Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Nutrisi untuk Pasien Pasca Operasi


Sasaran : Pasien Pasca Operasi & Keluarga
Waktu : 30 menit
Tempat : Ruang Cempaka lt. 5, RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur
Penyuluh : Mahasiswa Kelompok 2 Profesi Ners XXI Universitas Binawan
Hari / Tanggal : Jumat, 10 November 2018

Karakteristik Peserta

A. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan klien dan keluarga mampu mengetahui kebutuhan
nutrisi pasca operasi.

B. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit, klien dan keluarga dapat :
1. Menyebutkan pengertian nutrisi
2. Menyebutkan tujuan pemenuhan nutrisi
3. Menyebutkan tahapan diet pasca operasi
4. Menyebutkan nutrisi yang baik untuk pasien pasca operasi
5. Menyebutkan tips perawatan pasca operasi

C. Materi Penyuluhan
1. Pengertian nurtisi
2. Tujuan memenuhi kebutuhan nutrisi pasca operasi
3. Tahapan diet pasca operasi
4. Jenis nurtisi yang baik untuk pasien pasca operasi
5. Tips perawatan pasca operasi

D. Uraian Tugas
Penyuluh :
Moderator :
Observer :
Fasilitator :
E. Kegiatan Penyuluhan
No Komunikator Komunikan waktu
Pre Interaksi 2 menit
1. Menjawab salam
Memberi salam dan
memperkenalkan diri
2. Mendengarkan
Menjelaskan tujuan penyuluhan dan
tema penyuluhan
Isi 20 menit
3. Mendengarkan
Menjelaskan materi penyuluhan
mengenai pengertian, manfaat,
tujuan, jenis nutrisi bagi pasien
pasca operasi
4. Mengajukan pertanyaan
Memberikan kesempatan kepada
komunikan untuk bertanya tentang
materi yang disampaikan
Penutup 8 menit
5. Menjawab
Memberikan pertanyaan akhir
sebagai evaluasi
6. Mendengarkan
Menyimpulkan bersama-sama hasil
kegiatan penyuluhan
7. Menjawab salam
Menutup penyuluhan dan
mengucapkan salam
F. Metode dan Media
1. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab
2. Media yang digunakan leaflet, lembar balik

G. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Peserta hadir ditempat pelaksanaan pada waktu yang telah ditentukan
b. Persiapan dilaksanakan 1 hari sebelum acara
2. Evaluasi Proses
a. Kegiatan berjalan dengan lancar dan tujuan mahasiswa tercapai dengan baik
b. Masing-masing mahasiswa bekerja sesuai dengan tugas
c. Peserta antusias mendengarkan materi penyuluhan dan awal sampai akhir
d. Peserta tidak ada yang meninggalkan tempat selama proses penyuluhan
berlangsung
e. Peserta antusias bertanya sesuai dengan permasalahan yang mereka hadapi
f. Pelaksanaan penyuluhan berjalan dengan baik
3. Evaluasi Hasil
a. Penyuluhan diikiuti oleh salah satu ruangan yang memiliki jumlah pasien
terbanyak di Ruang Cempaka
b. Peserta penyuluhan dapat menjawab pertanyaan tentang pengertian, tujuan dan
jenis nutrisi yang baik bagi pasien pasca operasi
Soal
1. Sebutkan pengertian nutrisi?
2. Sebutkan tujuan pemberian nutrisi?
3. Sebutkan tahapan diet pasca operasi?
4. Sebutkan jenis nurtisi yang baik bagi pasien pasca operasi?
5. Sebutkan tips perawatan pasca operasi?

H. Alokasi Waktu : 10.00 WIB – 10.30 WIB

I. Setting Tempat

J. Sumber
Almatsier S.2004. Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta : P.T gramedia Pustaka Utama.
Ahmad Djaelani Sediaoetama(2000), Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi jilid 1.
Jakarta: Dian rakyat.
Irianto , Kus., Kusno Waluyo. 2007. Gizi dan Pola Hidup Sehat. CV. Yrama Widya.
Jakarta
K. Lampiran Materi

Pengertian
Nutrisi adalah makanan yang mengandung cukup nilai gizi dan tenaga untuk
perkembangan, dan pemeliharaan kesehatan secara optimal.
Diet Pasca-operasi adalah makanan yang diberikan kepada pasien setelah menjalani
pembedahan. Pengaturan makanan sesudah pembedahan tergantung pada macam
pembedahan dan jenis penyakit penyerta.

