat melayang, tangan digunakan untuk menjaga keseimbangan badan dan kaki
tumpu melakukan gerakan permulaan untuk persiapan melangkah waktu kaki ayun
mendarat.

 Mendarat dengan kaki ayun sejauh mungkin mencapai ujung bak air, dan sedikit
mungkin masuk dalam air. Kaki yang mendarat sedikit di tekuk, dan badan tetap
dalam keadaan sedikit condong ke depan. Kaki lainnya diangkat untuk melangkah ke
depan

 L a r i E s t a f e t Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada
perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Dalam satu
regu lari sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga,
dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai
pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari
sebelumnya ke pelari berikutnya.
Nomor lari estafet yang sering diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan nomor
4 x 400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan
tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta
penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari

2.LOMPAT

Macam-macam lopat :
 .Lompat tinggi
Lompat Tinggi adalah salah satu keterampilan untuk melewati mistar yang berada di
kedua tiangnya.Ketinggian lompatan yang dicapai oleh seorang pelompat tergantung dari
kemampuan dan persiapan bertanding dari masing-masing atlet. adapun
gaya straddledimana ketiga badan melewati mistar dengan cepat diputar atau dibalikkan,
sehingga sikap badan di mistar telengkup.
 Lompat galah Lompat yang memakai tongkat,Tiang galah adalah sebuah acara di
lapangan atletik yang menggunakan orang yang panjang, fleksibel sebagai tiang
bantuan melompat ke atas sebuah bar. Tiang jumping kompetisi yang dikenal dengan
Yunani kuno, serta Cretans dan Celt. Sudah penuh medali di event Olimpiade sejak
1896 untuk laki-laki dan perempuan sejak 2000. c.

 Lompat Jauh Suatu akivitas gerakan yg dilakukan di dalam lompatan untuk mencapai
lompatan yg sejauh-sejauhnya. Ukuran Lapangan lompat jauh untuk jarak awalan lari
sampai balok tumpuan 45m, balok tumpuan tebal 10cm, panjang 1,72m, lebar 30cm,
bak lompatan panjang 9m, lebar 2.75m, kedalaman bak lompat ± 1 meter

Gerak lompat jauh merupakan gerakan dari perpaduan antara Kecepatan (speed), Kekuatan
(stenght), Kelenturan (flexibility), Daya tahan (endurance), Ketepatan (acuration). Para
peneliti membuktikan bahwa suatu prestasi lompat jauh tergantung pada kecepatan daripada
awalan atau ancang-ancang. oleh karenanya di samping memiliki kemampuan sprint yang
baik harus didukung juga dengan kemampuan dari tolakan kaki atau tumpuan. Gaya
lompatan dalam Lompat Jauh yang sering diperagakan seperti gaya jongkok, Gaya
Menggantung, Gaya jalan di udara.

 Loncat Loncat merupakan cabang olahraga yang menggunakan pendaratan dua


kaki,arah geraknya kedepan,

Loncat adalah apapun kontinyu melompat atau melompat. Latihan loncat biasanya
membutuhkan kaki tunggal loncat, double-kaki berlari, atau beberapa variasi dari dua. Fokus
latihan loncat biasanya untuk menghabiskan waktu kurang di tanah mungkin dan bekerja
pada akurasi teknis, fluiditas, dan melompat daya tahan dan kekuatan.Secara teknis, loncat
adalah bagian dari pliometrik, sebagai bentuk latihan berjalan seperti lutut tinggi dan kicks
butt. Contoh : Loncar jauh

3.LEMPAR

Macam-macam Lempar
 Lempar Lembing
 Lempar Cakram
 Lempar Lembing

Lembing yang digunakan terbuat dari logam untuk Putra beratnya 800 gram dengan panjang
2,70 m, sedangkan Putri beratnya 600 gram dengan panjang 2,30 m.

