Anda di halaman 1dari 25

PRAKTIKUM MESIN – MESIN LISTRIK

“ MOTOR DC SERI PENGUAT SENDIRI ”

DOSEN PEMBIMBING : Mutiar S.T., M.T.

Oleh :

Nama : Muhammad Habibi ( 061630310861 )


KELOMPOK 1 KELAS : 5 LA

1. Reza Renaldy (061630310165)

2. Syampurna Putra (061630310166)

3. Veryandika Alhadi (061630310167)

4. Yoga Wisnu Sarwo Edi (061630310168)

5. M Tiha (061630310858)

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

2018/2019
MOTOR DC SERI PENGUAT SENDIRI

I. TUJUAN PERCOBAAN

Setelah melakukan percobaan ini, diharapkan praktikan mampu :

1. Menggambarkan kurva karakteristik motor arus searah shunt dari data yang
didapat dengan pengukuran dan perhitungan.
2. Membedakan karakteristik motor shunt dibawah kondisi beban yang berbeda-
beda.
3. Menyimpulkan karakteristik beban yang didapat dari hasil pengukuran untuk
motor DC shunt dan membandingkannya dengan hasil perhitungan.
4. Menghitung momen nominal motor.

II. TEORI DASAR

 Definisi Motor DC

Motor arus searah (DC) adalah adalah jenis motor listrik yang bekerja
menggunakan sumber tegangan DC. Motor DC atau motor arus searah
sebagaimana namanya, menggunakan arus langsung dan tidak
langsung/direct-unidirectional. Motor DC digunakan pada penggunaan
khusus dimana diperlukan penyalaan torque yang tinggi atau percepatan yang
tetap untuk kisaran kecepatan yang luas.

 Karakteristik Motor DC

Ketika kondisi tanpa beban kita maksudkan bahwa motor sedang berjalan ringan,
sehingga satu – satunya resistansi mekanis disebabkan gesekannya sendiri karena
itu hanya memerlukan torsi penggerak kecil agar motor dapat berputar. Jika kita
asumsikan bahwa arus tanpa beban sebenarnya adalah nol, perhitungan kecepatan
tanpa beban menjadi sangat sederhana seperti ditunjukkan pada persamaan (II-1).

V = E = KEϕn atau n = 𝑉 𝐾𝐸𝜙 (II-1)


Dengan,

V = Tegangan Jangkar (Volt)


KE = Konstanta motor
Φ = Fluks magnet yang terbentuk pada motor
n = Putaran motor (rpm)

Gambar Kecepatan tanpa beban motor DC sebagai fungsi tegangan jangkar


(Austin Hughes, 2006)

Gambar menunjukan grafik yang linier. Pada dasarnya perbedaan antar


perkiraan kecepatan tanpa beban sebanarnya sangat kecil dan tidak mungkin
signifikan. Oleh karena itu kita dapat dengan aman menggunakan persamaan
(II-1) untuk memprediksi kecepatan tanpa beban pada tegangan jangkar.
 Konstruksi Motor DC

Gambar Kontruksi motor arus searah. (Fitzgerald)

- Badan Motor (Rangka)


Bagian ini secara umum mempunya dua fungsi :
a. Merupakan pendukung mekanik untuk mesin secara keseluruhan.
b. Untuk membawa fluks magnetik yang dihasilkan oleh kutub – kutub mesin. Untuk
mesin kecil, biasanya rangkanya terbuat dari besi tuang (cast iron), tetapi untuk mesin
– mesin besar umumnya terbuat dari baja tuang (cast steel), atau lembaran baja
(rolled steel). Rangka ini pada bagian dalam dilaminasi untuk mengurangi rugi – rugi
inti. Rangka motor selain kuat secara mekanik juga harus memliki permeabilitas yang
tinggi supaya tidak dapat tembus air.

