Anda di halaman 1dari 1

PENANGANAN DAN PEMBUANGAN

BAHAN BERBAHAYA
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :1/2
Priyadi Yusra Wijaya,
UPTD PUSKESMAS
SKM.M.Kes
TARAMAN
NIP.19720609 1992031 004

1. Pengertian Bahan Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya disingkat dengan B3 adalah bahan
yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara
langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak
lingkungan hidup, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan,
kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.
2. Tujuan Untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup
yang diakibatkan oleh limbah bahan beracun dan berbahaya
3. Kebijakan SK Kepala puskesmas Taraman No tahun 2016 tentang Penanganan Dan
Pembuangan Bahan Berbahaya
4. Refrensi Pedoman Good laboratory Practice
5. Alat dan Bahan -
6. Prosedur 1. Petugas laboratorium melakukan pemilahan limbah medis mulai dari sumber
yang terdiri dari limbah infeksius, limbah patologi, limbah benda tajam, limbah
farmasi, sitotoksis, limbah kimiawi, limbah radioaktif, limbah container bertekanan
dan dengan kandungan logam berat yang tinggi. Kategori limbah beracun dan
berbahaya berdasarkan kriteria sebagai berikut:
 Mudah meledak
 Mudah terbakat
 Bersifat reaktif
 Beracun
 Menyebabkan infeksi
 Bersifat korosif
2. Tempat limbah memiliki minimal 2 macam, satu untuk limbah medis (warna
kuning atau merah) dan satunya lagi untuk non medis (warna hitam)
3. Untuk benda-benda tajam hendaknya ditampung pada tempat khusus (safety
box) seperti botol atau karton yang aman
4. Limbah diangkut menggunakan troli khusus limbah infeksius, dibawa ke tempat
penampungan sementara puskesmas untuk dimusnahkan di insinerator oleh
pihak ketiga ( rumah sakit ) .
7. Diagram Alir -

8. Unit Terkait SOP Laboratorium

9. Rekaman Historis Perubahan

No Yang Dirubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan