Anda di halaman 1dari 16

FLUIDA PANAS BUMI

Karakteristik Air (H2O)

Systematic name water


aqua, dihydrogen monoxide,
Alternative names
hydrogen hydroxide
Molecular formula H 2O
Molar mass 18.0153 g/mol
1.000 g/cm3, liquid
Density and phase
0.917 g/cm3, solid
Melting point 0°C (273.15 K) (32ºF)
Boiling point 100°C (373.15 K) (212ºF)

Specific heat capacity (liquid) 4184 J/(kg.K)


Densitas H2O vs Temperatur

(liquid) Vaporization
Condensation
(solid)
Boiling point

(gas)
Boiling = Mendidih

‰ Terjadi di bagian atas, yaitu pada kedalaman < 2 km


‰ Terjadi pemisahan 2 fasa fluida, yaitu air dan uap
ƒ Unsur non-volatil (Cl, SiO2) tinggal di air
ƒ Unsur volatil/gas (CO2, H2) berada pada fasa uap
‰ Pemisahan 2 fasa fluida mengakibatkan terbentuknya:
ƒ Entalpi liquid (Hliq)
ƒ Entalpi uap (Hvap)
‰ Manifestasi panas bumi di permukaan memberikan
gambaran tentang kondisi/proses bawah permukaan

Entalpi (H) = Panas Tersimpan


Tekanan vs Boiling Point
Boiling Point Depth (BPD)

‰ Tekanan vs titik didih (boiling point) air

‰ Tekanan air (P) sebagai fungsi dari kedalaman (h):


ƒ PHidrostatik = 0,1897 h0,8719
ƒ PHidrodinamik = 0,2087 h0,8719 = 1.1 PHidrostatik
290oC

1000 m
Sistem Dominasi Uap Sistem Dominasi Air

Hydrostatic Pressure Balance

Ground
surface
in islan
d-arc a
rea

area
ental
e in contin
c
d surfa
Groun
Hydrogeology of Volcanic-Hydrothermal
System

pH H2O
pH H2O vs Temperatur

‰ pH adalah fungsi dari Konstanta Disosiasi Air (KwH2O)


ƒ H2O ÅÆ H+ + OH-
ƒ KwH2O = [H+][OH-]
ƒ -log KwH2O = -log [H+] + [– log [OH-]] Æ pKwH2O = pH + pOH

‰ Kw adalah fungsi dari temperatur:


ƒ KwH2O (25oC) = 10-14 Æ pKwH2O = 14
ƒ KwH2O (100oC) = 10-12 Æ pKwH2O = 12
ƒ KwH2O (250oC) = 10-11 Æ pKwH2O = 11
o
Temperature ( C)
0 10 25 50 75 100 125 150 175 200 225 250 275 300
H2O 14.94 14.54 13.99 13.27 12.71 12.26 11.91 11.64 11.44 11.30 11.22 11.20 11.22 11.30
H2CO3 6.57 6.47 6.36 6.29 6.32 6.42 6.57 6.77 6.99 7.23 7.49 7.75 8.02 8.29
H2S 7.45 7.23 6.98 6.72 6.61 6.61 6.68 6.81 6.98 7.17 7.38 7.60 7.82 8.05
NH4 10.08 9.74 9.24 8.54 7.94 7.41 6.94 6.51 6.13 5.78 5.45 5.15 4.87 4.61
H4SiO4 10.28 10.00 9.82 9.50 9.27 9.10 8.97 8.67 8.65 8.85 8.89 8.96 9.07 9.22
H3BO3 9.50 9.39 9.23 9.08 9.00 8.95 8.93 6.94 8.98 9.03 9.11 9.22 9.35 9.51
HF 2.96 3.05 3.18 3.40 3.64 3.85 4.09 4.34 4.59 4.89 5.30 5.72 6.20 6.80
-
HSO4 1.70 1.81 1.99 2.30 2.64 2.99 3.35 3.73 4.11 4.51 4.90 5.31 5.72 6.13
HCl -0.26 -0.24 -0.20 -0.14 -0.06 0.03 0.14 0.25 0.37 0.50 0.66 0.84 1.06 1.37
-
HCO3 10.63 10.49 10.33 10.17 10.13 10.16 10.25 10.39 10.57 10.78 11.02 11.29 11.58 11.89