- Kutub Medan
Medan penguat atau medan magnet terdiri atas inti kutub dan sepatu kutub.
Kutub sepatu berfungsi untuk :
a. Menyebarkan fluks pada celah udara dan juga karena merupakan bidang
lebar maka akan mengurangi reluktansi jalur magnet.
b. Sebagai pendukung secara mekanik untuk kumparan penguat atau
kumparan medan II-3 Inti kutub terbuat dari lembaran – lembaran besi tuang
atau baja tuang yang terisolasi satu sama lain. Sepatu kutub dilaminasi dan
dibaut ke rangka mesin. Sebagaimana diketahui bahwa fluks magnet yang
terdapat pada motor arus searah dihasilkan oleh kutub – kutub magnet buatan
dengan prinsip elektromagnetik. Kumparan kutub ini biasanya terbuat dari
kawat tembaga (berbentuk bulat atau strip/persegi). Kumparan medan
berfungsi untuk mengalirkan arus listrik untuk terjadinya proses
elektromagnetik.

- Inti Jangkar
Pada motor arus searah ini jangkar yang digunakan biasanya berbentuk
silinder yang diberi alur – alur pada permukaannya untuk tempat melilitnya
kumparan – kumparan tempat terbentuknya ggl induksi. Inti jangkar ini
terbuat dari bahan ferromagnetik dengan maksud supaya komponen –
komponen ( lilitan jangkar ) berada dalam daerah yang induksi magnetnya
besar. Hal ini dilakukan supaya ggl induksi dapat bertambah besar. Jangkar
terbuat dari bahan – bahan berlapis – lapis tipis untuk mengurangi panas yang
terbentuk karena adanya arus eddy.

- Sikat
Sikat adalah jembatan bagi aliran arus jangkar ke lilitan jangkar. Dimana
permukaan sikat ditekan ke permukaaan segmen komutator untuk
menyalurkan arus listrik. Sikat memegang peranan penting untuk terjadinya
komutasi. Sikat-sikat terbuat dari bahan dengan tingkat kekerasan yang
bermacam – macam dan dalam beberapa hal dibuat dari campuran karbon dan
logam tembaga. Sikat harus lebih lunah dari pada segmen – segmen komutator
supaya yang terjadi antara segmen – segmen komutator dan sikat tidak
mengakibatkan ausnya komutator.

- Kumparan Medan
Kumparan medan adalah susunan konduktor yang dibelitkan pada inti kutub.
Dimana konduktor tersebut terbuat dari kawat tembaga yang berbentuk bulat
ataupun persegi. Rangkaian medan yang berfungsi untuk menghasilkan fluksi
utama dibentuk dari kumparan pada setiap kutub. Pada aplikasinya rangkaia
medan dapat dihubungkan dengan kumparan jangkar baik seri maupun pararel
dan juga dihubungkan tersendiri langsung kepada sumber tegangan sesuai
dengan jenis penguatan pada motor

- Kumparan Jangkar
Kumparan jangkar pada motor arus searah merupakan tempat dibangkitkannya
ggl induksi. Pada motor arus searah penguatan kompon panjang kumparan
medan serinya diserikan terhadap kumparan jangkar, sedangkan pada motor
arus searah penguatan kompon pendek kumparan medan serinya dipararelkan
terhadap kumparan jangkar. Jenis – jenis kontruksi kumparan jangkar pada
rotor ada tiga macam yaitu :
1. Kumparan jerat (lap winding)
2. Kumparan gelombang (wave winding)
3. Kumparan zig-zag (frog-leg winding)

- Celah Udara
Celah udara merupakan ruang atau celah antara permuka jangkar dengan
permukaan sepatu kutub yang meyebabkan jangar tidak bergesekan dengan
sepatu kutub. Fungsi dari celah udara adalah sebagai tempat mengalirkan fuksi
yang dihasilkan oleh kutub – kutub medan.

