Anda di halaman 1dari 7

Fungsi Sistem Integumen

Adapun fungsi sistem integument, diantaranya:

 Sebagai pelindung dari kekeringan, invasi mikroorganisme, sinar ultraviolet, dan


mekanik, kimia, atau suhu
 Sebagai penerima sensasi berupa sentuhan, tekanan, nyeri dan suhu
 Sebagai pengatur suhu yaitu untuk menurunkan kehilangan panas saat suhu
dingin dan meningkatkan kehilangan panas saat suhu panas
 Sebagai fungsi metabolik yaitu menyimpan energi melalui cadangan lemak;
sintesis vitamin D
 Sebagai fungsi Ekskresi yaitu mengeluarkan keringat, minyak dan garam.

Fungsi Sistem Limfatik

1. Mengembalikan cairan dan protein dari jaringan ke dalam sirkulasi darah.


2. Mengangkut limfosit dari kelenjar limfe ke sirkulasi darah.
3. Untuk membawa lemak yang sudah dibuat emulsi dari usus ke sirkulasi
darah. Saluran limfe yang melaksanakan fungsi ini ialah saluran lakteal.
4. Kelenjar limfe menyaring dan menghancurkan mikroorganisme untuk
menghindarkan penyebaran organism itu dari tempat masuknya ke dalam
jaringan, ke bagian lain tubuh.
5. Apabila ada infeksi, kelenjar limfe menghasilkan zat anti (antibodi) untuk
melindungi tubuh terhadap kelanjutan infeksi.

Fungsi Sistem Ekskresi


1. Kulit
Zat yang diekskresikan kulit adalah keringat. Ketika udara panas, kulit
mengeluarkan keringat yang mengandung air, urea, dan garam. Keringat yang
keluar ke permukaan kulit akan segera menguap. Dalam proses penguapan
ini, keringat menyerap energi panas dari dalam tubuh sehingga suhu tubuh
menjadi lebih dingin. Jadi fungsi keringat adalah untuk mengatur suhu tubuh
dengan cara membuang panas yang berlebihan.

Keringat keluar melalui pori-pori yang terdapat hampir di seluruh permukaan


kulit. Dalam sehari semalam, keringat yang keluar melalui pori-pori ini dapat
mencapai 8 liter.Pada saat melakukan aktivitas fisik yang berat seperti
berolah raga dan kerja keras di bawah terik matahari, keringat yang
dihasilkan akan lebih banyak lagi. Oleh karena itu, kita harus cukup minum
untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang melalui keringat. Jika tidak,
tubuh yang kekurangan air dan garam-garam mineral dapat menimbulkan
kejang-kejang dan pingsan.

2. Ginjal
Ginjal mengekskresikan urin. Urin mengandung air dan sisa-sisa
metabolisme yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Jika tidak
dikeluarkan, sisa metabolisme ini bersifat racun sehingga dapat
membahayakan tubuh. Tubuhmu mempunyai dua buah ginjal yang terletak di
bagian belakang atas rongga perut. Ginjal berbentuk seperti kacang dengan
panjang 11 cm, lebar 6 cm, dan tebal 2,5 cm.

