Anda di halaman 1dari 2

Tugas Tren Seleksi dan tes Karyawan

Dosen :Dr. Rahmi Fahmi, SE, MBA


Nama : Yunelfa Emilda
Nim : 1820 322 003

Predictive Analytics, Metode Baru dalam Seleksi Karyawan

Untuk memperoleh karyawan yang berkualitas banyak cara atau metode yang
dilakukan salah satu diantaranya adalah dengan metode predictive analytics. Sekarang saya
akan menjelaskan mengenai proses seleksi dengan menggunakan metode predictive analytics,
meskipun ini bukan merupakan proses seleksi sebenarnya.
Apa itu metode Predictive Analytics? Predictive analytics adalah area statistik yang
meng-eksrtaksi informasi dari data yang ada dan menggunakannya untuk memprediksikan
tren kedepan. Artinya metode predictive analytics ini dapat memprediksikan suatu hal dengan
menggunakan analisis dari data yang kita miliki. Lalu bagaimana penggunaannya dalam
seleksi karyawan di perusahaan? Sebelum itu kita harus mengetahui terlebih dahulu
keuntungan yang akan didapat jika kita sebagai HRD menggunakan metode ini dalam seleksi
karyawan. Pertama efisiensi waktu yang biasanya memerlukan waktu lama dalam proses
seleksi ini bisa dipangkas hampir setengahnya. Selanjutnya akurasi dari hasil analisis ini
sangat akurat, tentunya dengan data dan juga proses perhitungan statistik yang tepat dan
dapat dipertanggung jawabkan. Terakhir, dengan adanya metode ini dapat menjadi pembeda
dari metode-metode konvensional yang sudah ada sebelumnya.
Dalam melakukan metode ini dimulai dari proses seleksi, pada saat proses rekrutmen
akan dilakukan, tentu kita sudah menentukan kriteria dan kualifikasi dari kandidat yang akan
kita cari. Kriteria ini yang nantinya akan kita gunakan dalam memprediksi karyawan yang
lolos dalam seleksi. Kriteria dibuat untuk memudahkan user mendapatkan variabel prediktor
yang dicari. Kriteria berisi model dan aspek yang akan diprediksi, dan nantinya akan menjadi
variabel prediktor dari analisis yang dilakukan. Pada seleksi kali ini, kriteria yang saya ambil
adalah tes IQ, hasil lolos atau tidak, dan hasil tes Kraeplin, yang berisi aspek Kecepatan,
Ketelitian, dan Keajegan, yang akan dianalisis untuk menentukan prediktor dalam seleksi.
Setelah kriteria ditentukan, tentu kita memerlukan data dari karyawan yang pernah
kita rekrut di posisi yang sama, dan tentunya data kandidat yang akan diseleksi. Kumpulkan
data karyawan sebanyak-banyaknya, seperti data demografis, data tes, laporan kinerja, dan
lain sebagainya, yang akan kita buat menjadi kriteria. Dengan adanya data, kriteria akan
didapatkan dan dapat digunakan kepada kandidat. Selanjutnya, tentu alat yang kita gunakan
agar dapat melakukan analisis prediktif dari metode ini. Terdapat berbagai macam tools yang
dapat digunakan, seperti Shiny, Radius, EverString, Infer, dan masih banyak lainnya, dapat
kita contoh dengan menggunakan adalah R. Pertanyaannya, apa itu R? Mengapa memilih R?
R pada dasarnya adalah bahasa pemograman dan juga perangkat lunak untuk melakukan
analisis statistika dan grafik. Fungsi dan kemampuan dari R sebagian besar dapat diperoleh
melalui Add‐on packages/library, yang terdiri lebih dari 7800 packages yang tersedia untuk
keperluan analisis. Sebagai contoh library yang sangat powerful adalah R-commander dan
Rattle yang dapat menyajikan ringkasan data secara statistik dan secara visual dari berbagai
sumber data, dan ditransformasi ke dalam bentuk yang siap untuk dimodelkan. R bersifat
multiplatforms, tersedia untuk sistem operasi dan yang terpenting R merupakan perangkat
lunak Open source alias gratis.
Hasil dari analisis prediksi yang dilakukan, didapatkan bahwa aspek yang menjadi
prediktor utama yang menentukan dalam seleksi adalah aspek Kecepatan dari tes Kraeplin.
Sehingga pada seleksi yang akan dilakukan kemudian, faktor ataupun kriteria yang harus
diperhatikan adalah Kecepatan.