Anda di halaman 1dari 5

3.

Modelling
Pada tulisan ini dilakukan forward modelling yang mensimulasikan keadaan yang
ada di lapangan untuk mendapatkan data simulasi yang selanjutnya bisa digunakan
untuk rujukan untuk melakukan akusisi data dan pengolahannya. Pada forward
modelling ini akan disimulasikan sebuah urat kuarsa yang mengandung emas.
Biasanya keberadaan kuarsa akan menyebabkan respon nilai resistivitas yang tinggi
sehingga yang akan dicari adalah respon postif dari nilai resistivitas.

Background nilai resistivitas di sekitar adalah 100 Ωm dan nilai resistivitas dari
kuarsa ini adalah 500 Ωm. Simulasi dilakukan dengan memasang 48 elektroda yang
panjang spasinya 5 m dan konfigurasi yang digunakan adalah Schlumberger dan
Pole-dipole. Kemudian forward modelling akan dilakukan dengan menggunakan
software RES2DMOD. Hasil forward modelling yang dilakukan dapat dilihat pada
gambar di bawah ini.

Gambar . Simulasi urat kuarsa yang mengandung emas dengan konfigurasi Schlumberger.
Gambar . Simulasi urat kuarsa yang mengandung emas dengan konfigurasi Pole-dipole.

Setelah melakukan forward modelling, dilakukan inversi dari data yang telah
didapat dari forward modelling sebelumnya. Hal ini dilakukan agar hasil inversi dapat
menjadi acuan untuk menginterpretasi hasil inversi dari data yang diakusisi di
lapangan nantinya. Untuk melakukan inversi, digunakan software RES2DINV. Hasil
dari inversi data sintetik dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar .Hasil inversi dari data sintetik dengan konfigurasi Pole-dipole


Gambar . Hasil inversi dari data sintetik dengan konfigurasi Schlumberger

Bisa dilihat hasil inversi yang dilakukan baik dengan menggunakan kedua konfigurasi
cukup merepresentasikan model yang ada.

4. Studi Kasus
Setelah melakukan forward modelling untuk mendapatkan data yang selanjutnya
akan menjadi acuan untuk akusisi data, dilakukan rancangan akusisi data pada daerah
yang diduga memiliki prospek keberadaan emas di sana. Perencanaan ini dibagi
menjadi beberapa bagian, yaitu: tempat dimana akusisi akan dilakukan, bagaimana
mekanisme dan desain melakukan akusisi data, waktu dan biaya yang dibutuhkan
untuk melakukan akusisi data.

Yang pertama adalah tempat. Tempat yang akan dilakukan akusisi data adalah di
daerah Butong, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Sejak tahun 2016 telah
ditemukan adanya keberadaan emas di sungai Krueng Mereubo dan sejak saat itu
aktifitas penambang telah dilakukan, walaupun aktifitas penambangan tersebut
termasuk ilegal. Oleh karena itu, tempat ini menjadi tempat yang cocok untuk
melakukan eksplorasi emas.
Gambar . Lokasi pengukuran pada peta Geologi.

Sealnjutnya hal yang perlu dilakukan adalah menetukan desain lapangan untuk
akusisi data. Untuk akusisi data dilakukan di dua tempat di tempat pertama dibuat 4
bentang line pengukuran dengan panjang line kurang lebih 1.2 km. Bentangan
terbentang dengan orientasi timur barat. Kemudian pada lokasi 2 dibuat 3 bentangan
line dengan panjang masing-masing 1.4 m. Untuk melakukan akusisi data digunakan
alat AGI sting R1 dengan 56 elektroda dengan spasi 5 m. Kemudian akan dilakukan
overlap sebanyak 4 elektroda. Konfigurasi yang akan digunakan adalah pole-dipole
dan juga sclumberger. Hal ini dilakukan agar data yang didapat bisa mencakup
kedalaman yang besar.

mbar . Lokasi pengukuran dan desain pengukuran (kotak merah adalah lokasi pertama dan kotak biru
adalah lokasi 2)

Kegiatan akusisi data diperkirakan akan memakan waktu sekitar 3 minggu. 2


minggu pertama digunakan untuk mengakusisi pada daerah yang telah ditentukan dan
minggu terakhir digunakan sebagai waktu cadangan jika terdapat kendala dalam
proses akusisi atau penambahan data diperlukan. Kemudian dilanjutkan dengan
processing data dan interpretasi data dan juga mungkin pengambilan data bor jika
diperlukan. Proses inin diperlukan waktu sekitar satu minggu. Yang terakhir adalah
penulisan laporan yang memakan waktu sekitar satu minggu.

Minggu ke
Kegiatan
1 2 3 4 5

Akusisi Data

Processing data

Penulisan Laporan
Eksplorasi

Tabel 1. Time line kegiatan dari proses akusisi data sampai penulisan laporan
eksplorasi.

Untuk melakukan kegiatan ini juga diperlukan biaya. Rincian biaya yang
diperlukan untuk kegiatan ini dapat dilihat pada tabel 2.

Keperluan Harga Jumlah

Transportasi Rp. 300,000x15 Rp. 4,500,000

Biaya crew Rp. 300,000x8x15 Rp. 36,000,000

Sewa Alat Rp. 225,000 + 2 x 13,125,000 Rp. 26,475,000

Konsumsi Rp. 50,000 x 8 x 15 Rp. 6,000,000

Biaya Processing data dan interpretasi Rp. 10,000,000 Rp. 10,000,000

Akomodasi Rp. 200,000 x 15 Rp. 3,000,000

ATK Rp. 1,000,000 Rp. 1,000,000

Biaya tak terduga Rp. 20,000,000 Rp. 20,000,000

Total Rp. 106,975,000

Tabel 2. Rincian biaya kegiatan