Di dalam ginjal, urin dibuat melalui 3 tahap, yaitu penyaringan (filtrasi),


penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna (reabsorbsi), dan augmentasi
(penambahan zat yang sudah tak berguna seperti ion hidrogen dan ion
kalium).
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi urin antara lain sebagai berikut.
a. Jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh. Semakin banyak air yang
diminum, maka volume urin akan bertambah. b. Suhu udara, semakin dingin
suhu udara, urin yang dihasilkan akan meningkat. c. Obat-obatan tertentu
dapat memperbanyak pengeluaran urin. d. Alkohol akan meningkatkan
volume urin. e. Stress akan meningkatkan volume urin. f. Hormon ADH
(hormon antidiuretik), mengatur produksi urin. g. Banyak sedikitnya jumlah
garam yang harus dikeluarkan dari tubuh.
Ginjal dapat mengalami kerusakan bila menerima beban kerja yang terlalu
berat dalam jangka waktu lama. Jika ginjal seseorang sudah tidak dapat
berfungsi lagi, orang tersebut dikatakan mengalami gagal ginjal. Akibatnya,
sisa-sisa metabolisme yang seharusnya dikeluarkan dari dalam tubuh terus
beredar di dalam darah.
Gagal ginjal dapat disebabkan oleh penyakit dan juga dapat karena bawaan
sejak lahir. Gejala rusaknya ginjal adalah lesu, sering buang air kecil
(terutama malam hari), perut tidak nyaman, pusing, dan hipertensi. Untuk
mengatasinya, orang tersebut perlu melakukan pencucian darah (dialisis)
secara periodik, misalnya setiap 3 hari sekali, tergantung tingkat kerusakan
ginjal.

3. Paru-Paru
Paru-paru mengekskresikan karbon dioksida dan uap air. Di kelas 8 telah
dipelajari paru-paru sebagai sistem pernapasan. Karbon dioksida merupakan
sisa metabolisme dari sel-sel tubuh. Karbon dioksida diangkut oleh darah dari
seluruh jaringan tubuh menuju paru-paru. Di dalam alveolus, karbon
dioksida berdifusi ke udara. Udara yang banyak mengandung karbon dioksida
ini kemudian dihembuskan keluar melalui fase ekspirasi.
Udara yang keluar masuk paru-paru tidak selalu bersih karena bercampur
dengan debu, asap, kotoran, dan kuman-kuman penyakit. Akibatnya, kerja
paru-paru sebagai alat ekskresi dapat mengalami gangguan.

4. Hati
Hati mengekskresikan empedu yang dihasilkan dari perombakan sel darah
merah yang sudah rusak/tua. Empedu yang dihasilkan terlebih dahulu
ditampung di kantung empedu. Empedu terdiri dari garam empedu dan zat
warna empedu (bilirubin dan biliverdin). Garam empedu berfungsi
mengemulsi-kan lemak dalam proses pencernaan. Zat warna empedu
memberi warna yang khas pada feses dan urin.
Zat warna empedu merupakan zat sisa tidak langsung, karena dihasilkan oleh
hati tetapi pengeluarannya melalui saluran pencernaan dan darah menuju
ginjal untuk dikeluarkan bersama urin.
Fungsi Pernapasan
Fungsi pernapasan manusia adalah sebagai tempat terjadinya
pertukaran zat antara O2 dan CO2. Tapi sebenarnya, fungsi pernapasan
pada manusia jauh lebih kompleks dari itu. Bahkan fungsi pernapasan
dapat menentukan normal tidaknya keadaan seseorang.
Secara umum fungsi pernapasan pada manusia adalah:

1. Mengambil oksigen (O2) yang kemudian dibawa oleh darah


keseluruh tubuh (sel-selnya) untuk mengadakan pembakaran
2. Mengeluarkan karbon dioksida (CO2) yang terjadi sebagai sisa dari
pembakaran, kemudian dibawa oleh darah ke paru-paru untuk
dibuang (karena tidak berguna lagi oleh tubuh)
3. Melembabkan udara.

Pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dan udara


berlangsung di alveolus paru-paru. Pertukaran tersebut diatur oleh
kecepatan dan di dalamnya aliran udara timbal balik (pernapasan), dan
tergantung pada difusi oksigen dari alveoli ke dalam darah kapiler dinding
alveoli. Hal yang sama juga berlaku untuk gas dan uap yang dihirup. Paru-
paru merupakan jalur masuk terpenting dari bahan-bahan berbahaya
lewat udara pada paparan kerja.
Proses dari sistem pernapasan atau sistem respirasi berlangsung
beberapa tahap, yaitu:

1. Ventilasi, yaitu pergerakan udara ke dalam dan keluar paru


2. Pertukaran gas di dalam alveoli dan darah. Proses ini disebut
pernapasan luar
3. Transportasi gas melalui darah
4. Pertukaran gas antara darah dengan sel-sel jaringan. Proses ini
disebut pernapasan dalam
5. Metabolisme penggunaan O2 di dalam sel serta pembuatan
CO2 yang disebut juga pernapasan seluler.

