Anda di halaman 1dari 17

RANCANGAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CALON

PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III ANGKATAN III

Penyusunan Panduan Sosialisasi Pengarusutamaan Gender (PUG)


Melalui Kampanye Publik untuk Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah
Bidang Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP)

Oleh:
NI PUTU RATIH NOVYANTI DEWI, S.T
NIP. 19911126 201802 2 001
TEKNIK TATA BANGUNAN DAN PERUMAHAN AHLI PERTAMA

Mentor :
Dr. TAUFAN MADIASWORO, ST., MT.

Coach :
Ir. SETIA BUDI, S.T., M.Si

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA


KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
2018

1
LEMBAR PERSETUJUAN IDE GAGASAN

Rancangan aktualisasi diajukan oleh :


Nama : Ni Putu Ratih Novyanti Dewi, S.T.
Nomor absen : 20
Kelas : E Batch III
Kelompok : 1 (satu)
Judul rancangan aktualisasi : Penyusunan Panduan Sosialisasi Pengarusutamaan
Gender (PUG) Melalui Kampanye Publik untuk
Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah Bidang
Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP)

Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan kelulusan pelatihan dasar CPNS Golongan
III di Balai Pedidikan dan Pelatihan PUPR Wilayah III Jakarta, Tahun 2018.

Jakarta, 16 Juli 2018


Menyetujui,
Mentor

Dr. Taufan Madiasworo, S.T., M.T.


NIP. 19750207 200112 1 003

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmat dan berkah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan “Rancangan Aktualisasi Nilai-
Nilai Dasar, Kedudukan, dan Peran PNS di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat” sebagai salah satu syarat kelulusan pelatihan dasar CPNS Kementerian PUPR.
Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada :
1. Suami dan orang tua yang senantiasa memberikan dukungan kepada penulis.
2. Dr. Taufan Madiasworo, S.T., M.T. sebagai Mentor penulis yang telah banyak membantu
memberikan saran dalam Rancangan Aktualisasi ini.
3. Ir. Setia Budi, S.T., M.Si., selaku Coach yang senantiasa dengan sabar, cermat, teliti, dan
sepenuh hati membimbing penulis dalam menyusun Rancangan Aktualisasi ini.
4. Widyaiswara yang telah memberikan materi selama Pelatihan Dasar CPNS Golongan III.
5. Teman-teman CPNS Golongan III yang telah memberikan dukungan dan inspirasi selama
penulis menyusun Rancangan Aktualisasi ini.
Semoga Rancangan Aktualisasi ini dapat menjadi panduan dalam implementasi aktualisasi di
Unit Organisasi penulis. Penulis sadar bahwa laporan Rancangan Aktualisasi ini masih
memiliki banyak kekurangan. Semoga rancangan aktualisasi ini dapat memberikan manfaat
dan wawasan tambahan bagi para pembaca khususnya bagi penulis sendiri.

Jakarta, 16 Juli 2018


Penulis

Ni Putu Ratih Novyanti Dewi, S.T.

iii
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN IDE GAGASAN ..........................................................................ii
KATA PENGANTAR ........................................................................................................... ivii
DAFTAR ISI........................................................................................................................... ivv
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 1
1.2 Tujuan Aktualisasi....................................................................................................... 1
1.3 Gambaran Umum Organisasi ...................................................................................... 2
BAB II SCANNING .................................................................................................................. 4
2.1 Environmental Scanning ............................................................................................. 4
2.2 Isu ................................................................................................................................ 4
2.3 Isu Utama .................................................................................................................... 4
2.4 Dampak Isu ................................................................................................................. 5
2.5 Gagasan Pemecahan Isu .............................................................................................. 5
BAB III PEMECAHAN MASALAH (PPROBLEM SOLVING) ............................................. 6
3.1 Kegiatan ...................................................................................................................... 6
3.2 Tahapan Kegiatan ........................................................................................................ 6
3.3 Output Kegiatan .......................................................................................................... 7
BAB IV ANALISIS ................................................................................................................... 8
4.1 Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan ......................................................................... 8
4.2 Kontribusi Terhadap Visi, Misi, Organisasi................................................................ 8
4.3 Penguatan Nilai Organisasi ......................................................................................... 9
BAB V PENUTUP .................................................................................................................. 10
LAMPIRAN ............................................................................................................................. 11

iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Inpres Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam
Pembangunan Nasional menginstruksikan kepada seluruh menteri untuk melaksanakan PUG
guna terselenggaranya perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi atas
kebijakan dan program pembangunan nasional yang berperspektif gender sesuai dengan bidang
tugas dan fungsi, serta kewenangan masing-masing. Hal ini juga termuat pada goal ke-5 dari
Sustainable Development Goals (SDG’s), yaitu tercapainya kesetaraan gender. Selain itu
kebijakan PUG juga dijadikan salah satu indikator pembangunan sumber daya manusia (SDM)
dalam peningkatan kesejahteraan rakyat, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang
Nomor 17 Tahun 2007 tentang RPJPN 2005 – 2025, dan menjadi salah satu tujuan yang akan
dicapai dalam RPJMN 2010 – 2014. Berdasarkan hal tersebut Kementerian PUPR sebagai
kementerian yang berperan dalam penyelenggaraan kawasan permukiman wajib turut serta
dalam penerapan PUG.
Untuk dapat menerapkan PUG dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan perlu adanya
pemahaman yang baik dari seluruh SDM, terutama pada Pemerintah Daerah bidang
Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP). Hal ini dikarenakan sifat kegiatan yang
dilaksanakan di Direktorat PKP ini bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga
kegiatan tersebut harus responsif gender. Untuk mewujudkan hal tersebut cara yang dapat
dilakukan adalah penguatan kapasitas kelembagaan dari institusi terkait, baik di lingkungan
pemerintah daerah.
Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Subdit Standardisasi dan Kelembagaan memiliki
kewajiban untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan di lingkungan Direktorat PKP. Untuk
itu Subdit Standardisasi dan Kelembagaan perlu mengadakan kegiatan yang bersifat
peningkatan kapasitas kelembagaan, khususnya tentang PUG. Kondisi saat ini di daerah,
penerapan PUG masih belum optimal, padahal seharusnya setiap penyelenggaraan kawasan
permukiman harus responsive gender. Melihat hal tersebut penulis ingin mengangkat isu
tentang belum optimalnya penyelenggaraan kawasan permukiman yang responsif gender di
daerah ini menjadi suatu rancangan aktualisasi.

1
1.2 Tujuan Aktualisasi
Aktualisasi yang dilakukan oleh calon PNS bertujuan untuk:
1. Mampu menunjukkan sikap perilaku bela Negara.
2. Mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas
jabatannya.
3. Mampu mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka NKRI.

1.3 Gambaran Umum Organisasi


Subdirektorat Standardisasi dan Kelembagaan, Direktorat Pengembangan
Kawasan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat, selanjutnya disebut dengan Subdit Standardisasi dan
Kelembagaan, Dit. PKP adalah unit kerja di bawah Kementerian PUPR. Melalui
Peraturan Menteri Nomor 15 Tahun 2015, telah dibentuk Subdit Standardisasi dan
Kelembagaan, Dit. PKP yang terdiri dari Seksi Standardisasi dan Seksi Kelembagaan.
1.3.1 Tugas Seksi di Subdit Standardisasi dan Kelembagaan, Dit. PKP
Berikut adalah tugas Subdit Standardisasi dan Kelembagaan, Dit. PKP yaitu :
(1) Seksi Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan, pemberian
bimbingan penyusunan dan penyebarluasan norma, standar, prosedur, dan kriteria
bidang penyelenggaraan pengembangan kawasan permukiman perkotaan, kawasan
permukiman perdesaan, dan kawasan permukiman khusus.
(2) Seksi Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan peningkatan
kapasitas kelembagaan, sumber daya manusia, dan pemberdayaan masyarakat di
bidang penyelenggaraan kawasan permukiman perkotaan, kawasan permukiman
perdesaan, dan kawasan permukiman khusus.
1.3.2 Fungsi Subdit Standardisasi dan Kelembagaan, Dit. PKP
Dalam melaksanakan tugasnya, Subdit Standardisasi dan Kelembagaan, Dit.
PKP menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
a. penyusunan dan penyebarluasan norma, standar, prosedur, dan kriteria bidang
penyelenggaraan pengembangan kawasan permukiman perkotaan, kawasan
permukiman perdesaan, dan kawasan permukiman khusus
b. pemberian bimbingan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
penyelenggaraan pengembangan kawasan permukiman perkotaan, kawasan
permukiman perdesaan, dan kawasan permukiman khusus

