Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

PENYALAHGUNAAN NAPZA
(narkotika, psikotropika dan zat adiktif)

GURU BIDANG STUDI: CAHYONO,SE

Disusun Oleh :

ADOLFINA NAWANITA

CHARLES RANDY KELIDUAN

HELENA YNISYARAH WAMBEMU

LIDIA HERMAN WARIP

SUHARNI

THERESYA BAITMAN

X PERBANKAN

SMK NEGERI 1 MERAUKE


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, senantiasa kita ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang
hingga saat ini masih memberikan kita nikmat iman dan kesehatan, sehingga saya
diberi kesempatan yang luar biasa ini yaitu kesempatan untuk menyelesaikan
tugas penulisan makalah tentang “Masalah penyalahgunaan NAPZA
(narkoika,psikotropika dan zat adiktif)
Shalawat serta salam tidak lupa selalu kita haturkan untuk junjungan nabi gung
kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan petunjukan Allah
SWT untuk kita semua, yang merupakan sebuah pentunjuk yang paling benar
yakni Syariah agama Islam yang sempurna dan merupakan satu-satunya karunia
paling besar bagi seluruh alam semesta.

Kami ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada setiap pihak yang


telah mendukung serta membantu kami selama proses penyelesaian makalah ini
hingga rampungnya makalah ini. Penulis juga berharap semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi setiap pembaca.
Tak lupa dengan seluruh kerendahan hati, kami meminta kesediaan pembaca
untuk memberikan kritik serta saran yang membangun mengenai penulisan
makalah kami ini, untuk kemudian kami akan merevisi kembali pembuatan
makalah ini di waktu berikutnya.

i
MOTO

"Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita
selalu menyesali apa yang belum kita capai."

ii
DAFTAR ISI

BAB I .................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ................................................................................................................... 1
1.2 Tujuan ....................................................................................................................... 1
1.3 Manfaat ..................................................................................................................... 1
BAB II ................................................................................................................................... 2
TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................................ 2
2.1 Pengertian ................................................................................................................. 2
2.2 Keadaan Khas Remaja ............................................................................................... 2
2.3 Berbagai Motivasi Dalam Penyalahgunaan Obat...................................................... 3
BAB III .................................................................................................................................. 5
METODE .............................................................................................................................. 5
BAB IV.................................................................................................................................. 6
PENYAJIAN DATA................................................................................................................. 6
dan ...................................................................................................................................... 6
PEMBAHASAN ..................................................................................................................... 6
4.1 Penyajian Data .......................................................................................................... 6
4.2 Pembahasan .............................................................................................................. 7
KESIMPULAN ................................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 11

iii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dengan meningkatnya keprihatinan dan kepedulian masyarakat terhadap
masalah penyalahgunaan NAPZA (narkotika, psikotropika dan zat adiktif),
masyarakat mengharapkan adanya perhatian dan tindakan nyata dan tegas dari
pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut, dan sebaliknya pemerintah juga
mengharapkan peran aktif masyarakat untuk bersama-sama menangggulangi
masalah tersebut.

Masalah penyalahgunaan NAPZA, merupakan masalah yang harus menjadi


perhatian masyarakat dan pemerintah pada umumnya, dan di bidang kedokteran
khususnya, terutama yang menyangkut masalah kejiwaan

1.2 Tujuan
Dengan membuat tugas portofolio tentang NAPZA ini bertujuan untuk memberi
pamahaman tentang bahaya NAPZA, ciri-ciri orang yang terkena NAPZA,
penyebab orang terkena NAPZA dan cara pencegahannya , baik bagi diri
sendiri, teman-teman, guru dan masyarakat.

1.3 Manfaat
Manfaat dari penulisan tugas portofolio ini adalah untuk memenuhi tugas dari
mata pelajaran SAINS (Kimia) SMP kelas VII, dan juga untuk menambah
pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan NAPZA baik bagi diri
sendiri dan orang lain.

1
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian
Obat adalah suatu zat yang dapat mempengaruhi fungsi tubuh manusia, yakni
apabila dimasukkan ke dalam tubuh manusia dan menurut petunjuk dokter.
Pemakaian berbagai jenis obat-obatan untuk pribadi tanpa ada indikasi dan tidak
memiliki tujuan medis disebut sebagai Penyalahgunaan Zat (drug abuse).
Pada umumnya zat atau obat yang disalahgunakan adalah zat yang termasuk
dalam jenis obat psikoaktif (psychoactive drugs), yakni obat yang bisa
memberikan perubahan-perubahan pada fungsi mental (perasaan dan pikiran,
persepsi tingkah laku, kesadaran) dan juga fungsi motorik penggunanya.
Zat ini memilki potensi untuk menyebabkan ketergantungan, baik psikis maupu
fisik, bahkan kedua-duanya.

