Anda di halaman 1dari 6

PSAK 10: PENGARUH PERUBAHAN KURS VALUTA ASING

1)Definisi
Suatu entitas dapat melakukan aktivitas yang menyangkut valuta asing dalam dua
cara. Entitas mungkin memiliki transaksi dalam mata uang asing atau memiliki kegiatan
usaha luar negeri. Di samping itu, suatu entitas dapat menyajikan laporan keuangannya
dalam mata uang asing.
2)Penguraian Definisi
 Investasi Neto di dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri
Entitas mungkin memiliki suatu pos moneter yang merupakan tagihan dari atau utang
kepada suatu kegiatan usaha luar negeri. Suatu pos yang penyelesaiannya tidak direncanakan
ataupun mungkin tidak akan terjadi dimasa mendatang, pada hakekatnya adalah bagian dari
investasi neto entitas tersebut di dalam kegiatan usaha luar negeri, dan diperlakukan sesuai
dengan paragraf 30 dan 31.
 Pos – pos Moneter
Fitur utama dari suatu pos moneter adalah hak untuk menerima (atau kewajiban untuk
menyerahkan) suatu jumlah unit mata uang yang tetap atau dapat ditentukan. Contoh yang
termasuk didalamnya: pensiun dan imbalan kerja lainnya harus dibayar dalam kas, kewajiban
diestimasi yang harus diselesaikan secara kas, dan dividen kas yang diakui sebagai
kewajiban.
3)Ringkasan Pendekatan yang Disyaratkan Pernyataan ini
Dalam menyiapkan laporan keuangan, setiap entitas, baik entitas yang berdiri sendiri,
entitas dengan kegiatan usaha luar negeri (seperti sebuah entitas induk) ataupun suatu
kegiatan usaha luar negeri (seperti sebuah entitas anak atau cabang) menentukan mata uang
fungsionalnya.
4)Pelaporan Transaksi Mata Uang Asing ke dalam Mata Uang Fungsional
 Pengakuan Awal
Suatu transaksi mata uang asing adalah suatu transaksi yang didenominasikan atau
memerlukan penyelesaian dalam suatu mata uang asing, termasuk transaksi-transaksi yang
timbul ketika suatu entitas:
a. membeli atau menjual barang atau jasa yang harganya didenominasikan dalam suatu
mata uang asing.
b. meminjam atau meminjamkan dana ketika jumlah yang merupakan utang atau tagihan
didenominasikan dalam suatu mata uang asing; atau

1
c. memperoleh atau melepas aset, atau mengadakan atau menyelesaikan kewajiban yang
didenominasikan dalam suatu mata uang asing.
 Pelaporan pada Akhir Periode Pelaporan Berikutnya
Pada akhir setiap periode pelaporan:
a. pos moneter mata uang asing harus dijabarkan menggunakan kurs penutup;
b. pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis, dalam suatu mata uang asing harus
dijabarkan menggunakan nilai tukar pada tanggal transaksi; dan
c. pos nonmoneter yang diukur pada nilai wajar, dalam mata uang asing harus
dijabarkan menggunakan nilai tukar pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan.
 Pengakuan Selisih Nilai Tukar
Selisih nilai tukar yang timbul pada penyelesaian pos moneter atau pada penjabaran
pos moneter pada kurs yang berbeda dari kurs pada saat pos moneter tersebut dijabarkan pada
pengakuan awal selama periode atau pada periode laporan keuangan sebelumnya, harus
diakui dalam laba atau rugi dalam periode pada saat terjadinya.
 Perubahan dalam Mata Uang Fungsional
Pengaruh dari perubahan dalam mata uang fungsional diperlakukan secara prospektif.
Dalam kata lain, suatu entitas menjabarkan semua pos-pos ke dalam mata uang fungsional
yang baru menggunakan nilai tukar pada tanggal perubahan itu. Hasil dari jumlah yang
dijabarkan untuk pos nonmoneter dianggap sebagai biaya historis entitas.
5) Penggunaan Mata Uang Pelaporan Selain Mata Uang Fungsional
 Penjabaran dalam mata uang pelaporan
Entitas dapat menyajikan laporan keuangannya dalam mata uang (atau beberapa mata
uang) apapun. Jika mata uang penyajian berbeda dari mata uang fungsional entitas, entitas
menjabarkan hasil dan posisi keuangannya ke dalam mata uang penyajian.
Hasil dan posisi keuangan dari suatu entitas yang mata uang fungsionalnya bukan
mata uang dari suatu ekonomi hiperinfl asi1 harus dijabarkan ke dalam mata uang pelaporan
yang berbeda menggunakan beberapa prosedur
 Penjabaran Kegiatan Usaha Luar Negeri
Penggabungan dari hasil dan posisi keuangan dari suatu kegiatan usaha luar negeri
dengan entitas pelapor mengikuti prosedur konsolidasi normal, seperti eliminasi saldo antar
kelompok dan transaksi antar kelompok dari suatu entitas anak (lihat PSAK 4: Laporan
Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri dan PSAK 12: Bagian
Partisipasi dalam Ventura Bersama).

2
 Pengaruh Pajak atas Semua Selisih Nilai Tukar
Keuntungan atau kerugian pada transaksi mata uang asing dan selisih nilai tukar yang
timbul pada penjabaran hasil dan posisi keuangan dari suatu entitas (termasuk suatu kegiatan
usaha luar negeri) ke dalam suatu mata uang yang berbeda mungkin memiliki pengaruh
pajak. PSAK 46 diterapkan ke pengaruh pajak ini.
 Pengungkapan
Entitas terkadang menyajikan laporan keuangannya atau informasi keuangan lainnya
dalam suatu mata uang yang bukan mata uang fungsionalnya tanpa memenuhi persyaratan-
persyaratan dari paragraf 51. Contohnya, suatu entitas dapat melakukan konversi hanya
terhadap pos-pos tertentu dari laporan keuangannya.

