Anda di halaman 1dari 37

UNIVERSITAS INDONESIA

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1


MODUL 1
FILTRASI

Disampaikan kepada Bapak Muhammad Ibadurrohman, S.T, M.T., PhD. (DIC)

KELOMPOK 1 – JUMAT
ANGGOTA KELOMPOK :
Irene Abigail Wisyamukti (1606907988)
M. Hafidz Aliyufa (1606907796)
Badzlina Khairunizzahrah (1606907972)
Zumroh Desty (1606907751)

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
DEPOK
SEPTEMBER 2018
1
2

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME, karena berkat rahmat dan
karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan Laporan Praktikum UOP Modul Filtrasi tepat
pada waktunya. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan mata
kuliah wajib dan juga sebagai media pembelajaran yang mandiri untuk dapat lebih
memahami topik mengenai filtrasi dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam proses penulisan makalah ini, kami menemui banyak kesulitan. Namun,
berkat bantuan dan bimbingan berbagai pihak, makalah ini akhirnya dapat terselesaikan
dengan baik dan tepat waktu. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih sebesar-
besarnya kepada :

1. Bapak Muhammad Ibadurrohman, S.T., M.T., Ph.D. selaku fasilitator dan


dosen pembimbing praktikum UOP modul filtrasi.
2. Teman-teman sekelompok yang selalu kompak menjalankan praktikum,
mengerjakan dan mempelajari tugas bersama walaupun dihadapkan oleh
situasi dan kesibukan yang berbeda-beda.
3. Semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini yang
tidak dapat kami sebutkan satu-persatu.
Selain itu, kami juga menyadari bahwa baik dalam segi sistematika penyusunan
maupun materi yang dipaparkan masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu,
kami berharap agar adanya kritik dan saran yang sekiranya dapat membantu kami
untuk perbaikan di masa yang akan datang. Semoga laporan praktikum ini dapat
bermanfaat.

Depok, 3 Oktober 2018

Kelompok 1

2
3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARii
DAFTAR ISI.....................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR........................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................5
1.1. Latar Belakang..............................................................................................5
1.2. Rumusan Masalah........................................................................................5
1.3. Tujuan Percobaan.........................................................................................5
1.4. Batasan Masalah...........................................................................................6
BAB II TEORI DASAR....................................................................................7
BAB III PERCOBAAN DAN PENGOLAHAN............................................12
BAB IV ANALISIS..........................................................................................27
4.1. Analisis Percobaan......................................................................................27
4.2. Analisis Data......................................................................................................27
4.3. Analisis Perhitungan...................................................................................27
4.4. Analisis Grafik............................................................................................29
4.5. Analisis Kesalahan......................................................................................31
BAB V PENUTUP...........................................................................................33
5.1. Kesimpulan.................................................................................................33
5.2.Saran............................................................................................................33
BAB VI DAFTAR PUSTAKA........................................................................34

3
4

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Ilustrasi Pressure Filtration...............................................................7


Gambar 2. Ilustrasi Gravity Filtration pada Pemurnian Air ...............................8
Gambar 3. Ilustrasi Vacuum Filtration....................................................................9
Gambar 4. Skema Penyusunan Plate dan frame ...................................................10

4
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Filtrasi merupakan salah satu proses pemisahan zat padat dari fasa zat
pelarutnya (yang merupakan suatu slurry) dengan menggunakan media
porous (berpori) seperti membran, yang dimana dengan menggunakan media
berpori tersebut, zat padatnya akan tertinggal sedangkan fasa zat pelarutnya
akan terpisahkan dan diteruskan. Zat padat yang tertahan tersebut disebut
cake dan fasa cari yang melewatinya disebut filtrat. Zat padat yang menjadi
cake inilah yang nantinya akan berfungsi sebagai filter yang sesungguhnya.
Filtrasi dapat dikategorikan menjadi 3 berdasarkan prinsip kerjanya yaitu
filtrasi tekanan(Pressure Filtration), Filtrasi Gravirasi(Gravity Filtration) dan
Filtrasi Vakum( Vacuum Filtration). Pad percobaan ini dilakukan jenis filtrasi
tekanan. Pada filtrasi tekanan driving force adalah beda tekanan antara
suction dan discharge.

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagaimana hubungan antara lama filtrasi dengan volume filtrat yang
dihasilkan?

2. Bagian manakah dari filtrasi yang termasuk media porous sekunder?

3. Bagaimana pengaruh variasa tekanan terhadap nilai-nilai konstanta


persamaan Routh (nilai J dan h)?

4. Bagaimana pengaruh variasi tekanan terhadap nilai-nilai konstanta


persamaan Lewis?

5. Bagaimana pengaruh variasi tekanan terhadap nilai n, β, dan K?

1.3. Tujuan
Tujuan dari percobaan ini adalah:

1
2

1. Untuk melakukan uji coba (test) filtrasi pada tekanan konstan dengan
menggunakan Filter Press kecil agar metoda uji coba dapat dikuasai; dan untuk
observasi mekanisme pemisahan solid-liquid.

2. Untuk menguji persamaan (filtrasi dari) Ruth dan Lewis, dan menentukan
konstanta-konstanta yang ada dalam persamaan tersebut.

3. Untuk mengukur/menentukan jumlah fltrat per unit waktu, pada filtrasi larutan
slurry pada tekanan konstan.

1.4. Batasan Masalah


1. Slurry yang digunakan berbahan dasar campuran tepung 250 gram dan air

2. Pada percobaan filtrasi dilakukan variasi tekanan umpan slurry yang


masuk ke rangkaian filter dan plate yakni dengan tekanan 2 psi, 4 psi, dan
6 psi.

3. Pada setiap variasi tekanan, dilakukan filtrasi selama 20 menit dan diukur
volume filtrat setiap 2 menit

2
3

BAB 2

TEORI DASAR

2.1 Definisi

Filtrasi adalah suatu proses pemisahan zat padat terhadap zat cair dari suatu
slurry dengan menggunakan media berpori atau bahan berpori lainnya untuk
memisahkan sebanyak mungkin padatan yang tersuspensi dan koloid. Padatan yang
tertahan pada filter, atau biasa disebut cake, berperan sebagai media berpori yang
baru. Filtrasi dapat terjadi karena adanya gaya dorong melalui media berpori, seperti
tekana, gravitasi, dan daya hisap atau vacum.

2.2 Jenis Filtrasi


2.2.1 Pressure Filtration
Jenis filtrasi ini menggunakan tekanan untuk mengalirkan
bahannya. Pada jenis ini biasanya yang ingin didapatkan adalah cairan
hasil filtrasinya, atau yang disebut filtrat, karena cake yang diperoleh
lebih basah. Apabila mengharapkan cake yang lebih kering dapat
menggunakan filtrasi jenis vacum filtration. Pada filtrasi ini biasanya
tersusun atas frame dan filter cloth yang dapat berupa kain atau kanvas,
dan disusun dengan packing yang pada umumnya terbuat dari karet.

Gambar 1. Ilustrasi Pressure Filtration

2.2.2 Gravity Filtration

3
4

Pada filtrasi jenis ini, proses pengaliran bahan memanfaatkan


gaya berat dari bahan itu sendiri. Jenis filtrasi ini merupakan jenis yang
paling tua dan sederhana. Filter pada gravity filtration tersusun atas
tangki-tangki yang bagian bawahnya berlubang-lubang dan diisi dengan
pasir-pasir berpori dimana fluida akan mengalir secara laminar. Filter
ini digunakan untuk proses fluida dengan kuantitas besar dan
mengandung sedikit zat padat, contohnya seperti pada pemurnian air.
Tangkinya biasa terbuat dari kayu, bata, atau logam. Akan tetapi, untuk
pengolahan air biasanya menggunakan bahan beton.

Gambar 2. Ilustrasi Gravity Filtration pada Pemurnian Air

Hal yang harus diperhatikan dalam gravity filtration adalah


bongkahan-bongkahan kasar seperti batu atau kerikil diletakkan bagian
atas balok berpori (cake) untuk menahan materi-materi kecil yang ada
di atasnya. Materi yang berbeda ukuran harus diletakkan sedemikian
rupa sehingga membentuk lapisan-lapisan agar dapat bercampur dan
ukuran untuk setiap materi harus sama untuk menyediakan pori-pori
dan kemampuan yang maksimal.

2.2.3 Vacum Filtration


Proses pengaliran bahan pada filtrasi jenis ini dilakukan dengan
prinsip penghisapan atau penghampaan. Pada filtrasi jenis ini, biasanya
yang ingin didapatkan adalah cake-nya karena melalui penghisapan,
cake yang diperoleh akan lebih banyak serta lebih kering.

4
5

Gambar 3. Ilustrasi Vacuum Filtration


Proses vacum filtration akan sangat tepat dilakukan apabila
jumlah partikel padatnya lebih besar dibandingkan dengan cairannya.
Penyaring vakum dipakai untuk suatu ukuran besar, jarang digunakan
untuk pengumpulan endapan-enapan kristal atau penyaringan steril.
Penyaringan vakum kontinu dapat menangani beban kotoran yang
tinggi, dan pada suatu basis volume, dalam hal biaya cairan yang
disaring per galon relatif murah.

2.3 Jenis Cake


2.3.1 Compressible cake
Merupakan cake yang mengalami perubahan struktur dalam karena
diberikan tekanan. Hal ini mengakibatkan proses filtrasi menjadi semakin
sulit, karena dengan berubahnya struktur cake, ruang porous-nya akan
semakin mengecil dan tahanan filtrasinya akan semakin membesar. Hal ini
biasa terjadi apabila bahan yang disaring bersifat koloidal.

2.3.2 Non-compressible cake


Merupakan cake yang tidak mengalami perubahan struktur walaupun
diberikan penekanan. Akan tetapi, dalam praktiknya, non-compressible cake
ini tidak ada. Prinsip non-compressible cake hanya digunakan untuk
mempermudah perhitungan dengan pendekatan memakai rumus-rumus yang
berlaku.

2.4 Persamaan pada Filtasi


2.4.1 Persamaan Routh

5
6

Jika proses filtrasi dilakukan pada perubahan tekanan konstan (


∆ P=0 ), maka hubungan antara waktu tertentu (t) dengan total
volume filtrat yang terkumpul (Vf) dapat dituliskan sebagai berikut :
2
V f +2 J V f =h .t ..............................(2.1)
dengan Vf dalam satuan cm3, t dalam satuan detik, kemudian j dan
h adalah konstanta yang dicari dari percobaan.
Persamaan lainnya yang menggambarkan hubungan antara waktu
dengan volum filtrat adalah :
A.∆ P α .C 2
t=R f . V f + V ..................(2.2)
μ 2A f
dengan μ adalah viskositas, Rf adalah tahanan filter cloth,
α adalah tahanan spesifik cake dalam satuan m/kg, C adalah berat
solid dibagi dengan volum cairan dalam satuan kg/m3, dan A adalah
luas permukaan filter.
2.4.2 Persamaan Lewis

m
Vf
A [ ] n
. t=K . ∆ P .t ..........................(2.3)
dengan n,m, dan k adalah konstanta yang didapatkan dari percobaan.

