Anda di halaman 1dari 19

AGUIOSPERMAE

ANAK KELAS MONOCHLAMYDEAE (APETALAE)


(Dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Botani Tumbuhan Tinggi)

OLEH:
KELOMPOK III

Dio A. Tolawo (16 507 055)


Gledis Manggarai (16 507 045)
Nadiasty Siwi (16 507 101)
Vicca Trisna Tengkel (16 507 019)
Yosephina Werbitu (16 507 063)

PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MANADO
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan
baik materi maupun pikirannya. Makalah ini di buat untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Botani Tumbuhan Tinggi tentang Anak Kelas Monochlamydeae (Apetalae).

Harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih


banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Tondano, Oktober 2018

Penyusun
Kelompok III

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ i


DAFTAR ISI........................................................................................................................................... ii
BAB I ...................................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 1
A. LATAR BELAKANG ................................................................................................................ 1
B. RUMUSAN MASALAH ............................................................................................................ 1
C. TUJUAN ..................................................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 2
A. ANGIOSPERMAE ..................................................................................................................... 2
B. ANAK KELAS MONOCHLAMYDEAE (APETALAE) .......................................................... 2
1. Bangsa (Ordo) Casuarinales (Verticillatae) ............................................................................ 3
2. Bangsa (Ordo) Fagales ............................................................................................................ 3
3. Bangsa (Ordo) Myricales ........................................................................................................ 6
4. Bangsa (Ordo) Juglandales ..................................................................................................... 7
5. Bangsa (Ordo) Salicales .......................................................................................................... 8
6. Bangsa (Ordo) Urticales.......................................................................................................... 9
7. Bangsa (Ordo) Piperales ....................................................................................................... 13
BAB III PENUTUP .............................................................................................................................. 15
A. KESIMPULAN ......................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................... 16

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dikehidupan sehari-hari sering kita jumpai beragam jenis tumbuhan yang mana bila
kita amati memiliki ciri tersendiri. Ciri tersebut yang berbeda-beda pada setiap tumbuhan
akan dijadikan salah satu cara untuk mengelompokan tumbuhan tersebut ke dalam
golongan-golangan tersendiri. Ilmu taksonomi tumbuhan merupakan ilmu yang mengkaji
mengenai pengelompokan tumbuhan yang ada di alam ini.
Sebagaimana yang kita sama-sama ketahui bahwa Divisio Spermatophyta
dikelompokkan menjadi subdivisio gymnospermae dan Angiospermae. Pada subdivisio
angiospermae ini dibagi menjadi dua kelas, yaitu monocotyledoneae dan Dicotyledoneae.
Berhubung materi mengenai tumbuhan Gymnospermae dan Angiospermae untuk kelas
monocotyledoneae sudah kita bahas pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, maka untuk
makalah yang akan disajikan kali ini akan dibahas mengenai tumbuhan Angiospermae
pada kelas Dicotyledoneae.
Dicotyledoneae merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai lembaga dengan
dua daun lembaga dan ujung akar serta pucuk lembaga yang tidak mempunyai pelindung
yang khusus, serta masih banyak ciri-ciri lainnya yang nantinya akan diuraikan didalam
makalah ini.
Tjitrosoepomo 2002 membagi classis Dicotyledoneae menjadi tiga sub classis. Antara
lain : Monoclamidae/Apetalae, Dyalipetalae, Sympetalae

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah yang dimaksud dengan Agiospermae ?
2. Apakah yang dimaksud dengan Anak Kelas Monochlamydeae (Apetalae) ?
3. Tumbuhan bangsa apa sajakah yang tergolong dalam Anak Kelas
Monochlamydeae (Apetalae) ?
4. Apakah cirri-ciri dari tumbuhan bangsa Anak Kelas Monochlamydeae (Apetalae) ?
5.
C. TUJUAN
1. Mahasiswa dapat memahami pengertian dari Agiospermae.
2. Mahasiswa dapat memahami pengertian dari anak Kelas Monochlamydeae
(Apetalae).
3. Mahasiswa dapat memahami Tumbuhan bangsa apa sajakah yang tergolong dalam
Anak Kelas Monochlamydeae (Apetalae).
4. Mahasiswa dapat memahami ciri-ciri dari tumbuhan bangsa Anak Kelas
Monochlamydeae (Apetalae).

