Anda di halaman 1dari 6

APLIKASI THEORY OF UNPLEASANT SYMPTOMS (TOUS) PADA ANAK YANG

MENGALAMI MUAL AKIBAT KEMOTERAPI DI RUANG RAWAT NON INFEKSI


RSCM JAKARTA

Andin Sefrina1), Nani Nurhaeni2), Happy Hayati3)


1
Akper Serulingmas Cilacap
email: andinsefrina09@gmail.com
2
Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia
email: nani-n@ui.ac.id
3
Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia
email: happy@ui.ac.id

Abstrak
Anak yang sedang menjalani kemoterapi sering mengalami gangguan rasa nyaman mual sebagai
efek samping pemberian obat kemoterapi. Mual yang dialami oleh anak dapat mengganggu
pemenuhan kebutuhan dasarnya terutama kebutuhan nutrisi dan cairan. Oleh karena itu, asuhan
keperawatan serta manajemen gejala mual yang tepat sangat dibutuhkan agar tidak terjadi
gangguan yang lebih parah pada anak. Karya Ilmiah ini disusun dengan tujuan untuk
menggambarkan aplikasi Theory of Unpleasant Symptoms (TOUS) pada anak yang mengalami
mual akibat kemoterapi serta menganalisis keefektifannya. TOUS memiliki tiga komponen yaitu
gejala, faktor yang mempengaruhi dan penampilan akhir klien. Ketiga komponen tersebut saling
berhubungan serta dapat diintegrasikan dalam asuhan keperawatan anak. Proses aplikasi teori
dimulai dengan analisis teori, penyusunan format asuhan keperawatan dari pengkajian hingga
evaluasi, pelaksanaan aplikasi teori pada tiga orang klien dan melakukan analisis keefektifan
penggunaan teori. Hasil pelaksanaan aplikasi teori yaitu TOUS dapat diaplikasikan pada asuhan
keperawatan anak yang mengalami mual akibat kemoterapi karena melalui manajemen gejala
berbasis TOUS, kebutuhan rasa nyaman anak akan terpenuhi meski mual masih masih muncul
selama kemoterapi berlangsung. Aplikasi TOUS pada asuhan keperawatan anak hendaknya
memperhatikan aspek tumbuh kembang dan psikologis anak. Kedua aspek tersebut terbukti dapat
mempengaruhi bentuk manajemen gejala mual dan dapat mempengaruhi pelaksanaan asuhan
keperawatan secara umum.

Keywords: Theory of Unpleasant Symptoms, aplikasi TOUS, mual pada anak dengan kemoterapi

menjadikan anak mengalami berbagai macam


1. PENDAHULUAN gejala yang tidak menyenangkan. Gejala
Latar Belakang dan Tujuan tersebut dapat berasal dari perjalanan penyakit
Keganasan atau kanker merupakan jenis itu sendiri maupun dari prosedur diagnostik
penyakit kronik yang saat ini banyak diderita atau pengobatan penyakit tersebut. Beberapa
anak di Indonesia. Yayasan Onkologi Anak gejala yang sering dialami pada anak dengan
Indonesia mengungkapkan bahwa 2-3% penyakit keganasan adalah nyeri atau yang
penderita kanker di Indonesia adalah anak- biasa disebut nyeri kanker (cancer pain), mual
anak atau sekitar 150 dari 1 juta anak serta berbagai reaksi tubuh akibat perjalanan
menderita kanker. Hal tersebut berarti penyakit, prosedur diagnostik atau
diperkirakan setiap tahunnya ada sekitar 4000 pengobatan. Gejala tak menyenangkan
kasus baru kanker pada anak di Indonesia tersebut pun tak pelak dapat menyebabkan
(Umiati, 2010). Penyakit kanker yang sering terganggunya rasa nyaman anak yang pada
ditemui pada anak diantaranya adalah akhirnya menurunkan kualitas hidup anak
Leukemia, Rhabdomyosarkoma, selama sakit (Wilson & Hockenberry, 2009;
Osteosarkoma, serta Kanker Nasofaring Hastings, Torkildson, & Agrawal, 2012).
(KNF). Hal tersebut tentunya menjadi perhatian
Penyakit keganasan atau gangguan serius bagi perawat, khususnya perawat anak.
hematologi pada anak tersebut mau tidak mau The National Institute of Nursing Resarch