2
c. pemantauan dan evaluasi penerapan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
penyelenggaraan pengembangan kawasan permukiman perkotaan, kawasan
permukiman perdesaan, dan kawasan permukiman khusus
d. fasilitasi pembinaan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat
bidangmpenyelenggaraan pengembangan kawasan kawasan permukiman
perkotaan, kawasan permukiman perdesaan, dan kawasan permukiman khusus
e. pembinaan sumber daya manusia di bidang pengembangan kawasan permukiman
perkotaan, kawasan permukiman perdesaan, dan kawasan permukiman khusus

3
BAB II
SCANNING
2.1 Environmental Scanning
Selama kurang lebih 2,5 bulan On Job Training (OJT) di Subdit Standardisasi
dan Kelembagaan Dit. PKP penulis melihat ada beberapa hal yang menjadi
permasalahajs
2.2 Isu
Dari pengamatan lingkungan diperoleh isu sebagai berikut:
1. Belum optimalnya penyelenggaraan kawasan permukiman yang responsif gender di
daerah.
Dalam penyelenggaraan kawasan permukiman, aspek gender penting untuk
diperhatikan karena merupakan amanah dari beberapa kebijakan nasional. Namun
dalam pelaksanaannya aspek gender masih kurang dilibatkan dalam kegiatan-
kegiatan perencanaan suatu program, khususnya di Pemerintah Daerah.
2. Belum adanya sistem koordinasi dalam kegiatan pendampingan penyusunan Perda
bagi Pemerintah Daerah.
Sesuai tugas dan fungsinya, Subdit Standardisasi dan Kelembagaan berkewajiban
untu mendampingi Pemerintah Daerah dalam penyusunan Perda. Namun dalam
pelaksanaannya koordinasi masih tidak terarah dikarenakan memang belum ada
prosedur yang mengaturnya. Hal ini mengakibatkan proses pendampingan menjadi
kurang efektif.
3. Belum adanya pedoman untuk penyelenggaraan kegiatan workshop tahunan.
Subdit Standardisasi dan Kelembagaan Dit. PKP setiap tahunnya memiliki program
kerja workshop yang melibatkan Pemerintah Daerah. Kegiatan yang sama ini
menyebabkan adanya pengulangan tahapan kegiatan setiap tahun sehingga kuran
efisien waktu dan tenaga. Akan lebih baik jika sudah ada pedoman khusus untuk
pelaksanaan kegiatan workshop ini yang dapat dijadikan template kegiatan setiap
tahunnya.

2.3 Isu Utama


Dari tiga isu yang didapatkan dari hasil pengamatan lingkungan, dilakukan
penentuan isu utama dengan menggunakan metode USG, Urgency, Seriousness dan
Growth. Rentang nilai yanga akan diberikan untuk masing-masing kategori adalah 1 –
5 (satu sampai lima). Berikut adalah tabel penilaian isu dengan metode USG.
4
Tabel 1 Penilai Isu
No ISU U S G Total
1 Belum optimalnya penyelenggaraan kawasan
5 5 4 14
permukiman yang responsif gender di daerah
2 Belum adanya sistem koordinasi dalam kegiatan
pendampingan penyusunan Perda bagi Pemerintah 3 5 4 12
Daerah
3 Belum adanya pedoman untuk penyelenggaraan kegiatan
4 5 4 13
workshop tahunan
Dari penilaian isu yang telah dilakukan diperoleh nilai yang paling tinggi yakni
isu mengenai belum optimalnya penyelenggaraan kawasan permukiman yang responsif
gender di daerah. Oleh karena itu, isu tersebut menjadi isu utama dan akan dijadikan sebagai
dasar kegiatan aktualisasi.