Alasan nutrisi dibutuhkan untuk pasien pascaoperasi


Karena tujuan diet pasca-operasi adalah untuk mengupayakan agar status gizi pasien
segera kembali normal untuk mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan
daya tahan tubuh pasien, dengan cara sebagai berikut :
1. Memberikan kebutuhan dasar (cairan, energi, protein)
2. Mengganti kehilangan protein, glikogen, zat besi, dan zat gizi lain
3. Memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan cairan
4. Mencegah dan menghentikan perdarahan

Tahapan Diet Pasca Bedah


a. Diet Pasca-Bedah I (DPB I)
Diet ini diberikan kepada semua pasien pascabedah :
1. Pasca-bedah kecil : setelah sadar dan rasa mual hilang
2. Pasca-bedah besar : setelah sadar dan rasa mual hilang serta ada tanda-tanda usus
mulai bekerja
Cara Memberikan Makanan:
Selama 6 jam sesudah operasi, makanan yang diberikan berupa air putih, the manis, atau
cairan lain seperti pada makanan cair jernih. Makanan ini diberikan dalam waktu
sesingkat mungkin, karena kurang dalam semua zat gizi. Selain itu diberikan makanan
parenteral sesuai kebutuhan.
b. Diet Pasca Bedah II (PDB II)
Diet pasca-bedah II diberikan kepada pasien pascabedah besar saluran cerna atau
sebagai perpindahan dari Diet Pasca Bedah I
Cara Memberikan Makanan:
Makanan diberikan dalam bentuk cair kental, berupa kaldu jernih, sirup, sari buah, sup,
susu, dan puding rata-rata 8-10 kali sehari selama pasien tidak tidur. Jumlah cairan yang
diberikan tergantung keadaan dan kondisi pasien. Selain itu dapat diberikan makanan
parenteral bila diperlukan. DPB II diberikan untuk waktu sesingkat mungkin karena zat
gizinya kurang. Makanan yang tidak boleh diberikan pada diet pasca-bedah II adalah air
jeruk dan minuman yang mengandung karbondioksida.

c. Diet Pasca Bedah III


Diet Pasca-Bedah III diberikan kepada pasien pascabedah besar saluran cerna atau
sebagai perpindahan dari diet pasca-bedah II.
Cara Memberikan Makanan
Makanan yang diberikan berupa makanan saring ditambah susu dan biscuit. Cairan
hendaknya tidak melebihi 2000 ml sehari. Selain itu dapat memberikan makanan
parenteral bila diperlukan. Makanan yang tidak dianjurkan adalah makanan dengan
bumbu tajam dan minuman yang mengandung karbondioksida.

d. Diet Pasca Bedah IV


Diet Pasca-Bedah IV diberikan kepada :
1. Pasien pasca bedah kecil, setelah diet pasca-bedah
2. Pasien pascabedah besar, setelah diet Pasca-Bedah III
Cara Memberikan Makanan:
Makanan diberikan berupa makanan lunak yang dibagi dalam 3 kali makanan lengkap
dan 1 kali makanan selingan.

Jenis makanan yang harus diperhatikan untuk penyembuhan luka


Di antara makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral
dan air yang cukup, maka yang paling penting untuk penyembuhan luka adalah protein
dan vitamin C.
Alasannya: Protein dan vitamin C sangat penting peranannya dalam proses
penyembuhan luka. Selain itu vitamin C punya peranan penting untuk mencegah
terjadinya infeksi dan perdarahan luka.

Contoh makanan yang perlu diperhatikan untuk penyembuhan luka


1. Protein; terbagi menjadi: nabati dan hewani. Contoh nabati yaitu tempe, tahu,
kacang-kacangan dll. Contoh protein hewani, hati, telur, ayam, udang dll.
2. Vitamin C adalah kacang-kacangan, jeruk, jambu, daun papaya, bayam, tomat,
daun singkong dll

TIPS PERAWATAN PASCA OPERASI


Secara umum, untuk mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan kondisi
pasien pasca operasi, perlu kita perhatikan tips di bawah ini:
• Makan makanan bergizi, misalnya: nasi, lauk pauk, sayur, susu, buah.
• Konsumsi makanan (lauk-pauk) berprotein tinggi, seperti: daging, ayam, ikan, telur
dan sejenisnya.
• Minum sedikitnya 8-10 gelas per hari.
• Usahakan cukup istirahat.
• Mobilisasi bertahap hingga dapat beraktivitas seperti biasa. Makin cepat makin bagus.
• Mandi seperti biasa, yakni 2 kali dalam sehari.
• Kontrol secara teratur untuk evaluasi luka operasi dan pemeriksaan kondisi tubuh.
• Minum obat sesuai anjuran dokter.