Anda di halaman 1dari 9

Jurnal 1.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KREDIT MACET PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA
PADANG (Didasarkan Persepsi Anggota Koperasi)

4.2.4.2 Uji Hipotesis

Untuk menguji pengaruh variabel tingkat suku bunga, jangka waktu pinjaman, stabilitas penjualan,
kolektibilitas, dan komitmen anggota koperasi terhadap kredit macet maka dilakukan uji hipotesis.
Hasil dari pengujian hipotesis terlihat pada tabel 4.7 berikut.

Dari Tabel 4.7 tersebut maka dapat disusun persamaan regresi sebagai berikut: Y = 3,654+ 0,365X1 +
0,006X2 - 0,438 X3 - 0,196X4 + 0,094X5 + e Penjelasan persamaan tersebut sebagai berikut:

a. Konstanta sebesar 3,654, artinya jika tingkat suku bunga (X1), jangka waktu pinjaman (X2),
stabilitas penjualan (X3), kolektibilitas (X4),dan komitmen anggota koperasi nilainya 0, maka
besarnya kredit macet (Y) adalah 3,654

b. Koefisien regresi variabel tingkat suku bunga (X1) sebesar 0,365 artinya variabel independen
tingkat suku bunga memberikan pengaruh positif terhadap variabel dependen yakni kredit macet
dengan asumsi, ketika variabel independen tingkat suku bunga meningkat maka variabel
independen yang lain dalam kondisi yang tetap atau konstan. c. Koefisien regresi variabel jangka
waktu pinjaman (X2) sebesar 0,006 artinya variabel jangka waktu pinjaman memberikan pengaruh
positif terhadap variabel dependen yakni kredit macet dengan asumsi, ketika variabel jangka waktu
pinjaman meningkat maka variabel independen yang lain dalam kondisi yang tetap atau konstan. d.
Koefisien regresi variabel stabilitas penjualan sebesar -0,438, variabel stabilitas penjualan
memberikan pengaruh negatif terhadap variabel dependen yakni kredit macet dengan asumsi,
ketika variabel stabilitas penjualan menurun maka variabel independen yang lain dalam kondisi yang
tetap atau konstan. e. Koefisien regresi variabel kolektibilitas (X4) sebesar -0,196 artinya variabel
kolektibilitas memberikan pengaruh negatif terhadap variabel dependen yakni kredit macet dengan
asumsi, ketika variabel kolektibilitas menurun maka variabel independen yang lain dalam kondisi
yang tetap atau konstan. f. Koefisien regresi variabel komitmen anggota koperasi (X5) sebesar 0,094
artinya variabel komitmen anggota koperasi memberikan pengaruh positif terhadap variabel
dependen yakni kredit macet dengan asumsi, ketika variabel komitmen anggota koperasi meningkat
maka variabel independen yang lain dalam kondisi yang tetap atau konstan.

Sedangkan untuk hasil dari uji f dapat diketahui bahwa nilai Fhitung > Ftabel yaitu 2,442 > 2,20,
dengan signifikansi 0,041 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho di tolak dan H1 diterima
yaitu tingkat suku bunga, jangka waktu pinjaman, stabilitas penjualankolektibilitas, dan komitmen
anggota koperasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kredit macet.

Untuk koefisien determinasi didapat nilai R sebesar 0,338 menunjukkan korelasi antar variabel
independen (tingkat suku bunga, jangka waktu pinjaman, stabilitas penjualan, kolektibilitas, dan
komitmen anggota koperasi) terhadap variabel dependen (kredit macet) yang lemah, karena nilai R
hampir mendekati 0.

Nilai adjusted R square sebesar 0,114 menunjukkan besarnya peran atau kontribusi variabel
independen (tingkat suku bunga, jangka waktu pinjaman, stabilitas penjualan, kolektibilitas, dan
komitmen anggota koperasi) hanya mampu menjelaskan variabel dependen (kredit macet) sebesar
11,4%. Sedangkan sisanya sebesar 88,6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam
penelitian ini.
Sedangkan untuk pengujian hipotesis secara parsial yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh
masing-masing variabel independen (tingkat suku bunga, jangka waktu pinjaman, stabilitas
penjualan, kolektibilitas, dan komitmen anggota koperasi) terhadap variabel dependennya (kredit
macet) maka dilakukan dengan uji t.

