Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KUNJUNGAN TEKNOPRENERSHIP

CHA HAN NOM THAI TEA


DI JALAN LINTAS TIMUR PERSADA
INDRALAYA, OGAN ILIR
SUMATERA SELATAN

Kelompok 1 :
1) Al Ansri Hasay Piani (05021181621088)
2) Ayu Febriani (05021181621025)
3) Ayu Islah (05021181621089)
4) Edo Saputra (05021181621023)
5) Feri Amanda (05021181621012)
6) Harry Paku Sadewa (05021381520070)

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN


JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2018

i Universitas Sriwijaya
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Allah Subhanahu wa ta’ala


yang telah memberikan kenikmatan yang melimpah serta berkat rahmat dan
karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Laporan Kunjungan mata
kuliah Teknoprenership di usaha makanan seblak dengan lancar.
Pada kesempatan ini penyusun menyampaikan ucapan terima kasih kepada
Ibu Dr. Ir. Hj. Umi Rosidah, M.S. yang telah membimbing mata kuliah ini
sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan kunjungan dan meninjau usaha Thai
Tea Cha Han Nom, Indralaya, Ogan Ilir Sumatera Selatan. Kepada pemilik usaha
Thai Tea Cha Han Nom kami juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama nya
saat kami melakukan wawancara.
Penyusun berharap laporan kegiatan kunjungan ini dapat menjadi sumber
inspirasi bagi para pembaca dan memberikan manfaat yang baik untuk pengusaha
pemula.

Indralaya, September 2018

Penyusun

ii Universitas Sriwijaya
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB 1. PENDAHULUAN .....................................................................................1
1.1. Latar Belakang .................................................................................................1
1.2. Tujuan ..............................................................................................................1
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................2
2.1. Pengertian Kewirausahaan ...............................................................................2
2.2. Sejarah kewirausahaan .....................................................................................3
2.3. Hakekat Kewirausahaan ..................................................................................3
BAB 3. METODOLOGI ........................................................................................5
3.1. Tempat dan Waktu ...........................................................................................5
3.2. Persiapan Wawancara ......................................................................................5
3.3. Cara Kerja .......................................................................................................5
BAB 4. PEMBAHASAN ........................................................................................6
4.1. Hasil .................................................................................................................6
4.2. Permasalahan....................................................................................................6
4.3. Pembahasan ......................................................................................................6
BAB 5. PENUTUP ...............................................................................................11
5.1. Kesimpulan ....................................................................................................11
5.2. Saran ...............................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................12
LAMPIRAN

iii Universitas Sriwijaya


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Di era sekarang ini banyak konsumen yang semakin selektif dalam berperilaku
untuk mengkonsumsi dan memilih suatu produk yang diinginkan dan
dibutuhkannya. Oleh sebab itu, masyarakat sendiri harus semakin cerdas dan
inovatif dalam menciptakan produk yang sesuai dengan selera konsumen dan juga
harus pandai memilah untuk menciptakan suatu lokasi usaha dimana lokasi
tersebut dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli produk
tersebut. Konsumen biasanya yang dilihat sebelum membeli yaitu harga dan
lokasi nya setelah itu dilihat bagaimana produk yang ditawarkan.
Chahannom Thai Tea merupakan bisnis personal yang bergerak di bidang
minuman dengan bahan dasar teh dari jepang. Chahannom Thai Tea merupakan
usaha yang dirintis oleh Mahasiswa sebagai Biaya tambahan untuk uang saku
kuliah. Chahannom Thai Tea merupakan salah satu teh dari thailand yang saat ini
sedang tren di kalangan mahasiswa. Dengan rasanya yang khas dan nikmat,
sangat cocok di tenggorokan apabila cuaca sedang terik maupun sebagai
pelengkap saat santai bercengkrama bersama orang terdekat. Maka dari itu bisnis
ini dinilai cukup menarik untuk dipilih karena masyarakat sudah tak asing dengan
cita rasanya.
Usaha ini dipilih karena untuk memulai bisnis sebagai pemula dinilai tidak
terlalu sulit dan modal yang disiapkan pun tidak terlalu besar. Dengan begitu
pendiri bisa menyajikan thai tea dengan kualitas terbaik dengan harga yang
terjangkau dan bersaing. Diharapkan thai tea ini dapat diterima di masyarakat dan
sebagai candu di lidah para penikmat kuliner.