Lembing terbuat dari bambu dengan mata lembing terbuat dari logam
 Untuk putra panjang 260 cm, berat 800 gr
 Untuk putri panjang 200 cm, berat 600 gr
Cara memegang lembing
 Dipegang di atas bahu, ujung lembing ke atas
 Dipegang di depan dada , ujung lembing ke bawah
 Dipegang di belakang, menempel pada tangan yang memegang lembing diluruskan
Hak melempar
 Mempunyai hak melempar 3 kali
 Melempar harus dengan 1 tangan
Diskualifikasi
 Lembing tidak dipegang pada pembalutnya
 2 menit dipanggil belum melempar
 Menyentuh besi batas lemparan sebelah atas
 keluar lewat garis sektor lempar setelah melempar
 Lembing jatuh di luar garis sektor lempar
 Ujung lembing tidak membekas pada tanah

b)Lempar Cakram

Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletik .Cakram yang
dilempar berukuran garis tengah 220 mm dan berat 2 kg untuk laki-laki, 1 kg untuk
perempuan.Lempar cakram diperlombakan sejak olimpiade I tahun 1896 di Athena, Yunani.
Cara melempar cakram dengan awalan dua kali putaran badan caranya yaitu: memegang
cakram ada 3 cara, berdiri membelakangi arah lemparan, lengan memegang cakram
diayunkan ke belakang kanan diikuti gerakan badan, kaki kanan agak ditekuk, berat badan
sebagian besar ada dikanan, cakram diayunkan ke kiri, kaki kanan kendor dan tumit diangkat,
lemparan cakram 30 derajat lepas dari pegangan, ayunan cakram jangan mendahului putaran
badan, lepasnya cakram diikuti badan condong kedepan. Latihan dasar menggunakan ring
karet atu rotan
 Diawali dgn sikap tegap
 langkahkan slah satu kaki sambil mengayunkan ring ke depan
 lanjutkan ayunan hingga mengelilingi tubuh, jaga agar lengan memegang ring tetap lurus
dan berada dibawah ketinggian bahu
 langkahkan kaki lurus ke depan ( berlawanan dgn arah tangan.ikuti gerakan pinggul dan
dada ke depan.kemudian lepaskan ring,ayunkan tangan ke atas dan langkahkan
kaki belakang ke depan

Cara memegang cakram

Pegang dgn buku ujung jari2 tangan, ibu jari memegang samping cakram,
kemudian pergelangan tangan ditekuk sedikit ke dalam Mengayunkan cakram Ayunkan
cakram dgn ring ke depan dan ke belakang di samping tubuh.pada saat mengayunkan
cakram,tangan yg memegang cakram direntangkan sampai lurus.jangan sampai lepas
Gerakan lempar cakram
Ada 3 tahap dalam melempar cakram:
1.Persiapan - berdiri dgn kedua kaki dibuka lebar - pegang cakram dgn tangan kanan.ayunkan
sampai di atas bahu sambil memutar badan ke kiri,kemudian ke kanan secara berulang2.saat
cakram diayun ke kiri, Bantu tangan kiri dgn cara menyangganya
2. pelaksanaan - ayunkan cakram ke depan lalu ke belakang - pada saat cakram di belakang,
putar badan dan ayunkan cakram ke samping-depan-atas (membentuk sudut 40o ) - lepaskan
cakram pada saat berada di depan muka
3.penutup - Bantu lemparan dgn kaki kanan agar tercipta suatu tolakan kuat pada tanah
sehingga b adan melonjak ke depan-atas - langkahkan kaki kanan ke depan untuk menumpu,
sedangkan kaki kiri diangkat rileks untuk menjaga keseimbangan badan