Berdasarkan hipotesis secara parsial dapat disimpulkan bahwa hanya hipotesis 1 (H1) yang diterima
yaitu variabel tingkat suku bunga yang mempengaruhi kredit macet, karena t hitung > t tabel dan
nilai signifikansi kecil dari 0,05 yaitu 3,090 > 1,66 dan 0,003 < 0,05. Sedangkan hipotesis variabel
jangka waktu pinjaman (H2), hipotesis variabel stabilitas penjualan (H3), hipotesis variabel
kolektibilitas (H4), dan hipotesis variabel komitmen anggota koperasi (H5) ditolak, hal ini berarti
empat variabel tersebut tidak mempengaruhi kredit macet dikarenakan t hitung < t tabel dan nilai
signifikansi > 0,05.

4.3 Pembahasan

4.3.1 Pengaruh tingkat suku bunga (X1) terhadap kredit macet

Dari hasil uji hipotesis diperoleh nilai t hitung untuk variabel tingkat suku bunga sebesar 3.090 > t
tabel sebesar 1,66 dengan signifikansi 0,003 < 0,05. maka H1 diterima dan H0 ditolak, artinya tingkat
suku bunga

berpengaruh signifikan terhadap kredit macet pada Koperasi Simpan Pinjam Bhinneka. Itu berarti,
jika tingkat suku bunga pinjaman yang diberikan oleh koperasi simpan pinjam Bhinneka semakin
rendah maka akan mempunyai daya tarik bagi anggota untuk melakukan pinjaman, dan karena
rendahnya tingkat suku bunga maka anggota akan mampu membayar angsuran setiap bulannya
sehingga dapat mengurangi kredit macet.

4.3.2 Pengaruh jangka waktu pinjaman (X2) terhadap kredit macet

Dari hasil uji hipotesis diperoleh nilai t hitung untuk variabel jangka waktu pinjaman sebesar 0,055 <
t tabel sebesar 1,66 dengan signifikansi 0,956 > 0,05. maka H2 ditolak dan H0 diterima, artinya
jangka waktu pinjaman tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kredit macet pada Koperasi
Simpan Pinjam Bhinneka. Itu berarti, tidak ada perbedaan lamanya jangka waktu pengembalian
kredit yang diberikan. Jika jangka waktu yang diberikan lama maka akan akan menyebabkan anggota
malas atau lupa membayar angsuran kreditnya. Tetapi jika jangka waktu yang diberikan oleh
koperasi singkat maka para debitur akan kesulitan membayar pinjaman dikarenakan tingginya
angsuran yang harus dibayar setiap bulannya.

4.3.3 Pengaruh stabilitas penjualan (X3) terhadap kredit macet

Dari hasil uji hipotesis diperoleh nilai t hitung untuk stabilitas penjualan sebesar 4,850 < t tabel
sebesar 1,66 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. maka H3 ditolak dan H0 diterima, artinya stabilitas
penjualan tidak berpengaruh tetapi signifikan terhadap kredit macet pada Koperasi Simpan Pinjam
Bhinneka. Artinya jika stabilitas penjualan yang dihadapi stabil maupun tidak stabil maka tidak
menjadi jaminan kredit macet akan meningkat.

