Anda di halaman 1dari 12

Farmaka

Suplemen Volume 14 Nomor 1 191

APLIKASI TEKNOLOGI NANOPARTIKEL POLIMER ETER SELULOSA DALAM


SISTEM PENGHANTARAN OBAT : ARTIKEL REVIEW

Uly Aulia Ulfah, Ida Musfiroh

Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran,


Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor, Sumedang 45363, Indonesia
Email: ulyauliaulfah13@gmail.com

ABSTRAK

Artikel ini mengulas tentang polimer eter selulosa yang dibentuk dengan teknologi
nanopartikel dalam sistem penghantaran obat. Eter selulosa merupakan bagian dari selulosa
yang ada di alam. Eter selulosa memiliki turunan diantaranya metil selulosa, etil selulosa,
hidroksipropil selulosa, hidroksietil selulosa, hidroksipropil metil selulosa, hidroksi etil metil
selulosa, natrium karboksi metil selulosa. Dalam artikel ini, metode yang digunakan dalam
mengumpulkan data-data mengenai turunan eter selulosa yang sering digunakan dalam
sediaan farmasi dan teknologi nanopartikel dalam sistem penghantaran obat diperoleh dari
berbagai jurnal ilmiah dan buku. Dalam farmasi, turunan eter selulosa sering digunakan dalam
sediaan farmasi karena memiliki sifat yang khas. Dengan berkembangnya teknologi, banyak
sediaan farmasi yang dikembangkan dalam bentuk nanopartikel seperti sistem obat dalam
matriks yaitu nanoliposom, nanosfer dan nanokapsul dan sebagai kombinasi dalam sistem
scaffold dan penghantaran transderma, hal ini dapat terjadi dikarenakan kemampuannya
dalam menembus dinding sel, baik secara difusi, opsonifikasi maupun fleksibilitas. Polimer
eter selulosa pada penerapannya memiliki sifat yang khas sehingga dapat digunakan sebagai
matriks, coating tablet, granul, pengemulsi, pensuspensi dalam sistem penghantaran obat.

Kata kunci : Eter selulosa, Nanopartikel, Sistem penghantaran obat.

ABSTRACT

This article discusses about cellulose ether polymers produced by nanoparticle technology of
drug delivery system. Cellulose ether is a part of natural cellulose. It has some components
including methyl cellulose, ethyl cellulose, hydroxypropyl cellulose, hydroxyethyl cellulose,
hydroxyprophyl methyl cellulose, hydroxyethyl methyl cellulose and carbonic natrium methyl
cellulose. The data were collected from different kinds of scientific journals and books. In
pharmacy, cellulose ethers are mostly used in pharmaceutical supply because of their
distinctive features. As the technology evolves, many pharmaceutical supplies are developed
into nanoparticle such as nanoliposome, nanosphere and nano capsule of matrix in medical
system and of combination in scaffolding system and transdermal conduction. It occurs
because they are able to break through the cell wall whether it is diffusive, opsonizing or
flexible. For the application, cellulose ether polymers have specific characteristics so that
they can be used as matrixes, coding tablet, granule, emulator or suspender in medical drug
delivery system.

Keywords: Cellulose ether, Nanoparticle, Drug delivery system.


Pendahuluan dimana menciptakan sistem yang efektif,

Pada pengembangan teknologi untuk safety dimana menekan efek bahaya pada

terapi farmasetis pada dasarnya terdiri dari sistem jika diaplikasikan, dan acceptability

tiga faktor utama yaitu effectiveness dimana membuat agar sistem dapat
Farmaka
Suplemen Volume 14 Nomor 1 192

diterima dengan baik oleh pasien.Tiga nanopartikel harus dianggap sebagai materi

faktor ini mengantarkan pengembangan dimana keadaan berbeda, selain padat, cair,

sistem penghantaran obat kearah yang gas, dan keadaan plasma, karena sifat yang

lebih maju. Pada saat ini banyak penelitian berbeda maka besar area permukaan

yang mengarah ke pengembangan sistem berbeda dan berefek pada ukuran kuantum.