4.TOLAK

1.Tolak Peluru Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik . Atlet tolak peluru
melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin . Tolak Peluru merupakan suatu aktivitas
yg dilakukan utk mencapai lemparan atau tolakan yg sejauh-jauhnya. Peluru yang digunakan
terbuat dari besi berbentuk oval dengan berat 3kg, 4kg, 5kg, 7kg. dengan ruang lingkaran
lebar 5x3 meter.
Yang terpenting dari Tolak peluru adalah peluru harus didorong keluar dengan kecepatan
maksimal, dengan sudut kira-kira 40 derajat. Posisi untuk menolak harus ditekankan pada
kaki. karena kaki adalah bagian yang terkuat dari badan.
a. Teknik-teknik Tolak peluru
Cara memegang
Peluru harus terletak pada akar jari-jari tangan. Jari pertama, kedua dan ketiga
(telunjuk, jari tengah dan kelingking) merupakan titik-titik utama untuk membantu melontar.
Jari-jari berdekatan. Jari kelingking dan ibu jari menjaga agar peluru tidak tegeser ke
samping. Peluru harus tetap berada di posisi di bawah rahang
Latihan Yang pertama, gerakan menolak dari lengan. Peluru harus didorong dari
tempatnya bertopang di leher. Pada waktu menolak, siku harus setinggi mungkin dan
mengikuti terus di belakang peluru, ketika peluru sudah dilepaskan, jangan sekali-kali
membiarkan lengan tertujuh dibawah peluru atau terburu-buru ditarik. kedua kaki sejajar
berdampingan, menghadap ke arah sasaran lemparan dan jarak antara kaki ini lebih lebar
sedikit dai lebar pinggul.Berat peluru:
 Untuk senior putra = 7.257 kg
 Untuk senior putri = 4 kg
 Untuk yunior putra = 5 kg
 Untuk yunior putri = 3 kg
D.SEJARAH ATLETIK
1.Perkembangan dan Kemajuan Atletik di Indonesia
Perkembangan atletik di Indonesia diperkenalkan oleh bangsa Belanda, pada tanggal
12 Juli 1917 dengan didirikannya perkumpulan atletik, dan diberi nama NIAU (Nederland
Indische Atletiek Unie). Pengurus dan atlit-atlitnya sebahagian besar terdiri dari pemuda-
pemudi bangsa Belanda atau Indo-Belanda. Atlit-atlit pribumi yang bermunculan pada saat
itu antara lain Muhammad Noerbambang pelari 100 meter, yang pernah mencapai waktu 10,8
detik dan Harun Al-Rasyid atlit lompat tinggi dengan prestasi lompatan mencapai 1,80 meter
dan juga menjuarai nomor lompat jauh dengan prestasi lompatan mendekati 7,00 meter (PB
PASI, 1988 : 5). Pada tanggal 3 September 1950 didirikan organisasi atletik yang diberi nama
dengan PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) di kota Semarang. Tujuan didirikannya
PASI ini adalah untuk mengembangkan olahraga atletik agar seluruh masyarakat Indonesia
dapat merasakan dan menikmati serta menyumbangkan pemikiran yang konstuktif
untuk pembinaan cabang olahraga tersebut.
Sebelum pembentukan PASI, pada bulan Januari 1946 di kota Solo diselenggarakan
kongres yang bertujuan untuk menghidupkan kembali keolahragaan di Indonesia. Hasil
kongres tersebut terbentuk Persatuan Olahraga Republik Indonesia, yang kemudian
disingkat PORI. Tugas pertama PORI adalah menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional
(PON). PON yang pertama diselenggarakan di kota Solo pada tanggal 12 September 1948,
yang dibuka langsung oleh Bapak Presiden Republik Indonesia I (Ir. Soekarno) dan juga
dihadiri oleh Wakil Presiden beserta para Menteri Kabinetnya.
Cabang olahraga atletik merupakan dasar-dasar setiap cabang olahraga lain. Hal ini
terlihat dari gerakan-gerakan yang terdapat dalam nomor-nomor atletik. Berdasarkan
