Anda di halaman 1dari 9

10.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan evaluasi


Dalam melakukan evaluasi harus disesuaikan dengan waktu dan tanggal sesuai
pernyataan tujuan. Hal- hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. Pada saat seorang perawat memberikan asuhan keperawatan, maka ia harus terus-
menerus mengumpulkan data baru dari pasien, yang nantinya akan dipergunakan
untuk bahan evaluasi selanjutnya.
b. Pada saat perawat melakukan evaluasi pencapaian tujuan, maka perawat melihat
kembali pernyataan tujuan dalam rencana keperawatan yang telah ditetapkan.
c. Dasar untuk evaluasi pencapaian tujuan adalah jawaban tentang perilaku pasien yang
bagaimanakah dinyatakan dalam tujuan dan apakah pasien dapat menunjukkan
perubahan perilaku yang diharapkan dalam pernyataan tujuan.
d. Hal-hal yang di evaluasi adalah kemampuan pasien dalam menunjukkan perilaku
sesuai dengan yang ditetapkan dalam rencana keperawatan.
e. Jika masalah pasien telah dipecahkan, perawat memberi tanda pada rencana
keperawatan bahwa tujuan telah tercapai, dan dicatat pada kolom evaluasi serta
ditandatangani oleh perawat yang bersangkutan.
f. Apabila tujuan hanya sebagian atau sama sekali tidak tercapai, maka harus dilakukan
pengkajian ulang.
11. Syarat evaluasi yang objektif dalam pencapaian tujuan
Menurut Potter dan Perry (2005), syarat agar evaluasi dilakukan secara objektif terhadap
tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan, maka perawat disarankan :
a. Meneliti pernyataan tujuan untuk mengidentifikasi perilaku atau respons klien yang
benar-benar diinginkan.
b. Kaji klien terhadap adanya perilaku atau respons tersebut.
c. Bandingkan kriteria hasil yang telah ditetapkan dengan perilaku atau respons yang
ditemukan.
d. Nilai tingkat kesamaan antara kriteria hasil dan perilaku atau respons.
e. Jika terdapat ketidaksamaan (atau hanya sebagian sama) antara kriteria hasil dan
perilaku atau respons, apakah hambatannya? Mengapa terjadi ketidaksamaan ?
12. Alternative pencapain tujuan
Menurut Lismidar (1990), ada tiga alternative pencapaian tujuan yang dapat
dipergunakan untuk memutuskan atau menilai, sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan itu
tercapai, yaitu tujuan tercapai, tujuan tercapai sebagian, dan tujuan tidak tercapai.
a Tujuan tercapai
Apabila pasien mampu menunjukkan perilaku pada waktu atau tanggal yang ditentukan,
sesuai dengan pernyataan tujuan.
Contoh :
Diagnosa keperawatan (Dx) : cemas berhubungan dengan perubahan dalam status
peran, status kesehatan, pola interaksi, fungsi peran, lingkungan, status ekonomi, yang
ditandai dengan ekspresi yang mendalam dalam perubahan hidup, mudah tersinggung,
dan gangguan tidur

Tujuan :
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2x24 jam diharapkan pasien dapat :
1) Memonitor intensitas cemas
2) Melaporkan tidur yang adekuat
3) Mengontrol respon cemas
4) Merencanakan strategi koping dalam situasi stress

Intervensi :
1) Bantu pasien untuk mengidentifikasi situasi percepatan cemas
2) Dampingi pasien untuk mempromosikan kenyamanan dan mengurangi ketakutan
3) Identifikasi ketika perubahan level cemas
4) Instruksikan pasien dalam teknik relaksasi

Implementasi :
1) Membantu pasien untuk mengidentifikasi situasi percepatan cemas
2) Mendampingi pasien untuk mempromosikan kenyamanan dan mengurangi
ketakutan
3) Mengidentifikasi ketika perubahan level cemas
4) Menginstruksikan pasien dalam teknik relaksasi

Evaluasi :
1) Intensitas cemas hilang
2) Tidur adekuat
3) Respon cemas normal
4) Koping dalam situasi stress normal