2.4 Dampak Isu


Infrastruktur yang responsif gender ini dapat diwujudkan dengan koordinasi
antar sektor pemerintahan yang mencerminkan penerapan Whole of Government.
Pemerintah Pusat, dalam hal ini Dit. PKP, bertugas untuk mengkoordinasikan segala
aspek pemerintahan tersebut agar terciptanya keselarasan tujuan. Oleh sebab itu dalam
menindaklanjuti pengarusutamaan gender ini hal pertama yang perlu dilakukan adalah
memberi pemahaman dan wawasan kepada Pemerintah Daerah. Dengan pemahaman
yang baik diharapkan penerapan pengarusutamaan gender dalam penyelenggaraan
kawasan permukiman juga dapat lebih optimal.

2.5 Gagasan Pemecahan Isu


Untuk mengatasi permasalahan belum optimalnya penyelenggaraan kawasan
permukiman yang responsif gender di daerah, maka perlu diadakan suatu kegiatan
penyebarluasan wawasan pengarusutamaan gender kepada Pemerintah Daerah. Oleh sebab itu
dalam rancangan aktualisasi ini gagasan yang ingin disampaikan adalah dengan menyusun
pedoman kegiatan sosialisasi tentang pengarusutamaan gender kepada Pemerintah Daerah.
Diharapkan wawasan ini nantinya juga dapat ditularkan ke seluruh instansi terkait yang ada di
setiap daerah.

5
BAB III
PEMECAHAN MASALAH (PPROBLEM SOLVING)
3.1 Kegiatan
1. Mengumpulkan referensi tentang PUG
Referensi terkait pengarusutamaan gender (PUG) perlu dikumpulkan dahulu agar
muatan PUG yang akan dimasukkan ke materi sosialisasi menjadi tepat guna.
2. Mengumpulkan NSPK terkait penyelenggaraan kawasan permukiman
Materi sosialisasi yang akan disusunjuga harus sesuai dengan peraturan yang
berlaku sehingga perlu mengumpulkan macam-macam NSPK terkait.
3. Menyusun rincian teknis kegiatan kampanye publik
Metode kampanye publik yang akan digunakan dipilih terlebih dahulu kemudian
dibuatkan rincian teknis kegiatan untuk mendukung pelaksanaannya.
4. Mengumpulkan data peserta kampanye publik
Peserta kampanye publik nantinya disesuaikan dengan target yang ingin dicapai.
Dalam hal ini targetnya adalah Pemerintah Daerah sehingga diperlukan data-data
yang akan diperlukan terutama dalam penyebaran undangan.
5. Menyusun panduan sosialisasi
Setelah seluruh tahapan 1 s/d 5 ditentukan maka langkah selanjutnya adalah
menyusun seluruh bagian tersebut dalam suatu bentuk panduan sosialisasi.
6. Membuat laporan akhir aktualisasi
Setelah seluruh tahapan selesai dilaksanakan maka dilanjutkan dengan penyusunan
laporan akhir dari aktualisasi ini.

3.2 Tahapan Kegiatan


1. Untuk melakukan kegiatan mengumpulkan referensi tentang PUG diperlukan
tahapan sebagai berikut:
1) Melakukan tinjauan literatur
2) Melakukan pencarian online
2. Untuk melakukan kegiatan mengumpulkan NSPK terkait penyelenggaraan
kawasan permukiman diperlukan tahapan sebagai berikut:
1) Melakukan konsultasi dengan pimpinan
2) Mengumpulkan NSPK
3. Untuk melakukan kegiatan menyusun rincian teknis kegiatan kampanye
publik diperlukan tahapan sebagai berikut:
6
1) Menentukan metode kampanye publik
2) Menentukan lokasi
3) Membuat jadwal
4) Menentukan narasumber
5) Menentukan penataan ruangan
6) Menentukan instrumen yang diperlukan
4. Untuk melakukan kegiatan mengumpulkan data peserta kampanye publik
diperlukan tahapan sebagai berikut:
1) Mendata seluruh Pemerintah Daerah bidang PKP di Provinsi dan Kab/Kota
2) Memeriksa penerapan PUG di daerah
3) Menyiapkan gambaran best practices
5. Untuk melakukan kegiatan menyusun panduan sosialisasi diperlukan tahapan
sebagai berikut:
1) Membuat outline panduan
2) Menyusun draft panduan
3) Melakukan konsultasi dengan pimpinan
4) Melakukan perbaikan draft panduan
6. Untuk melakukan kegiatan membuat laporan akhir aktualisasi diperlukan
tahapan sebagai berikut:
1) Menyusun laporan akhir aktualisasi
2) Berkonsultasi dengan pimpinan
3) Melakukan perbaikan-perbaikan

