Anda di halaman 1dari 66

Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah : SMA Swasta Katolik Budi Murni 3 Medan

Mata Pelajaran : FISIKA

Kelas/Semester : XII/I

Standar Kompetensi : Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam


menyelesaikan masalah

Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum

Alokasi Waktu : 8 x 45 menit

A. Indikator
 Memformulasikan masalah perambatan gelombang melalui suatu medium
 Memformulasikan karakteristik gelombang transversal dan longitudinal
 Memformulasikan gejala superposisi gelombang
 Memformulasikan gejala pemantulan gelombang
 Memformulasikan gejala dispersi gelombang
 Memformulasikan gejala pemantulan gelombang
 Memformulasikan gejala pembiasan gelombang
 Memformulasikan gejala difraksi gelombang
 Memformulasikan gejala interferensi gelombang
 Memformulasikan gejala polarisasi gelombang
 Mengaplikasikan superposisi, pemantulan, dan interferensi gelombang dalam kehidupan
sehari-hari.
 Mengaplikasikan gejala dispersi gelombang
 Menjelaskan proses-proses yang dapat menyebabkan polarisasi gelombang

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini siswa dapat :

 Menjelaskan tentang gelombang


 Menyebutkan dan menjelaskan gelombang berjalan dan gelombang stasioner
 Menyebutkan dan menjelaskan gejala-gejala gelombang
C. Materi Pembelajaran
 Pemahaman tentang gelombang

Meliputi persamaan dasar gelombang, istilah-istilah pada gelombang transfersal, dan istilah-
istilah pada gelombang longitudinal

 Gelombang berjalan dan gelombang stasioner

Gelombang berjalan

1
Yang meliputi formulasi gelombang berjalan, kecepatan dan percepatan partikel, sudut fase,
fase, dan beda fase gelombang berjalan

 Gelombang stasioner

Formulasi gelombang stasioner pada ujung tetap dan formulasi pada gelombang stasioner
pada ujung bebas.

 Gejala-gejala gelombang

Yang meliputi dispersi gelombang, pemantulan gelombang, pembiasan gelombang, difraksi


gelombang, interferensi gelombang dan polarisasi gelombang

D. Metode Pembelajaran
1. Diskusi
2. Pengamatan
3. Tanya jawab
4. Penugasan

E. Langkah-Langkah Kegiatan

Pertemuan 1

 Kegiatan Pendahuluan
Guru mengajak siswa berdiskusi tentang riak-riak dari gelombang air yang mengalami
pembelokan ketika mengenai bidang batas di antara daerah dalam dan daerah dangkal.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta untuk menyebutkan macam-macam gelombang, misalnya dengan
membuat skema sederhana tentang macam-macam gelombang.
 Siswa diminta untuk menjelaskan skema yang telah dibuat.
 Siswa diminta untuk menentukan persamaan dasar gelombang, misalnya perambatan
gelombang pada tali.
 Disediakan gambar gelombang tranversal, siswa diminta untuk menyebutkan istilah-
istilah pada gelombang tranversal.
 Disedikan gambar gelombang longitudinal, siswa diminta untuk menyebutkan
istilah-istilah pada gelombang longitudinal.

Elaborasi
 Siswa dibantu guru berdiskusi tentang macam-macam gelombang
 Siswa dibantu guru menentukan persamaan dasar gelombang
 Siswa dibantu guru berdiskusi tentang istilah-istilah pada gelombang longitudinal
dan tranversal.

Konfirmasi

2
Guru memberikan kasus yang berkaiatan dengan gelombanng, siswa diminta untuk
mendiskusikan dan menyelesaikan.
 Guru memberikan masukan berkaitan dengan materi yang dibahas.
 Guru memluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
 Kegiatan Penutup
Guru memberikan siswa tugas berkiatan dengan pertanyaan diskusi halaman 6.

Pert emuan 2

 Kegiatan Pendahuluan
Guru mengajak siswa berdiskusi tentang pertanyaan yang ada di Ayo Cek Kemampuan
Prasyarat halaman 7.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta untuk menjelaskan gelombang berjalan, misalnya menyebutkan kasus
dan penyelesaiannya.
 Siswa diminta untuk membuat formulasi gelombang berjalan dan fase gelombang,
serta menjelaskannya.
 Siswa diminta untuk menentukan kecepatan, dan percepatan dari formulasi
gelombang berjalan.
 Siswa diminta untuk menentukan sudut fase, fase, dan beda fase gelombang
berjalan.
 Siswa diminta untuk menjelaskan definisi gelombang stasioner dan prinsip
superposisi gelombang.
 Siswa diminta untuk menentukan formulasi gelombang stasioner ujung tetap dan
ujung bebas.
Elaborasi
 Siswa diminta untuk berdiskusi tentang superposisi gelombang
 Siswa diminta untuk berdiskusi tentang formulasi gelombang stasioner ujung tetap
dan bebas.
 Siswa diminta untuk menentukan formulasi letak perut dan simpul untuk gelombang
stasioner ujung tetap dan bebas.
Konfirmasi
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
 Guru memberikan beberapa kasus berkaitan dengan materi yang tengah dibahas,
siswa diminta untuk menyelesaikan kasus tersebut.
 Guru memberikan masukan berkaitan dengan materi yang tengah dibahas.

 Kegiatan Penutup
Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok terdiri atas 3-4 siswa.
Siswa diminta menyiapkan alat dan bahan yang berkaitan dengan kegiatan 1.1 ( jumlah
kelompok disesuaikan denngan alat yang ada).

3
Pertemuan 3
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diminta untuk menyiapkan alat dan bahan yang berkaitan dengan kegiatan 1.1.
 Kegiatan pendahuluan
Eksplorasi
 Siswa diminta untuk mengerjakan pre tes tentang kegiatan 1.1.
 Siswa diminta untuk mengamati bentuk gelombang stasioner menggunakan peralatan
percobaan Melde.
 Siswa diminta menganalisa dan menyimpulkan hasil pengamatan.
Elaborasi
 Siswa diminta untuk mendiskusikan hasilpengamatan.
 Guru mengamati dan membimbing agar jalannya kegiatan benar.

Konfirmasi

 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.


 Guru memberikan masukkan berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan.
 Guru memberikan kasus berkaitan dengan materi yang dibahas, siswa diminta
menyelesaikan kasus tersebut.
 Kegiatan Penutup

Guru memberikan kesimpulan berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan.

Pertemuan 4

 Kegiatan Pendahuluan

Guru mengajak siswa untuk berdiskusi tentang gejala-gejala gelombang.

 Kegiatan Inti

Eksplorasi

 Siswa diminta untuk memformulasikan gejala dispersi gelombang, pemantulan


gelombang, pembiasan gelombang, difraksi gelombang, interferensi gelombang, dan
polarisasi gelombang.
 Siswa diminta untuk mengaplikasikan superposisi, pemantulan, dan
interferensigelombang dalam kehidupan sehari-hari.
 Siswa diminta untuk mengaplikasikan gejala dispersi gelombang.
 Siswa diminta menjelaskan proses-proses yang dapat menyebabkan polarisasi
gelombang.

Elaborasi

 Siswa berdiskkusi berkaitan dengan gejala-gejala gelombang.


 Siswa diminta untuk mengerjakan dan berdiskusi tentang pertanyaan diskusi
halaman 31.

4
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang dibahas menjadi
lebih baik, misalnya dengan memberikan contoh kasus gejala gelombang dan siswa
diajak untuk berdiskusi tentang penyelesaian kasus tersebut.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.

Konfirmasi

Guru memberikan siswa tanya jawab berkaitan dengan gejala gelombang.

 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan uji kompetensi bab 1.

F. Alat dan Bahan


 Buku Fisika untuk SMA kelas XII Marthen Kanginan
 Peralatan Percobaan Melde
 Komputer
 LCD
 CD berkaitan dengan gelombang

G. Penilaian

Indikator Jenis Bentuk Tugas Contoh Instrumen


Tugas
 Memformulasikan masalah Tugas Laporan, 1. Sebutkan peristiwa dalam
perambatan gelombang melalui individu hasil diskusi, keseharian yang dapat
suatu medium dan dan tugas membuktikan bahwa
 Memformulasikan karakteristik kelompok individu ( uji gelombang memindahkan
gelombang transversal dan kompetensi energi.
longitudinal bab 1) 2. Menyelidiki bentuk gelombang
 Memformulasikan gejala stasioner menggunakan
superposisi gelombang peralatan percobaan Melde.
 Memformulasikan gejala 3. Suatu gelombang dengan
pemantulan gelombang frekuensi f dan panjang
 Memformulasikan gejala gelombang λ lewat dari
dispersi gelombang medium pertama dengan
 Memformulasikan gejala kecepatan v ke medium kedua
pemantulan gelombang dengan kecepatan 2v. Berapa
frekuensi dan panjang
 Memformulasikan gejala
gelombang pada gelombang
pembiasan gelombang
dalam medium kedua?
 Memformulasikan gejala
4. Dua gabus terpung di atas
difraksi gelombang
permukaan air terpisah pada
 Memformulasikan gejala jarak 42 m. Pada saat
interferensi gelombang
gelombang permukaan air
 Memformulasikan gejala datang amplitudo 0,6 m dan
polarisasi gelombang frekuensi 5Hz, gabus P ada di
 Mengaplikasikan superposisi, puncak bukit gelombang
pemantulan, dan interferensi sedangkan gabus Q berada di

5
gelombang dalam kehidupan dasar lembah gelombang.
sehari-hari. Keduanya terpisah pada oleh 3
 Mengaplikasikan gejala dispersi bukit gelombang. Jika
gelombang gelombang datang dari gabus P
 Menjelaskan proses-proses yang dan waktu untuk gabus P
dapat menyebabkan polarisasi adalah t, tentukan persamaan
gelombang getaran:
a. untuk gabus P
b. untuk gabus Q

Mengetahui, Medan, Juli 2018

Kepala Sekolah SMA Sw. Katolik Budi Murni 3 Medan Guru Fisika

Rudyi Pardosi S.Pd Andil Hotasi Siregar, S.Pd

6
Rancangan Perencanaan Pembelajaran

Nama Sekolah : SMA Swasta Katolik Budi Murni 3 Medan

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : XII/I

Standar Kompetensi : 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam


menyelesaikan masalah

Kompetensi dasar : 1.2. Mendeskripsikan gejala dan ciri –ciri gelombang bunyi dan cahaya

Alokasi waktu : 12 x 45 menit

A. Indikator
 Memformulasikan sifat-sifat dasar gelombang bunyi
 Merancang percobaab untuk mengukur cepat rambat bunyi
 Merancang percobaan untuk menentukan hukum pemantulan bunyi
 Mengamati gejala pembiasan gelombang bunyi pada kehidupan sehari-hari
 Mengamati gejala difraksi gelombang bunyi pada kehidupan sehari-hari
 Memformulasikan gejala interferensi gelombang bunyi
 Memformulasikan gejala gelombang bunyi
 Memformulasikan gejala efek Doppler pada gelombang bunyi
 Memformulasikan gejala pelayangan bunyi
 Memformulasikan tinggi nada bunyi pada beberapa alat penghasil bunyi
 Memformulasikan intensitas dan taraf intensitas bunyi
 Mengaplikasikan gelombang bunyi berdasarkan frekuensinya
 Membuat ulasan penerapan efek Doppler untuk gelombang bunyi, misalnya pada
SONAR
 Membuat ulasan penerapan gelombang bunyi pada pengujian tak merusak (NDT-
Nondestructive Testing) Memformulasikan efek doopler pada gelombang
elektromagnetik
 Menjelaskan peristiwa fisika yang dapat menyebabkan peristiwa polarisasi cahaya
 Memformulasikan gejala difraksi cahaya pada celah tunggal
 Memformulasikan daya urai alat optik
 Memformulasikan gejala interferensi cahaya pada celah ganda
 Memformulasikan gejala interferensi cahaya pada lapisan tipis
 Mengukur panjang gelombang cahaya dengan menggunakan difraksi cahaya oleh kisi
difraksi
B. Tujuan Pembelajaran

Kemampuan dasar yang dimiliki setelah mempelajari bab ini adalah:

7
 Dapat mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi
 Dapat menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dalam teknologi
C. Materi Pembelajaran
Bunyi
 Ciri-ciri gelombang bunyi
Yang meliputi sifat-sifat dasar bunyi, mengukur cepat rambat bunyi, mendengar dan melihat
gelombang bunyi
 Gejala-gejala gelombang bunyi
Yang meliputi pemantulan gelombang bunyi, pembiasan gelombang bunyi, difraksi
gelombang bunyi, interferensi gelombang bunyi, efek Doppler, dan pelayangan gelombang.
 Gelombang stasioner pada alat penghasil bunyi
Yang meliputi gelombang stasioner tranversal pada senar, dan gelombang trnversal pada pipa
organa.
 Taraf intensitas dan aplikasi bunyi
Yang meliputi intensitas gelombang dan taraf intensitas bunyi
Cahaya
Pada materi cahaya akan dipelajari sampai ke pembahasan kuantitatif tentang cahaya difraksi,
interferensi, dan polarisasi cahaya. Ilmu fisika yang mempelajari tentang difraksi,
interferensi, dan polarisasi cahaya adalah optika fisis. Selain itu akn dipelajari efek doopler
pada gelombang elektromagnetik yaitu bertambah besarnya frekuensi gelombang
elektromagnetikyang diterima pengamat ketika sumber gelombang dan pengamat bergerak
relatif saling mendekati, dan bertambah kecilnya frekuensi gelombang elektromagnetik yang
diterima pengamat ketika sumber gelombang dan pengamat bergerak relatif saling menjauhi.

D. Metode Pembelajaran
Diskusi
Pengamatan
Penugasan
Tanya jawab
Eksperimen

E. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diajak berdiskusi tentang instrumen-instrumen musik seperti gitar, frekuensi dari
not yang dimainkan oleh seutas senar dapat diubah dalam dua cara dengan memutar
setelan yang terdapat pada leher gitar atau dengan menekan senar agar menyentuh leher
gitar pada posisi tertentu.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta untuk menuliska persamaan dasar gelombang.

8
 Siswa diminta untuk menggambarkan sketsa dari sebuah gelombang longitudinal
pada slinki. Setelah selesai siswa diminta untuk menunjukkan panjang gelombang
pada sketsa yang telah dibuat.
 Siswa diminta untuk menyebutkan sifat-sifat dasar bunyi yang meliputi penyebab
timbulnya bunyi, gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal, dapatakah
bunyi merambat melalui ruang vakum.
 Siswa diminta untuk mengukur cepat rambat gelombang yang meliputi di udara,
dalam zat padat, dan dalam gas.
 Siswa diminta untuk menjelaskan gelombang bunyi dapat didengar dan dilihat,
telinga sebagai penerima gelombang bunyi, klasifikasi gelombnag bunyi, melihat
bunyi, serta tinggi nada dan kuat nada.

Elaborasi

 Siswa diminta untuk mendiskusikan kasus yang berkaitan dengan persamaan dasar
gelombang.
 Siswa diminta berdiskusi untuk membuat formulasi tentang pengukuran cepat
rambat gelombang bunyi di udara, dalam zat padat, dan dalam udara.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang sedang dibahas
menjadi lebih baik. Misalnya dengan memberikan contoh nyata tentang gelombang
bunyi. Kemudian menunjukkan sifat-sifat gelombang bunyi, mengukur cepat
rambat gelombang bunyi, dan memperlihatkan bagaimana bunyi dapat dilihat.
 Guru meluruskan kesalahan konsep yang terjadi.
Konfirmasi
Guru memberikan contoh kasus berkaitan dengan ciri-ciri gelombang dan siswa diminta
untuk menyelesaikannya.
 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerkan pertanyaan diskusi buku Fisika SMA Jilid 3 Marthen
Kanginan halaman 44.

Pertemuan 2

 Kegiatan Pendahuluan
Guru mereview materi yang telah diajari pada bab 1 yaitu tentang gejala umum
gelombang yaitu dispersi, pementulan, difraksi, interferensi, dan polarisasi. Karena
gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal maka tidak terjadi polarisasi.
 Kegiatan inti
Eksplorasi
 Siswa diminta untuk menjelaskan pemantulan gelombang bunyi, seperti mengapa
pada gedung konser dipasang peredam suara.
 Siswa diminta untuk menjelaskan pembiasan gelombang bunyi, seperti mengapa
pada malam hari bunyi petir terdengar lebih keras dibandingkan dengan siang hari.
 Siswa diminta untuk menjelaskan difraksi gelombang bunyi.