Salah satu efek yang terdapat pada jenis narkotika dan psikoaktif adalah
kemampuannya untuk menimbulkan ketergantungan bagi pemakainya, sehingga
zat ini disebut juga dengan zat yang mampu menimbulkan
ketergantungan (dependence producing drugs), contohnya :

1. Penekan susunan syaraf pusat misalnya Mandrax, Rohypnol, Magadon,


Nitrazepan, Sedatin.
2. Kanabis misalnya Marjuana atau ganja.
3. Narkotika misalnya, morfin, heroin, dan Pethidine.
4. Alkohol misalnya minuman keras.

2.2 Keadaan Khas Remaja


Sebagai peralihan dari masa anak menuju ke masa dewasa, masa remaja
merupakan masa yang penuh dengan gejolak dan kesulitan, baik bagi remaja itu
sendiri maupun bagi orangtua mereka. Seringkali kesalahpahaman dan bentrokan

2
antara orangtua dan remaja dalam keluarga maupun lingkungan disebabkan
karena ketidaktahuan orangtua mengenai keadaan masa remaja anak-anaknya.

Hal tersebut tentunya tidak menolong si anak untuk melewati masa remajanya
dengan baik, sehingga mengakibatkan terjadinya berbagai macam gangguan
tingkah laku seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan zat atau gangguan mental
lainnya.

Orangtua seringkali dibuat bingung atau jadi tak berdaya saat menghadapi
perkembangan anak remajanya. Tentu hal ini menyebabkan gangguan yang
diderita anak remaja mereka bertambah parah.

Untuk menghindari hal-hal semacam itu, orangtua harus bisa bersikap yang benar
dalam menghadapi anak remaja. Caranya, orangtua harus memahami
perkembangan anak remajanya dengan memperhatikan ciri-ciri khusus yang
terdapat pada masa perkembangan tersebut. Dengan begitu diharapkan agar kita
(yang telah dewasa) mampu memahami perubahan-perubahan yang terjadi
pada diri anak atau remaja di sekitar linkungan saat mereka memasuki masa
remajanya.
Dengan memahami proses tumbuh kembang anak dari kecil hingga dewasa serta
turut dalam membina anak/remaja agar menjadi individu-individu yang sehat baik
dari segi perilaku maupun kejiwaannya, tentu berbagai bentuk kenakalan remaja
bisa dicegah.

2.3 Berbagai Motivasi Dalam Penyalahgunaan Obat


Motivasi dalam penyalahgunaan zat dan narkotika (NAPZA) ternyata menyangkut
motivasi yang berhubungan dengan keadaan individu (motivasi individual) yang
mengenai faktor emosional, mental-intelektual, interpersonal dan fisik.

Di samping adanya motivasi individu yang menimbulkan suatu tindakan


penyalahgunaan NAPZA, masih ada faktor lain yang mempunyai hubungan erat
dengan kondisi penyalahgunaan NAPZA, yaitu faktor sosiokultural. Faktor

3
tersebut menimbulkan tekanan yang besar dalam diri remaja, contohnya :

5. Perubahan teknologi yang begitu cepat.


6. Semakin hilangnya nilai-nilai dan sistem agama serta mencairnya standar
moral (hal ini dapat ditanggulangin dangan pembinaan Budi Pekerti –
Akhlaq secara rutin dan kontinyu).
7. Pengaruh media massa misalnya iklan-iklan mengenai obat-obatan dan zat.
8. Keadaan ekonomi yang buruk misalnya perbedaan ekonomi etno-rasial,
kemiskinan, atau bahkan kemewahan yang membosankan dan sebagainya.
9. Perpecahan dalam keluarga, misalnya perceraian orangtua, keluarga yang
terlalu sering berpindah-pindah tempat tinggal, orangtua yang tidak
ada/jarang berada di rumah untuk menemani anak-anaknya dan
sebagainya.
10. Tidak adanya kegiatan yang dilakukan atau menganggur.
Faktor-faktor sosial kultural seperti yang telah dipaparkan di atas akan
mempengaruhi kehidupan manusia dan bisa menimbulkan motivasi tertentu untuk
memakai NAPZA. Pengaruh ini akan terasa lebih jelas pada kelompok usia
remaja, karena setelah ditinjau dari sudut perkembangan, remaja merupakan
individu yang sangat rentan terhadap berbagai pengaruh yang ada, baik dari
dalam diri maupun dari luar dirinya atau lingkungan.
Yang berpengaruh kuat terhadap remaja terkait dengan NAPZA adalah sekolah,
lingkungan pergaulan, dan rumah (keluarga). Yang harus menjadi pusat perhatian
dalam membimbing dan mengarahkan remaja adalah sikap dan tingkah laku
emosional, mental intelektual, sosial dan serta pembentukan identitas diri. Dan
yang paling penting adalah memberi dasar agama dan keimanan yan kuat pada
anak sejak dini.

