Anda di halaman 1dari 4

PENERAPAN HUKUM OHM DALAM RANGKAIAN SERI DAN PARALEL

Ghea Dionita Sanora


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya
e-mail: gheadionitas@yahoo.com

Abstrak
Telah dilakukan percobaan “Hukum Ohm” di laboratorium Fisika Dasar Unesa yang
bertujuan untuk mengukur besarnya tahanan dari suatu hambatan (lampu) dengan
menerapkan hukum Ohm dalam rangkaian seri dan parallel serta memahami perbedaan
rangkaian seri dan paralel. Percobaan ini dilakukan dengan merangkai hambatan (lampu)
secara seri dan paralel, lalu mengubah tahanan geser untuk mendapatkan nilai hambatan
pada rangkaian hukum Ohm (2,50 ±0,69)Ω dengan taraf ketelitian 72,4%. Nilai hambatan
pada rangkaian seri, R1(9,67±2,11)Ω dengan taraf ketelitian 78,18%, nilai R2 (22,32±1,46)Ω
dengan taraf ketelitian 89,31% dan nilai R3 (31,99±3,42)Ω dengan taraf ketelitian 83,13%
berdasarkan analisis grafik didapatkan nilai R pada rangkaian Hukum Ohm adalah 4,62Ω
dengan taraf kelinieran 85,21%. Pada rangkaian seri, nilai R1 adalah 20Ω dengan taraf
kelinieran 100% dan nilai R2 adalah 28Ω dengan taraf kelinieran 98%. Pada rangkaian
paralel, nilai R1 adalah 20Ω dengan taraf kelinieran 100% dan R2 adalah 26,92% dengan
taraf kelinieran 94,23%. Harga R, R1, dan R2 baik pada rangkaian seri maupun paralel
berbeda dengan nilai tahanan lampu yang diatur/diukur secara langsung. Hal ini disebabkan
oleh beberapa faktor diantaranya hambatan lampu pada rangkaian dipengaruhi oleh
hambatan dalam rangkaian (baterai) dan hambatan pada kawat/kabel penghubung serta
kekurangtelitian kami dalam membaca alat ukur amperemeter dan voltmeter.

Kata Kunci: Hambatan, Amperemeter, Voltmeter

1. PENDAHULUAN
Rangkaian listrik yang sering kita dilakukan percobaan “Hukum Ohm”. Dari
jumpai sehari-hari biasanya tidak hanya uraian latarbalakang diatas, dapat
terdiri dari satu sumber tegangan dan satu dirumuskan permasalahan yaitu (1) berapa
hambatan saja, tetapi meliputi beberapa besarnya tahanan dari suatu hambatan
sumber, hambatan atau unsur-unsur lain dengan menerapkan hukum Ohm dalam
yang dihubungkan satu dengan yang lain. rangkaian seri dan paralel? (2) Apa
Istilah yang umum dipakai untuk perbedaan rangkaian seri dan paralel?
rangkaian semacam ini adalah jaringan. Tujuan percobaan ini yaitu (1)
Mengukur besarnya tahanan dari suatu
Bila arus yang masuk kedalam hambatan (elemen setrika listrik atau
rangkaian diketahui dan tegangan yang lampu) dengan menerapkan hukum Ohm
melewati hambatan dapat diukur, maka dalam rangkaian seri dan paralel dan
nilai hambatan bisa dihitung dengan memahami perbedaan rangkaian seri dan
persamaan dari hukum Ohm.Untuk lebih paralel.
memahami mengenai penerapan hukum
Ohm dalam rangkaian listrik, maka perlu

1
Berdasarkan eksperimen yang Rangkaian seri terdiri atas lebih
dilakukan oleh George Simon Ohm (1787- dari satu hambatan yang disusun antara
1854) didapat kesimpulan bahwa tegangan titik a dan b membentuk hanya satu titik
atau beda potensial suatu komponen listrik lintasan antara kedua titik maka rangkaian
sebanding dengan kuat arus listrik yang hambatan disebut rangkaian seri.
mengalir melalui komponen tersebut, Sedangkan hambatan-hamabatan akan
selama hambatan komponen tersebut tetap. dikatakan parallel bila masing-masing
Pernyataan ini dikenal dengan Hukum hambatan mempunyai lintasan alternatif
Ohm. Bila arus listrik mengalir dalam antara titik a dan b. dalam rangkaian
suatu rangkaian yang hanya terdiri dari parallel beda tegangan pada masing-
satu sumber tegangan dan satu hambatan, masing hambatan besarnya sama.
menurut hukum Ohm berlaku: V=I.R.

2. METODELOGI PENELITIAN
Alat dan Bahan  Saklar
 Lampu  Tahanan geser
 Tempat lampu  Konektor
 Sumber tegangan DC (0-12 V)
 Voltmeter DC (0-10 V)
 Amperemeter DC (0-300 mA) Cara Kerja:
1. Hukum Ohm saklar, kemudian mencatat harga
Merangkai alat-alat tegangan dan arus. Mengubah tahanan
dalam rancangan percobaan. Menutup geser agar diperoleh harga tegangan
saklar dan mencatat harga tegangan dan arus yang berbeda-beda.
dan arus. Mengubah tahanan geser Mengulangi langkah yang sama untuk
agar diperoleh harga arus dan tegangan rangkaian tersebut, menghitung nilai
yang berbeda-beda.Membuat grafik tahanan dari hambatan 1 dan 2 pada
hubungan antara V dan I dari data yang masing-masing rangkaian, kemudian
diperoleh, kemudian menghitung nilai membandingkan dengan nilai
tahanan beserta ralatnya dengan hambatan yang terterap ada lampu
analisis grafik. (hambatan yang digunakan).
2. Seri dan Paralel
Merangkai alat-alat
dalam rancangan percobaan. Menutup
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Pengamatan
 Rangkaian Hukum Ohm 3 2,0 1,00
No. (V±0,5) (I±0,01) 4 2,0 0,80
Percob V A 5 1,0 0,60
aan RL=0,028Ω
1 4,0 1,20
2 3,0 1,00

