Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN ALARM ANTI MALING

untuk kalian yang rumahnya tidak ingin kemalingan disaat malam hari, bisa gunain ini nih sebagai pembangun
kalian disaat tidur *apa lagi yg kebo :)

LAPORAN ALARM ANTI MALING

MAN 11 JAKARTA
JL. H. GANDUN NO.60 LEBAK BULUS, CILANDAK, JAKARTA
SELATAN
NAMA : ANDY HABIBIE RAZAK
: NURUL AZKA
: MEGA KUSUMA
KELAS : XII – IPA 1
KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena
berkat rahmat dan karunia-Nya kepada kita sehingga kami dapat menyusun dan
menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya meski dengan banyak kendala
dan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan.
Kami menyadari bahwa didalam penulisan laporan ini masih banyak sekali
kekurangan-kekurangan baik itu dari segi bahasa maupun dari segi penulisan.
Mudah-mudahan laporan ini dapat bermanfaat. Sekian dan terima kasih

Jakarta, 11 Februari 2014

DAFTAR ISI
Kata Pengantar......................................................................................................................... 1
Daftar Isi.................................................................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................................. 3
B. Tujuan Praktikum......................................................................................................... 4
BAB II BAHAN DAN METODE
A. Alat dan Bahan............................................................................................................ 4
B. Cara Kerja.................................................................................................................... 5
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan................................................................................................................... 6
B. Saran............................................................................................................................. 6
Daftar Pustaka.......................................................................................................................... 7
BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kejahatan semakin meraja lela saja pada akhir-akhir ini. Ini disebabkan pada
kehidupan yang semakin sulit saja. Persaingan dalam mencari pekerjaan pun begitu ketat.
Alhasil banyak pengangguran pun meluas bak jamur di musim penghujan. Aksi pencurian
yang terjadi pun juga semakin tinggi. Mari kita atasi masalah tersebut dengan membuat
“alarm pencuri”. Dari namanya saja terlihat bahwa alarm tersebut dikhususkan untuk
mendeteksi pencuri.

• Loudspeaker
Fungsinya adalah mengubah gelombang listrik menjadi getaran suara.
• PCB Titik
Berfungsi untuk membuat rapih rakitan rangkaian elektronik serta sebagai tempat untuk
memasang komponen elektronik. Selain itu PCB juga berfungsi meminimalisir pemakaian
tempat dan ruang rangkaian elektronik.
• Resistor
Digunakan untuk menghambat arus listrik.X
• Transistor
1. Trasistor sebagai saklar.
2. Transistor sebagai pengatur tegangan (Voltage-Regulator)
3. Transistor sebagai penguat arus
• Kapasitor Keramik
Kapasitor yang dibuat dengan bahan dasar keramik yang di gunakan untuk media penyimpan
arus.
• Timah
Fungsi alat ini adalah untuk menyatukan komponen elektronika dengan PCB.

• Kapasitor Elektrolit ( elco )


Fungsi elco dalam suatu rangkaian elektronika yaitu di pakai untuk mengetahui nilai
kapasitas sebuah elco didalam satuan uf (mikro farad).
• LDR ( light dependen resistor )
Resistor yang nilai hambatannya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya yang masuk.

B. Tujuan Praktikum
1. Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk mendapatkan suatu rangkaian sistem alarm yang
dapat mendeteksi maling dan menjelaskan bagaimana proses kerjanya.
2. Kemudian kita dapat memperoleh sebuah informasi yang jelas mengenai cara kerja model
pengolahan input sensor dan model responnya.

BAB II BAHAN DAN METODE

A. Alat dan Bahan


1. SOLDER : 1 BUAH
2. PCB : 1 BUAH
3. LOUDSPEAKER : 1 BUAH
4. TRANSISTOR : 2 BUAH
5. RESISTOR : 4 BUAH
6. KONDENSATOR ELEKTROLIT (ELCO) : 2 BUAH
7. KONDENSATOR KERAMIK : 2 BUAH
8. LDR : 1 BUAH
9. 9V BATTERY CLIP (BATERAI KOTAK) : 1 BUAH
10. COLOKAN BATERAI : 1 BUAH
11. TIMAH : SECUKUPNYA
12. LAKBAN : SECUKUPNYA
13. DOUBLE TIP : SECUKUPNYA

C. Cara Kerja
1. Pertama - tama pasang komponen seperti pada gambar, lalu di solder.

2. Siapkan kardus, lalu buat kardus menjadi persegi panjang seukuran rangkaian alarm tersebut.
Buat lubang untuk loudspeaker, LDR dan baterai.
3. Masukkan rangkaian alarm tersebut ke dalam persegi panjang yang terbuat dari kardus.
4. Warnai / cat kotak sesuai selera masing – masing.
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Prinsip kerja dari alarm ini menggunakan sebuah komponen yang peka terhadap
cahaya. Jadi, jika si pencuri menutup jalur cahaya yang diterima oleh komponen
tersebut, maka komponen tersebut akan mempengaruhi komponen yang lain
sehingga rangkaian akan menghasilkan bunyi yang dapat menandakan terdapat
pencuri sehingga pencuri dapat dideteksi dan segera dilakukan tindakan
selanjutnya. Pada rangkaian Alarm anti maling ini ketika LDR terkena cahaya, maka alarm
berbunyi, sedangkan ketika LDR tidak terkena cahaya maka alarm tidak berbunyi.

