Anda di halaman 1dari 8

Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan

Volume 4 No. 1, Januari 2015 Halaman 1-8

PENGARUH GENDER, PENGALAMAN AUDITOR, KOMPLEKSITAS


TUGAS, TEKANAN KETAATAN, KEMAMPUAN KERJA DAN
PENGETAHUAN AUDITOR TERHADAP AUDIT JUDGEMENT
Reni Yendrawati, Dheane Kurnia Mukti

Fakultas ekonomi Universitas Islam Indonesia

Email: reni.yendrawati@uii.ac.id, dheane kurnia@yahoo.com

ABSTRACT

This research was aimed to examine and to obtain empirical evidents on effects of
gender, auditor experience, task complexity, obedience pressure, ability and knowledge
toward audit judgement taken by auditor. This research was carried out at the DIY BPK
representative. Collecting data was conducted by questionare distributed as much 40,
however only 35 questionaires replayed, that gender didn’t significanly affect audit judgement,
experience, task complexity, ability and knowledge significanly positive affect audit judgement,
and obidience pressure significanly negaative effect audit judgement.

Keywords: gender, auditor’s experience, task complexity, obidience pressure, ability,


knowledge, audit judgement.

PENDAHULUAN dalam melakukan tugasnya membuat audit


Terjadinya kasus kegagalan audit judgement dipengaruhi oleh banyak faktor,
belakangan ini, telah menimbulkan krisis baik bersifat teknis ataupun non teknis.
kepercayaan masyarakat akibat Gender diduga menjadi salah satu faktor
ketidakmampuan profesi akuntansi dalam level individu yang turut mempengaruhi audit
mengaudit laporan keuangan. Sehingga, judgement seiring dengan terjadinya
masyarakat menuntut sektor publik khususnya perubahan pada kompleksitas tugas dan
pemerintah untuk melaksanakan akuntabilitas pengaruh tingkat kepatuhan terhadap etika.
pengelolaan keuangan sebagai bentuk Tekanan atasan pada konsekuensi yang
terwujudnya praktik good governance. memerlukan biaya juga berpengaruh, seperti
Menurut Bastian (2007) audit sektor publik tuntutan hukum, hilangnya profesionalisme,
merupakan audit yang dilakukan pada dan hilangnya kepercayaan publik dan
organisasi pemerintahan yang bersifat nirlaba, kredibilitas sosial. Hal tersebut
seperti sektor pemerintahan daerah (pemda), mengindikasikan adanya pengaruh dari
BUMN, BUMD dan instansi lain yang tekanan atasan pada judgement yang diambil
berkaitan dengan pengelolaan auditor. Pengaruh sejumlah faktor terhadap
aktiva/kekayaan negara. kompleksitas tugas juga bersifat penting
Pengguna laporan keuangan karena kecenderungan bahwa tugas
mengharapkan adanya laporan keuangan melakukan audit adalah tugas yang banyak
yang dapat dipercaya, lengkap dan benar menghadapi persoalan yang kompleks. Ada
sehingga dapat dijadikan dasar untuk tiga alasan yang cukup mendasar mengapa
pengambilan keputusan. Seorang auditor pengujian terhadap kompleksitas tugas untuk
1
Inovasi dan Kewirausahaan, Vol. 4, No. 1, Januari 2015