- Komutator
Komutator adalah suatu konverter mekanik yang membuat arus dari sember
mengalir pada arah yang tetap walaupun belitan motor berputar. Komutator
adalah dengan ’cicin belah’ (slip-rings). Proses yang dilakukan oleh komutator
adalah “commutation” yaitu proses mengubah tegangan bolak-balik dan arus
bolak – balik pada rotor menjadi tegangan searah dan arus searah. Komutator
adalah bagian penting dari motor arus searah. Cara kerja komutator adalah
sebagai berikut :
Gambar Cara kerja komutator pada lilitan jangkar motor arus searah (Fitzgerald)

Pada gambar diatas merupakan cara kerja sistem komutator. Arus mengalir
melalui segmen 1 kemudian diteruskan ke segmen 7 dan seterusnya. Sehingga
dengan sistem ini arah arus disebelah kanan magnetik axis selalu mengalir menuju
kedalam bidang dan disebelah kiri axis arah arus selalu mengalir menuju keluar
bidang. Medan stator mengalir dari kiri ke kanan, sesuai dengan kaidah tangan
kanan maka motor akan konsisten berputar searah jarum jam. Komutator disebut
juga sebagai rectifier mekanik. Berikut ini adalah hasil keluaran tegangan pada
komutator:

Gambar (atas) tegangan resultan pada sikat. (bawah) Tegangan keluaran pada
komutator dengan dua pasang sikat. (Fitzgerald)
Tegangan diatas adalah tegangan resultan pada komutator dengan dua pasang
sikat. Dengan dua pasang sikat hasil tegangan masih mempunyai ripple, jika
jumlah sikat semakin banyak maka ripple yang terjadi akan semakin berkurang.

 Prinsip Kerja Motor DC

Sebuah konduktor yang dialiri arus mempunyai medan magnet disekelilingnya.


Pada saat konduktor yang dialiri arus listrik yang ditempatkan pada suatu medan
magnet maka konduktor akan mengalami gaya mekanik, seperti diperlihatkan
pada gambar:

Gambar Pengaruh Konduktor Berarus dalam Medan Magnet (Kadir, 1980)

Pada gambar (a) menggambarkan sebuah konduktor yang dialiri arus listrik
menghasilkan medan magnet disekelilingnya. Arah medan magnet yang
dihasilkan oleh konduktor dapat diperoleh dengan menggunakan kaidah tangan
kanan. Kuat medan tergantung pada besarnya arus yang mengalir padakonduktor.
Sedangkan gambar (b) menunjukkan sebuah medan magnet yang diabaikan oleh
kutub-kutub magnet utara dan selatan. Arah medan magnet adalah dari kutub
utara menuju kutub selatan. Pada saat konduktor dengan arah arus menjauhi
pembaca ditempatkan didalam medan magnet seragam, maka medan gabungannya
akan seperti yang ditunjukkan (c) daerah di atas konduktor, medan yang
ditimbulkan konduktor adalah dari kiri ke kanan, atau pada arah yang sama
dengan medan utama. Hasilnya adalah memperkuat medan atau menambah
kerapatan fluksi di atas konduktor dan melemahkan medan atau mengurangi
kerapatan fluksi di bawah konduktor. Dalam keadaan ini, fluksi di daerah di atas
konduktor yang kerapatannya bertambah akan mengusahakan gaya ke bawah
kepada konduktor, untuk mengurangi kerapatannya. Hal ini menyebabkan
konduktor mengalami gaya berupa dorongan ke arah bawah. Begitu juga halnya
jika arah arus dalam konduktor dibalik. Kerapatan fluksi yang berada di bawah
konduktor akan bertambah sedangkan kerapatan fluksi di atas konduktor
berkurang. Sehingga konduktor akan mendapatkan gaya tolak kea rah atas.
Konduktor yang mengalirkan arus dalam medan magnet cenderung bergerak tegak
lurus terhadap medan. Prinsip kerja sebuah motor DC dapat dijelaskan dengan
gambar berikut ini :

Gambar Prinsip Perputaran Motor DC (Kadir, 1980)