PSAK 55: INSTRUMEN KEUANGAN


1. Tujuan PSAK 55

Tujuan pernyataan ini adalah untuk mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan dan
pengukuran aset keuangan, liabilitas keuangan, dan kontrak pembelian atau
penjualan item nonkeuangan.

2. Ruang Lingkup PSAK 55

Pernyataan ini diterapkan oleh semua entitas untuk seluruh jenis instrumen keuangan,
kecuali untuk:
a. Penyertaan pada entitas anak, entitas asosiasi, dan ventura bersama
b. Hak dan kewajiban dalam sewa
c. Hak dan kewajiban pemberi kerja
d. Instrumen keuangan terbitan entitas
e. Hak dan kewajiban yang timbul dalam kontrak asuransi
f. Kontrak antara pengakuisisi dan penjual dalam kombinasi bisnis
g. Komitmen pinjaman yang diberikan selain dari yang dijabarkan

3. Definisi Instrumen Keuangan

Instrumen keuangan (financial instruments) adalah setiap kontrak yang menambah


nilai aset keuangan (financial assets) entitas dan liabilitas keuangan (financial liability) atau
instrumen ekuitas (equity instruments) entitas lain. Aset keuangan meliputi setiap aset yang
menimbulkan hak kontraktual untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya. Liabilitas

3
keuangan meliputi setiap kewajiban kontrak untuk membayar kas atau aset
keuangan. Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset
suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya.

4. Definisi Derivatif Melekat

Derivatif melekat merupakan komponen dari instrumen campuran (hybrid instrument)


atau instrumen yang digabungkan (combined instrument) di mana di dalamnya termasuk pula
kontrak utama nonderivatif, yang mengakibatkan sebagian arus kas yang berasal dari
instrumen yang digabungkan bervariasi seperti derivatif yang berdiri sendiri. Derivatif
melekat menyebabkan sebagian atau seluruh arus kas yang dipersyaratkan dalam kontrak,
dimodifikasi menurut variabel yang telah ditentukan, antara lain: suku bunga, harga
instrumen keuangan, harga komoditas, nilai tukar mata uang asing, indeks harga atau indeks
suku bunga, peringkat kredit atau indeks kredit, atau variabel lainnya.

5. Klasifikasi Instrumen Keuangan

a. Aset Keuangan
1) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laporan Laba Rugi
Aset keuangan baik yang dimiliki untuk diperdagangkan (misalnya untuk dijual dalam
waktu dekat pada masa mendatang) atau pada saat pengakuan awal telah ditetapkan
oleh entitas untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
2) Investasi yang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo
Aset keuangan dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya
telah ditetapkan serta entitas mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk
memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo.
3) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang
Aset keuangan dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai
kuotasi harga di pasar aktif.
4) Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual
Aset keuangan yang dirancang sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak
diklasifikasikan dalam ketiga kategori di atas.

b. Liabilitas Keuangan
1) Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laporan Laba Rugi

4
Liabilitas keuangan baik yang dimiliki untuk diperdagangkan (misalnya dibeli
kembali dalam waktu dekat pada masa mendatang) atau ditetapkan pada saat
pengakuan awal telah ditetapkan oleh entitas untuk diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi. Contoh: Liabilitas derivatif dan liabilitas diperdagangkan lainnya
2) Liabilitas keuangan yang Diukur dengan Biaya Perolehan Diamortisasi
Semua liabilitas lainnya selain daripada liabilitas yang dinillai pada nilai wajar
melalui laba rugi. Contoh: Utang usaha, utang wesel, dan efek utang yang diterbitkan.

c. Tainting
Entitas tidak boleh mengklasifikasikan aset keuangan sebagai investasi yang
dimiliki hingga jatuh tempo, jika dalam tahun berjalan atau dalam kurun waktu dua
tahun sebelumnya, telah menjual atau mereklasifikasi investasi yang dimiliki hingga
jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan (more than
insignificant) sebelum jatuh tempo.

6. Pengukuran Instrumen Keuangan

a. Pengukuran Awal
Pada saat pengakuan awal, entitas pada umumnya mengukur aset keuangan
menggunakan akuntansi tanggal transaksi pada nilai wajar ditambah biaya transaksi
(fair value plus transaction costs), kecuali aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi pada
awalnya hanya diakui pada nilai wajar (fair value).
b. Pengukuran Berikutnya
Setelah pengakuan awal, aset keuangan dan liabilitas keuangan diukur pada
nilai wajar, biaya perolehan diamortisasi atau biaya perolehan tergantung klasifikasi
apakah nilai wajar dapat ditentukan dengan andal. Pengukuran awal (initial
measurement) dan pengukuran berikutnya (subsequent measurement) atas instrumen
keuangan dan perlakuan akuntansi atas perubahan nilai wajar (keuntungan atau
kerugian kepemilikan yang belum direalisasi – unrealized holding gain or loss)
diklasifikasikan sebagai biaya perolehan, biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar

5
DAFTAR PUSTAKA

Ikatan Akuntan Indonesia. 2014. Standar Akuntansi Keuangan per Efektif 1 Januari 2015.
Jakarta.

https://marieffauzi.wordpress.com/2013/11/16/resume-psak-55-instrumen-keuangan-
pengakuan-dan-pengukuran-2/
(Diakses pada tanggal 5 November 2016)