sebuah situasi audit perlu dilakukan. Pertama, KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN
kompleksitas tugas ini diduga berpengaruh HIPOTESIS
signifikan terhadap kinerja seorang auditor.
Kedua, sarana dan teknik pembuatan Audit Judgement
keputusan dan latihan tertentu diduga telah Audit judgement sebagai kebijakan auditor
dikondisikan sedemikian rupa ketika para dalam menentukan pendapat mengenai hasil
peneliti memahami keganjilan pada auditnya yang mengacu pada pembentukan
kompleksitas tugas audit. Ketiga,pemahaman suatu gagasan, pendapat atau perkiraan
terhadap kompleksitas dari sebuah tugas tentang suatu obyek, peristiwa, status atau
dapat membantu tim manajemen audit jenis peristiwa lain. Cara pandang auditor
perusahaan menemukan solusi terbaik bagi dalam menanggapi informasi berhubungan
staf audit dan tugas audit. dengan tanggungjawab dan risiko audit yang
Mardisar dan Sari (2007) rmengatakan akan dihadapi oleh auditor sehubungan
bahwa kinerja seorang auditor dapat diukur dengan judgement yang dibuatnya.
dengan beberapa unsur antara lain
kemampuan (ability), pengetahuan Gender
(knowledge), dan pengalaman (experience). Kata “gender” berasal dari bahasa inggris,
Kemampuan merupakan salah satu faktor gender, berarti jenis kelamin. Dalam
utama yang harus dimiliki seorang auditor, Webster’s New World, gender diartikan
dengan kemampuan yang dimilikinya sebagai perbedaan yang tampak antara laki-
memungkinkan tugas-tugas pemeriksaan laki dan perempuan dilihat dari segi nilai dan
yang dijalankan dapat diselesaikan secara tingkah laku. Sedangkan dalam Women’s
baik dengan hasil yang maksimal. Studies Encyclopedia dijelaskan bahwa
Pengalaman dan pengetahuan merupakan gender adalah suatu konsep kultural yang
faktor penting yang berkaitan dengan berupaya membuat pembedaan (distinction)
pemberian pendapat audit. Karena dalam hal peran, perilaku, mentalitas dan
pengalaman dan pengetahuan dapat karakteristik emosional antara laki-laki dan
mempengaruhi kemampuan prediksi dan perempuan yang berkembang dalam
deteksi auditor terhadap kecurangan sehingga masyarakat.
dapat mempengaruhi judgement yang diambil
auditor. Pengalaman Auditor
Pengalaman sebagai salah satu variabel
PERUMUSAN MASALAH yang banyak digunakan dalam berbagai
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penelitian sehubungan dengan judgement
yang menjadi permasalahan dalam penelitian yang diambil oleh auditor. Penggunaan
ini adalah: pengalaman didasarkan pada asumsi bahwa
„Bagaimana pengaruh gender, pengalaman tugas yang dilakukan secara berulang-ulang
auditor, kompleksitas tugas, tekanan memberikan peluang untuk belajar
ketaatan, kemampuan kerja dan pengetahuan melakukannya dengan yang terbaik.
terhadap judgement yang diambil oleh Pengalaman adalah keseluruhan pelajaran
auditor?‟ yang dipetik oleh seseorang dari peristiwa-
peristiwa yang dialami dalam perjalanan
Tujuan Penelitian hidupnya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Akram, Inapty, Sukriah (2009), menyatakan
menganalisis pengaruh gender, pengalaman bahwa seorang karyawan yang memiliki
auditor, kompleksitas tugas, tekanan pengalaman kerja yang tinggi akan memiliki
ketaatan, kemampuan kerja dan pengetahuan keunggulan dalam beberapa hal diantaranya:
auditor terhadap audit judgement. 1) mendeteksi kesalahan, 2) memahami
kesalahan, dan 3) mencari penyebab

