Anda di halaman 1dari 8

INI CERITAKU “PERJALANAN HIDUPKU”

Hello semua, nama saya Nanda Tri SyahPutra, aku lahir dikota budaya Ponorogo pada
tanggal 25 Juli 1998. Saya anak semata wayang dari pasangan suami istri Misman dan Fitri
Mujiati. Saya tinggal di desa yang jauh dari keramaian kendaraan yaitu di Dusun Djuwet, Desa
Gegeran, Kecamatan Sukorejo Ponorogo. Perjalanan hidup merupakan hal yang akan selalu
dialami oleh setiap individu. Bagi saya perjalanan itu merupakan hal yang paling menarik
didalam hidup ini. Meskipun, setiap perjalanan hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan apa
yang kita inginkan tetapi dari setiap perjalanan hidup, selalu mengandung makna yang apabila
dapat kita pahami makna itu akan berdambak baik bagi hidup kita untuk kedepannya. Bagi saya
hidup didunia merupakan anugerah terindah dari Allah SWT yang akan hanya berlangsung satu
kali tanpa bisa kita ulang.

Saya mengawali perjalanan hidup dari umur 7 bulan disaat saya masih belum genap umur
1 tahun saya ditinggal ibu ke penampungan TKW yang akan berrangkat ke Singapura. Dan pada
akhirnya saya di asuh oleh nenek saya yang merawat sudah selayaknya seperti anak sendiri.
Karena kebanyakan di Desa ku ibu banyak yang yang menjadi TKW di luar negeri dan sang anak
dititipkan ke neneknya jarang yang diasuh bapak. Tetapi ibu juga pulang ke rumah ketika selesai
kontrak dan tetap menjadi ibu yang baik buat saya, setelah dari Singapura ibu pindah ke
Hongkong juga untuk mengadu nasib disana dan untuk keperluan aku juga. Saya lama-lama
mengerti bahwa maksut ibu meninggalkan aku itu baik, bukan untuk kesenangan dirinya tetapi
untuk masa depan anak-anaknya. Dan suatu saat jasa orang yang sayang ke aku, akan saya balas
dengan membuat mereka bangga dengan prestasi saya.

Ketika saya berusia 4 tahun saya masuk ke Taman Belajar Al-Quran di Masjid Desaku
yang setiap hari selalu dianter dan ditemani oleh nenek ku. Awalnya saya malu belajar di TPA
karena bertemu dengan anak-anak asing yang belum saya kenal, tetapi waktu terus berjalan kita
semua menjadi akrab tidak hanya anak-anak di desaku saja yang belajar disitu tetapi anak di
Desa sekitar juga banyak yang belajar disitu. Saya dan kawan-kawan diajar oleh guru yang
sangat sabar yaitu Ibu Sharoh, dia ibu rumah tangga yang masih menyempatkan diri dengan
ikhlas untuk mengajari dan menjadikan anak-anak disekitar dapat mengerti dan bisa membaca
Al-Quran. Banyak kenangan indah disitu saya tidak hanya belajar mengaji tetapi juga belajar
Samproha, Kompang (Rebana) dan lain-lain. Di TPA di desaku setiap tahun menggelar
perlombaan seperti sendok kelereng, makan kerupuk dan lain-lain, serta diadakan pengajian
akbar untuk meramaikan suasana. Saya khatam Al-quran pertama di TPA tersebut pada kelas 5
SD Alhamdulillah.

Setelah akhirnya umur saya matang untuk kesekolah formal saya masuk ke Sekolah dasar
negeri. Yaitu pada umur 6 tahun saya masuk disalah satu Sekolah dasar di daerah saya yang
tidak begitu jauh dari rumah saya sekitar 1 km. Namanya Sekolah Dasar Negeri 2 Gegeran, saya
sangat senang masuk sekolah dikarnakan dengan sekolah saya akan memiliki banyak teman.
Ternyata benar di Sekolah ini saya memiliki banyak teman, waktu kelas 1 SD awal muridnya
adalah sekitar 10 orang, kita saling diem-dieman karena malu, juga karena masih asing dan
belum kenal. Pertama saya takut dengan guru pada saat itu bernama Bu Narsih karena takut
galak dan dan takut salah berbuat sesuatu. Dan pada saat itu masih musimnya guru itu galak dan
pakek tangan. Tetapi waktu terus berjalan, teman-teman semakin kompak dan akrab di awal kita
belajar menghitung, membaca, menulis karena satu kelas tidak memulai pendidikan di taman
kanak-kanak jadi kita memulainya dengan nol.

