Anda di halaman 1dari 37
DEPARTEMEN TEKNIK KELAUTAN FTK-ITS PENGELOLAAN PESISIR DAN LAUT CHAPTER 1: INTRODUCTION Wahyudi Citrosiswoyo

DEPARTEMEN TEKNIK KELAUTAN

FTK-ITS

PENGELOLAAN PESISIR

DAN LAUT

CHAPTER 1: INTRODUCTION

Wahyudi Citrosiswoyo wahyudictr@oe.its.ac.id citrosiswoyo.wahyudi@gmail.com

Dr. Wahyudi DTK-ITS

PUSTAKA

Utama:

[1]:

Kay, R. and Alder, J., 1989. Coastal Planning and

Management, E & FN London.

[2]:

Cicin-Sain, B. And Knecht, R.W., 1998. Integrated

Coastal and Ocean Management

Pendukung:

[3]:

Wahyudi, 2018 (dalam persiapan). Pengelolaan Pesisir Berkelanjutan dan Laut.

Materi Kuliah

TATAP

     

MUKA

TANGGAL

POKOK BAHASAN

PUSTAKA

1

31-08-2018

Wilayah Pesisir, Potensi, Permasalahan, dan Peran Pemerintah

[1]: hal 1-16

     

[1]:

2

07-09-2018

Isu Pengelolaan Pesisir

hal 18-45

     

[1]:

3

14-09-2018

Konsep Perencanaan dan Pengelolaan Pesisir

hal 47-109

     

[1]: hal 110-

4

21-09-2018

Teknik Utama Pengelolaan & Perencanaan Pesisir

233

     

[1]:

5

28-09-2018

Perencanaan Pengelolaan Pesisir

hal 234-337

6

05-10-2018

Co-Management dalam Pengelolaan Pesisir

[3]:

7

12-10-2018

Coastal & Marine Disaster Management

[3]:

8

19-10-2018

Seminar

[3]:

Aturan dan Evaluasi Perkuliahan

ITS:

Tatap Muka < 80 % tidak diperkenankan diadakan UAS

Kehadiran Mahasiswa < 90 % tidak berhak mengikuti UAS

Dosen:

no phone cell, no hat, no T-shirt, no sandal, no

noise, no cheating

Evaluasi:

Tugas UTS

UAS

35 % - 45 % 20 % - 25 %

35 % - 40 %

Aturan dan Evaluasi Perkuliahan
Aturan dan Evaluasi
Perkuliahan
Metode Kuliah
Metode Kuliah
Metode Kuliah Paparan teori, slides/handouts, diskusi Diskusi kelompok FGD Kuliah Tamu Studi Lapangan Seminar/Studi Kasus

Paparan teori, slides/handouts, diskusi Diskusi kelompok FGD

Kuliah Tamu Studi Lapangan

Seminar/Studi Kasus

Dr. Wahyudi DTK-ITS

Laut Terpadu?
Laut Terpadu?

Mengapa Pengelolaan Pesisir &

Key messages on Coastal Ecosystems

(European Environment Agency, 2010)

As an interface between land and sea, coastlines provide vital resources for wildlife, but also for the economy and human health and well-being.

Multiple pressures, including habitat loss and degradation, pollution,

climate change and overexploitation of fish stocks, affect coastal

ecosystems.

Coastal habitat types and species of Community interest are at risk in

Europe; two thirds of coastal habitat types and more than half of coastal species have an unfavorable conservation status.

Integrated and ecosystem-based approaches provide the foundation for sustainable coastal management and development, supporting socio-

economic development, biodiversity and ecosystem services. Coordinated

action at the global, regional and local levels will be key to sustainable management of coastal ecosystems.

Conflicts between uses and activities at the coast are not

on

solved

the opposite, the concentration of activities is increasing

and new challenges (e.g. climate change) are causing additional pressure!

(e.g. climate change) are causing additional pressure! Integrated Coastal Zone Management (ICZM) was supposed to be

Integrated Coastal Zone Management (ICZM) was supposed to be the solution to coastal problems

but

it vanished from the political agenda!

