Anda di halaman 1dari 8

3

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Larutan ialah sediaan cair yang mengandung bahan kimia terlarut, kecuali dinyatakan lain sebagai
pelarut digunakan air suling. Pernyataan kelarutan berarti bahwa 1 g zat padat atau 1 ml zat cair
tersebut larut dalam sejumlah ml pelarut Kelarutan suatu zat harus selalu diketahui sebelum zat tersebut
dilarutkan dengan sejumlah pelarut, untuk menjamin jumlah pelarut yang diberikan itu cukup untuk
melarutkan. Misalnya bila zat A mudah larutdalam air, maka dibutuhkan minimal 1

10 ml air untuk melarutkan setiap 1 g zat tersebut sehingga bila zat yang akan dilarutkan sejumlah 2
gram maka sekurang- kurangnya 2-20 ml air yang diperlukan untuk melarutkan zat tersebut. Melarutkan
zat sebaiknya dilakukan di dalam erlemyer (terlebih lagi bila zat nya mudah menguap harus dengan
Erlenmeyer bertutup) kecuali bila dibutuhkan pengadukan dan atau untuk mereaksikan suatu zat maka
dapat dilakukan di beaker gelas atau lumpang. Untuk larutan sebelum dimasukkan kedalam wadah
maka perlu disaring dengan penyaring kertas , namun bila zatnya oksidator maka dapat digunakan glass
woll sebagai penyaring. Salah satu sediaan bentuk larutan adalah Gargarisma atau obat kumur yang
digunakan untuk pencegahan atau pengobatan infeksi tenggorokan.

1.2

Rumusan Masalah

a.

Apa yang dimaksud gargarisma dan apa saja jenis-jenisnya b.

Apa tujuan pemakaian gargarisma c.


Bahan dan kandungan apa yang terdapat di dalam gargarisma d.

Bagaimana cara membuat gargarisma e.

Bagaimana cara menggunakan gargarisma

1.3

Tujuan

a.

Memberikan informasi tentang definisi, tujuan pemakaian dan jenis-jenis gargarisma b.

Memberikan informasi tentang kandungan dan isi gargarisma c.

Memberi tahu cara pembuatan dan penggunaan gargarisma

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Definisi Gargarisma

Definisi obat kumur (gargarisma/gargle) menurut FI III adalah sediaan berupa larutan, umumnya pekat
yang harus diencerkan terlebih dahulu sebelum digunakan, dimaksudkan untuk digunakan dalam
pencegahan atau pengobatan infeksi tenggorokan. Menurut Backer (1990), obat kumur adalah larutan
yang biasanya mengandung bahan penyegar nafas, astrigen, demulsen, atau surfaktan atau antibakteri
untuk menyegarkan dan pembersihan saluran pernapasan yang pemakainnya dengan berkumur.

2.2
Sejarah Gargarisma

Bukti antroplogi mengenai resep untuk membersihkan gigi dan menyegarkan napas pada budaya Mesir
kuno, Cina, Yunani, dan Romawi. Orang Mesir kuno menggunakan air, madu, dan berbagai rempah-
rempah. Urin dipopulerkan orang Yunani kuno sebagai obat kumur, halini dikuatkan oleh Pedanius
Dioscorides (sekitar 40-90 AD) dalam pharmacopeia-nya. Orang romawi kuno juga memakai urin,
sampaiditemukan bahwa urin orang romawi tidakcukup fit bagi mereka, sehingga harus mengimpor urin
Portugis dengan harga selangit. ObatKumurAlkohol Alkohol digunakan dalam obat kumur sebagai pelarut
dari beberapa senyawa kimia, seperti eucalyptol, mentol, metilsalisilat dan timol. Sebenarnya, alcohol
dalam obat kumur tersebut tidak membunuh bakteri tetapi hanya digunakan sebagai pembawa minyak
esensial, yang merupakan bahan aktif dalam formula. Alkohol justru dapat menyebabkan halitosis (bau
mulut) karena, alcohol menyebabkan mulut menjadi lebih kering, produksi saliva dalam rongga mulut
menurun. Hal ini menyebabkan bakteri gram negative yang terdapat pada rongga mulut lebih mudah
berkembang biak. Bakteri ini akan bereaksi dengan sisa-sisa makanan secara anaerobic. Hasil dari reaksi
ini, salah satu nya adalah gas hydrogen sulfide yang memiliki bau tidak sedap. Sebuah penelitian
dilakukan kepada orang-orang yang berjumlah lebih dari 3200 orang olehtimUniversitas Melbourne dan
telah menemukan bahwa obat kumur meningkatkan

risiko kanker mulut

hingga 9 kali lipat pada perokok dan 5

kali lipat pada peminum. Peningkatan ini terjadi pada produk yang menggunakan etanol.

2.3

Jenis-jenis Gargarisma

Berdasarkan komposisinya, Saragin dan Gershon (1972) menggolongkan obat kumur dalam berbagai
jenis, yaitu;

1.

Obat kumur untuk


kosmetik

; terdiri atas air (dan biasanya alcohol), flavor, dan zat pewarna. Biasanya mengandung surfaktan dengan
tujuan meningkatkan kelarutan minyak atsiri.

2.

Obat kumur yang mempunyai tujuan utama untuk

menghilangkan bakteri

yang biasanya terdapat dalam jumlah besar dalam saluran nafas. Komponen antiseptic dari obat kumur
ini memegang peranan utama untuk mencapai tujuan tersebut.