9
 Siswa diminta untuk menjelaskan tentang interferensi gelombang bunyi, seperti
formulasi interferensi gelombang bunyi.
 Siswa diminta untuk menjelaskan efek Doppler, dan faktor yang
mempengaruhinya.
 Siswa diminta untuk menjelaskan pelayangan gelombang dan aplikasi pelayangan
gelombang.
Elaborasi
 Siswa diminta untuk mendiskusikan kasus tentang menentukan cepat rambat bunyi
dari pemantulan, interferensi bunyi, efek Doppler, dan layangan bunyi.
 Guru memfasilitasi agar pemehaman siswa tentang materi yang tengah dibahas
menjadi lebih baik, misalnya dengan memberikan contoh nyata tentang gejala
gelombang dan memberikan langkah yang tepat dalam menyelesaikan masalah
tersebut.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
 Guru memberikan kesempatan siswa untul menanyakan tentang hal-hal yang belum
diketahui.

Konfirmasi

Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang disampaikan. Misalnya,
memberikan contoh soal tentang pemantulan, difraksi, efek Doppler, dan pelayangan
gelombang bunyi.

 Kegiatan Penutup
 Siswa diberi tugas kegiatan 2.1.
 Siswa diminta mengerjakan menjawab pertanyaan diskusi Buku Fisika SMA Jilid 3
Marthen Kanginan halaman 55.

Pertemuan 3

 Kegiatan Pendahuluan

Siswa diajak berdiskusi tentang alat penghasil bunyi, misalnya pada senar gitar dan
mengaitkannya dengan kasus gelombang yang kedua ujungnya terikat atau tetap dan
pipa organa.

 Kegiatan inti

Eksplorasi

 Diperlihatkan gelombang yang dihasilkan oleh peralatan percobaan melde yang


seperti yang ada di gambar 1.11 halaman 14, siswa diminta menjelaskan
superposisi antara gelombang datang dan gelombang pantul. Selain itu siswa
diminta menentukan dimana terjadi perut dan simpul. Kegiatan ini ditujukan untuk
memahami gelombang stasioner transversal pada senar.

10
 Dari percobaan melde siswa diminta menentukan cepat rambat gelombang, siswa
diminta menentukan cepat rambat yang berhubungan dengan panjang tali, gaya
tegangan dawai,massa, dan luas penampang.
 Siswa diminta untuk menentukan formulasi frekuensi atau resonansi pada senar
yang berhubungan panjang senar, gaya tegangan senar, massa jenis bahan senar,
dan luas penampang senar.
 Siswa diminta menjelaskan gelombang transversal pada pipa organa yang meliputi
formulasi frekuensi alami pipa organa terbuka, tentang bagaimana menentukan
nada dasar, nada atas 1 dan seterusnya, siswa diminta memahami hubungan antara
panjang gelombang dengan panjang pipa organa terbuka untuk harmonik ke 1, ke
2, ke 3, dan seterusnya. Setelah itu siswa diminta untuk menentukan formulasi
frekuensi alami pipa organa tertutup, memahami hubungan antara panjang
gelombang dengan panjang pipa organa tertutup, dan bagaimana periodiknya atau
deretnta untuk menentukan harmonik ke 1, ke 2, dan seterusnya.

Elaborasi

 Guru mengajak siswa untuk berdiskusi tentang gelombang stasioner transversal


pada senar yang meliputi cepat rambat gelombang transversal dalam dawai, pipa
organa terbuka, dan pipa organa tertutup.
 Guru mengajak siswa berdiskusi contoh 2.6 cepat rambat gelombang transversal
dalam dawai, contoh 2.7 harmonik-harmonik dari senar yang terentang tegang.
 Guru meminta siswa untuk berdiskusi pertanyaan diskusi yang ada di halaman 63,
hasil diskusi kemudian dipresentasikan di depan kelas dan teman yang lain
menanggapi dengan pertanyaan.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang disampaikan
menjadi lebih baik, misalnya dengan memberikan contoh soal lain atau kasus yang
lebih real agar siswa lebih memiliki gambaran.
 Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.

Konfirmasi

Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang disampaikan, misalnya
soal uji kompetensi bab 2 tentang gelombang stasioner pada alat penghasil bunyi.

 Kegiatan Penutup

Siswa diminta membuat ringkasan materi tentang gelombang stasioner pada alat
penghasil bunyi.

Pertemuan 4

 Kegiatan Pendahuluan

11
Siswa diminta menjelaskan hubungan antara gelombang dengan energi. Siswa diminta
menjelaskan sewaktu gelombang melalui medium, energi dipindahkan dalam bentuk
energi getaran dari partikel satu ke partikel lain dalam medium. Siswa diminta untuk
menjelaskan hubungan antara energi dengan amplitudo gerak partikel dan tetapan gaya
yang berhubungan dengan massa dan frekuensi gelombang.

 Kegiatan inti

Eksplorasi

 Siswa diminta menjelaskan muka gelombang yang memancar dari sumber ke


segala arah berbentuk bola, seperti yang terlihat pada gambar 2.30. Pertama, siswa
diminta mendefinisikan intensitas gelombang yang dihubungkan dengan daya dan
area. Kedua, siswa diminta menentukan perbandingan antara amplitudo gelombang
yang terpancar dengan jangkauan atau jarak. Ketiga, jarak dihubungkan dengan
area jangkauan bunyi, sehingga didapat hubungan perbandingan antara intensitas
dengan jarak dari sumber.
 Siswa diminta untuk mendefinisikan taraf intensitas bunyi, dan menghubungkan
dengan intensitas bunyi dan intensitas awal atau intensitas ambang.
 Siswa diminta untuk mengerjakan kegiatan 2.7 menghitung yaitu untuk
menentukan rumus dan membuktikan rumus.

Elaborasi

 Guru meminta siswa untuk berdiskusi Ayo Kerjakan Soal Seleksi tentang
intensitas dan jarak.
 Guru meminta siswa berdiskusi tentang contoh 2.8 definisi taraf intensitas bunyi.
 Guru meminta siswa untuk berdiskusi tentang pertanyaan diskusi halaman 72 yang
berrkaitan dengan bunyi.
 Guru memberikan fasilitas agar kemampuan siswa mengenai materi yang diajarkan
menjadi lebih baik lagi misalnya dengan memberikan contoh soal dan dibahas
bersama.
 Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.

Konfirmasi

Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang dibahas.

 Kegiatan Penutup
Siswa diminta membuat rangkuman atau ringkasan berkaitan dengan materi yang
dibahas, intensitas bunyi dan aplikasinya.

12
Pertemuan 5

 Kegiatan Pendahuluan

Guru mereview materi tentang optik geometri yang dipelajari pada kelas X, untuk
materi optik fisis siswa akan diajak mempelajari polarisasi, difraksi, dan interferensi.
Disediakan foto gelembung sabun atau lapisan tipis minyak di atas air. Siswa dijak
berdiskusi tentang bagaimana proses terjadinya garis-garis warna pada lapisan tipis ini?

 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta untuk menyebutkan dan menjelaskan sifat-sifat gelombang, dan
bagaimana dengan sifat gelombang cahaya.
 Siswa diminta untuk menyebutkan ciri-ciri gelombang cahaya, sebagai gelombang
elektromagnet, dan menjelaskan kecepatan cahaya berdasarkan persamaan
Maxwell tentang elektromagnet.
 Disediakan gambar tentang arah rambat cahaya pada gelombang listrik dan magnet,
siswa diminta untuk menjelaskan gambar tersebut.
 Disediakan sebuah kasus tentang polarisasi, siswa diminta menjelaskan peristiwa
yang terjadi, mendefinisikan polarisasi, disediakan sebuah kasus berdasarkan
peristiwa polarisasi yang melewati polaroid ideal dan bagaimana intensitas setelah
melewati polaroid tersebut.
 Siswa diminta menjelaskan hukum malus tentang intensitas cahaya, lihat gambar
3.3 tentang cahaya yang melewati polarisator kemudian hasilnya ditangkap oleh
analisator.
 Disediakan kasus menganai polarisasi dengan pemantulan , dan menjelaskan
tentang hukum Brewster tentang sudut Brewster.
 Disediakan sebuah kasus tentang polaroid dengan pembiasan ganda, misalnya
dalam kristal klasit, cahaya alami tak terpolarisasi dipecah menjadi dua sinar
terpolarisasi bidang dengan efek pembiasan ganda, siswa diminta menjelaskannya.
 Disediakan kasus tentang polarisasi hamburan, lihat gambar 3.7 tentang cahaya tak
terpolarisasi yang dihamburkan dari molekul-molekul atmosfer menjadi cahaya
yang terpolarisasi sempurna.
 Siswa diminta untuk menjelaskan efek doopler pada gelombang elektromagnetik,
dan menjelaskan persamaan formulasi efek doopler.

Elaborasi

 Siswa diajak berdiskusi contoh 3.1 tentang hukum Maulus pada sistem dua
polaroid
 Siswa diajak berdiskusi tentang kegiatan 3.1 apakah langit di Bulan yang terlihat
oleh astronaut Apollo juga berwarna biru seperti di Bumi?
 Siswa diajak berdiskusi untuk pertanyaan diskusi tentang polarisasi.
 Guru memfasilitasi agar pemahamn siswa tentang polarisasi lebih baik lagi
misalnya dengan memberikan kasus real dan mengkritisi kasus tersebut.
13
 Guru memberikan kesempatan siswa bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa.
 Guru meluruskan kesalahan konsep yang terjadi.
Konfirmasi
Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang dibahas yaitu tentang
polarisasi.
 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk membuat ringkasan atau rangkuman materi berkaitan dengan
polarisasi.

Pertemuan 6

 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diminta melakukan kegiatan 3.2 percobaan cepat tentang difraksi cahaya, dan
menjelaskan apa yang dapat anda perhatikan?
 Kegiatan inti

Eksplorasi

 Siswa dinta melakukan kegiatan 3.3 tentang menyelidiki difraksi cahaya pada
layar, dengan menyusun alat dan bahan seperti pada gambar 3.11, setelah kegiatan
selesai siswa diminta mengamati, menganalisis, dan menyimpulkan hasil
pengamatn.
 Siswa diminta menjelaskan pengertian difraksi, dan menjelaskan difraksi celah
tunggal, siswa diminta menganalisis kuantitatif difraksi celah tunggal.
 Siswa diminta untuk menjelaskan perbesaran sistem alat optik yang dibatasi oleh
difraksi. Setelah itu siswa diminta untuk menjelaskan formulasi perbesaran sistem
alat optik yang diabatasi oleh difraksi. Siswa diminta untuk menjelaskan persamaan
dalam menentukan daya urai alat optik.

Elaborasi

 Guru mengajak siswa berdiskusi tentang pola difraksi celah tunggal dan
formulasinya.
 Siswa dibimbing agar kegiatan 3.3 dapat berjalan dengan baik, sehhingga analisis
dan kesimpulannya tidak salah.
 Siswa diajak berdiskusi contoh 3.3 menentukan jarak pita gelap dari terang pusat.
 Siswa diajak berdiskusi contoh 3.4 tentang daya urai lensa mata.
 Siswa diajak berdiskusi pertanyaan diskusi halaman 95, dan membuatnya dalam
bentuk laporan singkat hasil diskusi.

Konfirmasi

Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang disampaikan yaitu tentang
difraksi.

14
 Kegiatan Penutup

Guru memberikan tugas berkaitan dengan materi yang dibahas, misalnya soal di Uji
Kompetensi Bab 3 tentang difraksi.

Pertemuan 6

 Kegiatan Pendahuluan

Guru mereviev materi tentang gelombang, dan dua gelombang yang bergabung atau
superposisi, dan syarat terjadinya interferensi gelombang.

 Kegiatan Inti

Eksplorasi

 Diadakan kegiatan 3.5 percobaan melihat pita terang-gelap Young, siswa diminta
mengamati dan menganalisa hasil pengamatan.
 Siswa diminta untuk menjelaskan interferensi celah ganda , dan menganalisis
kuantitatif interferensi celah ganda Yooung.
 Siswa diminta menentukan kapan terjadinya interferensi maksimum dan
interferensi minimum.
 Siswa diminta memahami dan menjelaskan jarak pita terang atau pita gelap ke n
dari terang pusat.
 Siswa diminta memahami dan menjelaskan jarak antara terang dan gelap yang
berdekatan (∆y).
 Siswa diminta untuk menjelaskan interferensi pada lapisan tipis misalnya dari foto
lapisan tipis minyak di atas air, dan mengamati pola interferensi dari selain cahaya
putih, misalnya dengan melakukan kegiatan sebagai berikut (kegiatan 3.6)

Selembar kaca ditutup dengan kertas atau plastik hitam, beri tetesan air kemudian
ditetesi minyak, sorot dengan senter dan ubah warna senter dengan menutup lampu
senter dengan warna kertas yang berlainan.

 Siswa diminta untuk menjelaskan tentang kisi difraksi dan tetapan kisi, dan
menentukan bagaimana rumus untuk kisi difraksi, misalnya untuk garis terang kisi
difraksi.

Elaborasi

 Siswa diminta mendiskusikan contoh 3.5 letak pita terang pada interferensi celah
ganda.
 Siswa diminta mendiskusikan hasil yang didapat kegiatan 3.6.
 Siswa diminta untuk mendiskusikan contoh 3.6 masalah interferensi cahaya pada
lapisan tipis.
 Siswa diminta untuk mendiskusikan contoh 3.7 Sudut deviasi dan orde maksimum
pada kisi.

15
 Siswadiminta untuk mendiskusikan bagaimana kerja compact disc.
 Siswa diminta untuk mendiskusikan pertanyaan diskusi yang ada di halaman 108.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang diajarkan menjadi
lebih baik misalnya dengan memberikan kasus yang lain dan siswa diminta
menyelesaikan atau mendiskusikan.
 Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.

Konfirmasi

Guru memberi tanya jawab berkaitan dengan materi yang dibahas.

 Kegiatan Penutup

Siswa diminta untuk membuat ringkasan materi tentang interferensi beserta persamaan
dan contoh kasusnya.

F. Alat dan Bahan


Alat musik misalnya gitar, garpu tala, peralatan percobaan Melde, CD tentang cara kerja alat
aplikasi pemanfaatan bunyi, Buku Fisika Jilid 3 Mathen Kanginan, dan buku pendamping lain
yang relevan.

G. Penilaian

Indikator Jenis Tugas Bentuk Tugas Contoh Instrumen


 Memformulasikan sifat-sifat Tugas individu Laporan, hasil 1. gambarkan sketsa dari
dasar gelombang bunyi dan kelompok diskusi, dan sebuah gelombang
 Merancang percobaab untuk tugas individu longitudinal pada slinki.
mengukur cepat rambat bunyi ( uji Pada sketsa anda
 Merancang percobaan untuk kompetensi tunjukanlah panjang
menentukan hukum bab 2 dan 3) gelombang.
pemantulan bunyi 2. mengapa bunyi peluit
 Mengamati gejala pembiasan kereta api dan sirine
gelombang bunyi pada pabrik dapat didengar
kehidupan sehari-hari pada jarak yang lebih
 Mengamati gejala difraksi jauhselama musim hujan?
gelombang bunyi pada 3. Melakukan kegiatan
kehidupan sehari-hari mengamati difraksi
 Memformulasikan gejala gelombang bunyi.
interferensi gelombang bunyi 4. Bagaimanakah cara
menggandakan cepat
 Memformulasikan gejala
rambat gelombang
gelombang bunyi
transversal dalam senar
 Memformulasikan gejala efek
terentang.
Doppler pada gelombang
5. Suatu gelombang gempa
bunyi
terasa di Malang dengan
 Memformulasikan gejala intensitas 6. 105 W/m-2.
pelayangan bunyi

16
 Memformulasikan tinggi nada Sumber gempa berasal
bunyi pada beberapa alat dari suatu tempat yang
penghasil bunyi berjarak 300 km dari
 Memformulasikan intensitas Malang. . . .
dan taraf intensitas bunyi 6. Suara guntur terdengar 12
 Memformulasikan efek sekon setelah kilat terlihat.
doopler pada gelombang Jika jarak asal kilat dari
elektromagnetik pengamat adalah 3. 960
 menjelaskan peristiwa fisika m. Berapakah cepat
yang dapat menyebabkan rambat bunyi?
peristiwa polarisasi cahaya 7. Mengapa pada difraksi
 memformulasikan gejala celah tunggal tidak
difraksi cahaya pada celah diberikan persamaan
tunggal untuk menentukan pita
 memformulasikan daya urai terang?
alat optik 8. Dua celah dengan jarak
0,2 mm disinari tegak
 memformulasikan gejala
lurus. Pita terang ketiga
interferensi cahaya pada celah
terletak 7,5 mm dari pita
ganda
terang ke nol pada layar
 memformulasikan gejala
yang berjarak 1 m dari
interferensi cahaya pada
celah. Tentukan panjang
lapisan tipis
gelombang sinar yang
 mengukur panjang gelombang dicapai?
cahaya dengan menggunakan 9. Interferensi gelombang
difraksi cahaya oleh kisi permukaan air dan
difraksi
gelombang bunyi mudah
anda jumpai dalam
keseharian. Mengapa
interferensi gelombang
cahaya sulit amati dalam
keseharian?