2.5 Prosedur Percobaan


A. Persiapan
1. Mengisi tangki dengan air keran sampai hampir penuh.
2. Menyalakan agitator dan memasukkan tepung sebanyak 250 gram
untuk membuat slurry.
3. Mengaduk slurry secara kontinu agar tetap homogen.
4. Membuka plate dan frame dengan
memutar roda penekan atau handle,
memasukkan kertas saring atau filter
cloth pada masing-masing frame
dengan teratur, dan memastikan bahwa
terpasang dengan benar dengan
meluruskan lubang-lubang frame-nya.
5. Memberi rubber packing diantara plate
Gambar 4. Skema Penyusunan Plate
dan frame, kemudia menutup kembali
dan frame
dengan mengencangkan handle sampai
rapat untuk mencegah kebocoran.

6
7

6. Membuka return valve secara penuh, dan membuka feed valve secara
perlahan, apabila terjadi kebocoran pada frame, maka pemasangan
frame dapat diulangi dengan mengendorkan handle kemudian
memasang ulang.
B. Percobaan
1. Membuka return valve (V-2) secara penuh, menutup feed valve (V-3)
dengan rapat, kemudian menyalakan pompa sehingga terjadi
resirkulasi larutan diantara reservoir dan pompa.
2. Membuka feed valve (V-3) dan membuang udara di dalam filter press.
3. Mengatur V-3 untuk menjaga agar tekanan konstan selama percobaan
berlangsung. Tekanan yang dipakai untuk percobaan yaitu 0.2 psi, 0.4
psi, dan 0.6 psi.
4. Membuka filtrate delivery valve (V-4) dan mengatur debitnya tidak
terlalu kecil maupun tidak terlalu besar, dan tidak boleh membentuk
tetesan-tetesan yang menyebabkan debitnya menjadi tidak konstan.
5. Meletakkan gelas ukur di bawah selang yang terhubung dengan V-4.
6. Mencatat volume filtrat yang tertampung pada gelas ukur (Vf) setiap 2
menit dengan menggunakan stopwatch, sampai mendapatkan 10 data
waktu.
7. Setelah mendapatkan 10 data volume hasil filtrasi, menutup valve dan
mematikan pompa.
8. Menimbang cake dengan membuka plate dan frame. Cake didapatkan
dengan mengumpulkan zat padat yang menempel pada media filter.
9. Mengulangi percobaan diatas dengan tekanan 0.4 psi dan 0.6 psi.

7
8

BAB III

PERCOBAAN DAN PENGOLAHAN

1.1. Prosedur Percobaan


1. Memasang filter dengan susunan plate – rubber – filter cloth – frame –
filtercloth – rubber – plate dan seterusnya berulang-ulang sampai
mencukupi
2. Memastikan saat dialirkan campuran (solid-liquid) tidak bocor
3. Menutup drain valve
4. Mengambil 500 gram bubuk putih (kapur) dan larutkan kedalam tank yang
sudah penuh terisi air
5. Menyalakan pengaduk (mixer) dan menunggu sampai campuran tercampur
dengan homogen
6. Membuka return valve dan feed valve serta menaruh selang buangan aliran
kedalam sebuah gelas ukur untuk diukur dan menyalakan mesin filtrasi
tersebut
7. Mengatur feed valve agar tekanan dalam pressure gauge konstan yaitu 2
psi
8
9

8. Mencatat laju alir buangan yang ditampung dalam gelas ukur dengan
interval 2 menit dengan t sampai 20 menit
9. Setelah sampai 20 menit mematikan mesin filtrasi tersebut.
10. Membuka filter dan menaruh cake dalam gelas ukur untuk ditimbang
beratnya
11. Melakukan langkah 1 sampai 10 dengan tekanan yang berbeda (4 psi dan 8
psi)

1.2. Pengolahan
A. Menentukan konstanta persamaan Routh
1. Mengubah persamaan Routh ke dalam bentuk persamaan garis linier
V 2f +2 J . V f =h . t
1
dikali dengan
hV f
t 1 J
= V +2
Vf h f h
setara dengan y = m x + c
2. Membuat grafik hubungan antara Vf dengan t/Vf
3. Menampilkan trend line grafik dan persamaan linier grafik
4. Menghitung nilai h dan J berdasarkan persamaan garis grafik Vf vs
t/Vf
5.
B. Menentukan konstanta Persamaan Lewis
1. Mengubah persamaan Lewis ke dalam bentuk persamaan garis linier
m
Vf
( )A
=K . ( Δ P )n .t
dikali dengan Am menjadi
V mf =K . Am . ( Δ P )n .t
Jika C=K . A m . ( Δ P )n , maka
m
V f =Ct

m logV f =logC +log t


2. Membuat grafik antara log t dengan log Vf
3. Menampilkan trendline dan persamaan garis, kemudian hitung
konstanta C dan m
4. Menurunkan persamaan Lewis untuk mencari n, β, dan K
V m1
( )
t= f
A K
× ( Δ P )−n
m
Vf 1
dimana β= ( )
A K
t=β ( ΔP )−n
log t=−n log Δ P+log β

9
10

5. Membuat grafik antara log t dan log ∆ P


6. Menampilkan trend line dan persamaan garis
7. Menghitung nilai setiap konstanta

Tabel 1. Data Hasil Percobaan Filtrasi


Waktu (s) Volume Filtrat Akumulatif(ml)
∆P = 2 psi ∆P = 4 psi ∆P = 6 psi
120 340 95 190
240 560 250 380
360 770 360 460
480 980 480 680
600 1200 600 820
720 1410 720 970
840 1620 840 1120
960 1820 950 1260
1080 2020 1070 1420
1200 2250 1200 1560
massa Cake Basah 25 80 100
(gr)