3.3 Output Kegiatan


Dari kegiatan yang dilakukan diperoleh output sebagai berikut:
1. Referensi terkait PUG
2. NSPK tentang penyelenggaraan permukiman
3. Rincian teknis kegiatan kampanye publik
4. Data jumlah dan nama instansi
5. Data kondisi-kondisi khusus di daerah
6. Data best practices
7. Panduan sosialisasi
8. Laporan akhir aktualisasi

7
BAB IV
ANALISIS

4.1 Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan


1. Mengumpulkan referensi tentang PUG.
Komitmen mutu:
referensi yang diacu memiliki kualitas yang baik
Akuntabilitas:
sumber dari referensi harus dapat dipertanggungjawabkan
2. Mengumpulkan NSPK terkait penyelenggaraan kawasan permukiman.
Komitmen mutu:
Mengumpulkan NSPK yang berlaku dan berkaitan dengan substansi
Etika publik:
berkomunikasi dengan pimpinan dengan sopan dan bahasa yang baik
3. Menyusun rincian teknis kegiatan kampanye publik.
Akuntabiilitas:
Transparansi dalam penyusunan soal-soal pre test dan post test
Komitmen mutu:
Bobot soal disesuaikan dengan tingkat kesulitan materi yang disampaikan
Etika publik:
teknis kegiatan mencerminkan etika yang baik dalam pelayanan publik
4. Mengumpulkan data peserta kampanye publik.
Akuntabilitas:
data peserta yang dikumpulkan bersifat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan
Komitmen mutu:
adanya kepastian komitmen dalam pemilihan daerah yang menjadi best practices
Whole of Government:
Kegiatan sosialisasi melibatkan Pemerintah Daerah dan menunjukkan kerjasama
antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
Pelayanan publik:
penerapan PUG di daerah-daerah merupakan salah satu cerminan pelayanan publik
5. Menyusun panduan sosialisasi.
Nasionalisme:

8
sosialisasi menjadi kesempatan untuk berkumpul dan menyamakan persepsi
sehingga terjalin rasa persatuan dan kesatuan
Etika publik:
berkomunikasi dengan peserta sosialisasi dengan sopan dan bahasa yang baik
Akuntablitas:
menyiapkan instrument-instrumen seperti daftar hadir, notulensi dan dokumentasi
sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan
Pelayanan publik:
memberi pelayanan yang pada peserta sosialisasi
6. Membuat laporan akhir aktualisasi
Komitmen mutu:
Menyusun laporan yang berkualitas dan sesuai dengan pelaksanaan kegiatan.
Akuntablitas:
penilaian pre test dan post test sebagai indikator pemahaman peserta sosialisasi

4.2 Kontribusi Terhadap Visi, Misi, Organisasi


1. Mewujudkan permukiman yang layak huni dengan infrastruktur yang responsif
gender.
2. Meningkatkan penyelenggaraan kawasan permukiman layak huni, berkeadilan
sosial, dan berkelanjutan
3. Menyediakan inftrastruktur permukiman agar dapat dimanfaatkan oleh semua aspek
masyarakat
4. Mewujudkan SDM yang profesional terutama dalam hal infrastruktur yang responsif
gender

9
BAB V
PENUTUP

Setelah melaksanakan OJT selama kurang lebih 2,5 bulan di Subdit Standardisasi dan
Kelembagaan, Di. Pengembangan Kawasan Permukiman, Ditjen Cipta Karya, maka ditemukan
permasalahan yang kemudian diangkat menjadi isu dalam suatu rancangan aktualisasi. Dari isu
ini akan dicarikan solusi penanganannya yang kemudian dibuatkan rencana kegiatan.
Pelaksanaan kegiatan dalam rancangan aktualisasi ini (habituasi) akan dilakukan selama 23
hari nantinya saat sudah kembali ke tempat OJT. Dengan adanya pelaksanaan kegiatan ini
diharapkan dapat membantu unit kerja terkait dalam mengatasi permasalahan-permasalahan
yang ada.