Mengetahui, Medan, Juli 2018

Kepala Sekolah SMA Sw. Katolik Budi Murni 3 Medan Guru Fisika

Rudyi Pardosi S.Pd Andil Hotasi Siregar, S.Pd

17
Rancangan Perencanaan Pembelajaran

Nama Sekolah : SMA Swasta Katolik Budi Murni 3 Medan

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : XII/I

Standar Kompetensi : 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam


menyelesaikan masalah

Kompetensi dasar : 1.3. Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya
dalam teknologi

Alokasi waktu : 2 x 45 menit

A. Indikator
 Mengaplikasikan gelombang bunyi berdasarkan frekuensinya
 Membuat ulasan penerapan efek doopler untuk gelombang bunyi misalnya pada SONAR
 Membuat ulasan penerapan gelombang bunyi pada pengujian tak merusak (Non
Destructive Testing)
 Menjelaskan aplikasi efek doopler seperti pada RADAR

B. Tujuan Pembelajaran

Kemampuan dasar yang dimiliki setelah mempelajari bab ini adalah:

 Dapat menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dalam teknologi


C. Materi Pembelajaran
 Aplikasi Gelombang Bunyi
Aplikasi gelombang bunyi terdapat di bidang industri dan kedokteran. Untuk bidang industri
gelombang bunyi telah diaplikasikan misalnya mengukur kedalaman laut, mendeteksi retak-
retak pada struktur logam, kamera dan perlengkapan mobil. Sedangkan di bidang kedokteran
aplikasi bunyi ada di diterapkan dalam USG, dan pengguanaan efek doopler untuk mengukur
laju aliran darah.
 Aplikasi cahaya

Aplikasi Maulus adalah salah satu aplikasi dengan menggunakan cahaya yang
terpolarisasilihat gambar 3.4. Aplikasi lain pada compact disc dan digital video disc

D. Metode Pembelajaran
Diskusi
Pengamatan
Penugasan
Tanya jawab
Eksperimen
18
E. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diajak berdiskusi untuk merevie materi yang telah dipelajari. Setelah itu guru
membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok diminta untuk membuat
presentasi tentang aplikasi gelombang bunyi dan cahaya.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta berkumpul dengan kelompoknya dan menetukan palikasi yang akan
di presentasikan. Materi dapat dicari dari buku, ensiklopedia, atau internet.
 Aplikasi tersebut dipresentasikan semenarik mungkin dan teman dari kelompok
lain menanggapi dan memberikan pertanyaan.

Elaborasi

 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang dibahas menjadi
lebih baik, misalnya dengan memberikan masukkan tentang hasil presentasi.
 Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentanng hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman konsep yang terjadi.
Konfirmasi
Guru membrikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang telah dibahas.
 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal uji kopentensi bab 2 dan 3 tentang aplikasi
bunyi dan cahaya.

F. Alat dan Bahan


Cd tentang aplikasi bunyi dan cahaya, Buku Marthen Kanginan, dan buku lain yang
relevan.

G. Penilaian

Indikator Jenis Tugas Bentuk Tugas Contoh Instrumen


 Mengaplikasikan Tugas individu Presentasi, Bagaimanakah cara
gelombang bunyi dan kelompok hasil memanfaatkan pantulan
berdasarkan frekuensinya presentasi, ultrasonik untuk mengukur
 Membuat ulasan Soal diskusi, kedalaman laut?
penerapan efek doopler soal Uji Mengapa pengujian ultrasonik
untuk gelombang bunyi kompetensi disebut pengujian tak
misalnya pada SONAR tentang merusak?
 Membuat ulasan aplikasi bunyi
penerapan gelombang dan cahaya
bunyi pada pengujian tak
merusak (Non Destructive
Testing)
19
 Menjelaskan aplikasi efek
doopler seperti pada
RADAR

Mengetahui, Medan, Juli 2018

Kepala Sekolah SMA Sw. Katolik Budi Murni 3 Medan Guru Fisika

Rudyi Pardosi S.Pd Andil Hotasi Siregar, S.Pd

20
Rancangan Perencanaan Pembelajaran

Nama Sekolah : SMA Swasta Katolik Budi Murni 3 Medan

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : XII/I

Standar Kompetensi : 2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai


penyelesaian masalah dan produk teknologi

Kompetensi dasar : 2.1. Memformulasikan gaya listrik, kuat medan listrik, fluks, potensial
listrik, energi potensial listrik serta penerapannya pada keping
sejajar

Alokasi waktu : 6 x 45 menit

A. Indikator
 Memformulasikan hukum Coulomb
 Memformulasikan medan listrik oleh distribusi muatan listrik
 Memformulasikan hukum Gauss
 Mengaplikasikan hukum Coulomb dan Gauss untuk mencari medan listrik bagi distribusi
muatan kontinu
 Memformulasikan potensial listrik dan kaitannya dengan medan listrik
 Menemukan potensial listrik oleh distribusi muatan listrik dan kontinu
 Memformulasikan energi potensial listrik dan kaitannya dengan gaya/medan listrik dan
potensial listrik
 Menentukan beda energi potensial antara dua titik dalam medan listrik
 Memformulasikan cara kerja kapasitor keping sejajar
 Menganalisis rangkaian kapasitor
 Menjelaskan pengaruh dielektrikum terhadap kapasitor keping sejajar
 Menentukan energi yang tersimpan di dalam kapasitor bermuatan

B. Tujuan Pembelajaran

Kemampuan dasar yang dimiliki setelah mempelajari bab ini adalah:

 Dapat memformulasikan gaya listrik, kuat medan listrik, fluks, potensial listrik, energi
potensial listrik, serta penerapanya pada keping sejajar.

21
C. Materi Pembelajaran
 Gaya dan Medan Listrik

Gaya listrik

Pembelajaran pertama tentang gaya listrik menunjukkan listrik statis, misalnya dengan
menggosok-gosokan sisir atau penggaris plastik ke rambut yang kering kemudian didekatkan
dengan potongan kertas kecil-kecil. Kedua akan dipelajari tentang sifat-sifat muatan listrik ,
apa yang menyebabkan terjadinya muatan listrik, formulasi gaya listrik, kemiripan gaya
Coulomb dan gaya gravitasi.

Medan listrik

Medan listrik adalah ruang di sekitar suatu sumber muatan listrik dimana muatan lain yang
berada di dalam ruangan tersebut akan mengalami gaya listrik atau gaya coulomb. Sedangkan
kuat medan listrik adalah berapa besar pengaruh muatan listrik terhadap muatan listrik
𝑞
sumber. Sehingga dapat ditentukan formulasi kuat medan listri yaitu 𝐸 = 𝑘 𝑟 2 ;

Hukum Gauss

Terlebih dahulu mengenal garis-garis medan listrik adalah garis-garis yang selalu mengarak
ke muatan negatif dan selalu menjauhi muatan positif. Semakin rapat garis-garis gaya listrik
maka semakin besar kekuatan medan listrik muatan tersebut. Selanjutnya akan diperkenalkan
formulasi hukum Gauss yang menyatakan jumlah garis medan listrik yang menembus suatu
permukaan tertutup sama dengan jumlah muatan listrik yang dilingkupi oleh permukaan itu
dibagi dengan permietivitas udaranya. Hukum gauss dapat digunakan untuk menghitung kuat
medan listrik bagi distribusi muatan kontinu, untuk dua keping sejajar dan konduktor bola
berongga.

 Potensial Listrik

Terlebih dahulu diperkenalkan formulasi energi potensial listrik, beda potensial listrik,
potensial mutlak oleh muatan sumber titik, potensial oleh beberapa muatan sumber listrik,
hukum kekekalan energi mekanik dalam medan listrik, serta hubungan potensial listrik dan
medan listrik yang meliputi konduktor keping sejajar, konduktor bola berongga.

 Kapasitor

Siswa akan diperkenalkan dengan kapasitor dan cara kerja kapasitor, sehingga mereka dapat
mendefinisikan kapasitor. Setelah itu akan dijelaskan lebih lanjut tentang jenis-jenis
kapasitor, memuati kapasitor dengan melakukan kegiatan 4.3, formulasi kapasitas kapasitor
keping sejajar, pengaruh dielektrikum terhadap kapasitas kapasitor, analisis rangkaian
kapasitor berupa rangkaian seri dan rangkaian paralel untuk menentukan ekuivalen rangkaian
kapasitor pengganti. Sebuah kapasitor yang bermuatan memiliki potensial yang tersimpan di
dalamnya. Jika salah satu muatannya dibebaskan mulai dari keadaan diam dari satu keping ke
keping lainnya, maka energi potensialnya semakin besar selama muatan itu berpindah. Selain
itu, akan diperkenalkan beberapa penggunaan kapasitor.
22
D. Metode Pembelajaran
Diskusi
Pengamatan
Penugasan
Tanya jawab
Eksperimen

E. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
 Kegiatan Pendahuluan
Diadakan percobaan sederhana yaitu menggosok-gosokan penggaris plastik ke rambut
kemudian didekatkan dengan potongan kertas kecil-kecil. Siswa diminta mendiskusikan
mengapa kertas dapat ditarik oleh penggaris tersebut.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta menjelaskan dan menunjukkan listrik statis, apa yang menyebabkan
potongan kertas tertarik ke penggaris plastik.
 Siswa diminta untuk menjelaskan sifat-sifat muatan listrik, misalnya disediakan
dua balon yang digosokan ke rambut kering dengan arah yang sama, kemudian
didekatkan, apa yang terjadi? Bagaiaman jika dua balon diperlakukan berbeda
dalam arah penggosokan.
 Siswa diminta berkumpul dengan kelompoknya dan menetukan palikasi yang akan
siswa diminta menjelaskan apa yang menyebabkan terjadinya muatan listrik.
 Siswa diminta untuk menjelaskan formulasi gaya listrik.
 Siswa diminta untuk menemukan kemiripan antara gaya listrik dengan gaya
gravitasi.
 Siswa diminta untuk menjelaskan medan listrik yang dimulai dari mendefinisikan
medan listrik, dan perumusan atau formulasi antara gaya listrik dengan medan
𝑞1.𝑞2
listrik. Misalnya formulasi kuat medan listrik pada suatu titik, F= k ;
𝑟2
𝐹 𝑞
sedangkan E=𝑞 ; 𝐸 = 𝑘 𝑟2
 Siswa diminta untuk menjelaskan garis-gsris gaya listrik, dan karakteristik untuk
muatan positif dan muatan negatif, bagaimana dengan arah garis-garis gaya
listriknya.
 Siswa diminta untuk menjelaskan formulasi hukum gauss, meliputi fluks listrik dan
fluks listrik yang melewati suatu bidang tertentu.
 Siswa diminta untuk menjelaskan kuat medan listrik bagi distribusi muatan yang
kontinu, untuk konduktor keping sejajar dan konduktor berongga.

Elaborasi

 Siswa diminta untuk berdiskusi tentang sebuah masalah yang sering terjadi dalam
kehidupan sehari-hari, misalnya dengan memerhatikan bahwa permukaan vertikal

23
layar televisi di rumah banyak sekali ditempeli debu. Siswa diminta untuk
menganalisis mengapa hal tersebut dapat terjadi?
 Siswa diminta melakukan demonstrasi sederhan misalnya dua benda yang
mendapat perlakuan yang berbeda untuk mendemonstrasikan muatan listrik.
 Siswa diminta berdiskusi untuk menjawab pertanyaan diskusi yang ada di halaman
128
Konfirmasi
Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang telah dibahas yaitu
tentang gaya dan medan listrik
 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal uji kopentensi bab 4 tentang gaya dan medan
listrik.

Pertemuan 2
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diminta untuk mengerjakan soal pada Ayo Cek Kemampuan Prasyarat untuk sub
bab potensial listrik
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
𝑞1 𝑞2
 Siswa diminta menjelaskan formulasi energi potensial listrik ; Ep= 𝑘 , dan
𝑟
menjelaskan tentang perubahan energi potensial.
 Siswa diminta untuk menjelaskan beda potensial listrik yang merupakan perubahan
energi potensial tiap muatan.
 Siswa diminta menjelaskan tentang poetensial bumi dan dianalogikan dengan
potensial mutlak oleh muatan sumber titik.
 Diberikan sebuah kasus tentang muatan titik yang lebih dari satu titik, dan siswa
diminta untuk menentukan besaran muatan sumber tersebut.
 Siswa kembali diingatkan tentang kekekalan energi dan bagaiman penerapannya
dalan medan listrik.
 Disediakan dua buah plat sejajar yang homogen, kemudian diberi tegangan dari
baterai, siswa diminta untuk menjelaskan hubungan potensial listrik dan medan
listrik pada konduktor keping sejajar dan konduktor bola berongga.

Elaborasi

 Siswa diminta untuk berdiskusi contoh 4.5 konsep potensial mutlak dan beda
potensial, dan usaha yang diperlukan untuk memindahkan muatan misalnya dari A
ke B.
 Siswa diminta untuk berdiskusi contoh 4.6 beda potensial dan kuat medan di antara
dua keping sejajar.
 Siswa diminta untuk berdiskusi contoh 4.7 potensial untuk bola konduktor
berongga.

24
 Siswa diminta untuk mendiskusikan pertanyaan diskusi yang ada di halaman 138,
dan hasil diskusi diminta dibuat dalam bentuk laporan sederhana.
 Guru memberikan fasilitas agar pemahaman siswa tentang materi yang
disampaikan menjadi lebih baik lagi misalnya dengan memberikan contoh soal dan
pembahasan.
 Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum
duketahui
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi
Konfirmasi
Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang telah dibahas yaitu
tentang potensial listrik.
 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal uji kopentensi bab 4 tentang potensial listrik.

Pertemuan 3
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diajak berdiskusi tentang botol Leyden, terdiri dari sebuah isolator kaca bagian
dalamnya dan bagian luarnya berisi logam. Sistem keja botol Leyden inilah yang
nantinya disebut sebagai kapasitor.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Dari diskusi botol Leyden, siswa diminta untuk mendefinisikan kapasitor.
 Siswa diminta untuk menyebutkan jenis-jenis kapasitor dan menjelaskannya.
 Diadakan kegiatan sederhana yaitu kegiatan 4.3 tentang memuati kapasitor dan
siswa diminta untuk menjelaskan bagaimana cara memuati kapasitor dan bagaiman
pulsa arus pada proses memuati kapasitor.
 Siswa diminta untuk menjelaskan formulasi kapasitas kapasitor keping sejajar, dan
𝜀𝑜 𝐴
menjelaskan C= ;
𝑑
 Disediakan sebuah kasus tentang kapasitor yang diselipkan dielektrum dan
menjelaskan pengaruh dielektrum terhadap kapasitas kapasitor yang meliputi
pengaruh dielektrik untuk baterai yang tidak dihubungkan dan untuk baterai yang
tetap dihubungkan.
 Siswa diminta untuk menganalisis rangkaian kapasitor sei maupun paralel dan
menghitung rangkaian kapasitor pengganti.
 Siswa diminta untuk menentukan energi potensial kapasitor , memahami dan
menjelaskan formulasinya.
 Siswa diminta untuk menjelaskan penggunaan kapasitor

Elaborasi

 Siswa diminta untuk berdiskusi tentang mengamati cara kerja kapasitor ketika
dimuati.

25
 Siswa diminta untuk menganalisis aplikasi fisika , aplikasi kapasitor keping sejajar
pada keyboard komputer.
 Siswa diminta untuk berdiskusi kegiatan 4.4 tentang menghitung dan membuktikan
𝐶1 𝑉1+𝐶2 𝑉2
dua buah kapasitor yang dihubungkan seri dan tegangannya = ;
𝐶1+𝐶2
 Siswa diminta berdiskusi contoh 4.8 beda potensial dan muatan pada rangkaian
kapasitor.
 Siswa diminta berdiskusi contoh 4.9 rangkaian listrik dengan kapasitor dalam
keadaan tunak.
 Siswa diminta berdiskusi Kuis Kemampuan Mengontrol variabel.
 Siswa diminta untuk berdiskusi pertanyaan diskusi, dan membuat jawabannya
dalam bentuk laporan sederhana.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang dibahas menjadi
lebih baik lagi misalnya dengan memberikan contoh soal dan pembahasan
 Guru memeberikan kesempatan siswa bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
Konfirmasi
Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang telah dibahas yaitu
tentang kapasitor
 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal uji kopentensi bab 4 tentang kapasitor.