Tetapi kita sangat cepat dapat berkembang dan dapat mengikuti segala pelajaran dikelas
1, pertama saat awal semester 1 kelas 1 kita jadi gugup karena baru awal menglami ujian.
Bersykurnya. Pada saat itu soal semesternya dibacakan oleh guru nya jadi lumayan membantu
untuk berpikir menemukan jawabannya. Semester telah usai dan rapot dibagikan tetapi tidak
diberi tahu peringkat setiap nilai murid dan setelah habis libur baru diumumkan juara dari kelas 1
sampai kelas 6 di upacara bendera, bersyukurnya saya mendapat peringkat 2m, berlanjut ke
semester 2 kita belajar seperti biasa dan pada semester 2 ini Alhamdulillah saya naik ke kelas 2
dan mendapatkan rangking 1.

Akhirnya memasuki kelas 2 SD disini kita dibimbing sedikit lebih mandii dan diajari
pelajaran dasar tetapi ditingkatkan kesulitannya dabanding kelas 1, hal yang saya ingat dikelas 2
SD adalah murid nya bertambah menjadi 12 orang karena, terdapat kakak kelas yang tidak naik
kelas. Kita dapat membaur satu sama lain dan terdapat pertengkaran satu sama lain dan masih
menangis, disisi lain itu wajar karena kita masih anak-anak. Saat dikelas ini saya pernah di tegur
guru saya karena saya salah mengatakan pecahan matematika dan saya dilempar kapur kecill,
tujuannya baik yaitu untuk membuat saya sadar atas kesalahan saya. Dikelas 2 kita juga belajar
tentang tanaman, proses berkembang tanaman dan hama tanaman dasar dan kita diberi tugas
untuk membuat prakarya tentang menaman tanaman dari biji, di kelas 2 rangking saya turun
menjadi rangking 2 disemester 1, dan kembali rangking 2 di semester 2 dan naik ke kelas 3.

Memasuki kelas 3 kita tingkat kesulitan belajar kita juga bertambah diajari dengan
matematika yang sudah menggunakan FPB dan FPK dan juga diajari tentang pengetahuan
umum, menulis huruf bergandeng, dan pengetahuan sosial lainnya. Dikelas ini terjadi penurunun
murid menjadi 6 siswa karena terdapat siswa yang tidak naik ke kelas dan mendapat penambahan
satu siswa pindahan dari SD lain jadi terdapat 7 murid. Mulai kelas 3 kita sudah diajari tentang
Pramuka Siaga yaitu pramuka untuk anak masih kecil pada kelas ini saya mengikuti lomba
pramuka siaga di kecamatan untuk memperingati hari pramuka 14 Agustus. Walaupun kita tidak
mendapatkan juara tetapi ini untuk menumbuhkan jiwa pramuka anak kecil. Dikelas 3 SD ini
mengalami penurunan peringkat yaitu peringkat 3 di semester 1, tetapi saya berpikir untuk
intropeksi diri, saya giat belajar dan pada akhirnya disemester 2 saya mendapat peringkat 1
kembali dan naik ke kelas 4.

Pada kelas 4 SD yang saya ingat wali kelas di kelas 4 ini adalah bapak Karni, dia
mengajar sudah lama dari awal berdiri sekolah dasar ini. Beliau mengajar pada dengan sedikit
tegas dan displin. Di kelas 4 banyak pelajaran mengarang dan membuat pantun serta puisi dan
pelajaran matematika yang semakin sulit. Dikelas 4 banyak kejadian yang tak terduga yaitu
teman kami drop out dari sekolah kami karena membuat kesalahan yang fatal dan akhirnya
membuat murid sisa 6 saja. Dan dikelas ini pula guru kami marah Karena kami rame dan tidak
memperhatikan pelajaran dan pada hari itu pula kita seharian tidak diaajar dan kami tidak bisa
berbuat apa-apa karena kami masih kecil. Mulai kelas 4 juga kami belajar B.inggris yang masih
sangat dasar. Di semester 1 ini peringkat saya turun kembali menjadi rangking 4 dan saya sempet
menangis kenapa peringkat saya malah turun tapi saya tidak terlarut-larut dalam kesedihan dan
saya tetep menjalani sekolah saya seperti biasa dan tetep belajar dengan giat. Dan pada akhirnya
saya mendapatkan 3 besar di semester 2 yaitu pada peringkat 2 dan naik ke kelas 5.

