Anda di halaman 1dari 8

Profil Stadion Utama Riau

Kota : Pekanbaru, Riau


Dibangun : Tahun 2009
Tipe Stadion : Stadion Madya (Olympic)
Kategori :A
Sarana olahraga meliputi:
International Standard Football Pitch
Atletik
Squash-9 counts
Tempat duduk (kapasitas kursi)
Lower tier
Upper tier
Sebanyak lebih dari 43.000 kursi
Pendukung (sarana pendukung)
Podium dan Kamar VIP
Restoran - 9 unit
Toko - 18 unit
Management Office
Kedokteran unit
Masjid

KONSEP DESAIN
Mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olah raga menjadi upaya
serius yang dilakukan pemerintah guna membina semua lapisan masyarakat untuk bisa
hidup sehat dan sportif.Untuk mendukung tujuan itu kiranya tak berlebihan jika pemerintah
pusat maupun Pemda terus menggalakkan pembangunan sarana dan prasarana olah raga
Mulai dari bentuknya yang mengadopsi rangka perahu, yang menggambarkan masyarakat
Riau pada zaman dulu hidup sebagai nelayan dan bahan yang digunakan dominan material
import. Seperti halnya untuk atap sengaja didatangkan dari Yunani, berbahan Kalzif.

Rangka Perahu Stadion Utama Riau yang diadomsi


dari rangka perahu

Stadion utama riau yang seperti


perahu terbalik
Struktur Konstruksi
1. ATAP

Struktur atap Stadion Utama Riau merupakan sebuah struktur atap bentang lebar yang
dalam perencanaannya didesain sebagai atap lengkung yang memiliki nilai artistik tinggi dengan
konstruksi berupa sistem rangka baja yang dibuat melengkung. Struktur utama pada rangka
struktur atap stadion ini menggunakan sistem rangka batang bidang (Plane truss) dengan bentang
struktur mencapai hingga 45 meter

Rangka batang bidang merupakan susunan elemen- elemen linear yang membentuk segitiga atau
kombinasi segitiga yang secara keseluruhan berada di dalam satu bidang tunggal. Penggunaan
baja dengan sistem struktur ini pada bentang panjang yang berdiri bebas tanpa memang
menghasilkan penggunaan material yang lebih sedikit namun juga menghasilkan profil yang lebih
besar dan berat hingga akan sangat berpengaruh pada perencanaan struktur dibawahnya dan
tentunya juga proses mobilisasi. Namun jika diperhatikan lebih jauh, penggunaan sistem rangka
bidang (Plane truss) sebagai penyusun struktur utama dengan rangka ujung berdiri bebas terlihat
jarang dipergunakan pada struktur stadion, hampir seluruh bangunan.
Struktur planet truss

Stadion dengan struktur atap bentang lebar, Bahkan untuk struktur rangka atap stadion lain
yang terdekat dengan stadion utama Riau seperti stadion renang Rumbai Sport Centre, Stadion
Gelanggang Remaja dan Stadion anggar yang berada di Universitas Lancang Kuning di Rumbai
juga menggunakan sistem Rangka ruang (Space truss). Struktur rangka ruang adalah komposisi
dari batang-batang yang masing-masing berdiri sendiri, memikul gaya tekan atau gaya tarik
yang sentris dan dikaitkan satu sama lain dengan sistem tiga dimensi atau ruang
2. Kolom