asumsi tersebut maka cabang olahraga atletik dapat dipandang sebagai Ibu semua cabang
olahraga atau lebih dikenal dengan istilah "Mother of Sport". Sehubungan dengan asumsi
yang telah dikemukakan, Jonath dkk (1987 : 1) menjelaskan sebagai berikut : Atletik yang
sedang berkembang sekarang merupakan inti dari pesta Olympiade dan merupakan cabang
olahraga yang menjadi dasar bagi kebanyakan cabang olahraga lain. Latihan atletik juga
merupakan sarana yang baik untuk meningkatkan kemampuan fisik dalam mencapai
prestasi yang optimal. Dengan latihan atletik dapat mengembangkan dan meningkatkan
sistem jantung- paru, peredaran darah, dan sistem saraf maupun komponen-komponen
yang menjadi dasar untuk fisik seperti kekuatan, daya tahan, kecepatan, stamina, daya ledak
otot, dan koordinasi. Merujuk pada penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
latihan-latihan cabang olahraga atletik selain mencapai prestasi yang tinggi, juga dapat
meningkatkan sistem metabolisme tubuh, sistem pernafasan dan sistem pensarafan.
Atletik merupakan aktivitas jasmani yang kompetitif atau dapat diadu, dan
meliputi beberapa nomor lomba yang terpisah berdasarkan kemampuan gerak dasar
manusia seperti berjalan, berlari, melompat dan melempar. Pada awal mula bentuk atletik
yang mulai terorganisir/teratur umumnya diakui telah terjadi sejak zaman Yunani Kuno dan
dikenal dalam Olimpiade Purba. Selain membantu memelihara keadaan kesegaran jasmani
dan mempertajam prestasi pribadi individu, atletik juga memberikan lahan riset tentang
gerak tubuh manusia, yang memiliki keuntungan sebagai sarana yang tepat dalam
proses pengukuran khususnya waktu dan jarak (PASI, 1993 :1).
Sebagai olahraga yang mendasari cabang olahraga lainnya, atletik merupakan cabang
olahraga yang paling tua yaitu olahraga yang terlahir bersamaan dengan adanya manusia di
muka bumi ini. Dalam hal ini Arma (1985 : 39) menjelaskan :Atletik yang meliputi jalan, lari,
lompat dan lempar boleh dikatakan sebagai cabang olahraga paling tua, karena umur atletik
sama tuanya dengan mulai adanya manusia di permukaan bumi ini. Jalan, lari, lompat dan
lempar adalah bentuk-bentuk gerakan yang paling asli dan paling wajar dari manusia, dalam
mempertahankan proses kehidupan sehari-hari.
Atletik yang berisikan gerak-gerak dasar (alamiah) tersebut disamping merupakan salah
satu cabang olahraga yang mendasari cabang olahraga lainnya dan disebut juga sebagai
induk dari semua cabang olahraga (mother of sport), juga unsur gerak atletik tersebut
adalah unsur gerak yang sangat penting dan tidak ternilai harganya bagi proses kehidupan
manusia pada zaman purba maupun. pada zaman modern ini. Unsur gerak tersebut
digunakan oleh manusia purba sebagai upaya mempertahankan diri dari lingkungan alam
yang kurang bersahabat pada waktu itu. Manusia purba melakukan gerak lari, lompat dan
lempar hanya untuk menghindari serangan bahaya binatang buas dan untuk mendapatkan
binatang buruan demi kelangsungan hidupnya. Sedangkan pada manusia zaman modern ini
gerak-gerak atletik selain dipergunakan untuk proses-proses kelangsungan hidupnya, juga
sudah dipergunakan untuk proses pencapaian prestasi olahraga atletik. Prestasi yang
diperoleh juga akan mendapatkan suatu prestise bagi dirinya maupun bagi negara
naungannya. Disamping itu juga akan diperoleh keuntungan-keuntungan moril maupun
material lainnya