B. Saran
Sebaiknya menaruh alarm anti maling ditempat yang gelap dan mudah terkena cahaya bila
pintu dibuka oleh maling tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
http://ilmumalingehsalahilmuantimaling.blogspot.com/2013/06/alarm-anti-maling.html
http://nofricandra.blogspot.com/2012/02/alarm-anti-maling.html

http://kreativitasimajinasi.blogspot.com/2012/07/alarm-anti-maling.html

http://www.trikis-zone.blogspot.com/2012/06/rangkaian-alarm-anti-maling-dengan-
ldr.html
Alarm
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Jump to navigationJump to search

Daftar isi

 1Pengertian Alarm
 2Fungsi Alarm
 3Sejarah Industri Alarm
o 3.1Berawal dari pengembangan inovasi
o 3.2Para amatir memelopori industri
o 3.3Perubahan sistem kendali bel
o 3.4Disebarkan melalui pos
 4Perkembangan Alarm
o 4.1Generasi awal
o 4.2Generasi internet
 5Jenis-Jenis Alarm
o 5.11. Alarm rumah
 5.1.11.1 Sensor infra merah
 5.1.21.2 Sistem alarm GSM
o 5.22. Alarm mobil
o 5.33. Alarm kebakaran
o 5.44. Alarm banjir
o 5.55. Alarm gempa
o 5.66. Alarm bayi
o 5.77. Alarm komputer
o 5.88. Alarm online
o 5.99. Alarm telepon genggam
o 5.1010. Alarm jam
o 5.1111. Sirine
o 5.1212. Klakson
 6Kelebihan Alarm
 7Kelemahan Alarm
 8Kesimpulan
 9Referensi
 10Pranala luar
 11Lihat Juga

Pengertian Alarm[sunting | sunting sumber]


Alarm secara umum dapat didefinisikan sebagai bunyi peringatan atau pemberitahuan. Dalam
istilah jaringan, alarm dapat juga didefinisikan sebagai pesan berisi pemberitahuan ketika terjadi
penurunan atau kegagalan dalam penyampaian sinyal komunikasi data ataupun ada peralatan
yang mengalami kerusakan (penurunan kinerja). Pesan ini digunakan untuk
memperingatkan operator atau administrator mengenai adanya masalah (bahaya) pada jaringan.
Alarm memberikan tanda bahaya berupa sinyal, bunyi, ataupun sinar.
Fungsi Alarm[sunting | sunting sumber]
Memberitahukan apabila terjadi bahaya dan kerusakan ataupun kejadian yang tidak diharapkan
pada jaringan melalui sinyal sehingga memberikan peringatan secara jelas agar dapat
diantisipasi.

Sejarah Industri Alarm[sunting | sunting sumber]


