Anda di halaman 1dari 5

 Biopsikososial

 Oleh :

 IRINE DWITASARI WULANDARI.,SST.FT.,M.Fis

 PROGRAM STUDY DIPLOMA III FISIOTERAPI

 FAKULTAS ILMU KESEHATAN

 UNIVERSITAS PEKALONGAN

 Pendekatan Biopsikososial

 Manusia adalah makhluk biopsikososial dan spiritual yang utuh dalam arti merupakan satu
kesatuan utuh dari aspek jasmani dan rohani dan unik karena mempunyai berbagai macam
kebutuhan sesuai dengan tingkat perkembangannya. (Pratiwi, 2011).

 Menurut Leininger (1984) manusia memiliki kecenderungan untuk mempertahankan


budayanya pada setiap saat dimanapun dia berada.

 Kesehatan adalah keseluruhan aktifitas yang dimiliki klien dalam mengisi kehidupannya,
terletak pada rentang sehat sakit. Kesehatan merupakan suatu keyakinan, nilai, pola
kegiatan dalam konteks budaya yang digunakan untuk menjaga dan memelihara keadaan
seimbang/sehat yang dapat diobservasidalam aktivitas sehari-hari.

 Klien dan fisioterapis mempunyai tujuan yang sama yaitu ingin mempertahankan keadaan
sehat dalam rentang sehat-sakit yang adaptif (Andrew and Boyle, 1995)

 Fisioterapis dan pasien memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan derajat kesehatan
pasien, tetapi cara yang ditempuh pasti berbeda.

 Budaya mempunyai pengaruh luas terhadap kehidupan individu. Oleh sebab itu, penting
bagi tenaga kesehatan mengenal latar belakang budaya orang yang dirawat (Pasien) (Prima,
2011).

 Sejarah Biopsikososial

 Menekankan pentingnya memahami kesehatan manusia dan penyakit dalam konteks


mereka sepenuhnya baik biologis , psikologis (yang memerlukan pikiran, emosi, dan
perilaku), dan sosial.

 Dikembangkan di Universitas Rochester oleh George L Engel dan John Romano tahun 1977.
Biopsikososial ini memahami kesehatan manusia dan penyakit dalam konteks mereka baik
secara biologis, psikologis dan sosial. Biopsikososial adalah metode interkasi biologi,
psikologis dan faktor sosial dalam mengobati penyakit dan meningkatkan kesehatan menjadi
lebih baik.

 Definisi Biopsikososial

 Biopsikososial adalah metode dengan interaksi biologi, psikologi dan faktor sosial untuk
mengobati penyakit dan meningkatkan kesehatan yang lebih baik. Ini adalah kombinasi dari
tubuh, pikiran dan lingkungan bukan hanya tubuh dan medis atau biomedis.
 Biopsikososial adalah sebuah kombinasi antara tubuh, pikiran dan lingkungan. Pendekatan
model biopsikososial ini melibatkan faktor biologis, psikologis dan sosial dalam memahami
penyakit dan sakitnya seseorang.

 Sedangkan konsep biopsikososial sendiri memungkinkan suatu pemahaman tentang


munculnya sakit yang kemudian dihubungkan dengan faktor lingkungan dan kondisi stres.

 Konsep dasar

 Biologis fokus pada obat/intervensi.

 Psikologis fokus pada psikoterapi

 Sosial fokus pada dukungan dan modifikasi sosial.

 Konsep Biopsikososial

 Pendekatan model biopsikososial dalam dunia medis ini melibatkan suatu konsep hubungan
interaksi antara faktor biologis, psikologis dan sosial dalam upaya mengerti suatu proses
penyakit dan sakitnya seseorang. Pendekatan ini pula yang membawa pengertian bukan saja
dari segi medis fisik, tetapi juga dari kondisi psikologis yang dipengaruhi oleh faktor
lingkungan.

 Konsep biopsikososial memungkinkan suatu pemahaman yang menyeluruh tentang


munculnya suatu kondisi sakit yang dihubungkan dengan faktor lingkungan dan stres yang
terkait di dalamnya.

 Sebaliknya, kondisi lingkungan dalam hal ini dukungan sosial dalam konsep biopsikososial
dapat memberikan perubahan pada kondisi sakit. Biologis dengan menggunakan obat,
psikologis dengan menggunakan psikoterapi, sosial dengan menggunakan dukungan dan
modifikasi sosial.