304
(NINR) mengidentifikasi bahwa manajemen keperawatan, maka penulis tertarik untuk
gejala (symptoms management) menjadi salah mengaplikasikan TOUS pada perawatan anak
satu area kunci dalam rencana strategis suatu dengan kanker dan penyakit kronik. Tujuan
asuhan keperawatan. NINR (2011) akhir yang ingin dicapai melalui aplikasi
menyatakan bahwa pemahaman yang lebih TOUS ini adalah anak dapat memperoleh
baik pada gejala dan kumpulan gejala yang kenyamanan semaksimal mungkin selama
dirasakan klien akan meningkatkan kualitas dirawat di rumah sakit.
penanganan klinik suatu penyakit dan dapat Tinjauan Teoritis
menjadikan hidup yang lebih produktif bagi Florence Nightingale pada tahun 1860
klien. Selain itu, melalui manajemen gejala telah mengidentifikasi bahwa kenyamanan
yang tepat diharapkan kenyamanan klien merupakan tujuan utama dari sebuah asuhan
dapat terpenuhi meski mungkin gejala masih keperawatan. Siefert (2002) dalam artikelnya
dirasakan oleh anak selama perjalanan tentang analisis konsep kenyamanan melalui
penyakitnya. review berbagai pengertian kenyamanan
Guna melakukan manajemen gejala yang menyatakan bahwa pengertian dan konsep
tepat pada asuhan keperawatan, perawat kenyamanan telah berkembang dari waktu ke
membutuhkan acuan atau panduan. Salah satu waktu. Pada awal abad ke 20, kenyamanan
konsep keperawatan yang berfokus pada dan tindakan untuk meningkatkan
manajemen gejala adalah Theory of kenyamanan diidentikkan sebagai fokus
Unpleasant Symptoms (TOUS). Konsep utama dalam proses keperawatan pasien
TOUS dikembangkan oleh Dr. Elisabeth dengan penyakit yang tidak memiliki
Lenz, Dr. Milligan, Dr. Suppe, Linda Pugh pengobatan yang cukup efektif atau
dan Audrey Gift pada tahun 1997. TOUS membutuhkan proses perawatan yang cukup
memiliki tiga komponen utama yaitu gejala lama guna meminimalkan efek samping
tidak menyenangkan yang dialami klien, pengobatan. Saat ini, pengertian tersebut
faktor-faktor yang berpengaruh pada gejala sudah bergeser bahwa intervensi untuk
(fisiologis, psikologis, situasional) dan meningkatkan kenyamanan tidak hanya
penampilan (performance) klien (fisik, sekedar tindakan memberikan rasa nyaman,
kognitif dan sosial) yang terpengaruh oleh tapi juga bertujuan untuk memperkuat pasien
adanya gejala. dalam rangka mencapai tujuan akhir
Komponen tersebut dikatakan dapat saling perawatan klien serta meningkatkan perilaku
mempengaruhi satu sama lain, sehingga sehat klien.
perawat juga harus jeli saat melakukan Siefert (2002) dalam artikelnya juga
asuhan keperawatan. Tyler dan Pugh (2009) mengungkapkan ada 7 hal yang berkaitan
menyatakan bahwa TOUS dapat membantu dengan rasa nyaman seseorang yaitu
perawat memahami karakteristik gejala yang komunikasi, keluarga dan hubungan dengan
dirasakan klien secara lebih gamblang. Selain orang lain, fungsionalitas, karakteristik diri
itu melalui penerapan TOUS, perawat dapat sendiri, penyembuhan gejala psikososial dan
mengidentifikasi faktor apa saja yang fisik serta intervensinya, aktivitas spiritual,
berhubungan dengan gejala dan faktor mana keamanaan serta keselamatan. Apabila
saja yang saling berinteraksi satu sama lain. ketujuh hal tersebut dapat terpenuhi dengan
Cooley (2000) menyatakan bahwa TOUS baik sesuai dengan kebutuhan klien, maka
merupakan salah satu konsep yang mampu klien dapat memperoleh rasa nyaman yang
membantu perawat dalam mengintegrasikan optimal.
kompleksitas gejala dan interaksi antar faktor Salah satu keluhan yang menimbulkan
yang mempengaruhi gejala itu sendiri. ketidaknyamanan pada anak kanker adalah
Konsep TOUS ini telah diaplikasikan pada mual saat kemoterapi. Mual merupakan salah
beberapa kasus khususnya pada kasus klien satu efek samping pemberian obat kemoterapi
penderita kanker. Beberapa diantaranya yang paling sering muncul karena efek
adalah penelitian yang dilakukan oleh Chen emetogenik tinggi obat kemoterapi. Mual
dan Tseng pada tahun 2005 serta Fox dan dapat terjadi saat dan setelah kemoterapi,
Lyon pada tahun 2007. bahkan pada beberapa klien dapat terjadi
Berdasarkan kelebihan TOUS serta sebelum kemoterapi. Rasa tidak enak pada
kesesuaiannya dalam praktik klinik area perut dan tenggorokan akibat mual

