Anda di halaman 1dari 27

5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

About Contact Privacy

Home Loker Kesehatan Technologi Internet

Hom e » Artikel Keperawatan » » LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

February 04, 2017

A. Definisi
Soft Tissue Tumor (STT) adalah benjolan atau pembengkakan yang abnormal yang
disebabkan oleh neoplasma dan non-neoplasma ( Smeltzer, 2012).
Tumor jaringan lunak atau Soft Tissue Tumor (STT) adalah suatu benjolan atau
pembengkakan abnormal yang disebabkan pertumbuhan sel baru (Pearce, 2010).
STT adalah pertumbuhan sel baru, abnormal, progresif, dimana sel selnya tidak tumbuh
seperti kanker (Price, 2009).
www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 1/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

B. Anatomi dan Fisiologi


Menurut Pearce (2010), anatomi fisiologi jaringan lunak adalah sebagai berikut:
1. Otot
Otot ialah jaringan yang mempunyai kemampuan khusus yaitu berkontraksi bergerak.
Otot terdiri atas serabut silindris yang mempunyai sifat yang sama dengan jaringan
yang lain, semua ini diikat menjadi berkas-berkas serabut kecil oleh sejenis jaringan
ikat yang mengandung unsur kontraktil
2. Tendon
Tendon adalah pengikat otot pada tulang, tendon ini berupa serabut-serabut simpai
yang berwarna putih, berkilap, dan tidak elastis.
3. Jaringan ikat
Jaringan ikat melengkapi kerangka badan, dan terdiri dari jaringan areolar dan serabut elastis.

C. Etiologi

1. Kondisi genetik
Ada bukti tertentu pembentukan gen dan mutasi gen adalah faktor predisposisi untuk
beberapa tumor jaringan lunak, dalam daftar laporan gen yang abnormal, bahwa gen
memiliki peran penting dalam diagnosis.
2. Radiasi
Mekanisme yang patogenic adalah munculnya mutasi gen radiasi-induksi yang
mendorong transformasi neoplastic.
3. Lingkungan carcinogens
Sebuah asosiasi antara eksposur ke berbagai carcinogens dan setelah itu dilaporkan
meningkatnya insiden tumor jaringan lunak.
4. Infeksi
Infeksi virus Epstein-Barr dalam orang yang kekebalannya lemah juga akan

meningkatkan kemungkinan tumor pembangunan jaringan lunak.

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 2/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

5. Trauma
Hubungan antara trauma dan Soft Tissue Tumors nampaknya kebetulan. Trauma
mungkin menarik perhatian medis ke pra-luka yang ada.
D. Patofisiologi
Pada umumnya tumor-tumor jaringan lunak atau Soft Tissue Tumors (STT) adalah

proliferassi jaringan mesenkimal yang terjadi dijaringan nonepitelial ekstraskeletal tubuh.Dapat

timbul di tempat di mana saja, meskipun kira-kira 40% terjadi di ekstermitas bawah,

terutamadaerah paha, 20% di ekstermitas atas, 10% di kepala dan leher, dan 30% di badan.

Tumor jaringan lunak tumbuh centripetally, meskipun beberapa tumor jinak, sepertiserabut

luka. Setelah tumor mencapai batas anatomis dari tempatnya, maka tumor membesar melewati

batas sampai ke struktur neurovascular. Tumor jaringan lunak timbul di lokasi sepertilekukan-

lekukan tubuh. Proses alami dari kebanyakan tumor ganas dapat dibagi atas 4 fase yaitu:

1. Perubahan ganas pada sel-sel target, disebut sebagai transformasi

2. Pertumbuhan dari sel-sel transformasi.

3. Invasi lokal.

4. Kondisi genetik, radiasi, infeksi, trauma

E. Manifestasi Klinis

Tanda dan gejala STT tidak spesifik. Tergantung dimana letak tumor atau benjolan tersebut

berada. Awal mulanya gejala berupa adanya suatu benjolan dibawah kulit yang tidak terasa sakit.

Hanya sedikit penderita yang merasakan sakit yang biasanya terjadi akibat perdarahan atau

nekrosis dalam tumor, dan bisa juga karena adanya penekanan pada saraf – saraf tepi.

