Anda di halaman 1dari 3

LETAK ASTRONOMIS

Menurut letak astronomisnya Myanmar terletak antara 100 LU-280 LU dan


920 BT-1010 BT. Sehingga Negara ini merupakan Negara paling luas ke dua
di Asia tenggara setelah Indonesia, luasnya adalah : 676.578 Km2. Serta
keadaan iklim di Myanmar sangat di pengaruhi oleh iklim laut dan iklim benua.
Dengan demikian di daerah dekat pantai seperti di Arakan dan di Tannaseua
iklimnya lebih basah/lembab bila di bandingkan dengan iklim di daerah
pedalaman yang bersifat kering, panas atau muson tropika.

LETAK GEOGRAFIS

Berdasarkan letak geografis, Myanmar terletak :

- Sebelah Utara berbatasan dengan Cina dan Assam (India)


- Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Andaman
- Sebelah Barat berbatasan dengan Teluk Benggala, India dan
Bangladesh
- Sebelah Timur bebatasan dengan Cina, Thailand dan Laos

RELIEF
Di perbatasan Myanmar banyak terdapat pegunungan tinggi yang
memisahkan Myanmar dengan negara tetangga. Pegunungan-pegunungan
ini banyak di tutupi oleh hutan-hutan yang lebat. Di antara pegunungan di
sebelah barat dan timur, terdapat sungai terpanjang di Myanmar, yaitu sungai
Irawadi.
Pegunungan di Myanmar disebut juga dengan pegunungan meridian, karena
arahnya yang sejajar dengan meridian. Menurut penyelidikan geologi,
pegunungan itu terdiri dari berjenis-jenis lapisan tanah, di sebelah barat
terdiri-dari batu-batu trias, batu kapur dan lapisan-lapisan tanah yang berasal
dari tertier muda. Di bagian tengah terdiri dari lapisan tanah dari zaman tertier
dan kuarter (dataran Irawadi), dan pegunungan di sebelah timur terdiri dari
sedimen yang terbentuk di zaman karbon.

Bentuk muka bumi (relief) Myanmar dapat di bedakan menjadi


3 macam, yaitu :

1. Daerah Gunung-Gunung Barat


Daerah ini terdiri dari satu jejeran gunung lapisan muda yang merupakan
lanjutan pegunungan Himalaya. Keadaan ini semakin ke utara semakin tinggi
hingga lebih dari 3.050 mdpl. Di utara terdapat bukit Patkai dan bukit Naga, di
sebelah selatan terdapat Arakan yoma, sedangkan di sebelah barat terdapat
jejeran gunung pantai Arakan yang pada umunya berbatu-batu, berteluk-teluk,
banyak terdapat delta dan banyak terdapat pulau-pulau di pinggir lautnya.
2. Dataran Tinggi Shan Dan Tenasserim Di Daerah Timur
Di daerah ini merupakan perluasan dari dataran tinggi Yunan di Cina selatan.
Daerah ini terdiri dari batuan-batuan lipatan tua terutama jenis batu kapur.
Dataran tinggi Shan meninggi dengan curamnya dari tanah pamah tengah
dengan ketinggian rata-rata 912 mdpl, di daerah inilah di temukan sungai
Salween dan cabang-cabangnya. Pantai Tenasserim keadaannya sempit
karena berdekatan dengan dataran tinggi ke arah laut sehingga berteluk-teluk
dan di pisahkan oleh tubir-tubir.

3. Tanah Pamah Tengah


Tanah pamah tengah atau lembah Irawadi semakin lebar ke arah selatan,
tetapi semakin sempit ke arah utara yang terdiri dari batuan muda di liputi
oleh lumpur. Daerah ini bergelombang kecuali di bagian selatan terputus-
putus oleh beberapa pegunungan rendah seperti pegunungan Yoma dengan
ketinggian rata-rata 304 mdpl. Semakin ke arah selatan terdapat dataran rata
yang rendah hanya beberapa meter dari muka laut, terbentuk dari endapan
lumpur yang di bawa oleh sungai terutama sungai Irawadi, Chindwin dan
Sittang.

PENDUDUK

Jumlah penduduk Myanmar tahun 2007 adalah 54.447.000 jiwa, yang terdiri
dari orang Burma (77,4%) dan selebihnya adalah orang Shan (8,5%), Karen
(6,2), Kachin (1,4%), Cina (2,2%), India(1,2%), serani (2,4%) Chin (kaum
bukit) dan Eropa (0,7%). Kepadatan penduduk Myanmar 184jiwa/Km, dengan
angka kelahiran 30 dan angka kematian 10. pertumbuhan penduduk alami
2%/tahun Diantara suku diatas yang paling berpengaruh memegang tampuk
perekonomian di Myanmar adalah Cina.
Orang Burma bentuk badannya kecil, kulitnya serupa dengan kulit orang
Indonesia dan rambutnya hitam. Mereka berasal dari suku Tibet dan
bahasanya adalah cabang dari bahasa Indo-cina. Alphabet mereka berasal
dari India selatan.

Daerah terpadat penduduknya adalah lembah-lembah hilir Irawadi, daerah


Mandalay dan Rangoon. Daerah yang termasuk kategori
sedang penduduknya ialah Pantai Arakan, Pantai Tenaserim, sebagian utara
dataran tinggi Shan, Lembah Sittang, dan beberapa bagian lembah Irawadi.
Sedangkan yang jarang penduduknya seperti terdapat di Arakan yoma, bukit-
bukit utara, sebagian dataran Shan, Pegyoma, dan lain-lain.
Penduduk Myanmar sebagian besar memeluk agama Budha, hanya sebagian
utara yang memeluk agama Confusius (Kunfutse) yang agak mengherankan
ialah luasnya agama Budha ini sangat berkembang di Myanmar, sedangkan
di India sendiri agama itu telah terdesak oleh agama hindu. Di Myanmar
terdapat Pagoda Shawe Dagon tepatnya di Rangoon yang dilapisi dengan
emas, Pagoda Ananda di Pagan, bangunan-bangunan kuno tersebut tidak
kurang megahnya dari bangunan di Mesir, India, dan sebagainya.

Selain Burma, Myanmar dikenal dengan julukan golden land. Bukan tanpa
alasan bila negara ini mendapat sebutan itu. Karena Myanmar menghadirkan
emas dimana-mana. Di pagoda, biara, serta aksesoris bangsawan
berlapiskan emas. Meski tak semuanya memakai emas asli tak jarang
penduduk Myanmar pun menyiasatinya dengan mengoleskan cat bewarna
keemasan.