Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Pencemaran udara merupakan masalah yang memerlukan perhatian khusus,
khususnya untuk daerah-daerah kota besar. Pencemaran udara yang ada dapat
berasal dari asap kendaraan bermotor, asap pabrik ataupun partikel-partikel yang
lain. Saat ini mulai dilakukan upaya pemantauan pencemaran udara. Dari hasil
pemantauan tersebut diketahui ada beberapa parameter yang cukup
memprihatinkan, diantaranya: debu (partikulat), Sulfur Dioksida (SO2), Oksida

nitrogen (NOx), Carbon dioksida (CO) dan hidrokarbon (HC). Pencemar lainnya

adalah timbal (Pb) yang dikandung dalam bensin (Premium). Keberadaan timbal
(Pb) di udara dapat membahayakan bagi kesehatan manusia.
Pencemaran udara akan terus berlangsung sejalan dengan laju pertumbuhan
ekonomi. Dengan semakin berkembangnya kehidupan ekonomi, masyarakat akan
semakin banyak menggunakan bahan-bahan berteknologi tinggi yang dapat
menimbulkan pencemaran udara seperti motor dan mobil. Hal ini memberikan
kontribusi besar dalam menurunkan kwalitas udara yang dapat mengganggu
kenyamanan, kesehatan dan bahkan keseimbangan iklim global.
Kualitas udara sangat dipengaruhi oleh besar dan jenis sumber pencemar yang
ada seperti dari kegiatan industri, kegiatan transportasi dan lain-lain. Masing-
masing sumber pencemar yang berbeda-beda baik jumlah, jenis, dan pengaruhnya
bagi kehidupan. Pencemar udara yang terjadi sangat ditentukan oleh kualitas
bahan bakar yang digunakan, teknologi serta pengawasan yang dilakukan.Kualitas
udara dapat mempengaruhi kesehatan.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Dari latar belakang permasalahan didapatkan suatu perumusan masalah yaitu:
1. Apakah pengertian dari Toksikologi kontaminan udara?
2. Apakah zat-zat pencemar udara
3. Apakah pengertian gas
4. Apakah pengertian partikulat

1
5. Bagaimana sifat-sifat kontaminan udara
6. Bagaimana toksikokinetik kontaminan udara
7. Bagaimana penanganan toksikologi kontaminan udara

1.3 TUJUAN
Adapun tujuan penulisan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian dari toksikologi pencemaran
udara
2. Mahasiswa mengetahui klasifikasi zat-zat pencemar udara
3. Mahasiswa mengetahui pengertian gas
4. Mahasiswa mengetahui pengertian partikulat
5. Mahasiswa mengetahui sifat-sifat konatamina udara
6. Mahasiswa mengetahui toksikokinetik kontaminan udara
7. Mahasiswa mengetahui penangan kontaminan udara

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN TOKSIKOLOGI KONTAMINAN UDARA

Pencemaran udara atau sering kita dengar dengan istilah polusi udara
menurut Akhmad (2000) diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing
di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan atau komposisi udara dari
keadaan normalnya. Pencemaran udara disebabkan oleh berbagai macam zat
kimia, baik berdampak langsung maupun tidak langsung yang semakin lama akan
semakin mengganggu kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan.Toksikologi
Kontaminan udara atau faktor pencemaran udara adalah kehadiran satu atau
beberapa substansi kimia di atmosfir yang dapat membahayakan kesehatan.
Kontaminan ini yang bisa terbentuk dari proses natural terbentuknya ozon pada
sambaran petir atau debut yang tertiup angin. Selain dari proses salami kontamina
udara juga dapat terbentuk dari aktivitas manusia seperti aktivitas industri.

2.2 ZAT PENCEMAR UDARA

1. Karbon Monoksida

Asap kendaraan merupakan sumber utama bagi karbon monoksida di


berbagai perkotaan. Data mengungkapkan bahwa 60% pencemaran udara di
Jakarta disebabkan karena benda bergerak atau transportasi umum yang berbahan
bakar solar terutama berasal dari Metromini. Formasi CO merupakan fungsi dari
rasio kebutuhan udara dan bahan bakar dalam proses pembakaran di dalam ruang
bakar mesin diesel. Percampuran yang baik antara udara dan bahan bakar
terutama yang terjadi pada mesin-mesin yang menggunakan Turbocharge
merupakan salah satu strategi untuk meminimalkan emisi CO. Karbon monoksida
yang meningkat di berbagai perkotaan dapat mengakibatkan turunnya berat janin
dan meningkatkan jumlah kematian bayi serta kerusakan otak. Karena itu strategi
penurunan kadar karbon monoksida akan tergantung pada pengendalian emisi

3
seperti pengggunaan bahan katalis yang mengubah bahan karbon monoksida
menjadi karbon dioksida dan penggunaan bahan bakar terbarukan yang rendah
polusi bagi kendaraan bermotor.

