Anda di halaman 1dari 14

PENGANTAR PLSBT

Oleh
Ir. Agus Hasbi Noor, M.M.Pd.
Evolusi Kesadaran (1)
• Dalam pandangan aliran neo-evolusionisme / neo
Darwinisme, evolusi fisikal manusia sudah berakhir.
Kini manusia sedang berjalan dalam evolusi non-fisik,
khususnya kesadaran dan nilai.
• Dalam evolusi ini, arah gerak peradaban selalui
diandaikan menuju kondisi yang terbaik (meski
faktanya tidak selalui begitu).
• Adakalanya manusia berputar pada titik yang sama,
namun dipersepsi seolah-olah sedang bergerak maju,
namun sesungguhnya tidak beranjak sedang menjadi
lebih baik (Bahkan mungkin sebaliknya).
Evolusi Kesadaran (2)
• Antara maju, diam ditempat dan mundur, tidak cukup
tersadari karena kita memang tidak tahu atau tidak
mau tahu bagaimana semua itu sedang bergerak,
berubah atau tumbuh dan berkembang.
• Semua dipandang sebagi pergerakan, perubahan,
pertumbuhan dan perkembangan alamiah belaka yang
diikuti begitu saja tanpa ada upaya untuk memberi
arah. Semua dipandang mengalir seperti sungai
menuju laut.
• Apalagi arah perubahan, pertumbuhan dan
perkembangannya sendiri tidak berjalan linier. (maju,
mundur, atas, bawah, lama dan baru muncul bersatu
begitu rumit bahkan semrawut.
Evolusi Kesadaran (3)
• Karena kita memang berjalan dalam dinamika
spiral yang terkadang membuat kita merasa
sedang maju, padahal sedang mundur, terasa
naik namun sesungguhnya turun. Atau bisa
saja hanya berjalan ditempat saja, selama
beberapa waktu namun dipandang kita
sedang melakukan perjalanan menuju kondisi
yang lebih baik.
Dinamika Spiral
(adaptasi dari Center for Human Emergence)

• Instinktif
• Imitatif
• Egosentris
• Rasional
• Qolbu
• Holistik
Acuan Nilai
• Acuan nilai dasar yang hendaknya menjadi
acuan dalam segenap tindakan, pikiran, dan
perilaku (Prof. Achmad Sanusi) :
1. Nilai ilahiyah / teologis
2. Nilai guna/manfaat/teleologis
3. Nilai logis
4. Nilai etis
5. Nilai estetis
Kompleksitas
• Dunia sosial, budaya, ekonomi, pendidikan,
komunikasi, ilmu pengetahuan dan teknologi
memiliki kecepatan yang berbeda dalam
tumbuh, berkembang, dan berubah.
• Kondisi inilah yang membuat kita berada
dalam kondisi kompleksitas yang bisa saja
akhirnya membawa pada kesemrawutan
(chaos).
Timbul pertanyaan ?
Mata kuliah apa yang paling tepat
untuk mengatasi kompleksitas
dalam menghadapi masalah-
masalah kehidupan tersebut?
Pengertian PLSBT
• PLSBT merupakan studi (telaah) terhadap
masalah-masalah kealaman, sosial, dan
kejiwaan secara scientific-comprehensive-
general-interdisciplinary-empiric dalam
perspektif pendidikan untuk dicarikan
alternatif pemecahannya.
Latar belakang munculnya PLSBT
1. Perkembangan ilmu pengetahuan yang dari
waktu ke waktu semakin cepat, banyak dan
terspesialisasikan.
2. Perkembangan masyarakat yang dari waktu
ke waktu semakin komplek, ruwet, rumit dan
pelik.
(Riyanto, 2000:26)
Latar Belakang PLSBT
• Mata kuliah PLSBT merupakan salah satu MKU
dengan bobot 2 SKS, yang merupakan fusi
(gabungan) dari Ilmu Alamiah Dasar (IAD), Ilmu
Sosial Dasar (ISD), dan Ilmu Budaya Dasar (IBD).
• Mengapa PLSBT lahir ? Kompleksitas masalah
kealaman, masalah sosial, dan masalah yang
ditimbulkan dari efek ilmu dan teknologi.
• Masalah sosial misalnya : pedagang kaki lima,
kemacetan  masalah tidk selesai  karena
pemecahan parsialnya atau tidak utuh.
Mengapa PLSBT ?
• Sejauh ini para ilmuwan sepakat bahwa
semua ilmu lahir dari ilmu filsafat, dari hasil
pemikiran yang menyeluruh, mendasar, dan
spekulatif.
• Tiga rumpun ilmu :
1. Ilmu-ilmu Kealaman (IIK)
2. Ilmu-ilmu Sosial (IIS)
3. Ilmu-ilmu Budaya (IIB)
• Dari ketiga rumpun ilmu tersebut di atas,
diperguruan tinggi di wujudkan menjadi tiga
MKU , yaitu :
1. Ilmu Alamiah Dasar (IAD) diturunkan dari IIK
2. Ilmu Sosial Dasar (ISD) diturunkan dari IIS
3. Ilmu Budaya Dasar (IBD) diturunkan dari IBD
Tugas Ketiga Ilmu Tersebut adalah
• IAD  bertugas menawarkan alternatif pemecahan
masalah yang timbul dalam lingkup kealaman, misalnya
banjir, pencemaran (polusi), dlsb.
• ISD  bertugas menawarkan alternatif pemecahan
masalah yang timbul dalam lingkup sosial, misalnya
kriminalitas, kemacetan lalulintas, anak jalanan,
perdagangan manusia, dlsb.
• IBD  bertugas menawarkan alternatif pemecahan
masalah yang timbul dalam lingkup kebudayaan
kejiwaan, misalnya mentalitas disiplin dlsb.