Tumor jinak jaringan lunak biasanya tumbuh lambat, tidak cepat membesar, bila diraba

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 3/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

terasa lunak dan bila tumor digerakan relatif masih mudah digerakan dari jaringan di

sekitarnya dan tidak pernah menyebar ke tempat jauh.

Pada tahap awal, STT biasanya tidak menimbulkan gejala karena jaringan lunak
yang relatif elastis, tumor atau benjolan tersebut dapat bertambah besar, mendorong
jaringan normal. Kadang gejala pertama penderita merasa nyeri atau bengkak, karena
dekat dengan menekan saraf dan otot. Jika di daerah perut dapat menyebabkan rasa sakit
abdominal umumnya menyebabkan sembelit.
F. Komplikasi
Tumor jinak bisa berubah menjadi tumor ganas/kanker, penyebaran atau metastasis
kanker ini paling sering melalui pembuluh darah ke paru-paru ke liver, dan tulang. Jarang
menyebar melalui kelenjar getah bening.
G. Prognosis
Pada kanker jaringan lunak yang sudah lanjut, dengan ukuran yang besar, resiko

kekambuhan setelah dilakukan tindakan operasi masih dapat terjadi. Oleh karena itu setelah

operasi biasanya penderita harus sering kontrol untuk memonitor ada tidaknya kekambuhan pada

daerah operasi ataupun kekambuhan ditempat jauh berupa metastasis di paru, liver atau tulang.

H. Penatalaksanaan
1. Penatalaksanaan Medik
a. Pembedah
Mungkin cara ini sangat beresiko. Akan tetapi, para ahli bedah mencapai angka
keberhasilan yang sangat memuaskan. Tindakan bedah ini bertujuan untuk
mengangkat tumor atau benjolan tersebut.
b. Kemoterapi
Metode ini melakukan keperawatan penyakit dengan menggunakan zat kimia
untuk membunuh sel sel tumor tersebut. Keperawatan ini berfungsi untuk
menghambat pertumbuhan kerja sel tumor.
Pada saat sekarang, sebagian besar penyakit yang berhubungan dengan tumor dan

kanker dirawat menggunakan cara kemoterapi ini.

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 4/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

c. Terapi Radiasi
Terapi radiasi adalah terapi yang menggunakan radiasi yang bersumber dari
radioaktif. Kadang radiasi yang diterima merupankan terapi tunggal. Tapi
terkadang dikombinasikan dengan kemoterapi dan juga operasi pembedahan.
2. Penatalaksanaan Keperawaatan
a. Perhatikan kebersihan luka pada pasien
b. Perawatan luka pada pasien
c. Pemberian obat
d. Amati ada atau tidaknya komplikasi atau potensial yang akan terjadi setelah
dilakukan operasi.
I. Pemeriksaan Diagnostik
1. Pemeriksaan X-ray

X-ray untuk membantu pemahaman lebih lanjut tentang berbagai tumor jaringan
lunak, transparansi serta hubungannya dengan tulang yang berdekatan. Jika batasnya
jelas, sering didiagnosa sebagai tumor jinak, namun batas yang jelastetapi melihat
kalsifikasi, dapat didiagnosa sebagai tumor ganas jaringan lunak, situasi terjadi di
sarkoma sinovial, rhabdomyosarcoma, dan lainnya.
2. Pemeriksaan USG

Metode ini dapat memeriksa ukuran tumor, gema perbatasan amplop dan tumor
jaringan internal, dan oleh karena itu bisa untuk membedakan antara jinak atau ganas.

tumor ganas jaringan lunak tubuh yang agak tidak jelas, gema samar-samar, seperti

sarkoma otot lurik, myosarcoma sinovial, sel tumor ganas berserat histiocytoma

seperti. USG dapat membimbing untuk tumor mendalami sitologi aspirasi akupunktur.