Mekanika Pernapasan Pada Manusia


Proses terjadinya pernapasan pada manusia terbagi 2 bagian, yaitu:
1. Menarik napas (inspirasi)
2. Menghembus napas (ekspirasi)

Fungsi Sistem Kekebalan Tubuh

1. Melindungi tubuh dari serangan benda asing atau bibit penyakit yang
masuk ke dalam tubuh.
2. Menghilangkan jaringan sel yang mati atau rusak (debris cell) untuk
perbaikan jaringan.
3. Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal.
4. Menjaga keseimbangan homeostatis dalam tubuh.

Kelenjar endokrin

Kelenjar endokrin adalah kelenjar penghasil hormon yang tidak memiliki saluran
pengalir. Hormon yang dihasilkannya akan disalurkan lewat aliran darah. Karena
“menumpang” aliran darah, hormon tersebut bisa mencapai bagian tubuh yang
jauh dari lokasi kelenjar tersebut.

Kelenjar endokrin terdiri dari:

1. Kelenjar pituitari (kelenjar hipofisis)

Kelenjar pituitari ada di dalam otak, tepatnya di bawah hipothalamus. Hormon


yang diproduksi oleh hipofisis membantu mengatur pertumbuhan, tekanan darah,
produksi dan pembakaran energi, dan berbagai fungsi organ tubuh lainnya.

Kelenjar ini meliputi kelenjar anterior dan posterior; masing-masingnya memiliki


jenis sekresi yang berbeda.

a) Kelenjar pituitari anterior

Terletak di bagian depan pituitari. Kelenjar ini menghasilkan:

 Hormon adrenokortikotropik (ACTH): Hormon ini merangsang produksi hormon


adrenal.
 Hormon perangsang folikel (FSH) dan Luteinizing hormone (LH): Hormon-
hormon ini mengatur produksi estrogen dan progesteron pada tubuh wanita dan
produksi testosteron pada tubuh pria. Letaknya di ovarium dan testis.
 Hormon pertumbuhan (GH): Hormon ini sangat penting dalam pertumbuhan
tubuh manusia, terutama di tahun-tahun awal. Untuk anak-anak, hormon ini
membantu menjaga komposisi tubuh yang sehat. Untuk orang dewasa, GH
bertindak sebagai penyeimbang distribusi lemak serta menjaga kesehatan
tulang dan otot.
 Prolaktin: Fungsi utama hormon ini adalah menstimulasi produksi ASI pada
wanita. Hormon ini juga memiliki efek pada aktivitas seksual yang berbeda pada
pria dan wanita.
 Hormon perangsang tiroid (TSH): Hormon ini merangsang kelenjar tiroid untuk
memproduksi hormonnya sendiri, yang bertugas mendorong metabolisme pada
hampir seluruh jaringan tubuh.

b) Pituitari posterior

Terletak di belakang bagian depan pituitari. Kelenjar ini mensekresikan:

 Hormon antidiuretik (ADH) atau vasopressin: Hormon ini dihasilkan ginjal untuk
meningkatkan penyerapan air dalam darah, mengurangi jumlah air yang keluar
dalam urin, dan membantu menyimpan air dalam tubuh.
 Oksitosin: Oksitosin memberi sinyal pada rahim untuk memulai proses
persalinan. Hormon ini juga bertanggung jawab merangsang produksi ASI.

2. Kelenjar tiroid

Terletak di leher dan mensekresikan hormon tiroid T3 & T4

3. Kelenjar paratiroid

Terletak di leher dan mensekresikan parathormone.

4. Kelenjar adrenal

Kelenjar ini terletak pada kedua ginjal dan terdiri dari 2 bagian: korteks luar dan
medulla dalam.

 Korteks: menghasilkan gluco-corticoid dan mineralo-corticoid.


 Medulla: menghasilkan nor-adrenalin, yang merupakan salah satu
neurotransmiter (hormon flight or fight).

