Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

OPERASI TEKNIK KIMIA


HAMMER MILL dan SCREENING

Kelompok 1 :
Faishal Najmuddin N 1631410062

JURUSAN TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI MALANG
2018
Tujuan Percobaan
Tujuan dari praktikum “ Hammer Mill dan Screening” adalah untuk
menentukan diameter rata-rata partikel, menentukan distribusi ukuran partikel
hasil ayakan, menggambarkan kurva distribusi ukuran partikel, memperbesar luas
permukaan (mempercepat pelarutan, mempercepat reaksi kimia, mempertinggi
kemampuan penyerapan, menambah kekuatan warna) dan memperkecil ukuran
suatu bahan (dapat diangkut dengan lebih mudah, lebih mudah diproses lebih
lanjut).
Dasar Teori
Alat dan mesin dalam industri merupakan faktor fisik yang mendukung
peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja dalam industri. Bahan baku mentah
yang akan diproses secara industri tentunya perlu melalui beberapa tahapan untuk
memenuhi standar ukuran alat atau mesin produksi. Beberapa teknik dan metode
dapat dilakukan untuk melakukan perubahan bentuk pada bahan baku. Alat-alat
tersebut antara lain size reduction dan screening.
Size reduction merupakan salah satu proses dalam industri yang sangat
penting. Alat pengecil ukuran ini merupakan unit mesin yang berfungsi untuk
mengubah ukuran suatu bahan baku supaya lebih mudah dilakukan proses
produksi, sehingga akan lebih efektif dalam penanganan produk ke proses
selanjutnya. Prinsip kerja size reduction adalah dengan memecah, memotong, atau
menggiling bahan tersebut sampai didapat ukuran yang diinginkan. Pengecilan
ukuran berfungsi untuk mempercepat pelarutan, memperbesar luas permukaan
bahan untuk proses lebih lanjut, menambah kekuatan warna, dan mempercepat
reaksi kimia. (Wulandari. Ginanjar R, 2015)
Hammer mill merupakan aplikasi dari gaya pukul (impact force). Prinsip
kerja hammer mill adalah rotor dengan kecepatan tinggi akan memutar palu-palu
pemukul di sepanjang lintasannya. Bahan masuk akan terpukul oleh palu yang
berputar dan bertumbukan dengan dinding, palu atau sesama bahan. Akibatnya
akan terjadi pemecahan bahan. Proses ini berlangsung terus hingga didapatkan
bahan yang dapat lolos dari saringan di bagian bawah alat. Jadi selain gaya pukul
dapat juga terjadi sedikit gaya sobek.Feed (bahan) masuk melalui atas, maka
material tersebut akan di pecah oleh palu-palu yang berputar dengan kecepatan
tinggi, dan di tekan terhadap plate pemecah sehingga bahan tersebut hancur
menjadi kecil-kecil sedangkan bagian bawah sudah di sediakan ayakan untuk
menyaring produk yang sudah hancur. Bagian utama dari hammer mill adalah
corong pemasukan, pemukul, corong pengeluaran, motor penggerak, alat
transmisi daya, dan ayakan.
Screening adalah metode pemisahan campuran partikel menjadi dua atau
lebih fraksi, ukuran yang lebih besar akan tertahan berada di permukaan screen
dan ukuran yang lebih kecil akan lolos melalui lubang screen. Screen dapat
disusun secara bertumbukan yaitu dari diameter yang paling besar ke diameter
yang paling kecil, membagi sampel dalam beberapa variasi ukuran fraksi, dan
kemudian menentukan distribusi ukuran partikel. Proses ini dapat berlangsung
secara kontinyu. (Noolmalasari. Dewabrata, 2014)

Skema Alat
a. Screening

Bersihkan ayakan Timbang ayakan


Timbang bahan
dengan kuas sebagai berat kosong

Atur kecepatan getar Masukan bahan dari Susun ayakan dari bukaan
dan waktu ayakan terbesarketerkecil
screen teratas

Hidupkan alat Setelah waktu tercapai Timbang berat ayakan


matikan alat sebagai berat ayakan berisi

Tampung hasil dari tiap


ayakan kedalam plastik dan
beri label

b. Hammer Mill

Pastikan peralatan Buka crusher dan bersihkan Pastikan stop kontak


kotoran di dalamnya , tutup terhubung dengan sumber
crusher siap dipakai dengan rapat listrik

Masukan bahan secukupnya Pasang tempat


kedalamfeeder atau hopper penampungan produk
Timbang bahan

Timbang produk crusher Hitung berat mula-mula


Nyalakan crusher danmasukan dalam ayakan dan produk crusher

Hitung berat bahan pada


masing-masing screen
DATA PENGAMATAN
Massa feed dan produk setiap variabel

Variabel Feed (g) Produk (g)