2. Nitrogen Dioksida (NO2)

NO2 bersifat racun terutama terhadap paru. Kadar NO2 yang lebih tinggi
dari 100 ppm dapat mematikan sebagian besar binatang percobaan dan 90% dari
kematian tersebut disebabkan oleh gejala pembengkakan paru (edema pulmonari).
Kadar NO2 sebesar 800 ppm akan mengakibatkan 100% kematian pada binatang-
binatang yang diuji dalam waktu 29 menit atau kurang. Percobaan dengan
pemakaian NO2 dengan kadar 5 ppm selama 10 menit terhadap manusia
mengakibatkan kesulitan dalam bernafas.

3. Sulfur Oksida (SOx)

Pencemaran oleh sulfur oksida terutama disebabkan oleh dua komponen


sulfur bentuk gas yang tidak berwarna, yaitu sulfur dioksida (SO2) dan Sulfur
trioksida (SO3), yang keduanya disebut sulfur oksida (SOx). Pengaruh utama
polutan SOx terhadap manusia adalah iritasi sistem pernafasan. Beberapa
penelitian menunjukkan bahwa iritasi tenggorokan terjadi pada kadar SO2 sebesar
5 ppm atau lebih, bahkan pada beberapa individu yang sensitif iritasi terjadi pada
kadar 1-2 ppm. SO2 dianggap pencemar yang berbahaya bagi kesehatan terutama
terhadap orang tua dan penderita yang mengalami penyakit khronis pada sistem
pernafasan kadiovaskular.

4. Ozon (O3)

Ozon merupakan salah satu zat pengoksidasi yang sangat kuat setelah
fluor, oksigen dan oksigen fluorida (OF2). Meskipun di alam terdapat dalam
jumlah kecil tetapi lapisan ozon sangat berguna untuk melindungi bumi dari
radiasi ultraviolet (UV-B). Ozon terbentuk di udara pada ketinggian 30km dimana
radiasi UV matahari dengan panjang gelombang 242 nm secara perlahan
memecah molekul oksigen (O2) menjadi atom oksigen, tergantung dari jumlah

4
molekul O2 atom-atom oksigen secara cepat membentuk ozon. Ozon menyerap
radiasi sinar matahari dengan kuat di daerah panjang gelombang 240-320 nm.

5. Hidrokarbon (HC)
Hidrokarbon di udara akan bereaksi dengan bahan-bahan lain dan akan
membentuk ikatan baru yang disebut plycyclic aromatic hidrocarbon (PAH) yang
banyak dijumpai di daerah industri dan padat lalu lintas. Bila PAH ini masuk
dalam paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel
kanker.
6. Khlorin (Cl2)
Gas Khlorin ( Cl2) adalah gas berwarna hijau dengan bau sangat menyengat.
Berat jenis gas khlorin 2,47 kali berat udara dan 20 kali berat gas hidrogen
khlorida yang toksik. Gas khlorin sangat terkenal sebagai gas beracun yang
digunakan pada perang dunia ke-1.Selain bau yang menyengat gas khlorin dapat
menyebabkan iritasi pada mata saluran pernafasan. Apabila gas khlorin masuk
dalam jaringan paru-paru dan bereaksi dengan ion hidrogen akan dapat
membentuk asam khlorida yang bersifat sangat korosif dan menyebabkan iritasi
dan peradangan. Gas khlorin juga dapat mengalami proses oksidasi dan
membebaskan oksigen seperti pada proses yang terjadi di bawah ini.

7. Partikulat Debu (TSP)


Pada umumnya ukuran partikulat debu sekitar 5 mikron merupakan partikulat
udara yang dapat langsung masuk ke dalam paru-paru dan mengendap di alveoli.
Keadaan ini bukan berarti bahwa ukuran partikulat yang lebih besar dari 5 mikron
tidak berbahaya, karena partikulat yang lebih besar dapat mengganggu saluran
pernafasan bagian atas dan menyebabkan iritasi.