1.2 Tujuan
Dengan semakin meningkatnya, maka diharapkan akan terbuka kesempatan
untuk melakukan ekspansi atau perluasan usaha dengan membuka cabang-
cabang di daerah yang cukup strategis dan mudah dijangkau oleh konsumen.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Kewirausahaan


Berasal dari kata enterpteneur yang berarti orang yang membeli barang
dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang
yang akan dijual. Wirausaha sering juga disebut wiraswasta yang artinya sifat-
sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang
bersumber pada kemampuan sendiri. Meski demikian wirausaha dan wiraswasta
sebenarnya memiliki arti yang berbeda . Wiraswasta tidak memiliki visi
pengembangan usaha sedangkan wirausaha mampu terus berkembang dan
mencoba usaha lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah
wiraswasta. Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih dikenal daripada
wirausaha. Padahal, keduanya bermakna sama dan merupakan padanan dari kata
entrepreneur.
Kata wiraswasta berasal dari gabungan wira-swa-sta dalam bahasa sansekerta.
Wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang; swa berarti sendiri
atau mandiri; sta berarti berdiri; swasta berarti berdiri ditas kaki sendiri atau
dengan kata lain berdiri di atas kemampuan sendiri. Sedangkan wirausahawan
mengandung arti secara harfah, wira berarti berani dan usaha berarti daya upaya
atau dengan kata lain wirausaha adalah kemampuan atau keberanian yang dimiliki
oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan
sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan
mengambil keuntungan dalam rangka meraih kesuksesan.
Berdasarkan makna-makna tersebut, kata wiraswasta atau wirausaha berarti
pejuang yang gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan di bidang usaha.
Dengan kalimat lain, wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai sifat-sifat
kewiraswastaan atau kewira-usahaan. Ia bersikap berani unuk mengambil resiko.
Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang
yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk
menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian
entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir

22 Universitas Sriwijaya
dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya
dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai
semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan
tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat
jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam
rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya.
Selain itu kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang
dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti
dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan
berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif
untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya
kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan
dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.

2.2 Sejarah Wirausaha


Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard
Castillon pada tahun 1755 Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal
sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20 Beberapa
istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal
dengan unternehmer Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di
beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada Bahkan sejak 1970-an
banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil
Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan
pendidikan kewirausahaan. Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas
pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja Sejalan dengan
perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman
kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di
segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang

2.3 Hakekat Kewirausahaan


Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan
sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13), yaitu :

23 Universitas Sriwijaya
1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang
dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan
hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang
baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).
3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam
memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan
(Zimmerer. 1996).
4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha
(start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro,
1997).
5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru
(creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai
lebih.
6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan
mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk
memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara
mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara
baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien,
memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk
memberikan kepuasan kepada konsumen.

24 Universitas Sriwijaya
BAB 3
METODOLOGI

3.1. Tempat dan Waktu


Kunjungan ini dilaksanakan di Usaha “Thai Tea Cha Han Nom” Indralaya,
Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Waktu pelaksanaan pada hari Senin, 22 Oktober
2018 pukul 13.30 sd Selesai.

3.2. Persiapan Wawancara


Adapun persiapan sebelum memulai wawancara yaitu: 1).Kamera, 2).Per-
ekam Suara, 3). Pertanyaan yang akan diajukan, 4).Pena, 5).Kertas

3.3. Cara Kerja


Adapun cara kerja dalam kunjungan tersebut antara lain;
1. Menuju Usaha Thai Tea Cha Han Nom
2. Kemudian setelah sampai kami langsung memesan minuman tersebut dan
menyicipi rasa dari Thai Tea Cha Han Nom tersebut, kemudian melihat desain
tempat usaha tersebut.
3. Menemui pemilik usaha Thai Tea Cha Han Nom dan meminta izin untuk
diwawancarai.
4. Menyiapkan kamera, alat tulis dan perekam suara.
5. Memulai wawancara dengan Pemilik Thai Tea Cha Han Nom

25 Universitas Sriwijaya
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
Tedapat dalam video wawancara kelompok 1 Teknoprenership