4
BAB III

METODE
Data dan referensi informasi diperoleh melalui Internet dan buku Kimia SMP
kelas VII.

5
BAB IV

PENYAJIAN DATA

dan

PEMBAHASAN

4.1 Penyajian Data


 Masalah NAPZA di Indonesia mulai timbul kira-kira sejak 26 tahun lalu.
 Masalah NAPZA semakin besar dan meluas sehingga dinyatakan sebagai
masalah nasional.
 Berdasarkan penelitan dan pengamatan berbagai pihak didapatkan
kesimpulan bahwa kebanyakan mereka yang menyalahgunakan zat atau
obat termasuk dalam usia remaja.
Sesungguhnya yang termasuk Narkotika adalah :

 opioida : morfin, heroin, madat, candu dan putaw.


 ganja : ganja, marijuana, gelek dan cimeng.
 kokain : crack, coke.
Yang termasuk Alkohol adalah berbagai jenis minuman keras, seperti wiski,
gin, brandi, vodka, arak obat, dll. Yang termasuk psikotropika adalah ecstacy,
inez, shabu, pil koplo.Yang termasuk zat adiktif lainnya adalah
tembakau,kopi/kafein.

Tampak makin banyak bandar dan pemakai yang tertangkap dan kasus-kasus
di rumah sakit pun makin banyak. Apakah usaha pencegahan yang dilakukan
selama ini tidak ada gunanya?
Harian Kompas memberitakan, Reserse Narkotik Polres Metro Jakarta Utara
beberapa waktu lalu membekuk 20 pelajar sekolah dasar (SD) pengguna
narkoba. Bahkan menurut Kepala Satuan Reserse Narkotik Kepolisian Resor

6
Metro Jakarta Utara Komisaris Bustari, dalam kurun waktu Januari hingga
pertengahan Mei tahun ini pihaknya menangkap 30 orang pelajar SD yang
terlibat penyalahgunaan narkoba.

4.2 Pembahasan
Penyalahgunaan zat mempunyai hubungan yang kuat dengan masalah
ketergantungan zat (drug dependence). Ketergantungan zat adalah suatu
kondisi yang memaksa seseorang menggunakan zat tersebut dengan tujuan
untuk mendapatkan kepuasan mental atau menghindarkan diri dari penderitaan
fisik dan mental (gejala ketagihan). Pada keadaan ini seseorang tidak dapat
menghentikan pemakaian zat tersebut dan ia dapat mengalami ketergantungan
pada satu macam zat saja atau lebih.
Penyalahgunaan NAPZA tidak hanya merugikan kesehatan tetapi juga dapat
menimbulkan dampak ekonomi. Selain itu kerugian lain yang ditimbulkan
adalah kecelakaan akibat keracunan, produktivitas kerja/sekolah menurun,
PHK, berhenti dari sekolah dan krisis moral dikalangan penggunanya.

Pada penderita NAPZA sering terdapat dampak kejiwaan yang menyulitkan


penanganan penderita, misalnya gejala prilaku agresif (skizofernia/paranoid),
depresif psikotik (keinginan/usaha bunuh diri/orang lain), ketergantungan
mental dan ganggguan kepribadian (anti sosial).

NAPZA lebih banyak memberikan dampak negatif, misalnya :

 Praktik suntikan illegal dalam penggunaan NAPZA (heroin) mempunyai


peranan yang sangat besar dalam penyebaran AIDS, karena pada umumnya
mereka menggunakan suntikan yang tidak steril dan suntikan itu dipakai
secara bergantian. Juga dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh
darah, penyebaran mikroorganisme dalam darah, radang sel pembengkakan
paru-paru dan kematian yang disengaja.
 Penggunaan NAPZA (ganja) dapat menimbulkan gangguan kejiwaan
psikotik yang ditandai dengan timbulnya paranoid dan halusinasi visual