Di kelas 5 SD murid angkatan saya juga berkurang satu kareana dia pindah sekolah
sehingga hanya tersisa 5 saja. Kelas 5 SD adalah momen terbaik buat saya karena saya
mendapatkan wali kelas dan sekaligus guru yang terbaik yaitu Bapak Yadi, dikelas 5 ini sudah
mengenal rumus matematika, rumus bangun ruang dasar dan sejarah Indonesia serta wawasan
dunia. Dikelas lima saya banyak mengikuti perlombaan seperti gerak jalan pada lomba gerak
jalan ini kita terus berlatih srtiap pagi dan tidak mengikuti pelajaran bagi siswa yang
mengikutinya. Lomba gerak jalan ini adalah setingkat kecamatan yang diikuti SD dan SMP di
Kecamatan Sukorejo. Dikelas 5 ini juga aku mengikuti loba cerdas cermat setingkat kecamatan
dan saya pada pelajaran IPS dan berhasil menjadi juara 3 bersyukur nya bisa membawa nama SD
saya yang sebelumnya suram di bidang pelajaran.

Di kelas 5 ini juga aku mengikuti perkemahan penggalang di Morosari, Kalimalang, yang
diikuti oleh sekolah dasar di kecamatan sukorejo. Banyak pengalaman di perkemahan ini yaitu
mengitu berbagai lomba seperti halang rintang, penjelajahan, pioneering, dan masih banyak lagi.
Di perkemahan ini aku juga mengikuti lomba pidato dan maraih juara 1 dan dapat menambah
poin bagi team sekolahku. Pada malam api unggung aku juga diberi kesempatan untuk menjadi
pasukan pembawa obor Dasadarma, yang dipilih secara selektif antar team, walupun pulang
tanpa juara umum tetapi banyak hikmah yang dapat diambil. Dimasa ini aku mengambil privat
les disebuah lembaga les karena menurut orang tua ku ini juga sangat membantu bidang
akademik ku. Dan pada akhirnya saya mengerti tentang konsistensi belajar, berkat bimbingan
yang ikhlas dari bapak guru dan guru les akhirnya saya mendapat peringkat 1 secara berturut-
turut yaitu pada semester I dan semester II dan naik ke kelas 6.

Pada kelas 6 ini juga banyak perlombaan sebenernya yaitu lomba paduan suara, PBB dan
gerak jalan. Aku mengikuti perlombaan itu semua mewakili sekolah ku yang sebentar lagi aku
tinggali. Dan aku mengikutinya untuk nama baik sekolah SD ku. Dikelas 6 ini murid nya hanya
tinggal 5 saja walapun sedikit rasa kekeluargaan sangat terasa karena akan menghadapi kelas
terkhir. Dan wali kelas kali ini adalah Bu Karti beliau juga sangat sabar untuk membimbing,
memberikan les waktu sore dan menambah pelajaran untuk Ujian Nasional. Di kelas ini saya kita
banayak menghadapi try out, try out, try out untuk ujian nasional. Setelah ujian sekolah, ujian
praktek, dan terakhir ujian nasional. Saya tetap mempertahankan konsistensi peringkat akademik
saya. Bersyukur masih bisa peringkat 1 lagi dan mendapatkan nilai UN terbaik. Disini kita lulus
bersamaan dan melanjutkan kejenjang sekolah menengah pertama tanpa putus hubungan satu
sama lain. Dan pada akhirnya 4 siswa melanjutkan ke smp yang sama termasuk saya dan 1 lagi
ke smp berbeda.

