Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kegiatan anjak piutang (factoring) sudah dikenal ribuhan tahun
yang lalu. Pada awalnya memang bentuk usaha anjak piutang ini masih
sangat sederhana. Biasanya perusahaan anjak piutang (factoring) juga
sekaligus bertindak sebagai agen penjualan dan pemberi perlindungan
kredit. Revolusi industri di akhir abat ke 18 ikut mendorong pertumbuhan
bisnis jasa anjak piutang umum (general factoring). Peningkatan transaksi
ekspor dan impor otomatis memacu pertumbuhan industri anjak piutang.
Perkembangan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa para factor mulai
meninggalkan profesi sebagai agen dan lebih berkonsentrasi pada
pengelolaan kredit bagi kliennya, yaitu menjamin kredit, melakukan
penagihan, dan menyediakan dana.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan anjak piutang ?
2. Bagaimana sejarah dan perkembangannya?
3. Bagaimana mekanisme anjak piutang ?
4. Apa manfaat anjak piutang ?

C. Tujuan Makalah
1. Mengetahui apa itu anjak piutang
2. Memberi wawasan sejarah anjak piutang
3. Mengetahui bagaimana mekanisme dari anjak piutang
4. Dan mengetahui manfaat dari anjak piutang

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Factoring dalam bahasa indonesia diterjemahkan menjadi anjak piutang.
Menurut keputusan mentri keuangan nomor 1251/KMK.013/1988 Tanggal 20
Desember 1988, perusahaan anjak piutang adalah badan usaha yang melakukan
kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta
pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi
perdagangan luar ataupun dalam negeri. Defenisi diatas menjelaskan bahwa jasa
yang diberikan dalam suatu kegiatan anjak piutang meliputi jasa pembiayaan atas
piutang dan jasa nonpembiayaan atas piutang. Pada kenyataanya kedua jenis jasa
tersebut tidak harus selalu ada dalam suatun perjanjian anjak piutang, perjanjian
anjak piutang ada yang meliputi kedua jenis jasa tersebut dan ada juga yang hanya
meliputi salah satu jenis yang diatas. Pada dasarnya, pilihan atas jenis jasa yang
akan diberikan tergantung pada kesempatan antara pihak factor dan klien.

Keputusan kementrian keuangan tersebut diperbarui dengan SK Mentri


keuangan Nomor 448/KMK.017/2000 yang menyatakan bahwa” kegiatan
pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan
piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan
dalam atau luar negeri”. Pernyataan ini ditegaskan dengan SK Mentri keuangan
Nomor 172/KMK.06/2002 yang menyatakan bahwa “kegiatan anjak piutang
dilakukan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang
atau tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri”.

Pihak yang terkait dalam kegiatan anjak piutang meliputi:

a. Perusahaan jasa anjak piutang (factor) adalah pihak yang memberikan


jasa anjak piutang.
b. Klien (client) adalah pihak yang menerima jasa anjak piutang dan
menjual barang/jasa secara kredit kepada nasabah.

2
c. Nasabah (customer) Nasabah adalah pihak yang membeli barang/jasa
dari klien dan mempunyai kewajiban berupa utang jangka pendek
kepada klien.

Anjak piutang merupakan perjanjian antara factor dengan klien yang


mewajibkan:

1. Pihak factor untuk memberikan jasa berupa:


 Pembiayaan atas piutang usaha yang dimiliki oleh klien.
 Non pembiayaan berupa antara lain penagihan hutang, dan
administrasi penjualan.
2. Pihak klien untuk:
 Menjual atau menjaminkan piutangnya kepada pihak factor.
 Memberikan balas jasa finansial kepada factor.
B. Sejarah
Kegiatan anjak piutang mulai dilenal ketika perusahaan-perusahaan
manufaktur di inggris berusaha menjual produknya ke Amerika. Amerika pada
waktu it, sekitar tahun 1880-an, merupakan benua baru yang banyak didatangi
oleh orang-orang dari eropa terutama dari Inggris. Kedatangan ini membawa
konsekuensi untuk harus melakukan kegiatan produksi dan konsumsi di daerah
barunya. Pada awalnya mereka tidak banyak yang bisa melakukan kegiatan
produksi karena terbatasnya sumberdaya manusia, peralatan dan kapital. Ini
memaksa mereka harus mendatangkan sebagian besar kebutuhan mereka dari
inggris, namun terlalu jau dan juga biaya yang terlalu mahal. Untuk itu
perusahaan menawarkan solusi dari masalah tersebut untuk mempermuda pihak
lain dalam berkegiatan ekonomi.
Usaha berkembang factor ini semakin berkembang ketika perusahaaan-
perusahaan tekstil inggris memerlukan jasa penilaian kelayakan atas kredid
dagang.kepada pembeli di Amerika. Berkembang mulai dari Amerika utara,

3
kemudian berkembang di bagian amerika yang lain, lalu berkrmbang di eropa,
dan akhirnya keseluruh dunia.1

Hadirnya lembaga factoring di indonesia akan membantu produsen,


memberikan perangsang ekonomi dan bantuan terhadap eksportir melalui fungsi-
fungsi yang diperankan oleh lembaga factoring dalam pembiayaan, administrasi,
dan penutupan utang.2 salah satu kegiatan usaha yang diperlukan masyarakat
adalah kegiatan pembelian piutang dagang jangka pendek yang biasa disebut
anjak piutang. Pada dasarnya kegiatan usaha anjak piutang merupakan bidang
usaha yang relatif baru di indonesia. Eksistensinya dimulai sejak adanya paket
kebijaksanaan 20 Desember 1998 atau pakdes 20, 1998 sesuai dengan Keppres
No. 61 Tahun 1998 dan Menteri Keuangan No.1251/KMK.013/1998 tanggal 20
Desember 1998 dimana jumlah modal disetor atau simpanan pokok wajib
ditentukan.

C. Mekanisme Anjak Piutang


Dalam melakukan kegiatan anjak piutang syariah terdapat 3 pelaku utama
yang terlibat, antara lain :3
1. Perusahaan anjak piutang atau factor
Yaitu perusahaan atau pihak yang menawarkan jasa anjak piutang kepada client.
2. Klien atau supplier
Yaitu pihak yang melakukan penjualan barang. Berlaku sebagai kreditur sekaligus
merupakan pihak yang menggunakan jasa perusahaan anjak piutang.
3. Nasabah atau customer

1
Sigit triandaru, totok budisantoso bank dan lembaga keuangan lain, edisi 2 jakarta:salemba

empat 2008 cetakan ke 4, hal 225

2
Herman Darmawi, Pasar Finansial Dan Lembaga-Lembaga Finansial, hal.213

3
Frianto Pandia, Elly Santi Ompusunggu, Achmad Abror, Lembaga Keuangan (jakarta:

PT.RINEKA CIPTA, 2005), hal.102

4
Yaitu pihak yang mengadakan pembelian barang dari klien/supplier yang
sekaligus memiliki tanggungan utang sebagai debitur.
Mekanisme factoring atau anjak piutang syariah berarti proses atau tata
cara penawaran piutang samapai dengan beralihnya piutang tersebut dengan
pelunasannya. Mekanisme dari anjak piutang syariah sama dengan mekanisme
anjak piutang konvensional. Yang membedakannya terletak pada ketentuan
jumlah upah maupun pada akad-akad yang digunakannya.
Tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam pengajuan fasilitas anjak
piutang syariah:4
1) Tahap permohonan
2) Tahap pengecekan
3) Tahap audit / pemeriksaan lapangan
4) Tahap pembuatan customer profil
5) Tahap pengajuan prosposal kepada komite
6) Tahap pengajuan keputusan kepada komite
7) Tahap pengiriman surat penawaran
8) Tahap pengikatan
9) Pengikatan perjanjian dengan notaris
Keterangan skema :
1. Penjual (klien) menjual barang kepada pembeli (customer) secara berjangka
dengan jangka waktu pendek.
2. Untuk kepentingan dana segar (cash flow), penjual meminta persetujuan kepada
pembeli (customer) untuk menjual piutang tersebut kepada perusahaan lembaga
pembiayaan (factor).
3. Pembeli (customer) menyetujui perpindahan hak menagih dari penjual (klien)
kepada factor.
4. Data mengenai piutang yang berasal dari jual beli tersebut oleh penjual diteruskan /
di alihkan kepada factor.
5. Atas dasar kesepakatan, maka dibuatlah perjanjian factoring antara penjual dan
factor dengan akad-akad sesuai syariah (hiwalah/ wakalah bil ujrah).