Contoh: Dalam bentuk format


Evaluasi yang menunjukkan tujuan tercapai

Pengkajian Diagnosa Perencanaan Implementasi Evaluasi


Keperawatan Tujuan Intervensi
Data Cemas Setelah 1) Bantu pasien 1) Membantu Hari: Kamis
Objektif: berhubungan dilakukan untuk pasien untuk Tanggal: 2-1-
dengan intervensi mengidentifi mengidentifika 2014
Data perubahan keperawatan kasi situasi si situasi Jam: 09.00
Subjektif: dalam status selama 2 x 24 percepatan percepatan S:
peran, status jam diharapkan cemas. cemas − Pasien
kesehatan, pasien dapat: 2) Dampingi 2) Mendampingi mengatakan
pola 1) Memonitor pasien untuk pasien untuk cemas hilang.
interaksi, intensitas mempromosi mempromosika − Pasien
fungsi peran, cemas. kan n kenyamanan mengatakan
lingkungan, 2) Melaporkan kenyamanan dan sudah dapat
status tidur yang dan mengurangi tidur.
ekonomi, adekuat. mengurangi ketakutan O:
yang 3) Mengontrol ketakutan. − Respons
ditandai respons 3) Identifikasi 3) Mengidentifika cemas normal.
dengan cemas. ketika si ketika − Strategi
ekspresi 4) Merencana perubahan perubahan level koping normal.
yang kan stategi level cemas. cemas. A: Tujuan
mendalam koping 4) Instruksikan 4) Menginstruksik tercapai tanggal
dalam dalam pasien dalam an pasien 2-1-2014
perubahan situasi teknik dalam teknik P: Hentikan
hidup mudah stres. relaksasi. relaksasi. I: Hentikan
tersinggung
dan
gangguan
tidur.

b Tujuan sebagaian tercapai


Apabila pasien telah mampu menunjukkan perilaku, tetapi tidak seluruhnya sesuai
dengan pernyataan tujuan yang ditentukan.
Contoh:
Diagnosa Keperawatan (Dx): Cemas berhubungan dengan perubahan dalam status
peran, status kesehatan, pola interaksi, fungsi peran, lingkungan, status ekonomi, yang
ditandai dengan ekspresi yang mendalam dalam perubahan hidup mudah tersinggung
dan gangguan tidur.

Tujuan:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2 x 24 jam diharapkan pasien dapat:
1) Memonitor intensitas cemas.
2) Melaporkan tidur yang adekuat.
3) Mengontrol respons cemas.
4) Merencanakan stategi koping dalam situasi stres.

Intervensi
1) Bantu pasien untuk mengidentifikasi situasi percepatan cemas.
2) Dampingi pasien untuk mempromosikan kenyamanan dan mengurangi ketakutan.
3) Identifikasi ketika perubahan level cemas.
4) Instruksikan pasien dalam teknik relaksasi.
Implementasi
1) Membantu pasien untuk mengidentifikasi situasi percepatan cemas
2) Mendampingi pasien untuk mempromosikan kenyamanan dan mengurangi
ketakutan.
3) Mengidentifikasi ketika perubahan level cemas.
4) Menginstruksikan pasien dalam teknik relaksasi

Evaluasi
1) Intensitas cemas berkurang.
2) Tidur adekuat.
3) Respons cemas belum normal.
4) Koping dalam situasi stres normal.

Contoh: Dalam bentuk format


Evaluasi yang menunjukkan tujuan tercapai sebagian

Pengkajian Diagnosa Perencanaan Implementasi Evaluasi


Keperawatan Tujuan Intervensi
Data Cemas Setelah dilakukan 1) Bantu pasien 1) Membantu pasien Hari: Kamis
Objektif: berhubungan intervensi untuk untuk Tanggal: 2-
dengan keperawatan mengidentifi mengidentifikasi 1-2014
Data perubahan selama 2 x 24 jam kasi situasi situasi percepatan Jam: 09.00
Subjektif: dalam status diharapkan pasien percepatan cemas S:
peran, status dapat: cemas. − Pasien
kesehatan, 1) Memonitor 2) Dampingi 2) Mendampingi mengatak
pola intensitas pasien untuk pasien untuk an masih
interaksi, cemas. mempromosi mempromosikan cemas.
fungsi peran, 2) Melaporkan kan kenyamanan dan − Pasien
lingkungan, tidur yang kenyamanan mengurangi mengatak
status adekuat. dan ketakutan. an sudah
ekonomi, 3) Mengontrol mengurangi dapat
yang respons ketakutan. tidur.
ditandai cemas. 3) Identifikasi 3) Mengidentifikasi O:
dengan 4) Merencanaka ketika ketika perubahan − Respons
ekspresi n stategi perubahan level cemas. cemas
yang koping dalam level cemas. belum
mendalam situasi stres. 4) Instruksikan 4) Menginstruksikan normal.
dalam pasien dalam pasien dalam − Strategi
perubahan teknik teknik relaksasi. koping
hidup mudah relaksasi. belum
tersinggung normal.
dan A: Tujuan
gangguan belum
tidur. tercapai.
P: Teruskan
I: Teruskan
E: Tujuan
terapai
sebagian
R: -