8. Timah
Logam berwarna kelabu keperakan yang amat beracun dalam setiap bentuknya
ini merupakan ancaman yang amat berbahaya bagi anak di bawah usia 6 tahun,
yang biasanya mereka telan dalam bentuk serpihan cat pada dinding rumah.
Logam berat ini merusak kecerdasan, menghambat pertumbuhan, mengurangi
kemampuan untuk mendengar dan memahami bahasa, dan menghilangkan

5
konsentrasi. Zat-zat ini mulai dari asbes dan logam berat (seperti kadmium,
arsenik, mangan, nikel dan zink).

2.3 PENGGOLONGAN KONTAMINAN UDARA


Secara umum kontaminan udara dibagi menjadi 2 golongan:
A.GAS
Gas adalah suatu zat yang berada dalam bentuk gas pada temperature 25
derajat celcius dan pada tekanan 1 ATM. Merupakan fluida tak berbentuk yang
dapat menyebar dan memenuhi ruangan yang ditempatinya.
Gas yang sering dihasilkan dalam proses industri :
1. Chlorin pada water treatment plant
2. H2S pada saluran pembuangan atau pengolahan limbah cair
3. N2O pada anestesi dan gas buangan diesel
4. Ammonia pada pabrik refrigerator
5. Hidrogen sianida pada fumigasi biji bijian
6. Etilen oksida pada mesin sterilisasi rumah sakit
7. Karbon monoksida pada pembakaran tidak sempurna
8. Ozon pada fotocopy dan mesih las.
Dampak gas terhadap kesehatan :

 Iritasi
Kemampuan gas atau vapour menyebabkan iritasi local mulai dari iritasi ringa
pada membrane mukus(mata, hidung, dan tenggorokan) sampai iritasi berat
sampai kerusakkan paru.(chlorine, phosgene, formaldehid dan N2O) Iritasi dapat
berdampak pada tubuh, antara lain :Iritasi pada pernafasan dapat menimbulkan
batuk,Efek lakrimasi pada mata,gangguan penglihatan.
 Sensitisasi
Kemampuan gas atau vapour menimbulkan reaksi imun dari tubuh. Bahan
kimia yang dapat menimbulkan efek sensitisasi disebut dengan sensitizer, seperti
isosianat dan aldehid.

6
 Bersifat toksik terhadap organ dan sistim
a. Sistim pernafasan
b. Sistim syaraf
c. Organ tubuh
d. Sistim reproduksi manusia
e. Karsinogenik

B.PARTIKULAT
Partikulat adalah komponen udara berupa partikel padat atau cair yang
membentuk sistem koloid (aerosol cair maupun aerosol padat). Jika jumlah
partikulat di udara cukup tinggi atau merupakan zat yang berbahaya, partikulat
tersebut di anggap sebagai zat pencemar lingkungan udara.
Partikulat-partikulat dapat di hasilkan melalui aktivitas manusia, misalnya
proses-proses industri dan pembakaran mesin-mesin kendaraan bermotor atau
melalui kejadian alam seperti letusan gunung merapi, badai, kebakaran hutan, dan
lain-lain.
Berikut adalah beberapa partikulat di udara:
A. DEBU
Salah satu bentuk aerosol padat yang dihasilkan karena proses
penghancuran, pengamplasan, tumbukan cepat, peledakkan dan decreptitation
(pemecahan karena panas) dari material organic maupun anorganik. Ukuran
partikel debu di tempat kerja berdiameter 0 – 100 mikrometer.

B. FIBER
Adalah jenis aerosol padat yang berbentuk serat. Cirri fiber adalah
memiliki panjang 3 kali lebarnya dengan diameter kecil dari 3 mikro meter dan
panjang 5 mikro meter.
Jenis fiber:
 Fiber organic
Contoh : kapas
 Fiber anorganik

7
Contoh : silica dan asbestos.

C. FUME
Adalah aerosol bentuk padat yang terbentuk dari uap suatu padatan yang
mengkondensasi di udara dingin. Ukuran fume biasanya kurang dari 0,1 mikro
meter

C. SMOKE ATAU ASAP


Aerosol solid yang terdiri dari karbon atau partikel jelaga dengan ukuran
kurang dari 0,1 mikro meter. Terbentuk karena pembakaran yang tidak sempurna
dari material yang mengandung karbon, seperti minyak dan batu bara. Asap rokok
mengandung droplet tar.

