Anda di halaman 1dari 2

Dalam praktikum ini, kami melakukan percobaan pembuatan dan evaluasi suspensi.

Tujuan praktikum ini


yaitu mengenal cara pembuatan dan evaluasi sediaan suspensi. Suspensi adalah sediaan dengan zat
padat yang tidak larut namun terdispersi kedalam medium perrmndispersinya dengan bantuan
suspending agent. Dalam praktikum ini tersedia 1 formula namun pembuatannya dilakukan dengan 2
metode yang berbeda, yaitu metode presipitasi dan metode dispersi, agar dapat membandingkan
metode mana yang menghasilkan sediaan suspensi yang lebih stabil. Formula kami terdiri dari:

1. Sulfadiazin, sulfamerazin dan sulfadimidin sebagai zat aktif


2. Asam sitrat sebagai floculating agent = menurunkan gaya tolak menolak antarpartikel sehungga
menurukan juga potensial zeta
3. CMC Na sebagai wtting agent
4. Matil paraben sebagai pengawt
5. NaOH sebagai pelarut organik
6. Sirup simpleks sebagai perasa
7. Etanol sebagai pelarut dari metil paraben
8. Aquadrs sebagai pelarut

A. Metode Presipitasi

Pwmbuatan dengan metide ini terjadi perubahan ukuran partikel menjadi lebih kecil. Prinsipnya yaitu zat
yang tidak larit, dilarutkan duku pada lelarut yang cocok (trisulfa setekah dicampur dengan CMC Na yang
telah dikembangkan, ditambah dengan NaOH) selanjutnya direkristasilasi dengan oenambahan Asam
Sitrat. tahap selanjtnya, yairu menambahkan sirup simpleks, matil paraben yang telah dilarutkan dalam
rtanol dan ad dengan aquades hingga vol 250mL.

B. Metode Dispersi

Pembuatan dengan metode jni tidak terjadi perubahan ukuran oartikel. Prinsipnya, bahan didispersikan
dalam medium pendispersi. syarat yang harus dipenuhi yaitu fase trdispersi harus muda dibasahi dan
didispersikan oleh pembawanya. Butuh surfackatan untuk pembasahan (disebut sebagai wetting agent)
dan ditambh suspending agent. NaOH dan Asam sutrat dicampur dulu, mereka bukan sebagai pelarut
melakinkan hanya ficamourkan saja membentuk garam natrium sitrat. Tahapnya: trisulfa dicamputkan
dengan cmc na yang telah dikembangkan, sirup simpleks dimasukkan, campuran naoh dan asam sitrat
dimasukkan, metil paraben yang telah dilrutkan dalam etanol dimasukkan dan ad aquades hingga vol
250mL .

C. Hasil Evaluasi Suspensi

1. Volume sedimentasi. Pada hari ketiga suspensi dengan pembuata secara presipitasi belum
terjadi pengendapan, sedangkan yang dibuat dengan metode dispersi sudah mengandap.
sehingga, Volume sedimentasi rata rata pada Presipitasi memiliki nilai yang lebih kecil daripada
Dispersi. Hal tersebut disebabkan oleh ukuran partikel dispersi yang lebih besar, sehingga ketika
terjadi pengendapan (flok) akan membentu endapan yang lebih tinggi. Hu dari dispersi lebih
tinggi karena ukuran partikelnya lebih besar daripada presipitasi.
2. Redispersibilitas. Uji ini untuk mengetahui kemampuan suspensi untuk dapat tersuspensi
kembali setelah waktu tertentu. Ketika di hari ketiga diuji redispersibilats, karena pada metode
ptesipitasi belum terjadi pengendapan maka suspensi masih dalam keadaan stabil (tidak perlu
penggojikan atau dengan diuji redispersibilitan dengan alat pun tidak berpengaruh). namun,
ketika suspensi yang dibuat dengan presipitasi ini mengendap akan terbetuk cake Dimana akan
susah tersuspensi kembali karena ukuran partikelnya yang kecil sehingga jarak antar partikelnya
rapay. Sudpensi dengan metide pembuata na dispersi memiliki waktu rata rata : ... Pada metodr
prmbuatab ini, trrjadi pengendaoan membentuk flok karena ukuran prtikdlnya besar.
3. Waktu tuang. Suspensi dengan pembuatan presipitasi waktu tuangnya kebih lama dibanding
dispersi. Hal tersebut disebakan oleh ukuran partikel pada presipitasi lebih kecil daripada
dispersi.
4. Ukuran partikel. Pengamatan dilakukan menggunakan mikroskop bersjala yang terdapat pada
object glass nya. Sebelumnya, telah dilakukan validasi terhadap skala pada mikroskop denga
object glass standar. dengan adanya pengecilan ukuranpartikrl pada metode presipitasi, maka
ukuran partikel pada metode presipitasi lebih kecil daripada dispesi.
5. dimete rata rata. denga ukuran partikel yang lebih kecil maka jelas bawha dr pada ukuran
partikel metode presipitasi lebih kevcil pula bila dibandingkan dengan metode dispersi

Kesimpulan:

o Ukuran partikel dan dr suspensi prrsipitasi lebih kecil daripada dispersi


o Vol sedimentasi presipitasi lebih kecil daripada dispersi
o Uji redispersibilitas, ketika kedua suspensi sama sama mengendap maka yang mufah trsuspensi
kembali yaitu suspensi dengan metode presipitasi. Namun, dalam praktikum kami, suspensi
presipitasi belum mengalami pengendapan
o Waktu tuabg suspensi presipitasi lebih lama dibanding dispersi
o Suspensi dengan metode pembuatan presiputasi dapat mempertahankan kestabilan sediaan
bila dibandingkan dengan dispersi. Namun, lada kasus tertentu seperti uji redisoersibilitas dan
wkatu tuang metode dispwrsi memiliki kemampuan yang lebih baik raipada presipitadi