4
Sunaryo. Hukum Lembaga Pembiayaan. (Jakarta : Sinar Grafika, 2008). hal.84-85

5
6. Factor membayar kepada klien penjualan piutangnya dan dipotong dengan harga
upah / fee (ujrah) atas jasa factoring besarnya sesuai dengan kesepakatan
bersama.
7. Pembeli setelah jangka waktu jatuh temponya perjanjian jual beli berjangka
kemudian membayar utangnya kepada factor.
D. Struktur Organisasi

Atas dasar struktur organisasinya, perusahaan anjak piutang dapat dibedakan


menjadi struktur organisasi perusahaan anjak piutang bersekala kecil dengan
struktur organisasi perusahaan anjak piutang bersekala besar. Perusahaan jasa
anjak piutang bersekala kecil biasanya hanya memberikan jasa-jasa pembiayaan
dan jarang sekali yang juga meberikan jasa-jasa non pembiayaan seperti
atministrasi penjualan dan lain-lain. Perusahaan jasa anjak piutang bersekala besar
bisanya mampu memberikan kedua jenis jasa tersebut.

1. Perusahaan Anjak Piutang Kecil


Struktur organisasinya disesuikan dengan jenis jasa yang ditawarkan, yaitu
terutama hanya jasa pembiayaan. Mengingat proses dasar dari kegiatan
pembiayaan adalah:
 Analisis terhadap bonafiditas calon klien
 Analisis terhadap kolektibilitas piutang
 Pembayaran pembiayaan kepada klien
 Administrasi faktur dan bukti piutang
 Administrasi hak dan kewajiban pihak-pihak terkait
 Penagihan piutang
 Pembayaran kepada klien.

Bagian-bagian yang terdapat dalam perusahaan jasa anjak piutang tidak


jauh berbeda dengan proses tersebut.

2. Perusahaan Anjak Piutang Besar


Disamping memberikan jasa pembiaayaan, perusahaan anjak piutang
bersekala besar juga menawarkan jasa pembiayaan, sehingga selain

6
bagian-bagian diatas, perusahaan anjak piutang bersekala besar juga
memiliki bagian-bagian lain seperti bagian umum, bagian komputer,
bagian treasury, bagian relasi, bagian pengelolaan kredit, dan lain-lain.
Tanggung jawab demikian oleh masing-masing bagian cenderung lebih
spesifik, sehingga secara umum jumlah bagian-bagiannya menjadi lebih
banyak. Bagian atau departemen yang menjdi sangat banyak biasanya
dikelompokkan menjadi hanya 3 sampai 5 devisi saja. Sebagai contoh,
perusahaan anjak piutang besar ada yang mempunyai devisi administrasi,
devisi keungan, devisi operasi, dan devisi pemasaran. Masing-masing
devisi terdiri dari beberapa bagian yang saling terkait.5

E. Manfaat Anjak Piutang


Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan anjak piutang akan
memberikan atau memperoleh keuntungan bagi masing-masing pihak yang
terlibat, baik perusahaan anjak piutang, kreditur maupun debitur. Secara umum
anjak piutang bagi perusahaan yang memproduksi barang dan jasa akan
memberikan manfaat dalam melancarkan usaha terutama dalam hal:6

1. Membantu administrasi penjualan dan penagihan (sales ledgering and


collection services)

Dengan adanya jasa anjak piutang, permasalahan mengenai urusan


penjualan berjangka beserta cara penagihan dapat diselesaikan dengan sistem
yang lebih mudah. Karena adanya bantuan jasa dari pihak perusahaan factor yang
akan membantu menyelesaikan proses administrasi pelunasan piutang dari
debitur.

