Anda di halaman 1dari 2

1.

Perhitungan dosis ovaprim mengacu pada perhitungan sebagai berikut :

Dosis yang digunakan untuk hipofisasi yaitu Ovaprim dan NaCl 0,9% dengan perbandingan 1:5.
Untuk Dosis ikan lele betina dibutukan Ovaprim 0,2/kg berat induk dan NaCl 0,9% 1mL/kg
berat induk, sedangkan dosis untuk ikan lele jantan hanya setengah dari dosis ikan lele betina.
Karena berat lele yang digunakan dalam pemijahan harus sama, dan ikan lele yang digunakan
kemarin berat induknya 2,36 atau jika dibulatkan 2,5 Kg, maka dibutuhkan Ovaprim 0,6 mL
ditambah NaCl 0,9% 2,5 mL, jadi larutan campurannya menjadi 3,1 mL. Dan untuk dosis ikan
lele jantan tinggal dihitung setengah dari dosis ikan lele betina.

2.Menurut Sukendi (2005) jumlah telur yang dikeluarkan bergantung pada banyaknya telur yang
sudah matang, semakin tinggi jumlah ovaprim yang diberikan menyebabkan semakin singkat
tercapainya migrasi inti atau germinal vesicle break down (GVBD). Hal ini disebabkan semakin
tinggi dosis ovaprim yang diberikan maka gonadrotopin yang dilepaskan oleh kelenjar pituitary
juga semakin meningkat. Sebaliknya, jika dosis ovaprim yang diberikanhanya sedikit, maka
tercapainya GVBD pun lambat.

3. Mekanisme kerja Ovaprim

Hormon ovaprim dapat berpengaruh nyata terhadap persentase telur yang mengalami migrasi inti
atau Germinal Vesicle Break Down (GVBD). Kandungan ovaprim terdiri dari salmon
gonadotropin releasing hormone analog (sGnRHa) dengan konsentrasi 20 µg/mL dan dopamine
antagonis (domperidone) dengan konsentrasi 10 mg/mL (Hill et al., 2009). Penyuntikan ovaprim
untuk merangsang pemijahan, direspon oleh induk ikan lele dangan meningkatnya telur yang
mengalami GVBD. Hal ini disebabkan hormone yang diberikan menambahkan dengan
gonadotropin-releasing hormone (GnRH) yang dirilis oleh hypothalamus. Selain itu, adanya anti
dopamine akan menghambat aktivitas dopamine, sehingga meningkatkan kinerja kelenjar
hipotalamus dalam merilis GnRH. Menurut Nagahama (1994), Yaronet al. (2003) dan Mehdi
& Mousavi (2011), hormone GnRH yang terdapat pada plasma akan mempengaruhi hipofisa
dalam meningkatkan pelepasan gonadotropin hormone (GtH). GtH yang telah dirilis oleh
hipofisa selanjutnya berkerja pada organ target sehingga merangsang perkembangan telur atau
pematangan akhir. Pada proses pematangan akhir atau GVBD, hormone GtH yang dirilis oleh
hipofisa adalah GtH-II. Meningkatnya GtH-II ini selanjutnya merangsang proses preovulasi dan
ovulasi telur ikan lele. Sebaliknya, tanpa pemberian hormone ovaprim atau penyuntikan dengan
dosis ovaprim yang rendah menyebabkan telur tidak matang akhir atau hanya menyebabkan
sebagian telur yang matangakhir. Fenomena ini terjadi karena GnRH yang dilepaskan tidak
dapat mendorong kelenjar hipofisa untuk melepas GtH-II dalam jumlah yang mencukupi bagi
perkembangan telur.

4. Untuk mengetahui ikan lele betina dan ikan lele jantan mana yang sudah siap atau belum siap
dipijah, dapat diketahui jika dari induk lele betina ciri-cirinya sudah siap dipijah atau sudah
matang sel telurnya yaitu Perut tampak membesar dan bila diraba terasa lembek, Gerakan agak
lambat dan jinak, Warna sirip cenderung kemerahan, Alat kelamin berwarna kemerahan dan
lubangnya agak membesar, dan Bila diurut kearah anus keluar telur berwarna kekuningan.
Sedangkan untuk ikan lele jantan ciri-ciri sudah masak gonadnya yaitu Gerakannya lincah,
Warna kulit dada jantan lebih kusam dibanding betina, Lubang kelamin kemerahan, Alat kelamin
runcing dan mencapai sirip anus. Jika dilihat dari umur ikan lelenya, untuk ikan lele betina yang
siap dipijah adalah sudah berumur minimal 1,5 tahun, sedangkan untuk ikan lele jantan yang siap
dipijah sudah mencapai umur 1 tahun.

Dapus

Sukendi.2005.VitellogenesisdanManipulasiFertilisasipadaIkan.BahanAjar
MataKuliahBiologiReproduksiIkanJurusanBudidayaPerairanFakultasPerikanandanIlmuK
elautanUniversitas Riau.Pekanbaru.
Putri, Rika. 2013.
BalaiPendidikandanPelatihanPerikananTegal.KementerianKelautandanPerikananRepubli
k Indonesia
Hill, J.E., Kilgore, K.H., Pouder,D.B., Powell, J.F.F.Watson, C.A. &Yanong, R.P.E. 2009.
Surveyof ovaprimuse as a spawning aid inornamental fishes in theUnited States
asadministered through the University of FloridaTropical Aquaculture laboratory.
NorthAmerican Journalof Aquaculture, 71:206–209.
Nagahama, Y. 1994. Endocrine regulationofgametogenesis in fish. Int. J. Dev. Biol, 38:
217–229.

Yaron, Z., Gur, G., Melamed, P., Rosenfeld, H.,Elizur,A. &Levavi-Sivan,B.2003.Regulation


offish gonadotropins.International Review of Cytology,225:131–185

Mehdi, Y. &Mousavi, S.E. 2011. A review of thecontrol of reproduction and hormonal


manipulations infinfish species.AfricanJournal of Agricultural Research, 6(7):1643–
1650.