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. ANGIOSPERMAE
Tumbuhan berbiji atau Spermatophyta terbagi menjadi 2 sub divisio yaitu
Gymnospermae (Berbiji Terbuka) dan Angiospermae (Berbiji Tertutp). Angisopermae
hanya terdiri dari 2 kelas (classis) yaitu Dicotyledonae dan Monocotyledonae, keduanya
dibedakan antara lain berdasrkan jumlah daun lembaganya.
Angiospermae memiliki dua kata yaitu Angios yang berarti tertutup dan spermae yang
berarti biji. Angiospermae adalah salah satu jenis tumbuhan yang termasuk dalam
golongan tumbuhan yang menghasilakan biji tertutup/terbungkus dan terlindungi oleh
karper (daun dari buahnya).
Dicotyledoneae dapat dibedakan dalam tiga anak kelas (sub classis) yaitu:
Monochlamyceae (Apetalae), Dialypetalae dan Sympetalae yang perbedaanya terletak
pada ada dan tidaknya daun-daun mahkota (petalae) dan bagaimana susunan daun-daun
mahkota tersebut.

B. ANAK KELAS MONOCHLAMYDEAE (APETALAE)


Tumbuh-tumbuhan yang masuk dalam anak kelas ini kebanyakan berupa pohon-
pohonan atau setidaknya pepohonan yang batangnya berkayu, bunga berkelamin tunggal
dengan penyerbukan anemogami, jarang yang entomogami. Penyerbukan Anemogami
yaitu Penyerbukan oleh angin dan penyerbukan Entomogami merupakan penyerbukan
yang berlangsung dengan bantuan serangga.
Hiasan bunga tidak ada atau kalau ada hanya tunggal, oleh sebab itu disebut
Monochlamydeae ( Mono = satu, tunggal; chlamydos = mantel, selubung). Hiasan bunga
menyerupai kelopak, jarang menyerupai mahkota, oleh sebab itu dinamankan Apetalae ( a
= tidak, tanpa ; petala = daun mahkota). Hanya pada golongan tertentu saja terdapat
hiasan bunga ganda antara lain pada suku Caryophyllaceae. Benang sari sama banyaknya
dengan jumlah daun-daun hiasan bunga, duduknya berhadapan dengan daun-daun hiasan
bunga, atau terdapat jumlah benang sari yang lebih banyak.

Ciri-ciri dari subclassis apetalae yaitu:


 Kebanyakan berupa pohon (batang berkayu).
 Bunga berkelamin tunggal.
 Penyerbukan anemogami, jarang entomogami.
 Tidak terdapat hiasan bunga, atau kalau ada hanya tunggal (mono) kebanyakan
menyerupai kelopak.
 Hanya pada suku caryophyllaceae terdapat hiasan bunga.

Tumbuh-tumbuhan yang termasuk dalam Anak kelas ini meliputi beberapa bangsa
(Ordo) yaitu:

2
1. Bangsa (Ordo) Casuarinales (Verticillatae)
Bangsa ini hanya terdiri atas 1 suku Casuarinaceae yang mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut:
a. Umumnya tumbuh-tumbuhan dengan batang berkayu (pohon-pohon) yang
habitusnya menyerupai Coniferinae, cabang-cabang yang muda berwarna hijau,
jelas berbuku-buku dengan daun-daun yang amat tereduksi menjadi seperti selaput
kecil dan tersusun berkarang, oleh sebab itu dinamakan Verticillatae
b. Bunga berkelamin tunggal, penyerbukan secara anemogami. Bunga jantan berupa
benang sari dan tersusun berkarang yang seluruh karangan-karangan itu
merupakan bulir pada ujung-ujung cabang yang paling muda. Tiap bunga jantan
terdiri atas 1 benang sari yang terbelah-belah dengan 2 daun hiasan bunga yang
kecil dan 2 daun pelindung yang kecil pula.
c. Bunga betina dalam rangkaian berbentuk bongkol pada cabang-cabang yang
pendek, tanpa hiasan bunga, dengan 2 daun pelindung yang kecil
d. Bakal buah terdiri atas 2 daun buah, beruang 2, dari 2 ruang itu yang satu
berkembang,yang lainnya berisi 2 bakal biji dan dari kedua bakal biji itupun
biasanya yang satu akan mati.
e. Pembuahan secara kalazogami. Dalam nuselus semula terdapat beberapa
kandungan lembaga, tetapi hanya satu yang dapat berkembang terus.
f. Buahnya buah kurung yang bersayap dan diselubungi oleh 2 daun pelindungnya
yang menjadi berkayu. Bakal biji mempunyai 2 selaput biji.

Suku ini hanya terdiri atas 1 marga dengan ± 40 jenis yang tersebar di daerah
Nusantara dan Australia antara lain : Casuarina equisetifolia, C. junghuhniana
yang dikenal dengan nama cemara, seringkali ditanam sebagai tanaman hias atau
di tepi-tepi jalan.

Casuarina equisetifolia.

2. Bangsa (Ordo) Fagales


Tumbuhan bangsa Fagales merupakan tumuhan yang memilki ciri-ciri antara
lain, yaitu :
a. Berupa tumbuh-tumbuhan yang berbatang kayu dengan daun-daun tunggal serta
daun-daun penumpu yang lekas runtuh.
b. Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bunga majemuk yang menyerupai
bunga lada dengan penyerbukan secara anemogami.
c. Hiasan bunga tidak ada atau menyerupai kelopak

3
d. Bunga jantan dengan benang sari yang sama banyaknya dengan daun-daun hiasan
bunga,duduknya berhadapan atau benang sari terdapat dalam jumlah yang besar.
e. Bungan betina dengan putik yang terdiri atas 2-6 daun buah, bakal buah
tenggelam, beruang 1-6 f. Buahnya buah keras yang berisi 1 biji. Biji tanpa
endosperm dengan lembaga yang lurus.

Pada Ordo Fagales meliputi beberapa suku (familia) yaitu :

a) Suku (Familia) Betulaceae


Ciri-cirinya sebagai berikut:
1) Terdiri atas pohon-pohon atau perdu dengan daun tunggal yang tersebar
dan daun penumpu yang lekas runtuh.
2) Bunga berkelamin tunggal berumah 1, tersusun dalam bunga majemuk
yang menyerupai bunga lada dan terdiri atas bagian-bagian yang bersifat
simos
3) Hiasan bunga tidak ada atau berupa tenda bunga yang kecil, berbilangan 4,
bebas atau berlekatan satu sama lain.
4) Bunga jantan melekat pada daun pelindungnya dengan 2-12 benang sari
yang seringkali terbelah, dalam bunga-bunga yang berbilangan 4
duduknya berhadapan dengan daun-daun tenda bunga.
5) Bunga betina dengan putik yang terdiri atas 2 daun buah dan mempunyai 2
kepala putik, bakal buah beruang 2, tiap ruang dengan 2 atau 1 bakal biji,
masing-masing dengan 1 selaput biji.
6) Buahnya buah keras dengan 1 biji, biji tanpa endosperm
7) Daun pelindung pada pertumbuhan buah membesar seperti sayap.

