Anda di halaman 1dari 12

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Satuan Pendidikan : Sekolah Menegah Pertama


Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : 8/I
Topik : Fungsi Kerja GInjal
Sub Topik : Bagaimana proses filtrasi darah pada ginjal
Alokasi Waktu : 3 X 40 menit ( 1 kali tatap muka)

A. Kompetensi Inti (KI)


KI-1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI-2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI-3 Memahami pengetahuan(faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian
tampak mata
KI-4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai,merangkai, memodifikasi,dan membuat)dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lainyang sama dalam sudut pandang/teori

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitasciptaan Tuhan tentang aspek fisikdan
kimiawi,kehidupan dalam ekosistem,dan peranan manusia dalam lingkungan
sertamewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti;cermat; tekun;
hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam
aktivitas sehari-hari.
2.12.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagaiwujud
implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.
3.9 Menjelaskan struktur dan fungsi sistemeksresi pada manusia dan penerapannya dalam
menjaga kesehatan diri.
Indikator :
1. Menyebutkan struktur organ dan fungsi ekskresi pada manusia
2. Menjelaskan struktur dan fungsi ginjal dalam peranannya sebagai organ ekskresi
manusia
3. Menjelaskan peranan ginjal dalam proses filtrasi darah
4.9 Membuat peta pikiran (mapping mind)tentang struktur dan fungsi sistem eksresi pada
manusia dan penerapanya dalam menjaga kesehatan diri.
Indikator :
1. Mampu menjelaskan fungsi – fungsi ginjal manusia sebagai organ ekskresi manusia
2. Dapat menjelaskan prinsip – prinsip filtrasi darah pada ginjal
3. Menjelaskan proses filtrasi darah yang dilakukan ginjal dalam perannnya sebagai
organ penyaring darah
4. Mendemostrasikan model filtrasi darah pada ginjal dengan menggunakan media
5. Menjelaskan proses percobaan dengan menggunakan bagan yang berkaitan proses
filtrasi darah pada ginjal

C. Tujuan Pembelajaran
1. Mendeskripsikan fungsi sistem ekskresi bagi manusia
2. Mengidentifikasi organ-organ yang berperan dalam sistem ekskresi
3. Menjelaskan hubungan struktur dan fungsi pada organ ginjal
4. Menjelaskan hubungan struktur dan fungsi pada organ paru – paru
5. Menjelaskan hubungan struktur dan fungsi pada organ hati
6. Menjelaskan hubungan struktur dan fungsi pada organ kulit
7. Mengidentifikasi kelainan dan penyakit yang terjadi pada sistem ekskresi
8. Menyebutkan berbagai pola hidup untuk menjaga kesehatan sistem ekskresi