3. CT scan

CT memiliki kerapatan resolusi dan resolusi spasial karakteristik tumor jaringan lunak

yang merupakan metode umum untuk diagnosa tumor jaringan lunak dalam beberapa

tahun terakhir.
www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 5/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

4. Pemeriksaan MRI

Mendiagnosa tumor jinak jaringan lunak dapat melengkapi kekurangan dari X-ray dan CT-scan,

MRI dapat melihat tampilan luar penampang berbagai tingkatan tumor dari semua jangkauan,

tumor jaringan lunak retroperitoneal, tumor panggul memperluas ke pinggul atau paha, tumor

fossa poplitea serta gambar yang lebih jelas dari tumor tulang atau invasi sumsum tulang, adalah

untuk mendasarkan pengembangan rencana pengobatan yang lebih baik.

5. Pemeriksaan histopatologis

a. Sitologi: sederhana, cepat, metode pemeriksaan patologis yang akurat.

Dioptimalkan untuk situasi berikut:

1) Ulserasi tumor jaringan lunak, Pap smear atau metode pengumpulan untuk

mendapatkan sel, pemeriksaan mikroskopik

2) Tusukan smear cocok untuk tumor yang lebih besar, dan tumor yang

mendalam yang ditujukan untuk radioterapi atau kemoterapi, metastasis dan

lesi rekuren juga berlaku.

b. Forsep biopsi: jaringan ulserasi tumor lunak, sitologi smear tidak dapat

didiagnosis, lakukan forsep biopsi.

c. Memotong biopsy : Metode ini adalah kebanyakan untuk operasi.

d. Biopsi eksisi : berlaku untuk tumor kecil jaringan lunak, bersama dengan bagian dari

jaringan normal di sekitar tumor reseksi seluruh tumor untuk pemeriksaan histologis.

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

1. Pengkajian

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 6/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

a. Identitas Pasien dan Penanggung Jawab


Meliputi nama, jenis kelamin, alamat, umur, suku, pendidikan, pekerjaan, no rm,
diagnose medis, tanggal masuk RS, tanggal pengkajian, nama penanggung jawab,
alama, umur, pekerjaan, hubungan dengan pasien.
b. Status Kesehatan
- Keluhan Utama
Pasien mengeluh nyeri pada bagian paha, nyeri bertambah apabila beraktivitas
berat, adanya nyeri tekan pada daerah benjolan.
- Riwayat Penyakit Sekarang
Adanya benjolan besar dan nyeri pada daerah benjolan.
- Riwayat Penyakit Dahulu
Awalnya hanya benjolan kecil, lama-lama benjolan bisa bertambah besar dan
muncul nyeri
- Riwayat Penyakit Keluarga
Kaji riwayat keluarga, karena biasanya penyakit ini merupakan penyakit genetik
c. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Baik

Kesadaran : Compos Mentis

Tanda-tanda vital
TD : biasanya normal
N : biasanya normal

R : biasanya normal

S : biasanya normal
Pemeriksaan Head to
Toe - Kepala
Inspeksi : Bentuk kepala simeris, tidak ada lesi
Palpasi : Tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan/lepas

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 7/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

- Mata

Inspeksi : Mata simetris, konjungtiva anemis, reflek pupil isokor


Palpasi : Tidak ada gangguan
- Telinga
Inspeksi : Bentuk simetris, tidak ada serumen
Palpasi : Tidak ada gangguan
- Mulut
Inspeksi : Mukosa mulut lembab, tidak ada lesi
- Leher
Palpasi : Tidak ada pembesaran tiroid, tidak ada benjolan
- Dada
Inspeksi : Simetris
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
Auskultasi : Tidak ada gangguan
Perkusi : Sonor
- Abdomen
Inspeksi : simetris, tidak ada bengkak
Auskultasi : bising usus 3-15 x/menit
Palpasi : tidak ada nyeri tekan
Perkusi : Timpani
- Genetalia dan Anus

Inspeksi : Bersih

- Ekstremitas Atas

Inspeksi : Simetris

Palpasi : Tidak ada gangguan


- Ekstremitas Bawah
Inspeksi : Simetris, ada benjolan
Palpasi : Nyeri tekan

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 8/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

2. Diagnosa Keperawatan
Pre Op
1) Nyeri

Definisi : Pengalaman sensori dan emosi yang tidak menyenangkan akibat adanya

kerusakan jaringan yang actual atau potensial, awitan yang tiba-tiba atau perlahan

dengan intensitas ringan sampai berat.