Berawal dari pengembangan inovasi[sunting | sunting sumber]
Industri keamanan elektronik dan peringatan kebakaran telah berdiri sejak tahun 1850 yang
dipelopori oleh John Gamewell dan Edwin Holmes yang mengubah penemuan menjadi bisnis
untuk mengamankan properti dan kehidupan. Keduanya memperdalam kemampuan ilmiah di
akhir abad ke-18.
Para amatir memelopori industri[sunting | sunting sumber]
Awalnya, penemuan baterai pada tahun 1799 dan telegraf pada tahun 1841 secara umum
mengubah dunia dan menginspirasi para penyuka hobi, ahli listrik dan ilmuwan yang ada di
seluruh dunia untuk melihat dan memperdalam ilmu komunikasi. Tidak lama setelah telegraf
diperkenalkan, seorang dokter muda yang kaya bernama William Channingmembuat
sebuah sistem dari pemerintah untuk menyalurkan sinyal alarm kebakaran kepada stasiun
pemadam kebakaran yang ada di sekeliling kota Boston, Amerika Serikat.
Menggunakan morse yang ditemukan oleh Samuel Morse dalam sistem telegram yang
memadukan kode dengan teknologi, Channing membuat rencana elaborasi untuk menyalurkan
sinyal dari pusat sistem pemerintah menuju stasiun pemadam kebakaran untuk memberitahu titik
lokasi terjadinya kebakaran. Rencana Channing memiliki masalah karena besar bunyi bel alarm
tidak dapat dikendalikan dari stasiun pemadam kebakaran.
Perubahan sistem kendali bel[sunting | sunting sumber]
Pada waktu yang sama, Augustus Pope, seorang menteri yang tinggal di luar Boston, mulai
merancang alarm elektrik anti pencuri untuk dipasang di rumah. Ia mengikuti sistem kerja
Channing dan menemukan kesulitan dalam membunyikan bel untuk membangunkan orang-
orang di rumahnya. Solusi datang dari Moses Farmer, seseorang dari New Hampshire yang
dikenal secara luas sebagai insinyur dan ahli listrik. Ia merancang sistem alarm dengan
menggunakan peralatan elektromagnetik untuk membuka tutup rangkaian sirkuit jaringan listrik,
sehingga dapat membunyikan bel secara otomatis. Rancangan Farmer memecahkan
kebingungan antara Channing dan Pope, sehingga melengkapi penemuan alarm pada tahun
1848 dan 1853.
Disebarkan melalui pos[sunting | sunting sumber]
Dalam kurun waktu 10 tahun, seorang agen pos dan telegraf di South Carolina bernama John
Gamewell membawa sistem rancangan Channing ke pasar di tenggara dan kemudian
membuat hak paten. Setelah itu, seorang pengusaha bernama Edwin Holmes membeli hak
paten terhadap rancangan Pope dan memasarkan produk alarm elektromagnetik anti pencuri ke
Boston dan New York.
Pada tahun 1895, Gamewell mengendalikan 95 persen pasar alarm kebakaran di Amerika
Serikat. Pada waktu yang sama, perusahaan alarm anti pencuri produksi Holmes menjadi salah
satu perusahaan terkuat di pantai timur dan menyediakan produk alarm keamanan selama
ratusan tahun kemudian. Kesuksesan Holmes di dunia telekomunikasimembawanya menjadi
presiden pertama di perusahaan New York Telephone Company dan stasiun pusat di Boston
menjadi stasiun telepon terpusat pertama di Amerika Serikat.
Stasiun pengendali alarm anti pencuri didirikan pada awal tahun 1870 menggunakan
teknologi kabel. Ini adalah pengembangan dari alarm lokal yang ada di lokasi pusat di mana
kegiatan pengawasan sirkuit jaringan listrik berada. Sistem alarm tersebut mulai dipasang di 32
bank, 30 toko dan juga beberapa rumah pribadi. Melihat manfaat penggunaan teknologi di
stasiun pusat, maka seorang ahli telegraf dan penemu bernama Edward Calahan pada tahun
1857 membuat sebuah tempat kecil berupa boks pemanggil yang ada di beberapa lokasi umum
di sekeliling kota Boston untuk memberikan sinyal bahaya kepada stasiun pusat melalui seorang
kurir pembawa pesan. Untuk memudahkan penyampaian sinyal, kode yang berbeda akan
diubah oleh kurir menjadi sebuah deteksi kejadian darurat. Calahan menjual rencana tersebut
kepada investor yang mendirikan perusahaan American District Telegraph (ADT).

Perkembangan Alarm[sunting | sunting sumber]


Generasi awal[sunting | sunting sumber]
Peningkatan teknologi alarm anti pencuri dan alarm anti kebakaran mulai terjadi sejak awal
1880-an saat Chauncey McCulloh dari Baltimore mendirikan sebuah sistem pembagian jaringan
sirkuit tunggal menjadi beberapa bagian yang dihubungkan ke stasiun pusat untuk menghemat
biaya penghubungan jaringan. Dengan kontribusi McCulloh, teknologi sistem transmisi sinyal
alarm telah berubah dan berkembang lebih dari 100 tahun kemudian.
Selanjutnya, alat deteksi bahaya terus berkembang. Di awal 1880-an, seorang insinyur dan
perancang lokomotif bernama Frederick Grinnel secara radikal membuat sistem keamanan
kebakaran dengan mematenkan teknologi percikan (api) yang dapat terbuka ketika di
sekelilingnya terjadi suhu panas yang ekstrem untuk menghindari terjadinya kebakaran besar.
Kemudian, muncul teknologi ionisasi di mana teknologi yang digunakan adalah mendeteksi asap
dan sensor gerakan yang dapat mendeteksi gerakan mencurigakan untuk mengaktifkan alarm
keselamatan, meningkatkan detektor panas, dan mengaktifkan sensor magnetik pada pintu dan
jendela rumah ataupun gedung perkantoran untuk menghindari bahaya pencurian.
Generasi internet[sunting | sunting sumber]
Teknologi internet merevolusi sistem keamanan komunikasi dan kemampuan pengawasan jarak
jauh. Sejak era komunikasi digital pada tahun 1970-an, pemberian sinyal melalui stasiun pusat
telah memberikan kontribusi terhadap teknologi komunikasi. Teknologi semakin berkembang dan
memunculkan teknologi nirkabel yang terhubung melalui koneksi IP di lebih dari 97 negara di
dunia. Konvergensi komunikasi internet dan digital membuat pengawasan video pada stasiun
pusat menjadi lebih baik dan rinci kepada setiap pengguna alarm. Peralatan deteksi berkembang
semakin baik dengan sensor yang dapat diandalkan dan mampu memberikan sinyal keamanan
dengan lebih sensitif.
Impian yang direalisasikan oleh para pelopor seperti Gamewell dan Holmes lebih dari 150 tahun
yang lalu telah membawa perkembangan sistem alarm modern menuju level yang lebih tinggi
terhadap keamanan dan keselamatan publik yang tidak pernah ada dalam industri sebelumnya.
Generasi masa kini dapat menikmati teknologi keselamatan yang dapat melindungi kehidupan
mereka melalui alarm keselamatan.