What went wrong?

Brian Shipman (Littoral 2012 in Oostende):

ICZM has been slow to evolve and is losing ground to “rivals”

Status quo is not an option

ICZM needs to continually reinvent itself ,

to make itself relevant - but from a

practical and legitimate foundation

It needs to be easy to use, interactive

…and essential

Mengapa Pengelolaan Pesisir Terpadu? • Pesisir: – Unik
Mengapa Pengelolaan Pesisir
Terpadu?
• Pesisir:
– Unik

Valuable

Terancam

Karakteristik Wilayah Pesisir:

Habitat dan ekosistem yang memberikan sumberdaya

serta jasa kepada komunitasnya

Kompetisi memanfaatkan (eksploitasi?) oleh berbagai

stakeholders

Memberikan sumber (atau tulang punggung) perekonomian nasional bagi negara pantai

Biasanya berpenduduk padat

Hubungan Wilayah Pesisir dan

Sistem Sumberdaya Pesisir?

Lingkungan Aktifitas Darat Manusia Lingkungan Laut
Lingkungan
Aktifitas
Darat
Manusia
Lingkungan
Laut

Wilayah pesisir

Sistem sumberdaya pesisir

Mengapa Dibutuhkan

Pengelolaan Pesisir & Laut Terpadu?

Sistem Keterkaitan Pengelolaan Pesisir & Laut

Pengaruh Manusia

(Stakeholders)

Langsung

Industri pesisir Permukiman pesisir

Interest groups

Tidak Langsung

Permukiman darat Interest groups

Lingkungan

Pesisir

Permukiman darat Interest groups Lingkungan Pesisir (Sain Pengetahuan Alam) Komunitas Ilmiah (Sain Sosial)
Permukiman darat Interest groups Lingkungan Pesisir (Sain Pengetahuan Alam) Komunitas Ilmiah (Sain Sosial)

(Sain Pengetahuan Alam)

Komunitas Ilmiah

Pesisir (Sain Pengetahuan Alam) Komunitas Ilmiah (Sain Sosial) Kebijakan & Organisasi Pengelola
Pesisir (Sain Pengetahuan Alam) Komunitas Ilmiah (Sain Sosial) Kebijakan & Organisasi Pengelola

(Sain Sosial)

(Sain Pengetahuan Alam) Komunitas Ilmiah (Sain Sosial) Kebijakan & Organisasi Pengelola Internasional Negara

Kebijakan & Organisasi Pengelola Internasional Negara

Provinsial Lokal

Regional

Sektor Swasta

Mengapa Dibutuhkan

Pengelolaan Pesisir & Laut Terpadu?

Konflik Pengaruh Ekologi dan Pemanfaatan Pesisir

Alasan Utama:

Pengaruh pemanfaatan/penggunaan/eksploitasi

pesisir, serta kegiatan di darat

Pengaruh pemakai yang merugikan satu terhadap

yang lain

Persoalan di pantai…

Persoalan di pantai…
Persoalan di pantai…
Persoalan di pantai…
erosi
erosi

Potensi Pesisir & Laut

Potensi Pesisir & Laut Kepelabuhanan

Kepelabuhanan

Potensi Pesisir & Laut Kepelabuhanan
Coastal & Marine Tourism
Coastal & Marine Tourism
Coastal & Marine Tourism
Coastal & Marine Tourism
Coastal & Marine Tourism
Coastal & Marine Tourism
Coastal & Marine Tourism
Coastal & Marine Tourism

Industri

Industri Maritim

Maritim

Keaneka-ragaman hayati

Keaneka-ragaman hayati
Keaneka-ragaman hayati

Potensi Ekonomi Maritim Indonesia

Total: ~ US$ 150 miliar/tahun

Produk

Produk lain & jasa Bioteknologi 33.1 36.9 1,8 7.6 18.4 29.2 19.4 Perikanan (tangkap &…
Produk lain & jasa
Bioteknologi
33.1
36.9
1,8
7.6
18.4
29.2
19.4
Perikanan
(tangkap &…