4.3.4 Pengaruh kolektibilitas (X4) terhadap kredit macet

Dari hasil uji hipotesis diperoleh nilai t hitung untuk variabel kolektibilitas sebesar 2,215 < t tabel
sebesar 1,66 dengan signifikansi 0,029 < 0,05. maka H4 ditolak dan H0 diterima, artinya kolektibilitas
tidak berpengaruh dan signifikan terhadap kredit macet pada Koperasi Simpan Pinjam Bhinneka.
Artinya jika kolektibilitas turun maka penjualan kredit juga akan menurun.
4.3.5 Pengaruh komitmen anggota koperasi (X5) terhadap kredit macet

Dari hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung untuk variabel komitmen anggota koperasi sebesar
1,133 < t tabel sebesar 1,66 dengan signifikansi 0,260 > 0,05. maka H5 ditolak dan H0 diterima,
artinya komitmen anggota koperasi tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kredit macet
pada Koperasi Simpan Pinjam Bhinneka. Itu berarti komitmen anggota kepada koperasi dikarenakan
mereka memang ingin melakukan hal tersebut dan tidak berpengaruh terhadap kredit macet. 4.3.6
Pengaruh variabel independen terhadap kredit macet Dari hasil uji hipotesis diperoleh nilai f hitung
sebesar 2,442 > f tabel sebesar 2,20 dengan signifikansi 0,041 < 0,05. maka H6 diterima dan H0
ditolak, artinya variabel tingkat suku bunga (X1), jangka waktu pinjaman (X2), stabilitas penjualan
(X3), kolektibilitas (X4), dan komitmen anggota pada koperasi (X5) secara bersama-sama
berpengaruh terhadap kredit macet.

4.4 Implikasi Penelitian dan Rekomendasi Penelitian ini dapat bermanfaat untuk pihak :

1. Koperasi Bagi koperasi, informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kredit macet dapat
digunakan untuk mengambil kebijakan dan keputusan. Tingkat suku bunga yang lebih berpengaruh
signifikan terhadap kredit macet bisa menjadi acuan bagi koperasi untuk lebih memperhatikan
tingkat bunga yang ditetapkan dengan memperhatikan bagaimana kemampuan, pendapatan serta
perkembangan usaha dari para anggota.

2. Karyawan/ Anggota Koperasi Diharapkan dengan hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dan
motivasi bagi karyawan dan anggota koperasi agar dapat bersama-sama dengan pihak koperasi dan
pihak-pihak lainnya yang terkait bisa mematuhi aturan yang ditetapkan dan memenuhi
kewajibannya sebagai anggota koperasi demi kemajuan koperasi.

3. Akademisi Hasil penelitian ini bagi akademisi dapat dijadikan sebagai referensi untuk melakukan
penelitian selanjutnya yang lebih mendalam. Akademisi juga dapat memperoleh informasi
berdasarkan hasil penelitian yang dapat digunakan untuk menambah pengetahuan dan wawasan
akan faktor-faktor yang mempengaruhi kredit macet pada koperasi simpan pinjam.

Jurnal 2 (belum)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KREDIT MACET PADA LEMBAGA PERKREDITAN


DESA (LPD) KECAMATAN DENPASAR TIMUR Periode 2010 sampai dengan 2012

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kredit macet
yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern terdiri dari enam dimensi yaitu analisa kredit
lemah, kelemahan dalam prosedur pemberian kredit, kelemahan dalam transaksi jaminan,
kelemahan Sumber Daya Manusia, kecurangan atau kenakalan petugas Lembaga Perkreditan Desa
(LPD), dan kurangnya pengawasan kredit. Sedangkan faktor ekstern terdiri dari empat dimensi yaitu
kelemahan karakter debitur, penyalahgunaan kredit, kelemahan kemampuan debitur dan musibah.

Jurnal 3

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KREDIT MACET PADA USAHA EKONOMI DESA - SIMPAN PINJAM (UED-
SP) SATAHI KECAMATAN BANGUN PURBA KABUPATEN ROKAN HULU