Tamat dari sekolah dasar saya melanjutkan ke Sekolah Menangah Pertama, yaitu di
SMPN 2 Kec. SUKOREJO tidak begitu jauh dari rumah dan SD ku dulu yaitu sekitar kurang
lebih 2 KM dari rumahku. SMP ku ini sangat baik, karena disetiap siswa baru yang masuk akan
diberikan kain seragam gratis untuk dijahitkan sendiri dan aku sangat salut kepada Kepala
Sekolah tersebut. Tidak ada satupun teman kecuali temen SD yang dikenal merupakan hal yang tidak
begitu membahagiakan bagi saya, saya berasa asing berada di Sekolah ini. Hari pertama sekolah
diawali dengan mos (masa orientasi siswa), dimana disaat seperti ini saya harus dapat
bersosialisasi dengan baik agar memiliki teman dan ternyata apa yang awalnya saya fikirkan
buruk tidak seburuk yang terjadi teman teman disini sangat menyenangkan. Awal masuk smp
saya masuk di kelas VIIC entah karena apa teman SD saya malah satu kelas dan hanya saya
sendiri yang terpisah. Tetapi tidak apa-apa mungkin ini memang jalan Allah untuk lebih bisa
bersosialisasi dengan kawan lain.

Dikelas VII C ini aku mendapat wali kelas yaitu Ibu Suin Handayani, beliau tegas dan
terkesan galak awal mula melihat, tetapi prasangkaku salah beliau memang tegas tetapi juga
banyak becandanya. Dan tema-teman disini juga sangat menyenagkan sehingga yang awal
perasaanku pengen pindah sekolah karena gak ada teman menjadi ingin lama-lama disini. Saya
menjadi pengurus kelas disini yaitu menjadi bendahara, sehingga saya harus berhati dengan
mengurus keuangan kelas, sampek-sampek uang kelas saya titipkan ke nenek saya. Di sini saya
mengikuti banyak hal dan banyak kegiatan karena di smp ku wajib megikuti minimal 1
Extrakulikuler, dan memilih 5 sekaligus yaitu Drum band, Musik, MTQ, Jurnalistik, Pramuka.
Entah apa dalam pikiranku dapat mengikuti itu semua.

Pada awal ujian semester satu aku mendapatkan juara ke 3 dalam satu angkatan kelas
VII, dan sangat kaget waktu diumumkan di panggung dan para juara satu sekolahan mendapat
hadiah dari sekolah yang langsung diserahkan oleh kepala sekolah, Alhamdulillahnya lagi aku
mendapat juara 1 dikelas ku bersyukur banget. Dan lanjut di semester 2 aku terpilih untuk
mewakili smp ku di lomba pramuka LLACB (lomba lintas alam cabang bahari) di tingkat
kabupaten yang diikuti oleh sekolah SD dan SMP di kabupaten Ponorogo. Sistem lomba tersebut
yaitu menjelajahi kota Ponorogo sejauh 7 km dan banyak pos-pos yang disetiap pos ada yang
harus dikerjakan soalnya. Walupun kita pada akhirnya gak menang tetapi ada banyak hikmah
dan pengalaman yang bisa diambil dari lomba ini. Disemester 2 ini peringkat ku turun menjadi
peringkat 2 uniknya lagi jumlah nilai ku hanya berbeda satu angka dengan peringkat pertama.
Dan pada akhirnya naik ke kelas VIII

Dikelas VIII aku masuk di VIII A dengan orang yang berbeda, di kelas ini awalnya aku
kurang nyaman, karena satu kelas dengan banyak anak yang bisa dibikang bebal tetapi aku cepat
beradaptasi dan aku tetep terbuka bagi siaapun yang ingin berteman dengan aku. Di tahun ini aku
juga tepilih salah satu dari sekian anak yang dipersiapkan untuk mewakili sekolah di OSN
tingkat kabupaten, kita di beri materi pelajaran soal-soal OSN oleh bapak ibu guru terkait pada
setiap hari sabtu. Tetapi saya gagal mewakili sekolahan saya karena memang ada yang lebih
layak maju disbanding saya. Dan saya juga terpilih menjadi anggota osis yang dipilih
berdasarkan perwakilan kelas, di osis saya menjadi seksi bidang bahasa dan sastra. Dan dikelas 2
juga saya terpilih untuk mewakili sekolah pada lomba pramuka “Gajah Scouting Really” di
SMK PGRI 2 PONOROGO, dan belum berhasil juga mebawa pulang piala. Dan kabar duka juga
terjadi dikelas saya, yaitu teman satu kelas saya meninggal dunia karena kecelakaan yang
menimpanya. Dan ini menjadi cerminan bagi teman-teman satu kelas semua. Dan pada akhirnya
aku tetep konsistensi diperingkat 2 pada semester 1 dan kelas 2 dan naik ke kelas IX.