Pada saat kumparan medan dihubungkan dengan sumber tegangan, mengalir arus
medan If pada kumparan medan karena rangkaian tertutup sehingga menghasilkan
fluksi magnet yang arahnya dari kutup utara menuju kutup selatan. Selanjutnya
ketika kumparan jangkar dihubungkan kesumber tegangan, pada kumparan
jangkar mengalir arus jangkar. Arus yang mengalir pada konduktor-konduktor
kumparan jangkar menimbulkan fluksi magnet yang melingkar. Fluksi jangkar ini
memotong fluksi dari kutub medan, sehingga menyebabkan perubahan kerapatan
fluksi dari medan utama. Hal ini menyebabkan jangkar mengalami gaya sehingga
menimbulkan torsi.
Ditinjau dari segi sumber arus penguat magnetnya motor arus searah dapat
dibedakan atas :
1. Motor DC penguat terpisah, bila arus penguat medan rotor dan medan
stator diperoleh dari luar motor.
2. Motor DC penguat sendiri, bila arus penguat magnet berasal dari luar
motor itu sendiri.
Motor DC dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Motor DC penguat shunt ( Terpisah )

Sesuai dengan namanya, motor DC ini mempunyai penguat medan magnet yang
disuplai terpisah

dengan suplai untuk kumparan jangkar. Dari persamaan torsi motor DC kita tahu
bahwa T = K . ϕ .
Ia. Jadi di sini torsi bisa divariasikan dengan mengatur fluks ϕ penguat
medan magnet dan
terbebas dari arus kumparan jangkar Ia.

Dengan terpisahnya suplai untuk penguat medan magnet, maka motor jenis
ini dapat diatur
kecepatan putarnya. Pada kenyataannya terdapat dua hal yang berpengaruh untuk
motor ini yaitu
tegangan dan fluks medan magnet.

V = Ea + Ia . Ra

jika E=cnϕ

maka Vt = c n ϕ + Ia . Ra

n = Vt – Ia . Ra : c ϕ

n : kecepatan
c : konstanta
Ra : tahanan jangkar
Vt : tegangan terminal motor
Ia : arus jangkar
ϕ : fluks magnet

Fluks medan secara umum biasanya diusahakan dalam kondisi konstan dan
tegangan sumber
ditambah linier hingga kecepatan motor nominal. Kemudian setelah
kecepatan nominal, untuk
menjaga agar tidak melebihi kecepatan nominal maka tegangan sumber
dibiarkan konstan dan
fluks kumparan penguat medan diperkecil dengan mengurangi arus medan
(If). Saat itu terjadi pelemahan magnet kumparan penguat medan.

Persamaan Rangkaian Motor DC Penguat Terpisah

Vf = Rf . If + Lf Volt

Vt = k . ϕ . ω . m + La Ra . Ia Volt

Ti = k . ϕ . Ia – j – T loss

Pada keadaan steady, turunan terhadap fungsi waktu ialah nol dan jika
variabel If, Ia dan ωm
konstan maka diperoleh persamaan berikut:

Vf = Rf . If Volt

Vt = k . ϕ . ω . m + Ra . Ia . Volt

Ti = k . ϕ . Ia – T loss Nm

Tegangan GGL lawan yang dihasilkan pada kumparan jangkar saat bekerja ialah:

ea = k . ϕ . ω . m Volt
Saat motor start, GGL lawan nilainya nol sehingga arus pada kumparan jangkar
cukup besar. Torsi
pada motor ini ialah:

T = k . ϕ . Ia Nm

ωm = -

Cara yang digunakan untuk mengatur kecepatan motor DC penguat terpisah ialah
mengacu pada
persamaan Vf = Rf . If + Lf Volt. Pada saat steady, kecepatan motor ini dapat
diatur langsung
dengan mengatur nilai tegangan jangkar Vt , kemudian juga dengan
mengatur nilai fluks ϕ
penguat medan magnet dengan cara menambah arus medan If.

Karakteristik Motor DC Penguat Terpisah

Saat tegangan sumber yang diberikan pada kumparan penguat medan


magnet diatur konstan
pada harga maksimum motor maka fluks motor ϕ yang dihasilkan menjadi
besar sehingga Vt
konstan. Hubungan antara torsi dan kecepatan dapat digambarkan dengan
hubungan antara dua
buah garis lurus dengan kemiringan garis gradien negatif yang kecil dengan
perpotongan yang
terletak pada sumbu kecepatan. Jika proses dari motor ini dihubungkan pada
suatu sistem
mekanik (diberi beban mekanik pada motor) maka sistem akan bekerja pada
poin P1 dimana
merupakan titik pertemuan antara dua buah garis.