Jenis-Jenis Alarm[sunting | sunting sumber]


1. Alarm rumah[sunting | sunting sumber]
Jenis alarm ini biasanya ditempel di area rumah untuk menjamin dan melindungi properti yang
ada di dalam rumah dari bahaya pencurian. Sistem alarm rumah dapat memonitor keamanan
rumah dan memberikan laporan kepada pemilik jika terjadi tindakan yang mengancam
keamanan rumah sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir.
Cara kerja alarm rumah terbagi dua, yaitu:
1.1 Sensor infra merah[sunting | sunting sumber]
Sistem pendeteksi bahaya yang digunakan adalah infra merah yang dalam bahasa teknis
disebut PIR (Passive Infra Red) – infra merah pasif. Sensor ini hanya untuk mendeteksi saja
sehingga disebut pasif. Sensor infra merah memiliki keuntungan dari sisi penguasaan area di
mana sensor ini mempunyai jarak radius 15m/90 derajat dan biasanya dipasang di tempat
strategis.
1.2 Sistem alarm GSM[sunting | sunting sumber]
Jenis alarm tanpa kabel yang dalam instalasinya relatif lebih mudah. Kelebihan alarm ini, ketika
terjadi bahaya, maka alarm akan memberikan laporan kepada pemilik melalui
jaringan GSM selama pemilik berada dalam jangkauan sinyal GSM.
2. Alarm mobil[sunting | sunting sumber]
Alarm mobil di Indonesia baru dikenal pada pertengahan 1980-an. Jenis alarm terus berevolusi
sejak tahun 90-an di Amerika mulai dari hanya bermodalkan sebuah tombol yang dihubungkan
dengan jaringan listrik mobil, alarm dengan pengendali jarak jauh berupa remote, serta fasilitas
alat pengamanan yang aktif otomatis dalam 30 detik setelah pintu mobil ditutup. Fungsi alarm
mobil adalah untuk melindungi harta benda yang ada di dalam mobil dan mencegah pencurian
mobil.
3. Alarm kebakaran[sunting | sunting sumber]
Sistem pengindera api (bahasa inggris – fire alarm system) merupakan sebuah sistem
terintegrasi yang didesain untuk mendeteksi adanya gejala kebakaran. Alarm tersebut
memberikan peringatan dalam sistem evakuasi dan dilanjutkan dengan sistem instalasi
pemadam kebakaran secara otomatis maupun manual (bahasa inggris – fire fighting system).
Peralatan utama dalam pengendali sistem ini adalah Main Control Fire Alarm (MCFA) atau Fire
Alarm Control Panel (FACP) yang menerima sinyal masuk (input) dari semua detektor serta
komponen pendeteksi dan kemudian memberikan sinyal keluar (output) melalui komponen
keluaran yang sudah ditetapkan.
4. Alarm banjir[sunting | sunting sumber]
Kegunaannya adalah untuk memperingatkan apabila akan terjadi banjir. Cara kerjanya
menggunakan sensor air hujan dan akan memberi sinyal apabila debit air hujan yang turun
sudah melebihi batas.
5. Alarm gempa[sunting | sunting sumber]
Alarm ini berfungsi untuk memberikan peringatan adanya getaran (gempa) bumi. Cara kerjanya
yaitu dengan mendeteksi kedatangan gelombang seismik P-Wave sebelum kedatangan S-Wave
dan Surface Wave (Q-Wave dan R-Wave) di mana gelombang tersebut bersifat berbahaya dan
merusak. Sistem alarm dengan speaker otomatis yang bersuara sangat nyaring mampu
membangunkan orang yang sedang tidur sehingga dapat segera menyelamatkan diri.
6. Alarm bayi[sunting | sunting sumber]
Sistem pemancar yang terdapat pada alarm bayi digunakan untuk mendengarkan suara yang
ditimbulkan oleh bayi dari jarak jauh. Pemancar ini dikendalikan dari jarak jauh dan mampu
memantau kondisi dan keberadaan bayi sehingga orang tua dapat mengetahui kondisi bayinya
ketika menangis ataupun tertidur.
7. Alarm komputer[sunting | sunting sumber]
Program alarm jam umumnya sudah terdapat pada komputer pribadi. Komputer dapat berfungsi
sebagai alarm secara digital untuk memberi peringatan akan sesuatu dengan berbagai macam
bentuk dan bunyi yang dapat disesuaikan.
8. Alarm online[sunting | sunting sumber]
Program alarm dalam jaringan atau online yang bisa diunduh melalui jaringan internet. Dapat
dipasang pada komputer pribadi yang terhubung pada jaringan internet.
9. Alarm telepon genggam[sunting | sunting sumber]
Telepon genggam modern memiliki fitur alarm yang dapat dimatikan secara manual. Bunyi alarm
dapat disesuaikan dengan keinginan pemilik telepon genggam. Kegunaan alarm pada telepon
genggam adalah untuk mengingatkan pemilik akan suatu jadwal ataupun memperingatkan pada
jam-jam tertentu seperti alarm jam untuk membangunkan tidur.
10. Alarm jam[sunting | sunting sumber]
Alarm ini disebut juga alarm clock (bahasa inggris) yaitu sebuah jam yang didesain untuk
mengeluarkan suara nyaring pada jam-jam tertentu. Gunanya untuk membangunkan orang dari
tidurnya di pagi hari. Alarm jam dapat juga digunakan untuk membangunkan orang dari tidur
siang dan juga sebagai tanda pengingat sebuah jadwal. Untuk menghentikan bunyi alarm, orang
harus menekan tombol di badan jam dan alarm akan mati beberapa waktu setelahnya.
11. Sirine[sunting | sunting sumber]