2
Dari data yang diperoleh dari 2 3,0 11,1 22,22 33,3
percobaan, dengan menggunakan 1 3
persamaan R=V/I diperoleh nilai tahanan 3 2,6 10,0 22,50 32,5
pada masing-masing percobaan adalah 0 0
sebagai berikut: 4 2,2 8, 22,86 31,4
No. R (Ω) 57 3
Percobaan 5 1,6 6,67 20,00 26,6
1 3,33 7
2 3,00 Selanjutnya, dengan menggunakan
3 2,00 standar deviasi diperoleh nilai tahanan
4 2,50 lampu pertama(R1) adalah (9,67±2,11)Ω
5 1,67 dengan taraf ketelitian sebesar 78,18%.
Selanjutnya dengan menggunakan Nilai tahanan lampu kedua(R2) adalah
standar deviasi diperoleh nilai tahanan (22,32±1,46)Ω dengan taraf ketelitian
lampu adalah (2,50±0,69)Ω dengan taraf sebesar 93,46%, dan nilai tahanan lampu
ketelitian sebesar 72,40%. Dari hubungan I total yang dirangkai secara seri adalah
dan V diperoleh besarnya hambatan lampu (31,99±3,42)Ω dengan taraf ketelitian
(R) adalah 4,62Ω dengan taraf kelinieran sebesar 89, 31%.
sebesar 85,21%
 Rangkaian Paralel
 Rangkaian Seri No. (V±0, (I±0,0 (I1±0, (I2±0,
No. (V1±0,2) (V2±0,2) (I±0,01) Percob 1) V 1) A 01) A 01) A
Percobaan V V A aan
1 1,2 2,4 0,10 1 2,4 0,20 0,12 0,12
2 1,0 2,0 0,09 2 2,0 0,16 0,10 0,10
3 0,8 1,8 0,08 3 1,6 0,14 0,08 0,10
4 0,6 1,6 0,07 4 1,2 0,12 0,06 0,08
5 0,4 1,2 0,06 5 0,8 0,10 0,04 0,06
RL1=0,028Ω
RL2=0,038Ω
Data yang diperoleh dari
percobaan, dengan menggunakan
Data yang diperoleh dari
persasmaan R1=Vp/I1, R2=Vp/I2, dan
percobaan, dengan menggunakan
Rp=Vp/Ip, maka diperoleh niai tahanan R1,
persamaan R1=V1/I, R2=V2/I, dan Rs=Vs/I
R2, dan Rp secara berturut-turut dalam
atau Rs=R1+R2, maka diperoleh nilai
tabel berikut:
tahanan R1, R2, dan Rs secara berturut-turut
dalam tabel berikut:
No. R1 R2 Rs (Ω)
No. Vs R1 R2 Rs
Perc (Ω) (Ω)
Perc (V) (Ω) (Ω) (Ω)
oba
oba
an
an
1 20,00 20,00 12,00
1 3,6 12,0 24,00 36,0
2 20,00 20,22 12,50
0 0

3
3 20,00 16,50 11,43 tahanan lampu kedua(R2) adalah
4 20,00 15,86 10,00 (16,87±3,01)Ω dengan taraf ketelitian
5 20,00 13,33 8,00 sebesar 82,16%, dan nilai tahanan lampu
Selanjutnya, dengan menggunakan total yang dirangkai secara paralel adalah
standar deviasi diperoleh nilai tahanan (10,79±1,82)Ω dengan taraf ketelitian
lampu pertama(R1) adalah (20,00±0,00)Ω sebesar 83, 13%.
dengan taraf ketelitian sebesar 100%. Nilai

1. KESIMPULAN kedua adalah (16,87±3,01)Ω dengan taraf


Dari hasil yang diperoleh dari ketelitian 82,16%, dan hambatan total
percobaan, dapat disimpulkan bahwa nilai rangkaian parallel adalah (10,79±1,82)Ω
tahanan lampu yang digunakan yaitu: dengan taraf ketelitian 83,13%. Hambatan
 Pada rangkaian Hukum Ohm, hambatan total rangkaian paralel bila dihitung
lampu adalah (2,50±0,69)Ω dengan taraf berdasarkan R1 dan R2 adalah 9,15 Ω.
ketelitian 72,4%
 Pada rangkaian seri, hambatan lsmpu 2. REFERENSI
pertama adalah (9,67±2,11)Ω dengan taraf Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid 2
ketelitian 78,18%, hambatan lampu kedua Edisi 5. Jakarta: Erlangga
adalah (22,32±1,46)Ω dengan taraf Sears, Zemansky. 1994. Fisika untuk
ketelitian 93,46%, dan hambatan total Universitas II seri listrik. Magnet.
rangkaian seri adalah (31,99±3,42)Ω Bandung: Binacipta
dengan taraf ketelitian 89,31% Tim Fisika Dasar Unesa. 2008. Panduan
 Pada rangkaian paralel, hambatan lampu Praktikum Fisika Dasar II. Surabaya:
pertama adalah (20,00±0,00)Ω dengan Unesa Press
taraf ketelitian 100%, hambatan lampu