Salah satu tujuan dari percobaan ini adalah Persamaan Routh dan Lewis
serta untuk menguji persamaan Ruth dan Lewis serta menentukan konstanta-
konstanta yang ada dalam persamaan tersebut. Untuk memenuhi tujuan tersebut
perlu dilakukan pengolahan data hasil percobaan. Pengolahan data dilakukan
untuk menentukan konstanta Persamaan Routh (h dan j) dan menentukan
konstanta Persamaan Lewis (m, c, n, K dan β).
Perhitungan Konstanta untuk Persamaan Routh

Persamaan Routh dapat dituliskan sebagai berikut :


2
V f +2 J . V f =h . t ……(3.1)

Untuk mendapatkan konstanta nilai h dan j, maka persamaan tersebut perlu


dibentuk menjadi persamaan garis, dimana akan diudah kedalam persamaan linier
untuk mendapatkan konstanta persamaan yang diinginkan. Maka persamaan
tersebut

1
Persamaan (3.1) dikalikan dengan menjadi
hV f

t 1 J
= V +2 ……(3.2)
Vf h f h
10
11

Keterangan:
h = resistensi (tahanan) filtrasi
j = konstanta koreksi untuk partikel yang keluar pada filter cloth
Persamaan di atas dapat dibentuk menjadi persamaan linear baru, yaitu:

Y = mx + c

Dengan variabel x = Vf, maka konstanta h dapat diketahui dari gradien


persamaan di atas dengan menyusun ulang persamaan menjadi:

1
m=
h

1
h=
m

Konstanta J dapat diketahui dari titik intersep c dengan menyusun ulang


J
persamaan menjadi:c=2
h
ch c
J= =
2 2m

Menentukan persamaan routh eksplisit

Persamaan Routh dapat dituliskan sebagai berikut :


2
V f +2 J . V f =h . t ……(3.1)

Dengan menggunakan rumus abc, maka akan didapat akar-akar dari


persamaan diatas:

−2. J ± √ 4. J 2−4.(−h). t
Vf =
2

−J ± √ J 2+ h. t
Vf =
1

Vf =−J ± √ J 2 +h .t

Karena h dan t pasti positif maka nilai dari akar tersebut pasti lebih besar
atau sama dengan J. Maka didapat persamaan eksplisit routh yaitu:

Vf =−J + √ J 2+ h .t

11
12

Pengolahan Data Percobaan Untuk Persamaan Routh

 Percobaan pertama dengan tekanan konstan P = 2 Psi

Tabel 2. Data Pengolahan Pada Tekanan 2 Psi

P = 2 Psi
t (s) 3
Vf (cm ) Vf Total (cm3) t/vf (s/cm3)
120 340 0.35294117
340 6
240 560 0.42857142
900 9
360 770 0.46753246
1670 8
480 980 0.48979591
2650 8
600 1200 3850 0.5
720 1410 0.51063829
5260 8
840 1620 0.51851851
6880 9
960 1820 0.52747252
8700 7
108 2020 0.53465346
0 10720 5
120 2250 0.53333333
0 12970 3

Dari data diatas, akan dilakukan plot grafik nilai Vf dan t/Vf, dimana t/Vf
sebagai sumbu y dan Vf sebagai sumbu x.

Object 67

Grafik 1. Grafik Vf terhadap t/Vf pada tekanan 2 Psi


12
13

Grafik tersebut setelah diberikan linier trend line menghasilkan persamaan

y=8e-05 x+0.3881

m = 8e-05 dan c = 0.3881

h = 1/m dan j = c/2m

Dari persamaan tersebut didapatkan nilai h sebesar 12500 s/m2 dan nilai j
sebesar 239475 s. Setelah mendapatkan kedua konstanta dapat kita buat kedalam
Persamaan Routh

V 2f +2 J . V f =h . t

Maka, Persamaan Routh dengan konstanta pada tekanan 2 Psi adalah

V 2f +4788,75 V f =12500 t

 Percobaan kedua dengan tekanan konstan P = 4 Psi

Tabel 3. Data Pengolahan Pada Tekanan 4 Psi

P = 4 Psi
t (s)
Vf (cm3) Vf Total (cm3) t/vf (s/cm3)
120 95 1,26315789
95 5
240 250 345 0,96
360 360 705 1
480 480 1185 1
600 600 1785 1
720 720 2505 1
840 840 3345 1
960 950 1,01052631
4295 6
1080 1070 1,00934579
5365 4

13
14

1200 1200 6565 1

Dari data diatas, akan dilakukan plot grafik nilai Vf dan t/Vf, dimana t/Vf
sebagai sumbu y dan Vf sebagai sumbu x. Dari pembuatan grafik tersebut akan
ditemukan persamaan garis yang akan digunakan untuk mencari konstanta
Persamaan Routh.