 1. Pendekatan Biologis

 Adanya impairment, disability, functional limitation yang berpengaruh pada pemenuhan


kebutuhan dasar manusia sehingga menimbulkan gangguan seperti merubahnya nutrisi,
kenyamanan, kerusaka mobilitas fisik, resiko cedera, kurang merawat diri dan intoleransi
aktivitas (Carpenito, 1997).

 Adanya perubahan penampilan, status dan peran, monilitas fisik, aktivitas dan pekerjaan
sehari-hari dengan orang lain karena adanya perbedaan kondisi sehat dan sakit terlebih
dalam kebutuhan dasar manusia dimana seseorang dalam kondisi sakit akan membutuhkan
bantuan orang lain.

 Dampak fisik akan memunculkan kondisi stres sehingga membutuhkan penanganan secara
fisik dan psikologis sedini mungkin. Karena dengan begitu klien diharapkan merasa tenang,
terlepas dari stres dan memperoleh prognosis yang lebih baik lagi.

 Reaksi Pendekatan Biologis

 Adanya impairment, disability, functional limitation akan berpengaruh terhadap pemenuhan


kebutuhan dasar manusia sehingga dapat terjadi gangguan seperti: perubahan nutrisi,
perubahan kenyamanan, kerusakan mobilitas fisik, resiko terhadap cedera, kurang
perawatan diri dan intoleransi aktivitas.
 Tjd perubahan2 pd penampilan, status & peran, mobilitas fisik, aktivitas & pekerjaan sehari-
hari yg mempengaruhi kehidupan sehari-hari dlm berhubungan dg orang lain karena
terdapat perbedaan antara kondisi sehat dengan kondisi sakit khususnya dalam pemenuhan
kebutuhan dasar manusia, di mana dalam kondisi sakit memerlukan bantuan orang lain.

 Dampak fisik tsb memicu munculnya kondisi yang menekan atau stres pada diri klien. Dg
demikian, penanganan secara fisik (misalnya melalui fisioterapi ) dan psikologis (misalnya
penanganan stres) sangat baik dilakukan sedini mgkn,karena melalui penanganan tersebut
diharapkan klien akan cepat merasa tenang, terlepas dari kondisi stres dan perasaan
tertekan, sehingga dg demikian diharapkan klien dpt memperoleh prognosis yang lebih
positif.

 2. Pendekatan Psikologis

Klien mengalami keadaan psikologis seperti :

 Shock atau kaget saat mendengar diagnosis penyakit hasil pemeriksaan dokter

 Denial atau penolakan dan tidak percaya atas hasil pemeriksana dokter

 Marah dan berusaha menolak sakitnya dan menyesali kenapa hal tersebut terjadi pada
dirinya

 Kecemasan dan ketakutan adanya nyeri, penurunan berat badan serta penipisan finansial

 Depresi dan merasa kesepian

 Merasa tidak berdaya dan putus asa

 Malu

Pendekatan yang dilakukan seperti :

 Menjadi orang terdekat yang dapat dijadikan sebagai tempat mengekspresikan perasaan
dan pikirannya

 Memberikan dukungan agar menerima sakit yang dialami terlebih jika penyakitnya
membutuhkan proses penyembuhan lama dan hasil yang tidak pasti

 Sholat dan berdoa untuk memenuhi kebutuhan spiritual demi kekuatan untuk bertahan
hidup

 Menyeimbangkan keadaan psikologi karena mempengaruhi keadaan biologis atau fisiknya


sebab keadaan psikologis yang buruk akan memberatkan prognosis dan penyembuhan
penyakit yang dialami oleh seseorang

 Reaksi dan Pendekatan Psikologis

Klien akan mengalami beberapa keadaan Psikologik tersebut seperti :

 1. Shock atau kaget,pada saat menerima kabar berita tentang diagnosis penyakitnya dari
hasil pemeriksaan dokter atau rumah sakit.

 2. Denial atau penolakan,klien merasa tidak percaya akan penyakit yang dideritanya dan dia
masih menyalahkan hasil pemeriksaan
 3. Marah,berusaha menolak keadaan sakitnya dan selalu menyesali mengapa hal ini terjadi
pada dirinya

 4.Kecemasan dan ketakutan dg adanya pengrusakan,nyeri, penurunan Berat badan


penipisan finansial, dsb.

 5.Depresi dan merasa kesepian,

 6.Merasa tidak berdaya dan putus asa,klien merasa tidak dapat menjalankan fungsinya
sbgmn dulu , ini kaitannya dengan keadaan sosial pasien.

 7.Malu

 Pendekatan Yang dilakukan

 Menjadi orang yg terdekat utk dpt mengekspresikan perasaan dan pemikirannya. Pada saat
stres, individu akan mencari dukungan dari keyakinan agamanya.