c Tujuan tidak tercapai


Apabila pasien tidak mampu atau sama sekali tidak menunjukkan perilaku yang
diharapkan, sesuai dengan pernyataan tujuan yang ditentukan.
Contoh:
Diagnosa Keperawatan (Dx): Cemas berhubungan dengan perubahan dalam status
peran, status kesehatan, pola interaksi, fungsi peran, lingkungan, status ekonomi, yang
ditandai dengan ekspresi yang mendalam dalam perubahan hidup mudah tersinggung
dan gangguan tidur.

Tujuan:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2 x 24 jam diharapkan pasien dapat:
1) Memonitor intensitas cemas.
2) Melaporkan tidur yang adekuat.
3) Mengontrol respons cemas.
4) Merencanakan stategi koping dalam situasi stres.

Intervensi
1) Bantu pasien untuk mengidentifikasi situasi percepatan cemas.
2) Dampingi pasien untuk mempromosikan kenyamanan dan mengurangi ketakutan.
3) Identifikasi ketika perubahan level cemas.
4) Instruksikan pasien dalam teknik relaksasi.

Implementasi
1) Membantu pasien untuk mengidentifikasi situasi percepatan cemas
2) Mendampingi pasien untuk mempromosikan kenyamanan dan mengurangi
ketakutan.
3) Mengidentifikasi ketika perubahan level cemas.
4) Menginstruksikan pasien dalam teknik relaksasi

Evaluasi
1) Pasien masih merasa cemas.
2) Tidur belum adekuat.
3) Respons cemas tidak normal.
4) Koping dalam situasi stres tidak normal.
Contoh: Dalam bentuk format
Evaluasi yang menunjukkan tujuan tidak tercapai

Pengkajian Diagnosa Perencanaan Implementasi Evaluasi


Keperawatan Tujuan Intervensi
Data Cemas Setelah 1) Bantu pasien 1) Membantu pasien Hari: Kamis
Objektif: berhubungan dilakukan untuk untuk Tanggal: 2-1-
dengan intervensi mengidentifik mengidentifikasi 2014
Data perubahan keperawatan asi situasi situasi percepatan Jam: 09.00
Subjektif: dalam status selama 2 x 24 percepatan cemas S:
peran, status jam diharapkan cemas. − Pasien
kesehatan, pasien dapat: 2) Dampingi 2) Mendampingi mengatak
pola 1) Memonitor pasien untuk pasien untuk an masih
interaksi, intensitas mempromosik mempromosikan merasa
fungsi peran, cemas. an kenyamanan dan cemas.
lingkungan, 2) Melaporkan kenyamanan mengurangi − Pasien
status tidur yang dan ketakutan. mengatak
ekonomi, adekuat. mengurangi an sulit
yang 3) Mengontrol ketakutan. tidur.
ditandai respons 3) Identifikasi 3) Mengidentifikasi O:
dengan cemas. ketika ketika perubahan − Respons
ekspresi 4) Merencana perubahan level cemas. cemas
yang kan stategi level cemas. belum
mendalam koping 4) Instruksikan 4) Menginstruksikan normal.
dalam dalam pasien dalam pasien dalam − Strategi
perubahan situasi teknik teknik relaksasi. koping
hidup mudah stres. relaksasi. belum
tersinggung normal.
dan A: Kaji ulang
gangguan P: Lakukan
tidur. perencanaan
ulang
I:
Implementasi
sesuai
rencana
ulang.
E: Tujuan
tidak tercapai
R: Lakukan
pengkajian
dan
perencanaan
ulang