Anda di halaman 1dari 3

Pembangunan Zona Integritas

Komitmen Pimpinan dan seluruh jajaran Kemenkes untuk mewujudkan WBBM


diwujudkan dengan pencanangan Zona Integritas pada tanggal 18 Juli 2012 di
lingkungan Kementerian Kesehatan. Pencanangan Zona Integritas merupakan bagian
dari Gerakan Nasional Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari
Korupsi dan sebagai bentuk implementasi dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 5
Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Pencanangan ZI ini
dilanjutkan dengan pencanangan ZI di seluruh Unit Utama dan Satker di lingkungan
Kemenkes.
Dalam upaya pembangunan Zona Integritas menuju WBBM, Kemenkes telah
melakukan penilaian terhadap calon Satker WBK yang memenuhi syarat indikator hasil
dan indikator proses Satker WBK serta pada tanggal 30 Agustus 2013 telah
mengusulkan 3 Satuan Kerja ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi untuk ditetapkan sebagai Satker WBK.
Proses pembangunan Zona Integritas yang dilakukan oleh Kementerian
Kesehatan dengan melakukan 2 (dua) cara penilaian, yakni sebagai berikut.
1) Penilaian Satuan Kerja Berpredikat WBK
Penilaian Satuan Kerja berpredikat yang berpredikat WBK di lingkungan
Kementerian Kesehatan dilakukan oleh Tim Penilai Internal (TPI) yang dibentuk
oleh Menteri Kesehatan. Penilaian dilakukan dengan dengan menggunakan
indikator proses (nilai di atas 75) dan indikator hasil yang mengukur efektivitas
kegiatan pencegahan korupsi yang telah dilaksanakan.
Dalam upaya pencapaian predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan
Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) kriteria utama yang harus
dipenuhi adalah pencapaian opini laporan keuangan kementerian/lembaga oleh
BPK-RI, harus memperoleh hasil penilaian indikator proses di atas 75 dan
memenuhi syarat nilai indikator hasil WBK seperti tabel berikut ini.
NO UNSUR INDIKATOR PROSES BOBOT
%
1 Penandatanganan pakta integritas 5
2 Pemenuhan kewajiban LHKPN 6
3 Pemenuhan akuntabilitas kinerja 6
4 Pemenuhan kewajiban laporan keuangan 5
5 Penerapan kewajiban disiplin PNS 5
6 Penerapan kode etik khusus 4
7 Penerapan kebijakan pelayanan publik 6
8 Penerapan whistle blower system tindak pidana korupsi 6
9 Pengendalian gratifikasi 6
10 Penanganan benturan kepentingan (conflict of interest) 6
11 Kegiatan pendidikan, pembinaan, dan promosi antikorupsi 6
12 Pelaksanaan saran perbaikan yang diberikan oleh 5
BPK/KPK/APIP
13 Penerapan kebijakan pembinaan purna-tugas 4
14 Penerapan kebijakan pelaporan transaksi keuangan yang 6
tidak sesuai dengan profil PPATK
15 Promosi jabatan secara terbuka 3
16 Rekrutmen secara terbuka 3
17 Mekanisme pengaduan masyarakat 6
18 E-Procurement 6
19 Pengukuran kinerja individu 3
20 Keterbukaan informasi publik 3

2) Penilaian dan Penetapan Satuan Kerja Berpredikat WBBM


Penilaian satker yang berpredikat Wilayah Birokrasi Bersih dan
Melayani (WBBM), dilakukan oleh Tim Penilai Nasional (TPN) melalui
evaluasi atas kebenaran material hasil self -assessment yang dilaksanakan oleh
TPI termasuk hasil self-assesament tentang capaian indikator hasil WBBM.
Untuk mencapai Indikator Hasil WBK dan WWBM dapat dinilai mengacu pada
penilaian seperti tabel berikut ini.
NO UNSUR INDIKATOR WBK WBBM KETERANGAN
HASIL
1 Nilai Indeks Integritas >7,0 >7,5 Skala 0–10 berdasarkan
intrumen KPK
2 Penilaian kinerja unit >550 >750 Skala 0–1000 berdasarkan
pelayanan Permenpan public 38/2012.
Dalam 2 tahun terakhir
3 Penilaian kerugian negara 0% 0% Penilaian APIP & BPK
(KN) dalam 2 tahun yang belum
diselesaikan (%) terakhir
4 Persentase maksimum 3% 2% 0% jika jumlah pegawai 100
temuan inefektif orang
5 Persentase minimum 3% 2% <1% jika jumlah pegawai
temuan inefisien >100 orang
6 Persentase maksimum 1% 0% Idem
jumlah pegawai yang
dijatuhi hukuman disiplin
karena penyalahgunaan
keuangan
7 Persentase pengaduan 5% 0% Idem
masyarakat yang belum
ditindak lanjuti
8 Persentase pegawai yang 0% 0% Pengaduan yang telah >60
melakukan tindak pidana hari dalam 2 tahun terakhir
korupsi berdasarkan keputusan
pengadilan yang telah
mempunyai kekuatan hukum
tetap