305
menjadi keluhan serius bagi anak. Mual yang Gejala yang dialami klien dapat
terjadi dapat menyebabkan gejala lain seperti dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu fisiologis,
penurunan nafsu makan dan kelemahan psikologis dan situasional. Ketiga faktor
akibat menahan mual terus menerus (Wilson tersebut saling berinteraksi satu sama lain dan
& Hockenberry, 2009). dapat saling mempengaruhi. Suatu gejala
Salah satu teori keperawatan yang dapat yang dirasakan klien dapat dipengaruhi oleh
digunakan untuk melakukan manajemen satu faktor saja atau dipengaruhi oleh lebih
gejala yang tepat yaitu konsep theory of dari satu faktor. Komponen terakhir dalam
unpleasant symptoms (TOUS). Tujuan dari TOUS adalah penampilan akhir atau
TOUS adalah untuk meningkatkan performance outcomes dari klien yang
pemahaman tentang pengalaman akan diakibatkan oleh gejala yang sedang dialami.
berbagai macam gejala dalam berbagai Performance klien ini juga sering
konteks dan untuk memberikan informasi diidentikkan dengan taraf kualitas hidup klien,
yang berguna untuk merancang intervensi meski sebenarnya dalam TOUS sendiri tidak
yang efektif guna mencegah terjadinya secara eksplisit menyebutkan hal tersebut.
berbagai gejala tak menyenangkan serta Penampilan ini dinilai dari empat aspek yaitu
menyusun manajemen gejala yang sesuai. fisik, kognitif, sosial dan penampilan peran
TOUS lebih banyak menjelaskan suatu klien (Peterson & Bredow, 2004; Lenz &
kerangka kerja umum untuk melakukan Pugh, 2014).
manajemen gejala dibanding kerangka kerja
spesifik pada suatu situasi klinik. Hal ini 2. METODE PENELITIAN
menjadikan perawat lebih kreatif dalam Aplikasi TOUS yang dilakukan oleh penulis
menyusun rencana intervensi guna melalui beberapa tahap yaitu :
memanajemen gejala yang dialami oleh klien. a. Analisis teori melalui studi literatur guna
Konsep TOUS juga tidak menjelaskan memahami dengan baik dan tepat
secara eksplisit tentang penggunaan mengenai TOUS.
konsepnya dalam proses keperawatan, namun b. Menyusun format asuhan keperawatan
perawat dalam mengintegrasikan konsep yang terdiri atas format pengkajian,
TOUS dalam asuhan keperawatan mulai dari diagnosis keperawatan, hingga format
proses pengkajian hingga evaluasi (Peterson evaluasi yang sesuai dengan konsep
& Bredow, 2004; Lenz & Pugh, 2014). TOUS. Format pengkajian disusun
TOUS mempunyai tiga konsep utama berdasarkan tiga komponen dalam TOUS,
yaitu gejala-gejala (symptoms), faktor yang diagnosis keperawatan mengacu pada
mempengaruhi (influencing factors), dan NANDA, rencana intervensi hingga
penampilan akhir klien (performance evaluasi mengacu pada literatur serta
outcomes). TOUS lebih berfokus pada gejala evidence based practice (EBP).
yang diungkapkan secara subyektif, c. Melakukan aplikasi TOUS pada 3 klien
dibandingkan pada gejala objektif yang dapat anak yang mengalami mual akibat
diobservasi. Namun dalam kemoterapi yaitu An. R, An. NDS dan An.
perkembangannya, definisi gejala dalam APM. Penulis melakukan aplikasi TOUS
TOUS berkembang menjadi suatu indikator dari mulai klien masuk ke ruang rawat
perubahan fungsi normal yang dialami dan hingga klien pulang. Proses aplikasi
diungkapkan oleh klien. gejala yang dimulai dari pengkajian hingga evaluasi.
dirasakan klien dapat muncul secara d. Melakukan analisis keefektifan aplikasi
bergantian satu demi satu atau muncul TOUS.
bersamaan (kombinasi) antara gejala satu
dengan yang lainnya. Satu gejala juga 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
berpotensi menimbulkan atau memunculkan Konsep TOUS berfokus pada manajemen
gejala lainnya pada saat yang sama atau saat gejala tak menyenangkan (unpleasant
yang berbeda. Pada TOUS, gejala symptoms), maka konsep ini sangat sesuai
dikonseptualisasikan menjadi 4 dimensi yaitu digunakan sebagai landasan teori guna
intensitas, waktu, distres dan kualitas mengelola klien dengan gangguan
(Peterson & Bredow, 2004; Lenz & Pugh, kenyamanan. Melalui manajemen gejala yang
2014). tepat diharapkan rasa tak nyaman yang

