Anda di halaman 1dari 4

CHAPTER ONE

A. Hakekat Pencak Silat


Pencak silat adalah cabang olahraga yang berupa hasil budaya manusia Indonesia untuk
membela/mempertahankan eksistensi (kemandirian) dan intergritas terhadap lingkungan
hidup/alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup, meningkatkan iman dan taqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa (Sucipto, 2001:27).
Pencak di definisikan sebagai gerak dasar beladiri yang terikat pada aturan dan
digunakan dalam belajar, latihan dan pertunjukan. Silat dapat diartikan sebagai gerak beladiri
yang sempurna yang bersumber pada kerohanian yang suci murni guna keselamatan diri atau
kesejahteraan bersama, serta untuk menghindarkan manusia dari bencana/bahaya. Peranan
pencak silat adalah sebagai sarana dan prasarana untuk membentuk manusia seutuhnya yang
sehat, kuat, tangkas, terampil, sabar, ksatria, dan percaya diri.
Pencak silat mempunyai 4 aspek yang mencakup nilai-nilai luhur sebagai suatu kesatuan
yang tak terpisahkan, aspek tersebut meliputi :
a. Aspek Mental Spiritual
 Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
 Tenggang rasa, percaya diri dan disiplin.
 Cinta bangsa dan tanah air.
 Solidaritas sosial, jujur, membela kebenaran dan keadilan.

b. Aspek Beladiri
 Berani dalam membela kebenaran dan keadilan.
 Tahan uji dan tabah.
 Tangguh dan ulet.
 Tanggap, peka, dan cermat.
c. Aspek Seni
 Mengembangkan pencak silat sebagai budaya bangsa Indonesia yang
mencerminkan nilai-nilai luhur.
 Mengembangkan pencak silat yang diarahkan pada penerapan nilai-nilai
kepribadian bangsa.
 Mencegah penonjolan secara sempit nilai-nilai pencak silat yang bersifat
kedaerahan.
 Menanggulangi pengaruh kebudayaan asing yang negatif.
d. Aspek olahraga
 Berlatih dan melaksanakan olahraga pencak silat sebagi bagian dari kehidupan
sehari-hari.
 Meningkatkan prestasi.
 Menjunjung tinggi solidaritas.
 Pantang menyerah
B. Teknik Dasar Pencak Silat Җ (Kuda-kuda)
“Gerak dasar pencak silat adalah suatu gerak terencana, terarah, terkoordinasi dan
terkendali, yang mempunyai empat aspek sebagai satu kesatuan, yaitu aspek mental
spiritual, aspek beladiri, aspek olahraga, dan aspek seni budaya. Dengan demikian,
pencak silat merupakan cabang olahraga yang cukup lengkap untuk dipelajari karena
memiliki empat aspek yang merupakan satu kesatuan utuh dan tidak dapat dipisah-
pisahkan (Lubis, 2004 : 7).
Kuda – kuda adalah posisi menapak kaki untuk memperkokoh posisi tubuh.
Kuda – kuda terdiri dari :
 Kuda – kuda depan, kuda-kuda dengan sikap salaah satu kaki berada di
depan, sedangkan kaki lainnya di belakang dan berat badan ditopang oleh
kaki depan. (Posisi membentuk sudut 30 derajat). Contoh gambar :
Gambar 2.1.
Kuda-Kuda Depan
 Kuda – kuda belakang, yakni kuda-kuda dengan sikap salah satu kaki
berada di depan, sedangkan kaki lainnya berada di belakang dan berat
badan ditopang oleh kaki belakang. (Posisi telapak kaki depan lurus dan
telapak kaki belakang membentuk sudut ± 60 derajat). Contoh gambar:

Gambar 2.2.
Kuda-Kuda Belakang
 Kuda – kuda tengah, yakni kuda-kuda dengan sikap kedua kaki melebar
sejajar dengan bahu dan berat badan ditopang secara merata oleh kedua
kaki, dapat juga dilakukan dengan posisi serong. (Posisi kedua telapak
kaki seronag membentuk sudut 30 derajat). Contoh gambar:
Gambar 2.3.
Kuda-Kuda Tengah
 Kuda – kuda samping, yakni kuda-kuda dengan posisi kedua kaki melebar
sejajar dengan tubuh dan berat badan ditopang oleh salah satu kaki yang
menekuk ke kiri dan ke kanan. (Posisi mementuk sudut 30 derajat).
Contoh gambar:

Gambar 2.4.
Kuda-Kuda Samping

(TO BE CONTINUE Җ BERSAMBUNG)