7
sementara, kekerasan dan rasa panik.
 NAPZA (obat penenang) juga memperbesar kemungkinan terjadinya
gangguan pernafasan progresif, kegagalan fungsi jantung dan turunnya
derajat kesadaran sampai koma dan bahkan berakibat kematian.
 Gangguan psikiatris yang menyertai gangguan akibat pemakaian NAPZA
(kokain) adalah gangguan kepribadian yang mendasar (anti sosial),
timbulnya prilaku manipulatif, ketergntungan alkohol dan obat penenang.
Penyembuhan atau pengobatan ketergantungan zat merupakan suatu hal yang
sulit, oleh karena itu maka tindakan pencegahan merupakan upaya yang
sangat penting.
Usaha pencegahan baik dari perorangan, keluarga, pemerintah maupun swasta
harus lebih ditingkatkan. Untuk mencegah NAPZA beredar bebas, tentu terkait
dengan pengawasan pemerintah (bea cukai, POM, dll). Untuk mencegah
individu menjadi pengguna perlu disiapkan mental yang kuat bagi individu
tersebut untuk bisa membedakn yang baik dan yang buruk, serta mana yang
boleh dan mana yang tidak boleh dipakai atau dilakukan.

Dalam lingkungan keluarga alangkah baiknya jika peran serta anggota


keluarga mulai ditingkatkan, dengan jalan :

 Menciptakan keluarga yang harmonis.


 Menjalin komunikasi efektif antara orangtua dan anak.
 Menjalin kerja sama yang baik dengan guru.
 Mengenali perubahan yang timbul pada anak.
 Mempunyai pengetahuan tentang obat, kesehatan, pola tingkah laku remaja.
 Memberi penghargaan yang layak terhadap pendapat dan prestasi yang baik
serta menekankan hal-hal yang positif pada anak.
 Membuka pintu rumah untuk kawan-kawannya.
 Memberikan teladan yang baik kepada remaja tentang apa yang baik bagi
remaja.
 Tidak mengharapkan/memaksa remaja melakukan sesuatu yang ia tidak

8
mampu atau orangtua juga tidak dapat melaksanakan (tidak dapt menjadi
panutan dn teladan).
Masyarakat juga dapat berperan dalam upaya pencegahan penggunaan
NAPZA. Untuk meningkatkan peran serta masyarakat, maka diperlukan :

 Pengadaan ceramah agar menyadari besarnya masalah akibat


penyalahgunaan NAPZA.
 Ikut menyediakan dana untuk kegiatan remaja, pusat konsultasi remaja, dll.
 Menjadi relawan di pusat kegiatan remaja.
 Menghimbau pemerintah atau swasta agar mencermati film atau iklan yang
dinilai akan memberi pengaruh buruk.
 Menciptakan lingkungan bebas NAPZA dengan saling menjaga warganya
agar tidak terpengaruh.

9
KESIMPULAN
 Dalam masalah NAPZA yang paling penting adalah penanaman
pemahaman agama dan iman yang kuat sejak dini, dan pengenalan diri
sendiri dari pihak orangtua sebelum mereka mengharapkan remajanya
mengenal dirinya.
 Komunikasi antara orangtua dan anak harus selalu terjaga dan sebaiknya
orangtua mengenal teman-teman anaknya baik di lingkungan tempat
tinggal, di luar rumah maupun sekolahnya.
 Di sekolah juga akan lebih bagus jika diciptakan komunikasi yang baik
antar guru, antara guru dan murid, penjaga sekolah dan para pedagang di
lingkungan sekolah.
 NAPZA memang patut menjadi musuh utama kita karena akibat yang bisa
ditimbulkannya tidak saja merusak kesehatn fisik, psikis dan menyebabkan
kematian penggunanya, tetapi juga merusak lingkungan sekitarnya dan
dapat menyebabkan timbulnya tindak kekerasan dan kriminal.
 Masalah penyalahgunaan NAPZA dicetuskan karena adanya interaksi
antara pengaruh lingkungan dan kondisi psikologis remaja.
 Untuk mengatasi masalah penyalahgunaan NAPZA diperlukan usaha keras
dan kerja sama baik dari perorangan, keluarga, pemerintah dan swasta.
Lebih baik melakukan pencegahan karena bila sudah terlanjur tekena
NAPZA akan lebih sulit untuk menanggulangi dan memberantasnya.

10
DAFTAR PUSTAKA
Anonymous, 2005. Anak SD pun Jadi Pecandu Narkoba. Etika & Wacana.
Internet.
Anonymous, 2005. NAPZA. Internet.
Bernas Yogya, 2005. Gubernur Ajak Kapolda Perangi Judi. Internet.
Dr. Hartati Kurniadi SpKJ, MHA, 2005. Pencegahan Ketergantungan
NAPZA/Narkoba. News Letter Edisi IV. Internet.
Lilis Siti Nurjanah, Februari 2005. Buku Kimia SMP Kelas VII. Regina.
Bandung

11