Dikelas IX aku kembali masuk di kelas XI A yang mana tahun ini siswa yang
mempunyai keunggulan dibanding kelas lain dikumpulkan disini, jadi bisa dikatakan kelas IX A
adalah kelas unggulan dan agar dapat menjadi contoh oleh kelas lain di kelas ini jumlah laki-
lakinya lebih sedikit ketimbang perempuan yaitu hanya 8 saja. Program kelas 9A juga lebih maju
dibanding yang lain dan lebih unggul dibanding yang lain. Pada tahun ini kita study tour ke
malang yaitu ke museum brawijaya dan jatim park 1tujuannya agar siswa dapat mengenal dunia
luar dan dapat menjaga kekompakan dengan siswa lain. Di kelas 9 aku juga dikutsertakan
kembali untuk mewakili sekolah dalam lomba B.Inggris di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo
yang diikuti oleh SMP dikabupaten Ponorogo dan mendapatkan posisi ke 12 dan berhak masuk
ke SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo tanpa test dan biaya pendaftaran Bersyukur walaupun tidak
menang. Dan sya dipercaya kembali untuk mewakili sekolah untuk lomba maple IPS yang di
ikuti oleh SMP d Ponorogo di gedung PGRI Ponorogo walupun tidak menang tetapi tetap
menjadi kebanggaan bagi diri saya sendiri. Dan pada akhirnya dikelas 9 kita menghadapi ujian-
ujian untuk penentu kelulusan setelah banyak pelajaran tambahan dan perjuangan yang dilewati.
Akhirnya angkatan saya lulus 99,99% dan saya masuk 10 besar nilai terbaik, hanya satu yang
tidak lulus karena tidak memenuhi syarat. Dan banyak yang berpisah untuk masa depan mereka
tetapi tetap berhungan satu sama lain.

Setelah tamat dari seolah menegah pertama saya melanjutkan study di ke Sekolah
menegah atas, awalnya saya mendaftar di SMAN 1 Ponorogo, saya berharap lebih untuk dapat
diterima di SMA favorit tersebut tetapi Allah berkata lain saya tidak lulus selesksi di SMA
tersebut. Saya bingung, sempat berfikir ke SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, karena disana
saya tinggal masuk, tapi kenapa ayah menyuruh saya mendaftar ke SMK TI Indonesia Global
Ponorogo yang dimana itu sekolah IT dan masih baru, saya teralnjur masuk di SMK tersebut dan
saya memilih jurusan Multimedia. Masa pertama adalah MOS yang saya tidak mengenali teman-
teman yang lain karena saya hanya sendiru dari SMP saya. Awalnya saya ragu untuk sekolah
disitu karena saya gak yakin

Awal masuk saya berada dikelas X/MM/1 yang berjumalah 20 orang setiap kelas kami
salnag sapa satu sama lain, dan berkenalan didepan satu sama lainnya. Teman disini memang
asyik dan saya bisa cepat beradaptasi disini. Awal masuk kita belajar apa itu multimedia dan
peralatan yang digunakan, kurang lebih definisi multimedia itu gabungan dari beberapa medi
untuk membentuk suatu produk. Di semester 1 kita belum terlalu banyak praktek dan masih
mengembangkan teori-teori smapek akhirnya ujian semester 1 dan di semester ini Alhamdulillah
dapat peringkat ke 3. Di semester 2 lebih banyak praktek yaitu proses video shooting,
perkembangan animasi, praktek membuat animasi dan suasan sekolah ini semakin seru karena
saya dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan pada ujian semester 2 saya tetep
konsisten di peringkat 3 dan naik ke kelas XI/MM/1.