3.

Obat kumur yang bersifatsebagai

astringent

, dengan maksud memberi efek langsung pada mukosa mulut, juga mengurangi flokulasi dan presipitasi
protein ludah sehingga dapat dihilangkan secara mekanis.

4.

Obat kumur yang

pekat

yang penggunaannya perlu diencerkan terlebih dahulu.

5.

Obat kumur yang


didapar

, aktifitasnya tergantung pada pH larutan. Pada suasana alkali dapat mengurangi mucinous deposit
dengan dispersidari protein.

6.

Obat kumur untuk

deodorant

, tergantung dari aktifitas antibakteri, atau mekanisme lain untuk mendapatkan efek tersebut.

7.

Obat kumur untuk

terapeutik

, diformulasikan untuk meringankan infeksi, mencegah kariesgigi dan untuk meringankan kondisi
patologis pada mulut, gigi atau tenggorokan.

Salah satu bahan yang sering digunakan sebagai obat kumur adalah zinc klorida. Zink klorida adalah zat
hygroskopik mudah larut dalam air dan spiritus. Larutan yang encer biasanya keruh, karena terbentuk
HCl dan zinkoksiklorida, tetapi dengan penambahan sedikit HCl atau zat yang bereaksi asam akan jernih
kembali. Asam salisilat dapat juga melarutkan kembali zink oksiklorida, asal saja kadar ZnCl tidak
melebihi 4%. Umumnya garam-garam Zn jangan dicampur dengan tannin, zat sama lainnya. Alkali
karbonat, borax, sapones alkali fosfat.

Melarutkan zink klorida sebaiknya dengan air banyak. Bila tidak akan timbul endapan setelah disaring.

2.4
Tujuan Penggunaan Gargarisma

Obat kumur atau gargarisma digunakan untuk tujuan yang nonsistemik. Gargarisma digunakan sebagai
pencegah infeksi pada tenggorokan dengan tujuan agar obat yang terkandung di dalamnya dapat
langsung mengenai selaput lendir yang terdapat di sepanjang tenggorokan. Obat ini tidak ditujukan
sebagai pelindung selaput lendir itu sendiri, maka bentuk suspensi dan obat yang bersifat lendir tidak
cocok digunakan sebagai obat kumur. Menurut Saragin dan Gershon (1972), secara garis besar, obat
kumur dalam penggunaanya dibedakan menjadi 3 yaitu: 1.

Sebagai kosmetik, hanya membersihkan, menyegarkan, dan/atau menghilangkan bau mulut. 2.

Sebagai terapeutik, untuk perawatan penyakit pada mukosa atau ginggiva, pencegahan karies gigi atau
pengobatan infeksi saluran pernafasan. 3.

Sebagai kosmetik dan terapeutik

2.5

Formula dan Bahan Gargarisma

Formula suatu gargarisma pada umumnya terdiri dari :

zat berkhasiat

zat penyedap rasa dan bau


zat pembawa Untuk memberikan warna menarik kedalalm suatu formula gargarisma biasanya
ditambahkan suatu pewarna. Warna yang umum digunakan adalah warna kuning, merah, hijau. Sebagai
pewarna biasanya disesuaikan dengan aroma yang digunakan. Zat berkhasiat yang digunakan antaralain;
fenol, kalium permanganat, povidon iodida, timol, eucalyptol, hexatidine, metilsalisilat, menthol,
chlorhexidinegloconat, benzalcolonium clorida, cetyltyridiniumclorida, hidrogen peroksida, domiphen
bromide, dan kadang kadang fluoride, enzimdan kalsium. Zat-zat yang berkhasiat adsrtingen misalnya
(kalium klorat, seng klorida,tawas) atau zat-zat yang bersifat anti jamur (misalnya asam salisilat,

gentian violet). Bahan-bahan pada obat kumur antara lain; air, pemanis, seperti sorbitol dannatrium
sakarin, dan alkohol (sekitar 20 %). Obat-obat kumur bermerek biasanya mengandung pengawet seperti
natrium benzoat untuk mempertahankan kesegaransetelah sekali dibuka.

2.6

Syarat-syarat Bahan Gargarisma

Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh obat kumur antara lain: a.

Membasmi kuman yang menyebabkan gangguan kesehatan gigi dan mulut b.

Tidak menyebabkan iritasi c.

Tidak mengubah indera perasa d.

Tidak mengganggu keseimbangan flora mulute. e.

Tidak meningkatkan resistensi mikrobaf. f.

Tidak menimbulkan noda pada gigi

2.7
Resep dan Cara Pembuatan

Berikut ini adalah salah satu contoh resep dan cara pembuatan gargarisma. R/ Etanol 15% Gliserin 10%
Polyoksietilen-hydrogenated 2% Na-Sakarin 0.15% Na-Benzoat 0.05% Perasa q.s. Na-Fosfat 0.1%
Pewarna q.s. Air Murni 72.7 % Cara Pembuatan :

Siapkan alat dan bahan

Larutkan Gliserin dan polyoksietilen-hydrogenated castor oil dalam air

Larutkan perasa dalam etanol, masukkan dalam capmuran (2) hingga larut sempurna

Larutkan Na-sakarin, Na-benzoat dan Na-fosfat, kemudian larutkan dengan campuran (3)

Saring semua campuran

prevnext

of 11

Anda mungkin juga menyukai