Suku ini meliputi 6 marga dengan ± 100 jenis yang tersebar di sebelah
utara khatulistiwa,antara lain :

Betula : B. nana, B. pendula


Alnus : A. incana, A. glutunosa
Carpinus : C. orientalis, C. betulus
Ostrya : O. carpinifolia, O.
virginiana
Corylus : C. avelllana, C. maxima
Betula nana

4
A. incana C. orientalis

O. carpinifolia

b) Suku (Familia) Fagaceae


Ciri-cirinya sebagai berikut:
1) Tumbuh-tumbuhan berkayu dengan daun-daun tunggal yang duduknya
tersebar dan daun penumpu yang lekas gugur.
2) Bungan berkelamin tunggal, berumah 1, jarang sekali berumah 2.
3) Bunga dalam bunga majemuk seperti bunga lada
4) Buahnya buah kering dengan 1 biji, pangkalnya diselubungi oleh suatu
badan berbentuk seperti mangkuk atau piala yang disebut kupula
5) Biji tanpa endosperm dengan lembaga yang besar.
6) Bunga jantan dengan daun-daun hiasan bunga dengan benang-benang sari
yang jumlahnya sama dengan daun-daun hiasan bunga atau lebih banyak,
seringkali dengan sisa-sisa daun putik.
7) Bunga betina dengan tenda bunga yang kecil berbilangan 6, bakal buah
tenggelam, mempunyai 3-6 ruang, tiap ruang dengan 2 bakal biji yang

5
mempunyai 2 selaput biji h. Buahnya buah kering dengan 1 biji,
pangkalnya di selubungi oleh suatu badan berbentuk seperti mangkuk atau
piala yang disebut kupula.
8) Biji tanpa endosperm dengan lembaga yang besar. Suku ini meliputi 6
marga dengan ± 500 jenis yang tersebar di daerah-daerah iklim sedang,
dan tropika tetapi tidak terdapat di Afrika (sebelah selatan gurun Sahara).
Diantaranya yaitu :
 Castanea : C. argentea (sarangan). Castanea sativa, Bijinya
dapat dimakan.
 Fagus : F. silvatica
 Quercus : Q. suber (penghasil gabus). Q. tinctoria, Q. petraea,
Q. robur

Dari yang tumbuh di pulau Jawa, dulu orang menggunakan buah


Quercus sebagai salah satu ramuan dalam pembuatan “banyon” yang
digunakan untuk menghitamkan gigi.

Castanea sativa

3. Bangsa (Ordo) Myricales


Bangsa ini hanya terdiri atas 1 suku yaitu suku Myricaceae dengan ciri-ciri
sebagai berikut :
a. Terdiri atas tumbuh-tumbuhan berkayu dengan daun-daun tunggal yang tersebar,
mempunyai daun-daun penumpu atau tidak, dalam daun terdapat sel-sel minyak.
b. Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bulir-bulir tunggal atau majemuk.
c. Buahnya buah batu, biji tanpa endosperm

6
d. Bunga tanpa hiasan bunga, yang jantan mempunyai 2-16 benang sari, yang betina
dengan bakal buah yang menumpang yang terdiri atas 2 daun buah
e. Mempunyai 1 ruang dan 1 bakal biji dengan 1 selaput biji
f. Buahnya buah batu, biji tanpa endosperm.

Suku ini antara lain meliputi marga Myrica dengan ±50 sp. yang tersebar di
Eropa,Asia dan Amerika, misalnya : Myrica cerifera (menghasilkan lilin), M.
pensylvanic.

