Anda di halaman 1dari 10

TEORI KEPERAWATAN MERLE H.

MISHEL

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keperawatan sebagai profesi adalah unik karena keperawatan ditujukan ke
berbagai respon individu dan keluarga terhadap masalah kesehatan yang
dihadapinya. Perawat memiliki berbagai peran seperti pemberi perawatan, sebagai
perawat primer, pengambil keputusan klinik, advokat, peneliti dan pendidik.
Perawat seringkali harus melakukan berbagai peran lebih dari satu dalam waktu
yang bersamaa, sehingga dalam menjalankan tugas tersebut perawata harus
memiliki kerangka berpikir yang sama.
Model konseptual keperawatan dikembangkan oleh para ahli keperawatan
tentang keperawatan. Model konseptual keperawatan diharapkan dapaat menjadi
kerangka berpikir perawata. Sehingga perawat perlu memahami beberapa konsep
ini sebagai kerangka konsep dalam memberikan asuhan keperawatan dalam
praktik keperawatan.
Salah satu ahli dalam keperawatan adalah Merle H. Mishel yang termasuk
ke dalaam teori Middle Range dengan teorinya ketidakpastian . Teori ini
mengatakan bahwa untuk mengartikan sebuah makna yang berkaitan dengan
situasi sakit, terjadi ketika pengambil keputusan tidak mampu melaksanakan
tugasnya dalam memaknai secara objektif, atau ketidakmampuan untuk
memprediksi secara akurat hasil yang diharapkan (Mishel, 1998).

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah konsep keperawatan teori Merle H. Mishel itu ?
2. Apakah konsep teoritis dari teori keperawatan Merle H. Mishel?
3. Apakah asumsi utama teori Merle H. Mishel ?
4. Bagaimana konsep teori Merle H. Mishel digunakan di kehidupan
sehari- hari?

1.3 Tujuan Penulisan


1 Tujuan umum

1
Agar mahasiswa dapat membaca dan mempelajari tentang konsep
keperawatan menurut Florence Nightingale.
2. Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui konsep teori keperawatan Merle H. Mishel.
2. Untuk mengetahui konsep utama teori Merle H. Mishel.
3. Untuk mengetahui sumber teoritis Merle H. Mishel.
4. Untuk mengetahui asumsi utama teori Merle H. Mishel.

BAB II
PEMBAHASAN

2
2.1 Biografi Merle H. Mishel
Merle H. Mishel lahir di Boston, Masssachusetts. Mishel lulus dari
University of Boston dengan gelar B.A tahun 1961 dan memperoleh gelar M.S
pada area keperawatan jiwa dari Universitas California tahun 1966. Mishel
menyelesaikan gelar M.A dan Ph.D pada area psikologi social dari Claremont
Graduate School di Claremont, California, tahun 1976 dan 1980. Penyusunan
penelitian disertasi didukung oleh National Research Service Award untuk
mengembangkan dan menguji alat ukur Perceived Ambiguity in Ilness Scale
(MUIS-A). Alat ukur yang asli telah digunakan sebagai dasar untuk 3 pengkuran
sebagai berikut :
1. Versi komunitas ( MUIS-C) untuk individu dengan penyakit kronik yang
tidak mendapatkan perawatan di rumah sakit atau tidak mendapatkan
asuhan medis aktif
2. Pengukuran persepsi orang tua tentang ketidakpastian atau parent’s
perceptions of uncertainty (PPUS) terhadap pengalaman anak mereka yang
sakit.
3. Sebuah alat ukur untuk ketidakpastian yang dirasakan pasangan atau
anggota keluarga lain ketika anggota keluarga sakit (PPUS-FM)
Diawal karir profesionalnya, Mishel bekerja sebagai perawat jiwa di ruang
rawat akut dan lingkup komunitas. Saat menyelesaikan studi doktoralnya, Mishel
bekerja sebagai asisten professor hingga menjadi professor sepenuhnya di fakultas
keperawatan California State University di Los Angeles.

2.2 Sumber Teoritis Mishel


Ketika Mishel memulai penelitiannya mengenai konsep ketidakpastian,
konsepnya tersebut tidak dikaitkan dengan konteks kesehatan dan penyakit. Teori
Ketidakpastian dalam pnyakit mulanya (Mishel, 1998) dirancang dari model
proses informasi yang telah ada sebelumnya (Warburton, 1979) dan penelitian
tentang kepribadian (Budner, 1962) dari psikologi yang mengkategorikan
ketidakpastian sebagi kondisi kognitif sebagai hasil dari tidak cukupnya isyarat
dengan bentuk skema kognitif atau situasi atau kejadian internal yang
dipersepsikan. Mishel menambahkan kerangka kerja penilaian stress – adptasi-
koping dalam teori asli dengan hasil studi Lazarus dan Folkman (1984). Aspek
unik dalam kerangka kerja ini adalah adanya tambahan mengenai konsep

3
ketidakpastian dalam kontek suatu penyakit sebagai stresornya, hal in sangat
penting bagi keperawatan.