penghantaran obat, baik penemuan obat Contoh dari bahan dalam bentuk

baru sintesis, hasil modifikasi, maupun nanopartikel kristal adalah fullerene dan

secara kuantifikasi dimana dilihat carbon nanotube, sementara secara

hubungan struktur dan aktivitas secara tradisional bentuk kristal padat adalah

komputasional [1]. Dalam penelitian graphite dan diamond. Namun pada

sistem penghantaran obat, sekarang ini umumnya ukuran nanopartikel dibatasi

mulai banyak ke arah molekuler salah 50Ref nm, atau 100nm [3]. Pada aplikasi

satunya nanoteknologi. Kemajuan teknologi nanopartikel polimer untuk

nanoteknologi secara signifikan telah sistem penghantaran obat salah satunya

berdampak pada bidang penghantaran adalah eter selulosa. Dalam review ini akan

obat. Oleh karena itu, berbagai formulasi diulas mengenai polimer eter selulosa,

untuk penghantaran obat yang memiliki karakterisasi eter selulosa, nanopartikel,

kelarutan yang buruk dikembangkan dan aplikasi teknologi nanopartikel

berdasarkan nanopartikel[2]. Nanopartikel polimer eter selulosa dalam sistem

adalah partikel dengan setidaknya satu penghantaran obat.

dimensi lebih kecil dari 1m, dan berpotensi Metode

sekecil atom dan panjang molekul a. Sumber Data

timbangan 0,2nm. Nanopartikel dapat Data-data mengenai aplikasi teknologi

berbentuk amorf atau bentuk Kristal, dan nanopartikel polimer eter selulosa dalam

permukaannya dapat bertidak sebagai sistem penghantaran obat dalam review ini

pembawa untuk cairan tetesan atau gas. diperoleh dari penelusuran pustaka dengan

Untuk beberapa tingkatan, masalah menggunakan buku, jurnal penelitian,


Farmaka
Suplemen Volume 14 Nomor 1 193

review jurnal, annual report dan artikel eter selulosa dalam sistem penghantaran

ilmiah. obat. Sumber yang digunakan terfokus

b. Strategi Pencarian Data pada aplikasi teknologi nanopartikel

Pencarian data dalam review ini polimer eter selulosa dalam sistem

dilakukan menggunakan mesin pencarian penghantaran obat.

Google di internet dengan kata kunci yang d. Jumlah Studi yang Digunakan

terkait seperti : “polymer”, “cellulose Jumlah studi yang digunakan sebanyak

ether”, “cellulose ether polymers”, 23 yang berasal dari berbagai jenis sumber

“polymer applications”, “nanoparticles”, diantaranya Majalah Farmaseutik, Fibre

“Applications of cellulose ether Toxicol 3, Jurnal e-Biomedik, Chemical

nanoparticle in drug delivery systems”, Int, International Journal of Pharmaceutics,

“drug delivery systems”. Dari semua Handbook of Pharmacetical Excipient,

referensi yang didapat kemudian diseleksi Drug Development and Industrial

sesuai topik yang diangkat. Pharmacy, Pharmacy Int, Chemical

c. Kriteria Inklusi Pharmacy Bull., Journal Control Release,

Bahan yang digunakan dalam review ini Journal Pharmacy Sci, Encyclopedia of

yaitu yang membahas mengenai polimer, Chemical Technology, Pharmaceutical

eter selulosa, karakterisasi dari turunan eter Development and Technology, Journal

selulosa, aplikasi dibidang farmasi, Biomater Sci, RJPBCS, Iran Journal

nanopartikel, sistem penghantaran obat, Pharmacy Res.

