Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS SINTESA

Nama : Kelompok 3 Tanggal : 25 Okt 2017


Diana Fauziah (042017013) Ruang : Zaitun 2 Bedah
Erma Pebia A (042017022)
Ikhwan K (042017032)
Fajar Ahdiyat (042017025)
Laela Siti M (042017034)
Rike Yanuaris (042017047)
Gita Ratnasari (042017029)
Shiddiq P Suherman (042017056)
Fitriyani (042017027)

1. Identitas Klien : Tn.D, 21 Tahun

2. Diagnosa Medis : Fraktur Digiti I-II Pedis Sinistra

3. Tindakan Keperawatan dan Rasional : Perawatan Luka untuk mencegah

infeksi dan luka cepat kering.

4. Diagnosa Keperawatan : Nyeri Akut b.d insisi pembedahan

5. Data

Klien sebelum masuk ke RSUD Al-ihsan, klien mengatakan sedang bekerja

disalah satu perusahaan mesin yang ada di bandung, pada saat itu klien bekerja

seperti biasa, akan tetapi pada saat klien bekerja terjadi sebuah kecelakan dimana

klien sedang menjalankan suatu mesin yang mengakibatkan jari kaki klien terhimpit

oleh mesin tersebut, kemudian klien berusaha melepaskan dari mesin tersebut

sambil dibantu rekan kerjanya, kemudian klien langsung dibawa ke IGD RSUD-Al

ihsan, menurut klien pada saat di IGD klien diberi tindakan Rontgen, suntik, tetanus

dan perwatan luka.


Pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 25 oktober 2017 klien masih

mengeluh nyeri pada jari kaki sebelah kiri nyeri dirasakan cenat cenut, nyeri tidak

menyebar ke area lainnya, skala nyeri 7 dari (0-10) nyeri bertambah jika luka

tersebut tersentuh dan kaki bergeser, nyeri berkurang jika luka tidak tersentuh dan

kaki tidak bergeser. Pada saat dilakukan perawatan luka klien tampak meringis

kesakitan, jempol klien tampak membiru dan terdapat luka jahitan, pemasangan orif

pada jari kedua klien.

6. Prinsip & Tindakan

a. Kaji Kondisi umum klien, fungsi muskuloskeleta, diagnosa medis dan program

medis

Rasional : mengetahui keadaan umum klien adalah ada tidaknya kelainan-

kelainan yang mungkin berkaitan dengan penyakit yang diderita pasien. Keadaan

umum pasien dapat diamati misalnya dari ekspresi wajah, sikap badan, cara

berbicara, dan gaya berjalan pasien, yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan

penilaian keadaan urnurn pasien. Secara umum, keadaan umum pasien dapat

dinyatakan dalarn tiga kriteria, yaitu tampak sakit ringan, sakit sedang atau sakit

berat. Sedangkan mengkaji fungsi muskuloskeletas adalah untuk memperoleh data

dasar tentang otot, tulang, persendian, mobilitas, kekuatan otot, dan gangguan-

gangguan pada daerah tertentu, diagnosa medis memudahkan untuk pemeriksa

memfokuskan apa saja yang harus diperiksa lebih mendalam dalam pasien tersebut,

mengetahui program apa saja yang akan dilakukan adalah untuk mengetahui efek

samping buruk yang akan dialami pasien dan pemeriksa bisa menjelaskannya

kepada pasien.
b. Persiapan alat :

Bak instrumen, kom steril 2 buah, pinset anatomis steril 2 buah, pinset chirurgis

1 buah, gunting angkat jahitan steril 2 buah, sarung tangan bersih, kassa steril

secukupnya, alas perlak, gunting perband, bengkok 2 buah, plester, hipafix, larutan

Nacl, larutan desinfektan.

Rasional : kom steril untuk memudahkan atau memishkan antara kassa lembab

dan kering, pinset chirurgis untuk membuka balutan, pinset anatomis untuk

membuat kassa lembab, sarung tangan bersih untuk mencegah terjadinya infeksi,

kassa untuk membersihkan luka dan menutup luka, bengkok untuk membuang

sampah, hipafix dan plester untuk menutup luka, Nacl untuk membersihkan luka

karena sama dengan cairan tubuh manusia, larutan desinfektan untuk merendam

alat habis pakai.

c. Jelaskan Tujuan

Memberikan lingkungan yang memadai untuk penyembuhan luka, Absorbsi

drainase, Menekan dan imobilisasi luka, Mencegah luka dan jaringan epitel baru

dari cedera mekanis, Mencegah luka dari kontaminasi bakteri, Meningkatkan

hemostasis dengan menekan dressing, Memberikan rasa nyaman mental dan fisik

pada pasien

d. Tahap orientasi

Melakukan 3 S, mengidentifikasi kembali nama klien, menanyakan keadaan

klien, menjelaskan prosedur dan tujuan kegiatan pada klien, memberikan

kesempatan klien dan keluarga klien untuk bertanya, menutup tirai,


Rasional : memberikan kenyamanan pasien dan sebelum melakukan tindakan

memastikan identitas klien supaya tidak ada kesalahan saat melakukan tindakan,

memperhatikan privasi klien.

e. Tahap Kerja

Cuci tangan, lafazkan Basmalah, Pasang perlak, dekatkan bengkok, buka paket

steril, buka Nacl, gunakan sarung tangan, persiapkan kassa lembab, buka balutan

dengan alcohol swab, bersihkan luka dengan kassa lembab, kaji luka REEDA,

gunakan kassa kering, berikan antiseptik, tutup luka, berikan plester, rapikan alat,

cuci tangan.

Rasional : agar diberikan kelancaran dalam segala tindakan, perlak berfungsi

agar cairan atau kotoran tidak terkena langsung ke baju atau kasur pasien,

mendekatkan alat-alat untuk memudahkan dalam mengerjakan perawatan luka dan

kenyamanan pemeriksa, membersihkan luka dengan kasa lembab agar semua

kotoran terangkat, mengakaji luka dengan REEDA untuk mengetahui sejauh mana

luka tersebut karena bisa saja terkena infeksi, seperti kemerahan, bengkak, pus,

nyeri dan luka jahitan tersebut, menggunakan sarung tangan untuk perlindungan

pemeriksa dan suapaya tidak terjadi infeksi terhadap luka, cuci tangan juga sama

halnya untuk menghindari terjadi ILO atau infeksi luka operasi terhadap pasien.

f. Tahap Terminasi

Evaluasi hasil keseluruhan kegiatan, feedback postif, ucapkan hamdalah,

lakukan kontrak, dokumentasi.

Rasional : mengevaluasi terhadap kegiatan dan memberikan feedback apa

yang telah kita lakukan untuk kenyamanan pasien, dokumentasi diperlukan untuk
melihat tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya atau luka tersebut sudah

bagus atau tidak.

7. Tujuan tindakan

a. Mencegah infeksi

b. Memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien dan orang disekitarnya

c. Membantu proses penyembuhan luka

8. Bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut dan cara

pencegahannya

ILO (infeksi luka operasi), pastikan teknik sterilitas terutama sterilitas alat

yang digunakan langsung kepada pasien

9. Analisis sintesa

Fraktur falangeus

Prosedur pembedahan

Adanya luka operasi

Port de entry mikroorganisme (bakteri, virus, dll)

Resiko infeksi

Mencegah terjadinya infeksi dengan perawatan luka
10. Evaluasi (hasil yang didapat dan maknanya

a. Sebelum balutan dilepas terlihat rembesan pada perban

d. Terdapat nekrosis pada ibu jari

e. Luka belum kering