Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KUNJUNGAN RUMAH (HOME VISITE)

PRAKTIK PROFESI KEPERAWATAN JIWA


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
STIKES WIRA MEDIKA BALI

A. Identitas Pasien
1. Nama : Tn S
2. Umur : 40 Tahun
3. Agama : Hindu
4. Jenis Kelamin : Laki-laki
5. Pendidikan : SMA
6. Pekerjaan : Tidak Bekerja
7. Status : Belum Menikah
8. MRS di RSJ : 17 September 2018
9. Alamat : Karangasem

B. Keluarga Yang Dikunjungi


1. Nama : Tn.N
2. Umur : 55 Tahun
3. Hubungan Dengan Pasien : Paman pasien
4. Alamat : Karangasem

C. Tujuan Kunjungan Rumah


1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan kunjungan rumah keluarga dapat menerima dan berpartisipasi
dalam merawat anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa perilaku
kekerasan
2. Tujuan Khusus
a. Memvalidasi dan melengkapi data yang diperoleh dari pasien dan catatan
medis
b. Mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya perilaku kekerasan
c. Mengetahui pengetahuan keluarga mengenai penyebab, tanda dan gejala, serta
akibat dari perilaku kekerasan pada salah satu anggota keluarganya
d. Mengetahui kemampuan keluarga untuk mengambil keputusan dan menangani
salah satu anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa perilaku
kekerasan
e. Mengetahui kemampuan keluarga untuk merawat salah satu anggota keluarga
yang mengalami gangguan jiwa perilaku kekerasan
f. Mengetahui kemampuan keluarga untuk mempertahankan hubungan timbal
balik dengan sarana kesehatan yang ada dalam merawat salah satu anggota
keluarganya yang mengalami gangguan jiwa perilaku kekerasan
g. Melakukan implementasi diagnosa keperawatan yang berkaitan dengan
pelaksanaan tugas keluarga dan memberikan pendidikan kesehatan jiwa
mengenai perilaku kekerasan.