Berdasarkan hasil analisis bahwa pengaruh secara simultan terhadap keputusan nasabah sebesar
0.968 atau 96.8% yang berarti secara bersama-sama antara variabel dependen dan variabel
independen adalah sangat kuat. selanjutnya secara parsial variabel faktor internal perbankan t-
hitung 1.256 < t-tabel 2.01tidak berpengaruh positif terhadap kredit macet , variabel faktor internal
nasabah t-hitung 0.434 < t-tabel 2.01 tidak ada pengaruh positif terhadap kredit macet, variabel
faktor eksternal nasabah t-hitung 0.999< t-tabel 2.01 tidak ada pengaruh positif kredit macet,
varibel faktor kegagalan bisnist-hitung 22.903 > ttabel 2.01ada pengaruh positif terhadap kredit
macet dan variabel faktor manajemen t-hitung 0.490<2.01 tidak ada pengaruh positif terhadap
kredit macet. Nilai Adjusted R square 0,929 yang artinya 92,9% dari faktor internal perbankan, faktor
internal nasabah, faktor eksternal nasabah, faktror kegagalan bisnis dan faktor ketidakmampuan
manajemen mempengaruhi terjadinya kredit macet pada UED-SP Satahi, sedangkan sisanya (100%-
92.9%=7.1%) dipengaruhi sebab-sebab lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Jurnal 4 (belum)

Bad Credit, No Problem? Credit and Labor Market Consequences of Bad Credit Reports*

Jurnal 5

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KREDIT PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL (BUSN)
DEVISA

Hasil penelitian menunjukkan DPK berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kredit. SBI
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit. Sementara CAR, NPL dan Tingkat Suku Bunga
Kredit berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kredit.

Jurnal 6 (belum)

Factors Influencing Non-Performing Loans in Commercial Banks: The Case of Banks in Selangor

Jurnal 7

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KREDIT BERMASALAH PADA NASABAH KREDIT


PD. BPR BANK DAERAH KABUPATEN MADIUN CABANG BOJONEGORO

Hasil dan pembahasan: Sebagian besar responden mengatakan suku bunga tinggi, jangka waktu
pendek, hasil penjualan nasabah tidak lancar, dan kredit bermasalah tinggi. Ada pengaruh positif
antara suku bunga terhadap kredit bermasalah, dengan koefesien regresi 0.329. Ada pengaruh
negatif antara jangka waktu terhadap kredit bermasalah, dengan koefesien regresi -0.314. Ada
pengaruh negatif antara hasil penjualan nasabah terhadap kredit bermasalah, dengan koefesien
regresi -0.641. Ada pengaruh suku bunga, jangka waktu, dan hasil penjualan nasabah terhadap
kredit bermasalah, dengan koefesien regresi suku bunga 0.136, koefesien regresi jangka waktu -
0.278, dan koefesien regresi hasil penjualan nasabah -0.517. Dengan kontribusi variabel bebas
terhadap variabel terikat sebesar 37.8%.
Jurnal 8 (belum)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KREDIT MACET PADA CREDIT UNION MUARE
PESISIR KANTOR PELAYANAN SIANTAN

Jurnal 9

Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Kredit Macet

Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel karakter (X1) berpengaruh signifikan
dan negatif terhadap non performing loan (Y), kapasitas (X2) berpengaruh tidak signifikan dan
negatif terhadap non performing loan (Y), variabel kondisi ekonomi (X3) memiliki pengaruh yang
tidak signifikan dan negatif terhadap kredit bermasalah (non performing loans / Y), dan variabel
agunan (X4) memiliki pengaruh yang tidak signifikan dan negatif terhadap kredit bermasalah (non
performing loans / Y).

Jurnal 10

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KREDIT MACET PADA BUMDES MITRA BERSAMA DESA BENGKOLAN
SALAK

Berdasarkan hasil penelitian penulis menemukan bahwa faktor penyebab kredit macet pada
BUMDes Mitra Bersama adalah penyimpangan pemberian kredit, penyalahgunaan dana yang telah
diberikan, pendapatan dan pengeluaran nasabah yang tidak seimbang, itika baik nasabah dalam
pembayaran, bencana alam dan kebijakan pemerintah.