Screen 1,0 mm 200,008 160,22
Screen 0,2 mm 200,002 155,64

Mengukur Diameter awal dengan Bahan Masuk : 100 gram

Massa Beras yang Masuk dalam Screen : 92,02 Gram Before Crushing
Dpi Fraksi
Mesh (mm) Massa beras (gram) Fraksi massa Dp (rata-rata) kumulatif
14 1,4 6,92 0,075201043 0 1
-14+18 1 28,54 0,310149967 1,2 0,924798957
-18+30 0,63 32,52 0,353401434 0,815 0,614648989
-30+45 0,355 10,27 0,111606173 0,4925 0,261247555
-45+60 0,27 8,36 0,090849815 0,3125 0,149641382
-60+140 0,112 4,87 0,052923278 0,191 0,058791567
0,54 0,00586829 0,056 0,00586829
Total 92,02 1

Screen Variabel 1 ( 1.0 mm)


Massa Bahan yang Masuk dalam Screen : 160.22 Gram

Massa Beras yang Masuk dalam Screen : 160,22 Gram (1,0 mm)
Dpi Fraksi
Mesh (mm) Massa beras (gram) Fraksi massa Dp (rata-rata) kumulatif
14 1,4 0,17 0,001061041 0 1
-14+18 1 0,84 0,005242791 1,2 0,998938959
-18+30 0,63 24,58 0,153414056 0,815 0,993696168
-30+45 0,355 48,76 0,304331544 0,4925 0,840282112
-45+60 0,27 33,58 0,209586818 0,3125 0,535950568
-60+140 0,112 31,97 0,199538135 0,191 0,32636375
20,32 0,126825615 0,056 0,126825615
Total 160,22 1
Screen Variabel 2 (0.2 mm)
Massa Bahan yang Masuk dalam Screen : 155.64 Gram

Massa Beras yang Masuk dalam Screen : 155,64 Gram (0,2 mm)
Dpi Fraksi
Mesh (mm) Massa beras (gram) Fraksi massa Dp (rata-rata) kumulatif
14 1,4 1,87 0,012014906 0 1
-14+18 1 0,37 0,002377281 1,2 0,987985094
-18+30 0,63 25,28 0,162426112 0,815 0,985607813
-30+45 0,355 31,8 0,204317656 0,4925 0,823181701
-45+60 0,27 9,4 0,060395785 0,3125 0,618864045
-60+140 0,112 35,53 0,228283218 0,191 0,55846826
51,39 0,330185042 0,056 0,330185042
Total 155,64 1

Analisa Data
 Screen Opening (interpolasi nomer mesh)

1. 1.40 mm = 14 Mesh (Screen Analysis Table)


2. 1 mm = 18 Mesh
3. 0.630 mm =….Mesh
0.630−0.595 25−30
= 0.707−0.595
𝑥−30

0.035 −5
= 0.112
𝑥−30

0.00392 = -5x+150
5x = 149.99608
X = 29.99

4. 0.355 mm =….Mesh 5. 0.27 mm=….Mesh


0.355−0.354 40−45 0.27−0.250 50−60
= 0.420−0.354 = 0.297−0.250
𝑥−45 𝑥−60

1 −5 0.02 −10
= = 0.047
𝑥−45 0.066 𝑋−60

0.066 = -5x+225 0.00094 = -10X+600


5x = 224.934 10X = 599.99
X = 44.98 X = 59.99
5. 0.112 mm =….Mesh
0.112−0.105 120−140
= 0.125−0.105
𝑋−140

0.007 −20
=
𝑋−140 0.02
0.00014 = -20 x + 2800
20 x = 2799.99
X = 139.9

 Perhitungan Fraksi Massa


Fraksi Massa Nomer 30 mesh (Screen Variabel 1,0 mm)
𝑀𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐵𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑎ℎ𝑎𝑛
Fraksi Massa = 𝑀𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙
24.58
= 160.22

= 0.15341
 Perhitungan Fraksi Massa lolos setiap screen
Screen Nomer Mesh 14 dengan 18 (Variabel 1,0 mm)
1-0.0010 = 0.999
 Perhitungan Untuk Diameter Rata-rata
Diameter screen nomer 14 dan 18