2.3 Konsep Utama Merle H. Mishel


1. Ketidakpastian
Ketidakpastian adalah ketidakmampuan untuk mengartikan sebuah makna
yang berkaitan dengan situasi sakit, terjadi ketika pengambil keputusan tidak
mampu melaksanakan tugasnya dalam memaknai secara objektif, atau
ketidakmampuan untuk memprediksi secara akurat hasil yang diharapkan
(Mishel, 1998).
2. Skema Kogntif
Skema Kognitif adalah interpretasi subjektif seseorang tentang penyakit,
pengobatan, dan pemberian asuhan (Mishel, 1998).
3. Kerangka Stimulus
Kerangaka stimulus adalah bentuk, komposisi, dan struktur stimulus mengenai
persepsi seseorang yang dibentuk secara struktur membentuk suatu skema
kognitif (Mishel, 1988).
4. Pola Gejala
Pola gejala adalah tingkat gejala yang ditunjukkan secara konsisten yang
dimaknai sebagai pola atau konfigurasi (Mishel, 1988).
5. Familiaritas Kejadian
Familiaritas Kejadian adalah derajat situasi kebiasaan atau pengulangan atau
terdiri dari berbagai isyarat atau tanda yang dapat dipahami (Mishel, 1988).
6. Ilusi
Ilusi dijabarkan sebagai kepercayaan yang dibentuk akibat ketidakpastian
(Mishel, 1988)
7. Adaptasi
Adaptasi merefleksikan sikap biopsikosisal di dalam diri individual seseorang
dalam rentang sikapnya secara umum (Mishel,1988).
8. Pandangan baru tentang kehidupan
Pandangan baru tentang kehidupan baru diartikan sebagai perumusan perasaan
baru yang dihasilkan dari integrasi ketidakpastian secara terus menerus dalam
struktur sebagai individu, yaitu ketidakpastian diterima sebagai ritme alami
dari kehidupan (Mishel, 1988).
9. Pemikiran Probabilitas
Pemikiran Probabilitas dimaknai sebagai keyakinan terhadap kondisi yang
terjadi yakni ekspektasi kepastian dan suatu prediksi atau peluang diabaikan
(Mishel, 1988).

4
2.4. Asumsi Utama
Teori ketidakpastian dalam kesaitan Mishel merupakan teori middle-range dan
berfokus pada manusia. Teori ketidakpastian dalam kesakitan asli Mishle yang
pertama kali diterbitkan pada 1988, termasuk beberapa asumsi utama. Dua
asumsi pertama dalam teori yang mencerminkan bagaimana ketidakpastian
dikonsepkan dalam model psikologi proses informasi adalah sebagai berikut:
1. Ketidakpastian merupakan kondisi kognitif, menunjukkan tidak
adekuatnya skema kognitif yang ada untuk mendukung inteprestasi dari
kejadian-kejadian yang berhubungan dengan penyakit.
2. Ketidakpastian merupakan pengalaman yang netral, tidak diinginkan dan
tidak dihindari sampai dinilai sebagai pengalaman demikian.
Dua asumsi lainnya mencerminkan akar teori ketidakpastian dalam model
tradisional stres dan koping yang mengajukan hubungan liner stres , koping,
adaptasi sebagaimana berikut:
3. Adaptasi mencerminkan keberlanjutan perilaku biopsikososial seorang
individu pada normalnya dan merupakan hasil yang diharapkan dari usaha
koping untuk mengurangi ketidakpastian yang dinilai sebagai bahaya atau
mempertahankan ketidakpastian yang dinilai sebagai kesempatan.
4. Kejadian penyakit, ketidakpastian, penilaian, koping dan adaptasi
memiliki hubungan linier dan satu arah, bergerak dari situasi-situasi yang
mempromosikan ketidakpastian menuju adaptasi.
Mishel menentang asumsi ke 3 dan 4 rekonseptualisasi teorinya, yang
dipublikasikan pada 1990. Rekonseptualilasi merupakan dampak dari adanya
temuan yang kontadiktif ketika teori tersebut diterapkan pada orang-orang dengan
penyakit kronis. Formulasi awal dari teori menyatakan bahwa ketidakpastian
secara umum dinilai sebagai kesempatan hanya pada kondisi yang menunjukkan
arah menurun yang diketahui, dengan kata lain, ketidakpastian dinilai sebagai
kesempatan ketika dibandingkan kepastian yang negatif. Mishel dan yang lainnya
menemukan bahwa orang-orang juga menulai ketidakpastian sebagai sebuah
kesempatan dalam situasi tanpa arah menurun yang jelas, terutama pada penyakit-
penyakit kronis jangka panjang dan bahwa dalam konteks ini orang-ornag sering
kali mengembangkan pandangan baru mengenai kehidupan.