aplikasi teknologi nanopartikel polimer


Farmaka
Suplemen Volume 14 Nomor 1 194

Hasil

Tabel 1. Sruktur Kimia, Sifat, dan Beberapa Kegunaan Farmasetikal dari Eter Selulosa[4]

Eter Selulosa Sifat Kegunaan

Metil selulosa Larut dalam air Coating tablet dan granulasi

R = H, CH3 (DS = 1,6 – 2,4) Kontrol rilis

(Methocel A®, Dow Suhu pembentukan gel = 48°C Larut air termoplastik

Chemical) Tg = 150 - 160°C thickeneren

Titik melting film 290-305°C

Rentang viskositas 10-15000 MPa

untuk 2% larutan aqueous.

Etil selulosa Tidak larut dalam air Mikroenkapsulasi

R = C2H5 Larut dalam kloroform, THF Rilis berkelanjutan tablet

(Ethocel®, Dow Tg = 129 – 133 °C coating

Chemical) Tsoftening = 152 – 162 °C Tablet coating

Film yang tidak larut dalam

air

Hidroksil propil Larut dalam air dingin dan pelarut Control rilis matriks

selulosa polar organic, tifak larut dalam air Film coating

R = H atau [- panas dan hidrokarbon. Pengikat tablet

CH2CH(CH3)O-]mH Meleleh pada ~ 130 °C, hangus

(Klucel®, Hercules) pada > 260 °C

MW : 80.000 – 1.150.000

Hidroksil etil selulosa Tsolving = 135 – 140 °C Formulasi dalam sediaan

(Natrosol, Hercules) Tdekomposisi = 205 °C mata

Larut dalam air panas dan dingin, Formulasi topikal

tidak larut dalam pelarut organik. Pengental


Farmaka
Suplemen Volume 14 Nomor 1 195

Viskositas = 2-20.000 MPa untuk Penstabil

2% larutan aqueous. Pengikat air

Hidroksi propil metil Higroskopis Pengikat tablet

selulosa Larut dalam air dingin, bercampur Agen peningkat viskositas

R = H, CH3, - dalam air dan alkohol, tidak larut Agen penstabil

CH2CH(OH)CH3 dalam etanol, eter. Coating film

(Methocel E,K®, Dow Tg = 165 – 180 °C Preparasi sediaan mata

Chemical) Hangus pada 225-230 °C

Hidroksi etil metil Viskositas = 100 – 70.000 MPa Agen pensuspending dan

selulosa untuk 2% larutan aqueous pengental

R = H, CH3 atau [-

CH2CH2O-]mH

(Culminal®, Hercules)

Keterangan:

Tg = Suhu transisi gelas

THF = Tetrahidrofuran

MW = Berat molekul
Farmaka
Suplemen Volume 14 Nomor 1 196

Gambar 1. Gambaran ikhtisar dari sistem pembawa untuk sistem penghantaran obat [5]

Pembahasan selulosa maka kapasitas retensi air

Eter Selulosa meningkat, sifat pseudoplastik meningkat ,

Selulosa murni yang tidak larut dalam membentuk sifat yang film dan

air panas atau air dingin karena ikatan kompleksasi. Polimer ini memiliki

intramolekul hidrogen yang kuat. Jadi keuntungan karena biokompatibel

selulosa diubah menjadi ester selulosa atau sehingga dapat digunakan untuk

turunan eter selulosa yang larut dalam air. memodifikasi viskositas formula topical

Eter selulosa terbentuk oleh alkilasi (misalnya gel, formula cair) untuk

selulosa dan dapat disebut membentuk stabilisator bentuk koloid dan dosis

kelas yang paling penting dimana eter suspensi, sebagai lapisan pada bentuk

digunakan dalam formulasi farmasi. sediaan padat (tablet) dan sebagai matriks

Setelah dimodifikasi menjadi turunan


Farmaka
Suplemen Volume 14 Nomor 1 197

untuk pelepasan terkontrol dari agen terapi dalam air memiliki nilai DS dari 0,4-2,0