306
ditimbulkan oleh gejala dapat diminimalkan ini dikarenakan konsep TOUS tidak secara
sehingga klien merasa lebih nyaman meski spesifik menyebutkan pelaksanaan
gejala masih muncul. Hal ini dapat dikatakan manajemen gejala di suatu tatanan klinik atau
sangat menguntungkan dalam konteks pada gejala tertentu sehingga dapat diterapkan
perawatan pada klien dengan penyakit kronik pada seluruh tatanan klinik dan seluruh gejala
karena kemunculan berbagai gejala pada yang muncul pada klien. (Peterson & Bredow,
penyakit kronik bisa berlangsung cukup lama 2004; Lenz & Pugh, 2014; Hockenberry &
sehingga klien membutuhkan manajemen Wilson, 2009).
gejala yang tepat (Hockenberry & Wilson, Pada konsep TOUS, tidak dijelaskan secara
2009). spesifik mengenai pengkajian apa saja yang
Selain itu, konsep TOUS juga harus dilakukan oleh perawat guna
mempertimbangkan adanya faktor-faktor menerapkan kerangka kerja TOUS. Namun
yang mempengaruhi gejala (faktor fisiologis, konsep TOUS menjelaskan bahwa untuk
psikologis dan sosial) sehingga dapat menentukan manajemen gejala yang tepat
dijadikan acuan saat menegakkan diagnosis bagi klien, perawat harus mempertimbangkan
keperawatan atau saat menyusun intervensi ketiga elemen dalam TOUS yaitu gejala
keperawatan. Faktor-faktor tersebut dikatakan (symptoms), faktor yang mempengaruhi
saling berinteraksi satu sama lain atau dengan (influencing factors) serta penampilan akhir
kata lain dapat saling mempengaruhi (performance outcomes) klien. Berdasarkan
(Peterson & Bredow, 2004; Lenz & Pugh, hal tersebut, dapat diartikan bahwa pengkajian
2014). Penilaian penampilan (performance) yang dilakukan oleh perawat untuk
akhir klien yang diakibatkan oleh gejala juga menerapkan TOUS setidaknya terdiri atas
dijadikan salah satu acuan dalam menentukan ketiga hal tersebut. Penulis juga menyusun
diagnosis dan rencana intervensi keperawatan format pengkajian berdasarkan ketiga
serta dapat digunakan sebagai tolok ukur komponen TOUS untuk mendapatkan data
dalam evaluasi keperawatan (Peterson & yang lebih komprehensif terutama pada gejala
Bredow, 2004; Lenz & Pugh, 2014). mual yang dialami oleh klien. Pengkajian
Saat melakukan aplikasi TOUS, gejala yang dilakukan hendaknya memperhatikan
(symptoms) yang muncul pada ketiga klien aspek tumbuh kembang anak sehingga data
adalah mual dengan intensitas yang berbeda- yang didapatkan pun menjadi lebih akurat
beda. Gejala ini baik secara subyektif maupun (Peterson & Bredow, 2004; Lenz & Pugh,
obyektif memang dirasakan sebagai gejala 2014).
yang mengganggu selama kemoterapi Salah satu kesulitan yang dihadapi perawat
berlangsung. Faktor-faktor yang saat menerapkan pengkajian adalah saat
mempengaruhi (influencing factors) gejala mengkaji faktor psikologis pada anak usia
mual yang dirasakan diantaranya adalah jenis sangat muda. Seringkali anak usia sangat
obat kemoterapi, kondisi psikologis anak serta muda kesulitan atau kurang bisa
dukungan keluarga saat anak merasakan menggambarkan perasaannya terkait gejala
mual. Penampilan akhir (performance yang sedang dirasakannya dengan tepat.
outcomes) klien menunjukkan bahwa nafsu Faktor psikologis ini menjadi salah aspek
makan klien berkurang sehingga porsi makan penting karena pada anak dengan penyakit
yang dihabiskan pun banyak berkurang. kronik, proses perjalanan penyakit yang lama
Berdasarkan hal tersebut, maka diagnosis serta proses pengobatan yang terus menerus
keperawatan yang ditemukan diantaranya dapat berpengaruh pada kondisi psikologis
yaitu mual, risiko ketidakseimbangan nutrisi anak dan juga keluarga.
kurang dari kebutuhan tubuh serta konstipasi. Pada konsep TOUS, tidak ada ketentuan
Rencana intervensi ditetapkan guna khusus mengenai sistematika atau penulisan
mengurangi gejala yang muncul serta diagnosis keperawatan, sehingga penulis
meningkatkan penampilan akhir klien menggunakan panduan diagnosis keperawatan
menjadi lebih baik. yang dikeluarkan NANDA 2012-2014.
Melalui konsep TOUS perawat dapat Penulis menentukan diagnosis keperawatan
mengasah kreativitas dan kemampuan berdasarkan data pengkajian yang telah
berpikir kritis dalam menentukan manajemen didapatkan sebelumnya. Hasil pengkajian dari
gejala yang tepat diterapkan pada klien. Hal ketiga elemen dalam konsep