 Berikan dukungan agar dpt menerima keadaan sakit yg dialami, khususnya jika penyakit yang
memerlukan proses penyembuhan yang lama dengan hasil yang belum pasti.

 Sholat atau berdoa, membaca kitab suci dan praktek ibadah lain membantu memenuhi
kebutuhan spiritual dan mendapatkan kekuatan untuk bertahan hidup.

 Berusaha menyeimbangkan keadaan psikologi ini krn akan berpengaruh pada keadaan
biologis atau fisiknya,keadaan psikologis yang buruk akan memperberat keadaan/prognosis
dan proses penyembuhan penyakitnya

 3. Pendekatan Sosial

Adanya perubahan dalam kehidupan sosial, diantaranya :

 Kehilangan pekerjaan

 Perubahan peran di rumah

 Gangguan interaksi sosial

 Menarik diri

 Tidak mampu melakukan ibadah dan organisasi atau kegiatan lain yang pernah diikutinya

Keadaan psikologisnya seperti :

 Mudah marah

 Tersinggung

 Depresi

 Interaksi sosial tidak baik

 Minder

 Pendekatan yang dilakukan adalah dengan tidak menjauhkannya dari orang-orang terdekat
mereka. Kedekatan ini akan mempengaruhi keadaan psikologisnya sehingga klien akan
merasa kedamaian sehingga proses fisiologis dan biologis dalam penyembuhan penyakkit
dapat maksimal.
 Reaksi Pendekatan Sosial

 Terjadi perubahan dalam kehidupan sosial, berupa : kehilangan pekerjaan, perubahan peran
& tugas di rumah, gangguan interaksi sosial & cendrung menarik diri & menyendiri, merasa
tdk mampu & tidak sempurna dlm melakukan ibadah, kegiatan organisasi / kegiatan lain yg
pernah dilakukannya.

 Keadaan psikologis seperti marah, tersingggung atau depresi akan membuat interaksi sosial
nya semakin tidak baik,klien selalu merasa minder dengan keadaanya sehingga dia menarik
diri dari interaksi dengan orang lain.

 Pendekatan

 Sabar dan senantiasa tidak menjauh dari klien dilakukan oleh orang – orang terdekat
àmempengaruhi keadaan psikologisnya. Keadaan - keadaan psikologis sedikit demi sedikit
akan terkikis dan klien akan merasakan kedamaian dan ketenangan,sehingga pada akhirnya
akan berdampak pula pada proses fisiologik atau biologis yaitu penyembuhan penyakitnya.

 Pikiran dan tubuh merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena hal itu saling
mempengaruhi dalam aspek kesehatan dan penyakit.

 Konsekuensinya bahwa kesehatan, penyakit dan perawatan medis adalah satu proses yang
tidak dapat dipisahkan.

 Selain itu adapula implikasi model biopsikososial pada praktek klinis terhadap pasien :

 Mengetahui Kesehatan Atau Penyakit Seseorang

Dalam hal ini, konsep model biopsikososial harus memperhatikan hubungan faktor biologis,
psikologis dan sosial pada proses diagnosis (Oken, 2000)

 Treatment

Model biopsikososial harus memastikan bahwa treatment yang disarankan telah mencakup tiga
faktor tersebut yakni faktor biologis, psikologis dan sosial.

 Hubungan Praktisi dengan Pasien

 Model biopsikososial dapat membentuk jelas hubungan antara praktisi dengan pasien
sehingga hal ini bisa berefek dalam meningkatkan motivasi pasien, dampak treatment baik
dan pemulihan penyakit yang lebih cepat (Belar, 1997).

 Praktisi disini harus memahami bahwa faktor sosial dan psikologis berkontribusi terhadap
pengobatan yang tepat dalam menyembuhkan penyakit.

 Singkatnya dalam keadaan seseorang yang sehat, model ini menunjukkan bahwa individu
dapat memahami kebiasaan kesehatan pada koneks psikologi dan sosial.

 Konteks ini berpengaruh pada bagaimana menjaga kesehatan yang baik dengan
modifikasi yang tepat dan fasilitas perkembangan yang sehat. Sedangkan dalam kasus
seseorang yang sakit, maka biologis, psikologis dan sosial berkontribusi dalam proses
pemulihan.

 Febri F, 2017. Konsep Model Biopsikososial, https://dosenpsikologi.com/konsep-model-


biopsikososial-dalam-psikologi-kesehatan. Akses 20 Agustus 2018.