D. MIST
Mist adalah droplet cairan yang tersuspensi di udara yang dihasilkan oleh
kondensasi uap menjadi cairan atau karena pemecahan suatu cairan menjadi suatu
cairan menjadi terdispersi di udara karena penyemprotan atau atomisasi.
Contoh :
 Mist minyak selama proses pemotongan dan pengamplasan
 Mist asam dari proses elektoplasting
 Mist spray cat
 Kondensasi uap air yang menghasilkan hujan
E. FOG
Fog mempunyai defenisi sama dengan mist, hanya berbeda dalam ukuran
droplet. Fog mempunyai ukuran partikel lebih kecil dari mist.

2.4 SIFAT-SIFAT KONTAMINAN UDARA


Kita sudah mengetahui ada berbagai jenis benda yang ada di dunia ini. Pada
umumnya benda yang ada di Bumi ini ada tiga jenis, yakni benda padat, cair dan
gas. Setiap jenis benda tersebut mempunyai bentuk dan juga sifat yang berbeda-
beda. Udara termasuk ke dalam salah satu jenis benda tersebut, yakni benda gas.
Oleh karena itulah udara mempunyai beberapa sifat yang khas dimiliki oleh udara.

8
Lalu, apa saja sifat- sifat yang dimiliki oleh udara? Berikut ini merupakan sifat-
sifat udara, yakni:

1. Berbentuk gas

Sudah seringkali dikatakan sebelumnya bahwasannya udara merupakan


salah satu benda yang berbentuk gas. Selain itu udara yang ada di permukaan
Bumi ini terdiri atas berbagai macam gas. Hal ini mempunyai arti bahwasannya
udara adalah benda yang berbentuk gas. Benda- benda gas, khususnya udara ini
tidak dapat kita lihat, tidak dapat kita cium baunya namun dapat kita rasakan.
Salah satu bukti kita bisa merasakannya adalah ketika kita bisa menghirup udara
dan juga ketika udara bergerak maka kita akan bisa merasakan melalui pori- pori
kulit kita.

2. Memiliki massa atau berat

Salah satu sifat yang dimiliki oleh udara adalah bahwa udara memiliki
massa atau berat. Kita semua mengetahui bahwasannya semua jenis benda
mempunyai massa. Meskipun udara merupakan benda yang tidak berwujud (tidak
dapat kita lihat) dan juga tidak dapat dicium, namun udara memiliki massa atau
berat.Udara memiliki massa atau berat yang dapat diukur dengan suatu alat
tertentu. Sebagai contoh yang dapat kita lihat adalah kita bisa membandingkan
tabung gas kosong dengan tabung gas yang berisi. Jika kita mengangkat keduanya
maka kita bisa merasakan bahwa tabung gas yang berisi akan terasa lebih berat
dan memiliki massa dibandingkan dengan tabung yang kosong.

3. Menempati ruang

Sifat dari udara yang selanjutnya adalah bahwa udara menempati ruang.
Udara merupakan benda yang sangat ajaib karena di berbagai sudut ruangan selalu
ada udara. Selain itu di celah terkecil pun dapat ditempati oleh udara. Sebagai
bukti yang dapat kita rasakan adalah kita bisa bernafas dimanapun kita berada,
bahkan ketika berada di tempat yang tertutup dan tanpa ventilasi sekalipun.

9
Hal inilah yang terkadang menyadarkan kita bahwa udara selalu ada dimana saja
dan udara juga selalu ada bahkan di area tertutup sekalipun. Namun perlu
diketahui, untuk di tempat tertutup tanpa ventilasi, mula- mula kita bisa tetap
bernafas, namun lama- kelamaan kita tidak akan bisa bernafas apabila tidak ada
sirkulasi udara. Hal ini bukan karena udara habis, namun karena saat kita
menghirup udara ubtuk berbafas, maka kita akan menghirup Oksigen, sementara
yang kita keluarkan adalah Karbondioksida. Maka dari itulah kita bisa sesak nafas
apabila kekurangan Oksigen dalam pernafasan.

