Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN ANALISIS SINTESIS TINDAKAN

Analisis Sintesis Tindakan Pemberian Nutrisi melalui NGT pada Ny. K


Di Ruang Flamboyan II RSUD Kota Salatiga

Hari : Selasa
Tanggal :16 Oktobeer 2018
Jam : 11.00 WIB

A. Keluhan Utama
Mual muntah, kesulitan menelan.

B. Diagnosa Medis
Stroke Haemoragic

C. Diagnosa Keperawatan
Gangguan menelan berhubungan dengan stroke hemoragic

D. Data yang mendukung Diagnosa Keperawatan


DS : keluarga pasien mengatakan pasien muntah jika makan sebelum
dipasang selang makanan.
DO : - Terpasang NGT
- Tampak pucat
- Gelisah
- Di berikan susu Dianeral per enteral 4x 2250 cc

E. Dasar Pemikiran
Stroke dapat diartikan sebagai gejala-grjala defisit fungsi susunan saraf yang
diakibatkan penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh lainnya (M. Adib,
2009). Stroke haemoragic terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah yang
mengakibatkan darah mengalir ke sekitar rongga otak. Karena tidak menerima
oksigen dan bahan makanan dari darah, sel-sel dan jaringan otakpun akan
mati. Kematian jaringan otak akan terjadi dalam waktu 4 sampai 10 menit
setelah penyediaan darah terhenti (Prof. Dr. Jusuf Misbach Sp.S dalam M.
Adib, 2009). Adapun manifestasi klinis stroke haemoragic bervariasi
tergantung pada lokasi pendarahan dan jumlah jaringan otak yang terkena,
meliputi perubahan tingkat kesadaran, kesulitan berbicara, kesulitan menelan,
kehilangan koordinasi, kehilangan keseimbangan, mual muntah, kelemahan
pada satu bagian tubuh atau keduanya, sakit kepala yang terjadi ketika
berbaring, bangun dari tidur, membungkuk (Muttaqin, 2008 : 129).

F. Prinsip tindakan keperawatan ( berisi SPO Yang dilakukan )


Pelaksanaan
1. Tahap tindakan
Persiapan alat :
1) Sarung tangan
2) Makanan cair yang akan diberikan. Sudah dihangatkan dengan jumlah
sesuai instruksi. (Diberikan susu Dianeral 4 x 250 cc)
3) Obat (jika ada)
4) Corong atau Spuit (50cc)
5) Tissue
Persiapan pasien
1) Mengkaji pasien yang diberi makan atau minum lewat NGT.
2) Mencocokkan identitas.
3) Menentukan pasien yang harus diberi makan atau minum personde
4) Menjelaskan kepada pasien hal-hal yang akan dikerjakan (maksud dan
tujuan).
5) Mengatur posisi pasien . Sikap pasien semi fowler sedikit
Pre interaksi :
1) Cuci tangan
2) Siapkan alat-alat
Tahap orientasi
1) Memberi salam , panggil klien dengan panggilan yang disenangi
2) Memperkenalkan nama perawat
3) Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien atau keluarga
4) Menjelaskan tentang kerahasiaan.
Tahap kerja
1) Posisikan pasien semi fowler
2) Gunakan sarung tangan
3) Cek ketepatan selang di lambung, dengan cara:
a) Buka klem NGT atau spuit NGT dan masukkan selang ke dalam
gelas berisi air. Posisi tepay jika tidak ada gelembung udara
b) Buka klem dan lakukan pengisapan/ aspirasi cairan lambung
dengan menggunakan spuit NG. Cek cairan lambung dengan
menggunakan strip indikator pH. Posisi tepat jika pH < 6.
c) Buka klem dan cek dengan menggunakan stetoskop. Masukkan 30
cc udara dalam spuit NGT dan masukkan ke dalam lambung
dengan gerakan cepat. Posisi tepat jika terdengar suara udara
yang dimasukkan (seperti gelembung udara yang pecah)
4) Setelah yakin bahwa selang masuk ke lambung, Klem selang NGT,
buka penutup dan sambungkan selang NGT dengan spuit
5) Alirkan cairan perlahan dengan membuka klem agar makanan masuk
6) Bila klien harus minum obat, obat harus dilarutkan dan diberikan
sebelum makanan habis
7) Setelah makanan habis, selang dibilas dengan air mineral. Kemudian
pangkal selang segera di klem.
8) Rapikan Klien, peralatan dibereskan dan dikembalikan ke tempat
semula.
9) Mendokumentasikan prosedur: Catat jumlah dan jenis makanan,
pastikan letak selang, patensi selang, respon klien terhadap makanan
dan adanya efek merugikan
10) Cuci tangan.
2. Evaluasi
a. Evaluasi pasien
1) Pasien tampak tenang
b. Evaluasi tindakan
1) Selang NGT masih terfiksasi dengan baik
2) Makanan masuk.
3) NGT terklem dengan baik

G. Analisis Tindakan ( beisi ttg dasar pemberian terapi dan manfaat pemberian
tindakan )
Pemberian nutrisi melalui NGT bertujuan untuk memenuhi,
memperbaiki, dan mempertahankan kebutuhan klien yang tidak mampu makan
atau minum secara normal. Manfaat dari tindakan ini yaitu untuk
mempertahankan metabolisme tubuh dan mencegah malnutrisi (Aziz Alimul.
Hidayat, 2008).

H. Bahaya dilakukannya tindakan ( berisi tentang efek yg muncul apabila dosis


tidak sesuai atau kesalahan pemberian tindakan )
1. Komplikasi mekanis, seperti sonde tersumbat atau dislokasi sonde
2. Komplikasi pulmonal, seperti bradikardia
3. Komplikasi yang disebabkan karena posisi sonde yang menyerupai jerat
atau simpul
4. Komplikasi yang disebabkan oleh zat nutrisi,
5. Komplikasi yang terjadi di usus seperti diare, perut terasa penuh, mual
(terutama pada permulaan pemberian nutrisi enteral).

I. Tindakan keperawatan lain yang dilakukan ( sesuai dengan NIC )


1. Berikan posisi semi fowler
2. Kolaborasikan dengan nutritionist terkait diet

J. Hasil yang di harapkan setelah dilakukan tindakan


S : klien tidak mengeluh mual dan muntah
O : nadi 72x/ menit, tidak ada aspirasi, klien tampak tenang
A : gangguan menelan belum teratasi
P : monitoring NGT dan maintenance nutrisi enteral.

K. Evaluasi diri ( kesenjangan langkah prosedur yg telah dilakukan dengan SPO


nya )
SOP dilakukan sesuai prusedur
L. Daftar pustaka / Referensi
Adib, M. 2009.Cara Mudah MEmahami dan Menghindari Hipertensi Jantung
dan Stroke. Dianloka : Jakarta.
Hidayat, A. Aziz Alimul. 2008. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.
Salemba Medika: Jakarta.
Muttaqin, Arif. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan
Sistem Imunologi. Salemba Medika: Jakarta.

Mengetahui,
Mahasiswa Praktikan, Pembimbing Klinik / CI

( ) ( )