Anda di halaman 1dari 11

DAFTAR ISI

BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang………………………………………………………………..
B. Rumusan Masalah………………………………………………………….....
C. Tujuan………………………………………………………………………….

BAB II

Kajian Pustaka

A. Metode Numerik……………………………………………………………….

BAB III

Pembahasan

A. Metode Integrasi Numerik……………………………………………………..


B. Metode Gauss Legendre 2 Titik………………………………………………..
C. Metode Gauss Legendre 3 Titik………………………………………………..

BAB IV

Penutup

A. Kesimpulan………………………………………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Suatu integral dapat diselesaikan dengan 2 cara, yaitu secara analitik dan secara numerik.
Perhitungan secara analitik dilakukan untuk menyelesaikan integral pada fungsi yang relatif
mudah (Aditya, 2013). Karena terkadang fungsi tersebut kompleks atau sulit dihitung nilai
integralnya, perhitungan secara analitik ini tidak dapat menyelesaikan solusi dari fungsi tersebut.
Untuk itu, perhitungan integral secara numerik merupakan cara untuk menyelesaikan solusi
tersebut.

Perhitungan integral secara numerik digunakan untuk memperoleh nilai hampiran


(aproksimasi) dari pengintegralan yang tidak dapat diselesaikan secara analitik. Perhitungan
integral secara numerik ini terdapat beberapa metode, diantaranya metode trapesium, metode
simpson, dan metode gauss. Metode pengintegralan secara numerik yang digunakan pada skripsi
ini adalah metode metode gauss.

B. Rumusan Masalah
Pada makalah ini penyusun mencoba merumuskan permasalahan yang akan dibahas
sebagai berikut
1. Apa pengertian dari integrase kuadrat gauss?
2. Bagaimana alogaritma metode integrasi kuadrat gauss

C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari integrase kuadrat gauss
2. Mengertahui langkah langkah algoritma metode integrasi kuadrat gauus
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Metode Numerik

Integral adalah salah satu hal yang mendasar disamping turunan (derivative). Dalam kuliah
kalkulus integral, kita telah diajarkan cara memperoleh solusi analitik dan eksak dari integral tak
tentu maupun integral tentu. Metode numerik merupakan suatu cabang atau bidang ilmu
matematika yang digunakan untuk memformulasikan persoalan matematik sehingga dapat
dipecahkan dengan operasi perhitungan atau aritmatik biasa yaitu tambah, kurang, kali dan bagi.
(Munir, 2003: 5). Setiap perhitungan dalam metode numerik mempunyai suatu tujuan, tetapi
perlu diperhatikan bahwa maksud utama dari perhitungan adalah penghayatan masalah untuk
memperoleh bilangan yang tepat.

Oleh karena itu proses perhitungan atau algoritma yang tepat sangat dibutuhkan dalam
menyelesaikan permasalahan yang menyangkut metode numerik. Sehingga perhitungan dapat
dapat menghasilkan ketelitian yang baik. Metode integral sinumerik dapat dibedakan dalam dua
kelompok, yaitu kelompok metode Newton cotes dan kelompok metode Gauss. Yang termasuk
Metode Newton cotes diantaranya adalah metode Trapesium dan metode Simpson, sedangkan
untuk kelompok metode Gauss contohnya adalah metode kuadratur Gauss.
BAB III

PEMBAHASAN

Metode Integrasi Gauss

Metode integrasi Gauss merupakan metode yang tidak menggunakan pembagian area yang
banyak, tetapi memanfaatkan titik berat dan pembobot integrasi. Metode kuadratur Gauss
menghitung nilai integral dengan cara mengambil nilai fungsi di beberapa titik tertentu yang
dapat mewakili perhitungan luas dengan menyeimbangkan galat positif dan negatif. Gambaran
metode ini dapat dilihat pada gambar :

Gambar di atas menyatakan persamaan integral f(x) dari x=-1 hingga x=1. Metode Kuadratur
Gauss dan x2 sedemikian sehingga luas daerah yang diarsir dapat dinyatakan dengan persamaan
seperti gambar di atas. Persamaan di atas memiliki empat buah variabel yang tidak diketahui.
Variabel-variabel tersebut harus diisi sedemikian sehingga galat yang dihasilkan minimum. Oleh
karena itu dicari empat persamaan simultan yang mengandung c1, c2, x1, dan x2.