Object 75

Grafik 2. Grafik Vf terhadap t/Vf pada tekanan 4 Psi

Grafik tersebut setelah diberikan linier trend line menghasilkan persamaan

y=−0.00001 x+1.0928

m = -0.00001 dan c = 1.0928

h = 1/m dan j = c/2m

Dari persamaan tersebut didapatkan nilai h sebesar -1x 10 5 s/m2 dan nilai j
sebesar -5464 s. Setelah mendapatkan kedua konstanta dapat kita buat kedalam
Persamaan Routh

V 2f +2 J . V f =h . t

Maka, Persamaan Routh dengan konstanta pada tekanan 4 Psi adalah

V 2f −10928 V f =−10000t

14
15

 Percobaan ketiga dengan tekanan konstan P = 6 Psi

Tabel 4. Data Pengolahan Pada Tekanan 6 Psi

P = 6 Psi
t (s)
Vf (cm3) Vf Total (cm3) t/vf (s/cm3)
120 190 0,6315789
190
5
240 380 0,6315789
570
5
360 460 1030 0,7826087
480 680 0,7058823
1710
5
600 820 0,7317073
2530
2
720 970 0,7422680
3500
4
840 112 0,75
4620
0
960 126 0,7619047
5880
0 6
108 142 0,7605633
7300
0 0 8
120 156 0,7692307
8860
0 0 7

15
16

Object 83

Grafik 3. Grafik Vf terhadap t/Vf pada tekanan 6 Psi

Grafik tersebut setelah diberikan linier trend line menghasilkan persamaan

y=8e-05 x+0.652

m = 12500 dan c = 1.0928

h = 1/m dan j = c/2m

Dari persamaan tersebut didapatkan nilai h sebesar 12500 s/m2 dan nilai j
sebesar 4075 s. Setelah mendapatkan kedua konstanta dapat kita buat kedalam
Persamaan Routh
2
V f +2 J . V f =h . t

Maka, Persamaan Routh dengan konstanta pada tekanan 6 Psi adalah


2
V f +8150 V f =−12500 t

Ketika seluruh konstanta pada tekanan konstan ditabulasikan, akan


mendapatkan Persamaan Routh dengan niai rata-rata konstanta h dan j.

16
17

Tabel 5. Tabulasi Data Hasil Pengolahan

P (Psi) Slope Intercept h j


2 0,00008 0,3831 12500 2394,375

4 -0,0001 1,0928 -10000 -5464

6 0,00008 0,652 12500 4075

Average 5000 335,125

Maka Persamaan Routh yang didapatkan ketika memperhitungkan


konstanta rata-rata dari seluruh percobaan menghasilkan

2
V f +2 J . V f =h . t

V 2f +670,25V f =5000t

Perhitungan Konstanta Untuk Persamaan Lewis

Persamaan Lewis memiliki beberapa konstanta yang perlu ditentukan


sebelum dapat memulai perhitugan. Konstanta-konstanta tersebut akan
dihitung dengan metode regresi linier.

Persamaan Lewis dapat dituliskan sebagai berikut :


m
Vf
( ) =K . ( Δ P) .t
A
n
…..(3.3)

Keterangan:

A = Luas penampang Filter Cloth

K = Konstanta dalam persamaan untuk filtrasi cake bertekanan konstan


Persamaan tersebut perlu dibentuk menjadi persamaan garis linier untuk
mendapatkan konstanta persamaan yang diinginkan. Maka persamaan (3.3)
dikalikan dengan A m menjadi
m m n
V f =K . A . ( Δ P ) .t ……..(3.4)

17
18

Jika C=K . A m . ( Δ P )n , maka

V mf =Ct

m logV f =log C +log t

Persamaan tersebut dijadikan persamaan garis (metode Regresi


Linier)

log t=m logV f −log C

Persamaan ini dapat disederhanakan menjadi persamaan linear seperti


berikut:

y = mx + c

Konstanta persamaan tersebut akan ditentukan dari persamaan garis yang


didapatkan dari data hasil percobaan. Mendapatkan konstanta m dan C adalah
dengan cara sebagai berikut

m=m
c=−logC
C=10−c
Keterangan:

C = rasio massa cake terdeposit pada filter dengan volume filtrate


m = massa cake pada filter cloth
Dengan mengubah persamaan garis dan menentukan nilai m dan nilai C,
maka dapat ditentukan nilai konstanta C dan m dari Persamaan Lewis.
Kemudian untuk menentukan konstanta lainnya dilaukkan substitusi
Persamaan Lewis menjadi
m
V
( ) K1 × ( Δ P )
t= f
A
−n
(3.5)

Nilai m dan n merupakan nilai eksponensial yang berubah agar terjadi


kesetimbangan ruas kanan dan ruas kiri dari persamaan diatas.
m
Vf
Dimana β=( ) K1
A
maka persamaan akan menjadi persamaan garis

t=β ( Δ P )−n (3.6)


18
19

Persamaan diatas diubah menjadi persamaan garis linier

log t=−n log Δ P+log β

Keterangan :

β=laju volumetric filtrat

Δ P=pressure drop

Persamaan ini dapat disederhanakan menjadi persamaan linear seperti


berikut:

y = m x + c

Dari persamaan tersebut akan mendapatkan konstanta n dan konstanta β.


Selanjutnya konstanta yang belum diketahui adalah nilai konstanta K. Nilai K
m
V
akan dihitung dengan menggunakan substitusi persamaan ( ) K1
β= f
A
menjadi
m
V
K= f
A( ) 1β
Setelah mendapatkan nilai dari seluruh konstanta Persamaan Lewis (m, C,
n, β, dan K) kemudian konstanta tersebut akan dimasukkan kedalam
persamaan utama dan menghasilkan Persamaan Lewis sesuai dengann hasil
percobaan.