307
TOUS dapat digunakan sebagai dasar dalam
menegakkan diagnosis keperawatan, jadi 4. KESIMPULAN
tidak terbatas pada gejala yang muncul saja. Konsep Theory of Unpleasant
Selain itu, hasil pengkajian masing-masing Symptoms
elemen juga dapat menjadi etiologi untuk (TOUS) dapat diterapkan pada asuhan
diagnosis keperawatan yang ditegakkan oleh keperawatan pada anak yang mengalami mual
perawat. Hal tersebut mengindikasikan bahwa akibat kemoterapi karena anak dengan mual
ketiga elemen dalam TOUS memang saling akibat kemoterapi membutuhkan manajemen
berinteraksi dan memiliki efek timbal balik gejala yang tepat agar kebutuhan rasa nyaman
satu sama lain (Peterson & Bredow, 2004; tetap terpenuhi meski klien mengalami mual
Lenz & Pugh, 2014). selama kemoterapi. Integrasi konsep TOUS
Penyusunan rencana intervensi dalam proses keperawatan dapat melibatkan
keperawatan mengacu pada manajemen gejala ketiga elemen utama TOUS yaitu gejala,
yang dirasakan klien sesuai dengan konsep faktor yang mempengaruhi serta penampilan
dalam TOUS. Rencana intervensi tidak hanya akhir klien.
mempertimbangkan aspek gejala saja, namun Aplikasi konsep TOUS pada asuhan
juga memperhatikan aspek faktor yang keperwatan anak hendaknya memperhatikan
mempengaruhi dan penampilan akhir klien. aspek tumbuh kembang anak serta aspek
Pada contoh aplikasinya, penulis tidak hanya psikologis anak. Salah satu kendala dalam
merencanakan tindakan untuk mengurangi aplikasi konsep TOUS pada klien anak adalah
mual tapi juga merencanakan tindakan untuk pada anak usia muda seringkali kurang dapat
menurunkan terjadinya risiko kekurangan menggambarkan gejala yang dirasakan serta
nutrisi pada ketiga klien. kadang kurang tepat dalam menggambarkan
Tujuan yang ditetapkan pada intervensi perasaan yang sedang dirasakan. Oleh karena
keperawatan dapat mengacu pada perbaikan itu, perawat perlu menggunakan serta
gejala itu sendiri, perubahan pada faktor yang mengembangkan berbagai instrumen
mempengaruhi serta peningkatan penampilan pengkajian obyektif serta instrumen
akhir klien. Pada pemenuhan kebutuhan rasa pengukuran aspek psikologis anak agar data
nyaman, tujuan akhir rencana intervensi yang didapatkan menjadi lebih akurat.
adalah memberikan kenyamanan pada klien
seoptimal mungkin meski klien masih 5. REFERENSI
merasakan mual. Rasa nyaman antara klien
satu dengan yang lainnya dapat berbeda-beda, Alligood, M.R., Tomey, A.M. (2010).
sehingga penyusunan intervensi pun dapat Nursing theories and their work. 7th ed.
berbeda pula disesuaikan dengan kondisi
klien (Peterson & Bredow, 2004; Lenz & Chen, M. & Tseng, H. (2005). Identification
Pugh, 2014; Hockenberry & Wilson, 2009). and Verification of Symptom Clusters in
Pada konsep TOUS, evaluasi berfokus Cancer Patients. Journal of Supportive
pada kemunculan gejala tak menyenangkan Oncology , 6 (Suppl 4), 28-9.
yang dialami klien. Selain itu, TOUS juga Fox, S. & Lyon, D. (2007). Symptom
mengungkapkan bahwa perawat perlu Clusters and Quality of Life in Survivors
mengevaluasi penampilan akhir klien guna of Ovarian Cancer. Cancer Nursing , 30
mengetahui apakah kualitas hidup klien (5), 354-361.
secara umum terganggu atau tidak. Evaluasi Hastings, C.A., Tordkildson, J.C., &
hasil dapat dilakukan secara berkala sesuai Agrawal, A.K. (2012). Handbook of
dengan perkembangan kondisi klien. Hasil pediatric hematology and Oncology :
evaluasi dapat digunakan oleh perawat guna Children’s hospital and research center
melakukan tindak lanjut intervensi dan Oakland. 2nd edition. United Kingdom :
implementasi keperawatan. Selain itu, hasil Wiley-Blackwell
evaluasi juga dapat digunakan untuk Hockenberry, M.J & Wilson, D. (2009).
pengkajian lanjut jika ditemukan gejala baru Wong’s essentials of pediatric nursing. 8th
atau keluhan baru saat proses perawatan ed. Missouri : Mosby Elsevier.
(Peterson & Bredow, 2004; Lenz & Pugh, Lenz, E. R., & Pugh, L. C. (2014). The
2014; Hockenberry & Wilson, 2009). theory
of unpleasant symptoms (3rd ed. ed.).
New York: Springer Publishing