[6,7]. sedangkan etil selulosa dapat ditandai

dengan molar substitusi, yang mewakili

jumlah mol pereaksi terpasang

anhidroglukosa per-mol satuan. Nilai

molar substitusi khusus untuk eter


Gambar 2. Struktur umum eter selulosa
hidroksialkil antara 1,5 dan 4,0 [4].
Eter selulosa disusun oleh reaksi
Beberapa turunan eter selulosa diantaranya
pemurnian selulosa dengan agen alkalisasi
metil selulosa, etil selulosa, hidroksipropil
yang sesuai dengan kondisi heterogen,
selulosa, hidroksietil selulosa,
biasanya dalam keadaan basa. Sifat-sifat
hidroksipropil metil selulosa, hidroksi etil
eter sangat tergantung pada sifat dan
metil selulosa, natrium karboksi metil
tingkat substitusi. Tabel 1 menunjukan
selulosa.
struktur umum dan sifat dari berbagai eter
Metil Selulosa
selulosa yang digunakan dalam industri
Metil selulosa adalah eter metil dari
farmasi. Polimer utama selulosa adalah
selulosa dengan sekitar 27-32% gugus
polisakarida bercabang linear terdiri dari
hidroksilnya digantikan oleh gugus
substituen monosakarida glukopiranosa
metoksi. Umumnya metilselulosa tersedia
yang dihubungkan bersama pada posisi 1,4
dalam berbagai nilai viskositas. Sehingga
konfigurasi P-anomerik. Derajat substitusi
secara luas digunakan dalam industri
(DS) berkaitan dengan jumlah gugus
farmasi sebagai agen granulasi, sebagai
hidroksil tersubstitusi perunit
pelapis untuk tablet, sebagai agen
anhidroglukosa. Nilai maksimum untuk
pengemulsi, dalam pengendalian rilis obat
DS tidak boleh melebihi tiga dimana
dan sebagai pengubah viskositas untuk
masing-masing unit anhidroglukosa hanya
sediaan oral maupun topical [8].
memiliki tiga kelompok hidroksil tersedia

untuk reaksi. Derivatif yang paling larut


Farmaka
Suplemen Volume 14 Nomor 1 198

Etil Selulosa Hidroksietil Selulosa

Etil selulosa adalah eter dari selulosa Hidroksietil selulosa adalah non ionik

yang terdiri dari unit P-anhidroglukosa yang larut dalam air, higroskopis,

yang bersama-sama bergabung melalui polihidroksietil dari eter selulosa yang

linkage asetal. Etil selulosa tidak toksik, digunakan dalam berbagai aplikasi farmasi

tidak allergen, tidak iritan, tidak larut seperti sebagai agen modifikasi viskositas

dalam air, utamanya digunakan sebagai pada sediaan mata dan sediaan topikal,

coating hidrofobik atau matriks untuk dalam bentuk sediaan solid sebagai sebuah

memodifikasi pelepasan obat tetapi juga matriks untuk control rilis, sebagai

dapat digunakan untuk meningkatkan rasa pengikat dan sebagai agen lapisan film

dan untuk meningkatkan formulasi [9]. dalam sediaan bentuk padat [14].

Hidroksipropil Selulosa Hidroksipropil Metil Selulosa

Hidroksipropil selulosa ini non ionik Hidroksipropil metil selulosa ini larut

yang larut dalam air dan tidak peka dalam air, eter selulosa yang utama

terhadap pH eter selulosa. Hal ini dapat digunakan dalam penyusunan kendali rilis

digunakan sebagai agen penebalan, tablet. Viskositas adalah variable utama

pengikat dalam tablet, memodifikasi rilis yang bertanggungjawab untuk

dan polimer lapisan film. Formulasi mengendalikan rilis obat. Seperti adanya

penghantaran obat secara bukal pengaruh berat molekul hidroksipropil

mengandung hidroksipropil selulosa dan metil selulosa pada mekanisme pelepasan

asam poliakrilat yang telah digunakan obat natrium naproxen dan naproxen [15].

selama bertahun-tahun [10,11]. Ada Hidroksi Etil Metil Selulosa

beberapa peneliti yang melaporkan Hidroksi etil metil selulosa adalah O-

penggunaan hidroksipropil selulosa dalam yang mengandung metil dan sebagian O-

sistem penghantaran mikoadhesif untuk nya mengandung hidroksi etil selulosa.

beberapa obat yang berbeda [12, 13]. Hidroksi etil metil selulosa tidak larut

dalam air panas dan pelarut organik tetapi


Farmaka
Suplemen Volume 14 Nomor 1 199

larut dalam air dingin. Biasanya digunakan memiliki banyak keunggulan diantaranya

sebagai eksipien dalam berbagai formulasi ukuran partikel yang lebih kecil

farmasi terutama sebagai pelapis untuk menyebabkan luas permukaan menjadi

bentuk sediaan padat dan granul, dan lebih besar dalam jumlah yang sama

sebagai pensuspensi dalam sistem disperse sehingga afinitas dari sistem menjadi

[16]. meningkat[18]. Kelebihan lainnya dari

Natrium Karboksi Metil Selulosa nanopartikel adalah ukuran partikel yang

Natrium karboksi metil selulosa ini koloidal sehingga memiliki kemampuan

digunakan sebagai agen pengemulsi dalam untuk menembus ke celah-celah ruang

obat dan kosmetik. Ini merupakan polimer antar sel, kemampuan yang lebih tinggi

yang lebih disukai karena memiliki untuk menembus dinding sel, baik secara

berbagai sifat fungsional seperti pengikat, difusi, opsonifikasi maupun

penebal dan bahan stabilisator. Na-CMC fleksibilitasnya untuk dapat

dapat digunakan dalam persiapan dikombinasikan dengan teknologi lain

mikrosfer dengan menggunakan sehingga terbuka kemungkinan untuk

glutaraldehis sebagai sebuah crosslinker. mengembangkan pada target dengan

Ketorolak trometamin, agen anti-inflamasi berbagai keperluan[19].

dan analgesik, telah berhasil dikemas ke Perkembangan teknologi nanopartikel

dalam mikrosfer dan obat ini dicapai pada dunia farmasi banyak dikembangkan

hingga 67% enkapsulasi [17]. pada berbagai sediaan farmasi seperti

Nanopartikel sistem obat dalam matriks yaitu

Kemajuan teknologi pada saat ini telah nanoliposom, nanosfer dan nanokapsul dan

mengantarkan kemajuan dibidang sebagai kombinasi dalam sistem scaffold

kesehatan terutama dalam pengobatan. dan penghantaran transdermal.

Salah satu yang saat ini sedang banyak

dikembangkan adalah mengenai teknologi

nanopartikel. Teknologi nanopartikel


Farmaka
Suplemen Volume 14 Nomor 1 200

Aplikasi Teknologi Nanopartikel yang banyak sehingga berpotensi adanya

Polimer Eter Selulosa Dalam Sistem pengikatan molekul obat dalam jumlah

Penghantaran Obat yang setara pada sistem secara keseluruhan

Polimer merupakan gabungan antara atau disebut mempunyai kemampuan

monomer-monomer yang berulang penjerapan yang efisien [20, 21, 22, 23].

sehingga membentuk molekul rantai. Saat Simpulan

gabungan ini berulang maka polimer ini Turunan eter selulosa diantaranya metil

memiliki sifat kimiawi yang khas. Sifat selulosa, etil selulosa, hidroksipropil

kimiawi yang khas ini memberikan selulosa, hidroksietil selulosa,

peluang untuk pemanfaatannya seperti hidroksipropil metil selulosa, hidroksi etil

sebagai fase diam dalam pemisahan pada metil selulosa, natrium karboksi metil

kromatografi dan dalam pengembangan selulosa memiliki sifat yang khas yaitu

sediaan farmasi sebagai eksipien dalam karena merupakan polimer dengan

formulasi dan sebagai matriks. Biopolimer monomer-monomer yang berulang

banyak digunakan sebagai biomaterial membentuk molekul rantai, bersifat inert

dalam produk biomedik, yang paling terhadap bahan aktif tetapi kompatibel

utama adalah sebagai bahan sistem untuk dilakukan kombinasi dan memiliki

penghantaran obat. Hal ini didasarkan gugus fungsi yang berlimpah sehingga

karena beberapa hal yaitu sifat yang inert banyak dikembangkan dalam sistem

terhadap bahan aktif tetapi kompatibel penghantaran obat dengan teknologi

untuk dilakukan kombinasi dan memiliki nanopartikel.

sifat khas seperti pada penggunaan derivat Ucapan Terima Kasih

polimer gula, memiliki kemampuan Penulis menyampaikan terima kasih

membentuk jaringan sehingga dapat kepada Ibu Dr. Ida Musfiroh, M.Si., Apt.

dikembangkan sebagai sistem pembawa selaku dosen pembimbing atas kritik,

berupa matriks partikel, beads, atau patch saran, dan kesediaannya dalam menelaah

seperti HPMC, serta memiliki gugus fungsi review ini.


Farmaka
Suplemen Volume 14 Nomor 1 201

Konflik Kepentingan 9. G.S. Rekhi and S.S. Jambhekar, Drug


Development and Industrial Pharmacy,
Penulis menyatakan tidak terdapat 1995, 21, 61.
10. Nagai, T.; Machida, Y. Advances in
potensi konflik kepentingan dengan Drug Delivery: Mucosal Adhesive
Dosage Forms. Pharm. Int. 1985, 6,
penelitian, kepenulisan (authorship), dan 196-200.
11. Satoh, K.; Takayama, K.; Machida, Y.;
atau publikasi review ini. Suzuki, Y.; Nakagaki, M.; Nagai, T.
Factors Affecting the Bioadhesive
Daftar Pustaka Property of Tablets Consisting of
Hydroxypropyl Cellulose and
1. Ronny Martien, Adhyatmika, Iramie Carboxyvinyl Polymer. Chem. Pharm.
D. K. Irianto, Verda Farida, Dian Bull. 1989, 37, 1366-1368.
Purwita Sari. Perkembangan teknologi 12. Senel, S.; Hincal, A.A. Drug
nanopartikel sebagai sistem Permeation Enhancement via Buccal
penghantaran obat. Majalah Route: Possibilities and Limitations. J.
Farmaseutik, vol.8 No.1 tahun 2012. Control. Release 2001, 72, 133-144.
2. Lv Pi-Ping, Ma Yu-Feng, Yu Rong, 13. Okamoto, H.; Nakamori, T.; Arakawa,
Yue Hua, Ni De-Zhi, Wei Wei, et al. Y.; Iida, K.; Danjo, K. Development of
Targeted delivery of insoluble cargo Polymer Film Dosage Forms of
(paclitaxel) by PEGylated chitosan Lidocaine for Buccal Administration.
nanoparticles grafted with Arg-Gly- II. Comparison of Preparation
Asp (RGD). Mol Pharm. 2012; Methods. J. Pharm. Sci. 2002, 91,
9(6):1736–47. 2424-2432.
3. Paul JA Borm, David Robbins, 14. T.G. Majewjcz and T.J. Podlas in
Stephan Haubold, Thomas Kuhlbusch, Encyclopedia of Chemical Technology,
Heinz Fissan, Ken Donaldson, et al. 4th Edition, 1992,5, p.541-563.
Part. Fibre Toxicol 3, 11 (2006). 15. Katzhendler, I.; Mader, K.; Friedman,
4. Jones D. Pharmaceutical Applications M. Structure and Hydration Properties
of Polymers for Drug Delivery. ISSN of Hydroxypropyl Methylcellulose
0889 – 3144 2004. Volume 15, Matrices Containing Naproxen and
Number 6. Naproxen Sodium. Int. J. Pharm. 2000,
5. Knop, K.; Hoogenboom, R.; Fischer, 200, 161-179.
D.; Schubert, U.S. Poly(ethylene 16. S.C. Owen and P.J. Sheskey in
glycol) in Drug Delivery: Pros and Handbook of Pharmaceutical
Cons as Well as Potential Alternatives. Excipients, 4th Edition, Eds., R.C.
Angew. Chem. Int. Ed. 2010, 49, 6288- Rowe, P.J. Sheskey and P.J. Wellar,
6308. The Pharmaceutical Press, London,
6. Clasen, C.; Kulicke, W.M. UK, 2003, p.287-288.
Determination of Viscoelastic and 17. Rokhade, A.P.; Agnihotri, S.A.; Patil,
Rheo-Optical Material Functions of S.A.; Mallikarjuna, N.N.; Kulkarni,
Water Soluble Cellulose Derrivatives. P.V.; Aminabhavi, T.M. Semi-
Prog. Polym. Sci. 2001, 26, 1839-1919. Interpenetrating Polymer Network
7. D.S. Jones, A.D. Woolfson and A.F. Microspheres of Gelatin and Sodium
Brown, International Journal of Carboxymethyl Cellulose for
Pharmaceutics, 1997, 151, 223. Controlled Release of Ketorolac
8. L.V. Allen and P.E. Luner in Tromethamine. Carbohydr. Polym.
Handbook of Pharmaceutical 2006, 65, 243-252.
Excipients, Eds., R.C. Rowe, P.J. 18. Kawashima, Y., Yamamoto, H.,
Sheskey and P.J. Walker, The Takeuchi, H., and Kuno, Y., 2000,
Pharmaceutical Press, London, UK, Mucoadhesive DL-lactide/glycolide
2003, p.386-389. copolymer nanospheres coated with
Farmaka
Suplemen Volume 14 Nomor 1 202