F. Alat dan Bahan


Penggaris, kertas, lempeng logam, baterai, Buku Marthen Kanginan Fisika jilid 3 dan buku
pendamping lain yang relevan

G. Penilaian

Indikator Jenis Bentuk Contoh Instrumen


Tugas Tugas
 Memformulasikan hukum Tugas Present 1. Bagaimana menentukan besar dan arah
Coulomb individ asi, dari jumlah: a. dua vektor; b. tiga vektor
 Memformulasikan medan u dan hasil 2. Ada mungkin pernah memperhatikan
listrik oleh distribusi muatan kelomp present bahwa permukaan vertikal layar televisi
listrik ok asi, anda sangat berdebu. Mengapa peristiwa
 Memformulasikan hukum Soal tersebut terjadi?
Gauss diskusi, 3. Siapkan dua balon yang mengembang,
 Mengaplikasikan hukum soal Uji dan seutas benang ringan dengan panjang
Coulomb dan Gauss untuk kompet kira-kira 2 m. Ikatkan kedua balon
mencari medan listrik bagi ensi tersebut pada ujung benang. Lewatkan
distribusi muatan kontinu listrik benang melelui sebuah paku yang
 Memformulasikan potensial statis terdapat di atas sebuah pintu terbuka dan
listrik dan kaitannya dengan ikat tetap pusat benang pada paku
medan listrik tersebut. . . . .
 Menemukan potensial listrik 4. jika sebuah muatan uji digerakkan

26
oleh distribusi muatan listrik melalui suatu jarak pendek, searah
dan kontinu dengan medan listrik, bagaimanakah
 Memformulasikan energi energi potensial listriknya; bertambah
potensial listrik dan kaitannya atau berkurang? Apakah jawaban anda
dengan gaya/medan listrik bergantung pada muatan uji?
dan potensial listrik 5. anda ingin menaikkan tegangan
 Menentukan beda energi operasi maksimum sebuah kapasitor
potensial antara dua titik keping sejajar. Bagaimana anda dapat
dalam medan listrik melakukannya tanpa mengubah jarak
 Memformulasikan cara kerja pisah?
kapasitor keping sejajar Berapa banyak kapasitor 1,00 μ F harus
 Menganalisis rangkaian dihubungkan paralel untuk dapat
kapasitor menyimpan muatan 1,00 C, jika diberi
 Menjelaskan pengaruh beda potensial 110 V pada ujung-ujung
dielektrikum terhadap kapasitor?
kapasitor keping sejajar
 Menentukan energi yang
tersimpan di dalam kapasitor
bermuatan

Mengetahui, Medan, Juli 2018

Kepala Sekolah SMA Sw. Katolik Budi Murni 3 Medan Guru Fisika

Rudyi Pardosi S.Pd Andil Hotasi Siregar, S.Pd

27
Rancangan Perencanaan Pembelajaran

Nama Sekolah : SMA Swasta Katolik Budi Murni 3 Medan

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : XII/I

Standar Kompetensi : 2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai


penyelesaian masalah dan produk teknologi

Kompetensi dasar : 2.2. Menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada beberapa
produk teknologi

Alokasi waktu : 6 x 45 menit

A. Indikator
 Memformulasikan induksi magnetik di sekitar kawat berarus listrik (hukum Biot savart)
 Memformulasikan hukum ampere
 Mengaplikasikan hukum Biot Savart dan hukum Ampere untuk menentukan kuat medan
magnetik oleh berbagai bentuk kawat berarus listrik
 Memformulasikan gaya magnetik (Lorentz) pada kawat berarus yang berada dalam
medan magnetik atau partikel bermuatan yang bergerak dalam medan magnetik
 Mengaplikasikan gaya lorentz pda beberapa produk teknologi

B. Tujuan Pembelajaran

Kemampuan dasar yang dimiliki setelah mempelajari bab ini adalah:

Dapat menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada beberapa produk
teknologi.
C. Materi Pembelajaran
 Medan magnetik di sekitar kawat berarus

Medan magnet adalah ruang di sekitar suatu magnet dimana magnet lain atau benda lain yang
mudah dipengaruhi magnet akan mengalami gaya magnetik jika diletakkan dalam ruangan
tersebut.materi yang akan dibahas adalah bagaimana arah dari induksi magnetik, bagaimana
dengan besarbinduksi magnetik yang meliputi besar induksi magnetik di sekitar kawat lurus
berarus dan besar induksi magnetik kawat lingkaran berarus. Sealin itu akan dipelajari juga
hukum ampere yang meliputi besar induksi magnetik pada solenoida dan besar induksi
magnetik di sumbu toroida.

 Gaya Lorentz

28
Materi yang akan dipelajri pada gaya lorentz adalah gaya lorentz pada penghantar berarus,
gaya lorentz antara dua konduktor lurus panjang dan sejajar, momen kopel pada simpal
penghantar berarus, dan gaya lorentz pada partikel bermuatan listrik.

 Aplikasi gaya lorentz

Aplikasi elektromagnetik pada beberapa produk teknologi antara lain bel listrik, relai, dan
pesawat telepon. Pada subbab ini akan mempelajari aplikasi gaya lorentz pada galvanometer,
motor listrik, spektometer, dan siklotron. Kita juga akan mempelajari aplikasi gaya lorentz
pada persoalan fisika sehari-hari seperti pada pengeras suara.

D. Metode Pembelajaran
Diskusi
Pengamatan
Penugasan
Tanya jawab
Eksperimen

E. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
 Kegiatan Pendahuluan
Disediakan kasus menarik misalnya tentang Aurora Borealis dengan menjawab
pertanyaan Megapa hanya partikel-partikel bermuatan yang terperangkap di medan
magnetik bumi? Mengapa aurora lebih sering terlihat diamati di sekitar kutub-kutub
bumi?
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta untuk menjelaskan bagaimana arah dari induksi magnetik, misalnya
dengan melakukan kegiatan 5.2 tentang menemukan bentuk medan-medan
magnetik yang dihasilkan kawat berarus dengan menggunakan kompas jarum dan
serbuk-sebuk besi.
 Siswa diminta untuk menjelaskan bagaimana dengan besar induksi magnetik yang
berada di kawat lurus berarus dan besar induksi magnetik kawat lingkaran berarus.
 Siswa diminta untuk menjelaskan hukum Ampere yang meliputi besar induksi
magnetik pada solenoida dan besar induksi magnetik pada toroida.

Elaborasi

 Siswa diminta untuk berdiskusi contoh 5.1 yaitu induksi magnetik oleh dua kawat
lurus sejajar berarus.
 Siswa diajak berdiskusi tentang contoh 5.2 yaitu induksi magnetik di pusat kawat
lingkaran berarus.
 Siswa diminta untuk berdiskusi kegiatan 5.3 menghitung besar induksi magnetik di
sumbu toroida.

29
 Siswa diminta untuk berdiskusi tentang pertanyaan diskusi yang ada di halaman
174.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang dibahas menjadi
labih baik lagi misalnya dengan menambah latihan soal dan pembahasan
 Guru memberikan kesempatan tanya jawab kepada siswa tentang materi yang
belum diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
Konfirmasi
Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang telah dibahas yaitu
tentang medan magnetik di sekitar kawat berarus.
 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal uji kopentensi bab 5 tentang medan magnetik di
sekitar kawat berarus.

Pertemuan 2
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diminta untuk mengerjakan soal pada Ayo Cek Kemampuan Prasyarat untuk
subbab Gaya Lorentz.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta menjelaskan gaya lorentz dan bagaimana gaya Lorentz pada
penghantar berarus.
 Siswa diminta melakukan kegiatan 5.4 untuk mengamati gaya yang dialami oleh
penghantar berarus dalam medan magnetik.
 Dari kegiatan 5.4 siswa diminta mengamati, menganalisis, dan menyimpulkan
kegiatan tersebut.
 Siswa diminta untuk menjelaskan gaya lorentz pada dua konduktor lurus panjang
dan sejajar, dan bagaiaman gaya tarik atau tolak antara dua kawat lurus sejajar.
 Siswa diminta untuk menjelaskan momen kopel pada simpal penghantar berarus
dan bagaimana cara mendeskripsikannya (arah dan besar) dan bagaimana
penerapannya.
 Siswa diminta untuk menjelaskan gaya lorentz pada partikel bermuatan listrik yang
bergerak dalam medan magnet yang homogen.

Elaborasi

 Siswa diminta untuk mendiskusikan contoh 5.3 tentang gaya lorentz pada
penghantar lurus berarus.
 Siswa diminta untuk berdiskusi contoh 5.4 tentang aplikasi gaya lorentz antara dua
kawat sejajar dan berarus.
 Siswa diminta untuk mendiskusikan contoh 5.5 tentang bentuk lintasan partikel
bermuatan dalam suatu medan magnetik.
 Siswa diminta untuk mendiskusikan pertanyaan diskusi yang ada di halaman 186.

30
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang dibahas menjadi
lebih baik lagi, misalnya dengan memberikan contoh soal dan pembahasan, atau
visualisasi kasus yang lebih real.
 Guru memberikan kesempatan siswa bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.

Konfirmasi

Siswa diberi tanya jawab berkaitan dengan materi yang dibahas misalnya dengan
memberikan pertanyaan kuis: tiga partikel memasuki daerah medan magnetik tetap B,
yang arahnya meninggalkan bidang kertas menuju kita ( . ). Lintasan yang ditempuh
partikel ditunjukkan seperti gambar. Apakah jenis muatan X, Y, dan Z: negatif, netral,
ataukah positif? Berikan alasan Anda. (lihat halaman 186)

 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal uji kopentensi bab 5 tentang gaya lorentz.

Pertemuan 3
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diajak berdiskusi tentang aplikasi gaya lorentz misalnya galvanometer, motor
listrik, spektometer, dan siklotron.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Disediakan gambar bagian galvanometer dan siswa diminta untuk menjelaskan
bagian-bagian gambar, prinsip kerja, dan manfaatnya.
 Disediakan gambar motor listrik, siswa menjelaskan bagian-bagian motor listrik ,
prinsip kerja motor listrik, dan manfaat motor listrik.
 Disediakan gambar bagian spektrometer massa, dan siswa diminta untuk
menjelaskan bagian-bagian dan prinsip kerja spektometer massa.
 Disediakan gambar siklotron, siswa diminta untuk menjelaskan bagian-bagiannya,
prinsip kerja dan manfaat penggunaan siklotron.
 Siswa diminta untuk menjelaskan prinsip kerja pengeras suara.

Elaborasi

 Siswa diminta untuk mendiskusikan prinsip kerja dari masing-masing aplikasi


hukum lorentz.
 Siswa diminta untuk berdiskusi contoh 5.6 jari-jari lintasan dalam spektrometer
massa.
 Siswa diminta berdiskusi untuk menjawab pertanyaan diskusi yang ada di halaman
195.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang sedang dibahas
mejadi lebih baik, misalnya dengan membuat animasi kecil tentang aplikasi hukum
Lorentz, atau latihan soal dan membaca bersama-sama.
31
 Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.

Konfirmasi

Siswa diberikan tanya jawab berkaitan materi yang dibahas, tentang aplikasi gaya
lorentz.

 Kegiatan Penutup
Siswa diberi tugas Soal Uji Kompetensi Bab 5 tentang aplikasi gaya lorentz.

F. Alat dan Bahan


Pita luminium foil, magnet U, dua penjepit, sebuah baterai, sebuah sakelar dan kabel
penghubung secukupnya, galvanometer, motor listrik, Buku Marthen Kanginan jilid 3, Buku-
buku pendamping lain yang relevan.

G. Penilaian

Indikator Jenis Tugas Bentuk Tugas Contoh Instrumen


 Memformulasik Tugas individu Kuis 1. Jelaskan bagaimana menentukan
an unduksi dan kelompok Soal diskusi, garis-garis gaya magnetik di sekitar
magnetik di soal Uji kawat berarus dengan menggunakan
sekitar kawat kompetensi aturan putaran tangan kanan
berarus listrik medan magnet 2. Menemukan bentuk medan-medan
(hukum Biot magnetik yang dihasilkan kawat
savart) berarus dengan menggunakan
 Memformulasik kompas jarum dan serbuk-serbuk
an hukum besi.
ampere 3. bagaimana bentuk lintasan partikel
 Mengaplikasika bermuatan dam suatu medan listrik
n hukum Biot magnetik.
Savart dan Bagaimana bentuk lintasan sebuah
hukum Ampere partikel bermuatan yang bergerak
untuk memasuki daerah medan magnetik
menentukan untuk kasus-kasus berikut.
kuat medan a)partikel bergerak sejajar dengan
magnetik oleh medan magnetik
berbagai bentuk b) partikel bergerak tegak lurus
kawat berarus terhadap medan magnetik
listrik c) partikel bergerak membentuk
 sudut 30o terhadap medan magnetik
Memformulasik 4. Mengapa skala penuh
an gaya galvanometerdidesain untuk
magnetik maksimum pada seperempat putaran
(Lorentz) pada kumparan?
kawat berarus
yang berada

32
dalam medan
magnetik atau
partikel
bermuatan yang
bergerak dalam
medan magnetik
 Mengaplikasika
n gaya lorentz
pda beberapa
produk
teknologi

Mengetahui, Medan, Juli 2018

Kepala Sekolah SMA Sw. Katolik Budi Murni 3 Medan Guru Fisika

Rudyi Pardosi S.Pd Andil Hotasi Siregar, S.Pd

33
Rancangan Perencanaan Pembelajaran

Nama Sekolah : SMA Swasta Katolik Budi Murni 3 Medan

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : XII/I

Standar Kompetensi : 2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai


penyelesaian masalah dan produk teknologi

Kompetensi dasar : 2.3. Memformulasikan konsep induksi Faraday dan arus bolak-balik
serta penerapannya

Alokasi waktu : 8 x 45 menit

A. Indikator
 Memformulasikan konsep induksi elektromagnetik Faraday
 Mengaplikasi induksi Elektromagnetik
 Memformulasikan arus dan tegangan bolak-balik serta parameter-parameternya
 Memecahkan persoalan rangkaian AC sederhana yang terdiri atas R, L, dan C
menggunakan diagram fasor
 Menjelaskan peristiwa resonansi pada rangkaian R, L, C dan pemanfaatannya dalam
kehidupan sehari-hari

B. Tujuan Pembelajaran

Kemampuan dasar yang dimiliki setelah mempelajari bab ini adalah:

Dapat memformulasikan konsep induksi faraday dan arus bolak-balik serta


penerapannya menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada beberapa produk
teknologi.
C. Materi Pembelajaran
 Konsep Induksi Elektromagnetik

Pada pembelajaran kali ini akan dibahas tentang

fluks magnetik ( Φ ),

GGL induksi pada kawat yang memotong medan magnetik yang meliputi bagaimanakah cara
yang mudah untuk mengingat arah arus induksi, kaidah telapak tangan kanan untuk arus
induksi dan formulasi besar ggl induksi.

Hukum Faraday tentang induksi elektromagnetik yang meliputi GGL induksi oleh perubahan
luas bidang kumparan, GGL induksi oleh perubahan besar induksi magnetik , dan GGL
induksi akibat perubahan orientasi bidang kumparan.

34
Hukum Lenz tentang arah arus induksi

Polaritas GGL induksi selalu sedemikian rupa sehingga arus induksi yang ditimbulkannya
selalu menghasilkan fluks induksi yang menentang perubahan fluks utama yang melalui loop.
Ini berarti arus induksi cenderung mempertahankan fluks utama awal yang melalui rangkaian.

Induktor

Konsep GGL induksi diri sebuah kumparan , GGL induksi yang dihasilkan dalam kumparan
ini sendiri, yang selalu menentang perubahan fluks utama penyebabnya disebut ggl induksi
diri. Materi yang akan dipelajari adalah konsep induktansi diri sebuah kumparan yang
meliputi induktansi kumparan dalam bahan. Selain itu akan diperkenalkan energi yang
tersimpan dalam induktor.

Aplikasi Induksi Elektromagnetik

Penemuan generator yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Untuk
menyalurkan energi listrik secara efisien dibutuhkan transformator. Penemuan penting yang
memanfaatkan induksi elektromagnetik yaitu generator listrik yang meliputi generator AC
(arus bolak-balik) dan generator DC (arus searah), kepala (head) kaset, transformatoryang
meliputi prinsip kerja dan formulasi transformator.