2. Membantu beban risiko (credit insurance)

5
Sigit triandaru, totok budisantoso bank dan lembaga keuangan lain, edisi 2 jakarta:salemba

empat 2008 cetakan ke 4, hal 234-235

6
Frianto Pandia, Elly Santi Ompusunggu, Achmad Abror, Lembaga Keuangan, hal. 102

7
Risiko dari penjualan berjangka tentunya banyak banyak ragamnya dari
mulai kredit macet hingga gagal bayar yang memicu kerugian. Dengan adanya
jasa anjak piutang, risiko-resiko dari penjualan berjangka tersebut akan dapat
terminimalisir. Sebab, perusahaan anjak piutanglah yang akan membeli piutang
kreditur dengan melakukan pengalihan piutang itu maka risiko sepenuhnya akan
ditanggung oleh factor. Sehingga kreditur dalam hal ini sebagai client dari
perusahaan factoring akan dijamin kelancaran piutangnya.

3. Memperbaiki sistem penagihan

Dengan adanya anjak piutang, maka sistem penagihan akan menjadi lebih
efektif dan lebih mudah. Karena kreditur akan meminta bantuan jasa kepada
perusahaan factor untuk menagih piutang yang ada pada debitur saat jatuh tempo
atau saat macet bayar, sehingga proses penagihan berjalan lebih efisien.

4. Membantu memperlancar modal kerja

Dengan bantuan pembelian piutang oleh perusahaan anjak piutang, maka


para perusahaan kreditur akan lebih dimudahkan dalam memperoleh dana segar.
Hal ini sangat diharapkan oleh kreditur karena dalam penjualan berjangka pasti
akan membutuhkan waktu untuk pembayaran piutang sampai jatuh tempo
sedangkan disisi lain perusahaan sangat membutuhkan aliran dana untuk
melakukan perputaran arus kas untuk memperlancar modal kerja. Dengan
demikian, anjak piutang sangat membantu melancarkan persoalan-persoalan
finansial yang dibutuhkan kreditur untuk memutar siklus usaha dan meningkatkan
laba.

5. Meningkatkan kepercayaan

Dengan adanya perjanjian kepada anjak piutang, maka dari situlah terjadi
pemberian kepercayaan dari kreditur kepada perusahaan factor. Begitupun
sebaliknya. Kreditur memberikan tanggung jawab sepenuhnya yang berarti

8
kepercayaan kepada perusahaan factor untuk mengolah piutangnya dalam bentuk
pembelian, pengalihan piutang maupun jasa penagihan piutang terhadap debitur.

6. Kesempatan untuk mengembangkan usaha

Dengan adanya jasa pembelian ataupun pengalihan piutang dari anjak


piutang maka client (kreditur) akan mendapatkan perputaran dana secara cepat.
Dana- dana segar ini didapatkan sebelum penjualan berjangka telah jatuh tempo.
Factoring dapat mendorong dunia usaha untuk lebih kompetitif lagi sebab nasabah
perusahaan anjak piutang akan bebas melakukan transaksi perdagangan atas dasar
terbuka baik didalam maupun luar negeri.7 Sehingga perputaran dana ini akan
melancarkan dalam kesempatan mengembangkan bisnis usaha kreditur untuk
menghadapi persaingan.

Keuntungan yang diperoleh masing-masing pihak adalah sebagai berikut :


1. Bagi Perusahaan Anjak Piutang
a. Memperoleh keuntungan berupa fee dan biaya administrasi.
b. Membantu menyelesaikan pertikaian diantara kreditor dan debitur.
c. Membantu manajemen pihak kreditor dalam penyelenggaraan kredit.
2. Bagi Kreditor (klien)
Manfaat yang dapat diterima klien terdiri dari manfaat karena menerima
jasa pembiayaan dan manfaat yang diterima karena jasa non pembiayaan.
a. Manfaat yang diterima melalui jasa pembiayaan, antara lain:
Peningkatan penjualan. Adanya jasa pembiayaan memungkinkan klien
melakukan penjualan dengan cara kredit. Penjualan dengan kredit ini sebenarnya
sulit untuk dilakukan apabila klien mengalami kesulitan modal. Namun dengan
adanya jasa anjak piutang, klien mampu menjual dengan cara kredit. Penjualan
dengan cara kredit meningkatkan kemampuan dan daya tarik bagi pembeli dengan
dana terbatas untuk melakukan pembelian pada klien.