D. Rencana Kegiatan Keperawatan


1. Fase Orientasi
a. Salam dan Pelaksanaan
“Selamat siang bapak, perkenalkan kami mahasiswa STIKes Wira Medika
Bali yang sedang praktik di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. Nama saya
Anjani disebelah saya ada Indra, Wahyu dan Sri, boleh saya tau nama bapak
siapa?, bapak biasa dipanggil siapa?”
b. Validasi Keadaan Pasien
“Benar dengan keluarga Tn. S?”
“Bagaimana keadaan bapak dan keluarga hari ini ?”
c. Kontrak
1) Topik
“Untuk waktu sebelumnya kami sudah berjanji dengan Tn.S akan datang
kerumah bapak. Dimana tujuan kami dating kesini adalah untuk
mendapatkan informasi yang lebih banyak tentang keadan Tn.S dan
memberikan sedikit informasi penyakit yang dialami”.
2) Waktu
“Bapak bersedia meluangkan waktu sekitar 30 menit untuk mengobrol
dengan saya?”
3) Tempat
“Sebaiknya kita mengobrol dimana pak?”
2. Fase Kerja
Diagnosa Keperawatan : Perilaku Kekerasan
SPk :
a. “Bapak kalau boleh tau bagaimana awalnya Tn.S bisa mengalami sakit
seperti ini?”
b. “Menurut bapak penyakit apa yang dialami oleh Tn.S?”
c. “Kalau boleh saya tahu, apakah bapak memiliki masalah atau hambatan
dalam merawat Tn.S ?”
d. “Bapak sebenarnya penyakit yang dialami oleh Tn.S biasa disebut dengan
Perilaku Kekerasan, Perilaku kekerasan adalah keadaan dimana seseorang
melakukan tindakan yang dapat membayakan secara fisik baik dirinya
sendiri, orang lain maupun lingkungannya yang disertai dengan amuk dan
gaduh gelisah yang tidak terkontrol”
e. “Faktor yang menyebabkan terjadinya Perilaku Kekerasan adalah
1) Faktor Predisposisi : Adanya gangguan otak, khususnya tumor otak,
trauma otak, dan penyakit seperti ensefalitis, dan epilepsy yang
berpengaruh terhadap perilaku agresif dan tindak kekerasan
2) Faktor Presipitasi : Ekspresi dari tidak terpenuhinya kebutuhan dasar
dan kondisi sosial ekonomi.
f. “Pak, apakah bapak tahu tanda dan gejala Perilaku Kekerasan?”
g. “Tanda dan gejalanya adalah muka merah dan tegang, pandangan tajam,
mengatupkan rahang dengan kuat, mengepalkan tangan, Jalan mondar-
mandir, Bicara kasar, Suara tinggi, menjerit atau berteriak, Mengancam
secara verbal atau fisik, Melempar atau memukul benda/orang lain,
Merusak barang atau benda, Tidak memiliki kemampuan mencegah atau
mengendalikan perilaku kekerasan”
h. “Apakah bapak sudah mengerti?”
i. “Kalau saya boelh tahu, upaya apa saja yang bapak lakukan dengan
keluarga dalam proses penyembuhan Tn.S?”
j. “Baik pak, sekarang saya akan menjelaskan bagaimana cara merawat Tn.S
yang mengalami Perilaku Kekerasan,
- Pertama bapak harus memiliki hubungan saling percaya kepada Tn.S
dengan bersikap peduli dan perhatian padanya
- Kedua bapak harus memberi semangat dan dorongan yang positif
kepada pasien ketika pasien dalam keadaan emosi
- Ketiga apabila pasien merasa emosi anjurkan pasien untuk memukul
bantal untuk melampiaskan emosinya
- Ke empat anjurkan pasien untuk melakukan ibadah seperti melakukan
persembahyang Trisandya
- Ke lima buatlah rencana atau jadwal cara untuk mengontrol emosi
pasien dan selalu beri dorongan positif kepada pasien
i. “Cara-cara tersebut bisa bapak lakukan bersama dengan keluarga agar Tn.S
bisa mengontrol emosinya.
3. Fase Terminasi
a. Tindak lanjut (Mengakhiri Kontrak)
“Baiklah Bapak sesuai janji kita diawal, kita cukupkan pembicaraan kita hari
ini yapak”
b. Evaluasi Kerja
“Tadi kita sudah mendiskusikan tentangg cara-cara proses penyembuhan dan
menangani kekambuhan yang dialami Tn.S. Apakah bapak bisa menyebutkan
kembali apa yang sudah saya tadi jelaskan?”. “Jangan lupa untuk rutin
mengajak Tn.S control ke Rumah Sakit saat obatnya habis, atau ada keluhan
lain selama Tn.S dirumah”
c. Evaluasi Perasaan
1) Subjektif
“Bagaimana perasaan bapak setelah mengobrol dengan kami?, apakah
bapak ada yang ingin ditanyakan?”
2) Objektif
Keluarga pasien dapat menyebutkan kegiatan atau tindakan apa saja yang
harus dilakukan untuk mengontrol emosi atau mengontrol perilaku
kekerasan pasien
d. Kontrak Yang Akan Datang
“Baiklah pak, jika ada yang ingin bapak tanyakan bapak bisa menghubungi
kami atau bapak bisa langsung ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali untuk
menanyakan langsung dan mendapatkan informasi lebih lengkap dari petugas
Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali”
“Terimakasih bapak sudah bersedia meluangkan waktu untuk mengobrol
dengan kami. Kami permisi ya pak, saya ucapkan terimakasih dan selamat
siang pak”
LAPORAN HASIL KUNJUNGAN RUMAH

(HOME VISITE)

Berdasarkan surat tugas dari Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali Nomor :
091/453/2018/RS Jiwa, Tanggal 15 Oktober 2018 untuk melakukan kunjungan rumah
(Home Visite) terhadap klien :

A. Identitas

Nama : Tn S

Umur : 40 Tahun
Agama : Hindu
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Tidak Bekerja
Status : Belum Menikah
MRS di RSJ : 17 September 2018
Alamat : Karangasem

B. Tujuan dari Kunjungan Rumah adalah :


1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan kunjungan rumah, keluarga dapat memahami, menerima dan
berperan serta dalam merawat anggota keluarganya yang menderita gangguan
jiwa Resiko Perilaku Kekerasan.
2. Tujuan Khusus
a. Memberikan informasi tentang perkembangan klien
b. Memvalidasi dan melengkapi data yang diperoleh dari klien dan
dokumentasi medis GMO ec Epilepsi
1) Keluarga
a) Alasan klien dirawat
b) Keadaan ekonomi
c) Keharmonisan keluarga
d) Support system keluarga
e) Harapan keluarga terhadap klien
f) Pengetahuan keluarga tentang merawat klien
2) Lingkungan
a) Pendapat masyarakat terhadap klien
b) Tempat pelayanan kesehatan terdekat dan pemanfaatan pelayanan
kesehatan keluarga
3) Melakukan pengkajian tentang pengetahuan keluarga tentang cara
merawat klien dengan Resiko Perilaku Kekerasan
4) Melakukan Implementasi keperawatan pada keluarga untuk dapat
merawat pasien dirumah menjadi system pendukung yang efektif untuk
pasien
5) Memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang resiko perilaku
kekerasan
6) Mempersiapkan keluarga untuk perawatan dirumah apabila klien pulang
7) Memotivasi keluarga untuk melaksanakan tindakan keperawatan yang
telah dilatih dan didiskusikan saat klien sudah dirumah
8) Mendemonstrasikan cara mengatasi masalah resiko perilaku kekerasan
pada klien