Batasan Karakteristik :

 Subjektif

Mengungkapkan secara verbal atau melaporkan nyeri dengan isyarat

 Objektif


- Posisi untuk menghindari nyeri

- Perubahan tonus otot

- Respon autonomik(seperti berkeringat, perubahan tekanan darah, perubahan

nafas, nadi dan dilatasi pupil)

- Gerakan melindungi

- Tingkah laku berhati-hati

- Gangguan tidur (mata sayu, tampak capek, sulit atau gerakan kacau, menyeringai)

- Terfokus pada diri sendiri

- Tingkah laku distraksi, contoh jalan-jalan, menemui orang lain dan atau

aktivitas berulang-ulang

- Tingkah laku ekspresif (contoh gelisah, merintih, menangis, waspada,

iritabel, nafas panjang/berkeluh kesah

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 9/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

Faktor Yang Berhubungan : Agen injury (biologi, kimia, fisik, psikologis)


2) Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang penyakit

Definisi : Perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar disertai respon
autonom, perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya.

Batasan Karakteristik : Penurunan produktivitas

Mengekspresikan kekhawatiran

Gerakan yang tidak relevan

Gelisah

Insomnia

Resah, stress

Faktor yang Berhubungan : Terpajan toksin

Ancaman perubahan status kesehatan

Ancaman terhadap konsep diri

Ancaman kematian

Post Op
1) Nyeri

Nyeri

Definisi : Pengalaman sensori dan emosi yang tidak menyenangkan akibat adanya

kerusakan jaringan yang actual atau potensial, awitan yang tiba-tiba atau perlahan

dengan intensitas ringan sampai berat.

Batasan Karakteristik :

 Subjektif

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 10/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

Mengungkapkan secara verbal atau melaporkan nyeri dengan isyarat

 Objektif


- Posisi untuk menghindari nyeri

- Perubahan tonus otot

- Respon autonomik(seperti berkeringat, perubahan tekanan darah, perubahan

nafas, nadi dan dilatasi pupil)

- Gerakan melindungi

- Tingkah laku berhati-hati

- Gangguan tidur (mata sayu, tampak capek, sulit atau gerakan kacau, menyeringai)

- Terfokus pada diri sendiri

- Tingkah laku distraksi, contoh jalan-jalan, menemui orang lain dan atau

aktivitas berulang-ulang

- Tingkah laku ekspresif (contoh gelisah, merintih, menangis, waspada,

iritabel, nafas panjang/berkeluh kesah

Faktor Yang Berhubungan : Agen injury (biologi, kimia, fisik, psikologis)


2) Kerusakan integritas kulit

Definisi : Perubahan epidermis dan dermis

Batasan Karakteristik : Gangguan pada bagian tubuh

Kerusakan lapisa kulit (dermis)

Gangguan permukaan kulit (epidermis)

Faktor yang berhubungan :

  Eksternal
a. Hipertermia atau hipotermia
www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 11/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

b. Substansi kimia
c. Kelembaban udara
d. Faktor mekanik (misalnya : alat yang dapat menimbulkan luka, tekanan, restraint)
e. Immobilitas fisik
f. Radiasi
g. Kelembaban Kulit
h. Obat-obatan

  Internal :
- Perubahan status metabolic
- Tulang menonjol
- Defisit imunologi
- Gangguan sirkulasi
- Iritasi kimia (ekskresi dan sekresi tubuh, medikasi)
3) Resiko tinggi infeksi

Definisi : Beresiko terhadap invasi pathogen


Faktor-faktor resiko :
- Prosedur Infasif
- Ketidakcukupan pengetahuan untuk menghindari paparan patogen
- Trauma
- Kerusakan jaringan dan peningkatan paparan lingkungan
- Ruptur membran amnion
- Agen farmasi (imunosupresan)
- Malnutrisi
- Peningkatan paparan lingkungan patogen
- Imonusupresi
- Ketidakadekuatan imun buatan
- Tidak adekuat pertahanan sekunder (penurunan Hb, Leukopenia, penekanan
respon inflamasi)
- Tidak adekuat pertahanan tubuh primer (kulit tidak utuh, trauma jaringan, penurunan

kerja silia, cairan tubuh statis, perubahan sekresi pH, perubahan peristaltik)