4. Mempunyai tekanan

Sifat yang dimiliki udara selanjutnya adalah bahwa udara memiliki


tekanan. Tekanan yang dimiliki udara ini berbeda- beda antara satu tempat dengan
tempat yang lain. Salah satu hal penting dari tempat yang sangat bisa
mempengaruhi tekanan adalah ketinggian (baca: jenis hutan berdasarkan
ketinggiannya) tempat tersebut. Udara yang panas akan mempunyai tekanan udara
yang lebih rendah daripada udara yang dingin. Selain itu udara yang bergerak
memiliki tekanan yang lebih rendah daripada udara yang diam. Hal- hal tersebut
yang membedakan antara udara yang bertekanan tinggi dan juga udara yang
bertekanan rendah. Untuk mengukur tekanan udara sendiri kita bisa mengukurnya
dengan suatu alat tertentu.

5. Akan memuai apabila dipanaskan

Ura merupakan sebuah benda yang tidak dapat kita lihat bentuknya, karena
memang udara tidak berbentuk. Namun hal tersebut bukan berarti bahwa udara
tidak bisa mengalami perubahan. Salah satu sifat yang dimiliki udara adalah akan
memuai apabila udara tersebut dipanaskan. Jika penasaran dan ingin
membuktikannya, kita bisa melakukan percobaan sendiri secara sederhana.

6. Akan menyusut apabila didinginkan

Diatas sudah dijelaskan mengenai perubahan yang bisa terjadi pada udara.
Jika sebelumnya sudah dikatakan bahwasannya udara dapat memuai apabila

10
dipanaskan, maka hal yang sebaliknya juga akan berlaku, yakni udara akan
mengalami penyusutan apabila didinginkan. Apabila kita penasaran dengan sifat
udara yang demikian maka kita juga bisa melakukan percobaan sendiri secara
sederhana tentunya.

7. Berhembus dari tempat yang bertekanan tinggi menuju ke tempat yang


bertekanan rendah

Udara merupakan benda gas. Benda- benda gas termasuk udara ini
memiliki sifat sangat fleksibel, bahkan tingkat kefleksibelan yang dimilikinya
jauh melebihi benda- benda cair. Udara, dimana- mana selalu ada, bahkan d
permukaan Bumi diliputi dengan lapisan- lapisan udara. Udara dapat dengan
bebas bergerak tanpa bisa kita lihat, tanpa bisa kita cium namun terkadang dapat
kita rasakan.

Udara yang dapat bergerak bebas ini mempunyai pola atau sifat. Seperti halnya air
yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah
maka udara berhembus dari tempat yang memiliki tekanan tinggi menuju ke
tempat yang mempunyai tekanan yang lebih rendah. Nah, inilah sifat gerak yang
dimiliki oleh udara.

8. Ada dimana saja

Bumi dan permukaannya dihuni oleh berbagai macam makhluk hidup,


tidak hanya manusia, namun juga binatang dan tumbuh- tumbuhan. Semua
makhluk hidup yang ada di kerak Bumi selalu membutuhkan udara untuk dapat
tumbuh dan bertahan hidup. Dan apabila kita amati maka dimanapun tempat di
Bumi ini maka akan selalu ada udara.Hal ini dibuktikan bahwa ada banyak sekali
makhluk hidup yang dapat bertahan hidup di sudut- sudut Bumi, bahkan ditempat
yang sangat terpencil ataupun tertutup sekalipun. Hal ini membuktikan bahwa
udara selalu ada di mana- mana. Bukti seperti ini juga dapat kita buktikan sendiri.
kita masih tetap bisa bernafas apabila sedang berada di tempat yang tertutup
sekalipun, misalnya di lift. Hal ini karena udara selalu ada dimana- mana.

11
9. Tidak dapat dilihat, namun dapat dirasakan

Ada tiga macam benda yang ada di Bumi, yakni padat, cair dan juga gas.
Benda padat dan benda cair mempunyai sifat dapat kita lihat dan dapat kita
rasakan. Namun hal ini tidak berlaku pada benda gas. Benda gas memiliki sifat
yang lain yakni tidak dapat dilihat oleh manusia. Meski tidak dapat kita lihat
namun udara dapat kita rasakan. Udara dapat kita rasakan salah satunya adalah
ketika udara bergerak. Udara bergerak berupa angin, angin (baca: proses
terjadinya angin) yang berhembus akan dapat kita rasakan ketika angin
(baca: jenis angin) ini menerpa pori- pori kulit. Perubahan suhu akan kita rasakan,
terkadang kita akan merasakan dingin namun terkadang kita akan merasakan
segar. Hal ini darat kita rasakan, bahwa terkadang kekuatan dari udara yang
bergerak ini akan dapat mengangkat helai- helai rambut yang kita miliki. Itulah
contoh yang sangat tepat untuk membuktikan bahwasannya udara ada dan dapat
kita rasakan. Contoh yang lain adalah kita bisa bernafas karena adanya udara yang
ada di sekitar kita.

