Anda di halaman 1dari 8

I.

Pengertian Cyanobacteria
Alga atau ganggang Hijau-Biru atau Cynobacteria ialah kelompok
Eubacteria (bakteri). Anggota Cyanobacteri tersebar dalam berbagai tempat
misalnya di perairan, tanah, batu-batuan serta bongkahan batu. Pada umumnya
Alga Hijau-Biru melimpah di perairan yang mempunyai pH Netral atau perairan
yang mempunyai sedikit sifat basa. Sangat jarang dijumpai perairan yang
memiliki pH kurang dari 4-5.

II. Ciri-Ciri Cyanobacteria


Cyanobacteria atau disebut juga alga hijau-biru termasuk dalam
kelompok Eubacteria (bakteri). Ciri-ciri organisme yang tergolong
Cyanobacteria adalah sebagai berikut.
a. Bersifat prokariotik, yaitu inti sel tidak memiliki membran inti.
b. Memiliki dinding sel dari bahan selulosa, hemiselulosa, dan pektin. Bagian
terluar dari dinding sel diselubungi oleh lapisan lendir untuk mencegah sel
dari kekeringan.
c. Umumnya uniseluler, tetapi ada beberapa jenis yang multiseluler.
d. Memiliki pigmen fotosintetik berupa klorofil a, karotenoid, fikosianin, dan
kadangkadang fikoeritrin. Adanya fikosianin menyebabkan Cyanobacteria
memiliki warna khas, yaitu hijau-biru. Akan tetapi, ada juga Cyanobacteria
yang berwarna hitam, kuning, cokelat, merah, hijau rumput, atau warna
campuran.
e. Dapat bergerak dengan gerakan meluncur (lokomosi) untuk yang uniseluler
atau gerakan maju-mundur (osilasi) untuk yang berbentuk filamen.
f. Tidak memiliki flagela.
g. Sebagian besar anggota Cyanobacteria dapat mengikat nitrogen bebas dari
atmosfer. Proses pengikatan nitrogen terjadi di dalam heterokista, yaitu sel
berdinding tebal dengan isi yang jernih dan mengandung enzim nitrogenase.
h. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan pembelahan biner,
fragmentasi, dan pembentukan endospora.
i. Dapat menjadi vegetasi perintis, yaitu organisme yang mampu membuka
lahan baru untuk tempat hidup organisme lain.

III. Struktur Tubuh Cyanobacteria


Cyanobacteria dapat berupa sel tunggal (uniseluler) atau berupa koloni
yang terdiri atas beberapa sel (multiseluler). Cyanobacteria yang uniseluler
maupun multiseluler terdiri atas bagian-bagian seperti lapisan lendir, dinding sel,
membran sel, sitoplasma, membran fotosintetik, mesosom, ribosom, granula
penyimpanan, vakuola gas, dan nukleoid.
a. Lapisan lendir
Lapisan lendir merupakan lapisan paling luar yang berfungsi
melindungi tubuh dari kekeringan. Selain itu, lapisan lendir juga membantu
pergerakan meluncur (lokomosi), bergetar, atau maju-mundur (osilasi).
b. Dinding sel
Dinding sel tersusun dari senyawa selulosa, hemiselulosa, dan
pektin yang berfungsi memberi bentuk serta melindungi sel.
c. Membran sel
Membran sel tersusun dari lipoprotein yang bersifat selektif
permeabel, yaitu hanya dapat dilewati oleh zat-zat tertentu. Membran sel
berfungsi membungkus sitoplasma dan mengatur pertukaran zat.
d. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan larutan koloid yang mengandung air,
protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan enzim. Di dalam sitoplasma,
terdapat ribosom, vakuola gas, granula penyimpanan, protein padat,
mesosom, dan nukleoid.
e. Membran fotosintetik
Membran fotosintetik yang disebut juga membran tilakoid
merupakan pelekukan membran sel ke arah dalam sitoplasma. Di dalam
membran tilakoid, terdapat pigmenpigmen fotosintetik seperti klorofil
(hijau), karoten (kuning), fikoeritrin (merah), dan fikosianin (biru).
Perpaduan pigmen-pigmen tersebut menyebabkan Cyanobacteria memiliki
warna yang berbeda-beda, seperti kekuningan, kecokelatan, kehitaman,
hijau kebiruan, hijau cerah, atau violet.
f. Mesosom
Mesosom merupakan tonjolan membran ke arah dalam sitoplasma.
Mesosom berfungsi menghasilkan energi.
g. Ribosom
Ribosom merupakan organel yang berfungsi sebagai tempat
sintesis protein.
h. Granula penyimpanan
Granula penyimpanan berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan
cadangan makanan.
i. Vakuola gas
Vakuola gas berisi udara yang membantu sel-sel Cyanobacteria
mengapung di permukaan air. Dengan begitu, Cyanobacteria dapat
memperoleh cahaya matahari untuk proses fotosintesis.
j. Nukleoida
Nukleoid merupakan materi genetik yang tersusun dari DNA dan
tidak dikelilingi oleh membran. Nukleoid terletak di lokasi tertentu pada sel.
IV. Bentuk dan Ukuran Tubuh Cyanobacteria
Cyanobacteria memiliki bentuk yang beragam, baik yang uniseluler
maupun multiseluler. Cyanobacteria ada yang berbentuk bulat dan ada juga yang
berbentuk filamen. Cyanobacteria yang berbentuk bulat ada yang soliter
(sendiri), misalnya Chroococcus dan Anacystis, ada juga yang berupa koloni,
misalnya Merismopedia, Gloeocapsa, dan Microcystis. Sementara itu, contoh
Cyanobacteria yang berbentuk filamen atau benang adalah Oscillatoria,
Rivularia, dan Anabaena.
Ukuran tubuh Cyanobacteria bervariasi dan cukup besar sehingga dapat
diamati dengan mikroskop cahaya biasa. Cyanobacteria memiliki diameter 0,5
− 1 μm dengan panjang mencapai 60 μm. Oscillatoria princeps merupakan
Cyanobacteria bentuk benang yang memiliki ukuran tubuh terbesar.

Cyanobacteria yang berbentuk filamen atau benang disebut juga


trikoma. Trikoma terdiri atas sel-sel khusus yang tersusun seperti rantai. Sel-sel
khusus tersebut memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda, yaitu sebagai
berikut.
a. Heterokista adalah sel berdinding tebal dengan isi yang jernih dan
mengandung enzim nitrogenase. Heterokista berfungsi mengikat nitrogen
bebas dari atmosfer.
b. Baeosit adalah sel-sel vegetatif berukuran kecil yang merupakan hasil
pembelahan sel. Baeosit berfungsi melakukan proses fotosintesis.
c. Akinet adalah sel-sel berukuran besar yang lebih besar daripada heterokista.
Akinet berdinding tebal dan mengandung endospora. Akinet berfungsi
menyimpan cadangan makanan dan mempertahankan diri saat kondisi
lingkungan buruk.

V. Reproduksi Cyanobacteria
Cyanobacteria melakukan reproduksi secara aseksual dengan
pembelahan biner, fragmentasi, dan pembentukan endospora.
a. Pembelahan biner
Pembelahan biner dapat terjadi pada Cyanobacteria yang uniseluler
maupun multiseluler. Pada Cyanobacteria uniseluler, hasil pembelahan
dapat memisahkan diri atau tetap bergabung membentuk koloni, misalnya
Gloeocapsa. Sementara itu, pada Cyanobacteria yang berbentuk
filamen (multiseluler), hasil pembelahan sel akan menambah panjang
filamen.

b. Fragmentasi
Fragmentasi terjadi pada Cyanobacteria yang berbentuk filamen.
Fragmentasi dilakukan dengan memutus sebagian filamennya, yaitu pada
sel-sel yang mati. Filamen pendek hasil pemutusan yang dapat tumbuh
disebut hormogonium. Hormogonium yang terlepas dari induknya akan
tumbuh menjadi Cyanobacteria baru. Contoh Cyanobacteria yang
melakukan fragmentasi adalah Oscillatoria sp.
c. Pembentukan endospora
Endospora dibentuk di dalam akinet, yaitu sel berukuran besar dan
berdinding tebal yang berisi cadangan makanan. Endospora berfungsi
menghadapi kondisi lingkungan yang buruk seperti kekeringan. Jika
lingkungan sudah membaik, endospora akan tumbuh menjadi
Cyanobacteria baru. Contohnya Nostoc sp.

VI. Peranan Cyanobacteria bagi Kehidupan Manusia dan Lingkungan


Cyanobacteria memiliki peranan bagi kehidupan manusia dan
lingkungan, baik yang menguntungkan, maupun yang merugikan.
a. Peranan Cyanobacteria yang menguntungkan
1) Bidang pangan
Arthrospira maxima dan Arthrospira platensis dapat diolah
sebagai suplemen makanan dan obat pelangsing.
2) Bidang pertanian
Anabaena azollae dan Anabaena cycadae merupakan
Cyanobacteria yang hidup bersimbiosis dengan organisme lain dan dapat
mengikat nitrogen bebas dari atmosfer. Anabaena azollae yang hidup
bersimbiosis dengan paku air (Azolla pinnata) dapat menyuburkan tanah
pertanian dan menyebabkan air sawah tampak hijau. Sementara itu,
Anabaena cycadae yang hidup bersimbiosis dengan akar pohon Cycas
rumphii (pakis haji) dapat membantu menyuburkan tanah.
3) Bidang perikanan
 Oscillatoria sp. mengandung protein tinggi yang baik untuk makanan
ikan.
 Chroococcus sp. dapat menghasilkan oksigen di perairan air tawar.
b. Peranan Cyanobacteria yang merugikan
 Gloeocapsa sp. menyebabkan batu menjadi licin.
 Gloeotrichia sp. dan Rivularia sp. menyebabkan blooming dan habitat
menjadi licin.
 Microcystis sp. dan Nodularia sp. membahayakan perairan jika
blooming. Hal ini dikarenakan blooming dapat menghalangi masuknya
udara dan cahaya matahari, serta dapat menghasilkan racun yang dapat
membahayakan organisme lain.
 Nostoc commune menyebabkan batuan dan tanah menjadi licin, serta
batuan candi menjadi lapuk.