10
LAMPIRAN
Kertas Kerja Rancangan Aktualisasi

Unit kerja : Subdit Standardisasi dan Kelembagaan, Dit. Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP), Ditjen Cipta Karya
Identifikasi isu : 1. Belum optimalnya penyelenggaraan kawasan permukiman yang responsif gender di daerah
2. Belum adanya norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) aspek permukiman yang mengatur tentang PUG
3. Belum adanya pedoman untuk penyelenggaraan kegiatan workshop tahunan
Isu yang diangkat : Belum optimalnya penyelenggaraan kawasan permukiman yang responsif gender di daerah
Gagasan pemecahan isu : Mengadakan kegiatan sosialisasi tentang PUG di lingkungan Direktorat PKP

Keterkaitan Penguatan
Kontribusi terhadap
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Substansi Mata Nilai
Visi-Misi Organisasi
Pelatihan Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

Mengumpulkan Profesional
1 1. Melakukan tinjauan literatur Referensi terkait 1. Akuntabilitas
referensi tentang PUG 2. Melakukan pencarian online PUG 2. Komitmen mutu 1. Mewujudkan
permukiman yang
Mengumpulkan NSPK
1. Melakukan konsultasi dengan NSPK tentang layak huni dengan
terkait 1. Komitmen mutu
2 pimpinan penyelenggaraan infrastruktur yang Profesional
penyelenggaraan 2. Etika publik
2. Mengumpulkan NSPK permukiman responsif gender.
kawasan permukiman

11
1. Menentukan metode kampanye publik
2. Menentukan lokasi 2. Meningkatkan
Menyusun rincian 3. Membuat jadwal Rincian teknis 1. Akuntabilitas penyelenggaraan 1. Profesional
3 teknis kegiatan 4. Menentukan narasumber kegiatan 2. Komitmen mutu kawasan 2. Melayani
kampanye publik 5. Menentukan penataan ruangan kampanye publik 3. Etika publik permukiman layak
6. Menentukan instrumen yang huni, berkeadilan
diperlukan sosial, dan
1. Data jumlah berkelanjutan
dan nama 1. Akuntabilitas
1. Mendata seluruh Pemerintah Daerah instansi 2. Komitmen mutu 3. Menyediakan
Mengumpulkan data
bidang PKP di Provinsi dan Kab/Kota 2. Data kondisi- 3. Whole of inftrastruktur 1. Profesional
4 peserta kampanye
2. Memeriksa penerapan PUG di daerah kondisi khusus Government permukiman agar 2. Melayani
publik
3. Menyiapkan gambaran best practices di daerah 4. Pelayanan dapat
3. Data best publik dimanfaatkan oleh
practices semua aspek
1. Membuat outline panduan 1. Nasionalisme masyarakat 1. Integritas
2. Menyusun draft panduan 2. Etika publik 2. Profesional
Menyusun panduan Panduan
5 3. Melakukan konsultasi dengan 3. Akuntablitas 3. Tanggung
sosialisasi sosialisasi 4. Mewujudkan SDM
pimpinan 4. Pelayanan jawab
4. Melakukan perbaikan draft panduan publik yang profesional 4. Melayani
terutama dalam hal
1. Menyusun laporan akhir aktualisasi infrastruktur yang 1. Profesional
Membuat laporan akhir Laporan akhir 1. Komitmen mutu
6 2. Berkonsultasi dengan pimpinan responsif gender 2. Tanggung
aktualisasi aktualisasi 2. Akuntablitas
3. Melakukan perbaikan-perbaikan jawab

12
Jadwal Rencana Kegiatan Aktualisasi

13