Rangkaian Arus Bolak-Balik

Pembelajaran rangkaian arus bolak-balik meliputi kuat arus dan tegangan Acdinyatakan
dengan fasor, formulasi arus dan tegangan AC, alat ukur arus atau tegangan AC, rangkaian
resistif, induktif, dan kapasitif murni yang meliputi rangkaian AC untuk resistor murni dan
rangkaian AC untuk induktor murni, dan rangkaian arus bolak-balik untuk kapasitor murni.

D. Metode Pembelajaran
Diskusi
Pengamatan
Penugasan
Tanya jawab
Eksperimen

E. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diajak berdiskusi tentang rangkaian generator sederhana dengan kumparan satu
lilitan. Lihat apresepsi bab 6 tentang induksi elektromagnetik.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta untuk mengerjakan kemampuan prasyarat konsep fluks magnetik.
 Setelah mengerjakan kemampuan prasyarat, siswa diminta untuk menjelaskan
konsep fluks magnetik, GGL induksi pada kawat yang memotong medan listrik,

35
hukum faraday tentang induksi elektromagnetik, hukum lenz tentang arah arus
induksi, induktor.
 Dari penjelasan tersebut siswa diminta untuk memahami konsep, cara kerja, dan
formulasi yang digunakan.
 Untuk kegiatan 6.1 siswa diminta untuk mengamati cara membangkitkan ggl
induksi. Setelah mengamati, siswa diminta untuk menjelaskan hasil dari mengamati
membangkitkan ggl induksi.
 Siswa diminta untuk memahami bagaimanakah cara yang mudah untuk mengingat
arah arus induksi , kaidah telapak tangan kanan untuk arus induksi, dan formulasi
besar ggl induksi dan apa saja yang mempengaruhi besar ggl induksi.
 Siswa diminta untuk memahami dan kemudian menjelaskan hukum faraday tentang
induksi elektromagnetik dan bagaimana laju perubahan fluks magnetik yang
disebabkan oleh perubahan luas bidang kumparan, besar induksi magnetik, sudut θ
antara arah B dengan arah normal bidang.
 Siswa diminta untuk memahami hukum lenz tentang arah arus induksi, induktor
yang meliputi konsep induktansi diri sebuah kumparan dan energi yang tersimpan
dalam induktor.

Elaborasi

 Siswa diminta untuk berdiskusi contoh 6.1 GGL induksi pada ujung-ujung
penghantar, menghitung pada kegiatan 6.2, contoh 6.2 GGL induksi oleh
perubahan fluks magnetik sesaat, contoh 6.3 GGL induksi oleh perubahan luas
kumparan, kegiatan 6.4 tentang menentukan arah arus induksi dengan hukum lenz,
contoh 6.5 GGL induksi diri oleh laju perubahan kuat arus sesaat , kegiatan 6.3
untuk menghitung induktansi solenoida, contoh 6.6 yaitu soal pemahaman konsep.
 Siswa diminta untuk mendiskusikan pertanyaan diskusi. Hasil diskusi ditulis
sebagai laporan hasil diskusi.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang dibahas menjadi
lebih baik, misalnya dengan memberikan contoh soal dan dibahas bersama-sama.
 Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman konsep yang terjadi.
Konfirmasi
Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang telah dibahas yaitu
tentang konsep induksi elektromagnet.
 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal KUIS untuk menguji kemampuan mengajukan
hipotesis.

Pertemuan 2
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diajak berdiskusi tentang pengubahan energi mekanik menjadi energi listrik, dan
bagaimana cara meningkatkan efisiensinya.
36
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta untuk menyebutkan penemuan penting yang memanfaatkan induksi
elektromagnetik.
 Siswa diminta untuk menjelaskan konsep generator listrik yang meliputi generator
AC dan DC. Siswa diminta untuk membedakan generator AC dan DC dan
bagaimana hasil grafik antara ggl dengan waktu.
 Siswa diminta untuk menjelaskan konsep dan cara kerja dari kepala (head) kaset
sebagai salah satu penemuan yang memanfaatkan induksi elektromagnetik.
 Siswa diminta untuk menjelaskan transformator yang meliputi transformator step
up dan step down dan bagaimana dengan persamaan trafo, trafo ideal, persamaan
trafo nyata.

Elaborasi

 Siswa diminta untuk berdiskusi tentang gambar 6.18 skema generator AC dan hasil
grafik antara ggl dan t.
 Siswa diminta untuk menjelaskan gambar skema generator DC dan grafik antara
ggl dan t.
 Siswa diminta berdiskusi kegiatan 6.4 berpikir tentang percobaan yang pertama
kali dilakukan oleh Michael faraday yang merupakan prinsip kerja transformator.
 Siswa diminta untuk berdiskusi contoh 6.7 trafo nyata dengan tegangan beban tak
sama dengan tegangan sekunder trafo.
 Siswa diminta untuk berdiskusi pertanyaan diskusi dan menyajikannya dalam
bentuk laporran hasil diskusi.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang dibahas menjadi
lebih baik, misalnya dengan membuat simulasi sederhana tentang penemuan yang
berkaitan dengan induksi elektromagnetik.
 Guru memberikan kesempatan untuk bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.

Konfirmasi

Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang dibahas misalnya soal dari
Uji Kompetensi Bab 6 tentang pemanfaatan induksi elektromagnetik.

 Kegiatan Penutup
Siswa diberi tugas berkaitan dengan materi yang dibahas misalnya dengan meneruskan
mengerjakan soal Uji Kompetensi Bab 6.

Pertemuan 3
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diajak berdiskusi tentang rangkaian arus bolak balik, dan dibuka dengan
memperkenalkan notasi-notasi yang digunakan dalam rangkaian arus bolak balik.
37
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta untuk menjelaskan kuat arus dan tegangan AC yang dinyatakan
dalam diagram fasor, formulasi arus dan tegangan AC, alat ukur arus atau tegangan
AC, rangkaian resistif, induktif, dan kapasitif murni.
 Siswa diminta untuk menjelaskan persamaan atau formulasi yang digunakan dalam
kasus rangkaian arus bolak-balik.
 Siswa diminta untuk menjelaskan grafik kuat arus dengan tegangan pada rangkaian
resistif murni, kapasitif murni, dan induktif murni.

Elaborasi

 Siswa diminta untuk mendiskusikan contoh 6.8 rangkaian seri R, L, dan C.


 Siswa diminta untuk mengerjakan kegiatan 6.5 berpikir halaman 245.
 Siswa diminta untuk berdiskusi soal ada pertanyaan diskusi dan hasil diskusi
disajikan dalam bentuk laporan.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang dibahas menjadi
lebih baik lagi misalnya dengan memberikan pertanyaan atau contoh soal dan
pembahasan.
 Guru memberikan kesempatan siswa bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.

Konfirmasi

Siswa diberikan tanya jawab berkaitan materi yang dibahas, tentang rangkaian arus
bolak-balik.

 Kegiatan Penutup
Siswa diberi tugas Soal Uji Kompetensi Bab 6 tentang rangkaian arus bolak-balik.

Pertemuan 4
 Kegiatan Pendahuluan
Guru mereview materi yang telah dibahas selama 1 semester.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta untuk membuat ringkasan tentang materi yang dibahas selama 1
semester.
 Siswa diminta mengerjakan soal pada Uji Evaluasi 1-6.

Elaborasi

 Siswa mendiskusikan soal Uji Evaluasi 1-6.

38
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang dibahas menjadi
lebih baik lagi, misalnya dengan memberikan soal dan pembahasan.
 Guru memberikan kesempatan siswa bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.

Konfirmasi

Siswa diberikan tanya jawab berkaitan materi yang dibahas, dari bab 1 sampai bab 6.

 Kegiatan Penutup
Siswa diberi tugas mengenai materi bab 1-6.

F. Alat dan Bahan


Magnet, kumparan, besi, baterai, buku Marthen Kanginan fisika jilid , buku-buku
pendamping lain yang relevan.

G. Penilaian

Indikator Jenis Bentuk Contoh Instrumen


Tugas Tugas
 Memformulasikan konsep Tugas Ayo Cek Bagaimanakah cara
induksi elektromagnetik individu Kemampu membangkitkan arus induksi
Faraday dan an dengan menggunakan sebuah
 Mengaplikasi induksi kelompok Prasyarat kumparan dan sebuah magnet
Elektromagnetik Kuis batang?
 Memformulasikan arus dan Pertanyaa Anda telah mengetahui induksi
tegangan bolak-balik serta n diskusi magnetik di pusat solenoida dengan
parameter-parameternya Kegiatan N lilitan dan berarus i . . . .
 Memecahkan persoalan Uji Apa bedanya fluks magnetik
rangkaian AC sederhana yang Kompeten dengan induksi magnetik?
terdiri atas R, L, dan C si Sebuah kereta api melaju dengan
menggunakan diagram fasor arah utara dengan kecepatan 72
 Menjelaskan peristiwa km/jam. Jika komponen vertikal ke
resonansi pada rangkaian R, L, bawah medan magnetik Bumi
C dan pemanfaatannya dalam adalah 6 x 10-4T. Tentukan besar
kehidupan sehari-hari dan arah GGL yang terinduksi pada
poros gerbong sepanjang 1,2 m?

Mengetahui, Medan, Juli 2018

Kepala Sekolah SMA Sw. Katolik Budi Murni 3 Medan Guru Fisika

Rudyi Pardosi S.Pd Andil Hotasi Siregar, S.Pd

39
Rancangan Perencanaan Pembelajaran

Nama Sekolah : SMA Swasta Katolik Budi Murni 3 Medan

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : XII/II

Standar Kompetensi : 3. Menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum dan batas-
batas berlakunya relativitas Einstein dalam paradigma fisika modern

Kompetensi dasar : 3.1. Menganalisis secara kualitatif gejala kuantum yang mencakup
hakikat dan sifat-sifat radiasi benda hitam serta penerapannya

Alokasi waktu : 2 x 45 menit

A. Indikator
 Menjelaskan tentang benda hitam
 Membandingkan kurva distribusi spektra radiasi benda hitam yang diperoleh dari titik-
titik data eksperimen dengan yang diperoleh dari hukum radiasi Wien, hukum radiasi
Reyleigh-Jeans, dan hukum radiasi Planck.
 Memformulasikan hipotesis planck
 Memformulasikan hukum pergeseran Wien dan hukum Stefan- Boltzmann berdasarkan
hipotesis Planck
 Mengaplikasikan sifat-sifat radiasi benda hitam untuk mengukur suhu Matahari dan satu
bintang
B. Tujuan Pembelajaran

Kemampuan dasar yang dimiliki setelah mempelajari bab ini adalah:

Dapat menganalisis secara kualitatif gejala kuantum yang mencakup hakikat dan sifat-
sifat benda hitam serta penerapannya.
C. Materi Pembelajaran

Radiasi Benda Hitam

Radiasi panas

Panas Matahari sampai ke bumi melalui gelombang elektromagnetik. Perpindahan kalor


seperti ini disebut radiasi yang dapat berlangsung di ruang hampa. Radiasi yang dipancarkan
oleh sebuah benda sebagai akibat suhunya disebut sebagai radiasi panas.

Intensitas radiasi

40
Hukum stefan-Boltzmann menyatakan daya total per satuan luas yang dipancarkan pada
semua frekuensi oleh suatu benda hitam ppanas, I total (intensitas radiasi total) adalah
sebanding dengan pangkat empat dari suhu mutlaknya.

Hukum Pergeseran Wien

Panjang gelombang yang membuat intensitas radiasi maksimum untuk suatu benda hitam, λ
maks , bergeser ke panjang gelombang yang lebih pendek begitu benda hitam menjadi lebih
panas.

Teori klasik radiasi benda hitam

Teori klasik radiasi benda hitam meliputi hukum eksponensial Wien dan hukum Reyleigh-
Jeans. Persamaan yang ditemukan oleh wien hanya cocok untuk daerah dengan panjang
gelombang rendah sedangkan hukumreyleigh-jeans hanya cocok untuk panjang gelombang
besar. Seandainya persamaan yang dikemukakan Reyleigh-Jeans benar maka diperkirakan
terjadi ultraviolet catastophe.

Teori Planck

Planck menganggap bahwa radiasi yang dipancarkan oleh getaran-getaran molekul bersifat
diskrit, dan molekul yang menyerap atau memancarkan energi dalam satuan diskrit dari
cahaya disebut kuantum atau foton. Planck berhasil menjelaskan radiasi benda hitam.

D. Metode Pembelajaran
Diskusi
Pengamatan
Penugasan
Tanya jawab

E. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diajak berdiskusi tentang salah satu aplikasi dari teori radiasi benda hitam
misalnya yang ada di halaman 257. Kita dapat menentukan bagaimana permukaan
matahari, suhu matahari padahal matahari terletak sangat jauh dari permukaan bumi.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diberi pertanyaan singkat tentang radiasi dan apakah setiap benda meradiasi?
Mengapa kita tidak dapat melihatnya saat di ruang gelap sekalipun?
 Siswa diberi kasus tentang black body yang diberi lubang kemudian sifat dari black
body tersebut tidak menyerap sama sekali radiasi yang diberikan. Siswa diminta
menjelaskan apa itu black body? Black body radiation?
 Siswa diminta menjelaskan mengapa tidak ada benda yang memiliki sifat seperti
black body?

41
 Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan pada Ayo Cek Kemampuan Prasyarat
yang ada di halaman 260.
 Disediakan kasus grafik tentang intensitas dengan panjang gelombang, dan
bagaimana kasus tersebut dijelaskan menurut hukum Stefan Boltzmann, hukum
pergeseran Wien dan Reyleigh-jeans.
 Siswa diminta pula untuk menjelaskan bagaimana planck berhasil menjelaskan
tentang grafik tersebut.

Elaborasi

 Siswa diminta untuk mendiskusikan pertanyaan diskusi halaman 259.


 Siswa diminta untuk mendiskusikan contoh 7.1 persamaan Stefan Boltzmann yaitu
menghitung laju energi radiasi atau daya radiasi dan aplikasi hukum Stefan-
Boltzmann pada matahari.
 Siswa diminta untuk mendiskusikan kegiatan 7.2 berpikir jika persamaan Reyleigh-
Jeans benar.
 Siswa diminta untuk mendiskusikan contoh 7.2 energi foton cahaya yaitu
menentukan jumlah foton berdasarkan energinya.
 Siswa diminta mendiskusikan Ayo Kerjakan Soal Seleksi halaman 269.
 Siswa diminta untuk mengerjakan dan mendiskusikan pertanyaan diskusi dan
dikumpulkan dalam bentuk laporan.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang dibahas menjadi
lebih baik lagi misalnya dengan mendiskusikan materi pengayaan, mambuktikan
hukum radiasi benda hitam Planck secara matematis atau memutar CD berkaitan
dengan pengukuran secara akurat radiasi latar belakang kosmik.
 Guru memberikan kesempatan tanya jawab kepada siswa tentang materi yang
belum diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
Konfirmasi
Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang telah dibahas yaitu
tentang radiasi benda hitam.
 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal uji kompetensi bab 7 tentang radiasi benda
hitam.

F. Alat dan Bahan


Kaleng bekas lengkap dengan tutupnya dan sebuah paku, video tentang teori big bang, buku
Marthen kanginan Jilid 3, buku-buku pendamping lain yang relevan.

42
G. Penilaian

Indikator Jenis Tugas Bentuk Contoh Instrumen


Tugas
 Menjelaskan tentang Tugas Ayo Cek 1. Dengan menggunakan sebuah
benda hitam individu Kemampuan kaleng bekas dengan tutupnya dan
 Membandingkan kurva dan Prasyarat, sebuah paku besar tajam, buatlah
distribusi spektra radiasi kelompok Contoh soal, sebuah benda hitam. Pandanglah
benda hitam yang Kegiatan benda hitam tersebut pada siang
diperoleh dari titik-titik Pertanyaan hari. Jelaskan mengapa benda
data eksperimen dengan diskusi buatan anda disebut sebagai benda
yang diperoleh dari hukum Ayo hitam?
radiasi Wien, hukum Kerjakan 2. beberapa bintang diamati
radiasi Reyleigh-Jeans, Soal Seleksi bercahaya kemerah-merahan dan
dan hukum radiasi Planck. Uji beberapa di antaranya bercahaya
 Memformulasikan Kompetensi biru. Bintang manakah yang
hipotesis planck Bab 7 memiliki suhu permukaan lebih
 Memformulasikan hukum tinggi? Jelaskan.
pergeseran Wien dan 3. Tuliskan persamaan dasar
hukum Stefan- Boltzmann gelombang elektromagnetik yang
berdasarkan hipotesis menghubungkan λ, c dan f.
Planck 4. Panjang gelombang terpendek
 Mengaplikasikan sifat- sinar X yang dihasilkan dalam
sifat radiasi benda hitam tabung sinar X melalui beda
untuk mengukur suhu tegangan 50 kV antara target dan
Matahari dan satu bintang katoda adalah . . . .
5. Sebuah lampu natrium 20 W
berwarna kuning (λ= 589 nm).
Berapa banyak foton yang
dipancarkan lampu itu setiap
sekon?
6. Suatu sumber cahaya tertentu
meradiasikan kalor dengan
puncaknya memiliki frekuensi 1,50
x 1015Hz. Tentukan suhu sumber
cahaya.

