Anda di halaman 1dari 2

CARA MENCUCI ALAT MEDIS

DENGAN MENGGUNAKAN CAIRAN DESINFEKTAN


ANIOZYME DD1 DI RUANG KEPERAWATAN
(PRE CLEANING)
RS. ISLAM
SULTAN AGUNG Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :
SEMARANG 0 1/2

Tanggal terbit DITETAPKAN OLEH


29 April 2012 DIREKTUR
PROSEDUR
TETAP
Dr. H. Masyhudi, AM. M.Kes

Pengertian Langkah-langkah untuk mencuci alat medis setelah dilakukan tindakan


medis di ruang keperawatan dengan menggunakan cairan desinfektan
Aniozyme DD1.
Tujuan 1. Untuk membersihkan, menghilangkan dan membunuh kuman
mikroorganisme berbahaya dari kotoran yang ada pada alat medis
setelah dilakukan tindakan medis di ruang keperawatan dengan
menggunakan cairan desinfektan.
2. Alat yang segera dicuci lebih mudah dibersihkan, karena darah atau
kotoran yang lain bila sudah kering susah untuk dibersihkan.
3. Untuk mencegah kontaminasi karena menggunakan cairan
desinfektan.
Kebijakan Pre cleaning dilakukan di ruang keperawatan dengan menggunakan
cairan desinfektan.
Prosedur 1. Persiapan mencuci alat yaitu dengan menggunakan APD (Alat
Pelindung Diri) antara lain :
- Apron
- Kaca mata Gogle
- Topi kerja
- Handscoon panjang tebal
- Sepatu boot
- Masker
2. Setelah melakukan tindakan medis, alat bekas tindakan tersebut
segera direndam menggunakan cairan desinfektan Aniozyme DD1
dengan pengenceran 0.5%. Pengenceran Aniozyme DD1 0,5%
dilakukan dengan cara :
 Diukur sebanyak 5 ml cairan Aniozyme DD1 dan dilarutkan
dalam air sampai 1 liter air.
 Larutan yang sudah diencerkan bisa dipakai 2-3 kali dalam 1
hari tergantung tingkat kekeruhan air.
 Bila dalam 1 kali pemakaian sudah keruh atau kotor sekali
sebaiknya dibuang dan diganti yang baru.
3. Alat-alat seperti gunting dan klem pada saat perendaman dibuka,
agar cairan desinfektan bisa sampai ke sela-sela yang terkecil.
4. Semua alat direndam hingga terendam semuanya. Min
perendaman 5 menit. Perendaman bisa di baskom plastik atau bak
pencucian.
5. Disikat sampai bersih.
6. Dibilas menggunakan air mengalir.
7. Ditiriskan, setelah itu dikeringkan secara manual dengan
menggunakan kain bersih. Gunting atau klem tetap dalam keadaan
terbuka agar tetap kering untuk menghindari alat mudah berkarat.
8. Dikemas dengan menggunakan Doek atau pembungkus lainnya
bila ada.
9. Disterilkan bila memiliki alat sterilisasi sesuai dengan prosedur
sterilisasi alat atau diserahkan ke CSSD untuk proses sterilisasi
menggunakan tas atau plastik yang tertutup dan dalam keadaan
bersih.
Unit terkait 1. Ruang IBS
2. Ruang IGD
3. Ruang SEC
4. Ruang VK
5. Ruang ICU
6. Ruang Poli Kulit dan Kelamin
7. Ruang Poli Gigi