5
Pada saat ini Mishel melihat pada teori chos untuk menjelaskan bagaiman
ketidakpastian berkepanjangan dapat berfungsi sebagai katalis untuk megubah
perspektif seorang tentang kehidupan dan penyakit. Teori chaos berkontribusi
untuk dua dari asumsi-asumsi teoritis yang menggantikan bagian hasil dari stres,
koping, adaptasi yang liner sebagai berikut:
a. Orang/manusia, sebagai sistem biopsikososial secara umum bekerja
(berfungsi) dalam kondisi jauh dari titik ekuilibrium.
b. Fluktuasi besar-besaran pada sebuah sistem jauh dari titik ekuilibrium
meningkatkan kemampuan sistem menerima perubahan
c. Fluktuasi menyebabkan pemolaan ulang, yang diulang pada setiap
tingkatan dalam sistem tersebut
d. Orang/manusia, Mishel menjelaskan bahwa pengalaman pribadi manusia
adalah salah satu hal yang terpenting dalam teorinya, yang berfokus pada
kepribadian dan kekeluargaan. Perasaan ketidakpastian bisa bertolak
belakang pada semua tahapan rasa sakit, karena sebuah pertanyaan tentang
kekambuhan penyakit adalah hal yang besar pada sebuah tingkatan
ketidakpastian dari yang orang rasakan.
e. Lingkungan, Lingkungan adalah suatu sistem yang dapat merubah energi
dan permasalahan bagi manusia. Lingkungan luar termasuk dari bagian
dan struktur kekebalan tubuh manusia, lingkungan pribadi berasal dari
kognitif yang bisa dikendalikan sesuai kapasitas masing – masing.
f. Kesehatan, Ketidakpastian mekanisme dari koping sangat penting untuk
diketahui sampai ke kondisi kesehatan dan kebugaran dari masing –
masing individu. Ketidakpastian berkonstribusi pada mekanisme
penduplikasian maladaptive dan masalah kesehtaan. Dari berbagai macam
teori yang berdasarkan pada alat, pengukuran dalam ketidakpastian dapat
memfasilitasi pola dari efektivitas intervensi promosi koping.
g. Perawat, peran perawat adalah untuk mendorong klien berfikir mengenai
adanya peluang kemungkinan, dengan berfokus meyakinkan klien.
Perawat mempromosikan cara lain kepada klien untuk menyesuaikan diri
dengan perubahan diri dengan perubahan sakit yang mereka alami, karena
ada banyak faktor yang mempengaruhi seorang pasien/klien sakit dalam
menanggapi penyakit.
Dalam teori Mishel yag telah direkonseptualisasi, baik latar belakang dari
kepastian maupun proses penilaian kognitif dari ketidakpastian sebagai bahaya

6
ataupun sebagai kesempatan, tidak berubah. Akan tetapi, ketidakpastian dengan
semakin bertambahnya waktu, dihubungkan dengan sebuah penyakit serius,
berfungsi sebagai sebuah katalis untuk fluktuasi dalam sistem dengan mengancam
model kognitif kehidupan yang sudah ada yang dapat diprediksi dan dapat
dikendalikan. Karena ketidakpastian terserap dalam hampir seluruh aspek
kehidupan seseorang, efekya menjadi terkonsentrasi dan akhirnya mengancam
stabilitas sistem tersebut. Sistem pada akhirnya harus berubah demi
keberlangsungan sistem sebagai respon atas keberlangsungan sistem sebagai
respons atas kebingungan dan disorganisasi yang lahir dari ketidakpastian yang
berkelanjutan.