5. Pankreas

Kelenjar pankreas memiliki kedua fungsi eksokrin dan endokrin. Pankreas


menghasilkan berbagai hormon yang mengendalikan metabolisme glukosa
tubuh. Dengan fungsi endokrin, pankreas mensekresikan insulin, glukagon,
somatostatin.

6. Ginjal

Menghasilkan renin angiotensin yang membantu mengendalikan tekanan darah.


7. Kelenjar pineal

Kelenjar ini terletak di dalam otak dan bekerja sebagai jam biologis tubuh. Fungsi
kelenjar pineal mensekresikan melatonin, hormon yang salah satunya mengatur
siklus tidur dan bangun.

8. Kelenjar gonad

Fungsi kelenjar gonad adalah menghasilkan hormon seks:

 Testis: Menghasilkan hormon pria testosteron yang memberikan karakter pria


seperti jenggot, otot dan lainnya. Testosteron disekresikan dalam jumlah besar
pada pria dan jumlah kecil pada wanita.
 Indung telur: Mensekresikan estrogen dan progesteron. Hormon-hormon ini
dihasilkan hanya pada wanita dan mengatur siklus reproduksi.

Fungsi sistem otot manusia


Setiap jenis otot manusia memiliki fungsinya masing-masing. Berikut beberapa
fungsi dari sistem otot manusia.

Melakukan gerakan tubuh

Otot rangka bertanggung jawab atas gerakan yang Anda lakukan. Otot rangka
melekat pada tulang Anda dan sebagian dikendalikan oleh sistem saraf pusat
(SSP).

Anda menggunakan otot rangka kapan pun Anda bergerak. Otot mengikuti arah
gerakan yang Anda inginkan, bersama-sama dengan tulang dan tendon.

Membantu dalam peredaran darah manusia

Otot jantung dan otot polos yang tidak disadari membantu detak jantung dan
aliran darah ke seluruh tubuh Anda dengan menghasilkan impuls listrik. Otot
jantung ditemukan di dinding jantung. Ini dikendalikan oleh sistem saraf otonom
yang bertanggung jawab untuk sebagian besar fungsi tubuh.

Pembuluh darah Anda terdiri dari otot polos, dan juga dikendalikan oleh sistem
saraf otonom.

Pernapasan

Diafragma adalah otot utama yang bekerja selama pernapasan. Saat Anda
bernapas lebih berat, seperti saat Anda sedang berolahraga, diafragma
memerlukan bantuan dari otot lain, seperti otot perut, otot leher, dan otot
punggung.

Proses pencernaan

Pencernaan dikendalikan oleh otot-otot polos yang ditemukan di saluran


pencernaan Anda. Otot polos Anda melemas dan menegang saat makanan
melewati tubuh Anda selama pencernaan. Otot-otot ini juga membantu
mendorong makanan keluar dari tubuh Anda melalui buang air besar, atau
muntah ketika Anda sakit.

Persalinan

Otot polos juga ditemukan di rahim. Selama kehamilan, otot-otot ini tumbuh dan
meregang saat bayi tumbuh. Saat proses melahirkan, otot polos di rahim
berkontraksi dan relaksasi untuk membantu mendorong bayi melewati vagina.

Keseimbangan

Otot rangka membantu melindungi tulang belakang Anda dan membantu


keseimbangan. Dalam otot ada yang disebut dengan otot inti, yang termasuk otot
perut, otot punggung, dan otot panggul. Semakin kuat otot inti Anda, maka akan
keseimbangan tubuh Anda semakin baik.

Mengatur postur tubuh

Otot rangka juga mengatur postur tubuh Anda. Kelenturan dan kekuatan adalah
kunci untuk mempertahankan postur yang tepat. Otot-otot leher kaku, otot
punggung yang lemah, atau otot-otot pinggul yang kaku dapat merusak
keselarasan Anda. Postur yang buruk dapat memengaruhi bagian tubuh Anda
dan menyebabkan nyeri sendi dan otot yang lebih lemah.