Expressed as -log Ka = pKa

Asal Air Panas


Fluids in Volcanic-Hydrothermal System

• Salinity (Cl and TDS)

• Gas Content

• Acidity

Salinity of Geothermal Fluids

• Chloride:
– The lower the pH, the higher the Cl content.
– The dilute alkaline waters are more likely to be HCO3-rich and Ca levels
are lower.
– More saline, neutral pH waters have low HCO3 levels, but
proportionately higher Ca level.
• TDS:
– Problems become significant when TDS values exceed ~100,000 mg/kg
– Up to a TDS content of 40,000 mg/kg, the higher the salinity, the waters
tend to be less alkaline than very low salinity waters
• Estimation of reservoir salinity can be made if Cl waters flow to the
surface.
Gas Content

• Magmatic gases: H2O, CO2, HCl, SO2 (oxidation), H2S (reduction)

• CO2 and H2S can rise to the top of a steam zone and become
dissolved in groundwater to give a hot acidic solution. (see acidity)

• Thermal features with high gas content seem to be fed fairly directly
from depth that calcite (CaCO3) and anhydrite (CaSO4) should be
anticipated.

Acidity in Geothermal Reservoirs

• Deeply sourced magmatic HCl (acidity is temperature dependent)

• Surficial low-Cl, acid-SO4 waters

• Acidity caused by sulphur dissolution

• Acidity caused by calcite dissolution


Solubilitas Air

Unsur-unsur Kimia Fluida

‰ Terdiri dari unsur-unsur terlarut berupa:


ƒ Anion: Cl-, HCO3-, SO4-2, NH4-, F-, I-, Br-
ƒ Kation: Na+, K+, Ca+2, Mg+2, Rb+, Cs+, Li+, Mn+2, Fe+2, Al+3, ion-
ion As
ƒ Spesies netral: SiO2, B, CO2, H2S, NH3
‰ SiO2 hadir sebagai silika total dan ekuivalen dengan konsentrasi
H4SiO4
‰ CO2 terlarut adalah ekuivalen terhadap konsentrasi H2CO3
‰ Karbonat total adalah jumlah dari semua spesies karbonat
(ΣCO2 = H2CO3 + HCO3- + CO3-2)
‰ B adalah boron total (ΣB = H3BO3 + H2BO3- + HBO3-2 + B+)
‰ As adalah arsenik total yang hadir dalam berbagai muatan ion
‰ Amonia adalah sebagai amonia (NH3) atau amonium (NH4-)
Unsur-unsur Kimia Fluida

Berasal dari interaksi antara batuan dan fluida (+ proses


magmatik), terdiri dari:

‰ Unsur-unsur pembentuk batuan


ƒ Solubilitasnya dipengaruhi oleh kesetimbangan antara
mineral dan air
ƒ mis. kation Na, K, Ca, Mg, Rb, Cs, Mn, Fe dan Al

‰ Unsur-unsur terlarut
ƒ Lebih banyak berada di larutan dibanding dalam mineral
ƒ Tidak mudah bereaksi = unsur konservatif
ƒ mis. Cl, B, Li dan Br

Umur Fluida dan Sistem Panasbumi

‰ Residensi air: ~ 10.000 tahun


‰ Umumnya 100 – 1.000 tahun
‰ Dapat 20.000 – 40.000 tahun

‰ Umur sistem panasbumi: 200.000 tahun (Kawerau, NZ),


umumnya ~2.000 – 500.000 tahun
SISTEM BERPUTAR = TERBUKA
1. Kedalaman 1 hingga 5 km
• Terjadi interaksi antara air dan batuan/mineral
• Kondisi reservoir dihitung berdasarkan geotermometer
2. Kedalaman < 2 km
• Boiling : fluida panasbumi akan membentuk air dan uap
• Unsur non-volatil (Cl, SiO2) tinggal di air
• Unsur volatil (CO2, H2) berada pada fasa uap
• Mixing : dua atau lebih fluida bercampur membentuk
fluida dengan komposisi baru
• Kondisi reservoir diketahui dengan memperhitungkan
fraksi uap dan cair yang terbentuk pada suhu boiling
tertentu

Reservoir water, 1,000-


1,000-10,000 mg/kg Cl,
neutral pH, trace of CO2 & H2S, SiO2 rich.

pH strong acid

So, why can the reservoir fluid be rich in Cl,


since the fluid is meteoric origin?

Steam heated, near surface water, pH of acid to near neutral