Model ketidakpastian dalam penyakit yang dipersepsikan

2.5 Konsep Teori Merle H.Mishel dalam Kehidupan Sehari - hari


Bagian 1 : Teori Asli

7
Rosa, seorang ibu berusia 45 tahun dari 3 anak, telah didiagnosis dengan
kanker payudara stadium III. Sebuah benjolan tedeteksi di payudara kirinya ketika
pemeriksaan ginekologi tahunan yang ia lakukakan, dan dia telah menalani
pemeriksaan diagnostic yang menyeluruh, termasuk mamografi dan biopsy nodus
sentinel. Dia dirujuk oleh dokter utamanya untuk program kanker payudara yang
menyeluruh di pusat medis regional yang berjarak 2 jam dari rumahnya. Tim
multidisiplin telah merekomendasi Rosa menjalani kemoterapi pra operasi, diikuti
oleh mastektomi parsial dan bedah rekonstruksi. Suami Rosa telah menemaninya
pada berbagai pertemuan medis, tapi ia tidak dapat menghadiri konferensi akhir,
dimana rekomendasi pengobatan dibuat.
Lily, perawat praktik tingkat lanjut mengkoordinasikan perawatan Rosa
(struktur penyedia – otoritas kredibel), mengarahkan intervensinya kea rah
menyikapi berbagai sumber ketidakpastian untuk Rosa dan keluarganya, termasuk
kurangnya informasi tentang pilihan pengobatan dan hasil (familiaritas dengan
kejadian), ketidaktahuan dengan lingkungan pengobatan (familiaritas dengan
kejadian), harapan untu efek samping kemoterapi dan pemulihan pasca operasi
(pola gejala), dampak pengobatan pada hubungan keluarga, dan prognosis.
Secara khusus, Lily membahas banyak pertanyaan Rosa tentang mengapa
rencana pengobatannya berbeda dari apa yang doktenya akan dia hadapi
(keselarasan kejadian) dan bagaimana ia akan mengelola kehidupan keluarganya
saat menjalani perawatan. Lily memberikan rekaman konferensi pengobatan
sehingga suami Rosa (penyedia struktur – dukungan sosial) dapat mendengar apa
yang terjadi dan dapat mendukung Rosa dengan mengajuka pertanyaan dan
memahami informasi yang diberikan. Dukungan Lily untuk Rosa dan keluarganya
berlanjut selama regimen pengobatan Rosa, dan dia secara berkala melakukan
pengkajian ulang sumber ketidakpastian dan strategi yang Rosa dan keluarga
gunakan untuk mengelolanya.
Bagian 2 : Teori Yang Direkonseptualisasi
Dua tahun setelah diagnosis kanker payudara, Rosa kembali ke pusat untuk
pemeriksaan lanjutan. Lily meminta Rosa untuk merefleksikan pengalaman
kankernya. Rosa menjelaskan waktu munculnya diagnosisdan pengobatan kacau
dan didominasi oleh ketidakpastian, dan dia bertanya – tanya bagaimana ia dan

8
keluarganya berhasil melewatinya, tapi ia mengatakan kepada Lily bahwa secara
bertahap ia memandang pengalaman kanker memberikan arti baru dalam
hidupnya dan membantu ia menentukan prioritas. Dia meninggalkan pekerjaan
yang tidak disukainya dan sekarang mengarahkan energinya kea rah hubungan dia
dengan anak remajanya. Rosa dan suaminya baru – baru menikmati perjalanan
bulan madu kedua ke Bali yang lama tertunda. Dia mengatakan pada Lily bahwa
dia sekarang menyambut setiap harinya sebagai kesempatan untuk menjalani
hidup dan memebahagiakan anak – anaknya.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ketidakpastian adalah ketidakmampuan untuk mengartikan sebuah makna
yang berkaitan dengan situasi sakit, terjadi ketika pengambil keputusan tidak
mampu melaksanakan tugasnya dalam memaknai secara objektif, atau
ketidakmampuan untuk memprediksi secara akurat hasil yang diharapkan.
Skema Kognitif adalah interpretasi subjektif seseorang tentang penyakit,
pengobatan, dan pemberian asuhan. Kerangaka stimulus adalah bentuk,
komposisi, dan struktur stimulus mengenai persepsi seseorang yang dibentuk
secara struktur membentuk suatu skema kognitif. Pola gejala adalah tingkat gejala
yang ditunujukkan secara konsisten yang dimakna sebagi pola atau konfigurasi.
Familiaritas Kejadian adalah derajat situasi kebiasaan atau pengulangan atau
terdiri dari berbagai isyarat atau tanda yang dapat dipahami. Ilusi dijabarkan
sebagai kepercayaan yang dibentuk akibat ketidakpastian.
Adaptasi merefleksikan sikap biopsikosisal di dalam diri individual seseorang
dalam rentang sikapnya secara umum. Pandangan baru tentang kehidupan baru
tentang kehidupan diartikan sebagai perumusan perasaan baru yang dihasilkan
dari integrasi ketidakpastian secara terus menerus dalam struktur sebagai individu,
yaitu ketidakpastian diterima sebagai ritme alami dari kehidupan. Pemikiran

9
Probabilitas dimaknai sebagai keyakinan terhadap kondisi yang terjadi yakni
ekspektasi kepastian dan suatu prediksi atau peluang diabaikan.
3.2 Saran
Sebagai perawat setidaknya kita harus mengetahui teori-teori keperawatan
yang telah dicetuskan oleh pendahulu kita. Tidak kalah pentingnya kita perlu
untuk menerapkan teori teori tersebut pada tempat kita bekerja maupun
dikehidupan sehari-hari kita. Kita sebagai perawat tidak dapat mengetahui hasil
akhir dari kerja kita, namun kita harus tetap berusaha memberikan yang terbaik
agar mendapatkan hasil yang terbaik pula meskipun hasil tersebut bukanlah hal
yang kita harapkan.

10