D. Materi
Fakta : ginjal melakukan proses filtasi (penyaringan) darah manusia
Konsep : bagian – bagian ginjal yang berperan dalam proses ekskresi manusia
Prosedur :
Metakognitif :
Alat ekskresi dalam sistem ekskresi manusia antara lain: hati, paru-paru, kulit, ginjal, dan
usus besar. Setiap alat ekskresi tersebut berfungsi mengeluarkan zat sisa metabolisme
yang berbeda, kecuali air yang dapat diekskresikan melalui semua alat ekskresi.
Setelah mempelajari sub bab ini, diharapkan peserta didik dapat mendeskripsikan bentuk
organ penyusun sistem eksresi pada manusia dan fungsinya.
1. Hati
Hati atau hepar merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut
sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Fungsi hati adalah :
 Menetralisir racun sehingga tidak membahayakan tubuh, kemudian racun ini
dikeluarkan melalui urine.
 Mengubah glukosa menjadi glikogen untuk mengatur kadar gula dalam darah.
 Sebagai alat ekskresi yang mengeluarkan warna empedu dan urine.
 Tempat sintesis beberapa zat. Hati menghasilkan enzim arginase yang mengubah
arginin menjadi ornifin dan urea. Ornifin yang terbentuk dapat meningkatkan
NH3 dan CO2 yang bersifat racun.
 Hati menghasilkan empedu yang berasal dari hemoglobin sel darah merah yang
telah tua. Empedu disimpan di dalam kantung empedu dan merupakan cairan
hijau serta berasa pahit. Empedu ini berfungsi untuk mencerna lemak agar mudah
diserap tubuh, membantu daya absorpsi lemak di usus, mengaktifkan enzim
lipase, dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam
air.
 Hati merombak sel-sel darah merah yang sudah tua. Hemoglobin dalam darah
tersebut dipecah menjadi zat besi, globin, dan heme. Zat besi dan globin dipakai
kembali untuk menghasilkan sel darah merah yang baru. Sedangkan, heme
dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau biru.
2. Paru – paru
Paru-paru merupakan salah satu organ ekskresi dalam tubuh. Manusia memiliki
sepasang paru-paru, yaitu paru-paru kiri dan kanan. Paru-paru tersebut memiliki
fungsi utama sebagai alat pernapasan yang berhubungan erat dengan sistem ekskresi.
Dengan bernapas, kamu mengambil O2 dari udara dan mengeluarkan CO2 dan H2O.
Sisa metabolisme di jaringan berupa karbon dioksida dan air diangkut oleh darah ke
paru-paru untuk dibuang dengan cara difusi di alveolus. Di alveolus banyak pembuluh
kapiler yang memiliki selapis sel sehingga proses tersebut dapat berjalan dengan baik.

3. Kulit
Kulit merupakan salah satu alat ekskresi yang diperlukan tubuh untuk mengeluarkan
air, garam, dan urea dari dalam tubuh berupa keringat. Bagian yang berfungsi sebagai
alat ekskresi adalah kelenjar keringat (glandula sudorifera) yang terletak di lapisan
dermis. Kulit manusia terdiri atas dua bagian, yaitu epidermis dan dermis.

a. Epidermis
Epidermis terdiri atas dua lapisan, yaitu stratum korneum (lapisan tanduk) dan lapisan
malpighi. Stratum korneum merupakan lapisan kulit mati yang dapat mengelupas dan
digantikan oleh sel-sel baru. Sedangkan, lapisan malpighi terdiri atas lapisan spinosum
dan germinativum.
Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar. Lapisan germinativum
mengandung sel-sel yang aktif membelah diri, menggantikan lapisan sel-sel pada
stratum korneum. Lapisan malpighi dapat memberi warna pada kulit karena
mengandung pigmen melanin. Jika pigmen melanin terlalu banyak, warna kulit
seseorang menjadi gelap.

b. Dermis
Pada bagian dermis terdapat pembuluh darah, akar rambut, ujung saraf, kelenjar
keringat, dan kelenjar minyak. Kelenjar keringat menjadi aktif saat suhu panas. Hal ini
menyebabkan keringat keluar ke permukaan kulit dengan cara penguapan. Penguapan
ini mengakibatkan suhu di permukaan kulit turun. Sebaliknya, pada saat suhu
lingkungan rendah (dingin), kelenjar keringat tidak aktif dan pembuluh kapiler di kulit
menyempit.
Pada kondisi seperti ini, darah tidak membuang air dan sisa metabolisme yang
menyebabkan penguapan sangat berkurang. Hal ini menyebabkan suhu tubuh tetap
dan tubuh tidak mengalami kedinginan. Keluarnya keringat dikontrol oleh
hipotalamus.

Di bawah dermis sebenarnya terdapat jaringan ikat bawah kulit yang memiliki batas
yang tidak jelas. Di lapisan ini terdapat lemak yang berfungsi sebagai cadangan
makanan. Lemak berfungsi untuk menahan panas tubuh dan melindungi tubuh bagian
dalam terhadap benturan luar.