Pengolahan Data Percobaan Untuk Persamaan Lewis

 Percobaan dengan tekanan konstan 2 Psi

Tabel 6. Data Pengolahaan Pada Tekanan 2 Psi

P = 2 Psi
t (s) vf log t log vf
2,07918 2,53147
120 340
1 9
2,38021 2,74818
240 560
1 8

19
20

2,55630 2,88649
360 770
3 1
2,68124 2,99122
480 980
1 6
120 2,77815 3,07918
600
0 1 1
141 2,85733 3,14921
720
0 2 9
162 2,92427 3,20951
840
0 9 5
182 2,98227 3,26007
960
0 1 1
108 202 3,03342 3,30535
0 0 4 1
120 225 3,07918 3,35218
0 0 1 3

Dari data diatas, akan dilakukan plot grafik log t dan log Vf. Pada
grafik tersebut, log t sebagai sumbu y dan log Vf sebagai sumbu x Dari
pembuatan grafik tersebut akan ditemukan persamaan garis yang akan
digunakan untuk mencari konstanta Persamaan Lewis.

Object 131

Grafik 4. Grafik log Vf terhadap log t Pada Tekanan 2 Psi

Grafik tersebut setelah diberikan linier trend line menghasilkan persamaan

y=1.2074 x +0.9408

m = 1.2074 dan c = 8.7256994

20
21

Dengan konstanta yang diketahui dapat dibentuk Persamaan Lewis pada


tekanan konstan 2 Psi sebagai berikut

log t=1.2407 log V f −log 8.725694

 Percobaan pada tekanan konstan 4 Psi

Tabel 7. Data Pengolahan Pada Tekanan 4 Psi

P = 4 Psi
t (s) vf log t log vf
120 95 2,07918 1,97772
1 4
240 250 2,38021 2,39794
1
360 360 2,55630 2,55630
3 3
480 480 2,68124 2,68124
1 1
600 600 2,77815 2,77815
1 1
720 720 2,85733 2,85733
2 2
840 840 2,92427 2,92427
9 9
960 950 2,98227 2,97772
1 4
108 107 3,03342 3,02938
0 0 4 4
120 120 3,07918 3,07918
0 0 1 1

Dari data tersebut, dapat dilakukan plot grafik sehingga menjadi grafik
berikut

21
22

Object 137

Grafik 5. Grafik log Vf terhadap log t Pada Tekanan 4 Psi

Grafik tersebut setelah diberikan linier trend line menghasilkan persamaan

y=0.9347 x +0.1871

m = 0.9374 dan c = 0.64998

Dengan konstanta yang diketahui dapat dibentuk Persamaan Lewis pada


tekanan konstan 4 Psi sebagai berikut

log t =0.9347 log V f −log 0,64998

 Percobaan pada tekanan konstan 6 Psi

Tabel 8. Data Pengolahan Pada Tekanan 6 Psi

P = 6 Psi
t (s) vf log t log vf
120 190 2,07918 2,27875
1 4
240 380 2,38021 2,57978
1 4
360 460 2,55630 2,66275
3 8
480 680 2,68124 2,83250
1 9
600 820 2,77815 2,91381
1 4
720 970 2,85733 2,98677
22
23

2 2
840 1120 2,92427 3,04921
9 8
960 1260 2,98227 3,10037
1 1
108 1420 3,03342 3,15228
0 4 8
120 1560 3,07918 3,19312
0 1 5

Dari data tersebut, dapat dilakukan plot grafik sehingga menjadi grafik
berikut

Object 144

Grafik 6. Grafik log Vf terhadap log t Pada Tekanan 6 Psi

Grafik tersebut setelah diberikan linier trend line menghasilkan persamaan

y=1.0911 x +0.4018

m = 1.0911 dan c = 2.5223189

Dengan konstanta yang diketahui dapat dibentuk Persamaan Lewis pada


tekanan konstan 6 Psi sebagai berikut

log t =1.0911 log V f −log 2,522319

Setelah mendapatkan seluruh konstanta m dan C dari tekanan yang


berbeda pada percobaan, maka tabulasi dilakukan untuk mendapatkan persamaan
rata-rata sebagai refrensi untuk persamaan log t.

23
24

Tabel 9. Tabulasi Pengolahan Data Percobaan

P (psi) slope Intercept M c


2 1,2047 -0,9408 1,2047 8,725694
4
4 0,9347 0,1871 0,9347 0,64998
6 1,0911 -0,4018 1,0911 2,522318
9
Avg 1,0768333 3,965997
3 8
Persamaan yang didapatkan dari hasil tabulasi adalah persamaan rata-rata
untuk persamaan garis log t. Persamaan yang didapat adalah

log t=m logV f −logC

log t=1.076834 log V f −log 3.9659978

Selanjutnya akan dilakukan perhitungan untuk menentukan konstanta yang


belum didapatkan dari persamaan sebelumnya.

log t=−n log Δ P+log β

Persamaan diatas akan menentukan konstanta n dan β dengan


menyamakan persamaan garis terhadap grafik yang membandingkan nilai log t
terhadap log Δ P . Perbandingan nilai tersebut akan digunakan untuk
menentukan persamaan garis yang menentukan konstanta Persamaan Lewis.

Dengan mengambil basis volume filtrat pada Vf = 500cm3 maka


didapatkan nilai log t dan kemudian di bandingkan dengan nilai log Δ P .

Tabel 10. Perbandingan nilai log t terhadap log log ∆P

log t(s) ∆P (Psi) log ∆P (Psi/s2)

2.346649164 2 0.301029996

2.709827263 4 0.602059991

2.543046172 5 0.77815125

Dari tabel tersebut dibuat kedalam grafik dimana sumbu x adalah log log ∆P
dan sumbu y adalah log t.