- Penyakit kronik
www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 12/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

Intervensi Keperawatan

a. Pre Operasi
o Diagnosa NOC NIC Rasional
Keperawatan
. Nyeri a. Pain Level a. Pain Management
berhubungan b. Pain control - Lakukan - Mengetahui
dengan c. Comfort level pengkajian nyeri tindakan dan obat
penekanan pada secara yang akan diberikan
otot dan tendon Kriteria Hasil : komprehensif
a. Mampu termasuk lokasi,
mengontrol nyeri karakteristik,
(tahu penyebab durasi, frekuensi,
nyeri, mampu kualitas dan faktor
menggunakan presipitasi - Mengetahui tingkat
tehnik - Observasi reaksi nyeri pasien
nonfarmakologi nonverbal dari
untuk mengurangi ketidaknyamanan - Membantu pasien
nyeri, mencari - Gunakan teknik mengungkapkan
bantuan) komunikasi perasaan nyerinya
b. Melaporkan terapeutik untuk
bahwa nyeri mengetahui
berkurang dengan pengalaman nyeri
menggunakan pasien - Untuk memberikan
manajemen nyeri - Evaluasi bersama intervensi yang tepat
c. Mampu mengenali pasien dan tim
nyeri (skala, kesehatan lain
intensitas, tentang
frekuensi dan ketidakefektifan
tanda nyeri) kontrol nyeri masa - Membantu
d. Menyatakan rasa lampau mengurangi nyeri
nyaman setelah - Kontrol pasien
nyeri berkurang lingkungan yang
e. Tanda vital dalam dapat
rentang normal mempengaruhi
nyeri seperti suhu
ruangan,
pencahayaan dan - Mengurangi nyeri

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 13/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

kebisingan pasien
- Kurangi faktor - Membantu
presipitasi nyeri mengurangi rasa
- Pilih dan lakukan nyeri pasien
penanganan nyeri
(farmakologi, non
farmakologi dan
inter personal) - Memberikan
- Kaji tipe dan intervensi yang tepat
sumber nyeri
untuk menentukan
intervensi - Mengurangi
- Ajarkan tentang nyeri dengan cara
teknik non pengobatan non
farmakologi farmakologis
- Nyeri terkontrol
- Evaluasi
keefektifan
kontrol nyeri
- Tingkatkan
istirahat
b. Analgesic
Administration
- Tentukan lokasi,
karakteristik,
kualitas, dan
derajat nyeri
sebelum
pemberian obat
- Cek instruksi
dokter tentang - Menguragi nyeri
jenis obat, dosis,
dan frekuensi

- Cek riwayat - Untuk memberikan


alergi Pilih
intervensi yang tepat
analgesik yang
diperlukan atau
www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 14/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

kombinasi dari
analgesik ketika - Benar dalam
pemberian lebih pemberian obat
dari satu
- Tentukan pilihan
analgesik - Menentukan obat
tergantung tipe yang tidak alergi
dan beratnya nyeri untuk pasien
- Monitor vital sign
sebelum dan
sesudah
pemberian
analgesik pertama
kali - Memberikan obat
- Berikan analgesik yang sesuai dengan
tepat waktu keluhan
terutama saat
nyeri hebat
- Mengetahui kondisi
pasien

- Membantu
mengurangi nyeri

. Cemas a. Anxiety control a. Anxiety reduction


berhubungan b. Coping (penurunan
dengan kurang kecemasan)
pengetahuan Kriteria Hasil : - Gunakan - Meningkatkan bhsp
tentang penyakit a. Klien mampu pendekatan yang
mengidentifikasi menenangkan
dan - Jelaskan semua - Agar pasien
mengungkapkan prosedur dan mengetahui tujuan
gejala cemas apa yang dan prosedur
b. Mengidentifikasi, dirasakan selama tindakan
mengugkapkan prosedur - Mengurangi
www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 15/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