Jika motor tidak dihubungkan dengan beban mekanik maka motor akan
bekerja pada poin P0.
Untuk kumparan jangkar yang disuplai oleh sumber yang terkendali
tegangan DC maka
kecepatannya dapat diatur mulai dari nol sampai harga Vt pada nilai maksimum.
Prinsip Dasar Kontrol Kecepatan Motor DC Penguat Terpisah
Motor arus searah (DC) merupakan jenis motor yang sering digunakan dalam
berbagai penggerak karena jenis motor ini relatif mudah untuk dikendalikan.
Salah satu cara pengendali kecepatan motor DC yang sering digunakan adalah DC
Chopper. Pengendalian dilakukan dengan mengatur tegangan terminal adalah
berbanding lurus, sehingga semakin kecil tegangan terminal maka kecepatan
motor akan menurun. Hal ini juga di dukung dengan adanya kemajuan teknologi
semikonduktor yang memungkinkan penggunaan penyaklaran DC Chopper
dengan frekuensi tinggi. Dari referensi yang di peroleh , pengendalian kecepatan
motor DC (n) dapat dirumuskan di persamaan (II-2) dibawah ini :

n = 𝑉𝑇𝑀−I𝐴 R𝐴 𝐾𝜙 (II-2)

Dengan :

VTM = Tegangan terminal (Volt)


IA = Arus jangkar motor (Ampere)
RA = Hambatan jangkar motor (Ohm)
K = Konstanta motor
Φ = Fluks magnet yang terbentuk pada motor

Dalam kasus pengendalian kecepatan putaran motor DC, tegangan terminal motor
VTM adalah variable yang diatur untuk mendapatkan kecapatan putar motor yang
diinginkan. Pengaturan dengan teknik DC Chopper, sehingga diperoleh di
persamaan (II.3).

n = 𝑇𝑜𝑛 𝑇 𝑉𝑇𝑀−I𝐴 R𝐴 𝐾𝜙 (II-3)

Dari persamaan (II.3) tegangan terminal motor diatur dengan menggunakan DC


Chopper. Besarnya tegangan terminal dapat ditentukan dengan mengatur waktu
penyalaan Ton Jika nilai Ton semakin besar maka tegangan terminal rata – rata
juga akan semakin besar begitu juga sebaliknya. Jika waktu penyalaan Ton
semakin kecil maka tegangan terminal rata – rata juga akan semakin mengecil.
Gambar berikut menunjukkan cara kerja DC Chopper.

Gambar Cara kerja dc chopper

Keterangan :

Vs = Tegangan sumber (Volt)


Vg = Tegangan gate (Volt)
Vo = Tegangan keluaran DC Chopper (Volt)
ton = Waktu hidup (sekon)
toff = Waktu mati (sekon)

Dari gambar Dapat diketahui frekuensi chopper

Keterangan : fc = frekuensi chopper

sehingga duty cycle dari chopper adalah:


Keterangan :

D = duty cycle
T = periode chopper

Dengan mengasumsikan bahwa tidak ada tegangan jatuh dan switch ideal maka
tegangan keluaran yang dihasilkan dari sistem DC chopper ini adalah :

Keterangan :

Vs = Sumber tegangan

2. Motor DC penguatan seri

Penguat medan magnitnya (R 𝑠𝑐 ) dipasang seri dengan tegangan sumber.

3. Motor arus searah kompon

Merupakan dari gabungan motor DCshunt dan motor DC seri, jika


dihitung dari arah arus masing-masing penguat magnit dikenal dua macam
motor kompon yaitu :

3.1 Motor Kompon Bantu (ComulativeKompon), Arah arus pada


belitan penguat seri dan shunt sama.
3.2 Motor Kompon Lawan (Diferensial Kompon) , Arah arus pada
belitan penguat seri dan shunt berlawanan.