MENU

0:00

Alarms - Klaxon - CU - Warning Signal.

Alat untuk mengeluarkan bunyi peringatan tanda bahaya. Jenis-jenis sirine adalah peringatan
dini tsunami, sirine kebakaran dan lainnya. Sirine hanya boleh digunakan oleh petugas penegak
hukum tertentu, dinas pemadam kebakaran, penanggulangan bencana, kendaran ambulans,
unit palang merah dan mobil jenazah.
12. Klakson[sunting | sunting sumber]
Klakson merupakan perlengkapan yang melekat pada kendaraan bemotor untuk berkomunikasi
antara pengemudi kendaraan yang satu dengan lainnya. Klakson digunakan untuk memberi
peringatan ketika pengemudi ingin mendahului kendaraan lain, meminta ruang jalan dan
sebagainya.

Kelebihan Alarm[sunting | sunting sumber]


Dapat memberikan peringatan dini terhadap bahaya yang akan terjadi sehingga manusia dapat
mengantisipasi dan meminimalisir korban jiwa maupun kerugian harta benda.

Kelemahan Alarm[sunting | sunting sumber]


Alarm merupakan alat yang mampu menyebabkan reaksi positif dan negatif pada manusia.
Orang yang mendengar bunyi alarm yang nyaring dapat mengeluarkan reaksi panik dan
menyelamatkan diri secara tidak rasional yang dapat membahayakan dirinya.

Kesimpulan[sunting | sunting sumber]


Kegunaan alarm harus diimbangi dengan adanya pengawasan terhadap alarm palsu yang
diakibatkan gagal sinyal untuk menghindari reaksi panik pada manusia. Penggunaan alarm
harus ditempatkan pada tempat yang strategis sehingga dapat dengan cermat mendeteksi
kemungkinan bahaya seakurat mungkin.

Referensi[sunting | sunting sumber]


 http://www.total.or.id/info.php?kk=Alarm
 http://alarmmobil.com/content/view/70/1/
 http://1alarmrumah.com/
 http://masisnanto.blogdetik.com/2009/03/25/fire-alarm-system/
 http://exc1ting.wordpress.com/2009/07/15/penggunaan-klakson-dan-sirine/
 http://www.artikata.com/arti-4498-alarm.php
 http://en.wikipedia.org/wiki/Alarm_clock
 http://www.dgasecurity.com/about-dga/alarm-industry-history

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


 http://www.hackensacknow.org/index.php?topic=902.0
 http://en.wikipedia.org/wiki/Edwin_Holmes_(inventor)
 http://en.wikipedia.org/wiki/William_Ellery_Channing
 http://en.wikipedia.org/wiki/Bell_(instrument)
 http://en.wikipedia.org/wiki/Albert_Augustus_Pope
 http://en.wikipedia.org/wiki/Moses_G._Farmer
 http://en.wikipedia.org/wiki/New_York_Telephone
 http://www.invent.org/hall_of_fame/255.html
 http://en.wikipedia.org/wiki/ADT_Security_Services
 http://www.dgasecurity.com/about-dga/alarm-industry-history
 http://en.wikipedia.org/wiki/Frederick_Grinnell
 http://en.wikipedia.org/wiki/Passive_infrared_sensor
 http://en.wikipedia.org/wiki/Fire_alarm_system
 http://en.wikipedia.org/wiki/Fire_alarm_control_panel
 http://en.wikipedia.org/wiki/Surface_wave
 http://en.wikipedia.org/wiki/Alarm_clock
 http://exc1ting.wordpress.com/2009/07/15/penggunaan-klakson-dan-sirine/
Perancangan Alarm Anti Maling
DASAR TEORI
Pengertian rangkaian dan sistem digital erat kaitannya dengan pengertian rangkaian dan
sistem pada bidang elektronika. Rangkaian elektronika didefinisikan sebagai kesatuan dari
komponen-komponen elektronika baik pasif maupun aktif yang membentuk suatu fungsi
pengolahan sinyal (signal processing). Dalam hal ini komponen pasif adalah komponen
elektronika yang dalam operasinya tidak memerlukan catu daya dan sifatnya tidak dapat
melakukan penguatan terhadap arus atau tegangan listrik, sedangkan komponen aktif adalah
komponen elektronika yang dalam operasinya memerlukan catu daya dan memiliki sifat dapat
menguatkan sinyal atau tegangan listrik. Contoh komponen pasif adalah resistor, kapasitor,
dan induktor, sedangkan contoh komponen aktif adalah transistor. Jenis pengolahan sinyal
antara lain adalah penguatan sinyal (amplification), pembangkitan sinyal (oscillation), dan
pemodulasian (modulation).