4. Ginjal
Ginjal merupakan alat ekskresi utama pada manusia. Ginjal berfungsi untuk
mengekskresikan zat-zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogen, seperti urea,
dan ammonia. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat yang
jumlahnya berlebihan, seperti vitamin C yang terlalu banyak dalam tubuh,
mempertahankan tekanan osmosis ekstraseluler, dan mempertahankan
keseimbangan asam dan basa.
a. Struktrur Ginjal
Ginjal manusia memiliki panjang sekitar 10 cm dan bentuk seperti kacang
merah, berjumlah sepasang, dan terletak di sebelah kiri dan kanan tulang
belakang. Tipe ginjal manusia adalah metanefros yang tidak bersegmen dan
memiliki glomerulus yang banyak. Ginjal terdiri atas kulit ginjal, sumsum ginjal,
dan rongga ginjal.
1) Kulit ginjal (korteks)
Pada kulit ginjal banyak terdapat badan malpighi yang berjumlah ± 1 juta. Badan
malpighi terdiri atas glomerulus.
2) Sumsum ginjal (medula)
Sumsum ginjal berupa badan-badan yang berbentuk kerucut dan banyak
mengandung saluran yang mengumpulkan urine yang disebut tubulus kontortus.
3) Rongga ginjal (pelvis renalis)
Di rongga ini bermuara saluran pengumpul. Dari rongga tersebut, urine keluar
dari saluran ureter menuju vesika urinaria (kandung kemih). Dari kandung
kemih, urine keluar tubuh melalui saluran uretra.

b. Pembentukan urin di ginjal


Proses pembentukan urine di dalam ginjal melalui tiga tahapan sebagai berikut:
1) Filtrasi (penyaringan)
Filtrasi darah terjadi di glomerulus, yaitu kapiler darah yang bergelung-gelung di
dalam kapsul Bowman. Pada glomerulus terdapat sel-sel endotelium sehingga
memudahkan proses penyaringan. Selain itu, di glomerulus juga terjadi
pengikatan sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar protein plasma agar
tidak ikut dikeluarkan.
Hasil proses infiltrasi ini berupa urine primer (filtrate glomerulus) yang
komposisinya mirip dengan darah, tetapi tidak mengandung protein. Di dalam
urine primer dapat ditemukan asam amino, glukosa, natrium, kalium, ion-ion,
dan garam-garam lainnya.

2) Reabsorpsi (penyerapan kembali)


Proses reabsorpsi terjadi di dalam pembuluh (tubulus) proksimal. Proses ini
terjadi setelah urine primer hasil proses infiltrasi mengalir dalam pembuluh
(tubulus) proksimal.
Bahan-bahan yang diserap dalam proses reabsorpsi ini adalah bahan-bahan yang
masih berguna, antara lain glukosa, asam amino, dan sejumlah besar ion-ion
anorganik. Selain itu, air yang terdapat dalam urine primer juga mengalami
reabsorpsi melalui proses osmosis, sedangkan reabsorpsi bahan-bahan lainnya
berlangsung secara transpor aktif.
Proses penyerapan air juga terjadi di dalam tubulus distal. Kemudian, bahan-
bahan yang telah diserap kembali oleh tubulus proksimal dikembalikan ke dalam
darah melalui pembuluh kapiler yang ada di sekeliling tubulus. Proses reabsorpsi
ini juga terjadi di lengkung Henle, khususnya ion natrium.
Hasil proses reabsorpsi adalah urine sekunder yang memiliki komposisi zat-zat
penyusun yang sangat berbeda dengan urine primer. Dalam urine sekunder
tidak ditemukan zat-zat yang masih dibutuhkan tubuh dan kadar urine
meningkat dibandingkan di dalam urine primer.

3) Augmentasi (Penambahan)
Urine sekunder selanjutnya masuk ke tubulus kontortus distal dan saluran
pengumpul. Di dalam saluran ini terjadi proses penambahan zat-zat sisa yang
tidak bermanfaat bagi tubuh. Kemudian, urine yang sesungguhnya masuk ke
kandung kemih (vesika urinaria) melalui ureter. Selanjutnya, urine tersebut akan
dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.
Urine mengandung urea, asam urine, amonia, dan sisa-sisa pembongkaran
protein. Selain itu, mengandung zat-zat yang berlebihan dalam darah, seperti
vitamin C, obat-obatan, dan hormon serta garam-garam.

