Anda di halaman 1dari 5

5

MOTIVASI BELAJAR

A. Pengertian Motivasi Belajar

Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri

maupun dari luar siswa (dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan

kondisi-kondisi tertentu) yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada

kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

Dengan demikian motivasi sangat berpengaruh terhadap hasil belajar seseorang. Apabila

seseorang tidak mempunyai motivasi untuk belajar, maka orang tersebut tidak akan

mencapai hasil belajar yang optimal. Untuk dapat belajar dengan baik diperlukan proses

dan motivasi yang baik.

B. Pentingnya Motivasi Belajar

Motivasi belajar sangat penting bagi siswa dan guru. Pentingnya motivasi belajar bagi

siswa ( Dimyati, 2006: 85 ) adalah sebagai berikut:

1. Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan hasil akhir.

Contohnya : setelah siswa membaca suatu bab buku bacaan, di bandingkan

dengan temannya sekelas yang juga bab tersebut, ia kurang berhasil menangkap isi,

maka ia terdorong membaca lagi.

2. Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang di bandingkan dengan teman

sebaya.

Sebagai ilustrasi jika terbukti usaha belajar seorang siswa belum memadai

maka ia berusaha maka ia berusaha setekun temannya yang belajar dan berhasil.

3. Mengarahkan kegiatan belajar, sebagai ilustrasi setelah ia ketahui bahwa bahwa

dirinya belum belajar secara serius, seperti bersenda gurau di dalam kelas maka ia

akan merubah perilaku belajarnya.


6

4. Membesarkan semangat belajar.

Contoh seorang anak yang telah menghabiskan banyak dana untuk sekolahnya

dan masih ada adik yang di biayai orang tua maka ia akan berusaha agar cepat lulus.

5. Menyadarkan bahwa adanya perjalan belajar dan kemudian bekerja ( di sela-selanya

ada istirahat atau bermain ) yang berkesinambungan.

Individu di latih untuk menggunakan kekuatannya sedemikian rupa hingga

dapat berhasil. Sebagai ilustrasi, setiap hari siswa di harapkan untuk belajar di rumah,

membantu orang tua dan bermain dengan temannya. Apa yang di lakukan di

harapkan dapat berhasil memuaskan.

Beberapa hal di atas menunjukkan betapa pentingnya motivasi tersebut di sadari

oleh pelakunya sendiri . bila motivasi di sadari oleh pelaku, maka sesuatu pekerjaan

dalam hal ini yaitu tugas belajar akan terselesaikan dengan baik.

C. Unsur-unsur yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

Dimyati dan Mudjiono (2002: 97-100) berpendapat bahwa terdapat beberapa hal yang

dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa, hal-hal tersebut ialah sebagai berikut:

1. Cita-cita atau aspirasi siswa.

Motivasi belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil seperti keinginan belajar

berjalan, makan makanan yang lezat, berebut permainan, dapat membaca, dapat

menyanyi, dan selanjutnya. Keberhasilan mencapai keinginan tersebut menumbuhkan

kemauan bergiat, bahkan di kemudian hari menimbulkan cita-cita dalam kehidupan.

Timbulnya cita-cita dibarengi oleh perkembangan akal, moral, kemauan, bahasa dan

nilai-nilai kehidupan. Timbulnya cita-cita juga dibarengi oleh perkembangan

keperibadian.
7

2. Kemampuan siswa

Keinginan seorang anak perlu dibarengi dengan kemapuan atau kecakapan

mencapainya. Keinginan membaca perlu dibarengi dengan kemampuan mengenal dan

mengucapkan bunyi huruf. Dengan kemampuan tersebut anak tersebut akan dapat

melaksanakan tugas-tugas perkembangannya.

3. Kondisi siswa

Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi

belajar. Seorang siswa yang sedang sakit, lapar atau marah-marah akan mengganggu

perhatian belajar belajar. Sebaliknya, jika seorang siswa yang sehat, kenyang dan gembira

akan mudah memusatkan perhatian.

4. Kondisi lingkungan siswa

Lingkungan siswa dapat berupa keadaan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan

sebaya dan kehidupan kemasyarakatan. Sebagai anggota masyarakat, maka siswa dapat

terpengaruh oleh lingkungan sekitar.

5. Unsur-unsur dinamis dan belajar dan pembelajaran.

Siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan dan fikiran yang mengalami

perubahan berkat pengalaman hidup. Pengalaman dengan teman sebayanya berpengaruh

pada motivasi dan perilaku belajar. Lingkungan siswa yang berupa lingkungan alam,

lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah dan pergaulan juga mengalami perubahan.