ALAT DAN BAHAN YANG DIPERLUKAN

 Daftar komponen yang digunakan


 Resistor : R1 = 2 K 2 R4 = 2 K 2
 R2 = 4 K 7 R5 = 1 K
 R3 = 1 K
 Kapasitor : C = 150µF / 12 VDC
 Transistor : TR = BC178
 SCR : Type SS 3328 atau FIR 3D
 LDR : Type ORP 12
 BUZZER : 6VDC
 SAKLAR : S = Saklar SPDT
 BATERAI : 6VDC

GAMBAR RANGKAIAN ALARM


CARA KERJA RANGKAIAN (PEMBAHASAN)
Rangkaian alarm ini sangat cocok dipakai untuk mengusir tamu tak diundang atau pencuri.
Sebagai komponen utama adalah sebuah sensor yaitu berupa komponen LDR (Light Different
Resistance) yang dipasang pada tempat tersembunyi namun mendapat cahaya lampu
penerangan yang ada.

Rangkaian alarm ini akan berbunyi apabila ada cahaya yang menyinari LDR
terpotong/terhalang oleh orang atau sebuah gerakan yang lewat sensor tersebut.
Telah kita ketahui bahwa komponen-komponen elektronika yang dibutuhkan untuk merangkai
alarm diatas mempunyai cara kerja sendiri-sendiri yaitu:

1. Resistor berfungsi sebagai tahanan listrik yang mempunyai besar tahanan sesuai
dengan warna-warna yang ditunjukkan pada transistor.
2. Kapasitor berfungsi untuk menyimpan muatan listrik. Kapasitor yang digunakan dalam
rangkaian alarm ini adalah kapasitor elektrolisis jenis elektrolisis aluminium. Kapasitor
jenis ini memiliki terminal positif dan terminal negatif. Kedua terminal ini harus
disambungkan dengan polaritas yang benar.
3. Transistor berfungsi untuk mengalirkan arus melalui terminal emitor dengan polaritas
paling negatif, terminal kolektor beberapa volt lebih positif dibandingkan terminal emitor
lainnya dan terminal basis lebih positif 0,7 V daripada terminal emitor lainnya.
4. SCR fungsinya hampir sama dengan Transistor yaitu untuk mengalirkan arus melalui
terminal emitor dengan polaritas paling negatif, terminal kolektor beberapa volt lebih
positif dibandingkan terminal emitor lainnya dan terminal basis lebih positif 0,7 V
daripada terminal emitor lainnya.
5. LDR (Light Dependent Resistor) yang terdiri dari sebuah piringan bahan semikonduktor
dengan dua buah elektroda pada permukaannya. Di bawah cahaya yang cukup terang,
banyak elektron yang melepaskan diri dari atom-atom bahan semikonduktor sehingga
nilai tahanan listrik bahan rendah. Dan sebaliknya apabila dalam gelap atau dibawah
cahaya yang redup, bahan piringan hanya mengandung elektron bebas dalam jumlah
yang relatif sangat kecil sehingga nilai tahanan bahan sangat tinggi sehingga alarm
dapat bekerja.
6. Buzzer (speaker) berfungsi sebagai penghasil suara alarm.
7. saklar SPDT (Single-Pole, Double-Throw) berfungsi untuk menyambung dan
memutuskan arus listrik yang mengalir pada alarm.
8. Baterai berfungsi sebagai sumber daya pada alarm.

Apabila saklar pertama dihidupkan, maka alarm yang bekerja adalah alarm yang pertama
yaitu yang diletakkan pada pintu rumah. Sehingga apabila ada seorang maling yang masuk
kedalam rumah melalui pintu, maka cahaya yang menyinari sensor (LDR) akan terpotong dan
alarm akan berbunyi.

Jika saklar kedua dihidupkan, maka alarm yang bekerja adalah alarm yang kedua yang
diletakkan pada ruangan atau bagian dalam rumah. Dimana cara kerja rangakaian alarm yang
kedua, apabila ada orang yang bergerak didalam ruangan tersebut, maka akan
mengakibatkan cahaya yang menyinari sensor (LDR) akan terhalang dan alarm akan
berbunyi.