Mengetahui, Medan, Juli 2018

Kepala Sekolah SMA Sw. Katolik Budi Murni 3 Medan Guru Fisika

Rudyi Pardosi S.Pd Andil Hotasi Siregar, S.Pd

43
Rancangan Perencanaan Pembelajaran

Nama Sekolah : SMA Swasta Katolik Budi Murni 3 Medan

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : XII/II

Standar Kompetensi : 3. Menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum dan batas-
batas berlakunya relativitas Einstein dalam paradigma fisika modern

Kompetensi dasar : 3.2. Mendeskripsikan perkembangan teori atom

Alokasi waktu : 4 x 45 menit

A. Indikator
 Memformulasikan evolusi model atom: model Dalton, model Thomson, model
Rutherford, dan model Bohr
 Memformulasikan kuantisasi momentum dan energi pada model Bohr
 Menjelaskan terjadinya spektrum diskrit pada model Bohr
 Membedakan pengertian orbit pada model atom Bohr dan pengertian orbital pada model
mekanika kuantum.
 Mengetahui asal keempat bilangan kuantum dan nilai-nilai yang diperbolehkan untuk
tiap bilangan kuantum tersebut.
 Menjelaskan postulat momentum sudut Bohr

B. Tujuan Pembelajaran

Kemampuan dasar yang dimiliki setelah mempelajari bab ini adalah:

 Dapat mendeskripsikan perkembangan teori atom.


C. Materi Pembelajaran

Fisika Atom

A. Perkembangan Teori Atom

Model Atom Dalton

Atom adalah bagian terkecil dari benda yang tidak dapat dibagi lagi dan atom suatu unsur
semuanya serupa dan tidak dapat berubah menjadi atom unsur lain.

Model Atom Thomson

Tabung Lecutan gas: Tabung kaca yang memiliki dua elektroda pada kedua ujungnya,
elektroda positif (anoda) dihubungkan elektroda negatif dengan tegangan tinggi dc, tekanan
0,01 mmHg, kaca didekat anoda berpendar kehijau-hijauan.

44
Percobaan Thomson

Tabung sinar katoda diberi tegangan tinggi, tegangan ini akan mempercepat partikel-partikel
yang keluar dari katoda menuju anoda. Agar partikel dapat bergerak lurus ke layar di tengah
tabung diletakkan keping sejajar dengan kuat medan listrik E berarah ke atas dan
elektromagnet dengan induksi magnet berarah masuk ke bidang tabung. Thomson
menemukan e/m tidak bergantung jenis lempeng katoda.

Teori Atom Thomson

Atom berbentuk bola padat dengan muatan-muatan listrik positif tersebar merata di seluruh
bagian bola, muatan posittif dinetralkan oleh elektron-elektron bermuatan negatif yang
melekat pada bola seragam bermuatan positif tersebut, seperti kismis yang melekat pada
sebuah kue. Nilai e/m dapat diukur melalui percobaan milikan, melalui percobaan tetesan
milikan.

Model Atom Rutherford

Rutherford melakukan percobaan dengan menembakkan partikel alfa ke lempeng emas dan
dihasilkan atom terdiri dari inti atom yang berpusat di tengah, dan di kelilingi oleh elektron-
elekron pada jarak yang relatif jauh. Elektron-elektron berputar pada litasan-lintasan, seperti
planet bergerak mengelilingi Matahari dalam tata surya.

Model Atom Bohr

Yang akan dipelajari dua kelemahan model atom Rutherford, spektrum atom hidrogen, model
atom menurut Niels Bohr, dan percobaan Franck dan Hertz.

B. Model Atom Mekanika Kuantum

Yang akan diabahas menjelaskan postulat kuantisasi momentum sudut Bohr, persamaan de
Broglie, prinsip ketidakpastian Heisenberg, bilangan kuantum yang meliputi bilangan
kuantum utama, bilangan kuantum orbital, bilangan kuantum magnetik, dan bilangan
kuantum spin, dan asas larangan pauli.

D. Metode Pembelajaran
Diskusi
Pengamatan
Penugasan
Tanya jawab

E. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diajak mereview materi atom yang sudah dipelajari di SMP tentang atom yang
terdiri dari muatan positif yang dikitari elektron-elektron. Diperlihatkan struktur atom
salah satu unsur.

45
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Disediakan sebuah kasus tentang pernyataan dalton bahwa atom adalah bagian
terkecil dari benda yang tidak dapat dibagi lagi, siswa diminta untuk mneybutkan
pengamatan-pengamatan atau hasil eksperimen yang mendukung pernyataan
Dalton.
 Disediakan sebuah kasus tabung yang diberi tegangan dan tekanan pada tabung
dihilangkan atau dikurangi hingga 0,01 mmHg, siswa diminta menjelaskan apa
yang terjadi dengan tabung tersebut. Selanjutnya jika pada materi anoda diberi dua
pelat yang diebri medan listrik sehingga menginduksikan medan magnet ke arah
atas, apa yang akan terjadi? Siswa diminta untuk menjelaskan hasil eksperimen
Thomson dan bagaimana kesimpulan Thomson terhadap hasil eksperimennya?
 Siswa diminta untuk menjelaskan percobaan tetes Milikan dan apa kesimpulan dari
percobaan tersebut.
 Siswa diminta untuk menjelaskan percobaan yang dilakukan Rutherford, mengenai
lempengan emas yang ditembakkan dengan sinar alfa, siswa dapat menjelaskan
hasil dari percobaan Rutherford.
 Siswa diminta untuk menjelaskan kelemahan teori Rutherford.
 Siswa diminta untuk menjelaskan bagaimana spektrum atom hidrogen, yang
dimulai dari deret Lyman, Balmer, Paschen, Brackett, dan Pfund.
 Siswa diminta untuk menjelaskan model Atom Bohr dan menjelaskan juga keempat
asumsi dasar yang dinyatakan oleh Bohr.
 Siswa diminta menjelaskan percobaan Franck-Hertz dan bagaimana hasilnya,
dengan grafik hasil percobaan Franck-Hertz, dan kesimpulannya.
 Siswa diminta menjelaskan cara kerja laser dan penggunaan laser.

Elaborasi

 Siswa diminta berdiskusi contoh 8.1 menentukan jenis deret panjang gelombang
terpanjang.
 Siswa diminta berdiskusi untuk mengerjakan 8.3 membuktikan energi total E=
𝑘 𝑒2
− 2𝑟
 Siswa diminta berdiskusi contoh 8.2 tentang tingkat energi.
 Siswa diminta berdiskusi pertanyaan diskusi dan memberikan hasilnya dalam
bentuk laporan.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang sedang dibahas
menjadi lebih baik lagi, misalnya dengan memberikan visualisasi yang jelas
tentang perkembangan teori atom.
 Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum
dipahami.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
Konfirmasi

46
Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang telah dibahas yaitu
tentang perkembangan teori atom.

 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal uji kompetensi bab 8 tentang perkembangan
teori atom.

Pertemuan 2
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan di Ayo Cek Kemampuan Prasyarat dan
menjelaskan kembali hasil percobaan Franck-Hertz, dan percobaan efek Zeeman,
anomali efek Zeeman, prinsip ketidakpastian Heisenberg. Siswa diajak berdiskusi
tentang ketidakmampuan atom Bohr menjelaskan tentang hasil-hasil percobaan
tersebut.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta untuk menjelaskan teori atom mekanika kuantum atau teori
mekanika gelombang.
 Siswa diminta untuk menjelaskan postulat kuantisasi momentum sudut Bohr,
dengan persamaan de Broglie yang persis dengan postulat Bohr.
 Siswa diminta untuk menjelaskan prinsip ketidakpastian Heisenberg, dan
pengajuan Schoedinger tentang model atom gelombang untuk menjelaskan sifat
elektron dalam atom hidrogen.
 Siswa diminta untuk menjelaskan apa itu bilangan kuantum yang meliputi bilangan
kuantum utama, bilangan kuantum orbital, bilangan kuantum magnetik, bilangan
kuantum spin, dan asas larangan pauli.

Elaborasi

 Siswa diminta berdiskusi contoh 8.3 menentukan nilai bilangan kuantum magnetik.
 Siswa diminta berdiskusi contoh 8.4 visualisasi vektor momentum sudut.
 Siswa diminta berdiskusi contoh 8.5 jumlah keadaan kuantum atom hidrogen.
 Siswa diminta berdiskusi pertanyaan diskusi dan memberikan hasil diskusi dalam
bentuk laporan.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang dibahas menjadi
lebih baik lagi misalnya dengan memberikan kasus yang berkaitan dengan materi
yang dibahas yaitu teori atom kuantum.
 Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
Konfirmasi
Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang telah dibahas yaitu
tentang teori atom kuantum.

47
 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal uji kompetensi bab 8 tentang teori atom
kuantum.

F. Alat dan Bahan


Cd berkaitan dengan perkembangan teori atom, Buku Fisika Jilid 3 Marthen Kanginan, Buku
pendamping lain yang relevan.

G. Penilaian

Indikator Jenis Bentu Contoh Instrumen


Tugas k
Tugas
 Memformulasikan Tugas Conto 1. Kegiatan
evolusi model atom: indivi h soal, Membuat suatu model atom
model Dalton, model du Ayo 1. Gunakan benda-benda seperti karton, kertas,
Thomson, model dan Cek pensil warna, benang, dan kapasuntuk
Rutherford, dan model kelom kema membangun model atom Thomson dan Rutherford
Bohr pok mpua dan Thomson
 Memformulasikan n 2. Berilah nama model buatn Anda dan pajanglah
kuantisasi momentum Prasy di tempat yang sesuai di kelas. Buatlah sebuah
dan energi pada model arat, tulisan singkat di dekat model buatan Anda
Bohr Kegia tentang hasil eksperimen yang menjadi
 Menjelaskan terjadinya tan dasardicetuskannya tiap model tersebut.
spektrum diskrit pada Pertan 2. Apa yang dimaksud dengan momentum linear
model Bohr yaan dan momentum sudut?
 Membedakan pengertian diskus 3 Sebuah elektron dalam atom hidrogen berada
orbit pada model atom i pada keadaan n=3, l=2
Bohr dan pengertian Uji a). Berapakah besar vektor momentum sudut
orbital pada model Komp elektron?
mekanika kuantum. etensi b). Berapa banyakkah komponen Z yang boleh
 Mengetahui asal keempat Bab 8 dimiliki oleh vektor momentum sudut L?
bilangan kuantum dan Tentukan besar komponen Lz tersebut?
nilai-nilai yang 4. Jika sebuah elektron dan sebuah proton
diperbolehkan untuk tiap dipercepat dari keadaan diam melalui beda
bilangan kuantum potensial yang sama, manakah yang memiliki
tersebut. panjang gelombang yang lebih besar?
 Menjelaskan postulat 5. Tentukan ketiga panjang gelombang terbesar
momentum sudut Bohr yang dipancarkan oleh atom hidrogen, bila atom
turun ke tingkat n=2 dari tingkat energi yang lebih
tinggi?
Mengetahui, Medan, Juli 2018

Kepala Sekolah SMA Sw. Katolik Budi Murni 3 Medan Guru Fisika

Rudyi Pardosi S.Pd Andil Hotasi Siregar, S.Pd

48
Rancangan Perencanaan Pembelajaran

Nama Sekolah : SMA Swasta Katolik Budi Murni 3 Medan

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : XII/II

Standar Kompetensi : 3. Menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum dan batas-
batas berlakunya relativitas Einstein dalam paradigma fisika modern

Kompetensi dasar : 3.3. Memformulasikan teori relativitas khusus untuk waktu, panjang,
dan massa, serta kesetaraan massa dengan energi yang diterapkan
dalam teknologi

Alokasi waktu :

A. Indikator
 Memformulasikan evolusi model atom: model Dalton, model Thomson, model
Rutherford, dan model Bohr
 Memformulasikan kuantisasi momentum dan energi pada model Bohr
 Menjelaskan terjadinya spektrum diskrit pada model Bohr
 Membedakan pengertian orbit pada model atom Bohr dan pengertian orbital pada model
mekanika kuantum.
 Mengetahui asal keempat bilangan kuantum dan nilai-nilai yang diperbolehkan untuk
tiap bilangan kuantum tersebut.
 Menjelaskan postulat momentum sudut Bohr

B. Tujuan Pembelajaran

Kemampuan dasar yang dimiliki setelah mempelajari bab ini adalah:

 Dapat mendeskripsikan perkembangan teori atom.

C. Materi Pembelajaran

Fisika Atom

A. Perkembangan Teori Atom

Model Atom Dalton

Atom adalah bagian terkecil dari benda yang tidak dapat dibagi lagi dan atom suatu unsur
semuanya serupa dan tidak dapat berubah menjadi atom unsur lain.

Model Atom Thomson

49
Tabung Lecutan gas: Tabung kaca yang memiliki dua elektroda pada kedua ujungnya,
elektroda positif (anoda) dihubungkan elektroda negatif dengan tegangan tinggi dc, tekanan
0,01 mmHg, kaca didekat anoda berpendar kehijau-hijauan.

Percobaan Thomson

Tabung sinar katoda diberi tegangan tinggi, tegangan ini akan mempercepat partikel-partikel
yang keluar dari katoda menuju anoda. Agar partikel dapat bergerak lurus ke layar di tengah
tabung diletakkan keping sejajar dengan kuat medan listrik E berarah ke atas dan
elektromagnet dengan induksi magnet berarah masuk ke bidang tabung. Thomson
menemukan e/m tidak bergantung jenis lempeng katoda.

Teori Atom Thomson

Atom berbentuk bola padat dengan muatan-muatan listrik positif tersebar merata di seluruh
bagian bola, muatan posittif dinetralkan oleh elektron-elektron bermuatan negatif yang
melekat pada bola seragam bermuatan positif tersebut, seperti kismis yang melekat pada
sebuah kue. Nilai e/m dapat diukur melalui percobaan milikan, melalui percobaan tetesan
milikan.

Model Atom Rutherford

Rutherford melakukan percobaan dengan menembakkan partikel alfa ke lempeng emas dan
dihasilkan atom terdiri dari inti atom yang berpusat di tengah, dan di kelilingi oleh elektron-
elekron pada jarak yang relatif jauh. Elektron-elektron berputar pada litasan-lintasan, seperti
planet bergerak mengelilingi Matahari dalam tata surya.

Model Atom Bohr

Yang akan dipelajari dua kelemahan model atom Rutherford, spektrum atom hidrogen, model
atom menurut Niels Bohr, dan percobaan Franck dan Hertz.

B. Model Atom Mekanika Kuantum

Yang akan diabahas menjelaskan postulat kuantisasi momentum sudut Bohr, persamaan de
Broglie, prinsip ketidakpastian Heisenberg, bilangan kuantum yang meliputi bilangan
kuantum utama, bilangan kuantum orbital, bilangan kuantum magnetik, dan bilangan
kuantum spin, dan asas larangan pauli.

D. Metode Pembelajaran
Diskusi
Pengamatan
Penugasan
Tanya jawab

50
E. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diajak berdiskusi tentang salah satu aplikasi dari teori radiasi benda hitam
misalnya yang ada di halaman 257. Kita dapat menentukan bagaimana permukaan
matahari, suhu matahari padahal matahari terletak sangat jauh dari permukaan bumi.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diberi pertanyaan singkat tentang radiasi dan apakah setiap benda meradiasi?
Mengapa kita tidak dapat melihatnya saat di ruang gelap sekalipun?
 Siswa diberi kasus tentang black body yang diberi lubang kemudian sifat dari black
body tersebut tidak menyerap sama sekali radiasi yang diberikan. Siswa diminta
menjelaskan apa itu black body? Black body radiation?
 Siswa diminta menjelaskan mengapa tidak ada benda yang memiliki sifat seperti
black body?
 Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan pada Ayo Cek Kemampuan Prasyarat
yang ada di halaman 260.
 Disediakan kasus grafik tentang intensitas dengan panjang gelombang, dan
bagaimana kasus tersebut dijelaskan menurut hukum Stefan Boltzmann, hukum
pergeseran Wien dan Reyleigh-jeans.
 Siswa diminta pula untuk menjelaskan bagaimana planck berhasil menjelaskan
tentang grafik tersebut.