III. ALAT – ALAT YANG DIBUTUHKAN

1. Control unit 1 kw 1 buah


2. Power bersama 1 buah
3. Mesin DC belitan kompon 1 kw 1 buah
4. Power supplyDC 40-240 Volt / 10 Ampere 1 buah
5. Tahanan geser 110 ohm / 8 Ampere 3 buah
6. Regulator medan 1 buah
7. Runbercouplingsleeve 1 buah
8. Couplingguard 1 buah
9. Shaftandguard 1 buah
10. Demonstration multimeter 2 buah
11. Kabel secukupnya
IV. GAMBAR RANGKAIAN

V. PROSEDUR KERJA

1. Buatlah rangkaian motor DC shunt seperti gambar rangkaian.


2. Catat data-data motor arus searah yang tertera pada plat nama dan
yakinkan bahwa tegangan sumber sesuai dengan harga rating motor,
nilai nominal ini tidak boleh dilampaui dalam pelaksanaan percobaan
laboratorium.

3. Periksa rangkaian percobaan yang sudah siap


- Kontrol unit sbb :
a. RPM n = 3000 min−1
b. Momen T = 5 Nm
c. Mode Operasi t = Konstan
- Batas ukur multimeter
a. Tegangan jangkar V = 300 P𝑑𝑐
b. Arus jangkar Ia = 10 A𝑑𝑐
c. Arus medan Is = 10 Ia 𝑑𝑐
4. Jalankan motor dan atur arah tegangan sumber pada 220 volt
5. Atur kontrol unit pada beban yang sesuai dengan tabel dan catat : n,
V, I𝑠ℎ , dan Ia masukkan harga ini kedalam tabel tersebut.
6. Matikan motor.
7. Hitung daya input motor dengan rumus I1 = V × Itotal
8. Hitung juga daya ouput motor dengan rumus P2 = W × T
P
9. Hitung efisiensi motor = P2 x 100%
1

10. Perhitungan ini dilakukan untuk setiap tahap, masukkan hasil


perhitungan ini pada tabel

VII. TUGAS DAN PERTANYAAN

Motor DC Seri

1. Gambarkan karakteristik beban dan jelaskan respon putar motor DC


Seri. Dengan kondisi beban yang berbeda-beda. n = f (Ia) ; n = f (Ta) ;
Ia = f (T).
2. Dari karakteristik yang didapat jelaskan mengapa kecepatan putaran
motor dcshunt turun bila beban dinaikkan.
3. Dengan melihat karakteristik-karakteristik diatas berikan contoh
penggunaan yang tepat untuk motor shunt.

Jawaban

1. n = f (Ia)

Karakteristik Motor DC Seri


2200

2100

2000
n (Rpm)

1900

1800

1700

1600
1.33 1.48 1.63 1.8 1.97 2.15 2.32 2.48 2.63 2.79 2.9
Ia (A)

n = f(Ia)
n = f (Ta)

Karakteristik Motor DC Seri


2200

2100

2000
n (Rpm)

1900

1800

1700

1600
0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4 1,6 1,8 2
T (Nm)

n = f(T)

Ia = f (T)

Karakteristik Motor DC Seri


3

2.5

2
Ia (A)

1.5

0.5

0
0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4 1,6 1,8 2
T (Nm)

Ia = f(T)

2. Hilangnya fluks medan menyebabkan kecepatan motor naik hingga ke


suatu harga tinggi yang membahayakan. Arus rotor dan daya yang
dikirimkan, naik sesuai dengan kenaikan beban.Pada karakteristik motor
shunt akan terlihat bahwa Ek konstan. Oleh karena RSh dipasang paralel
dengan tegangan jepit yang konstan maka 0 juga akan konstan, maka
jika bebannya dinaikkan secara teratur putaran akan menurun.
Sebagaimana telah diketahui bahwa variasi tegangan akan memvariasi
arus, kondisi dimana arus bervariasi akan menebabkan variasi penguatan
medan armatur, sehingga akan memvariasi kecepatan putar.