Dari keterangan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa penyebab kredit macet yang paling tinggi
adalah bencana alam yaitu 100%, kemudian penyimpangan pemberian kredit sebanyak 93,75%, lalu
kebijakan pemerintah 90,62%, pendapatan dan pengeluaran pemanfaat yang tidak menentu
sebanyak 62,63%, itikad baik nasabah sebanyak 62,5% dan yang paling rendah adalah
penyalahgunaan dana yang telah diberikan sebanyak 56,25%

4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Faktor-Faktor Penyebab Kredit Macet

1. Penyimpangan Prosedur Pemberian Kredit

Dari keterangan di atas dapat ditarik kesimpulan mungkin terjadi kredit macet apabila syaratnya
cukup lengkap bahkan ada yang tidak lengkap.

2. Suku Bunga

Dari pernyataan responden ini dapat diambil kesimpulan bahwa suku bunga yang ditetapkan oleh

BUMDes rendah yang sesuai dengan hasil persentase sebesar 65,63%.

Penyalahgunaan Dana yang Telah Diberikan

Dari keterangan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa banyak responden yang tidak menggunakan
dana tidak sesuai dengan pengajuan proposal dan ini sangat berdampak tidak baik terhadap
pembayaran kredit, karena pemasukan responden masih tetap sama sedangkan pengeluaran
bertambah. Dan ini adalah salah satu penyebab kredit macet.

3. Kegagalan Usaha

a) Unsur Pendapatan dan Pengeluaran

jumlah pendapatan ataupun keuntungan mempengaruhi responden untuk tidak membayar


angsuran dengan alasan pendapatan tersebut lebih banyak digunakan untuk keperluan operasional
dan kebutuhan sehari-hari sehngga kewajiban untuk membayar angsuran setiap bulannya tidak
terlaksana.

b) Unsur Penghasilan dan Keuntungan

Perkembangan usaha juga dapat dilihat dari jumlah penghasilan atau keuntungan yang diperoleh
oleh pemanfaat. Dari keterangan diatas yang paling banyak adalah 43,73% responden mengatakan
tidak tahu dan itu menggambarkan bahwa tidak ada perkembangan usaha pemanfaat dan itu sangat
jelas berpengaruh terhadap terhadap pembayaran kredit dan akan berujung kredit macet.

c) Unsur Pembuatan Laporan Keuangan

Laporan keuamgam tidak mempengarughi kredit macet.

1 Unsur Persaingan

Jadi persaingan usaha tidak begitu mempengaruhi kredit macet.

2. Itikad Baik

Dari alasan responden ini dapat diambil kesimpulan bahwa responden tidak memiliki itikad baik
dalam membayar angsuran atau kewajibannya sebagai pemanfaat BUMDes Mitra Bersam sehingga
menjadi penyebab terjadinya kredit macet.

3. Bencana Alam dan Perubahan Iklim Yang Tidak Menentu

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa bencana alam dan perubahan iklim memiliki
pengaruh tersendiri terhadap usaha perkebunan pemanfaat dan itu dapat mengakibatkan
keterlambatan pembayaran kredit dan menimbulkan kredit macet.

4 Kebijakan Pemerintah

Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bentuk kebijakan pemerintah yang menjadi faktor
penyebab kredit macet yang dominan adalah kebijakan pemerintah tentang kenaikan harga BBM
yaitu sebanyak 16 responden atau 50%.

Dari keterangan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa penyebab kredit macet yang paling tinggi
adalah bencana alam yaitu 100%, kemudian penyimpangan pemberian kredit sebanyak 93,75%, lalu
kebijakan pemerintah 90,62%, pendapatan dan pengeluaran pemanfaat yang tidak menentu
sebanyak 62,63%, itikad baik nasabah sebanyak 62,5% dan yang paling rendah adalah
penyalahgunaan dana yang telah diberikan sebanyak 56,25%
Jurnal 11

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KREDIT MACET PADA LEMBAGA PERKREDITAN


DESA (LPD) KECAMATAN DENPASAR TIMUR Periode 2010 sampai dengan 2012

Temuan hasil analisis faktor menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kredit macet
pada Lembaga Perkreditan Desa di Kecamatan Denpasar Timur yaitu faktor intern dan faktor
ekstern, sedangkan faktor yang paling dominan mempengaruhi kredit macet pada Lembaga
Perkreditan Desa di Kecamatan Denpasar Timur tahun 2010-2012 adalah berasal dari faktor intern
yaitu kurangnya pengawasan kredit dengan nilai varimax rotation sebesar 0,866