E. Pendekatan / Metode / Model Pembelajaran


1. Pendekatan : Saintifik
1.2. Metode : Diskusi dan Eksperimen
2.3. Model : Discovery Learning

E.F. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran


1. Media
Charta , Komputer, LCD
2. Alat dan Bahan
Air, tepung terigu, pengaduk, gelas kimia, corong, dan kertas saring
3. Sumber Belajar
a) Buku IPA SMP kelas VII, Puskurbuk 2013
a)b) LKS metode filtrasi
b)c) Artikel metode pemisahan campuran

F.G.Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama ( 3 JP)
Kegiatan Langkah-langkah Deskripsi Kegiatan Alokasi
Model Discovery Waktu
Pendahuluan Menciptakan - Menyiapkan peserta didik untuk belajar 20 menit
Situasi (Stimulasi) - Guru melakukan pemusatan perhatian :
 Guru memperlihatkan gambar orang yang melakukan
cuci darah di rumah sakit
 Guru memancing peserta didik agar mengajukan
pertanyaanyang berkaitan dengan gambar.
- Guru mendemonstrasikan model proses filtrasi darah
- Guru melakukan apersepsi sesuai dengan demonstrasi
yang dilakukan
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan
materi
Kegiatan Inti Pembahasan Menyampaikan informasi tentang kegiatan yang akan 80 menit
Tugas dan dilakukan yaitu pemodelan filtrasi darah pada ginjal
Identifikasi - Membagi peserta didik menjadi 10 kelompok
Masalah - Diskusi kelompok untuk mengkaji LKS bagaimana cara
filtrasi darah pada ginjal
- Melakukan pemodelan proses filtrasi darah pada ginjal
Observasi
- Peserta didik mengamati percobaan dan mencatat data
pengamatan pada kolom yang tersedia pada LKS
Pengumpulan
“Pemodelan proses filtrasi darah pada ginjal dengan cara
data
Filtrasi, Reabsorbsi, dan Augmentasi“
Pengolahan data - Mengolah dan menganalisis data pemodelan proses
dan analisis filtrasi darah kotor menjadi darah bersih dengan cara
menjawab pertanyaan-pertanyaan pada LKS
Verifikasi - Presentasi hasil percobaan
- Diskusi prinsip-prinsip filtrasi darah kotor mnejdai darah
bersih berdasarkan data hasil percobaan dan
mencocokan dengan konsep pada buku sumber
Generalisasi - Membuat kesimpulan tentang prinsip-prinsip dan metode
filtrasi darah
- Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok

Penutup - Peserta didik dan guru mereview hasil kegiatan 20 menit


pembelajaran
- Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau
bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok
yang berkinerja baik
- Peserta didik menjawab kuis tentang prinsip pembersihan
darah kotor menjadi darah bersih dengan metode filtrasi.
- Pemberian tugas untuk mempelajari pengaruh filtrasi
darah pada ginjal terhadap keberlangusngan hidup
manusia

1. Metode dan Bentuk Instrumen


Metode Bentuk Instrumen
 Sikap  Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
 Tes Unjuk Kerja  Tes penilaian kinerja metode filtrasi

 Tes Tertulis  Tes Uraian dan Pilihan Ganda

2. Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap
Lembar Penilaian Sikap pada Kegiatan Proyek
Nama Hati- Jumlah
No Disiplin Teliti Kreatif Inovatif
Peserta didik hati Skor
1. .....................
2.
Lembar Penilaian Sikap/Perilaku pada saat Diskusi
Nama
Kerja Jumlah
No Peserta Santun Toleran Proaktif Bijaksana
sama Skor
didik
1. ................
2. ………………