Struktur Kolom SUR

Dengan mengetahui secara detail kondisi lapangan maka pihak kontraktor akan mampu
melangkah lebih jauh dalam upaya optimasi dengan inovasi metode dan sistem konstruksi yang
memungkinkan diterapkan di sini, Sebagai contoh, misalnya; dalam penerapan sistem pracetak
untuk konstruksi beton yang diperlukan baik di dalam maupun di luar stadion. Semula kalau
dibuat dengan kolom beton akan memiliki dimensi 1m x 2,5m yang dinilai terlalu boros. Untuk
efisiensi pelaksanaan maka konstruksinya diganti dengan baja yang dibalut dengan cladding dari
aluminium composite panel (ACP), dengan performance lebih mewah. Dijelaskan ada beberapa
konstruksi struktur stadion yang mengalami revisi desain, seperti pada bagian konstruksi listplank
luar atap stadion. Semula akan dibuat dengan cor beton keliling atap stadion, namun hal ini
tidak mudah dikerjakan karena harus memasang scaffolding setinggi belasan meter mengelilingi
stadion. Dengan pertimbangan teknis dan efisiensi lalu konstruksi listplank diganti dengan sistem
pracetak berupa GRC.
3. Balok & Listplank
Penggantian listplank dari beton menjadi GRC sangat efektif karena bukan hanya mudah
dikerjakan juga lebih cepat dan relatif lebih hemat. GRC ini lalu di finish dengan cat khusus yang
tahan terhadap cuaca, sehingga lebih awet ketahanan warnanya. Di bagian lain ditempuh juga
inovasi dengan mengubah sistem konstruksi dari cor di tempat menjadi sistem pracetak terutama
pada bagian tribun. Di bagian ini, ujar Nanang, sistem pracetaknya dibuat mock up di halaman
stadion untuk memberi contoh dari PP yang pernah membuat tribun dengan sistem pracetak
di stadion Samarinda. Konstruksi tribun untuk stadion Riau dibuat dengan panjang bervariasi
yang semula hanya 3 m menjadi 6 sampai 8 m dan diprestress sehingga bentuknya lebih langsing.
Dengan sistem pracetak prategang ini, maka bisa dikurangi jumlah balok dari 4 buah menjadi 2
buah. Dengan demikian, bisa lebih hemat dan cepat. Secara konstruksi perubahan bentuk tribun
konvensional dengan sistem pracetak prategang memiliki kekuatan sama, namun secara biaya bisa
jika semula harus dibuat dengan sistem konvensional harus membuat balok sedikitnya 6000 buah
balok dihemat menjadi hanya 4.000 buah balok untuk konstruksi tribun. Dengan begitu, secara
waktu mulai dari produksi hingga pemasangan di lapangan lebih cepat

Listplank GRC

Tribun Pra Cetak


4. Pondasi

Pondasi yang digunakan pada bangunan Stadion Utama Riau ini adalah pondasi pile cap. Pondasi
pilecap (tiang pancang) adalah bagian dari struktur yang digunakan untuk menerima dan
mentransfer (menyalurkan) beban dari struktur atas ke tanah penunjang yang terletak pada
kedalaman tertentu. Setelah pekerjaan pile yang meliputi pengeboran dan pemotongan pile yang
tersisa di permukaan tanah, maka dilakukan penulangan untuk membuat pile cap. Pile cap tersusun
atas tulangan baja berdiameter 16mm, 19mm dan 25mm yang membentuk suatu bidang dengan
ketebalan 50mm dan lebar yang berbeda-beda tergantung dari jumlah tiang yang tertanam.
Fungsi dari pile cap adalah untuk menerima beban dari kolom yang kemudian akan terus
disebarkan ke tiang. Pile cap merupakan suatu cara untuk mengikat pondasi sebelum didirikan
kolom di bagian atasnya. Pile cap ini bertujuan agar lokasi kolom benar-benar berada dititik
pusat pondasi sehingga tidak menyebabkan eksentrisitas yang dapat menyebabkan beban
tambahan pada pondasi. Selain itu, seperti halnya kepala kolom, pile cap juga berfungsi untuk
menahan gaya geser dari pembebanan yang ada.Selain itu, bentuk dari pile cap juga bervariasi
dengan bentuk segitiga dan persegi panjang. Jumlah kolom yang diikat pada tiap pile cap pun
berbeda tergantung kebutuhan atas beban yang akan diterimanya. Terdapat pile cap dengan
pondasi tunggal, ada yang mengikat 2 dan 4 buah pondasi yang diikat menjadi satu.
DAFTAR PUSTAKA
1. https://www.scribd.com/document/372431341/struktur-bangunan-stadion-riau-dan-l-avenue
2. http://repository.uin-suska.ac.id/6561/3/BAB%20II.pdf
3. https://www.scribd.com/doc/144541979/Bentang-Lebar-Stadion-Utama-Riau