Sedangkan apabila kedua saklar dihidupkan, maka alarm yang bekerja adalah kedua-duanya,
sehingga apabila ada seorang pencuri yang masuk melalui pintu maupun terdapat gerakan
didalam ruangan rumah maka alarm akan berbunyi, dan sebaliknya apabila kedua saklar
alarm dimatikan maka tidak ada alarm yang bekerja.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa rangkaian alarm anti maling tersebut dapat
berbunyi ketika sensor (LDR) dalam keadaan gelap atau tidak mendapat cahaya lampu,
karena jika sensor (LDR) dalam keadaan gelap mempunyai tahanan yang lebih tinggi
daripada sensor (LDR) dalam keadaan yang tersinari cahaya, sehingga alarm dapat bekerja
atau berbunyi.

Semoga rangkaian alarm ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Atas segala kekurangan kami
mohon maaf.
Terima kasih.

Referensi : Bishop, Owen, Dasar-dasar ELEKTRONIKA, Seri Pendidikan Profesi Elektro, Erlangga,
Jakarta, 2004
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sering kali kita mendengar kasus kemalingan rumah maupun terhadap barang-barang
berharga.tindak kriminal ini susah diketahui oleh sang pemilik barang berharga. Biasanya
akan diketahui setelah terjadi musibah kemalingan tersebut terjadi. Keadaan seperti
ini tentu membuat kita tidak nyaman dan merasa resah terhadap barang berharga kita.
Kebanyakan orang untuk sistem keamanan barang berharga mereka menggunakan CCTV
(Closed Circuit TeleVision), yang dapat merekam gerak-gerik setiap aktivitas orang.
Salah satu kelemahan menggunakan CCTV adalah setelah kita tahu adanya musibah
kemalingan, maka kita hanya bisa melihat dari rekaman gambar yang sudah terjadi,dan
pelaku kemalingan dapat diungkap. Setelah dilakukan analisa terhadap gambar yang
ditangkap,dan juga setiap saat kita harus memantau gerak-gerik setiap orang. Hal ini tentu
masih merepotkan kita dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
Kelemahan tersebut bisa kita tutupi dengan menggunakan alat yang disebut dengan
alarm anti maling. Prinsip kerja alarm anti maling adalah ketika suatu objek bergerak
mendekati alarm, maka alarm tersebut akan berbunyi dengan keras sehingga kemungkinan
besar pemilik barang akan menyadari adanya pencuri dan mengundang perhatian ke orang
lain.
Perkembangan teknologi dan informasi sekarang ini mengalami kemajuan
yang signifikan dan sangat pesat. Teknologi yang canggih telah banyak ditemukan seiring
dengan kebutuhan manusia yang semakin kompleks. Dengan beberapa alat-alat elektronika
dan software penguji PROTEUS ISIS, kita bisa mengkonstruksi suatu alarm yang sederhana,
namun memiliki fungsi yang hampir sama dengan alarm anti maling yang dijual di pasaran.
Selain itu, dengan berbekal kemampuan dasar di dalam sistem elektronika kita sudah bisa
menyusun alarm anti maling ini.
B. Rumusan Masalah
Dalam menyusun makalah ini penulis menuliskan beberapa perumusan masalah :
1. Bagaimana cara agar alarm dapat berbunyi apabila ada objek yang mendekat ke arah
sensor
2. Bagaimana menyusun rancangan rangkaian alarm anti maling dengan menggunakan
software PROTEUS ISIS
C. Tujuan Praktikum
1. Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk mendapatkan suatu rangkaian sistem alarm
yang dapat mendeteksi maling dan menjelaskan bagaimana proses kerjanya.
2. Kemudian kita dapat memperoleh sebuah informasi yang jelas mengenai cara kerja
model pengolahan input sensor dan model responnya.
D. Landasan Teori
Pengertian rangkaian dan sistem digital erat kaitannya dengan pengertian rangkaian
dan sistem pada bidang elektronika. Rangkaian elektronika didefinisikan sebagai kesatuan
dari komponen-komponen elektronika baik pasif maupun aktif yang membentuk suatu fungsi
pengolahan sinyal (signal processing).
Dalam hal ini komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam operasinya
tidak memerlukan catu daya dan sifatnya tidak dapat melakukan penguatan terhadap arus atau
tegangan listrik, sedangkan komponen aktif adalah komponen elektronika yang dalam
operasinya memerlukan catu daya dan memiliki sifat dapat menguatkan sinyal atau tegangan
listrik.
Contoh komponen pasif adalah resistor, kapasitor, dan induktor, sedangkan contoh
komponen aktif adalah transistor. Jenis pengolahan sinyal antara lain adalah penguatan sinyal
(amplification), pembangkitan sinyal (oscillation), dan pemodulasian (modulation).