Cara pengisian lembar penilaian sikap adalah dengan memberikan skor pada kolom-kolom sesuai hasil
pengamatan terhadap peserta didik selama kegiatan yaitu:.
Skor 1, jika tidak pernah berperilaku dalam kegiatan
Skor 2, jika kadang-kadang berperilaku dalam kegiatan
Skor 3, jika sering berperilaku dalam kegiatan
Skor 4, jika selalu berperilaku dalam kegiatan
Penilaian sikap untuk setiap peserta didik dapat menggunakan rumus dan predikat berikut

PREDIKAT NILAI
𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐒𝐤𝐨𝐫 Sangat Baik ( SB) 80 ≤ AB ≤ 100
𝑵𝒊𝒍𝒂𝒊 = 𝐱𝟏𝟎𝟎
𝟐𝟒 Baik (B) 70 ≤ B ≤ 79
Cukup (C) 60 ≤ C ≤ 69
Kurang (K) <60

b. Lembar Pengamatan Keterampilan Proyek


Penilaian keterampilan Pemodelan Filtrasi Darah Pada Ginjal
Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Akhir Jumlah
No Nama Skor
Percobaan Percobaan Percobaan
1. ………………………
2.

Rubrik
Keterampilan
No Skor Rubrik
yang dinilai
1 Persiapan 30 - Alat-alat tertata rapih sesuai dengan urutan percobaan
Percobaan - Bahan-bahan tersedia di gelas kimia dengan ukuran yang
(Menyiapkan sama
alat Bahan) - Alat praktikum dalam keadaan siap pakai
- Tersedia air untuk membilas alat dan tisu
20 Ada 3 aspek yang tersedia
10 Ada 2 aspek tang tersedia
2 Pelaksanaan 30 - Mencuci alat-alat sebelum praktikum
Percobaan - Merakit alat dengan benar
- Melakukan pemodelan proses filtrasi sesuai dengan prosedur
- Mencatat data sesuai dengan fakta yang diamati
20 Ada 3 aspek yang tersedia
10 Ada 2 aspek tang tersedia
3 Kegiatan akhir 30 - Membuang larutan atau sampah ketempatnya
Percobaan - Membersihkan alat dengan baik
- Membersihkan meja praktikum
- Mengembalikan alat ke tempat semula
20 Ada 3 aspek yang tersedia
10 Ada 2 aspek tang tersedia

Penilaian Diri

No Pernyataan Sudah memahami Belum memahami


1. Memahami prinsip-prinsip filtrasi darah kotor
menjadi darah bersih
2. Memahami mekanisme kerja filtrasi darah pada
ginjal
3. ………

a.c. Instrumen soal pengetahuan


Soal Uraian
1. Gambarkan struktur ginjal dan berikan keterangan?
2. Sebutkan struktur dan fungsi ginjal?
3. Bagaimanakah mekanisme proses filtrasi darah pada ginjal?
4. Buatlah bagan tentang proses filtrasi darah pada ginjal?
5. Apakah peranan kapsula bowman dalam proses filtrasi darah?
6. Pada saat pemodelan bagaimana perbandingan larutan yang sebelum difiltrasi dengan
yang setelah difiltrasi?

No Uraian Skor
1 Jika semua jawaban terjawab dengan benar 15
2 Jika jawaban runtut dan detail 25
3 Jika jawaban benar dan lengkap 25
4 Jika gambar benar dan baik, penjelasan proses benar 15
5 Jika terjawab semua dan benar 10
6 Jika perbandingan yang dilakukan benar 10
Total 100

Soal Pilihan Ganda


1. Bagian ginjal yang berfungsi menyaring darah terdapat pada...
a. Glomerulus c. Lengkung Henle
b. Kapsula bowman d. Tubulus kontraktil
2. Fungsi sistem ekskresi pada manusia adalah...
a. Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi
b. Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yang masih dibutuhkan oleh tubuh
c. Mengeluarkan zat sisa yang masih dipergunakan lagi
d. Mengeluarkan feses dari hasil pencernaan
3. Saluran urine yang keluar dari ginjal disebut...
a. Medula c. Uretra
b. Ureter d. Pelvis
4. Zat berikut yang mudah masuk ke urin dan diserap kembali oleh darah adalah...
a. Albumin c. Fibrinogen
b. Protein d. Glukosa
5. Zat berikut kadarnya lebih tinggi di urin dibanding di plasma darah, kecuali...
a. Urea c. Bilirubin
b. Kreatinin d. Glukosa
Kunci Jawaban Pilihan Ganda
1 2 3 4 5
A A B D D