10. Bentuk, volume dan massa jenisnya selalu berubah- ubah

Sifat yang dimiliki oleh udara adalah sangat fleksibel. Ada beberapa hal
yang dimiliki oleh udara, diantaranya adalah bentuk, volume dan juga massa
jenisnya. Sebelumnya dikatakan bahwasannya udara tidak dapat kita lihat, namun
udara ini mempunyai bentuk. Bentuk dari udara adalah berubah- ubah sesuai
dengan tempat atau wadahnya. Selain bentuk, volume dan juga massa jenis yang
dimiliki oleh udara juga selalu berbeda- beda tergantung tempat atau keberadaan
dari udara itu sendiri.

Itulah beberapa macam sifat-sifat udara yang mana udara merupakan benda gas.
Sifat- sifat yang telah disebutkan di atas juga dimiliki oleh benda- benda gas pada
umumnya. Namun mungkin saja ada beberapa sifat yang tidak dimiliki oleh benda
gas lain selain udara.

12
2.5 TOKSIKOKINETIK KONTAMINAN UDARA
Toksikokinetik kontaminan udara adalah masuknya zat-zat kimia diudara
kedalam tubuh,serta pendistribusiannya ke organ dan jaringan melalui
sirkulasi darah dan disposisi terakhir,serta pengeluaran zat-zat tersebut
didalam tubuh.
Mekanisme masuknya mulai dari:
 Saluran Pernapasan

Tiga bagian dari saluran pernapasan adalah nasopharynx, daerah


tracheobronchial, dan jaringan luar paru-paru, yaitu alveoli (kantung udara).
Semuanya merupakan alat untuk mengatasi bahaya zat-zat asing yang
dilakukan dengan tiga proses yaitu fltrasi, inaktivasi atau penghancuran, dan
pembuangan.
Saluran pernapasan merupakan gerbang pertama masuknya zat-zat kimia
melalui udara (airborne). Saluran pernapasan dipisahkan menjadi dua zona
yaitu jalan udara yang mengkonduksi dan jalan pernapasan. Jalur udara yang
mengkonduksi mulai dari saluran pernapasan bagian atas (nasopharynx,
parhynx, dan larynx) melaluai terminal bronchiole dan bekerja sebagai sistem
penyalur untuk transport udara ke dalam dan ke luar paru-paruMekanisme
pertahanan dari sistem pernapasan meliputi bersin yag berusaha
membersihkan jalan pernapasan bagian atas, dan batuk yang bekerja untuk
membersihkan jalan bronchial yang lebih besar. Pengkerutan brochi
disebabkan oleh kontraksi otot-otothalus di sekitarnya yang diikuti keluarnya
zat-zat kimia tertentu, dapat bekerja sebagai pertahanan dengan mengurangi
masuknya zat-zat tersebut ke daerah paru-paru yang lebih dalam.

 Saluran Pencernaan
Kontaminan-kontaminan kimia yang waterborne atau dipindahkan melalui
rantai makanan mencapai manusia melalui saluran pencernaan. Saluran
pencernaan bisa diibaratkan sebagai sebuah tabung yang melalui tubuh dan
isisnya selalu keluar dari tubuh. Absorpsi dapat terjadi di sembarang tempat
sepenjang saluran pencernaan, tetapi absorpsi yang paling efektif terjadi di
usus halus. Kapasitasabsorpsi yang sangat besar di daerah ini disebabkan oleh

13
adanyamucosa usus yang dikenal dengan vili. Tiap vili mengandung jaringan
kapiler yang menyebabkan vili mempunyai permukaan total efektif yang luas
untuk absorpsi.
 Kulit
Kulit umumnya merupakan pertahanan yang efektif terhadap bahan-bahan
kimia lingkungan. Pada penyerapan lewat kulit, suatu zat harus menembus
sejumlah lapisan sel sebelum mencapai sirkulasi umum. Kulit terdiri dari dua
daerah struktural yaitu epidermis dan dermis. Epidermis terdiri dari sejumlah
lapisan sel, dan mempunyai bermacam ketebalan tergantung tempatnya pada
tubuh. Kulit terluar tersusun ole sel-sel keratin. Dermis mengandung
pembuluh-pembuluh darah, folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar
minyak dan ujung-ujung saraf. Epidermis adalah penghalang utama terhadap
penyerapan ke dalam kulit. .