308
Company. Retrieved from Umiati. (2010). Gambaran kualitas hidup
http://search.proquest.com/docview/1458 anak usia 6-18 tahun yang menjalani
729488?accountid=17242 kemoterapi di Rumah Sakit Kanker
National Institute of Nursing Research. Dharmais, Jakarta Barat. Journal of
(2011). Bringing science to life: Cancer, Vol 4, No 2
NINR strategic plan. Retrieved from Davies, T 2009, ABC Kesehatan Mental, Alih
http://www.ninr.nih.gov/NR Bahasa Alifa Dimanti, EGC,
Peterson, S.J & Bredow, T.S. (2004). Middle Jakarta.
range theories : Application to nursing Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,
research. Philadelphia : Lippincott 2009, Profil Dinas Kesehatan
Williams & Wilkins Provinsi Jawa Tengah 2009 (dilihat
Siefert, M.L. (2002). Concept analysis of tanggal 3 Februari 2014,dari
comfort. Nursing Forum; Oct-Dec; 37, 4; http://www.dinkesjatengprov.go.id/doku
Tyler, R & Pugh, L.C. (2009). Application of men/profil/2009/
the Theory of Unpleasant Symptoms in
Bariatric Surgery. Bariatric nursing and
surgical patient are Volume 4, Number 4

309