Rubrik Penilaian Pilihan Ganda Formatted: Space After: 0 pt, Line spacing: single
No Kunci Skor Formatted: Font: Calibri, Bold
1 A 20
2 A 20
3 B 20
4 D 20
5 D 20
Total 100

Kriteria dan Rubrik Penilaian Pemodelan Filtrasi Darah Dalam Ginjal Formatted: Font color: Auto

a. Kriteria Penilaian Pemodelan Membuat Penjernihan Air Formatted: Indent: Left: 0", Space After: 0 pt, Line
spacing: single, Numbered + Level: 2 + Numbering Style: a,
Format Penilaian b, c, … + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligned at: 1" +
Topik : Indent at: 1.25", Tab stops: Not at 1"
Nama Proyek :
Waktu Pelaksanaan :
Nama Peserta didik :
Kelas :
No. Aspek Skor
1 Perencanaan: 30
b. Persiapan alat dan bahan
c. Rancangan :
- Gambar Rancangan
- Alur kerja dan deskripsi
- Cara penggunaan alat
2 Produk : 50
- Bentuk Fisik
- Inovasi
3 Laporan 20
- Kebermanfaatan Laporan
- Sistematika Laporan
- Penulisan Kesimpulan
TOTAL SKOR 100
b. Rubrik Penilaian Pemodelan Membuat Penjernihan Air

No. Aspek Rubrik Formatted Table


1 Perencanaan: 10. Jika alat dan bahan lengkap dan sesuai dengan Formatted: Indent: Left: 0", Hanging: 0.3", Tab stops:
Persiapan alat dan bahan gambar rancangan yang dipersiapkan 0.3", Left + Not at 1.25" + 1.38"

6. Jika alat dan bahan lengkap tetapi kurang sesuai


dengan gambar rancangan yang dipersiapkan
2. Jika alat dan bahan kurang lengkap
Rancangan : 20. Jika rancangan terdapat gambar rancangan, alur
 Gambar Rancangan kerja dan cara penggunaan alat yang sesuai Formatted: Indent: Left: 0", Hanging: 0.16", Bulleted +
 Alur kerja dan deskripsi 10. Jika rancangan terdapat gambar rancangan, alur Level: 1 + Aligned at: 0.25" + Indent at: 0.5", Tab stops:
0.16", Left + Not at 0.26"
 Cara penggunaan alat kerja dan cara penggunaan alat tetapi kurang
Formatted: Font: 10 pt
sesuai
5. Jika rancangan terdapat gambar rancangan, alur
kerja dan cara penggunaan alat tetapi tidak
lengkap
2 Bentuk Fisik Produk 30. Jika alat sesuai rancangan, bisa digunakan dan Formatted: Indent: Left: 0", Hanging: 0.3", Tab stops:
bentuk fisik kuat dan kokoh 0.3", Left

20. Jika alatsesuai rancangan ,dan bisa digunakan


10. Jika alat kurang sesuai rancangan tetapi bisa
digunakan
Inovasi Produk: 20 . Alat dibuat dari bahan yang ada lingkungan rumah, Formatted: Indent: Left: 0", Hanging: 0.3", Space Before:
dan menarik 0 pt, Line spacing: Multiple 1.15 li, Tab stops: 0.3", Left