2
Yendrawati, Mukti

munculnya kesalahan.Herliansyah dan Ilyas pengetahuan yang dimilikinya akan


(2006), menemukan bahwa pengalaman audit memberikan hasil yang lebih baik daripada
yang dipunyai auditor ikut berperan dalam mereka yang tidak memiliki pengetahuan
menentukan pertimbangan (judgement) yang yang cukup memadai akan tugasnya. Auditor
diambil sehingga dapat meningkatkan kualitas harus telah menjalani pendidikan dan
audit. pelatihan teknis yang cukup dalam praktik
akuntansi dan teknik auditing sehingga
Kompleksitas Tugas mampu menjalankan tugasnya dengan baik
Auditor selalu dihadapkan dengan tugas- dan tepat, Kushasyandita dan Januarti (2012).
tugas yang banyak, berbeda-beda dan saling
terkait satu sama lain. Jamilah dkk (2007) Perumusan Hipotesis
kompleksitas adalah sulitnya suatu tugas
yang disebabkan oleh terbatasnya kapabilitas, Pengaruh Gender terhadap judgement
dan daya ingat serta kemampuan untuk yang diambil auditor.
mengintegrasikan masalah yang dimiliki oleh Kaum wanita relatif lebih efisien
seorang pembuat keputusan. Tingkat dibandingkan kaum pria selagi mendapat
kesulitan tugas dan struktur tugas merupakan akses informasi. Selain itu, kaum wanita juga
dua aspek penyusun dari kompleksitas tugas. memiliki daya ingat yang lebih tajam terhadap
Tingkat sulitnya tugas selalu dikaitkan dengan suatu informasi baru dibandingkan kaum pria
banyaknya informasi tentang tugas tersebut, dan demikian halnya kemampuan dalam
sementara struktur adalah terkait dengan mengolah informasi yang sedikit menjadi lebih
kejelasan informasi (information clarity). tajam. Penelitian Praditaningrum dan Januarti
(2011), menyatakan bahwa gender
Tekanan Ketaatan berpengaruh terhadap audit judgement.
Tekanan ketaatan adalah jenis tekanan Berdasarkan uraian di atas, maka dapat
pengaruh sosial yang dihasilkan ketika dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
individu dengan perintah langsung dari H1 : Gender berpengaruh terhadap
perilaku individu lain. Dalam hal ini tekanan judgement yang diambil oleh auditor.
ketaatan diartikan sebagai tekanan yang
diterima oleh auditor junior dari auditor senior Pengaruh pengalaman auditor terhadap
atau atasan dan entitas yang diperiksa untuk judgement yang diambil oleh auditor.
melakukan tindakan yang menyimpang dari Pengalaman mengarah kepada proses
standar profesionalisme. pembelajaran dan pertambahan potensi
bertingkah laku dari pendidikan formal
Kemampuan Kerja maupun nonformal atau bisa diartikan sebagai
Kemampuan merupakan unsur penting suatu proses peningkatan pola tingkah laku.
yang harus dimiliki oleh seorang auditor Banyaknya pengalaman dalam bidang audit
independen untuk bekerja sebagai tenaga dapat membantu auditor dalam
profesional. Seorang karyawan yang tidak menyelesaikan tugas yang cenderung
memiliki kemampuan untuk menganalisis memiliki pola yang sama.
persoalan mungkin sekali tidak akan berusaha Berdasarkan uraian di atas, maka dapat
sungguh-sungguh untuk memecahkannya. dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
Kemampuan atau (ability) merujuk ke suatu H2 : Pengalaman auditor berpengaruh positif
kapasitas individu untuk mengerjakan terhadap audit judgement yang diambil oleh
berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. auditor.

Pengetahuan Auditor Pengaruh kompleksitas tugas terhadap


Herawaty dan Yulius (2009), seseorang audit judgement yang diambil oleh auditor.
yang melakukan pekerjaan sesuai dengan

3
Inovasi dan Kewirausahaan, Vol. 4, No. 1, Januari 2015

Berdasarkan teori motivasi X dan Y, Berdasarkan uraian di atas, maka dapat


apabila dihadapkan pada suatu tugas dengan dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
kompleksitas yang tinggi auditor akan H4 : Tekanan ketaatan berpengaruh negatif
cenderung termasuk dalam tipe X. Auditor terhadap judgement yang diambil oleh auditor.
tersebut akan mengalami kesulitan dalam
menyelesaikan tugasnya. Akibatnya auditor Pengaruh Kemampuan kerja terhadap
tidak mampu mengintegrasikan informasi judgement yang diambil oleh auditor.
menjadi suatu judgement yang baik. Teori Kemampuan Kerja adalah sifat (bawaan
penetapan tujuan juga menjelaskan bahwa atau dipelajari) yang memungkinkan
auditor yang tidak mengetahui tujuan dan seseorang melakukan sesuatu yang bersifat
maksud dari tugasnya juga akan mengalami mental atau fisik. Adanya kemampuan
kesulitan ketika harus dihadapkan pada suatu seorang auditor dituntut untuk memiliki
tugas yang kompleks. Auditor tersebut tidak kemampuan untuk melakukan judgement
mengetahui sasaran apa yang harus dia capai yang akan diambil oleh auditor, sehingga
dalam pelaksanaan tugasnya sehingga dapat keputusan yang diambil bisa menjadi
mempengaruhi keakuratan dari judgement keputusan yang terbaik.
yang diambilnya. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H5 : Kemampuan kerja berpengaruh positif
H3 : Kompleksitas tugas berpengaruh negatif terhadap judgement yang diambil oleh auditor.
terhadap judgement yang diambil oleh
auditor. Pengaruh pengetahuan Auditor terhadap
judgement yang diambil oleh auditor.
Pengaruh tekanan ketaatan terhadap Fitriani dan Daljono (2012), tingkat
judgement yang dimbil oleh auditor. pengetahuan yang dimiliki auditor merupakan
Berdasarkan teori motivasi X dan Y, hal yang sangat penting yang dapat
seorang individu yang mendapat tekanan mempengaruhi auditor dalam mengambil
ketaatan dari atasan maupun entitas yang keputusan. Dengan tingkat pengetahuan yang
diperiksa akan cenderung termasuk dalam tinggi yang dimiliki oleh seorang auditor,
tipe X dimana mereka akan mengambil jalan auditor tidak hanya akan bisa menyelesaikan
yang aman dan bersikap disfungsional. sebuah pekerjaan audit secara efektif tetapi
Mereka belum mampu bertindak independensi juga akan mempunyai pandangan yang lebih
dan masih merasa takut sehingga memilih luas mengenai berbagai hal.
jalan yang tidak beresiko. Hal ini akan Berdasarkan teori motivasi berprestasi,
mengakibatkan auditor tidak mampu membuat auditor yang memiliki motivasi yang kuat akan
judgement yang baik dan tepat. Dalam teori terus berusaha untuk menambah