chitosan to improve oral delivery of Human Cancer Therapy, J. Biomater.


elcatonin, Pharmaceutical Sci. Polymer Edn, 18(2): 205–221.
Development and Technology, 5(1): 21. Rafeeq M. P. E., Junise V., Saraswathi
77-85. R., Krishnan P. N., Dilip C., 2010,
19. Schellenkens R. C. A., Baltink J. H., Development and characterization of
Woesthuis E. M., Stellaard F., chitosan nanoparticles loaded with
Kosterink J. G. W., Woerdenbag H. J., isoniazid for the treatment of
dan Frijlink H. W., 2012, Film coated Tuberculosis, RJPBCS, 1(4): 383.
tablets (ColoPulse technology) for 22. Avadi M. R., Ghassemi A. H., Sadeghi
targeted delivery in the lower intestinal A. M. M., Erfan M., Akbarzadeh A.,
tract: Influence of the core composition Moghimi H. R., dan Tehrani M. R.,
on release characteristics, 2004, Preparation and Characterization
Pharmaceutical Development and of Theophylline-Chitosan Beads as an
Technology, 17(1): 40-47. Aapproach to Colon Delivery, Iran. J.
20. Bisht S., Feldmann, G., Soni, S., Ravi, Pharm. Res., 2: 73-80.
R., Karikar, C., Maitra, A., dan Maitra, 23. Ravichandran R., 2009, Nanoparticles
A., 2007, Polymeric Nanoparticle- in drug delivery: Potenial green
Encapsulated Curcumin nanobiomedicine applications, Int. J.
("nanocurcumin"): a Novel Strategy for Green Nanotech. Biomed., 1: B108-
B130.