dan menunjukkan - Temani pasien kecemasan pasien


tehnik untuk untuk
mengontrol cemas memberikan
c. Vital sign dalam keamanan dan
batas normal mengurangi takut
d. Postur tubuh, - Berikan Membantu mengungangi
ekspresi wajah, informasi faktual tingkat kecemasan
bahasa tubuh dan mengenai
tingkat aktivitas diagnosis,
menunjukkan tindakan
berkurangnya prognosis - mengetahui tingkat
kecemasan - Identifikasi kecemasan pasien
tingkat
kecemasan - Mengetahui tingkat
- Bantu pasien kecemasan pasien
mengenal situasi
yang
menimbulkan
kecemasan - Membantu pasien
- Dorong pasien tenang dan nyaman
untuk
mengungkapkan
perasaan,
ketakutan,
persepsi - Cemas berkurang,
- Instruksikan pasien merasa
pasien tenang
menggunakan
teknik relaksasi - Untuk mengurangi
- Kolaborasi: kecemasan
Berikan obat

b. Post Operasi
o Diagnosa NOC NIC Rasional
Keperawatan
. Nyeri a. Pain Level a. Pain Management

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 16/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

berhubungan b. Pain control - Lakukan - Mengetahui


dengan c. Comfort level pengkajian nyeri tindakan dan obat
terputusnya secara yang akan
kontinuitas Kriteria Hasil : komprehensif diberikan
jaringan a. Mampu termasuk lokasi,
mengontrol nyeri karakteristik,
(tahu penyebab durasi, frekuensi,
nyeri, mampu kualitas dan faktor
menggunakan presipitasi
tehnik - Observasi reaksi - Mengetahui tingkat
nonfarmakologi nonverbal dari nyeri pasien
untuk mengurangi ketidaknyamanan
nyeri, mencari - Gunakan teknik - Membantu pasien
bantuan) komunikasi mengungkapkan
b. Melaporkan terapeutik untuk perasaan nyerinya
bahwa nyeri mengetahui
berkurang dengan pengalaman nyeri
menggunakan pasien
manajemen nyeri - Evaluasi bersama - Untuk memberikan
c. Mampu mengenali pasien dan tim intervensi yang
nyeri (skala, kesehatan lain tepat
intensitas, tentang
frekuensi dan ketidakefektifan
tanda nyeri) kontrol nyeri masa
d. Menyatakan rasa lampau
nyaman setelah - Kontrol - Membantu
nyeri berkurang lingkungan yang mengurangi nyeri
e. Tanda vital dalam dapat pasien
rentang normal mempengaruhi
nyeri seperti suhu
ruangan,
pencahayaan dan
kebisingan
- Kurangi faktor - Mengurangi nyeri
presipitasi nyeri pasien
- Pilih dan lakukan - Membantu
penanganan nyeri mengurangi rasa
(farmakologi, non nyeri pasien
www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 17/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

farmakologi dan
inter personal)
- Kaji tipe dan
sumber nyeri - Memberikan
untuk menentukan intervensi yang
intervensi tepat
- Ajarkan tentang
teknik non
farmakologi - Mengurangi nyeri
dengan cara
- Evaluasi pengobatan non
keefektifan farmakologis
kontrol nyeri - Nyeri terkontrol
- Tingkatkan
istirahat
b. Analgesic - Menguragi nyeri
Administration
- Tentukan lokasi,
karakteristik,
kualitas, dan - Untuk memberikan
derajat nyeri intervensi yang
sebelum tepat
pemberian obat
- Cek instruksi
dokter tentang
jenis obat, dosis, - Benar dalam
dan frekuensi pemberian obat

- Cek riwayat
alergi Pilih - Menentukan obat
analgesik yang yang tidak alergi
diperlukan atau untuk pasien
kombinasi dari
analgesik ketika
pemberian lebih
dari satu
- Tentukan pilihan
analgesik - Memberikan obat
www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 18/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

tergantung tipe yang sesuai dengan


dan beratnya nyeri keluhan
- Monitor vital sign
sebelum dan
sesudah - Mengetahui kondisi
pemberian pasien
analgesik pertama
kali
- Berikan analgesik
tepat waktu
terutama saat - Membantu
nyeri hebat mengurangi nyeri