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kredit macet
yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern terdiri dari enam dimensi yaitu analisa kredit
lemah, kelemahan dalam prosedur pemberian kredit, kelemahan dalam transaksi jaminan,
kelemahan Sumber Daya Manusia, kecurangan atau kenakalan petugas Lembaga Perkreditan Desa
(LPD), dan kurangnya pengawasan kredit. Sedangkan faktor ekstern terdiri dari empat dimensi yaitu
kelemahan karakter debitur, penyalahgunaan kredit, kelemahan kemampuan debitur dan musibah

Jurnal 12 (belum)

FACTORS AFFECTING NON-PERFORMING LOANS:

A case study of KCB Bank Kenya Limited Nairobi Region

Jurnal 13 (belum)

FACTORS AFFECTING NON-PERFORMING LOANS: A CASE STUDY OF COMMERCIAL BANK OF AFRICA –


CBA (KENYA)

Jurnal 14 (belum)

FACTORS INFLUENCING NON-PERFORMING LOANS OF MICROFINANCE INSTITUTIONS IN KENYA

Jurnal 15

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KREDIT BERMASALAH PADA PT. BANK RAKYAT
INDONESIA (PERSERO) TBK UNIT SALO KABUPATEN PINRANG

Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa variabel Faktor Internal (X1) berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kredit bermasalah(Y), variabel Faktor Eksternal (X2) berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kredit bermasalah (Y).

1) Faktor Internal yang terdiri dari:


a) Jaminan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kredit Bermasalah.

Artinya rendahnya jaminan yang diberikan debitur kepada bank terhadap

jumlah kredit yang berikan bank kepada debitur, maka kredit bermasalah

akan meningkat, begitu juga sebaliknya, apabila dalam pengajuan kredit

nasabah memberikan jaminan dengan nominal besar, maka akan

mengurangi adanya kredit bermasalah yang terjadi.

b) Pengawasan kredit berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kredit

Bermasalah. Artinya apabila pengawasan bank kurang baik, maka kredit

bermasalah akan meningkat, begitu juga sebaliknya , apabila pengawasan

bank baik, maka resiko kredit bermasalah yang terjadi akan berkurang.

2. Faktor Eksternal yang terdiri dari :

a) Karakter debitur berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kredit Bermasalah.

Artinya apabila karakter debitur kurang baik, maka kredit bermasalah akan meningkat,

begitu juga sebaliknya apabila karakter debitur baik, maka akan mengurangi kredit

bermasalah.

b) Kondisi Usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kredit

Bermasalah. Artinya apabila kondisi usaha yang tidak menguntungkan

meningkat, maka kredit bermasalah akan meningkat, begitu juga sebaliknya,

apabila kondisi yang tidak menguntungkan bagi nasabah berkurang, maka

akan mengurangi adanya resiko kredit bermasalah.

c) Kemampuan Manajerial Debitur berpengaruh positif dan signifikan terhadap

Kredit Bermasalah. Artinya apabila debitur tidak profesional dalam

mengelola usahanya, maka kredit bermasalah akan meningkat, begitu juga

sebaliknya, apabila debitur mampu mengelola usahanya dengan baik, maka

akan mengurangi tingkat resiko kredit bermasalah.

3) Dari kedua faktor dalam penelitian ini, variabel Faktor Eksternal (X2)

merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap tingkat

kredit bermasalah pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Salo

Kabupaten Pinrang.
4) Faktor-faktor dalam penelitian ini memiliki pengaruh sebesar 21,0% terhadap

kredit bermasalah pada Bank Rakyat Indonesia Unit Salo Kabupaten Pinrang.

Sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian.

Jurnal 16 (belum)

THE EFFECT OF ECONOMIC FACTORS ON NON- PERFORMING LOANS: CASE OF COMMERCIAL BANKS
IN KENYA