1.40+1
= 1.20 mm
2
 Ukuran Partikel
−14+18
= 2 mesh
2

Pembahasan
Peralatan pengecilan ukuran yang dibahas adalah hammer mill, dapat
dianalisa bahwa pengayakan adalah proses pemisahan secara mekanik
berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Pengayakan (screening) dipakai dalam
skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai untuk skala laboratorium.
Variabel yang digunakan pada percobaan ini adalah perbedaan screen yang
memiliki ukuran 0,2 mm dan 1,0 mm. Perbedaan screen tersebut ternyata
mempengaruhi ukuran butir hasil gilingan yang dikehendaki, jadi semakin besar
nomor mesh maka semakin banyak lubang, semakin kecil diameter lubang dan
diameter kawatnya sehingga ukuran partikelnya semakin lembut. Variabel lainnya
yang digunakan pada percobaan ini adalah berbagai macam ukuran ayakan yaitu
1.40 :1 :0.630 :0.355 :0.270 :0.112.. Pada saat pengayakan, beras yang digunakan
dalam keadaan kering. Setelah melakukan pengayakan, mesh ditimbang
ulangbersama material yang ada didalamnya, menimbang mesh material
dilakukan berulang-ulang hinggamencapai berat yang konstan.
Untuk mengukur diameter partikel beras ketan dilakukan screening
vibrator dengan massa masuk dalam screen sebesar 100 gram didapat ukuran awal
partikel kami sebelum dilakukan size reduction adalah (-14 +18) mesh dengan
fraksi masa 0.3101.
Setelah diketahui diameter awal partikel beras ketan dilakukan size
reduction hammer mill dengan menggunakan variable screen hammer mill 1.0
mm dan 0.2 mm. Dimasukkan 200.008 gram beras ketan ke hammer mill dengan
ukuran screen hammer mill 1 mm,didapatkan hasil 160.22 gram yang dimasukkan
ke screening vibrator didapat diameter ukuran partikel menjadi (-30 +45 )mesh
dengan fraksi massa 0.304. Sedangkan untuk variable kedua dengan
menggunakan screen hammer mill ukuran 0.2 mm dimasukkan bahan 200.002
gram beras ketan didapatkan hasil 155.64 gram didapat diameter ukuran partikel
menjadi (-18 +30) mesh dengan fraksi massa 0.2043.

Particle Size Distribution


0.6
Mass Fraction Retained

0.5

0.4

0.3
Screen 0,2 mm
0.2
Screen 1,0 mm
0.1

0
0 1.2 0.815 0.4925 0.3125 0.191 0.056
Average Particle Diameter (mm)

Keterangan : Variabel 1 : Screen di hammer mill ukuran 1.0 mm


Variabel 2 : Screen di hammer mill ukuran 0.2 mm
Dari grafik diatas menunjukkan bahwa ukuran screen mempengaruhi
ukuran partikel yang diperoleh dari hasil proses hammer mill. Proses hammer mill
menggunakan screen variable 2 (ukuran 0.2 mm) hasilnya akan lebih halus
dibandingkan menggunakan screen variable 1 (ukuran 1.0 mm). Semakin kecil
screen yang digunakan produk yang dihasilkan semakin halus dan diameter
partikel semakin kecil.

Ukuran partikel dapat diketahui dengan melihat grafik ataupun tabel yang
mana diameter rata-rata tersebut memiliki nilai fraksi paling besar dengan adanya
puncak grafik. Lubang diameter screen pada hammer mill berpengaruh terhadap
produk yang dihasilkan,semakin kecil ukuran partakel yang didapat dari proses
size reduction. Selain itu dengan semakin kecilnya ukuran partikel-partikel
tersebut akan memperbesar luas permukaannya.

Kesimpulan

1. Perbedaan ukuran screen yang digunakan dalam proses hamer mill


mempengaruhi produk yang dihasilkan. Semakin kecil screen yang
digunakan produk yang dihasilkan semakin halus dan diameter
partikel semakin kecil.
2. Partikel pada hammer mill lebih sedikit yang tertahan apabila
screen yang digunakan ukuranya lebih besar.
3. Berdasarkan data, ukuran awal partikel berada pada mesh -14+18
dengan fraksi massa 0,3101
4. Pada screen hammer mill ukuran 1,0 mm,didapatkan diameter
ukuran partikel (-18+30) dengan fraksi massa yang tertahan sebesar
0,1534. Sedangkan pada screen hammer mill ukuran 0,2
mm,didapatkan ukuran diameter partikel (-30 +45) dengan fraksi
massa yang tertahan adalah 0,2043.

Daftar Pustaka

OTK-1, Tim Laboratorium. 2018. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik kimia 1.


Malang: Politeknik Negeri Malang.

Geankoplis, C. J. (2003). Transport Process and Unit Operations, 4th Edition,


Prentice Hall
Setyasa, C. (2016). Identifikasi Bahaya pada Mesin Hammer Mill dan Boiler
Batubara di PT. Charoen Phopkphand Indonesia-Sepanjang, Jurusan
Teknik Industri, Fakltus Teknik Industri, Institut Teknologi sepuluh
Nopember

Malang,1 Oktober 2018

Dosen Pembimbing,

Anang Takwanto,S.T,M.T