Myrica cerifera

4. Bangsa (Ordo) Juglandales


Tumbuhan Bangsa Juglandales merupakan tumbuhan yang memiliki Ciri-ciri
sebagai berikut:
a. Bangsa ini meliputi pohon-pohon dengan daun-daun majemuk menyirip gasal
yang duduknya tersebar, kadang-kadang berhadapan
b. Daun penumpu tidak terdapat
c. Bunga berkelamin tunggal, anemogami, berumah satu
d. Buahnya buah semu yang menyerupai buah batu atau buah keras yang diselubungi
semacam kupula dengan kulit luar tipis atau berdaging dan kulit dalam yang
keras.
e. Biji tanpa endosperm
f. Bunga jantan dengan tenda bunga yang biasanya berbilangan 4 yang beserta
daundaun pelindung berlekatan dengan bakal buahnya
g. Bakal buah tenggelam, beruang 1 dengan 1 bakal biji yang mempunyai 1 selaput
biji
h. Buahnya buah semu yang menyerupai buah batu atau buah keras yang diselubungi
semacam kupula dengan kulit luar tipis atau berdaging dan kulit dalam keras.
i. Biji tanpa endosperm.

Pada Bangsa (Ordo) Juglandales memiliki Suku (Familia) yaitu suku


Juglandaceae . yang memiliki Ciri-ciri sebagai berikut :

a) Pohon-pohon dengan daun majemuk menyirip gasal yang tersebar atau


berhadapan tanpa daun penumpu, daun kaya akan zat-zat yang berbau sedap.
Bunga berkelamin tunggal, berumah satu,anemogami.

7
b) Bunga jantan tersusun dalam bulir yang terdiri atas banyak bunga, kebanyakan
dengan hiasan bunga, bunga betina dalam bulir yang lebih miskin akan bunga.
c) Masing-masing bunga betina dengan hiasan bunga, pada bagian bawah
diselubungi badan yang menyerupai kupula, yang nanti akan menjadi selubung
buah yang berdaging atau berubah menjadi alat untuk beterbangan.

Suku ini terdiri atas 6 marga,dengan ± 50 jenis yang tersebar di daerah-


daerah iklim sedang di belahan bumi utara dan daerah Asia tropika dan
Amerika Selatan. Sebagai contoh dapat disebut :
Juglans, misalnya :J. regia (biji dapat dimakan), J. nigra, dari kedua
jenis itu kayunya digunakan untuk bermacam-macam keperluan, misalnya
kotak-kotak pesawat radio, dll.
Carya : C. ovate, C. olivaeformis.

Juglans regia
5. Bangsa (Ordo) Salicales
Bangsa ini hanya terdiri atas 1 suku, yaitu suku Salicaceae dengan ciri-ciri
sebagai berikut :
a. Tumbuh-tumbuhan yang berbatang kayu dengan daun-daun tunggal yang
tersebar,dan mempunyai daun-daun penumpu.
b. Bunga berkelamin tunggal, berumah 2, jarang sekali berumah 1, tersusun dalam
bulir, tanpa hiasan bunga, atau jika ada amat tereduksi dan tidak pernah
menyerupai mahkota.
c. Pada pangkal bunga terdapat suatu badan seperti piala atau cakram yang
seringkali dipandang sebagai hiasan bunga yang tereduksi.
d. Bunga jantan dengan 2-8 benang sari, bunga betina dengan 1 putik yang terdiri
atas 2 daun buah, dengan bakal buah yang duduknya menumpang, mempunyai 1
ruang yang mengandung banyak bakal biji yang anatrop dengan 2-4 papan biji
yang parietal.
e. Bakal biji dengan 1 selaput biji
f. Penyerbukan secara anemogami atau entomogami
g. Buahnya buah kendaga yang membuka dengan 2 katup
h. Biji amat kecildengan seberkas rambut yang tumbuh dari tali pusarnya,endosperm
sedikit atau tidak ada.

8
Suku ini hanya terdiri atas 2 marga dengan ± 330 jenis yangtersebar di
daerahdaerah iklim sedang di belahan utara bumi dengan beberapa jenis di daerah
tropika.
Beberapa jenis sebagai contoh :
 Populus : P. nigra, P. balsamifera, P. deltoids
 Salix : S. alba, S. fragilis, S. purpurea, S. Amygdalina

Cabang-cabang muda berbagai jenis mudah dibengkok-bengkokkan seperti


rotan dan bahan anyam-anyaman.