3. Motor shunt biasa digunakan untuk penggerak yang memerlukan putaran


yang konstan, misalnya kipas angin.
VIII. TABEL DAN PENGETAHUAN

A. TABEL

T ( Nm ) 0.8 1.2 1.4 2 2.4


Ia ( A ) 2.42 2.81 3.01 3.60 3.99
n ( Rpm ) 2580 2263 2184 1958 1832
V(V) 200 200 200 200 200
Pinp ( W ) 1000 1000 1000 1000 1000
Pout ( W ) 385 432 463 572 637
ƞ(%) 38.5 43.2 46.3 57.2 63.7

B. PERHITUNGAN
IX. Pembahasan

Pada percobaan kali ini, terdapat beberapa jenis Motor DC yang akan dicari
tahu karakteristik dan perbedaannya masing-masing, yaitu Motor DCShunt, Seri
dan Kompon. Untuk mendapatkan karakteristik dari motor DC, terlebih dahulu
harus mencari tahu nilai Torsi (T), N (Rpm), Arus Jangkar (Ia), Tegangan
Jangkar (Va), Daya Input (Pinp), Daya Output (Pout) dan Effisiensi (%).Pada
percobaan ini akan dibuat 3 macam karakteristik pada tiap jenis motor, yaitu n = f
(Ia) ; n = f (T) ; Ia = f (Ta).

Percobaan yang pertama, menggunakan motor DCShunt. Dalam mencari


nilai-nilai dari motorDCShunt, nilai torsi (T) diatur sedemikian rupa sesuai
dengan perintah agar tidak melebihi nominal dari motor tersebut yang tertera di
nameplatenya. Pada motor Shunt terdapat 11 macam besar nilai torsi (T) yang
akan dicoba dalam menentukan nilai-nilai lainnya. Dan berdasarkan dari tabel
percobaan, dapat dilihat bahwa semakin besar torsi yang diberikan maka putaran
dari motor shunt akan mengecil. Pada motor shunt, karakteristik n = f (Ia) dapat
dikatakan bahwa putaran motor semakin melambat dengan besarnya arus (Ia)
yang masuk pada motor tersebut. Bila ditinjau dari karakteristik n = f (T) motor
shunt , putaran motor juga semakin melambat dengan semakin besarnya nilai
torsi. Pada karakteristik Ia = f (T) nilai arus (Ia) semakin besar seiring dengan
besarnya nilai torsi pada motor.
X. Kesimpulan

1. Motor DCShunt
Kelemahannya yaitu daya keluaran yang dihasilkan kecil karena arus
penguatnya kecil.

2. Semakin besar sumber tegangan yang diberikan, maka semakin cepat pula
perputaran motor DC.

3. Untuk menentukan karakteristik dari suatu motor DC, harus dicari tahu terlebih
dahulu nilai-nilai Torsi (T), N (Rpm), Arus Jangkar (Ia), Tegangan Jangkar
(Va), Daya Input (Pinp), Daya Output (Pout) dan Effisiensi (%) pada motor
tersebut dengan melakukan pengukuran dan perhitungan secara langsung.

XI. Daftar Pustaka

http://www.kikypm.com/2014/05/pengaturan-kecepatan-dan-
karakteristik.html

http://electric-mechanic.blogspot.com/2010/10/jenis-jenis-motor-
dc.html

http://alamdewantara70.wordpress.com/2013/09/08/mesin-dc-lagi/
Grafik Hasil Percobaan

a. Putaran Motor ( n ) terhadap Arus Jangkar ( Ia )

n = f(Ia)

Karakteristik Motor DC Seri


3000

2500

2000

1500
n = f(Ia)
1000

500

0
2.42 2.81 3.01 3.6 3.99

b. Putaran Motor ( n ) terhadap Torsi ( T )

n = f(T)

Karakteristik Motor DC Seri


3000

2500

2000

1500
n = f(T)
1000

500

0
0.8 1.2 1.4 2 2.4
c. Arus Jangkar ( Ia ) terhadap Torsi ( T )

Ia = f(T)

Karakteristik Motor DC Seri


4.5
4
3.5
3
2.5
2 Ia = f(T)
1.5
1
0.5
0
0.8 1.2 1.4 2 2.4