Lingkungan budaya siswa yang berupa surat kabar, majalah, radio, televisi dan film

semakin menjangkau siswa. Kesemua lingkungan tersebut mendinamiskan motivasi

belajar.
8

6. Upaya guru dalam membelajarkan siswa di sekolah dan di luar sekolah.

Upaya pembelajaran di sekolah meliputi hal-hal berikut: (i) menyelenggarakan tertib

belajar di sekolah, (ii) membina disiplin belajar dalam tiap kesempatan, (iii) membina

belajar tertib pergaulan, dan (iv) membina belajar tertib lingkungan sekolah.

D. Cara Meningkatkan Motivasi Belajar

Saat kembali ke ruang kelas Anda, tapi Anda masih tidak bisa mendapatkan diri Anda

termotivasi untuk membaca buku dan mendengarkan guru Anda saat memberi pelajaran?

Apakah ujian besar datang tapi Anda tidak termotivasi untuk belajar ? Apakah Anda

berjuang untuk menemukan motivasi belajar Anda?.

Berikut adalah beberapa tips sederhana yang dapat meningkatkan motivasi untuk

belajar Anda.

1. Mengatur jadwal Belajar.

Mengatur jadwal belajar dalam sehari-hari. Ada baiknya Anda merencanakan Belajar

di hari sebelumnya. Mengatur waktu khusus untuk belajar, dan waktu untuk bermain atau

bersantai. Dengan cara ini, Anda tidak akan khawatir tentang hilangnya waktu belajar,

bersantai dan waktu bermain Anda. sekarang ini mungkin Anda belajar dengan keras,

tetapi Anda tahu suatu saat nanti Anda akan menikmati hasil kerja keras Anda sendiri.

Jadi cara ini akan membuat Anda fokus pada belajar di masa sekarang untuk mencapai

kesuksesan di masa depan.

2. Fokus lima menit.

Untuk memotivasi diri Anda untuk memulai, berikut ini adalah ide yang sangat efektif

yang dapat Anda lakukan: Anda hanya harus bayangkan bahwa Anda hanya berencana

untuk belajar selama 5 menit saja, hanya 5 menit. Katakan pada diri Anda bahwa Anda

akan belajar serius selama 5 menit kemudian Anda akan berhenti setelah 5 menit. Hal ini
9

akan membuat Anda lebih mudah untuk memulai belajar. Biasanya, apa yang terjadi

setelah 5 menit sudah habis, Anda akan menjadi baik dan Anda akan termotivasi untuk

belajar lagi dan lagi. Kuncinya di sini adalah Anda harus memastikan bahwa diwaktu 5

menit itu Anda harus benar-benar 100% fokus belajar.

3. Stop/Start di bagian menarik.

Ketika Anda harus berhenti untuk istirahat, seperti makan atau kegiatan lainnya, Anda

harus berencana untuk berhenti ketika Anda berada di bagian yang menarik dari subjek.

Bagian-bagian yang Anda temukan lebih menarik dan menyenangkan. Hal ini

dimaksudkan agar Anda merasa tertarik dengan apa yang Anda pelajari dan akan

membuat diri Anda penasaran, karena di pengaruhi rasa penasaran saat belajar, hal itu

akan membuat diri Anda jauh lebih mudah untuk kembali belajar karena Anda akan

kembali di bagian yang menyenangkan.

4. Singkirkan/menjauh dari gangguan.

Bila Anda punya TV, Hendphone, Komputer, tempat tidur, majalah dll, yang berada

di sekitar Anda, maka Anda akan mudah tergoda untuk membuang buku Anda. hal ini

dikarenakan diri Anda lebih tertarik pada hal-hal tersebut. Anda harus menghindari hal-

hal tersebut saat Anda akan memulai belajar. dengan menghindari hal itu maka Anda

akan lebih mudah fokus pada apa yang sedang Anda pelajari.

5. Tetapkan Tujuan

Anda harus mempunyai tujuan, Ketika ada target untuk bertujuan, Anda akan lebih

termotivasi untuk bangkit dalam menghadapi tantangan dan akan mendorong motivasi

Anda untuk mencapainya. Itulah sebabnya menetapkan tujuan akan meningkatkan tingkat

motivasi Anda. Rasa puas yang Anda dapatkan dari pencapaian tujuan juga merupakan

penguat keyakinan Anda. tetap fokus ke tujuan Anda, untuk Mencapai apa yang Anda

harapkan.