Rangkaian alarm anti maling merupakan rangkaian yang mengombinasikan beberapa
komponen elektronika yaitu photodiode, infrared, dan IC 7432. Sedangkan untuk indikator
digunakan LED dan Speaker. Infrared digunakan sebagai transmitter sedangkan Photodiode
digunakan sebagai receiver dalam kasus ini. Ketika ada sebuah objek yang mendekat ke arah
2 sensor tersebut, maka speaker akan mengeluarkan bunyi dan LED akan menyala
BAB II
ALAT , BAHAN DAN CARA KERJA
ALAT DAN BAHAN YANG DIPERLUKAN
1. Papan protoboard
2. Adaptor 5V DC
3. IC 7432
4. Infrared
5. Photodioda
6. LED
7. Resistor 4K7, 220
8. Speaker
9. Kabel
10. Kapasitor
11. SW-SPDT
CARA KERJA RANGKAIAN
Sebagai komponen utama adalah sebuah sensor yaitu berupa komponen photodioda yang
dipasang pada tempat tersembunyi namun mendapat cahaya lampu penerangan yang ada.
Rangkaian alarm ini akan berbunyi apabila ada cahaya yang menyinari photodioda
terpotong/terhalang oleh orang atau sebuah gerakan yang lewat sensor tersebut. Telah kita
ketahui bahwa komponen-komponen elektronika yang dibutuhkan untuk merangkai alarm
diatas mempunyai cara kerja sendiri-sendiri yaitu:
1.Resistor berfungsi sebagai tahanan listrik yang mempunyai besar tahanan sesuai
dengan warna-warna yang ditunjukkan pada transistor.
2.Kapasitor berfungsi untuk menyimpan muatan listrik. Kapasitor yang digunakan
dalam rangkaian alarm ini adalah kapasitor elektrolisis jenis elektrolisis aluminium.
Kapasitor jenis ini memiliki terminal positif dan terminal negatif. Kedua terminal ini
harus disambungkan dengan polaritas yang benar.
3.Photodioda yang terdiri dari sebuah piringan bahan semikonduktor dengan dua buah
elektroda pada permukaannya. Di bawah cahaya yang cukup terang, banyak elektron
yang melepaskan diri dari atom-atom bahan semikonduktor sehingga nilai tahanan
listrik bahan rendah. Dan sebaliknya apabila dalam gelap atau dibawah cahaya yang
redup, bahan piringan hanya mengandung elektron bebas dalam jumlah yang relatif
sangat kecil sehingga nilai tahanan bahan sangat tinggi sehingga alarm dapat bekerja.
4.Buzzer (speaker) berfungsi sebagai penghasil suara alarm.
5.LED berfungsi sebagai indikator
6.Saklar SPDT (Single-Pole, Double-Throw) berfungsi untuk menyambung dan
memutuskan arus listrik yang mengalir pada alarm.
7.Infrared berfungsi sebagai transmitter
8.Papan protoboard sebagai tempat percobaan rangkaian
9.Kabel sebagai penghubung antar peralatan elektronika
10. Adaptor berfungsi sebagai sumber daya pada alarm.
Jika saklar kedua dihidupkan, maka alarm yang bekerja adalah alarm yang
kedua yang diletakkan pada ruangan atau bagian dalam rumah. Dimana cara kerja
rangakaian alarm yang kedua, apabila ada orang yang bergerak didalam ruangan
tersebut, maka akan mengakibatkan cahaya yang menyinari sensor (LDR) akan
terhalang dan alarm akan berbunyi. Sedangkan apabila kedua saklar dihidupkan, maka
alarm yang bekerja adalah kedua-duanya, sehingga apabila ada seorang pencuri yang
masuk melalui pintu maupun terdapat gerakan didalam ruangan rumah maka alarm akan
berbunyi, dan sebaliknya apabila kedua saklar alarm dimatikan maka tidak ada alarm
yang bekerja.
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa rangkaian alarm anti
maling tersebut dapat berbunyi ketika sensor (LDR) dalam keadaan gelap atau tidak
mendapat cahaya lampu, karena jika sensor (LDR) dalam keadaan gelap mempunyai
tahanan yang lebih tinggi daripada sensor (LDR) dalam keadaan yang tersinari cahaya,
sehingga alarm dapat bekerja atau berbunyi.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Prinsip kerja dari alarm ini menggunakan sebuah komponen yang peka terhadap cahaya. Jadi,
jika si pencuri menutup jalur cahaya yang diterima oleh komponen tersebut, maka komponen
tersebut akan mempengaruhi komponen yang lain sehingga rangkaian akan menghasilkan
bunyi yang dapat menandakan terdapat pencuri sehingga pencuri dapat dideteksi dan segera
dilakukan tindakan selanjutnya. Pada rangkaian Alarm anti maling ini ketika LDR terkena
cahaya, maka alarm berbunyi, sedangkan ketika LDR tidak terkena cahaya maka alarm tidak
berbunyi.
B. Saran
Sebaiknya menaruh alarm anti maling ditempat yang gelap dan mudah terkena cahaya bila
pintu dibuka oleh maling tersebut.

(PDF) LAPORAN ALARM ANTI MALING. Available from:


https://www.researchgate.net/publication/304200262_LAPORAN_ALARM_ANTI_MALIN
G [accessed Nov 11 2018].