Populus nigra

Salix alba

6. Bangsa (Ordo) Urticales

Ordo Urticales meliputi tumbuhan terna, semak maupun pohon dengan


kebanyakan daun tunggal yang tersebar dan mempunyai daun penumpu. Bunga
kebanyakan berklamin tunggal, tersusun dalam bunga majemuk terbatas, biasanya
kecil – kecil, aktinomorf dengan tenda bunga yang berwarna hijau, berbilangan 4 – 5
atau lebih, bebasatau berlekatan satu sama lain. Benang sari sama jumlahnya dengan
tenda bunga dan duduknya berhadapan, Bunga betina dengan bakal buah menumpang,
beruang satu dengan satu bakal biji. Penyerbukan secara anemogami, pembuahan
9
kalazogami atau bentuk – bentuk peralihan ke porogami. Buahnya buah keras atau
buah batu.Dalam epidermis daun sering terdapat sistolit.

Ordo Urticales ini meliputi Familia, yaitu :

a. Suku (Familia) Moraceae

Suku Moraceae merupakan tumbuhan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1) Habitusnya berupa pohon.


2) Bergetah putih atau bening.
3) Daun – daun tunggal yang duduknya tersebar dengan daun – daun penumpu
yang lebar yang kadang – kadang memeluk batang.
4) Stipula besar melindungi batang, daun tersebar.
5) Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bunga majemuk berbatas, yang
berbentuk bongkol, tongkol, atau periuk.
6) Bunga uniseksual ukurannya kecil. Brachtea besar melindungi batang muda.
7) Organ vegetatif : bergetah susu (putih), berdaun penumpu berbentuk tudung,
bila gugur meninggalkan bekas perlekatan pada ranting berupa lingkaran
cincin di ketiak daun.
8) Organ generatif : bunga/buah semu, dasar bunga (receptaculum) pada marga
ficus tumbuh keluar melanjut, melingkar bentuk bulat, pada bagian atasnya
terdapat pintu tempat masuknya serangga (semut).
9) Bunga jantan dengan tenda bunga yang berbilangan 2 → 6, kebanyakan 4,
benang sari sama dengan daun hiasan bunga duduk berhadapan.
10) Bunga betina dengan bakal buah yang tenggelam sampai menumpang, dengan
1 atau 2 tangkai puti, beruang 1 dengan 1 bakal biji.
11) Buahnya buah semu majemuk, biji dengan endosperm.

Suku ini meliputi ±70 marga denganb ± 1000 jenis. Contoh :


 Ficus : Ficus elastica Roxb. (karet hutan), F. benjamina (beringin), F.
septica.
 Morus : Morus. alba, M. nigra, M. nigra
 Broussonetia: . Broussonetia papyrif era, B. kampferi
 Artocarpus : A. intergra, A. Champeden, dll.

Contoh Klasifikasi

10
Regnum : Planta

Divisio : Spermatophyta

Sub Divisio : Agiospermae

Classis : Dicotyledoneae

Sub Classis : Apetalae

Ordo : Urticales

Familia : Moraceae

Genus : Artocarpus

Spesies : Artocarpus integra

b. Suku (Familia) Cannabiaceae


Suku Canabiaceae merupakan tumbuhan yang memiliki Ciri-ciri sebagai berikut :
1) Terna berbau aromatik tanpa getah.
2) Daun tunggal bertoreh menjari, duduknya tersebar atau berhadapan, dengan
daun–daun penumpu yang bebas dan tidak gugur.
3) Bunga berkelamin tunggal, berumah 2, tersusun dalam bungan majemuk
berbatas yang menyerupai tandan, bongkol, atau bunga lada.
4) Bunga jantan dengan hiasan bunga berbilangan 5, 5 benang sari.
5) Bunga betina dengan tenda bunga bentuk mangkok, . Putik dengan 2 tangkai
putikdan 2 kepala putik
6) Bakal buah dengan 1 ruang dan 1 bakal biji.
7) Buahnya buah keras dengan biji yang mempunyai lembaga yang bengkok atau
tergulung.