Portal minor dari jalan masuk zat-zat kimia adalah melalui mata. Walaupun tidak
begitu penting bagi kebanyakan zat kimia, tetapi beberapa zatdapat diserap dalam
jumlah cukup banyak menimbulkan keracunan sistemik, misalnya fluoroasetat.

Proses keluarnya zat-zat pencemar udara melalui:

1. Urin
2. Kelenjar keringat

2.6. UPAYA PENANGGULANGAN PENCEMARAN UDARA

Upaya penanggulangan dilakukan dengan tindakan pencegahan (preventif) yang


dilakukan sebelum terjadinya pencemaran dan tindakan kuratif yang dilakukan
sesudah terjadinya pencemaran.
Usaha Preventif (sebelum pencemaran)
1. mengembangkan energi alternatif dan teknologi yang ramah lingkungan
2. mensosialisasikan pelajaran lingkungan hidup (PLH) di sekolah dan
masyarakat

14
3. mewajibkan dilakukannya AMDAL (Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan) bagi industry atau usaha yang menghasilkan limbah
4. tidak membakar sampah di pekarangan rumah
5. tidak menggunakan kulkas yang memakai CFC (freon) dan membatasi
penggunaan AC dalam kehidupan sehari-hari
6. tidak merokok di dalam ruangan
7. menanam tanaman hias di pekarangan atau di pot-pot
8. ikut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan
9. ikut memelihara dan tidak mengganggu taman kota dan pohon pelindung
10. Setiap pabrik diwajibkan melakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap
asap pabriknya sebelum di buang ke udara bebas.
Usaha kuratif (sesudah pencemaran)
Bila telah terjadi dampak dari pencemaran udara, maka perlu dilakukan beberapa
usaha untuk memperbaiki keadaan lingkungan, dengan cara:
1. menggalang dana untuk mengobati dan merawat korban pencemaran
lingkungan.
2. kerja bakti rutin di tingkat RT/RW atau instansiinstansi untuk
membersihkan lingkungan dari polutan.
3. melokalisasi tempat pembuangan sampah akhir (TPA) sebagai
tempat/pabrik daur ulang.
4. menggunakan penyaring pada cerobong-cerobong di kilang minyak atau
pabrik yang menghasilkan asap atau jelaga penyebab pencemaran udara.
5. mengidentifikasi dan menganalisa serta menemukan alat atau teknologi
tepat guna yang berwawasan lingkungan setelah adanya musibah/kejadian
akibat pencemaran udara, misalnya menemukan bahan bakar dengan
kandungan timbal yang rendah (BBG).
.

15
BAB III

PENUTUP

A.KESIMPULAN

Kontaminan udara atau faktor pencemaran udara adalah kehadiran satu


atau beberapa substansi kimia di atmosfir yang dapat membahayakan kesehatan.
Kontaminan ini yang bisa terbentuk dari proses natural terbentuknya ozon pada
sambaran petir atau debut yang tertiup angin.

Selain dari proses salami kontamina udara juga dapat terbentuk dari
aktivitas manusia seperti aktivitas industri.Zat pencemar antara lain
karbonmonosida,nitrogendioksida,Sulfuroksida,ozon,hidrokarbon,kholorin,partiku
lat dan timah.Penggolongan kontaminan udara yaitu partikulat dan gas

Toksikokinetika kontaminan udara mulai dari masuknya zat-zat yang


tercemar sampai pada proses keluarnya toksik kontamian udara.upaya
penangulangan untuk mencegah pencemaran udara harus tepat.

B.SARAN

16
DAFTAR PUSTAKA
Www.kontaminan udara@yahoo.m(diakses pada 28 oktober 2018 pukul

20.30)www.pengaruh pencemaran udara terhadap lingkungan,com(diakses

pada 30 oktober 2018 pukul 20.00).Www.zat pencemar udara.com(diakses

pada 1 november 2018 pukul 13.00)

17