penentuan tujuan juga dijelaskan auditor yang pengetahuannya mendukung kinerjanya.
tidak mengetahui dengan pasti tujuannya Sehingga keahlian dan pengetahuan auditor
biasanya cenderung mudah berperilaku akan selalu berkembang dan mendukung
menyimpang dengan menuruti perintah dari auditor untuk membuat judgement
atasan dan entitas yang diperiksa untuk profesional.
berperilaku menyimpang dari standar etika Berdasarkan uraian di atas, maka dapat
dan profesional. dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
Dalam melaksanakan tugas audit, auditor H6 : Pengetahuan Auditor berpengaruh positif
secara terus menerus berhadapan dengan terhadap judgement yang diambil oleh auditor.
dilema etika yang melibatkan pilihan antara
nilai-nilai yang bertentangan (Jamilah,dkk.,
2007).

4
Yendrawati, Mukti

METODE PENELITIAN Metode Pengolahan dan Analisis Data


Dalam penelitian ini menggunakan alat
Populasi dan Penentuan Sampel Penelitian analisis data, yaitu statistik deskriptif, uji
Populasi dalam penelitian ini adalah kualitas data, uji asumsi klasik dan uji
seluruh auditor yang bekerja di BPK hipotesis. Uji asumsi klasik yang harus
perwakilan DIY. Metode Pengambilan sampel dipenuhi adalah uji normalitas, uji
yang digunakan adalah convenience multikolinearitas, dan uji heterokedastisitas.
sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Pengujian hipotesis dapat dilihat dari hasil uji t
beberapa auditor yang bekerja pada Badan dengan tingkat signifikansi 5%. Model regresi
Pengawas Keuangan (BPK) yang berada di linear berganda ditunjukkan oleh persamaan
perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta. berikut ini:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 +
Jenis Data dan Sumber Data b5X5 + b6X6 + e
Sumber data yang akan digunakan dalam Keterangan:
penelitian ini adalah data primer yang Y = audit judgement
diperoleh langsung dari auditor yang bekerja a = konstanta
di BPK perwakilan DIY melalui teknik b1, b2 = koefisien regresi untuk X1,X2, X3,
pengumpulan data yaitu dengan kuesioner. X4, X5 dan X6
Daftar pertanyaan yang ada dikuesioner X1 = gender
diambil dari literatur yang pernah diujikan X2 = pengalaman auditor
sebelumnya. X3 = kompleksitas tugas
Dalam penelitian ini, data diambil dari X4 = tekanan ketaatan
anggapan responden atas pertanyaan yang X5 = kemampuan kerja
ada di dalam kuesioner dan setiap responden X6 = pengetahuan auditor
dimintai pendapatnya mengenai pertanyaan- e = error term
pertanyaan yang ada. Penelitian ini dalam
pengukurannya menggunakan skala interval
pada masing-masing pengaruh responden.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Berikut ini adalah tabel hasil uji hipotesis:
Tabel 1