Masih dengan teman yang sama dan kekonyolan yang sama disemester ini kurikulum
berubah menjadi kurikulum 2013 dan banyak pelajaran dihilangkan, di K13 ini siswa wajib
dituntut untuk aktif dalam proses belajar mengajar. Pelajaran tetap berlangsung sama yaitu kebih
banyak praktek dibandinng teori karena untuk memmepersiapkan Prakerin mendatang. Diujian
semester 1 peringkat saya meningkat yaitu peringkat ke 2, dan banyak pembekalan karena akan
berangkat prakerin, kebetulan saya mendapat tempat prakerin yaitu di BBS TV Madiun, dan
untuk sementara saya ngekos disana. Awal mula ngekos saya sangat tidak betah sempet nangis
dan ingin pulang sampai saya merasa hari kok gak pernah berjalan. Awal mula prakerin saya
sangat canggung dan cenderung diem, dan say merasa tidak nyaman disini karena saya merasa
orang disini sangat menjengkelkan. Akhirnya satu bulan berjalan saya merasa tidak betah disini
lagi karena perlkuan yang tidak mengenakan, sehingga saya meminta pindah tempat prakerin
pada pihak sekolah.

Akhirnya saya pindah prakerin di Dona Abadi Poto Slahung Ponorogo, jarak dari rumah
sya cukup jauh yaitu sekitar 30 menit dari rumah saya. Saya disini mersa seperti keluarga sendiri
dan sangat betah. Saling menghargai satu sama lain. Akhirnya Prakerin sudah selesai dan semua
angkatan selesai dan belajar lagi seperti biasanya dan pada ujian semester 2 peringkat saya turun
menjadi peringkat 3 dan naik ke kelas XII/MM/1.

Dikelas XII/MM/1 sekolah pindah gedung karena kontrak gedung yang lama sudah
berakhir. Dan pada saat ramadhan diwajibkan untuk pesantren kilat, karena saya tidak siap
masuk pesantren akhirnya saya stress karena belum beradaptasi, waktu tetep berjalan dan saya
tidak betah dengan kehidupan pondok, akhirnya saya tetap berthan dangan kondisi yang tidak
nyaman di pesantren, dan ketika masa pesantren kilat selesai saya dan teman-teman sangat
bahagia seperti halnya keluar dari kurungan. Disemester ini banyak kekompakan satu kelas
sangat erat mulai dari memberi surprise kepada guru dan Tour ke Bali beserta kunjungan kampus
pada waktu di bali saya dan teman-teman sangat enjoy karena bali adalah surga pariwisata yang
dapat melepas sebentar penat nya sekolah. Di ujian semester ini saya tetep konsisten di
peringkat 3.

Di Semester 2 kelas 12 ini adalah waktu yang paling sibuk bagi siswa smk, disini kita
akan diuji kemampuan kita selam 3 tahun yaitu ujian kompetensi keahlian, yaitu membuat
subuah produk multimedia sendiri. Dikala itu saya membuat iklan produk minuman ringan.
Proses pre production nya sendiri 1 minggu dan pada kesibukan tersebut, kebersamaan,
kekeluargaan, kekompakan kelas berada dilevel atas. Kadang untuk melepas penat kita menyanyi
tidak jelas yang mengakibatkan canda tawa yang tidak tertahankan, terkadang jail satu sama lain
dan bully satu sama lain. Selama satu minggu itu kita pulang sore bahkan sampek pulang jam 10
malam untuk UKK ini. Dan akhirnya tahap finishing atau ujian sebenarnya selam 3 hari itu siswa
dituntut untuk sudah menjadi produk jadi. Dan pada presentasi ada lah waktu mental kita diuji
tetapi pada saat itu saya sangat enjoy the moment dan saya berasa ini interview miss universe
dan rasa gugup itu perlahan hilang.