Suku inihanya terdiri dari 3 jenis dari 2 marga yitu: Humulus: Humulus
lupulus (memiliki rambut buah yang mengandung zat yang rasanya pahit dan
digunakan dalam pembuatan bir. H. japonicus (tumbuh membelit) .
Cannabis: Cannabis sativa (ganja).

Contoh Klasifikasi Cannabis sativa :

Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Agiospermae
Classis : Dicotyledoneae
Sub Classis : Apetalae
Ordo : Urticales
Familia : Cannabiaceae
Genus : Cannabis
Spesies : Cannabis sativa

11
Manfaat dari tanaman ini yaitu digunakan untuk obat psikotropik.

c. Suku (Familia) Ulmaceae


Suku ini memiliki ciri-ciri habitus pohon atau perdu yang tidak bergetah,
Daun tunggal dengan pangkal tiudak simetris, duduk dalam 2 baris, daun
penumpu mudah rontok. Bunga berkelamin tunggal atau hermaprodit dengan
tenda bunga yang sering zigomorf, terpisah atau tersusun dalam karangan bunga
majemuk terbatas menyerupai bunga paying. Tenda bunga berbilangan 4. Benang
sari berhadapan dengan daun tenda bunga dengan jumlah sama atau kadang-
kadang 2 x lipatnya. Bakal buah menumpang dengan 2 tangkai putik, beruang 1
dengan 1 bakal biji yang anatrop. Buahnya buah batu, seringkali bersayap.
Suku inimeliputi 14 marga (genus) dengan 150 jenis yang terutama terdapat di
belahan bumi utara.Contoh: Ulmus americana, U. campetris, U. laevis, dan u.
fulva.
Celtis australis, C. occidentalis ini jenis penghasil kayu.

Ulmus americana

12
d. Suku (Familia) Urticaceae
Cirri-ciri dari suku Urticaceae, yaitu :
1) Kebanyakan berupa terna dan semak yang tidak bergetah.
2) Daun tunggal, tersebar atau berhadapan dengan penumpu/stipula yang
seringkali tidak sama besar.
3) Bunga berkelamin tunggal jarang banci, tersusun dalam tukal – tukal atau
bongkol yang simos dan selanjutnya terkumpul dalam rangkaian yang
menyerupai tandan atau bunga lada.
4) Bunga dengan tenda bunga yang berjumlah 4 → 5 (kadang – kadang 2 → 3),
benang – benang sari sama banyaknya dengan daun tenda bunga, berhadapan
dengan daun tenda bunga, dalam kuncup membengkok ke dalam, pada waktu
bunga mekar lalu membengkok keluar.
5) Bunga dalam perbungaan ( cymosa, spika, capitulum ).
6) Umumnya uniseksual, bunga jantan 4 stamen.
7) Putik dengan 1 kepala putik yang berbentuk seperti bulu atau seberkas rambut
– rambut, bakal buah beruang satyu dengan 1 bakal biji. Buahnya buah batu.
Biji dengan endosperm dan lembaga lurus.
8) Seringkali ada stamenodium, berupa sisik terdapat pada bagian basis dari
pistilum.
9) Pada lat-alat vegetative sering terdapat rambut-rambut gatal (stimulus),
mengandung serat yang panjang sehingga dapat dijadikan bahan tekstil.
10) Suku ini meliputi sekitar 550 jenis yang terbagi dalm 40 marga.

Contoh; Urtica urens (untuk bahan obat-obatan), U. dioica (memiliki


rambut gatal). Boehmeria nivea (rami= bahan tekstil), B. viridis, B. altissima.
Laportea microstigma, L. sinuate, L. stimulans (kemaduh, memiliki rambut
gatal).

Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Agiospermae
Classis : Dicotyledoneae
Sub Classis : Apetalae
Ordo : Urticales
Familia : Urticaceae
Genus : Laportea
Spesies : Laportea
interrupta

Manfaat tanaman ini yaitu sebagai makanan ternak (kambing dan domba).

7. Bangsa (Ordo) Piperales

Ordo piperales adalah salah satu bangsa tumbuhan berbunga. Kebanyakan


berupa terna, hanya kadang – kadang berupa tumbuh – tumbuhan dengan batang yang

13
berkayu. Daun tunggal, bunga amat kecil berkelamin tunggal atau banci tanpa hiasan
bunga. Bunga tersusun dalm bulir (amentum). Benang sari 1- 10, bakal buah 1 - 4,
apokarp atau sinkarp. Masing-masing dengan 1 bakal biji. Biji besar mempunyai
endosperm, lembaga kecil. Dalam ordo ini terdapat familia yaitu Piperaceae,
Saururaceae, dan Chloranthaceae.

a. Suku (Familia) Piperaceae


Ciri-ciri:
1) Terna atau tumbuh - tumbuhan berkayu seringkali memanjat dengan
menggunakan akar – akar pelekat.
2) Daun tunggal bentuk jantung, yang duduknya tersebar atau berkarang dengan
atau tanpa daun – daun penumpu.
3) Bunga majemuk bentuk lada (amentum), tanpa hiasan bunga.
4) Biseksual dan uniseksual, dengan 1 – 10 benang sari, putik 1-6 (umumnya 3),
kepala putik 1 – 6, beruang 1 dengan 1 bakal biji.
5) Buahnya buah batu atau buah buni, dengan endosperm dan perisperm.
6) Suku Piperaceae meliputi 1300 jenis yang terbagi dalam 10 marga yang
hamper semuanya hidup di daerah treopika.
7) Anggotanya antara lain: Pipere betle, P. cubeba, P. retrofractumP. Longum
(semunya berguna dalam dunia obat-obatan). Piperomia pellucid. P. arifolia.
Heckeria peltata. H. umbellata

Contoh Klasifikasi :
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Agiospermae
Classis : Dicotyledoneae
Sub Classis : Apetalae
Familia : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper bettle L,
Piper nigrum L.

Manfaatnya kedua tanaman tersebut yaitu digunakan sebagai bumbu masak dan obat
herbal.

14
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Tumbuhan berbiji atau Spermatophyta terbagi menjadi 2 sub divisio yaitu


Gymnospermae (Berbiji Terbuka) dan Angiospermae (Berbiji Tertutp). Angiospermae
adalah salah satu jenis tumbuhan yang termasuk dalam golongan tumbuhan yang
menghasilakan biji tertutup/terbungkus dan terlindungi oleh karper (daun dari buahnya).
Dicotyledoneae dapat dibedakan dalam tiga anak kelas (sub classis) yaitu:
Monochlamyceae (Apetalae), Dialypetalae dan Sympetalae. Dan pada pembahasan
tersebut membahas sub anak kelas (sub kelas) yaitu Monochlamyceae (Apetalae). Yang
memiliki 12 Bangsa (Ordo).

15
DAFTAR PUSTAKA

Gembong Tjitrosoepomo. 2005. Taksonomi Umum (Dasar-dasar taksonomi


tumbuhan). Cetakan ketiga. Gadjah Mada University Press. Jogyakarta.

Oldlms. Sistematika tumbuhan tinggi. Universitas hasanuddin. Pdf. Website : http


://oldlms.unihas.ac.id./sistematika tumbuhan tinggi.pdf. (diakses pada tanggal 11 november
2018)
Anonim. Tanpa tahun. Anak kelas Monochlamydeae (Apetalae). Pdf. Website :
http://www.academia.edu./ Anak kelas Monochlamydeae (Apetalae).pdf. . (diakses pada
tanggal 11 november 2018)

16