. Kerusakan Tissue Integrity : Pressure ulcer


integritas kulit Skin and Mucous prevention
berhubungan Membranes a. Wound care
dengan adanya Wound Healing - Anjurkan pasien untuk - Menjaga integritas
luka post operasi :primary and secondary menggunakan pakaian kulit pasien
intention yang longgar
- Jaga kulit agar tetap
Kriteria Hasil : bersih dan kering
a. Integritas kulit yang - Agar kulit tetap
baik bisa - Hindari kerutan pada lembab
dipertahankan tempat tidur
(sensasi, elastisitas,- Mobilisasi pasien (ubah - Menjaga integritas
temperatur, hidrasi, posisi pasien) setiap dua kulit tetap baik
pigmentasi) jam sekali
b. Tidak ada luka/lesi- Monitor kulit akan - Membantu agar
pada kulit adanya kemerahan pasien nyaman
c. Perfusi jaringan - Oleskan lotion atau
baik minyak/baby oil pada
d. Menunjukkan derah yang tertekan
pemahaman dalam- Monitor aktivitas dan - Mengetahui kondisi
proses perbaikan mobilisasi pasien integritas kulit
kulit dan mencegah- Monitor status nutrisi - Agar kulit tetap
terjadinya sedera pasien terjaga tidak terjadi
berulang luka baru
e. Mampu melindungi- Memandikan pasien
www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 19/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

kulit dan dengan sabun dan air


mempertahankan hangat - Membantu pasien
kelembaban kulit - Observasi luka :lokasi, agar bisa mobilisasi
dan perawatan dimensi, kedalaman luka,
alami karakteristik, warna - Mengawasi pasien
f. Tidak ada tanda- cairan, granulasi, jaringan agar tidak
tanda infeksi nekrotik, tanda-tanda kekurangan nutrisi
g. Menunjukkan infeksi lokal. - Mempertahankan
terjadinya proses - Lakukan teknik personal higyene
penyembuhan luka perawatan luka dengan pasien
steril
- Menguragi tanda-
tanda infeksi

- Mencegah adanya
infeksi
-

Resiko tinggi a. Immune Status a. Infection Control


infeksi b. Knowledge : (Kontrol infeksi)
berhubungan Infection control - Bersihkan - Mengurangi resiko
dengan luka post c. Risk control lingkungan setelah infeksi
operasi dipakai pasien lain
Kriteria Hasil : - Pertahankan
a. Klien bebas dari teknik isolasi - Menurunkan resiko
tanda dan gejala - Batasi pengunjung kontminasi silang
infeksi bila perlu - Menurunkan resiko
b. Mendeskripsikan - Instruksikan pada infeksi
proses penularan pengunjung untuk

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 20/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

penyakit, factor mencuci tangan - Mencegah


yang mempengaruhi saat berkunjung terjadinya
penularan serta dan setelah kontaminasi silang
penatalaksanaannya berkunjung
, meninggalkan
c. Menunjukkan pasien
kemampuan untuk - Gunakan sabun
mencegah timbulnya antimikrobia untuk
infeksi cuci tangan
d. Jumlah leukosit - Cuci tangan setiap - Mencegah terpajan
dalam batas normal sebelum dan pada organisme
e. Menunjukkan sesudah tindakan infeksius
perilaku hidup keperawatan - Menurunkan resiko
sehat - Pertahankan infeksi
lingkungan aseptik
selama
pemasangan alat
- Tingkatkan intake
nutrisi - Mempertahankan
teknik steril
- Berikan terapi
antibiotik bila
perlu - Membantu
b. Infection Protection meningkatkan
(proteksi terhadap respon imun
infeksi) - Mencegah
- Monitor tanda dan terjadinya infeksi
gejala infeksi
sistemik dan lokal
- Monitor hitung
granulosit, WBC
- Monitor - Mengidentifikasi
kerentanan keadaan umum
terhadap infeksi pasien dan luka
- Berikan - Mengidentfikasi
perawatan kulit adanya infeksi
pada area - Menghindari resiko
epidema infeksi
www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 21/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