10. Alat dibuat dari bahan yang ada lingkungan rumah,


dan disain kurang menarik
3 Laporan 20. Sistematika laporan sesuai dengan kriteria, isi
 Kebermanfaatan Laporan laporan bermanfaat dan kesimpulan sesuai Formatted: Font: 10 pt
 Sistematika Laporan 10. Sistematika laporan sesuai dengan kriteria, isi Formatted: Indent: Left: 0", Hanging: 0.16", Bulleted +
 Kesimpulan laporan kurang bermanfaat, kesimpulan kurang Level: 1 + Aligned at: 0.5" + Indent at: 0.75", Tab stops:
0.16", Left + Not at 0.5"
sesuai
5. Hanya satu aspek yang terpenuhi
R- 3.2

RUBRIK PENILAIAN PERANCANGAN PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN FISIKA

Rubrik penilaianinidigunakanfasilitator untuk menilai hasil rancanganpesertapelatihan yang


meliputirancanganinstrumenpenilaiansikap,
pengetahuandanketerampilan.Padapenilaiansikappesertaditugaskandalamkelompoknyamembuatins
trumenobservasi, penilaiandiri,
penilaianantartemandanjurnal.Padapenilaianpengetahuanpesertaditugaskanmembuatintrumentest
ertulis (PilihanGandadanUraian), teslisan, tugas,
sedangkanpadapenilaianketerampilanpesertaditugaskanmembuatinstrumentespraktik,
tesproyekdantugasportofolio

Langkah-langkah penilaian
1. Cermati kriteria penilaian produkpeserta
2. Berikan nilai pada setiap produkintrumen sesuai dengan penilaian Anda terhadap
produktersebutmenggunakan criteria penilaian nilai sebagai berikut

PENILAIAN SIKAP

PERINGKAT NILAI KRITERIA

AmatBaik 90 < AB 1. Terdapatidentitasinstrumen : KD, topik, sub topikdenganlengkap


(AB) ≤ 100
2. Terdapatindikator yang dirumuskandenganbenar
3. Terdapatempatbentukinstrumenpenilaiansikap
4. Seluruhinstrumenpenilaiandibuatsesuaikriteriapengembanganny
a

Baik (B) 80 < B ≤


Ada 3 aspeksesuaidengankriteria, 1 aspekkurangsesuai
90

Cukup (C) 70 < C ≤


Ada 2 aspeksesuaidengankriteria, 2 aspekkurangsesuai
80

Kurang (K) ≤ 70 Ada 1 aspeksesuaidengankriteria, 3 aspekkurangsesuai


PENILAIAN PENGETAHUAN

PERINGKAT NILAI KRITERIA

AmatBaik 90 < AB 1. Terdapatidentitasinstrumen : KD, topik, sub topikdenganlengkap


≤ 100
( AB) 2. Terdapatindikator yang dirumuskandenganbenar
3. Terdapatempatbentukinstrumenpenilaiansikap
4. Seluruhinstrumenpenilaiandibuatsesuaikriteriapengembanganny
a

Baik (B) 80 < B ≤


Ada 3 aspeksesuaidengankriteria, 1 aspekkurangsesuai
90

Cukup (C) 70 < C ≤


Ada 2 aspeksesuaidengankriteria, 2 aspekkurangsesuai
80

Kurang (K) ≤ 70 Ada 1 aspeksesuaidengankriteria, 3 aspekkurangsesuai

PENILAIAN KETERAMPILAN

PERINGKAT NILAI KRITERIA

AmatBaik 90 < AB 1. Terdapatidentitasinstrumen : KD, topik, sub topikdenganlengkap


(AB) ≤ 100
2. Terdapatindikator yang dirumuskandenganbenar
3. Terdapatempatbentukinstrumenpenilaiansikap
4. Seluruhinstrumenpenilaiandibuatsesuaikriteriapengembanganny
a

Baik (B) 80 < B ≤


Ada 3 aspeksesuaidengankriteria, 1 aspekkurangsesuai
90

Cukup (C) 70 < C ≤


Ada 2 aspeksesuaidengankriteria, 2 aspekkurangsesuai
80

Kurang (K) ≤ 70 Ada 1 aspeksesuaidengankriteria, 3 aspekkurangsesuai