24
25

Object 161

Grafik 7. Grafik log ∆P terhadap log t

Grafik tersebut setelah diberikan linier trend line menghasilkan persamaan

y=0.4972 x+ 2.2545

n = -0.4972

β = 102.2545 = 179.68

Dapat dicari nilai K dari konstanta yang diketahui (Luas clotch A =100m2)
m
V
β= f
A( ) K1
m 1.0706833
Vf
K= ( ) ( )
A
1 500
=
β 100
×
1
179.68  

K=0.0312

Maka Persamaan Lewis yang dihasilkan dari konstanta yang didapatkan


dari hasil uji percobaan adalah
m
Vf
( ) =K . ( Δ P ) .t
A
n

1.0706833
Vf
( )
A
=0.0312× ( Δ P )−0.4972 × t

25
26

BAB 4

ANALISIS PERCOBAAN DAN KESIMPULAN

3.1. Analisis Percobaan

Pada percobaan kali ini praktikan melakukan uji coba filtrasi dengan tekanan
konstan pada filtrasi larutan slurry. Langkah pertama, praktikan membuat
larutan slurry berupa air yang dicampur dengan tepung terigu, larutan tersebut
merupakan larutan yang nanti akan di filtrasi dan menghasilkan cake.
Langkah kedua, praktikan harus menyusun frame dan plat dengan benar dan
teliti agar tidak terjadi kebocoran ke atas atau ke bawah ketika melakukan
filtrasi. Langkah ketiga praktikan menyalakan pompa serta mengatur valve
agar tekanan tetap konstan sehingga data yang didapatkan sangat sesuai.
Terakhir, praktikan menimbang cake yang menempel pada frame dan plat
serta mengukur volume filtrat yang dihasilkan per 2 serta 1 menit.

3.2. Analisis Data

Pada percobaan kali ini praktikan mencari volume filtrat yang terfiltrasi setiap
2 menit pada tekanan 2 psi serta 1 menit pada tekanan 4 dan 6 psi. Dari data
percobaan yang didapatkan oleh praktikan, volume filtrat pada tekanan 2 psi
lebih banyak dibandingkan dengan volume filtrat pada tekanan 4 dan 6 psi.
Hal tersebut menunjukkan semakin tinggi tekanan maka semakin tinggi juga
volume filtrat yang keluar dikarenakan semakin banyak slurry yang tersaring.
Seiring berjalannya waktu, volume filtrat akan semakin sedikit dikarenakan
slurry yang tertahan pada saringan semakin banyak dan akan menahan aliran
filtrat yang mengalir diikuti juga volume filtrat yang didapatkan praktikan
semakin banyak.

3.3. Analisis Perhitungan

26
27

Pengolahan data pada percobaan ini dilakukan untuk menguji persamaan


Routh dan persamaan Lewis dengan menggunakan data volume filtrat. Pada
perhitungan persamaan Routh, kita menggunakan persamaan:
2
Vf + 2 jVf =ht
Setelah membuat grafik, maka pada tekanan 2 psi didapatkan persamaan
y=(8E-05 x)+0,3881
Pada tekanan 4 psi didapatkan persamaan
y=−0,00001 x+1,0928
Pada tekanan 6 psi diodapatkan persamaan
y=(8E-05 x)+0,652
Setelah itu praktikan mencari nilai konstanta h dan j dari masing-masing
tekanan dan didapatkan pada tekanan 2 psi nilainya adalah:
h=1/m
j=0,19405/m
Pada tekanan 4 psi nilainya adalah:
h=1/m
j=0,5464/m
Pada tekanan 6 psi nilainya adalah:
h=1/m
j=0,5464/m
Dari hasil perhitungan dapat dilihat bahwa nilai tahanan filtrasi pada tekanan
2 psi lebih kecil dibandingkan tahanan filtrasi pada tekanan yang lebih besar.
Hal tersebut dikarenakan semakin tinggi tekanannya, maka cake yang
tertahan pada saringan akan lebih banyak sehingga akan menahan laju alir
dari cairan. Oleh karena itu, nilai tahanan filtrasinya akan lebih besar
dibandingkan dengan tekanan yang lebih rendah.
Untuk persamaan Lewis, praktikan melakukan pengolahan data dengan
menggunakan persmaan:
Vf m= A m K Pn t
Setelah itu praktikan membuat grafiknya, dan dari grafik didapatkan
persamaan tekanan 2 psi:
y=1,2074 x +0,9408
Ketika 4 psi, persamaan garisnya adalah
y=0,9347 x +0,1871
Ketika 6 psi, persamaan garisnya adalah
y=1,0911 x +0,4018
Praktikan kemudian mencari nilai dari konstanta m, n, Z, dan K.
3.4. Analisis Grafik

Pada persamaan Routh, didapatkan grafik seperti berikut ini:

27
28

Vf vs t/Vf pada P=2 psi


0.6

f(x) = 0x + 0.38
0.5 R² = 0.79

0.4

0.3

0.2

0.1

0
0 500 1000 1500 2000 2500

Grafik 1. Grafik Vf terhadap t/Vf pada tekanan 2 Psi

Vf vs t/Vf pada P=4 psi


1.4

1.2

1 f(x) = - 0x + 1.09
R² = 0.2
0.8

0.6

0.4

0.2

0
0 200 400 600 800 1000 1200 1400

Grafik 2. Grafik Vf terhadap t/Vf pada tekanan 4 Psi

28
29

Vf vs t/Vf pada P=6 psi


0.9
0.8
f(x) = 0x + 0.65
0.7 R² = 0.51
0.6
0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
0
0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800

Grafik 3. Grafik Vf terhadap t/Vf pada tekanan 6 Psi

Grafik yang telah didapatkan menurut praktikan sudah sesuai dengan analisis
data, yaitu semakin tinggi tekanan maka semakin besar volume filtrat yang
didapat. Namun, grafik yang praktikan dapatkan masih kurang sempurna, hal
tersebut dibuktikan dengan bentuk grafik yang kurang linier yang disebabkan
oleh praktikan ketikan melakukan pengambilan data percobaan.