Setelah UKK banyak ujian lain menanti, jadi banyak pelajaran tembahan untuk
mempersiapakan ujian-ujian lain. Hal yang saya anggap sulit adalah MTK saya sangat tidak suka
di pelajaran ini berkali-kali nilai saya kurang di pelajaran ini tetapi saya tetep belajar keras di
pelajaran ini. Dan setelah ujian Sekolah selesai, ujian nasional di selanggarakan selama 4 hari
teersebut uji mental dan otak sangat diuji tergantung cara kita melakukannya. Setelah UN selesai
sambil menunggu pengumuman kelulusan saya mempersiapkan berbagai perisapan untuk masuk
perguruan tinggi negeri, setelah gagal di SNMPTN saya berharap banyak di SBMPTN.
Pengumuman lulus sudah di umumkan kan dan Alhamdulillah lulus semua walaupun nilai saya
tidak puas karena bukan target saya. Tetapi tetap bersyukur dapat masuk 6 besar terbaik. Momen
purnawiyata dan perpisahan adalah momen special bagi saya karena di momen ini saya akan
berpisah dengan teman-teman konyolku semua. Masa SMK ku merupakan masa dimana kita
akan memperoleh arti sebuah tenggang rasa dan saling menghargai karna dengan saling
menghargai kita akan mendapatkan suatu keadaan kelas yang kompak dan nyaman. Masa SMK
juga masa pencarian jati diri, dikarnakan kita telah harus memikirkan dimana dan kemana kita
setelah ini.

Setelah lulus saya mencoba masuk ke PTN melalui jalur SBMPTN karena saya gagl di
SNMPTN, saya memilih Universitas Negeri Yogyakarta sebegai pilihan saya dan mengambil
jurusan Pendidikan Luar Biasa. Saya sangat extra belajar agar lolos SBMPTN tersebut dan
berdoa agar Allah mengabulkan harapanku. Saya ujian SBMPTN di Yogyakarta tepatnya di
UPN Veteran Yogyakarta, saya bersama teman satu sekolah berdoa yang terbaik disana agar
kami bisa keterima disatu kampus UNY. Tetapi Allah punya rencana lain, saya dan teman sya
tidak lolos SBMPTN kecewa pasti ada tetapi kita sadar memang ini bukan takdir saya. Setelah
itu saya berjuang kembali di Ujian Tulis Universitas Gajah Mada mengharapkan keajaiban
dating pada ujian ini di UGM saya mengambil tekinik kimia sebagai jurusan saya. Soal Utul
UGM sangat sulit dibanding SBMPTN jadi tetap berjuang dan berdoa kepada Allah. Dan
akhirnya keinginan tersebut gugur kembali saya sempat kecewa dan saya berpikiran tidak ingin
kuliah dulu atau menunda 1 tahun.

Dan akhirnya aku mengirimkan lamaran pekerjaan di Cinemaxx Ponorogo saya sempat
dipanggil interview dan menunggu lama apakah aku diterima atau tidak. Saya mengabaikan
lamaran tersebut dan saya konsultasi ke guru smk saya bahwa saya ingin kuliah di Ponorogo saja
dan mengambil keperawatan dan oleh guru saya menyarankan untuk di AKPER Pemkab
Ponorogo, akhirnya saya daftar sendiri di Akper, saya khwatir jika pendaftaran sudah ditutup,
kekhawatiran tersebut tidak terbukti dan saya mengikuti ujian tulis gel. 2 dan saya dinyatakan
lolos dan wajib untuk tes kesehatan. Di Tes kesehatan saya juga dinyatakan lolos Alhamdulillah
Saya jadi Mahasiswa Akper Pemkab Ponorogo. Diawal masuk Akper kita wajib untuk mengikuti
PPS agar dapat mengemban ilmu disini, banyak teman-teman baik disini, saling menghargai
walaupun dari berbagai wilayah dan kita berteman baik disini. Aku percaya bahwa takdir Allah
itu baik dan yakin dengan pilihanku ini, untuk masa depan saya, dan masa depan orang yang
saya banggakan. Sebenarnya saya sudah diterima di perkerjaan tersebuta tetapi saya dapat
informasi setelah saya resmi jadi mahasiwa Akper Pemkab Ponorogo, jadi saya lebih baik
kependidikan dan saya akan berjuang disini. Terimakasih