Elaborasi

 Siswa diminta untuk mendiskusikan pertanyaan diskusi halaman 259.


 Siswa diminta untuk mendiskusikan contoh 7.1 persamaan Stefan Boltzmann yaitu
menghitung laju energi radiasi atau daya radiasi dan aplikasi hukum Stefan-
Boltzmann pada matahari.
 Siswa diminta untuk mendiskusikan kegiatan 7.2 berpikir jika persamaan Reyleigh-
Jeans benar.
 Siswa diminta untuk mendiskusikan contoh 7.2 energi foton cahaya yaitu
menentukan jumlah foton berdasarkan energinya.
 Siswa diminta mendiskusikan Ayo Kerjakan Soal Seleksi halaman 269.
 Siswa diminta untuk mengerjakan dan mendiskusikan pertanyaan diskusi dan
dikumpulkan dalam bentuk laporan.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang dibahas menjadi
lebih baik lagi misalnya dengan mendiskusikan materi pengayaan, mambuktikan
hukum radiasi benda hitam Planck secara matematis atau memutar CD berkaitan
dengan pengukuran secara akurat radiasi latar belakang kosmik.
 Guru memberikan kesempatan tanya jawab kepada siswa tentang materi yang
belum diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
Konfirmasi
51
Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang telah dibahas yaitu
tentang radiasi benda hitam.
 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal uji kompetensi bab 7 tentang radiasi benda
hitam.

F. Alat dan Bahan


Kaleng bekas lengkap dengan tutupnya dan sebuah paku, video tentang teori big bang, buku
Marthen kanginan Jilid 3, buku-buku pendamping lain yang relevan.

G. Penilaian

Indikator Jenis Bentuk Contoh Instrumen


Tugas Tugas
 Menjelaskan tentang Tugas Ayo Cek 1. Dengan menggunakan sebuah kaleng
benda hitam individ Kemamp bekas dengan tutupnya dan sebuah paku
 Membandingkan kurva u dan uan besar tajam, buatlah sebuah benda hitam.
distribusi spektra radiasi kelomp Prasyarat Pandanglah benda hitam tersebut pada
benda hitam yang ok , Contoh siang hari. Jelaskan mengapa benda buatan
diperoleh dari titik-titik soal, anda disebut sebagai benda hitam?
data eksperimen dengan Kegiatan 2. beberapa bintang diamati bercahaya
yang diperoleh dari hukum Pertanya kemerah-merahan dan beberapa di
radiasi Wien, hukum an antaranya bercahaya biru. Bintang
radiasi Reyleigh-Jeans, diskusi manakah yang memiliki suhu permukaan
dan hukum radiasi Planck. Ayo lebih tinggi? Jelaskan.
 Memformulasikan Kerjakan 3. Tuliskan persamaan dasar gelombang
hipotesis planck Soal elektromagnetik yang menghubungkan λ, c
 Memformulasikan hukum Seleksi dan f.
pergeseran Wien dan Uji 4. Panjang gelombang terpendek sinar X
hukum Stefan- Boltzmann Kompete yang dihasilkan dalam tabung sinar X
berdasarkan hipotesis nsi Bab 7 melalui beda tegangan 50 kV antara target
Planck dan katoda adalah . . . .
 Mengaplikasikan sifat- 5. Sebuah lampu natrium 20 W berwarna
sifat radiasi benda hitam kuning (λ= 589 nm). Berapa banyak foton
untuk mengukur suhu yang dipancarkan lampu itu setiap sekon?
Matahari dan satu bintang 6. Suatu sumber cahaya tertentu
meradiasikan kalor dengan puncaknya
memiliki frekuensi 1,50 x 1015Hz.
Tentukan suhu sumber cahaya.
Mengetahui, Medan, Juli 2018

Kepala Sekolah SMA Sw. Katolik Budi Murni 3 Medan Guru Fisika

Rudyi Pardosi S.Pd Andil Hotasi Siregar, S.Pd

52
Rancangan Perencanaan Pembelajaran

Nama Sekolah : SMA Swasta Katolik Budi Murni 3 Medan

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : XII/II

Standar Kompetensi : 3. Menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum dan batas-
batas berlakunya relativitas Einstein dalam paradigma fisika modern

Kompetensi dasar : 3.3. Memformulasikan teori relativitas khusus untuk waktu, panjang,
dan massa, serta kesetaraan massa dengan energi yang diterapkan
dalam teknologi

Alokasi waktu : 4 x 45 menit

A. Indikator
 Menginterpretasikan hasil percobaan Michelson-Morley
 Memformulasikan transformasi Lorentz dan mengetahui perbedaannya dari transformasi
Galileo
 Memformulasikan penjumlahan kecepatan yang bersifat relativistik
 Memformulasikan peristiwa kontraksi panjang dan pemekaran waktu

B. Tujuan Pembelajaran

Kemampuan dasar yang dimiliki setelah mempelajari bab ini adalah:

Dapat memformulasikan teori relativitas khusus untuk waktu, panjang, dan massa, serta
kesetaraan massa dengan energi yang diterapkan dalam teknologi.
C. Materi Pembelajaran

Teori Relativitas Khusus

Relativitas Newton

Pembahasan relativitas Newton emliputi semua gerak itu relatif, definisi kejadian, relativitas
Newton. Relativitas Newton yaitu hukum-hukum mekanika berlaku sama pada semua
kerangka acuan inersial. Kerangka acuan inersial adalah suatu kerangka acuan berada dalam
keadaan diam atau bergerak terhadap kerangka acuan lainnya dengan kecepatan konstan pada
suatu garis lurus.

Transformasi Galileo

53
Yang akan dipelajari pada materi ini adalah transformasi galileo untuk koordinat dan waktu,
transformasi balikan, dan transformasi Galileo untuk kecepatan.

Postulat Relativitas Khusus

Hipotesis Eter yang mengemukakan bahwa jagat raya dipenuhi oleh eter stasioner yang tidak
mempunyai wujud tetapi dapat menghantarkan perambatan gelombang. Cahaya sebagai
gelombang haruskah memiliki medium dalam perambatannya percobaan Mickelson Morley
dan postulat Einstein untuk teori relativitas khusus: postulat 1: hukum-hukum fisika memiliki
bentuk yang sama pada semua kerangka acuan yang bergerak dengan kecepatan tetap
(kerangka acuan inersial). Postulat 2: cahaya merambat melalui ruang hampa dengan cepat
rambat cahaya dan kelajuan cahaya tak bergantung pada kelajuan sumber cahaya maupun
kelajuan pengamatnya.

Transformasi Lorentz

pada amteri kali ini akan dibahas tentang tetapan transformasi dan transformasi balikan.
Selain itu akan dibahas juga tentang transformasi lorentz untuk kecepatan, dan transformasi
balikannya.

Transformasi Kecepatan relativistik

Kasus yang dibahas pada materi ini misalnya orang berada dalam kereta bergerak, dan orang
di luar kereta melihat orang tersebut bergerak dalam kereta.

V B, D = V B, A + V A, D

B. Pemekaran Waktu dan Kontraksi Panjang

Yang akan dibahas pertama kali yaitu tentang pemekaran waktu yang melalui paradoks
kembar dan bukti pemekaran waktu. Selanjutnya materi yang dibahas adalah kontraksi
panjang.

C. Massa, Momentum, dan Energi Relativistik

Yang dibahas pada subbab ini adalah massa relativistik, momen relativistik, energi relativistik
yang maliputi energi diam, energi total, dan energi kinetik, serta hukum kekekalan
relativistik.

D. Metode Pembelajaran
Diskusi
Pengamatan
Penugasan
Tanya jawab

54
E. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diajak berdiskusi tentang sebuah foto tentang simulasi komputer yang berupa
bentuk visual kisi tiga dimensi yang tersusun atas batang-batang dan bola-bola yang
bergerak menuju pembaca. Foto tersebut adalah bentuk normal kisi pada keadaan diam.
Sampai kelajuan 0,5 c batang tampak lurus. Pada kelajuan 0,99 c tampak berubah
bentuk. Hal ini terjadi karena batang menyusut, padahal tidak diberi gaya luar.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta mengerjakan soal Ayo Cek Kemampuan Prasyarat. Kemudian siswa
diminta untuk menjelaskan kasus:
Misalnya ada elektron yang diberi tegangan sampai jutaan volt, yang
mengakibatkan elektron bergerak dengan kecepatan 0,99 c. Namun saat energi
elektron diberi 4 kali semula yang berarti kelajuan elektron menjadi 2 kali semula
atau 1,98 c, tetapi ternyata kelajuan elektron tersebut hanya 0,99 c. Bagaimana
hukum Newton dapat menjelaskan kasus tersebut?
 Siswa diminta menjelaskan hukum relativistik Newton yang meliputi semua gerak
itu relatif, definisi kejadian, pengamat, dan kerangka acuan, serta relativistik
Newton.
 Disediakan sebuah kasus, misalnya seorang anak yang sedang meneriakkan sesuatu
ke orang yang berada di dalam kereta yang sedang bergerak. Siswa diminta
menjabarkannya ke dalam koordinat x, y dan z, setelah itu diminta untuk
menjelaskan transformasi galileo untuk koordinat dan waktu, serta transformasi
balikkannya.
 Siswa diminta untuk menjelaskan postulat relativitas khusus dan menjelaskan
tentang hiposesa eter. Setelah itu siswa diminta untuk menjelaskan percobaan
Michelson-Moley dan postulat Einstein tentang teori relativitas khusus.
 Siswa diminta menjelaskan transformasi Lorentz, tetapan transformasi Lorentz, dan
transformasi balikannya. Siswa diminta untuk membedakan antara transformasi
galileo dan transformasi lorentz.
 Disediakan kasus yang berkaitan dengan penjumlahan relativistik dan siswa
diminta untuk menjelaskan penjumlahan relativistik.

Elaborasi

 Siswa diminta untuk mendiskusikan kegiatan 9.11 tentang menemukan contoh


postulat Einstein 1 dan 2.
 Siswa diminta berdiskusi tentang kegiatan 9.2 yaitu relativistik Newton adalah
kasus khusus dari relativistas khusus Einstein dan Apakah Bumi berputar mengitari
Matahari ataukah Matahari berputar mengitari Bumi?
 Siswa diminta berdiskusi pertanyaan diskusi dan membuat hasil diskusinya dalam
bentuk laporan tertulis.

55
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang dipelajari menjadi
lebih baik, misalnya dengan memberikan kasus dan membahas bersama-sama.
 Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
Konfirmasi
Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang telah dibahas yaitu
tentang transformasi dan postulat relativitas khusus.

 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal uji kompetensi bab 9 tentang ransformasi dan
postulat relativitas khusus.

Pertemuan 2
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diajak berdiskusi tentang kasus :
Misalnya paradoks kembar, si kembar yang satu berada di Bumi dan yang satunya lagi
bepergian ke planet X. Saat pertama bertemu umur mereka sama, setelah salah satu
kembali dari perjalanannya dari Planet X, dan bertemu dengan kembarannya, ternyata
usianya jauh lebih muda dibandingkan dengan kembarannya yang tinggal di bumi.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta menjelaskan pemekaran waktu, dan menyebutkan bukti pemekaran
waktu.
 Siswa diminta menjelaskan kontraksi panjang dan kasus yang berkaitan dengan
kontraksi panjang.
 Siswa diminta untuk menjelaskan massa, momentum, dan energi relativistik.
 Siswa diminta untuk menurunkan persamaan dua bola yang mengalami tumbukan,
dan diselesaikan dengan menggunakan hukum kekekalan momentum sehingga di
dapat persamaan massa relativitas.
 Siswa diminta untuk menjelaskan momentum relativitas.
 Siswa diminta untuk menjelaskan energi relativitas yang meliputi energi diam,
energi total, dan energi kinetik.

Elaborasi

 Siswa diminta berdiskusi kegiatan 9.3 yaitu membuktikan.


 Siswa diminta berdiskusi tentang pertanyaan diskusi dan hasilnya diminta dalam
bentuk laporan tertulis.
 Siswa diminta berdiskusi contoh 9.2 tentang momentum relativistik.
 Siswa diminta berdiskusi contoh 9.3 tentang energi relativistik
 Siswa diminta berdiskusi contoh 9.4 tentang kekekalan energi relativistik.
 Siswa diminta berdiskusi pertanyaan diskusi dan hasilnya diminta dalam bentuk
laporan tertulis.
56
 Guru memfasilitasi agar kemampuan siswa memahami materi yang dibahas yaitu
tentang pemekaran waktu dan massa, momentum dan energi relativistik lebih baik
lagi, misalnya dengan memberi kasus dan dibahas bersama.
 Guru memberi kesempatan siswa bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
Konfirmasi
Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang telah dibahas yaitu
tentang pemekaran waktu, massa, momentum, dan energi relativistik.
 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal uji kompetensi bab 9 tentang pemekaran waktu,
massa, momentum, dan energi relativistik.
F. Alat dan Bahan
Cd berkaitan dengan perkembangan teori relativitas, Buku Fisika Jilid 3 Marthen Kanginan,
Buku pendamping lain yang relevan.
G. Penilaian

Indikator Jenis Bentuk Contoh Instrumen


Tugas Tugas
Tugas Contoh 1. Mobil A bergerak ke utara dengan
 Menginterpretasikan individu soal, kelajuan 66 km/jam dan mobil B juga
hasil percobaan dan Ayo Cek bergerak ke utara tetapi dengan kelajuan 45
Michelson-Morley kelompo kemamp km/jam. Tentukan kecepatan relatif: mobil
 Memformulasikan k uan A terhadap mobil B dan mobil B terhadap
transformasi Lorentz Prasyarat mobil A.
dan mengetahui , 2. kegiatan
perbedaannya dari Kegiatan Dengan 3 atau 4 teman berdiskusilah tentang
transformasi Galileo Pertanya dua masalah berikut.
 Memformulasikan an 1. relativitas Newton adalah kasus khusus
penjumlahan kecepatan diskusi dari relativitas khusus Einstein.
yang bersifat relativistik Uji 2. apakah bumi berputar mengitari Matahari
 Memformulasikan Kompete ataukah Matahari berputar mengitari Bumi?
peristiwa kontraksi nsi Bab 9 3. Apa yang dimaksud dengan kerangka
panjang dan pemekaran acuan inersial?
waktu 4. Hitunglah momentum sebuah elektron
yang bergerak dengan kelajuan 0,96 c.

Mengetahui, Medan, Juli 2018

Kepala Sekolah SMA Sw. Katolik Budi Murni 3 Medan Guru Fisika

Rudyi Pardosi S.Pd Andil Hotasi Siregar, S.Pd

57
Rancangan Perencanaan Pembelajaran

Nama Sekolah : SMA Swasta Katolik Budi Murni 3 Medan

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : XII/II

Standar Kompetensi : 4. Menunjukkan penerapan konsep fisika inti dan radioaktivitas dalam
teknologi dan kehidupan sehari-hari

Kompetensi dasar : 4.1. Mengidentifikasi karakteristik inti atom dan radioaktivitas

Alokasi waktu : 4 x 45 menit

A. Indikator
 Mengidentifikasi karakteristik kestabilan inti atom
 Membuat ulasan tentang mekanisme peluruhan radioaktif
 Mengaplikasikan gejala defek massa untuk menentukan energi ikat inti
 Memformulasikan secara kuantitatif peluruhan radioaktif
 Menerapkan konsep waktu paruh
 Membandingkan prinsip kerja berbagai detektor radiasi
 Memformulasikan secara kuantitatif dosis serapan radioaktif
 Membuat ulasan tentang bahaya radiasi

B. Tujuan Pembelajaran

Kemampuan dasar yang dimiliki setelah mempelajari bab ini adalah:

 Dapat mengindetifikasi karakteristik inti atom dan radioaktivitas.


C. Materi Pembelajaran

Inti Atom dan Radioaktivitas

Beberapa sifat inti atom

Beberapa sifat inti atom ditentukan oleh partikel apa saja yang menyusun inti atom. Inti atom
tersusun oleh neutron dan proton. Inti atom dituliskan sebagai 𝐴𝑍𝑋. Selain itu akn dibahas
tentang apa yang dimaksud dengan isobar, isoton, dan isotop. Isobar adalah nuklida-nuklida
yang memiliki jumlah nukleon sama tetapi jumlah proton yang berbeda. Isoton adalah
nuklida-nuklida dengan jumlah neutron sama. Isotop adalah nuklida-nuklida dengan jumlah
proton sama tetapi jumlah neutron yang berbeda. Dengan mengetahui struktur inti atom, kita
akan membahas tentang bagaimana kestabilan inti atom, dan bagaimana agar inti atom stabil.