Pada persmaan Routh didapatkan grafik seperti berikut ini:

logt vs logVf pada P=2 psi


3.5

3 f(x) = 1.2x - 0.94


R² = 1
2.5

1.5

0.5

0
2.4 2.5 2.6 2.7 2.8 2.9 3 3.1 3.2 3.3 3.4

Grafik 4. Grafik log Vf terhadap log t Pada Tekanan 2 Psi

29
30

logt vs logVf pada P=4 psi


3.5

3
f(x) = 0.93x + 0.19
R² = 0.99
2.5

1.5

0.5

0
1.8 2 2.2 2.4 2.6 2.8 3 3.2

Grafik 5. Grafik log Vf terhadap log t Pada Tekanan 4 Psi

logt vs logVf pada P=6 psi


3.5

3 f(x) = 1.09x - 0.4


R² = 1
2.5

1.5

0.5

0
2.2 2.4 2.6 2.8 3 3.2 3.4

Grafik 6. Grafik log Vf terhadap log t Pada Tekanan 6 Psi

Dari grafik diatas, semakin lama waktu filtrasi maka semakin banyak pula
volume filtrat yang didapat. Hal tersebut sesuai dengan hukum Leuwis
dimana waktu (t) berbanding lurus dengan volume filtrat(Vf).

30
31

3.5. Ananlisis Kesalahan

Dalam suatu praktikum, terkadang praktikan melakukan kesalahan sehingga


dapat mempengaruhi hasil percobaan yang didapatkan. Kesalahan yang dapat
dilakukan oleh praktikan adalah saat melakukan praktikum, ataupun saat
melakukan pengolahan data. Ada beberapa kemungkinan kesalahan yang
mungkin dilakukan oleh praktikan. Praktikan kemungkinan dapat melakukan
kesalahan ketika menyusun frame dan plat sehingga menimbulkan kebocoran
ke atas ataupun ke bawah saat V2 (return valve) dan V3 (feed valve) dibuka.
Praktikan pun harus merangkai ulang susunan sehingga memakan waktu
lebih lama untuk menyiapkan peralatan filtrasi terutama ketika terjadi
kebocoran serta melakukan penimbangan pada cake. Selain itu, praktikan
tidak teliti dalam menjaga tekanan konstan sehingga terkadang tekanan yang
sudah diatur masih fluktuatif, hal tersebut mengakibatkan data percobaan
yang kurang sempurna. Terakhir, praktikan terlalu lama mengatur tekanan
konstan setelah melakukan penimbangan cake, hal tersebut mengakibatkan
slurry terus mengalir dan cake sudah menumpuk pada saringan sehingga
berpengaruh pada laju alir dari cairan.

BAB V
PENUTUP

31
32

A. Kesimpulan

Dari percobaan filtrasi, terdapat beberapa hal yang dapat disimpulkan yakni :
4. Filtrasi merupakan proses pemisahan zat padat terhadap zat cair dari suatu
campuran slurry dengan menggunakan media porous.

5. Cake yang terbentuk pada proses filtrasi akan menjadi media filter
sekunder

6. Semakin lama filtrasi berlangsung, maka penambahan volume filtrat yang


dihasilkan semakin sedikit

7. Nilai-nilai konstanta tahanan filtrasi (h) persamaan Routh untuk tiap


variasi tekanan adalah 12500(2 psi), -1000(4 psi), dan 12500(6 psi).
Sedangkan konstanta J persamaan Routh bervariasi setiap tekanan
meliputi 2394.375(2 psi), -5464(4 psi), dan 4075(6 psi). Variasi tersebut
menunjukkan semakin tinggi tekanan, maka semakin tinggi nilai J namun
nilai h konstan.

8. Nilai- nilai konstanta persamaan Lewis untuk setiap variasi tekanan


adalah sebagai berikut :

 ∆ P=2 psi ; m = 1,2047 dan C = 8.725694

 ∆ P=4 psi ; m = 0.9347 dan C = 0.64998

 ∆ P=6 psi ; m = 1.0911 dan C = 2.522319

9. Nilai konstanta n, β, dan K berturut-tuut untuk semua variasi tekanan


adalah -0,4972; 179,68; 0,0312

B. Saran
Berikut ini beberapa saran pengembangan untuk modul Filtrasi, antara lain :
1. Sebaiknya dilakukan penggantian terhadap filtercloth dan plate,
dikarenakan terdapat filtercloth yang telah robek dan juga terdapat plate
yang sudah rusak ditandai dengan permukaannya yang cekung.
2. Sebaiknya dilakukan standarisasi batas tekanan umpan slurry yang
digunakan pada percobaan filtrasi, dikarenakan tekanan yang digunakan
harus dapat terpenuhi oleh spesifikasi alat filter press. Diharapkan dengan
standarisasi tekanan, maka kerja alat filter press dapat optimum.

32
33

BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

Anonim1, 2011,“ Filtrasi”. http://lab.tekim.undip.ac.id/otk/2010/09/29/filtrasi/


[diakses pada Minggu, 8 November 2017 pukul 20.00 WIB]

Anonim2, 2011, “ Filtrasi”. http://www.che.itb.ac.id[diakses pada Minggu, 8


November 2017 pukul 20.00 WIB]

Ritter, James.A . 2001. Plate and Frame Filtration.South Carolina: University


of South Carolina

Tim penyusun. 1989. Petunjuk Praktikum Proses dan Operasi Teknik I.


Depok: Laboratorium Proses dan Operasi Teknik TGP FTUI.

33