4.2. Permasalahan
Adapun Permasalahan pada usaha tersebut ialah:
1. Konsumen yang sepi apabila cuaca dingin
2. Debu dan polusi kendaraan disekitar tempat usaha
3. Penjual sulit membagi waktu
4. Desain Tempat yang kurang menarik dan sempit
5. Persaingan dengan penjual lain

4.3. Pembahasan
Setelah kami melakukan kunjungan ke usaha Thai Tea Cha Han Nom, kami
menemukan permasalahan pada usaha tersebut yang akan kami bahas pada
pembahasan kali ini. Namun, disini kami hanya ingin memberikan saran agar
seblak happy tersebut dapat digemari masyarakat. Beberapa permasalahan yang
perlu diperhatikan dalam usaha seblak happy agar mencapai hasil yang maksimal
ialah:
1.Konsumen yang sepi apabila cuaca dingin
Saat kami mengunjungi Thai Tea Cha Han Nom, permasalahan pertama
yang kami dapat ialah sepi pelanggan apabila cuaca dingin. Menurut kami, hal ini
disebabkan karena minuman ini cocok diminum pada saat cuaca panas sehingga
apabila cuaca dingin, minuman ini sepi pelanggan. Namun cuaca di Indralaya
sendiri lebih sering panas sehingga usaha ini banyak diminati oleh masyarakat
sekitar Indralaya.

2. Debu dan polusi kendaraan disekitar tempat usaha


Beberapa penyakit paru akibat menghirup debu dalam jangka panjang adalah
asbetosis (akibat menghirup debu asbes), silicosis (akibat menghirup debu silika),
dan dalam kadar yang tinggi juga dapat mengakibatkan keracunan, misalnya
keracunan timbal. Apalagi jika debu tersebut menempel di minuman atau
makanan maka akan menimbulkan penyakit didalm tubuh. Selain itu juga, pada
polusi kendaraan dapat memicu kerusakan pada sistem pernapasan. Sistem
pernapasan adalah bagian pertama dan yang paling utama mengalami dampak dari
paparan gas buang. Dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Semua udara
yang dihirup akan memasuki rongga paru untuk didistribusikan ke seluruh tubuh
melalui aliran darah. Untuk usaha ini kami memberi saran untuk mengatasinya
dapat dipasang tenda-tenda penutup untuk mengatasi debu dan lebih baik usaha
tersebut berada didalam ruangan agar terhindar dari debu dan polusi kendaraan.

3.Penjual sulit membagi waktu


Pada saat wawancara, kami menanyakan kendala apa saja yang
dihadapi dalam merintis usaha minuman Thai tea ini, dan narasumber menjawab
permasalahan atau kendalanya adalah sulit membagi waktu untuk berjualan
karena pemilik usaha ini sendiri merupakan mahasiswa Universitas Sriwijaya
yang mempunyai kesibukan tersendiri misalnya jadwa kuliah, praktikum,
organisasi dan lain sebagainya. Cara mengatasinya adalah dengan
memperkerjakan pelayan yang tidak punya kesibukan lain sehingga penjualan
Thai Tea ini dapat berjalan dengan optimal.

4. Desain tempat yang kurang menarik dan sempit


Salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menenentukan
kesuksesan suatu bisnis atau usaha adalah tempat usaha yang strategis dan
membuatnya semenarik mungkin agar peluang prospek lokasi tersebut untuk
mendapatkan pasar yang lebih besar di masa depan. Hal ini sangat penting tapi
masih sangat jarang dilakukan oleh sebagian besar pengusaha yang akan
melakukan ekspansi. Semakin meluasnya pasar dimasa depan, maka keuntungan
bisnis yang akan didapatkan pun akan semakin besar pula. Dalam menentukan hal
ini, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan identifikasi target
pasar bisnis, lalu mulailah untuk menyiapkan ide yang menarik agar tempat
menjadi menarik, dan tidak sempit untuk memudahkan akses pembeli. Saran dari

24 Universitas Sriwijaya
kami untuk Thai Tea Cha Han Nom sebaiknya kedai tempat berjualan tersebut
diperluas lagi agar memudahkan pada saat proses pembuatan minuman dan
memudahkan akses bagi pembeli atau membuat tempat lebih bewarna lagi agar
menarik perhatian konsumen untuk mendatangi tempat tersebut.