- Inspeksi kondisi
luka / insisi bedah - Meningkatkan
- Instruksikan kesembuhan
pasien untuk
minum antibiotik
sesuai resep - Mengetahui tingkat
kesembuhan pasien
- Ajarkan cara - Membantu
menghindari meningkatkan
infeksi status pertahanan
- Laporkan kultur tubuh terhadap
positif infeksi
- Mempertahankan
teknik aseptik

- Mengetahui
terjadinya infeksi
pada luka

DAFTAR PUSTAKA
Sjamsuhidajat, R, Jong, W.D.(2005).Soft Tissue Tumor dalam Buku Ajar Ilmu Bedah,
Edisi 2. Jakarta : EGC
Weiss S.W.,Goldblum J.R.(2008).Soft Tissue Tumors.Fifth Edition. China : Mosby Elsevier
Manuaba, T.W.( 2010).Panduan Penatalaksanaan Kanker Solid, Peraboi 2010. Jakarta :
Sagung Seto
Smeltzer. (2012). Buku ajar keperawatan medikal bedah. Jakarta : EGC
Reeves, J.C.(2007). Keperawatan medikal bedah. Jakarta : Salemba Medika

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 22/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

Price, Sylvia A. (2009).Patofisiologi: Konsep klinis proses-proses penyakit. Jakarta : EGC


Nurarif A, H, dkk. 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan
Nanda NIC-Noc, Edisi Revisi Jilid 1. Jogjakarta : Mediaction Jogja
Potter and Perry Volume 2 .2006.Fundamental Keperawatan .Jakarta:EGC
Wilkinson, Judith M. 2013. Buku Saku Keperawatan: Diagnosa NANDA, Intervensi NIC, kriteria
hasil NOC. Jakarta : EGC

>Download File<

Artikel Terkait

LAPORAN PENDAHULUAN : HERPES GENITALIS

1.1 Lat ...

LAPORAN PENDAHULUAN ALZHEIMER

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE ...

LAPORAN PENDAHULUAN DIABETES MELITUS

v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default# ...

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 23/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN GANGGUAN SISTEM


MUSKULUSKLETAL, JUVENILIS RHEUMATIOD ARTRITIS

Perubahan – perubahan akan terjadi p ...

Kenapa Rumah Sakit di Makkah Sepi? Tidak Seperti di Indonesia

Di Makkah Rumah Sakit pada sepi, beda dengan di Indonesia, Memang beda dan tidak sama,

yang membeda ...

LABEL: ARTIKEL KEPERAWATAN SHARE

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 24/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

Belum ada komentar

Tambahkan komentar

Klik Dapat Bitcoin 0,0001

Bestbitcoin casino bitkong.com

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 25/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

TERBARU APRIL 2018

1 LOKER PERAWAT 2018 : RUMAH

SAKIT KARISMA PAMANUKAN

(SUBANG)

Apr 23 2018 | Read more


No Comments

2 LOKER DOSEN : UMKT (KALIMANTAN

TIMUR)

Apr 23 2018 | Read more


No Comments

3 LOKER PERAWAT : RSIA CINTA KASIH

(TANGGERANG SELATAN)

Apr 23 2018 | Read more


No Comments

4 LOKER TENAGA MEDIA & NON MEDIS :

RSIA PARAMOUNT (MAKASSAR)

Apr 23 2018 | Read more


No Comments

5 LOKER TENAGA GIZI 2018 : KLINIK

BUNGA MELATI (MALANG)

Apr 13 2018 | Read more


No Comments

6 LOKER REKAM MEDIS 2018 : KLINIK

BUNGA MELATI (MALANG)

Apr 13 2018 | Read more


No Comments

7 LOKER TENAGA KESEHATAN 2018 :

MITRA KELUARGA (CIBUBUR)

Feb 05 2018 | Read more


No Comments

8 LOKER TENAGA KESEHATAN 2018 : RS

PKU MUHAMMADIYAH (GOMBONG)

Feb 05 2018 | Read more


No Comments

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 26/27
5/1/18 LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

Recent Posts Widget

Klik Dapat Bitcoin Gratis

TOS Disclaimer Sitemap DMCA

Powered by Blogger

www.skepners.id/2017/02/laporan-pendahuluan-sst-soft-tissue.html 27/27