7
Zaeni Asyhadie, Hukum Bisnis Prinsip Dan Pelaksanaannya Di Indonesia, hal.114

9
Kelancaran modal kerja. Jasa anjak piutang memungkinkan klien untuk
mengkonversikan piutangnya yang belum jatuh tempo menjadi dana tunai dengan
prosedur yang relative mudah dan cepat. Tersedianya dana tunai yang lebih besar
ini dapat dimanfaatkan oleh klien untuk mendanai kegiatan operasonal klien
seperti pembelian bahan baku, pembayaran gaji pegawai, pembayaran rekening
listrik dan lain-lain.
Pengurangan risiko tidak tertagihnya piutang. Pembayaran dengan cara
without recourse memungkinkan adanya pengalihan sebagian risiko tidak
tertagihnya piutang kepada factor. Pengalihan risiko ini sangat menguntungkan
bagi kelancaran dan kepastian usaha bagi pihak klien.
b. Manfaat yang diterima melalui jasa non pembiayaan antara lain :
Memudahkan penagihan piutang. Jasa penagihan piutang yang diberikan
oleh factor menyebabkan klien tidak perlu secara langsung melakukan penagihan
piutang pada customer sehingga waktu dan tenaga karyawan dapat dimanfaatkan
untuk melakukan kegiatan lain yang lebih produktif.
Efisiensi usaha. Jasa administrasi penjualan memungkinkan klien untuk
mengelola kegiatan penjualan secara lebih rapidan efisien karena administrasinya
dilakukan oleh pihak factor yang sudah lebih berpengalaman.
Peningkatan kualitas piutang. Jasa administrasi penjualan meungkinkan
pemberian fasilitas kredit kepada pembeli secara lebih efektif, sehingga
kemungkinan tertagihnya piutang menjadi lebih tinggi.
Memudahkan perencanaan arus kas. Jasa investigasi kredit/piutang
memungkinkan klien melakukan perkiraan dan jumlah piutang yang ditagih ,
sehingga memudahkan proyeksi cash flow usaha secara keseluruhan.

10
BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa anjak piutang adalah
suatu usaha pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan serta
pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi
perdagangan dalam atau luar negeri. Perusahaan factoring merupakan salah satu
alternatif sumber pembiayaan perusahaan dalam rangka memperbaiki aliran kas.
B. KRITIK DAN SARAN
Dalam penulisan makalah ini, penyusun sadar bahwa banyak kekurangan
dalam penulisan makalah ini, untuk itu penulis mengharapkan keritik dan saran
dari dosen pengampu maupun pembaca dan pendengar dari makalah ini
terimakasi.

11
DAFTAR PUSTAKA

Sigit triandaru, totok budisantoso bank dan lembaga keuangan lain, edisi 2

jakarta:salemba empat 2008 cetakan ke 4, hal 225

Herman Darmawi, Pasar Finansial Dan Lembaga-Lembaga Finansial, hal.213

Frianto Pandia, Elly Santi Ompusunggu, Achmad Abror, Lembaga Keuangan

(jakarta: PT.RINEKA CIPTA, 2005), hal.102

Sunaryo. Hukum Lembaga Pembiayaan. (Jakarta : Sinar Grafika, 2008). hal.84-85

Frianto Pandia, Elly Santi Ompusunggu, Achmad Abror, Lembaga Keuangan,


hal. 102

Zaeni Asyhadie, Hukum Bisnis Prinsip Dan Pelaksanaannya Di Indonesia,


hal.114

12