Mineral & migas

Industri garam:Wisata bahari:

Struktur lepas pantai & jasa

Transportasi laut,

galangan kapal

Sumber data: Kadin (2015)

Scientific definition of a coastal area

Pantai adalah pertemuan darat dan laut

Bila garis pertemuan ini tidak bergerak sangat

mudah menentukannhya

Proses alam yg membentuk pantai sangat

dinamis bervariasi dlm ruang & waktu garis

pantai bergerak terus menerus membentuk

daerah interaksi laut dan darat

Bagian lingkungan pantai yg jelas mempunyai

interaksi kuat antara laut dan darat : beaches,

coastal marshes, mangrove dan fringing reef

Bagian lain yg jauh dari garis pantai tapi

berperan penting dalam pembentukan pantai

sungai

Ketchum (1972):

– “The band of dry land and adjacent ocean space (water and submerged land) in which terrestrial

processes and land uses directly affect oceanic

processes and uses, and vice versa”

Unsur kunci dari definisi di atas: interaksi antara proses-proses terrestrial dan laut

Sehingga coastal area:

mengandung baik unsur darat dan laut

mempunyai batas-batas darat dan laut yg

ditentukan oleh tingkatan pengaruh dari darat

pada laut dan pengaruh laut pada darat

bukan luasan, kedalaman dan ketinggian yang seragam

Kuatnya interaksi antara darat dan laut

dan penggunaannya dinamakan sbg :

degree of coastalness

Pada tingkat kebijakan batas-batas pantai

telah ditentukan dalam empat cara yang memungkinkan:

fixed distance

variable distance definition

definition according to use

hybrid definition

fixed distance definition

coastal dibatasi dengan jarak-jarak yang fixed yang

dihitung dengan pengukuran batas-batas darat dan

laut

high water mark di darat

di laut disesuaikan dengan batas yuridiksi pemerintah

variable distance definition

Batas-batas coastal area di-set dari beberapa

pengukuran, biasanya high water mark, tetapi batas-

batas tersebut tidak fixed tergantung range dari variable seperti,

kenampakan fisik, e.g. batas kearah darat dari dune Holocene atau submarine platform

kenampakan biologi, kearah darat oleh kompleks

vegetasi, kearah laut oleh fringing reef

batas-batas administratif

definition according to use

Tergantung pada tujuan/kegunaan apa coastal

managemen tersebut diterapkan

e.g. untuk penanganan polusi dari cathment area

sampai groundwater outflow

Dalam penentuan coastal area berdasarkan kegunaannya, Jones dan Westmacott (1993) mengajukan konsep :

Daerah yang telah ditandai scr administrative

dan menjadi tanggung jawab politik dan administrative untuk pengelolaannya Suatu daerah ekosistem Suatu daerah yang didasarkan pada sumberdaya – Daerah “demand”, spt untuk rekreasi,

pem,buangan limbah, transportasi

Sejarah Singkat Pengelolaan dan

Perencanaan Wilayah Pesisir

Sejarah memberikan kerangka untuk pemahaman bagaimana pendekatan-pendekatan saat ini untuk

perencanaan dan pengelolaan sumberdaya pantai telah

dilakukan,

Melihat ke belakang bagaimana perencanaan dan

pengelolaan telah dikembangkan, kecenderungan yang

menjadi kenyataan. Memproyeksikan kecenderungan

akan memberikan pandangan dalam kemungkinan

Sejarah pemanfaatan pantai

Romawi dan Yunani kuno membangun kota pelabuhan di

Mediteran

Cina melakukan diversifikasi di sungai Yangtze (AD 1128)

Reklamasi mangrove oleh bangsa Micronesia lebih 1000 tahun yang lalu

Sumberdaya lebih untuk kepentingan sosial drpd

dieksploitasi yg berbasis ekonomi

Revolusi industri merubah segalanya

Keterbatasan teknologi berkurang drastis, sehingga:

Eksploitasi berbasis ekonomi, kurang memperhatikan

ekologi

Kerusakan pantai PERENCANAAN & PENGELOLAAN

(1950-1970) · Sectoral approach · Man-against-nature ethos · Public participation low · Limited ecological
(1950-1970)
· Sectoral approach
· Man-against-nature ethos
· Public participation low
· Limited ecological
considerations
· Reactive focus

Perkembangan pengelolaan pantai

(1970-1990) · Increase in environmental assessment · Greater integration and coordination between sectors ·
(1970-1990)
· Increase in environmental assessment
· Greater integration and coordination
between sectors
· Increased public participation
· Heightened ecological awareness
· Maintenance of engineering dominance
· Combined reactive and proactive focus
dominance · Combined reactive and proactive focus (1990-present) · Focus on sustainable development ·
(1990-present) · Focus on sustainable development · Increased focus on comprehensive environmental management ·
(1990-present)
· Focus on sustainable development
· Increased focus on comprehensive
environmental management
· Environmental restoration
· Emphasis on public participation

(future)

· Establish coastal area management

based on ecological empathy,

precautionary management and

shared governance

Konsep SUSTAINABILITY

the dominant paradigm in coastal planning and management

Akhir abad 20: sustainability muncul sbg paradigma

dominan dalam coastal management

Pengertian pokok SUSTAINABILITY (Pearce et

al., 1989):

Sustainable development mewarisi generasi penerus dengan warisan yg kaya: -akan stok ilmu pengetahuan dan pemahaman, stok teknologi, stok modal karya manusia, dan stok aset

lingkungan- tidak kurang dari yang diwarisi oleh

generasi sekarang

Young (1992) menyimpulkan dalam “tiga E” untuk

menggaris bawahi konsep sustainability:

environmental integrity;

economic efficiency;

equity, defined to include present & future

generations and recognize cultural as well as

economic considerations

Sustainability agak elusive (sukar dipahami),

bukan suatu set petunjuk pelaksanaan

lebih merupakan: Dasar untuk penilaian kembali

bagaimana cara, sumberdaya, lingkungan sosial dan hak-

hak keadilan dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan

Prinsip-prinsip sustainable development:

empat pengaruh pada cara

perencanaan pesisir, (satu umum dan

tiga spesifik)

Pengaruh umum: “sustainability thinking”

dalam semua kontek pengambilan keputusan

pengaruh spesifik adalah konsep three Es,

equity, environmental, and economic

telah merubah paradigma lama (pendekatan

yg terpisah-pisah) menjadi terintegrasi

Kajian Mengetahui Kebutuhan Untuk

Pengelolaan

Berkelanjutan

Penemuan Kematian Sistem
Penemuan
Kematian
Sistem
Evaluasi Potensi dan Penggunaan
Evaluasi
Potensi dan
Penggunaan
Penemuan Kematian Sistem Evaluasi Potensi dan Penggunaan Membangun / Memperbaiki Sistem Pengelolaan Berkelanjutan
Penemuan Kematian Sistem Evaluasi Potensi dan Penggunaan Membangun / Memperbaiki Sistem Pengelolaan Berkelanjutan

Membangun / Memperbaiki Sistem Pengelolaan Berkelanjutan

Penurunan

Kuantitas-

Kualitas

Eksploitasi

Monitor dan

Review

Kuantitas- Kualitas Eksploitasi Monitor dan Review Over- Eksploitasi Pola Pengelolaan Tradisional
Kuantitas- Kualitas Eksploitasi Monitor dan Review Over- Eksploitasi Pola Pengelolaan Tradisional
Kuantitas- Kualitas Eksploitasi Monitor dan Review Over- Eksploitasi Pola Pengelolaan Tradisional

Over-

Eksploitasi

Pola Pengelolaan Tradisional

Review Over- Eksploitasi Pola Pengelolaan Tradisional Implementasi Sistem Pola Pengelolaan Berkelanjutan

Implementasi

Sistem

Pola Pengelolaan Berkelanjutan

Pendekatan pengelolaan sumberdaya

sustainable dan unsustainable