C. Hasil Kunjungan Rumah (Home Visite)


Kunjungan rumah dilakukan pada keluarga Tn.S, kami mendatangi rumah klien dan
yang ada disana adalah paman dan bibi klien. Klien sudah diperbolehkan pulang
dari pihak Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. Keluarga menyambut kunjungan rumah
yang dilakukan dengan baik. Selengkapnya laporan kunjungan rumah adalah
sebagai berikut :
1. Faktor Predisposisi Masalah Klien
Klien dikatakan pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya, klien pernah
dirawat di RSJ Provinsi Bali sebanyak ± 5 kali dan terakhir tanggal 17
September 2018 dan sampai saat ini. Klien dibawa ke RSJ Provinsi Bali
dikatakan klien mengamuk.
2. Faktor Presipitasi
Klien sudah sempat pulang ke rumah namun kembali lagi ke RSJ karena
mengamuk dan melukai anggota keluarganya dirumah.
3. Hasil Pengkajian Terhadap Keluarga
a. Keluarga
1) Alasan klien
Keluarga klien mengatakan ayah dan ibu pasien bercerai ketika klien
umur 3 tahun. Klien sempat mengalami musibah saat menyabit rumput
pada tahun 1997 yang mengakibatkan mata sebelah kanan mengalami
kecacatan dan tidak bisa melihat. Pada 1999 pasien juga mengalami
kecelakaan motor yang mengakibatkan tangan sebelah kanan tidak bisa
digerakkan sampai sekarang. Setelah beberapa tahun setelah pasien
mengalami kecelakaan pasien mengalami kejang-kejang atau yang
sering disebut epilepsy, sikap dan sifat pasien berubah menjadi agresif
suka marah-marah, mudah tersinggung, sering mengamuk. Keluarga
klien mengatakan klien sudah pernah berobat ke altenatif atau suatu
yayasan namun setelah berhenti berobat diyayasan klien semakin
agresif klien sering mengamuk dan mengancam akan membunuh. Klien
juga dikatakan melukai dan mematahkan tangan salah satu anggota
keluarganya sehingga pasien dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali
dalam keadaan diikat.
2) Keadaan ekonomi
Keluarga berada dalam taraf ekonomi menengah dan dibuatkan rumah
semi permanen dengan beton dan beralaskan semen lengkap, dapur dan
kamar mandi berada diluar rumah.
3) Keharmonisan
Sebelum pasien mengalami gangguan jiwa klien dikatakan memiliki
hubungan yang cukup harmonis tetapi setelah pasien mengalami
gangguan jiwa hubungan klien dengan keluarga sedikit renggang.
4) Orang terdekat dengan klien dalam keluarganya
Orang yang terdekat yang disayangi klien adalah kakek dan neneknya
karena sebelum kakek dan neneknya meninggal, klien tinggal bersama
mereka.
5) Support system klien
Keluarga mendukung atas kesembuhan klien terlihat dari bagaimana
keluarga memperhatikan dengan seksama dalam pembelajaran
mengasuh klien
6) Harapan keluarga terhadap klien
Keluarga berharap semoga klien bisa sembuh sepenuhnya sehingga
pasien dapat beraktivitas sewajarnya dan berkomunikasi dengan baik.
7) Pengetahuan keluarga tentang perawatan klien
Keluarga pasien mengatakan tidak tahu cara merawat pasien dirumah
yang selalu marah-marah dan mengamuk sehingga keluarga terpaksa
mengantar pasien ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali untuk
mendapatkan perawatan.
8) Persiapan keluarga tentang kepulangan klien
Keluarga sudah menyiapkan rumah semi permanen sebagai tempat
tinggal klien saat pulang nanti, dan keluarga berharap klien bisa sembuh
seperti sediakala. Namun keluarga masih takut untuk membawa klien
pulang karena saat dirumah klien sering marah-marah tanpa sebab,
berbuat kasar, mengancam anggota keluarganya dan meresahkan warga.
b. Lingkungan
1) Pendapat masyarakat terhadap penyakit klien
Masyarakat terutama tetangga sekitar tempat tinggal klien merasa resah
terhadap klien, karena klien suka marah-marah dan sering mengamuk.
2) Tempat layanan kesehatan terdekat tidak cukup jauh dari wilayah rumah
klien.
4. Memberikan Informasi Tentang Perawatan Klien
Perawat memberitahukan keadaan klien selama dirawat dirumah sakit bahwa
klien sudah membaik namun terkadang pasien marah ketika ada pasien lain
yang menganggunya dan kesal ketika ada pasien lain yang menyuruh-
nyuruhnya. Kontak pasien baik, saat bicara klien masih cenderung dengan nada
yang sedikit keras dan pasien bisa untuk diarahkan. Dalam hal perawatan klien
mampu melakukan perawatan sendiri seperti mandi, makan dan minum obat
secara teratur. Keluarga klien tampak mengerti mendengar tentang kondisi
terbaru klien, namun klien tetap masih sangat memerlukan dukungan dan
motivasi dari keluarganya.
E. Implementasi dan Evaluasi
S:
- Keluarga pasien mengatakan sudah mengetahui penyebab, tanda dan gejala
jika pasien mengalami risiko perilaku kekerasan
- Keluarga pasien mengatakan sudah mengerti dengan apa yang sudah diajarkan
dan akan menerapkannya saat pasien berada dirumah

