Anda di halaman 1dari 1

DEA Ekstraktor merupakan salah satu alat yang cukup penting dalam produksi polypropylene di PT.

Pertamina RU
III Plaju karena berperan dalam pengurangan kadar sulfur dalam bahan baku pembuatan polypropylene. Produktifitas
dan efisiensi di unit purifikasi dipengaruhi oleh performa DEA ekstraktor yang dapat dilihat pada komposisi keluaran
yang berupa propane-propylene dengan kadar sulfur rendah sehingga dapat terjadi peningkatan produksi
polypropylene. Analisa performa dilakukan dengan menghitung neraca massa dan neraca panas proses ekstraksi
sehingga didapatkan rasio distribusi serta jumlah kalor yang terdapat dalam sistem. Hasil analisa akan dibandingkan
desain dan aktual sesudah pengadaan Turn Around (TA). Perhitungan neraca massa dilakukan secara manual dengan
penggunaan rumus dari referensi yang pernah dipelajari sebelumnya, kemudian perhitungan neraca panas dilakukan
dengan menggunakan Microsoft Excel. Didapatkan rasio distribusi desain sebesar 0,0013 kg H2S / kg solven DEA
dan pada aktual sebesar 0,0007 kg H2S / kg solven DEA, akumulasi kalor pada desain sebesar 5199832,57 kJ,
sedangkan pada aktual sebesar 5104209,78 kJ. Setelah penggantian masih diperlukan penyesuaian hingga kondisi
operasi alat berada pada keadaan steady state. Disamping itu terdapat beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi
performa alat, yaitu rasio minimum laju alir DEA terhadap Raw PP, temperatur, total sulfur dalam feed, dan kondisi
packing seperti kesesuaian susunan karena mempengaruhi luas kontak.

DEA Extractor is one of the important tools in polypropylene production at PT. Pertamina RU III Plaju
because it plays a role in reducing sulfur content in the raw material for making polypropylene.
Productivity and efficiency in the purification unit are influenced by the performance of the DEA
extractor which can be seen in the composition of the output in the form of propane-propylene with low
sulfur content so that there can be an increase in polypropylene production. Performance analysis is
done by calculating the mass balance and heat balance of the extraction process so that the distribution
ratio and the amount of heat contained in the system is obtained. The results of the analysis will be
compared to the design and actual after procurement of Turn Around (TA). Mass balance calculation is
done manually with the use of formulas from references that have been studied before, then the heat
balance calculation is done using Microsoft Excel. The design distribution ratio of 0.0013 kg H2S / kg DEA
solvent was obtained and the actual amount was 0.0007 kg H2S / kg DEA solvent, the heat accumulation
in the design was 5199832.57 kJ, while the actual accumulation was 5104209.78 kJ. After replacement,
adjustments are still needed until the operating conditions of the equipment are in a steady state.
Besides that there are several other factors that influence the performance of the device, namely the
minimum ratio of DEA flow rate to Raw PP, temperature, total sulfur in the feed, and packing conditions
such as suitability of the arrangement because it affects the area of contact.