Kestabilan inti bergantung dengan gaya inti. Pada pembahasan materi ini juga akan dibahas
apa yang dimaksud dengan gaya inti dan bagaimana grafik kestabilan inti. Massa sebuah inti
58
stabil selalu lebih kecil daripada gabungan massa nukleon-nukleon pembentuknya.perbedaan
antara massa sebuah inti dengan massa nukleon-nukleon pembentuknya disebut dengan defek
massa. Defek massa akan menentukan energi ikat dari inti (binding energy) yang merupakan
energi-energi yang diperlukan untuk memutuskan inti menjadi proton-proton dan neutron-
neutron pembentuknya.

Radioaktif

Pada subbab ini akan dibahas tentang penemuan dan jenis-jenis sinar radioaktif. Sebelumnya
pelu diperkenalkan dahulu apa itu radioaktivitas. Radioaktivitas merupakan pemancaran sinar
tembus(sinar radioaktif) secara spontan oleh inti-inti tidak stabil. Ada beberapa jenis sinar
radioaktif yaitu sinar alfa, sinar beta, dan sinar gamma. Masing-masing sinar radioaktif
memiliki sifat yang berbeda misalnya daya tembus, energi transfer, karakteristik saat
berinteraksi. Radioaktif adalah salah satu tindakan yang dilakukan oleh inti atom untuk
mencapai keadaan stabil. Inti atom akan meluruh dengan melakukan pemancaran elektron,
pemancaran positron, dan penangkapan elektron.

Peluruhan

Atom-atom radioaktif akan memancarkan sinar radioaktif untuk menjadi atom yang stabil.
Peristiwa pemancaran radioaktif oleh zat radioaktif disebut peluruhan. Dalam peristiwa
peluruhan kita akan membahas tentang aktivitas bahan radioaktif yang meliputi hukum
peluruhan radioaktif, aktivitas radioaktif. Pembahasan materi ini juga diikuti dengan
perkenalan satuan aktivitas radioasi dan waktu paruh radioaktif. Selain itu akan dibahas deret
radioaktif, serapan radioaktif yang meliputi bagaimana pelemahan intensitas radioaktif
melalui medium dan apakah yang dimaksud dengan dosis sempurna, detektor radiasi yang
meliputi pencacah Geiger Muller, could chamber, dan film fotografis. Jika radiasi tidak
diarahkan maka akan menjadi hal yang berbahaya. Bahaya radiasi yang dibahas adalah radiasi
di sekitar kita, radiasi dan sel, dosis serapan, dan proteksi terhadap radiasi.

D. Metode Pembelajaran
Diskusi
Penugasan
Tanya jawab

E. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
 Kegiatan Pendahuluan
Disediakan sebuah kasus yang berkaitan dengan reaksi fusi yang tidak dapat
dikendalikan misalnya peristiwa Nagasaki dan Hirosima. Siswa dimintai pendapat jika
seandainya energi yang sebesar itu dimanfaatkan dengan baik, maka akan menjadi
sumber energi yang tidak terbatas.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta mengerjakan soal pada Ayo Cek Kemampuan Dasar.

59
 Siswa diminta menjelaskan struktur atom dan menjelaskan struktur inti atom,
setelah itu menyebutkan partikel-partikel penyusun inti atom.
 Siswa diminta menuliskan bagaimana cara menuliskan inti atom.
 Siswa diminta menyebutkan macam-macam definisi struktur inti atom yang
meliputi isoton, isotop, dan isobar dan dimintai untuk menjelaskan definisi masing-
masing dan menyebutkan contohnya.
 Siswa diminta untuk menjelaskan kestabilan inti, defek massa, gaya inti, dan energi
ikat inti.
 Disediakan grafik antara jumlah neutron dan jumlah proton, siswa diminta untuk
mendefinisikan apa yang dimaksud dengan kestabilan inti dan ketidakstabilan inti.
 Disediakan grafik tentang hubungan antara energi ikat per nukleon terhadap nomor
massa inti, dan menyebutkan unsur mana yang stabil dan yang tidak stabil.
 Siswa diminta untuk mendefinisikan radioaktif, jenis-jenis sinar radioaktif, dan
sifat-sifatnya.
 Siswa diminta untuk menjelaskan mengapa inti atom meluruh dan menjelaskan
bagaimana peluruhan alfa, beta cenderung membawa sebuah inti tidak stabil ke
konfigurasi inti stabil.

Elaborasi

 Siswa diminta berdiskusi kegiatan 10.1


 Siswa diminta berdiskusi kegiatan 10.3 bagaimana berkas alfa, beta, dan gamma
melewati dua keping sejajar yang diberi beda potensial.
 Siswa diminta berdiskusi pertanyaan diskusi dan membuat jawabannya dalam
bentuk laporan hasil diskusi.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang dibahas menjadi
lebih baik, misalnya dengan memberi latihan soal atau studi kasus berkaitan dengan
radioaktif dan membahasnya.
 Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
Konfirmasi
Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang telah dibahas yaitu
tentang inti atom dan radioaktivitas.

 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal uji kompetensi bab 10 tentang inti atom dan
radioaktivitas dan mengerjakan kegiatan 10.2.

Pertemuan 2
 Kegiatan Pendahuluan
Siswa diajak berdiskusi tentang peluruhan inti atom yaitu peluruhan alfa, beta, dan
gamma dan tujuan terjadinya peluruhan inti atom.

60
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa diminta menjelaskan aktivitas bahan radioaktif yang meliputi hukum
peluruhan radioaktif dan aktivitas radioaktif.
 Di dalam hukum peluruhan terdapat istilah aktivitas dan waktu paruh, siswa
diminta untuk menjelaskannya.
 Siswa diminta menjelaskan deret radioaktif dan serapan radioaktif.
 Siswa diminta menjelaskan serapan radioaktif meliputi bagaimanakah
pelemahaman intensitas radioaktif melalui medium dan apa yang dimaksud dengan
dosis serapan.
 Siswa diminta menjelaskan beberapa alat detektor radiasi seperti Geiger muller,
Kamar kabut (Could Chamber), dan film fotografis.
 Siswa diminta menjelaskan bahaya radiasi, radiasi di sekitar kita, radiasi dan sel,
dosis serapan radiasi dan efek biologis, dan proteksi terhadap radiasi.

Elaborasi

 Siswa diminta berdiskusi pertanyaan diskusi dan hasilnya diminta dalam bentuk
laporan tertulis.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang sedang dibahas
menjadi lebih baik lagi. Misalnya, dengan memberikan latihan soal atau studi kasus
dan membahasnya bersama-sama.
 Guru memberikan kesempatan siswa bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
Konfirmasi
Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang telah dibahas yaitu
tentang peluruhan.

 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal uji kompetensi bab 10 tentang peluruhan.

F. Alat dan Bahan


Cd berkaitan dengan peluruhan, pengukuran radiasi, dan bahaya radiasi, Buku Fisika Jilid 3
Marthen Kanginan, Buku pendamping lain yang relevan.

G. Penilaian

Indikator Jenis Tugas Bentuk Tugas Contoh Instrumen


 Mengidentifikasi Tugas individu Contoh soal, 1. sebuah isotop memiliki
karakteristik kestabilan inti dan kelompok Ayo Cek waktu paruh satu bulan.
atom kemampuan Setelah dua bulan, akankah
 Membuat ulasan tentang Prasyarat, contoh isotop yang diberikan
mekanisme peluruhan Kegiatan itu meluruh habis? Jika tidak
radioaktif Pertanyaan berapa banyakkah yang

61
 Mengaplikasikan gejala diskusi tersisa?
defek massa untuk Uji 2. Dua contoh nuklida
menentukan energi ikat Kompetensi radioaktif yang sama
inti Bab 10 disiapkan. Contoh A memiliki
 Memformulasikan secara aktivitas awal dua kali contoh
kuantitatif peluruhan aktivitas awal B.
radioaktif Bagaimankah waktu paruh A
 Menerapkan konsep waktu dibandingkan dengan waktu
paruh paruh B? Setelah keduanya
 Membandingkan prinsip berumur 5 kali waktu
kerja berbagai detektor paruhnya, berapakah
radiasi perbandingan aktivitas
 Memformulasikan secara keduanya?
kuantitatif dosis serapan
radioaktif
 Membuat ulasan tentang
bahaya radioasi

Mengetahui, Medan, Juli 2018

Kepala Sekolah SMA Sw. Katolik Budi Murni 3 Medan Guru Fisika

Rudyi Pardosi S.Pd Andil Hotasi Siregar, S.Pd

62
Rancangan Perencanaan Pembelajaran

Nama Sekolah : SMA Swasta Katolik Budi Murni 3 Medan

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : XII/II

Standar Kompetensi : 4. Menunjukkan penerapan konsep fisika inti dan radioaktivitas dalam
teknologi dan kehidupan sehari-hari

Kompetensi dasar : 4.2. Mendeskripsikan pemanfaatan radoaktif dalam teknologi dan


kehidupan sehari-hari

Alokasi waktu :

A. Indikator
 Mengilustrasikan prinsip kerja reaktor nuklir
 Membuat ulasan mengenai reaksi fusi nuklir di dalam matahari yang merupakan sumber
energi matahari
 Membuat ulasan mengenai prinsip kerja bom fisi dan fusi yang memanfaatkan energi ikat
inti di dalam inti.
 Menunjukkan contoh pemanfaatan radioisotop pada bidang teknologi.

B. Tujuan Pembelajaran

Kemampuan dasar yang dimiliki setelah mempelajari bab ini adalah:

Dapat mendeskripsikan permanfaatan radioaktif dalam teknologi dan kehidupan sehari-


hari.
C. Materi Pembelajaran

Aplikasi Fisika Inti

Reaksi Inti

Pada reaksi inti yang perlu diperhatikan adalah hukum kekekalan nomor atom pada reaksi.
Dalam pembelajaran materi ini yang akan dipelajari pertama kali adalah perhitungan energi
pada reaksi inti dan pembuatan isotop radioaktif dengan reaksi inti.

Reaksi fisi

Reaksi fisi adalah reaksi yang pembelahan inti. Yang akan dipelajari pada materi ini adalah
energi yang dibebaskan pada reaksi fisi, reaksi fisi Uranium-235, reaksi berantai tak
terkendali dan terkendali. Selain itu akan dibahas juga reaktor atom fisi, dalam pembelajaran
reaksi fisi dapat diklasifikasikan reaktor termal dan reaktor cepat.

63
Klasifikasi reaktor thermal berdasarkan fungsinya sebagai reaktor penelitian dan reaktor daya
dan PLTN.

Reaksi fusi

Reaksi fusi adalah reaksi penggabungan inti. Yang akan dipelajari pada pembelajaran materi
ini adalah syarat terjadinya reaksi fusi, rantai proton-proton yang terjadi di baian dalam
matahari dan bintang-bintang.

Reaktor fusi nuklir

Reaksi fisi nuklir dapat dikendalikan dalam reaktor nuklir. Apakah reaksi fusi nuklir dapat
dikendalikan dalam suatu reaktor nuklir? Ada dua syarat untuk mengendalikan fusi:

1. suhu harus sangat tinggi

2. pada suhu yang sangat tinggi, semua atom terionisasi habis membentuk plasma.

Penggunaan reaktor nuklir saat ini tengah digalakkan pengadaannya, yang perlu diperhatikan
adalah keunggulan dan keamanan.

Pemanfaatan radioisotop

Pembelajaran materi ini meliputi penggunaan radioisotop sebagai perunut yaitu pengobatan
dan industri. Selain itu akan dipelajari juga pemanfaatan radioisotop berdasarkan sifat
radiasinya yang meliputi pengobatan, penentuan umur dengan radioaktif.

D. Metode Pembelajaran
Diskusi
Penugasan
Tanya jawab

E. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
 Kegiatan Pendahuluan
Guru mereview materi yang dibahas appada pertemuan sebelumya yaitu mengenai
reaksi inti.
 Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Disediakan sebuah kasus berkaitan dengan reaksi inti misalnya
4 14 17 1
2𝐻𝑒 + 7𝑁 → 8𝑂 + 1𝐻
Siswa diminta untuk mengamati syarat dari reaksi inti, menghitung energi pada
reaksi inti, pembuatan isotop radioaktif dengan reaksi inti.
 Siswa diminta untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan reaksi fisi,
selanjutnya energi yang dibebaskan pada reaksi fisi dan reaksi fisi Uranium-235,
serta reaksi berantai tak terkendali dan terkendali.

64
 Siswa diminta untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan reaktor fisi, dan
bagaimana klasifikasinya.
 Diberikan pertanyaan berkaitan dengan bagaimana klasifikasi reaktor termal
berdasarkan fungsinya yang meliputi reaktor penelitian serta reaktor daya dan
PLTN.
 Siswa diminta menjelaskan definisi reaksi fusi misalnya
2 2 3 1
1𝐻 + 1𝐻 → 1𝐻 + 1𝐻
Siswa diminta untuk menyebutkan syarat terjadinya reaksi fusi.
 Siswa diminta untuk menjelaskan rantai proton-proton yang terjadi di bagian dalam
matahari dan bintang-bintang.
 Siswa diminta untuk menjelaskan reaktor fusi nuklir, disediakan kasus berkaitan
dengan reaktor nuklir, syarat mengendalikan fusi, dan keunggulan dan keamanan.
 Siswa diminta untuk menjelaskan manfaat radioisotop, pemanfaatan radioisotop
meliputi perunut (pencari jejak), pemanfaatan radioisotop berdasarkan sifat
radiasinya, dan tenaga listrik.

Elaborasi

 Siswa diminta berdiskusi kegiatan 10.6 menghitung salah satu reaksi fisi U-235.
 Siswa diminta berdiskusi kegiatan 10.7 mengenai pembentukan PLTN.
 Siswa diminta berdiskusi kegiatan 10.10 menghitung umur batuan.
 Siswa diminta berdiskusi tentang pertanyaan diskusi dan diminta hasilnya dalam
bentuk laporan tertulis.
 Guru memfasilitasi agar pemahaman siswa tentang materi yang dibahas menjadi
lebih baik lagi, misalnya dengan memperlihatkan video reaksi fisi dan reaksi fusi
dan siswa dimintai pendapatnya.
 Guru memberikan kesempatan siswa bertanya tentang hal-hal yang belum
diketahui.
 Guru meluruskan kesalahpahaman konsep yang terjadi.

Konfirmasi
Guru memberikan tanya jawab berkaitan dengan materi yang telah dibahas yaitu
tentang aplikasi fisika inti.

 Kegiatan Penutup
Siswa diminta untuk mengerjakan soal uji kompetensi bab 10 tentang aplikasi fisika
inti dan soal evaluai bab 7-10.

F. Alat dan Bahan


Cd berkaitan dengan aplikasi fisika inti, Buku Fisika Jilid 3 Marthen Kanginan, Buku
pendamping lain yang relevan.

65
G. Penilaian

Indikator Jenis Tugas Bentuk Tugas Contoh Instrumen


 Mengilustrasikan prinsip Tugas individu Kegiatan 1. Profesor Adrian menuju ke
kerja reaktor nuklir dan kelompok Pertanyaan labolatorium dengan
 Membuat ulasan mengenai diskusi membawa sebuah batuan. Ia
reaksi fusi nuklir di dalam Uji ingin menaksir umur batuan
matahari yang merupakan Kompetensi tersebut. Dari sampel batuan
sumber energi matahari Bab 10 dan yang dianalisisnya, ia
 Membuat ulasan mengenai evaluasi bab menemukan bahwa sampel
prinsip kerja bom fisi dan 7-10 tersebut mengandung timbal
fusi yang memanfaatkan 0,093 gram dalam setiap 1
energi ikat inti di dalam gram uranium. Ia melihat
inti. tabel waktu paruh unsur dan
 Menunjukkan contoh mendapatkan bahwa waktu
pemanfaatan radioisotop paruh uranium adalah 4,5 x 10
9
pada bidang teknologi. tahun. Dapatkan anda
menolong profesor Adrian
untuk menaksir umur batuan
tersebut.

Mengetahui, Medan, Juli 2018

Kepala Sekolah SMA Sw. Katolik Budi Murni 3 Medan Guru Fisika

Rudyi Pardosi S.Pd Andil Hotasi Siregar, S.Pd

66