Hasil Uji Hipotesis

Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coeff icients Coeff icients Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) -1,632 1,040 -1,568 ,128
Gender ,261 ,201 ,168 1,298 ,205 ,801 1,249
PaG ,427 ,205 ,288 2,080 ,047 ,702 1,424
KT 1,234 ,409 ,527 3,019 ,005 ,441 2,268
TK -,568 ,241 -,288 -2,358 ,026 ,902 1,109
KK 1,522 ,572 ,599 2,661 ,013 ,265 3,775
PA 1,851 ,425 ,784 4,354 ,000 ,414 2,413
a. Dependent Variable: AJ

Berdasarkan tabel diatas diperoleh persamaan regresi berganda:


Y = -1,632 + 0,261X1 + 0,427X2 + 1,234X3 - 0,568X4 + 1,522X5 + 1,851X6

5
Inovasi dan Kewirausahaan, Vol. 4, No. 1, Januari 2015

Hasil olah data untuk variabel gender yang susah untuk dikerjakan dan bisa
diperoleh nilai probabilitas-statistik 0,205 dan menghasilkan audit yang baik. Hasil penelitian
diperoleh nilai koefisien regresi = 0,261, maka ini didukung dengan penelitian yang dilakukan
dapat disimpulkan bahwa variabel gender oleh Raiyani dan Suputra (2014).
tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Hasil olah data untuk variabel tekanan
audit judgement. Hal ini dapat diartikan, jika ketaatan diperoleh nilai probabilitas0,026 dan
jumlah laki-laki atau perempuan meningkat diperoleh nilai koefisien regresi = - 0,568
maka audit judgement akan tetap atau maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh
konstan. Dengan demikian berarti hipotesis yang negatif dan signifikan antara tekanan
H1 tidak terbukti dengan penelitian yang ketaatan terhadap audit judgement. Hal ini
dilakukan oleh Praditaningrum dan Januarti dapat diartikan, jika tekanan ketaatan
(2011), hal ini dapat disebabkan karena menurun maka audit judgement akan
antara laki-laki dan perempuan dalam mengalami peningkatan. Semakin tinggi
membuat audit judgement memiliki tekanan yang dihadapi oleh auditor maka
kemampuan yang sama dalam mengolah judgement yang diambil oleh auditor
informasi maupun data yang ada. Hasil cenderung kurang tepat sehingga dapat
penelitian ini didukung dengan penelitian yang mempengaruhi auditor dalam membuat suatu
dilakukan oleh Jamilah, dkk (2007). judgement. Dengan demikian berarti hipotesis
Hasil olah data untuk variabel pengalaman H4 terbukti dan konsisten dengan penelitian
auditor diperoleh nilai probabilitas0,047 dan yang dilakukan oleh jamilah, dkk (2007).
diperoleh nilai koefisien regresi = 0,247, maka Hasil olah data untuk variabel kemampuan
dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kerja auditor diperoleh nilai probabilitas0,013
positif dan signifikan antara pengalaman dan diperoleh nilai koefisien regresi = 1,522
auditor terhadap audit judgement. Hal ini maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh
dapat diartikan, jika pengalaman auditor yang positif dan signifikan antara kemampuan
meningkat, maka audit judgement akan kerja terhadap audit judgement. Hal ini dapat
mengalami peningkatan. diartikan, jika kemampuan kerja meningkat
Banyaknya pengalaman dalam bidang audit maka audit judgement akan mengalami
dapat membantu auditor dalam peningkatan. Adanya kemampuan seorang
menyelesaikan tugas yang cenderung auditor dituntut untuk memiliki kemampuan
memiliki pola yang sama. Dengan demikian untuk melakukan judgement yang akan
berarti hipotesis H2 terbukti dan konsisten diambil oleh auditor, sehingga keputusan
dengan penelitian yang dilakukan oleh Kadek, yang diambil bisa menjadi keputusan yang
dkk (2014). terbaik. Dengan demikian berarti hipotesis H5
Hasil olah data untuk variabel kompleksitas terbukti dan konsisten dengan penelitian yang
tugas diperoleh nilai probabilitasstatistik dilakukan oleh Praditaningrum dan Januarti
0,005 dan diperoleh nilai koefisien regresi = (2011).
1,234, maka dapat disimpulkan bahwa ada Hasil olah data untuk variabel pengetahuan
pengaruh yang positif dan signifikan antara auditor diperoleh nilai probabilitas 0,000 dan
kompleksitas tugas terhadap audit judgement. diperoleh nilai koefisien regresi = 1,851, maka
Hal ini dapat diartikan, jika kompleksitas tugas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang
meningkat maka audit judgement akan positif dan signifikan antara pengetahuan
mengalami peningkatan. Dengan demikian auditor terhadap audit judgement. Hal ini
berarti hipotesis H3 tidak terbukti dan tidak dapat diartikan, jika pengetahuan auditor
konsisten dengan penelitian yang dilakukan meningkat, maka audit judgement akan
oleh Ariyantini, dkk (2014), hal ini bisa mengalami peningkatan. Tingkat pengetahuan
disebabkan karena auditor sudah professional yang dimiliki auditor merupakan hal yang
sehingga banyaknya tugas atau kejelasan sangat penting yang dapat mempengaruhi
tugas yang harus dikerjakan bukan sesuatu auditor dalam mengambil keputusan. Dengan

