Anda di halaman 1dari 3

BAB III

PEMBAHASAN

A. HAL HAL POSITIF

Hal hal positif dalam kegiatan praktek lapangan ini :

 Baiknya koordinasi dan penerimaan semua pihak terkait ( Kader, Rt,


puskesmas )
 Baiknya Penerimaan warga ( ramah/ memaklumi )saat petugas datang
 Petugas mampu menjelaskan hal –hal terkait penyelesaian masalah yang
ditemukan terhadap iks keluarga yang bersangkutan
 Adanya pin kesga sangat membantu petugas dilapangan
 Status ekonomi tidak menjamin indeks keluarga sehat ( ada keluarga
sederhana tp ber PHBS )
 Adanya kerja sama antar anggota tim yang terjun kelapangan ( ada yang
bertanya, mencatat, mengamati, mengukur TD, mendokumentasikan dll )

B. HAMBATAN DAN UPAYA MENGATASINYA

Hambatan dalam kegiatan praktek lapangan ini :

 Anggota keluarga tidak lengkap sehingga mendapat informasi hanya dari


anggota keluarga yang ada
 Ada anggota keluarga yang enggan keluar kamar/ bahkan ada anggota
keluarga yang menolak diwawancara
 Ada beberapa keluarga yang tidak memiliki KK / anggota keluarga yg belum
terdaftar di KK walaupun sudah lebih dari 6 bln hidup serumah
 Beberapa warga pengontrak kesulitan untuk mendapatkan jamban sehat
terkait kepemilikan rumah
 Beberapa warga tidak punya JKN / menunggak karena alasan ekonomi dan
pelayanan BPJS yang kurang memuaskan
 Ada PUS yang mengganggap tidak akan hamil lagi di usia 40 thn ke atas
sehingga tidak ber KB
 Keterbatasan jumlah kader sehingga kurang efisiensi waktu dalam
mengantar petugas ke rumah warga
 Kurang informasi dari ketua RT terkait kedatangan petugas
 Hujan

Upaya Mengatasi Hambatan :

 Datang kembali dengan perjanjian (catat no kontak )


 Meningkatkan koordinasi antara pengurus RT RW dan kader dan
menginformasikan kepada warga terkait kedatangan petugas sehingga tidak
ada penolakan
 Berkoordinasi dengan kelurahan terkait kepemilikan KK yang sesuai domisili
 Berkoordinasi dengan puskesmas untuk lebih sering melakukan penyuluhan
tentang pentingnya kepemilikan JKN dan KB
 Melakukan koordinasi antara RT RW kelurahan dan dinas terkait untuk
melakukan STBM ( sanitasi total berbasis masyarakat )
 Sedia payung sebelum hujan

C. TINDAK LANJUT

Tindak lanjut terhadap hasil kegiatan praktek lapangan ini adalah :

1. Menghitung IKS dari masing masing keluarga


2. Menyimpulkan prioritas masalah
3. Berkoordinasi dengan puskesmas terkait hasil IKS agar puskesmas bisa menindak
lanjuti hasil IKS dan permasalahan yang ada di masyarakat ( lintas program & lintas
sektor )

D. USUL DAN SARANt

 Lebih meningkatkan koordinasi antara seluruh elemen masyarakat dan


perangkat daerah ( Lurah, camat )
 Surat pemberitahuan kepada warga tentang pelaksanaan PIS PK
 Saran kepada puskesmas setempat untuk segera menindak lanjuti hasil IKS

BAB IV

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. KESIMPULAN

10 KK yang di kunjungi dengan hasil IKS sebagai berikut :

1. Tn. Mamad : 0,33 ( tidak sehat )


2. Tn. Timbul : 0,66 ( prasehat )
3. Tn. Enen susanto : 0.66 ( prasehat )
4. Tn.Agus : 0.75 ( prasehat )
5. Tn. Omo : 1 ( sehat )
6. Tn.Hidayat : 0.8 ( prasehat )
7. Tn.Swarare : 0.88 ( sehat )
8. Ny. Rasimah : 0,8 ( prasehat )
9. Tn.Nasep : 0,4 ( tidak sehat )
10. Tn. Hamdani : 0,6 ( prasehat )

60 % pra sehat 20 % tidak sehat 20 % sehat

Dari 10 KK disimpulkan rata – rata IKS = 0, 68 ( pra sehat )


B. REKOMENDASI

 Penerapan perda KTR no 3 thn 2014 tentang kawasan kawasan bebas rokok
( dari 10 KK 50 % ada yang merokok )
 Pemicuan / STBM untuk jamban sehat ( dari 10 KK 40 % kotoran dibuang ke
kali )