2.Sejarah Atletik Di Dunia


Atletik berasal dari kata Yunani yaitu Atlon,Atlun yang berarti pertandingan atau
perjuangan. Jadi atletik menurut Ensoklopedi Indonesia berarti Pertandingan dan
Olah raga pada Atletik. Atletik yaitu suatu Cabang olah raga mempertandingkan
Lari,Lompat,Jalan dan Lempar. Olah raga Atletik mula-mula di Populerkan oleh bangsa
Yunani kira-kira pada Abad ke-6 SM. Orang yang berjasa mempopulerkannya adalah Iccus
dan Herodicus.
Atletik yang terkenal sekarang sudah lain dari pada yang dilakukan oleh bangsa Yunani
dulu. Tetapi walaupun demikian dasarnya tetap sama yaitu Berjalan, lari, lompat dan lempar.
Karena mempunyai berbagai unsur inilah atletik dikatakan sebagai ibu dari segala cabang
Olah raga. Mengandung berbagai unsur gerakan sehari-hari. Pada zaman Primitif sangat
penting artinya untuk mencari nafkah dan mempertahankan hidup. Mereka hidup dengan
berburu binatang liar, diperlukan ketangkasan, kecepatan dan kekuatan. Pandangan hidup
pada zaman itu adalah yang kuat;yang berkuasa sehingga untuk dapat tetap hidup dan
mempertahankan diri mereka harus berlatih jasmani.
Pada zaman Yunani dan Romawi kuno telah terlihat arah latihan jasmani. Istilah atletik
ini juga bisa dijumpai dalam berbagai bahasa antara lain dalam bahasa Inggris Athletic,
dalam bahasa Perancis Ateletique, dalam bahasa Belanda Atletiek, dalam bahasa Jerman
Athletik. Untuk dapat memahami pengertian tentang Atletik, tidaklah lengkap jika tidak
diketahui sejarah atau riwayat istilah atletik serta perkembangannya sebagai salah satu
cabang olahraga mulai zaman purbakala sampai zaman modern ini. Memahami sejarah tidak
hanya sekedar untuk pengertian dan pengetahuan tetapi mengetahui dan mengikuti
perkembangan atletik sejak zaman kuno sampai dengan zaman sekarang. Dengan mengetahui
kejadian-kejadian pada masa lampau, dapat diambil hikmahnya untuk menentukan langkah-
langkah dimasa yang akan datang.
BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Atletik adalah cabang olahraga yang mendasari dari semua cabang olargara yang lain,
Atletik mempunyai karakteristik gerakan yang paling dasar yang menjadi kebiasaan kita
sehari-hari seperti contoh : Berjalan, berlari, melompat dan melempar. Gerakan-gerakan
tersebut adalah gerakan alami.
Cabang Atletik
 Lari
 Lompat
 Lempar
 Tolakan

B.Saran
Upaya menuju keberhasilan Atletik dalam menanamkan nilai-nilai karakter dan
sportivitas, seorang pelatih maupun praktisi olahraga harus memahami bagaimana cara yang
tepat untuk melatihkan hal tersebut kepada anak latihnya. Apabila ketiga konsep di atas telah
tertanam dalam diri seseorang, maka dalam bertanding maupun kelak hidup di tengah-tengah
masyarakat persoalan-persoalan yang ada akan dengan mudah diatasi dan dapat menjalani
hidup dengan harmonis.
DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, A. 1985.O l a h r a g a u n t u k P e m b i n a , P e l a t i h , d a n P e n g g e m a r
. PT. Sastra Hudaya : Jakarta
Adisasmita, Y. 1989. H a k e k a t F i l s a f a t d a n P e r a n a n P e n d i d i k a n J a s m a n i
d a l a m M a s ya r a k a t Dep. P & K. Dirjen Dikti LP2TK : Jakarta
Askas, R.A. 1971.P e d o m a n L a t i h a n A t l e t i k
. PT. Enka Parahiyangan : Jakarta
Benhard, G. 1986. A t l e t i k , P r i n s i p D a s a r L a t i h a n L o n c a t T i n g g i ,
J a u h , J a n g k i t d a n L o n c a t G a l a h Cetakan Pertama, Effhar Offset : Semarang
Hamidsyah. 1993. K e p e l a t i h a n D a s a r Dep. P & K. : Jakarta
Jarver, J. 1986.B e l a j a r d a n B e r l a t i h A t l e t i k u n t u k C o a c h , A t l e t , G u r u
O l a h r a g a d a n U m u m Pioneer : Bandung
Jonath, U dkk. 1987.A t l e t i k I , L a r i , L o n c a t ( L a t i h a n T e k n i k d a n
Taktik)
. Rosda Jaya Putra : Jakarta
Mane, F. Mc. 1986.D a s a r - d a s a r A t l e t i k Angkasa : Bandung
Nossek, J. 1982 G e n e r a l T h e o r y o f T r a i n i n g National Institute for Sports, Pan
African Press Ltd : Logos
Sudarno. 1991.P e n d i d i k a n J a s m a n i d a n K e s e h a t a n . Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi : Jakarta