6
Yendrawati, Mukti

demikian berarti hipotesis H6 terbukti dan auditor dalam mempertimbangkan


konsisten dengan penelitian yang dilakukan kinerja auditor. Hal ini penting karena
oleh Fitriani dan Daljono (2012). keenam faktor tersebut dapat
mempengaruhi audit judgement dalam
PENUTUP pemeriksaan laporan keuangan.
2. Bagi auditor, perlu ditingkatkannya
Kesimpulan profesionalisme kinerja, perkiraan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah waktu audit yang akan digunakan dan
dilakukan, maka dapat dibuat kesimpulan menambah pengalaman untuk
sebagaiberikut: menghindari peningkatan tingkat risiko
1. Gender tidak berpengaruh signifikan deteksi dalam pemeriksaan laporan
terhadap audit judgement. keuangan ataupun audit judgement.
2. Pengalaman Auditor berpengaruh 3. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan
positif terhadap audit judgement. melakukan pengujian mengenai
3. Kompleksitas Tugas berpengaruh pengaruh gender terhadap audit
positif terhadap audit judgement. judgement dengan menggunakan
4. Tekanan Ketaatan berpengaruh dasar Surat Al-Baqarah : 282 yang
negatif terhadap audit judgement. menyatakan bahwa nilai pria sebagai
5. Kemampuan Kerja berpengaruh positif saksi 2 kali dibandingkan dengan
terhadap audit judgement. wanita. Selain itu, sebaiknya
6. Pengetahuan Auditor berpengaruh menambah variabel independent
positif terhadap audit judgement. misalnya fee, bonus, profesionalisme,
dan lain-lain.
Keterbatasan
Peneliti menyadari bahwa hasil penelitian DAFTAR PUSTAKA
ini belum menghasilkan kesimpulan yang Ariyantini, Kadek Evi., Sujana, Edy., Darmawan,
sempurna, hal ini karena masih terdapat Nyoman Ari Surya. (2014). “Pengaruh
beberapa keterbatasan diantaranya : Pengalaman Auditor, Tekanan Ketaatan dan
1. Sampel kurang representatif (hanya 35 Kompleksitas Tugas Terhadap Audit Judgement“.
sampel) sehingga hasil penelitian Jurnal Akuntansi Program S1, Vol 2 (1).
kurang dapat digeneralisasi. Bastian, Indra. (2007). Audit Sektor Publik. Jakarta:
2. Penelitian ini hanya meneliti variabel Salemba Empat.
dependen audit judgement yang Fitriani, Seni., dan Daljono. (2012). “Pengaruh
dijelaskan oleh variabel independen Tekanan Ketaatan, Kompleksitas Tugas,
yaitu gender, pengalaman auditor, Pengetahuan dan Persepsi Etis terhadap Audit
kompleksitas tugas, tekanan ketaatan, Judgement”. Diponegoro Journal Of Accounting,
kemampuan kerja, dan pengetahuan Vol 1 (1) Hal. 1-12.
auditor sebesar 62,4%, tanpa meneliti Herawaty, Arleen, dan Susanto (2009). “Pengaruh
37,6% yang dijelaskan variabel di luar Profesionalisme, Kemampuan Mendeteksi
model. Kekeliruan, dan Etika Profesi Terhadap
Pertimbangan Materialitas Akuntan Publik”. Jurnal
Saran Akuntansi dan Keuangan, Vol 11 (1) Hal. 13-
Berdasarkan simpulan yang telah 20.
dikemukakan di atas, maka saran-saran yang Herliansyah, Yudhi, dan Ilyas. (2006). “Pengaruh
diajukan adalah : Pengalaman Auditor Terhadap Penggunaan Bukti
1. Sebaiknya pemimpin inspektorat Tidak Relevan Dalam Auditor Judgement”. Padang
memperhatikan pengalaman auditor, SNA IX.
kompleksitas tugas, tekanan ketaatan, Jamilah, Siti., Fanani, Zaenal., Chandrarin, Grahita.
kemampuan kerja, dan pengetahuan (2007). “Pengaruh Gender, Tekanan Ketaatan dan
7
Inovasi dan Kewirausahaan, Vol. 4, No. 1, Januari 2015

Kompleksitas Tugas Terhadap Audit Judgement”.


Makassar: Simposium Nasional Akuntansi X.
Kushasyandita, RR, Sabrina., dan Januarti, Indira.
(2012). “Pengaruh Pengalaman, Keahlian, Situasi
Audit, Etika dan Gender terhadap Ketepatan
Pemberian Opini Audit melalui Skeptisme
Professional Auditor (Studi Kasus Pada KAP Big
Four di Jakarta)”. Banjarmasin: SNA XV.
Mardisar, Diani., dan Sari, Ria, N. (2007).
“Pengaruh Akuntabilitas dan Pengetahuan
terhadap Kualitas Hasil Kerja Auditor”. Makassar:
SNA X. AUEP-11
Praditaningrum,A,S., dan Januarti, I. (2011).
“Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap
Audit Judgement”. (
http://sna.akuntansi.unikal.ac.id/ diakses 27
Agustus 2014).
Raiyani, N, L, Kadek, Puput., dan Suputra, I, D, G,
Dharma. (2014). Pengaruh Kompetensi,
Kompleksitas Tugas, dan Locus of Control
terhadap Audit Judgement. E-jurnal Akuntansi
Universitas Udayana, Vol 6 (3) Hal 429-438.
Robbins, Stephen, P., dan Judge, Timothy, A.
(2007). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba
Empat.
Sukriah, Ika,. Akram,. Inapty, Biana, A,. (2009).
“Pengaruh Pengalaman Kerja, Independensi,
Obyektifitas, Integritas dan Kompetensi Terhadap
Kualitas Hasil Pemeriksaan”. Palembang: SNA
XII.