O:

- Keluarga pasien tampak kooperatif


- Keluarga pasien sudah mengerti cara merawat pasien

A:

SP 1 Keluarga teratasi

P:

- Motivasi keluarga pasien dalam merawat pasien


- Motivasi keluarga agar mempertahankan kondisi pasien untuk mencegah
kekambuhan
Hari/tanggal IMPLEMENTASI EVALUASI

Senin, 15 Mengidentifikasi S:
Oktober masalah yang dirasakan - Keluarga pasien mengatakan mengalami
2018 keluarga dalam kesulitan dalam merawat pasien karena
merawat pasien. pasien sering marah-marah di rumah
- Keluarga pasien mengatakan menerima
keadaan pasien
O:
- Keluarga pasien menerima keadaan pasien
- Keluarga pasien mampu menjelaskan
masalah yang dirasakan dalam merawat
pasien
A:
- Masalah Teratasi
P:
- Memotivasi keluarga pasien dalam
merawat pasien
Senin, 15 Menjelaskan tentang S :
Oktober perilaku kekerasan - Keluarga pasien mengatakan mengerti
2018 dengan apa yang dijelaskan
O:
- Keluarga pasien tampak memperhatikan
apa yang dijelaskan
- Keluarga pasien tampak kooperatif
- Keluarga pasien mampu menjelaskan
mengenai penyakit pasien
A:
- Masalah Teratasi
P:
- Memotivasi keluarga pasien dalam
merawat pasien

Senin, 15 Menjelaskan cara S :


Oktober merawat pasien dengan - Keluarga pasien mengatakan sudah
2018 risiko perilaku mengetahui cara-cara merawat pasien
kekerasan
O:
- Keluarga pasien tampak kooperatif
- Keluarga pasien mampu menjelaskan
mengenai penyakit pasien
A:
- Masalah Teratasi
P:
- Memotivasi keluarga pasien dalam
merawat pasien
- Memotivasi keluarga pasien dalam
mencegah kekambuhan pasien
Senin, 15 Melatih keluarga cara S :
Oktober merawat pasien - Keluarga pasien mengatakan sudah
2018 (simulasi) mampu memperagakan cara merawat
pasien
- Keluarga pasien mengatakan mengerti
dengan apa yang disimulasikan

O:
- Keluarga pasien tampak memperagakan
cara merawat pasien (simulasi)
- Keluarga pasien tampak kooperatif

A:
- Masalah Teratasi

P:
- Memotivasi keluarga pasien dalam
merawat pasien
- Memotivasi keluarga pasien dalam
mencegah kekambuhan pasien

Senin, 15 Menganjurkan keluarga S :


Oktober pasien membuat jadwal - Keluarga pasien mengatakan bersedia
2018 untul merawat pasien mambuat jadwal kegiatan jika pasien
jika pasien sudah sudah dirumah
pulang - Kelurga pasien mengatakan bersedia
melakukan apa yang sudah di simulasikan
tadi

O:
- Keluarga pasien tampak sudah mengerti
tentang apa yang dijelaskan
- Keluarga pasien tampak kooperatif

A:
- SP 1 Keluarga Tercapai

P:
- Memotivasi keluarga pasien dalam
merawat pasien
- Memotivasi keluarga pasien dalam
mencegah kekambuhan pasien
DOKUMENTASI