5.Persaingan dengan Penjual lain


Seperti kita ketahui, dalam dunia bisnis persaingan tidak dapat dihindarkan
oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang baik bagi para pebisnis.
Strategi pemasaran yang baik misalnya mempromosikan usaha ini di media sosial
atau secara langsung. Selain itu, usaha minuman di Indralaya tidak hanya thai tea
namun juga terdapat usaha minuman lain seperti jus buah dan lain sebagainya.
Saran kami untuk Thai Tea Cha Han Nom yaitu untuk lebih giat lagi
mempromosikan minuman ini misalnya dengan membuat banner atau pamphlet
yang disertai dengan banner yang bertuliskan manfaat minuman thai tea ini agar
konsumen lebih tertarik untuk membeli.

6. Pelayanan yang kurang


Kenyamanan pembeli merupakan faktor utama untuk mempertahankan
pelanggan. Untuk menciptakan keberhasilan dalam usaha, pelaku usaha harus
memperhatikan faktor-faktor penting dalam menciptakan kepuasan dan loyalitas
pelanggan. Banyak cara yang dapat dilakukan salah satunya menambah pelayan
agar dapat membagi tugas masing-masing dan dapat mempercepat pelayanan
karena kualitas pelayanan dianggap sebagai alat penting dalam sebuah usaha yang
bertujuan untuk memberikan manfaat lebih kepada pelanggan dalam berbelanja.
Karena pada usaha thai tea cha han nom hanya ada dua pelayan yang melayani
konsumen. Hal tersebut mengakibatkan pelayanan sangat lama dan dapat
membuat konsumen bosan menunggu.

25 Universitas Sriwijaya
BAB 5
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Adapun Kesimpulan yang dapat diambil pembahasan ini ialah:
1. Kepuasan pelanggan adalah faktor yang kuat mempertahankan pelanggan,
dengan kata lain kepuasan sebagai transaksi lanjutan dari pelanggan
2. Strategi pemasaran yang baik diperlukan bagi para pebisnis untuk menghindari
persaingan dengan penjual yang lain.
3. Kenyamanan tempat adalah kunci utama keberhasilan menarik pelanggan
4. Pelayan yang banyak, dapat mempercepat semua tugas pada bisnis makanan.
5. Kebersihan adalah faktor penting untuk keberhasilan usaha ini.

5.2. Saran
Adapun saran yang kami berikan pada saat pelaksanaan praktikum adalah
sebaiknya lebih diperhatikan lagi kenyamanan tempat dan kebersihan lokasi
penjualan, namun inilah saran yang dapat kami berikan. Sesungguhnya semua
usaha pasti mempunyai kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Kami
selaku mahasiswa hanya memberi saran agar dapat memecahkan permasalahan.

26 Universitas Sriwijaya
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. Kewirausahaan (Online).


http://mariajhyun.blogspot.com/2013/04/makalah-
kewirausahaan_6772.html Di akses pada tanggal 25 Oktober 2018.

Anonim. 2013. Kewirausahaan (Online). http://sintia-


trijayanti.blogspot.com/2013/05/makalah-kewirausahaan_4732.html.
Di akses pada tanggal 25 Oktober 2018.

Anonim. 2012. Kewirausahaan (Online).


http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan. Di akses pada tanggal 25
Oktober 2018.

Anonim. 2013. Wirausaha (Online).


http://kumpulanmakalahlennii.blogspot.com/2013/04/tugas-makalah-
kewirausahaan-lenni.html Diakses pada tanggal 25 Oktober 2018.

Idrus M.S., 1999, Strategi Pengembangan Kewirausahaan (Entrepreneuership)


dan Peranan Perguruan Tinggi dalam rangka Membangun Keunggulan
Bersaing (Competitive Advantage) Bangsa Indonesia pada Melinium
Ketiga, Pidato Pengukuhan Jabatan Gurubesar dalam Ilmu manajemen, 6
maret 1999, Unibraw, Malang.
Muryati, 2004, Intensitas Strategi Bersaing dan Kinerja Ekspor pada Industri
Kecil Produk Kerajinan Kayu di Propinsi Jawa Timur, Disertasi tidak
dipublikasikan, PPSUB, Malang.
Suryana, 2003, Kewirausahaan Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses,
Salemba Empat, Edisi Revisi.

27 Universitas Sriwijaya
LAMPIRAN

28 Universitas Sriwijaya