Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS GENDOH
Jl. Genteng No. 69 Gendoh - Sempu – Banyuwangi Kode Pos 68468
Telp : (0333) 631848 Email : pkmgendoh@ymail.com

KERANGKA ACUAN KERJA


HATRA (PENYEHATAN TRADISIONAL)

A. LATAR BELAKANG
Di era keterbukaan ini banyak bermunculan praktek pengobat tradisional sebagai
penyelenggara pengobatan alternatif kepada masyarakat. Untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan Pengobat Tradisional (BATRA) dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat maka dilakukan monitoring evaluasi kegiatan batra.
Kegiatan ini sebagai implementasi dari Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 1076 / Menkes / SK / VII / 2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan
Tradisional (BATRA) dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1109 /
Menkes / Per / IX / 2007 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer Alternatif
di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan pelayanan Pengobat Tradisonal ( BATRA )
terhadap masyarakat lebih bermutu sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum :
Membina upaya pengobatan tradisional.
2. Tujuan Khusus :
a) Memberikan perlindungan kepada masyarakat.
b) Menginventarisasi jumlah pengobat tradisional, jenis dan cara pengobatannya

C. BENTUK KEGIATAN :
1 Sasaran
Batra dapat dilaksanakan sebanyak 3 kali dalam 1 tahun. Dengan pelaporan
inventarisasi jumlah pengobat tradisional, jenis dan cara pengobatan dan melaporkan
kegiatan tiap 4 bulan sekali.
2 Indikator kinerja
a) Pengobat tradisional.
b) Jenis pengobatan.
c) Cara pengobatan.
3 Target Kinerja
a) Melaporkan inventarisasi jumlah pengobat tradisional, jenis dan cara pengobatan
yang ada di wilayah kerja.
b) Membina dan pengawasan pengobat tradisional diarahkan untuk
meningkatkan mutu, manfaat dan keamanan pengobat tradisional.
c) Pengobat tradisional yang ada di wilayah kerja puskesmas maesan
diarahkan untuk mendaftarkan diri kepada kepala dinas kesehatan
kabupaten/kota setempat untuk memperoleh STPT dan SIPT .
4 Pelaksana
Dalam setiap kegiatan battra ini tidak dapat hanya dilaksanakan oleh Seorang
petugas battra Puskesmas, namun juga membutuhkan dukungan atau kerja
sama baik secara lintas program ataupun Lintas sektor berikut penjabaran dari
fungsi masing masing pelaksana :
a) Kepala Puskesmas
Kepala Puskesmas disini berfungsi sebagai penanggung jawab wilayah,
artinya sebagai pejabat yang memiliki kewenangan dalam memberikan
keputusan secara kolegial bila terjadi kejadian yang membutuhkan tindakan
yang dapat berakibat hukum.
b) Koordinator batra
Memiliki tugas melakukan pencatatan inventarisasi terhadap jumlah
pengobat tradisional, jenis dan cara pengobatannya. Sebagai fasilitator
pengobat tradisional untuk memperoleh STPT DAN SIPT
c) Promkes ( Promosi Kesehatan )
Membantu memberikan Penyuluhan dan usaha Promotif lainnya, untuk
pengobat tradisional maupun untuk masyarakat.
d) Petugas Wilayah ( Perawat desa atau Bidan Desa )
Bertanggung jawab terhadap wilayahnya, dalam usaha baik secara Promotif
maupun sebagai mitra pengobat tradisional. Serta melaporkan secara
kontinue kepada koordinator batra pengobat tradisional di wilayahnya.
e) Kesling ( Kesehatan Lingkungan )
Melakukan pemantauan serta melakukan analisa terhadap fasilitas
pelayanan kesehatan tradisional terutama yang berhubungan dengan
lingkungan.
f) Lintas Sektor
Disini peran lintas sektor sangat penting sekali. Yang termasuk didalamnya
Muspika, Tokoh masyarakat,Tokoh agama dan Kader kesehatan.Untuk
membantu pengawasan terhadap pengobat tradisional.
5 Metode Kerja
Metode kerja batra adalah sebagai berikut :

Menerima laporan jumlah pengobat tradisional dari petugas


wilayah

Melakukan inventarisasi laporan,dengan cara merekapitulasi


laporan dari petugas wilayah.
Melakukan pelacakan lanjutan untuk pengobat tradisional
yang belum memiliki STPT dan SIPT, sebagai perlindungan
kepada pengobat tradisional maupun masyarakat.

Memberikan pembinaan kepada pengobat tradisional.

Melakukan analisa data hasil rekapitulasi untuk dilaporkan


ke Dinas kesehatan ke bagian yansus, sebagai bukti
pelaksanaan kegiatan.

6 Sumber dana
Pendanaan pada setiap kegiatan battra diperoleh dari dana BOK atau (
Bantuan Operasional Kesehatan ).
7 Syarat Minimal Alat yang Digunakan
Dalam Setiap Pelaksanaan kegiatan battra terdapat berapa syarat yang harus
terpenuhi bila melakukan suatu kegiatan yaitu :
a) Data yang didapatkan harus valid dan sesuai dengan keadaan yang terjadi.
b) Menggunakan sarana dan prasarana yang mudah dijangkau dan sesuai
standart prosedur.
8 Instumen atau media yang digunakan
Dalam Pelaksanaan Kegiatan battra terdapat beberapa Instrumen atau media
yang digunakan koordinator batra untuk mengumpulkan laporan dan data yaitu
:
a) Profil batra
Laporan ini dibuat petugas desa bidan/perawat dengan memasukkan data
profil battra yang dilaporkan tiap wilayah.. ( Contoh Formulir terlampir )
b) Rekapitulasi batra
Laporan ini dibuat dan dilaporkan oleh koordinator battra. ( Contoh Formulir
terlampir )
g) Data pengobat tradisional
Laporan ini dibuat dan dilaporkan oleh koordinator battra. ( Contoh Formulir
terlampir )
h) Fasilitas pelayanan kesehatan tradisional :
Laporan ini berisi Jumlah fasilitas pelayanan kesehatan tradisional yang
ada di wilayah.
( Contoh Formulir terlampir )
i) Data asosiasi batra
Laporan ini di isi jika ada asosiasi batra di wilayah kerja.
D. SISTEM MONITORING DAN PENILAIAN KINERJA
Sistem monitoring dan penilaian kinerja dari koordinator battra dilakukan tiap
enam bulan sekali. Dilanjutkan dengan PKP yang dilaksanakan tiap awal tahun.

Gendoh, 02 Januari 2018

Mengetahui Penanggung Jawab Program Hatra


Kepala Puskesmas Gendoh

Sukidi, ST Ali Mustofa, AMd.Kep


NIP. 19680304 198803 1 019 NIP: 19720716 200501 1 010