Anda di halaman 1dari 1

1. Obesitas pada anak tidak hanya mempengaruhi kematangan dan perkembangan pubertas.

,
namun juga memperngaruhi pertumbuhan dalam tinggi badan. Status nutrisi memiliki
peran penting dalam hal pertumbuhan anak, seperti halnya anak stunting akibat
malnutrisi, dan juga nutrisi berlebih mengakibatkan perawakan tinggi lebih cepat
dibandingkan anak seusianya.. Anak mengalami masa pacu tumbuh yang lebih awal
namun saat proses pertumbuhan itu hampir selesai kecepatan tersebut akan berkurang
relatif dibandingkan relatif dibandingkan anak normal.. Anak dengan obesitas akan
mengalami masa pertumbuhan yang cepat (growth spurt) dan usia tulang lebih cepat
matang sehingga pada usia prapubertas anak akan memiliki tinggi yang lebih dari rata-
rata anak seusianya. Pada pemantauan jangka panjang terhadap anak yang overweight
dan obesitas memperlihatkan terjadinya akselerasi kenaikan tinggi badan sesudah
kenaikan berat badan yang cepat. Pada saat anak mendekati usia dewasa , kecepatan
pertumbuhan mereka akan berkurang relative terhadap kecepatan pertumbuhan anak
seusianya, Sehingga tinggi badan akhir yang dicapai tetap sama dengan tinggi badan rata-
rata kedua orangtuanya bahkan bisa lebih rendah. Dan tinggi badan dapat lebih rendah
dari anak seusianya yang tidak obesitas.
Pada obesitas terjadi abnormalitas aksis GH-IGF (growth hormone-insuline growth
factor). Perubahan yang terjadi adalah menurunnya sekresi dan sintetis GH (growth
hormone), meningkatnya kadar GHBP (growth hormone binding protein) dan klirens GH
(growth hormone); keadaan ini disebut hiposomatotropisme. Diduga sekresi GH menurun
akibat peningkatan kadar leptin yaitu hormon yang dihasilkan sel lemak. Peningkatan
pertumbuhan pada obesitas diperkirakan merupakan akibat dari peningkatan
bioavailbilitas IGF, sedangkan kadar GH yang rendah merupakan akibat efek supresi
IGF.1
2. Anak yang obese cenderung tetap menjadi obes hingga usia dewasa. Hal ini terutama
terjadi bila anak dengan paling tidak salah satu orang tuanya juga obes berat. sekitar 40-
70% anak prepubertal dengan obes akan menjadi obes pada saat dewasa.2

Lailani, 2003. Pertumbuhan Fisik anak Obesitas. Sari pediatri 5(3) : 99-102

Reilly JJ, Methven E, McDowell ZC, Hacking B, Alexander D, Stewart L, Kelnar CJH
2017. Health consequences of obesity. Archive of all Online Issues, 88: 748-752.