Dengan mengambil fungsi yang memiliki galat = 0 jika dihitung dengan aturan trapezium, dalam
hal ini adalah f(x) = 1 dan f(x) = x, f(x) = x2 ; f(x) = x3
1
c1  c 2   1dx  2
1
1
c1 x1  c 2 x 2 
1
 xdx  0
1
c x  c2 x   dx  2
2 2 2
x
1 1 2 3
1
1
c x  c2 x  x dx  0
3 3 3
1 1 2
1

1
I  f ( x)dx c
1
1 f ( x1 )  c 2 f ( x 2 )

Didapat

c1  c 2  1
1 1
x1  x2 
3 3

 Persamaan dibawah ini dinamakan metode Gauss Legendre 2 titik

1
1
1
 f ( x)dx 
1
f(
3
) f(
3
)

Transformasi

b
1
Li   f ( x)dx Li   g (u )du
a
1

 Range [a,b]  [-1,1]


 X  u f(x)  g(u) dx du

Metode gauss legendre 3 titik


1
I  f ( x)dx c
1
1 f ( x1 )  c 2 f ( x 2 )  c3 f ( x3 )

 Parameter x1, x2 , x3 ,c1 ,c2 dan c3 dapat dicari dengan membuat penalaran bahwa
kuadratur Gauss bernilai tepat untuk 6 buah fungsi berikut :

f ( x)  1; f ( x)  x; f ( x)  x 2
f ( x)  x 3 ; f ( x)  x 4 ; f ( x)  x 5

Dengan cara yang sama didapat

5 8 5
c1  ; c 2  ; c3 
9 9 9
x1   3 5 ; x 2  0; x3  3 5

5  3 8 5  3
1

 g (u )du  g     g 0   g  
1
9  5  9 9  5 
BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Metode Numerik adalah teknik-teknik yang digunakan untuk memformulasikan masalah


matematis agar dapat dipecahkan dengan operasi perhitungan. Metode numerik secara umum
merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan di jurusan pendidikan matematika maupun
matematika murni. Proses menetukan nilai hampiran integrasi numeric dilakukan dengan
beberapa cara atau metode, yaitu metode manual, pencocokan polynomial, aturan trapezium,
aturan titik tengah, aturan simpson, integrasi Romberg, dan kuadrat Gauss.

Metode integrasi Gausss atau kuadrat Gauss merupakan metode yang tidak menggunakan
pembagian area yang banyak, tetapi memanfaatkan titik berat dan pembobot integrasi. Metode
ini secara kompetensi memiliki banyak keuntungan karena mempunyai kecepatan yang tinggi hal
ini ditunjukan dengan jumlah pembaginya yang kecil dan dengan jumlah pembagi yang relative
kecil mempunyai kesalahan yang sama dengan metode lain dengan jumlah pembagi yang besar.
Titik aturan dalam integrasi kuadratu Gauss legendre 3 sebagai berikut:

1
I  f ( x)dx c
1
1 f ( x1 )  c 2 f ( x 2 )  c3 f ( x3 )
REKAYASA IDE

KALKULUS INTEGRAL

“CARA MENGERJAKAN INTEGRAL NUMERIK DENGAN METODE KUADRAT


GAUSS”

Dosen Pengampu: Didi Febrian S.Si, M.Sc

Oleh :

Kelompok IV

ERIKSON P. GINTING (4173121015)

ERWIN H. SIREGAR (4173121016)

ESRAMEISA GINTING (4173121017)

FIRA YULINAR SIHITE (4173121018)

FISIKA DIK B 2017

FAKULTAS MATEMATIKA Dan ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur Kepada Tuhan yang maha Esa yang telah memberikan segala nikmat dan
karunia-Nya kepada kita, sehingga disini saya pribadi dapat mengerjakan salah satu dari 6 tugas
KKNI yang berjudul “Rekayasa Ide” dari Dosen Pengampu Mata kuliah Kalkulus Integral

Dan penulis bersyukur kepada Tuhan yamg Maha Esa, sebagaimana penulis didalam
melaksanakan tugas kelompok ini diberi kemampuan untuk menyelesaikan makalah ini. Penulis
menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis
juga sangat mengharapkan kepada para pembaca agar memberikan saran atau kritik yang
konstruktif kepada penulis makalah ini, demi kesempurnaan tugas-tugas yang diberikan oleh
dosen untuk masa yang akan datang.
Akhir kata, penulis hanya mampu untuk mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam penulisan masalah ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca.

Medan, 18 Mei 2018

Penulis